• Tidak ada hasil yang ditemukan

B. Hasil dan Pembahasan

2. Partisipasi Pemilih

Menurut Hendrik (2010: 137-148) terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang-orang untuk berpartisipasi pemilih dalam pemilihan umum, yaitu: (1) kesadaran politik, melihat pengaruh faktor calon tunggal dengan tingkat partisipasi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa. Penggunaan hak sebagai warga negara sebagai faktor pendorong dalam partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Gowa, dan kesadaran politik bahwa Pemilihan Kepala Daerah dapat merubah keadaan; (2) kepercayaan terhadap pemerintah, melihat bagaimana pasangan calon di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa berpengaruh atau berhubungan dengan tingkat partisipasi pemilih. Juga visi dan misi calon apakah terdapat hubungan dengan partisipasi pemilih, melihat rekam jejak, karakter kepemimpinan, dan pelayanan publik yang humanis mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa di tahun 2020; (3) sosialisasi, melihat bagaimana metode kampanye tatap muka di era Pandemi Covid-19, pembatasan kampanye, sosialisasi media cetak, sosialisasi media online, tatap muka (dialogis), dan pendekatan khusus pada pemilih disabilitas akan mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa di Tahun 2020; dan (4) situasi, melihat bagaimana situasi alamiah seperti cuaca, jarak tempuh,

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

50

ancaman wabah Pandemi Covid-19, dan kesulitan geografis lain mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa di Tahun 2020.

Sumber: Olahan Peneliti dari Nvivo 12 pro, 2021

Gambar 4. 3 Visualisasi Data Partisipasi Pemilih Pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020

Pada gambar 4.2, secara sederhana dapat di simpulkan bahwa ada 4 indikator yang mempengaruhi tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah calon tunggal di Kabupaten Gowa 2020.

Berdasarkan data survei, persentase partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020 sebesar 78,24%.

Berdasarkan data primer peneliti dapat dijelaskan yaitu: (1) faktor pendorong partisipasi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

51 Gowa yakni motivasi perubahan yang lebih baik; (2) faktor yang membuat pemilih di Kabupaten gowa tidak menggunakan hak pilihnya karena ancaman wabah Covid-19 serta secara teknis, tidak mendapatkan undangan pemberitahuan memilih (Formulir C6); (3) faktor sumber informasi kepemiluan sebagian besar masyarakat di Kabupaten Gowa sumber informasi pemilihan berasal dari penyelenggara (KPU dan jejaringnya); (4) visi dan misi calon, umumnya masyarakat pemilih mengetahui visi dan misi pasangan calon dari visualisasi baliho calon. Lebih lanjut akan dijelaskan secara lebih spesifik sebagai berikut dibawah ini:

a. Kesadaran Politik

Sumber: Olahan peneliti dari Nvivo 12 pro, 2020 Gambar 4. 4 Visualisasi Data Indikator Kesadaran Politik Pada gambar 4.3 di atas, dapat dijelaskan bahwa partisipasi pemilih di kabupaten Gowa dipengaruhi oleh keasadaran politik, yang berhubungan tingkat partisipasi pemilih dengan persentase 78.24%.

Motivasi terbesar dalam berpartisipasi adalah merasa bentuk penggunaan hak sebagai warga negara yang baik. Kehadiran di Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga di pengaruhi oleh penerimaan

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

52

undangan pemberitahuan memilih (Formulir C6). Adapaun yang menerima undangan pemberitahuan memilih (Formulir C6) tapi tidak memilih disebabkan karena kesibukan bekerja atau sedang merantau di luar daerah.

Berdasarkan data hasil survey Grafik 4.10 ini, tingkat partisipasi pemilih berada pada angka persentase 78,24%, sedangkan yang tidak memilih sebesar 21,76%. Dengan demikian faktor kesadaran politik masyarakat Kabupaten Gowa cukup berpengaruh dalam mencapai tingkat partisipasi yang tinggi. Tentu saja ada variabel yang memperkuat basis kesadaran politik ini.

Grafik 4. 10 Persentase Tingkat Partisipasi Pemilih Kabupaten Gowa pada Pemilihan Kepala Daerah 2020

Sumber: Data Primer, 2021

Beberapa alasan yang melatar belakangi masyarakat Kabupaten Gowa untuk ikut berpartisipasi dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 Kabupaten Gowa. Pertama, memilih merupakan suatu pelaksanaan hak sebagai warga negara yang baik, perihal yang paling tinggi yaitu sebesar 75%. Perihal harapan masyarakat Kabupaten Gowa bahwa Pemilihan Kepala Daerah akan membawa perubahan yang lebih baik dengan persentase 13,6%. Sedangkan sosialisasi penyelenggara/relawan KPU dan pemberian hadiah atau uang dengan persentase terendah yaitu masing-masing 1,6% dan 0,6%.

78.24 21.76

Ya Tidak

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

53 Grafik 4. 11 Faktor Yang Melatar-Belakangi Menggunakan Hak

Pilih

Sumber: Data Primer, 2021

Dalam survei ini, ditemukan bahwa alasan faktor rasional seperti janji-janji kampanye hanya mencapai 1%, begitupun dengan profil dan visi-misi calon hanya sebesar 1.6%. Keduanya tidak berpengaruh signifikan bagi masyarakat pemilih menyalurkan aspirasinya di TPS.

Angka persentase tersebut juga lebih rendah dari pengaruh tokoh masyarakat yang hanya sebesar 3.1%.

Ada pun responden yang memiliki anggota keluarga terdaftar dalam DPT dan mendapat undangan pemberitahuan (Formulir C6), anggota keluarga yang berpartisipasi ikut memilih sebesar 15.6% dan yang tidak ikut memilih sebesar 84.4%. Berikut persentasenya dalam grafik 4.12 berikut :

75 13.6

3.1 2.6 1.61.6 1 1 0.5

merasa suatu kewajiban sebagai warga negara yang baik ingin ada perubahan yang lebih baik

Pengaruh tokoh masyarakat

Tertarik / senang dengan karakter dari salah satu figur calon ada pemberian hadiah/uang

Profil Visi-Misi salah satu calon yang sesuai dengan hati nurani terdorong oleh janji-janji pada saat kampanye

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

54

Grafik 4. 12 Anggota Keluarga Yang Terdaftar DPT Dan Menerima Undangan Pemberitahuan (Formulir C6) Tapi Tidak Memilih

Sumber: Data Primer, 2021

Ada beberapa hal yang menjadi alasan mengapa anggota keluarga yang menerima undangan pemberitahuan memilih (Formulir C6), tetapi tidak memilih. Diantaranya yaitu: persentase tertinggi disebabkan karena anggota keluarga sedang merantau sebesar 45.2%, faktor sibuk bekerja juga turut berpengaruh dengan persentase 25.8%, kemudian diurutan ketiga disebabkan karena takut tertular Covid-19 dengan persentase 16.1%, dan ketiadaan ada calon lain sebesar 9.7%.

Faktor pemilihan yang tidak kompetitif juga berpengaruh pada partisipasi pemilih.

84.4 15.6

Tidak Ya

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

55 Grafik 4. 13 Anggota Keluarga Yang Terdaftar Di DPT Dan

Menerima Undangan Pemberitahuan (Formulir C6) Tapi Tidak Menggunakan Hak Pilih

Sumber: Data Primer, 2021

Datanya ini menunjukan bahwa anggota keluarga yang terdaftar di DPT dan menerima undangan pemberitahuan (Formulir C6), tapi tidak ikut menggunakan hak pilihnya karena sedang merantau dan sibuk bekerja sebagai alasan yang paling berpengaruh pada tingkat partisipasi pemilih di kabupaten Gowa. Fenomena ini merepresentasikan rendahnya tingkat kesadaran politik pemilih di Kabupaten Gowa.

Menurut informan AR dari kalangan disabilitas, variabel yang menetukan partisipasi mereka di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020 dijelaskan :

45.2

Tidak kenal dengan para kandidat (tidak ada hubungan kekerabatan) Pilkada tidak merubah keadaan menjadi lebih baik

Tidak ada yang memberi hadiah / uang Figur calon yang tidak menarik Profil Visi-Misi yang kurang jelas Pengaruh relawan kolom kosong Jarak TPS yang jauh dari rumah Fakto cuaca (Hujan)

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

56

“Tidak datang memilih karena berharap dibawakan kertas suara kerumah, seperti Pemilu sebelumnya- tapi nyatanya tidak dibawakan jadi tidak bisa menggunakan hak pilih kami.”

“Dari segi penyelenggaraan kemarin, secara sosialisasi sudah baik, tapi dalam hal pelaksanaan di hari pemilihan ; kurang pendampingan dalam memastikan keikut sertaan kami dalam memilih”

Dari hasil wawancara di atas dapat disimpulkan bahwa partisipasi politik kebutuhan kelompok disabilitas berbeda dengan pemilih lainnya. Masih ada hambatan teknis yang di alami untuk berpartisipasi. Peran aktif pihak penyelenggara menjadi variabel penting untuk dapat memaksimalkan partisipasi politik pemilih disabilitas.

b. Sosialisasi

Sosialisasi politik Pemilihan Kepala Daerah menjadi variabel penting kesuskesan penyelenggaraan. Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat tentang urgensi Pemilihan Kepala Daerah tersebut sehingga muncul sikap kesadaran dari masyarakat untuk memberikan hak suara secara baik, benar dan penuh tanggung jawab.

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

57 Sumber: Olahan Peneliti dari Nvivo 12 Pro, 2021

Gambar 4. 5 Visalisasi Data Indikator Sosialisasi

Pada gambar 4.4 di atas, dapat dijelaskan bahwa partisipasi pemilih di Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020 dipengaruhi oleh variabel sosialisasi yang berhubungan dengan model kampanye, strategi kampanye, kampanye personal serta serta sumber-sumber informasi. Bentuk model kampanye yang diketahui masyarakat yakni tatap muka, media sosial dan door to door. Sementara strategi sosialisasi bentuk yang paling diinginkan oleh masyarakat Kabupaten Gowa yaitu diksusi informal (forum bebas), termasuk melalui sosialisasi secara personal. Adapun sumber-sumber informasi yang di akses pemilih dari penyelenggara, seperti grafik berikut:

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

58

Grafik 4. 14 Sumber Informasi Pengetahuan

Tentang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020

Sumber: Data Primer, 2021

Sumber informasi tentang Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa yang paling efektif di masyarakat adalah sosialisasi langsung dari jejaring penyelenggara (KPU/PPK/PPS) sebesar 38.3%, sedangkan informasi dari keluarga, teman, serta tetangga yang merupakan agensi informasi lain sebesar 17.6%. Temuan menarik lainnya adalah pengaruh kanal media sosial penyelenggara sebagai wadah sosialisasi masih kurang efektif, yakni hanya sebesar sebesar 7.5%. Begitu pun dengan penggunaan media sosialisasi konvensional seperti spanduk/pamflet kurang berpengaruh dalam menyampaikan informasi terkait Pemilihan Kepala Daerah, hanya di angka sebesar 3.5%. Agen sosialisasi yang paling efektif selain jejaring penyelenggara adalah institusi pemerintah daerah/kecematan/desa sebesar 23.1%.

Bantuan penyampaian informasi dari tim sukses atau tim pemenangan sebesar 6%.

Pada grafik 4.14 di atas menampilkan beberapa media penyampaian informasi. Seperti website KPU sebagai sumber informasi pengetahuan untuk masyarakat dengan persentase

38.3

23.1 17.6

7.5

3.5 3.5 6 0 0.5

KPU/PPK/PPS

Pemerintah Daerah/Kecamatan/Desa Keluarga/kerabat/tetangga/teman Media Sosial

Spanduk/Pamflet

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

59 tergolong masih terkecil sebesar 0.5%. Koran/Surat Kabar, tidak punya pengaruh sama sekali di masyarakat Kabupaten Gowa. Dalam hal ini masyarakat yang di maksud adalah responden peneliti.

Perolehan persentasenya 0.5% juga ada pada Website KPU yang kecil.

Perlunya menjadi bahan evaluasi oleh KPU Kabupaten Gowa, padahal website KPU Kabupaten Gowa sudah secara lengkap menyajikan informasi seputar Pemilihan Kepala Daerah, mulai dari tahapan pendaftaran hingga tahap akhir. Masyarakat tidak menjadikan website KPU sebagai sumber untuk memperoleh informasi.

Sehinnga dapat dikatakan ada temuan dalam penelitian ini yang dapat dijelaskan bahwa ada yang tidak tepat dengan kehadiran Website KPU di tengah masyarakat gowa. Selain Koran/Surat Kabar yang memiliki persentase 0% juga menjadi wadah sumber informasi pengetahuan tentang Pemilihan Kepala Daerah kabupaten gowa pada tahun 2020. Kurangnya minat atau pemanfaatan Website KPU oleh masyarakat untuk mengetahui proses penyelenggaraan Pilkada di Kabupaten Gowa menjadi bahan evaluasi oleh otoritas penyelenggara pemilu. Sehingga dapat diketahui penyebab ketidak efektifannya pemanfaatan website sebagai sarana tambahan sosialisasi penyelenggara kepada masyarakat di Kabupaten Gowa.

Selain sosialisasi secara kelembagaan dan terstuktur seperti yang dibahas di atas. Terdapat aktivitas sosialisasi secara non kelembagaan dan terstruktur. Aktivitas sosialisasi yang dimaksud adalah aktivitas yang dilakukan secara personal. Berikut sajian datanya pada grafik 4.15:

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

60

Grafik 4. 15 Persentase Aktivitas Sosialisasi Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah secara personal

Sumber: Data Primer. 2021

Dari hasil survei yang dilakukan terkait sosialisasi secara personal.

Dengan mempengaruhi orang lain untuk mengunakan hak pilihnya.

Pada persentase yang sangat setuju sebesar 7%, setuju sebesar 43.7%, kurang setuju 11.1%, tidak setuju sebanyak 31.7%, dan sangat tidak setuju sebesar 6.5%.

Berdasarkan data survei di atas menunjukan 57.7% persentase aktivitas sosialisasi yang dilakukan mayoritas responden berpartisipasi dalam kegiatan sosialisasi secara personal. Sebanyak dengan jawaban kurang setuju 11.1%, yang menjawab tidak setuju 31.7% dan yang menjawab sangat tidak setuju 6.5%. Berdasarkan data di atas bahwa sebagian besar masyrakat gowa aktif dalam sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah secara personal.

43.7

31.7 11.1

7 6.5

Setuju Tidak Setuju Kurang Setuju Sangat Setuju Sangat tidak setuju

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

61 Grafik 4. 16 Persentase Tanggapan Aktivitas Pemilih

Mempengaruhi Orang Lain Menggunakan Hak Pilih

Sumber: Data Primer, 2021

Dari data survey pada grafik 4.16 persentase tanggapan aktivitas pemilih mempengaruhi orang lain menggunakan hak pilih ada di angka 68.7% setuju mempengaruhi orang lain, sebanyak 12.6%

responden sangat setuju. Namun juga ada persentase sebanyak 5.1%

kurang setuju, sebanyak 12.6% responden tidak setuju, dan sebanyak 1% responden sangat tidak setuju. Ada responden yang turut menjadi angen secara sukarela dalam mensosialisasikan pelaksanaan Kabupaten Gowa Tahun 2020, dengan persentase jawaban Sangat Setuju dan Setuju sebesar 81.3% responden dan hanya sebanyak 18.7%

tidak setuju. Dari data ini dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat gowa setuju menjadi agen sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah secara personal. Walaupun pada persentase aktivitas sosialisasi secara personal masyarakat gowa hanya sebesar 57.7%.

Dari kedua data di atas persentase untuk mau terlibat secara personal. Masyarakat Gowa pada Pemilihan Kepala Daerah 2020 mensosialisasikan dan mempengaruhi orang lain untuk menggunakan hak pilih lebih tinggi daripada yang tidak mau. Ini menjadi kekuatan dan kesempatan oleh KPU Kabupaten Gowa untuk membangun strategi Sosialisasi pada tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Gowa. Dengan

68.7 12.6

12.6 5.1 1

Setuju Sangat Setuju Tidak Setuju

Kurang Setuju Sangat tidak setuju

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

62

mengakomodir minat masyarakta dalam mendorong orang lain untuk menggunakan hak pilihnya di Pemilihan Kepalah Daerah.

Responden yang turut menjadi agen sosialisasi secara personal dan mempengaruhi orang lain menggunakan hak pilihnya dilakukan melalui media dan metode seperti diskusi informal/forum bebas;

media sosial; diskusi publik; dan ceramah keagamaan. Hasil penelitian terkait media sosialisasi yang di gunakan pada sosialisasi personal ditunjukan pada grafik 4.17 sebagai berikut:

Grafik 4. 17 Media Sosialisasi Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020

Sumber: Data Primer, 2021

Dari responden yang menjawab ikut serta mensosialisasikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah. Diskusi informal/forum bebas merupakan wadah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat dengan persentase 59,2%. Sedangkan Diskusi Publik pada posisi kedua dengan persentase 25.3%%, Media Sosial dan ceramah keagamaan masing-masing 10.9% dan 4.6% menjadi wadah mensosialisasikan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di Kabupaten Gowa.

Selain diskusi informal/forum sebagai media sosialisasi yang paling berpengaruh. Ada juga upaya sosialisasi secara personal

59.2 25.3

10.9 4.6

Diskusi Informal/ Forum bebas Diskusi Publik

Media Sosial Ceramah keagamaan

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

63 mempengaruhi orang lain menggunakan hak pilihnya untuk meningkatkakn partisipasi pemilih pada pemilihan kepala daerah di Kabupaten gowa. Sekaligus ada model kampanye yang juga di ingingkan oleh masyarakat gowa, berikut persentasenya pada grafik 4.18:

Grafik 4. 18 Model Kampanye Yang diinginkan

Sumber: Data Primer, 2021

Pada data survei di atas dapat dijelaskan. Bahwa persentase untuk model kampanye Door to door memiliki persentasi terbanyak sebesar 40.9%, sebagai model kampanye yang paling diinginkan. Kemudian disusul dengan model kampanye dialog sebesar 23.7%. Kemudian model kampanye pengerahan massa sebesar 9.6%. Ada model konfoi sebesar 7.6%. Model kampanye virtual sebesar 6.6%. Diluar itu ada juga yang menginginkan model kampanye lain dengan persentase sebesar 11.6% model kampanye yang diinginkan.

Kemudian pada efektivitas kampanye tata muka untuk mempengaruhi pilihan pemilih yang menjawab efektif besaran persentasenya 59%. ada besaran persentase 3% yang menjawab sangat setuju. Selain itu yang menjawab kurang efektif ada sebesar persentasenya 12%. Ada yang menjawab dengan persentasenya 25%

tidak efektif. Selain itu 1% yang menjawab sangat tidak efektif. Sebagai mana pada grafik 4.19 dibawah ini:

40.9

23.7 11.6 9.6

7.6 6.6

Door to door Dialog Lain-lain

Pengerahan massa Konfoi Kampanye Virtual

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

64

Grafik 4. 19 Efektivitas Kampanye Tatap Muka

Sumber: Data Primer, 2021

Dari data survei di atas dapat disimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat gowa mengatakan kampanye tata muka efektif dilakukan.

Di penyelenggaraan pemilihan Bupati atau Wakil Bupati di Kabupaten Gowa 2020 dengan persentase 62.5% mengatakan efektif. Sisanya sebesar 37.5% mengatakan tidak/kurang efektif.

Dibawah ini menjelaskan terkait tanggapan masyarakat gowa terkait kampanye di Media sosial. Untuk mempengaruhi pilihan pemilih pada penyelenggaraan pemilihan kepala daerah Kabupaten Gowa 2020. Digambarkan sebagaimana grafik 4.20 berikut:

12% 3%

1%

59%

25%

Kurang Efektif Sangat Efektif Sangat Tidak Efektif

Efektif Tidak Efektif

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

65 Grafik 4. 20 Kampanye Di Media Sosial Untuk Mempengaruhi

Pilihan

Sumber: Data Primer, 2021

Dari data survei diatas ada 40.9% yang menjawab kampanye di Media Sosial untuk mempengaruhi Pemilih kurang efektif. Ada 32,8%

mengatakan tidak efektif, dan ada 3.5% menjawab sangat tidak efektif.

Namun ada juga yang menjawab Kampanye di Media Sosial untuk mempengaruhi pemilih efektif dengan persentase 21.2% dan ada 1.5%

yang menjawab sangat efektif.

Jadi berdasarkan survei penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan partisipasi politik melalui sosialisasi.

Mengacuh pada data-data di atas bahwa ada perilaku aktivias sosialisasi personal yang dilakukan oleh masyarakat Gowa yang cukup efektif. Sehingga membantu dalam tingkat sosialisasi pilkada dalam mempengaruhi orang lain untuk menggunakan hak pilinya.

Sosialisasi yang dilakukan oleh KPU/KPPS/ terbukti lebih efektif dibandingkan dengan wadah/sarana sosialisasi lainnya. Ada model kampanye door to door yang di inginkan. dan kurang efektifnya kampanye yang dilakukan di media-media sosial elektronik selain efektivitas kampanye tata muka. Terbukti berdasarkan survei website kpu tidak cukup berpengaruh dalam sosialisasi penyelenggaran Pilkada di Kabupaten Gowa 2020.

40.9

32.8 21.2

3.5 1.5

Kurang Efektif Tidak Efektif Efektif Sangat Tidak Efektif Sangat Efektif

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

66

c. Situasi

Di pemilihan kepala daerah Kabupaten Gowa 2020. Untuk melihat tingkat partisipasi politik dan sejauh mana membawa kepada kemajuan pada partisipasi pemilih. Dalam pemilihan kepala daerah di Kabupaten Gowa selain Indikator seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya yaitu Kesadaran Politik, kepercayaan kepada pemerintah, dan Sosialisasi. Ada indikator lain yang juga mempengaruhi tingkat partisipasi politik dalam pemilihan kepala daerah yaitu situasi.

Sumber: Olahan Peneliti dari Nvivo 12 Pro, 2021 Gambar 4. 6 Visalisasi Data Indikator Situasi

Pada gambar 4.5 di atas menjelaskan bahwa tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Gowa dipengaruhi oleh situasi. Dalam hal ini pandemi covid-19 yaitu situasi paling mempengaruhi yang berimplikasi pada penerapan protokol kesehatan. Sampai

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

67 pemberlakuan PKPU pembatasan kampanye tatap muka dalam pemilihan pasangan calon tunggal di Kabupaten Gowa 2020.

Indikator ini lebih melihat kepada fenomena wabah covid-19.

Situasi pandemic covid-19 mempangaruhi tingkat partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020. Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah di masa pandemi Covid-19 menjadi tantangan tersendiri. Juga sedikit banyak merubah aturan main dalam sebuah pesta demokrasi seperti pemilihan kepala daerah termasuk di Kabupaten Gowa. Untuk tetap terselengaranya pemilihan kepala daerah di Kabupaten Gowa di tahun 2020 maka KPU Kabupaten Gowa menerapkan peraturan pembatasan kampanye tatap muka. Namun tingkat pengetahuan dan pemahaman masyarakat gowa menjadi bahan catatan seperti informasi data survei pada grafik 4.21 di bawah ini:

Grafik 4. 21 Pemahaman Tentang Peraturan KPU Terkait Pembatasan Kampanye Tatap Muka

Sumber: Data Primer, 2021

Pada data survei di atas menunjukkan tingkat pemahaman masyarakat Gowa tentang peraturan KPU pembatasan kampanye tata muka. sangat paham peraturan KPU terkait pembatasan kampanye tatap muka persentasenya sebesar 11.1%. Pada tingkat paham persentasenya sebesar 47.2%. Kemudian pada tingkat kurang paham, tidak paham, dan sangat tidak paham sebesar 21.6%, 18.6% dan 1.5%.

Dengan itu dapat dideskripsikan secara sederhana bahwa

47.2

21.6 18.6

11.1 1.5

Paham Kurang Paham Tidak Paham

Sangat Paham Sangat Tidak Paham

Rapid Assessment Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gowa 2020

68

pemahaman responden terkait peraturan KPU tentang pembatasan kampanye tatap muka lebih besar dibanding pada yang tidak paham.

Jadi bisa di katakan bahwa sebagian besar masyarakat Kabupaten Gowa paham dengan adanya peraturan KPU pembatasan kampanye tatap muka di kabubpaten gowa dengan persentase 58.3% dan persentase yang tidak paham sebesar 41.7%.

Penerapan pembatasan kampanye tatap muka di masa pandemi Covid-19. Didasari dengan melihat pada respon masyarakat dalam survei penelitian pada grafik 4.22. Ada sebesar 61.3% yang menjawab tepat dan yang menjawab sangat tepat sebesar 14.1%. Pembatasan kampanye tatap muka di masa pandemi covid-19 pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Gowa 2020. Lebih besar daripada yang merespon kurang tepat, tidak tepat, dan sangat tidak tepat, yang masing-masing sebesar 15.1%, 9% dan 0.5%. Dari data ini menjelaskan bahwa masyarakat Gowa sebagian besar mejawab tepat dengan adanya pembatasan kampanye di masa pandemi covid-19 dengan persentase sebesar 75.4%. Sisanya yang menjawab tidak tepat sebesar 24.6%. sebagai mana dibawah ini:

Grafik 4. 22 Pembatasn Kampanye Tata Muka Di Masa Pandemi Covid-19

Sumber: Data Primer, 2021

Dengan di lakukan pembatasan kampanye pada pemilihan kepala daerah Kabupaten Gowa di tahun 2020. Membuat kurangnya informasi tentang Pemilihan Kepala Daerah yang di dapatkan oleh

Tepat,

Demokrasi Lokal dan Pemilihan Kepala Daerah Pasangan Calon Tunggal

69 para pemilih. Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa 2020 ada sebesar 59.3% responden setuju, dan 3% sangat setuju bahwa pembatasan kampanye berpengaruh terhadap kurangnya informasi terkait Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Gowa. Sekitar 22.6%

menjawab kurang setuju, 14.6% menjawab tidak setuju, dan sebesar 0.5% menjawab sangat tidak setuju. Sebagaimana yang ditunjukan pada grafik 4.23 di bawah ini:

Grafik 4. 23 Kampanye Berpengaruh Terhadap Kurangnya

Grafik 4. 23 Kampanye Berpengaruh Terhadap Kurangnya

Dokumen terkait