• Pada periode ini, PDII memiliki kebijakan baru yang ditetapkan organisasi secara selektif guna meningkatkan kualitas jasa PDII, antara lain:
1) Siswa SLP/SMP tidak lagi diterima sebagai anggota perpustakaan, karena sejak didirikannya PDII bukan untuk kebutuhan mereka;
2) Jasa yang disediakan tidak lagi diberikan secara cuma‐cuma, karena anggaran PDII memang tidak memungkinkan lagi untuk memberikan jasa tersebut;
• Pada Tahun 1987/1988, PDII memiliki program‐program khusus, diantaranya:
1) Program Komputerisasi PDII—dengan sasaran: a) tersusunnya kerangka dasarPangkalan Data Bibliografi untuk artikel majalah dan buku, serta penerbitan indeks artikel majalah; b) terselenggaranya lokakarya yang berhubungan dengan komputer; c) terhimpunnya masukan dari pusat komputer dan perpustakaan lain;
2) NLDC‐SEA (National Libraries and Documentation Center‐Southeast Asia)—yang dibentuk pada Tahun 1979 dengan beranggotakan perpustakaan‐perpustakaan nasional dari Malaysia, Muangthai, Filipina, Singapura, dan Indonesia (PDII‐LIPI) 3) Penyebarluasan Terbitan NTIS (National Technical Information Service)—yang
diberikan oleh US Department of Commerce di Indonesia sejak 27 Nopember 1977. Dalam hal ini, PDII bertindak sebagai badan tunggal pelayanan dan pemasaran jasa informasi NTIS di Indonesia.
1.4 PDII PERIODE IV (2001‐2014)
•
Sesuai SK Kepala LIPI NO.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, PDII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian, pelayanan serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, PDII menyelenggarakan fungsi :1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
2) Penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, pelaksanaan dan pelayanan di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
3) Penyusunan rencana, program, serta pelaksanaan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
4) Pengelolaan sarana teknis dokumentasi dan informasi ilmiah;
5) Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pelayanan dokumentasi dan informasi ilmiah;
6) Pelaksanaan urusan tata usaha.
• Visi dan Misi PDII‐LIPI periode ini, adalah:
Visi:
Menjadi Institusi Terdepan di Bidang Dokumentasi dan Informasi Ilmiah dalam Rangka Ikut Membangun Masyarakat yang Adil, Cerdas, Kreatif, Integratif, dan Dinamis Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Humanistik.
Misi:
Melaksanakan Pembinaan, Penelitian, dan Pemberian Jasa di Bidang Dokumentasi dan Informasi Ilmiah.
• Berdasarkan Surat keputusan Kepala LIPI No.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, PDII mengalami perubahan Struktur Organisasi, dengan susunan sebagai berikut.
Keterangan Uraian fungsi masing‐masing unit kerja PDII di atas, sebagai berikut.
Bagian Tata Usaha
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, persuratan, perlengkapan, dan rumah tangga. Bagian Tata Usaha bertanggung jawab untuk memfasilitasi semua urusan administrasi dan manajemen yang diperlukan PDII‐LIPI dalam melaksanakan tugasnya. Dalam melaksanakan tugas, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan urusan kepegawaian;
b. Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kearsipan, rumah tangga, dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.
Bagian Tata Usaha terdiri atas:
1. Sub.Bagian Kepegawaian
Sub.Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian;
2. Sub.Bagian Umum
Sub.Bagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kearsipan, rumah tangga, dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.
Bidang Dokumentasi
Bidang Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana, pelaksanaan dokumentasi ilmiah, serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas Bidang Dokumentasi menyelenggarakan fungsi:
6
1. Penyiapan bahan penyusunan pedoman akuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;
2. Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknisakuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;
3. Penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan akuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;
4. Evaluasi dan penyusunan laporan.
Bidang Dokumentasi terdiri atas:
1. Sub.Bidang Akuisisi dan Koleksi Literatur
Sub.Bidang Akuisisi dan Koleksi Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan akuisisi dan koleksi literatur;
2. Sub.Bidang Pengolahan Literatur
Sub.Bidang Pengolahan Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan laporan pengolahan literatur;
3. Sub.Bidang Pangkalan Data Literatur
Sub.bidang Pangkalan Data Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan basis data literatur.
Bidang Informasi
Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana, pelaksanaan layanan informasi ilmiah, serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi:
1. Penyiapan bahan penyusunan pedoman jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;
2. Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;
3. Penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;
4. Evaluasi dan penyusunan laporan.
Bidang Informasi terdiri atas:
1. Sub.Bidang Jasa Perpustakaan
Sub.Bidang Jasa Perpustakaan melakukan pengembangan dan urusan pelayanan jasa perpustakaan dan layanan referensi singkat, serta pengelolaan;
2. Sub.Bidang Jasa Penelusuran Informasi
Sub.Bidang Jasa Penelusuran Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan jasa penelusuran dan konsultasi informasi ilmiah, serta melakukan pengembangan dan pengelolaan;
3. Sub.Bidang Jasa Kemasan Informasi
Sub.Bidang Jasa Kemasan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan, pengemasan informasi ilmiah, menyiapkan rencana penerbitan dalam bentuk cetak maupun digital serta melakukan pengembangan dan pengelolaan.
Bidang Pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi
Bidang Pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis penelitian, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian, pemantauan, pemanfaatan, evaluasi, dan penyusunan laporan hasil penelitian bidang dokumentasi dan informasi.
Bidang Sarana Teknis
Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan sarana dokumentasi dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi bidang reproduksi, sarana komputer dan kerja sama. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi:
1. Penyiapan bahan, perencanaan program, pembinaan, perawatan, pemeliharaan dan pengembangan sarana reproduksi dan komputer;
2. Pelaksanaan program dan kerja sama, pembinaan, pelayanan dan pengembangan sarana reproduksi dan komputer;
3. Pengelolaan, pengembangan, perawatan dan pengadministrasian sarana jaringan komputer;
Bidang Sarana Teknis terdiri atas:
a. Sub.Bidang Reprografi
Subbidang Reprografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan bidang reprografi;
b. Sub.Bidang Sarana komputer
Subbidang Sarana Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan bidang komputer;
c. Sub.Bidang Kerja Sama
Subbidang Kerja sama mempunyai tugas melakukan pengembangan, perawatan dan administrasi kerja sama sarana jaringan komputer dengan instansi sejenis danpemasaran produk.
Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional pada Pusat dan masing‐masing Bidang mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing‐masing berdasarkan peraturan yang berlaku.
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas beberapa jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai Kelompok Jabatan Fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing‐masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat.
Kelompok Jabatan Fungsional yang ada di PDII terdiri atas pustakawan, peneliti, arsiparis, perencana, pranata humas, pranata komputer, dan analis kepegawaian.