KONDISI UMUM LAPANGAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
8. Pasir Putih, Hutabolon
Rekomendasi pengembangan produk wisata bjek wisata di Pasir Putih yang dapat dilakukan adalah rekreasi alam Pasir Putih, yaitu pengunjung datang berekreasi menikmati pemandangan alam Danau Toba dan Pegunungan Bukit Barisan. Pengunjung dapat berekresi sambil melakukan beberapa aktivitas wisata seperti piknik bersama keluarga, memandang-mandang, mandi/berenang, main pasir, foto-foto, main volly pantai, duduk-duduk, dan lain sebagainya. Untuk meningkatkan produk wisata di lokasi wisata ini, maka produk yang dapat disarankan adalah membuat sebuah galeri berupa rumah yang khusus untuk menampilkan beberapa produk Ulos tenunan khas Batak. Apabila pemerintah maupun masyarakat memiliki koleksi jenis ulos yang umurnya sudah sangat tua dapat disimpan ataupun dikolaksi untuk dipajang di galeri tersebut. Selain itu, pemerintah dan masyarakat yang masih menyimpan ulos-ulos para raja zaman dahulu dapat menyimpannya dalam bentuk pajangan di galeri ini. Setiap Ulos yang pajang dibuat narasi/tulisan untuk menginformasikan tentang jenis ulos yang dipajang. Selain itu, tersedia juga ragam jenis Ulos dan barang-barang antik yang dapat dijual sebagai souvenir kepada wisatawan yang bahan dasarnya kain Ulos. Untuk menambah variasi informasi di dalam galeri ini, dapat juga dibuat lukisan ataupun foto-foto yang menggambarkan tentang kebidupan masyarakat Batak di Pulau Samosir. Sehingga harapannya kedepan terlihat adanya perkembangan kehidupan masyrakat Samosir dari zaman ke zaman.
Untuk meningkatkan produk ini perlu juga dikembangkan sarana dan prasarana, seperti prasarana informasi dan papan himbauan, peningkatan keragaman souvenir khas objek wisata, peningkatan sarana pendukung berupa shelter, toilet, tempat-tempat duduk, peningkatan dan pemeliharaan kebersihan lokasi dan danau, penataan keindahan lokasi wisata. Untuk meningkatkan fasilitas wisata di Pasir putih, maka fasilitas wisata yang dapat disarankan adalah pembuatan jogging track di dekat
pesisir Danau Toba, pengunjung akan dapat dengan leluasa berjalan-jalan di pesisir danau atau olah raga jogging di pagi hari di Pasir Putih, biasanya tempat wisata ini ramai pada sore hari, maka dengan adanya dibangun jogging track ini akan meningkatkan keramaian pengunjung pada pagi dan sore hari di Pasir Putih. Selain itu, perlu pengembangan/penataan kawasan perkemahan di tepi Danau Toba, beberapa instansi sekolah sering kali melakukan perkemahan di Pasir Putih, akan tetapi penataan lokasi belum maksimal. Keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung juga perlu ditingkatkan, karena beberapa pengunjung kadang suka melakukan ke onaran di lokasi wisata, sehingga pihak keamanan sangat dibutuhkan di lokasi wisata. Peningkatan pelayanan dan sarana akomodasi penginapan bagi pengunjung. Pemerintah sedang menghimbau masayrakat sekitar agar mau menyediakan rumah tinggal bagi pengunjung yang mau menginap, yaitu homestay. Dengan demikian masyarakat sekitar dapat diberdayakan sehingga mampu meningkatan pendapatan/income penduduk sekitar.
5.6 Peta Interpretasi Objek Wisata di Kabupaten Samosir
Berikut merupakan peta interpretasi objek wisata yang terdapat di Kabupaten Samosir, khususnya di tiga wilayah kecamatan penelitian, yaitu Kecamatan Sianjur Mula-Mula, Kecamatan Pangururan, dan Kecamatan Simanindo.
Peta jalur interpretasi wisata di kecamatan Simanindo, yaitu dimulai dari objek wisata yang ada di Desa Tomok. Pengunjung yang tiba di Pulau Samosir melalui jalur danau akan berhenti di pelabuhan Tomok. Objek wisata yang ada di Tomok dapat ditempuh dengan jalan kaki ±3 menit,karena lokasi wisata sangat dekat dengan pelabuhan. Disini pengunjung dapat mengunjungi objek wisata sejarah dan seni budaya (Art and Historical tourism), seperti Makam Raja Sidabutar, Atraksi seni Patung Sigale-gale, museum Batak. Setelah itu pengunjung dapat berbelanja beberapa bentuk dan corak souvenir yang dijual di dekat objek wisata. Bagi pengunjung yang membawa kendaraan pribadi, mereka dapat mengunjungi puncak Tomok, yaitu suatu kawasan yang sangat cocok untuk melihat dan menikmati pemandangan panorama alam Danau Toba, Pegunungan Bukit Barisan, dan kawasan pertanian masyarakat. Disini tersedia tempat-tempat duduk/istirahat, dan beberapa pedagang yang menyediakan minuman yang dapat menghangatkan, yaitu tuak. Tuak adalah minuman khas suku Batak yang terbuat dari nira dan difermentasikan. Pada Desa ini juga terdapat beberapa akomodasi penginapan, restoran, fasilitas pendukung seperti ATM, warung telekomunikasi, pos keamanan, dan toilet, dan lain sebagainya.
Setelah itu, jalur wisata yang dapat dikunjungi selanjutnya adalah kampung wisata Tuktuk Siadong. Disini banyak dijumpai bangunan-bangunan akomodasi penginapan dan juga restoran. Beberapa restoran yang sudah menyediakan makanan khas Batak, jenis makanan masakan Barat, dan lain sebagainya. Dituktuk terdapat jalur sepeda gunung, gedung kesenian sebagai tempat atraksi seni budaya, kawasan pemancingan ikan, dan tempat-tempat yang cocok menikmati pemandangan alam. Pengunjung yang memiliki hobby memancing dapat memancing di kawasan pemancingan Tuktuk.
Setelah dari Tuktuk Siadong, dilanjutkan kembali ke Museum Hutabolon, yaitu museum yang menyimpan benda-benda pusaka Suku Batak yang sudah beratusan tahun. Museum ini berada ±23 km dari Tomok an dapat ditempuh dengan menggunakan sepeda motor dan kapal.. Pengunjung dapat menikmati wisata sejarah dan seni budaya di lokasi ini. Pemandu wisata lokal akan membantu untuk menjelaskan kepada pengunjung tentang objek wisata di lokasi tersebut, yaitu koleksi benda-benda di Museum dan cerita rakyat Sigale-gale.
Disini pengunjung juga dapat menonton pertunjukan atraksi si gale-gale yang manortor mengikuti musik gondang Batak. Atraksi budaya ini mempunyai jadwal yang tetap untuk time show setiap hari yaitu pukul 10.30 WIB pada hari Senin sampai hari Sabtu dan pada hari Minggu 11.45 WIB pada hari Minggu.
Perjalanan selanjutnya dapat dilakukan menuju objek wisata alam Pasir Putih yang berada ±41 km dari Tomok. Kawasan ini sangat cocok untuk rekreasi alam, disini terdapat fasilitas wisata seperti lapangan volli pantai, shelter, tempat-tempat duduk/istirahat, kamar ganti, kawasan pemancingan (Fishing area) dan lain sebagainya. Sekitar 2 km dari Pasir Putih terdapat objek wisata budaya seperti komunitas tenun ulos Batak, kehidupan masyarakat Suku Batak, serta nuansa bangunan rumah yang masih tetap dipertahankan yaitu rumah adat/tradisional (Rumah Bolon). Tidak jauh dari Desa Lumban Suhi, sekitar 45 menit perjalanan menuju kota Pangururan terdapat beberapa bangunan Belanda pada zaman dahulu yang sampai sekarang masih tetap bertahan dan dirawat, yaitu jembatan Tano Ponggol, Pasanggarahan dan Sekolah SLTP Budi Mulia. Di kota ini terdapat bangunan gereja yang dibangun persis bangunan Rumah tradisional Suku Batak, corak dan bangunan dipadu dengan tiga warna dasar Suku Batak, yaitu merah, putih, dan hitam. Gereja ini disebut sebagai gereja Inkulturatif. Dilanjutkan kembali ke kawasan pemandian air panas (hotspring), disini terdapat pelabuhan, fasilitas wisata berupa kolam renang, kolam langsung di kawasan bebatuan. Produk wisata yang akan dikembangkan disini adalah pembuatan jalur pendakian, treking, dan penataan kawasan perkemahan. Kemudian dilanjutkan ke kawasan wisata aek sipitu dai (mata air tujuh rasa), disini dapat dilakukan wisata alam dan wisata budaya. Selanjutnya dilanjutkan ke objek wisata di Sianjur mula-Mula, daerah ini sangat cocok untuk menikmati pemandangan alam, melakukan wisata budaya, dan lain sebagainya.
BAB VI