1.1 PDIN PERIODE I (1965‐1975)
• Sebelum menjadi nama Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII), PDII‐LIPI bernama PDIN (Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional) berdasarkan Keputusan Menteri Urusan Research Nasional No.107/M/Kpts/Str/65. Menteri Research Nasional waktu itu adalah Dr.Sudjono D.Pusponegoro, beliau meresmikan PDIN tanggal 31 Juli 1965 di alamat Jl.Raden Saleh, 43 Jakarta Pusat, serta melantik Winarti Partaningrat, M.Sc.
sebagai direktur PDIN yang pertama kali (Berita MIPI, Vol.IX, 1965, No.3‐4, p 107 dalam Sudarsono, 1996).
• PDIN berdiri Resmi Tanggal 1 Juni 1965 dengan tugas memberikan penerangan dan penyebaran ilmu pengetahuan dengan cara menyediakan bahan literatur yang diperlukan karyawan riset dan karyawan lainnya yang bekerja dalam lembaga‐
lembaga ilmiah dan suatu industry yang memerlukan bahan‐bahan literatur ilmiah (Berita MIPI, Vol.10 , 1966, No.1‐2, p.l dalam Nuraini, 1998).
• PDIN dipimpinan oleh seorang Direktur dan dibantu oleh Asisten Direktur dan seorang Sekretaris, dan terdiri dari tiga pusat, yaitu Pusat Bibliografi, Pusat Perpustakaan, dan Pusat Reproduksi. Dalam struktur organisasi LIPI, PDIN berada di bawah Deputi Ketua Bidang Teknologi.
• Berdasarkan SK Ketua LIPI No.227/Kep/D.5/1968 Tanggal 20 Nopember 1968, Struktur Organisasi PDIN sebagai berikut.
Sumber: Nuraini (1998)
• Pada Tahun 1969, PDIN membantu usaha‐usaha rehabilitasi perpustakaan‐
perpustakaan dengan menyelenggarakan “Kursus Perpustakaan dan Dokumentasi”, dengan peserta lembaga‐lembaga penelitian di Indonesia.
2 1.2 PDIN PERIODE II (TAHUN 1975‐1986)
• Pada tanggal 31 Juli 1975, PDIN berpindah lokasi di Jln.Jend.Gatot Subroto, No.10, Jakarta.
• Pada tanggal 4 Agustus 1975, Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Jhon Ford, menyerahkan secara simbolis buku‐buku yang dihadiahkan dari Pemerintah Inggris (yang sebelumnya disimpan di Gedung British Council) ke Pemerintah Indonesia (diwakili oleh Ketua LIPI, Prof.Dr.Ir.Bachtiar Rifai, di Gedung PDIN‐LIPI).
• Tugas PDIN adalah memberikan pelayanan akan kebutuhan bahan‐bahan bacaan keperluan penelitian, baik di lembaga‐lembaga penelitian di Lingkungan LIPI maupun di luar lingkungan LIPI.
• Berdasarkan SK Ketua LIPI No.245B/Kep/D.5/75 Tanggal 15 Nopember 1975, Struktur Organisasi PDIN sebagai berikut.
Sumber: Nuraini (1998)
• Pada waktu itu, PDIN menyelenggarakan “Lokakarya Sistem Jaringan Dokumentasi dan Informasi Ilmiah untuk Indonesia” di Bandung, dengan menghasilkan 4 keputusan penting, yaitu:
1) Bibliotheca Bogoriensis¸melayani bidang biologi dan pertanian;
2) PDIN, melayani bidang ilmu pengetahuan dan teknologi;
3) Perpustakaan Departemen Kesehatan, melayani bidang kesehatan dan kedokteran;
4) Pusat Dokumentasi Ilmu Sosial (PDIS), melayani bidang ilmu‐ilmu sosial dan kemanusiaan.
• Sejak Tahun 1975, PDIN sudah aktif di kegiatan‐kegiatan dokumentasi dan informasi, seperti FID (Federation International de Documentation), ASEAN, dan CONSAL (Conference of Southeast Asian Librarians).
1.3 PDII PERIODE III (1986‐2001)
• Sejak tahun 1986, berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.1 1986, tanggal 13 Januari 1986. Pusat Dokumentasi Ilmiah Nasional (PDIN) berubah menjadi Pusat Dokumentasi dan Informasi Ilmiah (PDII) di bawah Kedeputian Ketua LIPI Bidang Pembinaan Sarana Ilmiah (BINSARIL).
• Berdasarkan SK Ketua LIPI No.23/Kep/D.5/87 Tanggal 17 Januari 1987, Struktur Organisasi PDII‐LIPI sebagai berikut.
Sumber: PDII‐LIPI (1998)
• PDII‐LIPI memiliki tugas melaksanakan pembinaan dan pemberian jasa dokumentasi dan informasi ilmiah, sesuai dengan kebijaksanaan Ketua LIPI. Adapun fungsi PDII, antara lain:
1) Mempersiapkan rencana pelaksanaan kegiatan pembinaan dan pemberian jasa bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
2) Memberikan jasa di bidang dokumentasi dan informasi IPTEK;
3) Melaksanakan dokumentasi hasil ilmiah yang terbit di Indonesia dan yang terbit di luar negeri mengenai Indonesia;
4) Memberikan jasa Perpustakaan IPTEK;
5) Melaksanakan pengumpulan hasil terbitan ilmiah Indonesia;
6) Membina pangkalan data bibliografi ilmiah nasional;
7) Melaksanakan penerbitan untuk menunjang penyebaran informasi;
8) Melaksanakan pengkajian bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
4
9) Membina sistem jaringan, kerjasama, prasarana dokumentasi dan informasi ilmiah;
10) Mengadakan evaluasi hasil kegiatan pembinaan dan pemberian jasa di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah
• Pada periode ini, PDII memiliki kebijakan baru yang ditetapkan organisasi secara selektif guna meningkatkan kualitas jasa PDII, antara lain:
1) Siswa SLP/SMP tidak lagi diterima sebagai anggota perpustakaan, karena sejak didirikannya PDII bukan untuk kebutuhan mereka;
2) Jasa yang disediakan tidak lagi diberikan secara cuma‐cuma, karena anggaran PDII memang tidak memungkinkan lagi untuk memberikan jasa tersebut;
• Pada Tahun 1987/1988, PDII memiliki program‐program khusus, diantaranya:
1) Program Komputerisasi PDII—dengan sasaran: a) tersusunnya kerangka dasarPangkalan Data Bibliografi untuk artikel majalah dan buku, serta penerbitan indeks artikel majalah; b) terselenggaranya lokakarya yang berhubungan dengan komputer; c) terhimpunnya masukan dari pusat komputer dan perpustakaan lain;
2) NLDC‐SEA (National Libraries and Documentation Center‐Southeast Asia)—yang dibentuk pada Tahun 1979 dengan beranggotakan perpustakaan‐perpustakaan nasional dari Malaysia, Muangthai, Filipina, Singapura, dan Indonesia (PDII‐LIPI) 3) Penyebarluasan Terbitan NTIS (National Technical Information Service)—yang
diberikan oleh US Department of Commerce di Indonesia sejak 27 Nopember 1977. Dalam hal ini, PDII bertindak sebagai badan tunggal pelayanan dan pemasaran jasa informasi NTIS di Indonesia.
1.4 PDII PERIODE IV (2001‐2014)
•
Sesuai SK Kepala LIPI NO.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, PDII mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian, pelayanan serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, PDII menyelenggarakan fungsi :1) Penyiapan bahan perumusan kebijakan di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
2) Penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, pelaksanaan dan pelayanan di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
3) Penyusunan rencana, program, serta pelaksanaan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi ilmiah;
4) Pengelolaan sarana teknis dokumentasi dan informasi ilmiah;
5) Evaluasi dan penyusunan laporan penelitian dan pelayanan dokumentasi dan informasi ilmiah;
6) Pelaksanaan urusan tata usaha.
• Visi dan Misi PDII‐LIPI periode ini, adalah:
Visi:
Menjadi Institusi Terdepan di Bidang Dokumentasi dan Informasi Ilmiah dalam Rangka Ikut Membangun Masyarakat yang Adil, Cerdas, Kreatif, Integratif, dan Dinamis Berbasis Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang Humanistik.
Misi:
Melaksanakan Pembinaan, Penelitian, dan Pemberian Jasa di Bidang Dokumentasi dan Informasi Ilmiah.
• Berdasarkan Surat keputusan Kepala LIPI No.1151/M/2001 tanggal 5 Juni 2001, PDII mengalami perubahan Struktur Organisasi, dengan susunan sebagai berikut.
Keterangan Uraian fungsi masing‐masing unit kerja PDII di atas, sebagai berikut.
Bagian Tata Usaha
Bagian Tata Usaha mempunyai tugas melaksanakan urusan kepegawaian, keuangan, persuratan, perlengkapan, dan rumah tangga. Bagian Tata Usaha bertanggung jawab untuk memfasilitasi semua urusan administrasi dan manajemen yang diperlukan PDII‐LIPI dalam melaksanakan tugasnya. Dalam melaksanakan tugas, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
a. Pelaksanaan urusan kepegawaian;
b. Pelaksanaan urusan tata usaha, keuangan, kearsipan, rumah tangga, dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.
Bagian Tata Usaha terdiri atas:
1. Sub.Bagian Kepegawaian
Sub.Bagian Kepegawaian mempunyai tugas melakukan urusan kepegawaian;
2. Sub.Bagian Umum
Sub.Bagian Umum mempunyai tugas melakukan urusan tata usaha, keuangan, kearsipan, rumah tangga, dan inventarisasi barang milik/kekayaan negara.
Bidang Dokumentasi
Bidang Dokumentasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana, pelaksanaan dokumentasi ilmiah, serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas Bidang Dokumentasi menyelenggarakan fungsi:
6
1. Penyiapan bahan penyusunan pedoman akuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;
2. Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknisakuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;
3. Penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan akuisisi dan koleksi literatur, pengolahan literatur, serta basis data literatur;
4. Evaluasi dan penyusunan laporan.
Bidang Dokumentasi terdiri atas:
1. Sub.Bidang Akuisisi dan Koleksi Literatur
Sub.Bidang Akuisisi dan Koleksi Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan akuisisi dan koleksi literatur;
2. Sub.Bidang Pengolahan Literatur
Sub.Bidang Pengolahan Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan laporan pengolahan literatur;
3. Sub.Bidang Pangkalan Data Literatur
Sub.bidang Pangkalan Data Literatur mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan basis data literatur.
Bidang Informasi
Bidang Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis, penyusunan rencana, pelaksanaan layanan informasi ilmiah, serta evaluasi dan penyusunan laporan. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Informasi menyelenggarakan fungsi:
1. Penyiapan bahan penyusunan pedoman jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;
2. Penyiapan bahan pemberian bimbingan teknis jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;
3. Penyiapan bahan penyusunan rencana dan pelaksanaan jasa perpustakaan, penelusuran informasi, serta jasa kemasan informasi;
4. Evaluasi dan penyusunan laporan.
Bidang Informasi terdiri atas:
1. Sub.Bidang Jasa Perpustakaan
Sub.Bidang Jasa Perpustakaan melakukan pengembangan dan urusan pelayanan jasa perpustakaan dan layanan referensi singkat, serta pengelolaan;
2. Sub.Bidang Jasa Penelusuran Informasi
Sub.Bidang Jasa Penelusuran Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan jasa penelusuran dan konsultasi informasi ilmiah, serta melakukan pengembangan dan pengelolaan;
3. Sub.Bidang Jasa Kemasan Informasi
Sub.Bidang Jasa Kemasan Informasi mempunyai tugas melakukan urusan pelayanan, pengemasan informasi ilmiah, menyiapkan rencana penerbitan dalam bentuk cetak maupun digital serta melakukan pengembangan dan pengelolaan.
Bidang Pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi
Bidang Pengembangan Sistem Pengelolaan Dokumentasi dan Informasi mempunyai tugas melaksanakan penyiapan bahan dan penyusunan pedoman, pemberian bimbingan teknis penelitian, penyusunan rencana dan program, pelaksanaan penelitian, pemantauan, pemanfaatan, evaluasi, dan penyusunan laporan hasil penelitian bidang dokumentasi dan informasi.
Bidang Sarana Teknis
Bidang Sarana Teknis mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan dan sarana dokumentasi dan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi bidang reproduksi, sarana komputer dan kerja sama. Dalam melaksanakan tugas, Bidang Sarana Teknis menyelenggarakan fungsi:
1. Penyiapan bahan, perencanaan program, pembinaan, perawatan, pemeliharaan dan pengembangan sarana reproduksi dan komputer;
2. Pelaksanaan program dan kerja sama, pembinaan, pelayanan dan pengembangan sarana reproduksi dan komputer;
3. Pengelolaan, pengembangan, perawatan dan pengadministrasian sarana jaringan komputer;
Bidang Sarana Teknis terdiri atas:
a. Sub.Bidang Reprografi
Subbidang Reprografi mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan bidang reprografi;
b. Sub.Bidang Sarana komputer
Subbidang Sarana Komputer mempunyai tugas melakukan penyiapan bahan penyusunan pedoman, rencana dan pelaksanaan, serta evaluasi dan penyusunan laporan kegiatan bidang komputer;
c. Sub.Bidang Kerja Sama
Subbidang Kerja sama mempunyai tugas melakukan pengembangan, perawatan dan administrasi kerja sama sarana jaringan komputer dengan instansi sejenis danpemasaran produk.
Kelompok Jabatan Fungsional
Kelompok Jabatan Fungsional pada Pusat dan masing‐masing Bidang mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing‐masing berdasarkan peraturan yang berlaku.
Kelompok Jabatan Fungsional terdiri atas beberapa jabatan fungsional yang terbagi dalam berbagai Kelompok Jabatan Fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Masing‐masing Kelompok Jabatan Fungsional dikoordinasikan oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Pusat.
Kelompok Jabatan Fungsional yang ada di PDII terdiri atas pustakawan, peneliti, arsiparis, perencana, pranata humas, pranata komputer, dan analis kepegawaian.
1.5 PDII PERIODE V (2014‐Sekarang)
• Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Pasal 360 yang menyatakan bahwa PDII mempunyai tugas melaksanakan pendokumentasian informasi ilmiah, menyediakan akses ke informasi ilmiah,dan pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi.
• Dalam melaksanakan tugasnya PDII menyelenggarakan fungsi:
a) Penyusunan kebijakan teknis, rencana, dan program pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi;
b) Pendokumentasian informasi ilmiah;
c) Penyediaan akses ke informasi ilmiah;
d) Pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi;
e) Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pendokumentasian informasi ilmiah, penyediaan akses ke informasi ilmiah, pelaksanaan pengkajian dan penelitian di bidang dokumentasi dan informasi;
f) Pelaksanaan urusan tata usaha.
8
• Visi dan Misi PDII‐LIPI periode ini, adalah:
Visi:
Menjadi Repositori Nasional Bidang Sains dan Teknologi Terdepan di Indonesia.
Misi:
Membangun dan mengembangkan sistem repositori nasional bidang sains dan teknologi di Indonesia:
a) Menyediakan layanan informasi bidang sains dan teknologi kepada pemangku kepentingan;
b) Melaksanakan penelitian bidang dokumentasi dan informasi;
c) Melakukan pengelolaan pengetahuan;
d) Membangun kerjasama nasional dan internasional;
e) Melakukan penguatan kelembagaan.
• Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Nomor 1 Tahun 2014, Struktur Organisasi PDII sebagai berikut.
Keterangan Uraian fungsi masing‐masing unit kerja PDII di atas, sebagai berikut.
Bidang Dokumentasi
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan dokumentasi.
Bidang Diseminasi Informasi
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan diseminasi informasi.
Bidang Sarana Akses Informasi
Mempunyai tugas melaksanakan penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program, pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bidang Sarana Akses Informasi menyelenggarakan fungsi:
1) Penyiapan kebijakan teknis, rencana, dan program pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi;
2) Pelaksanaan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi;
3) Pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi serta alih media dan preservasi.
Bidang Sarana Akses Informasi terdiri atas:
a. Subbidang Pangkalan Data dan Teknologi Informasi, mempunyai tugas mempunyai tugas melakukan pengelolaan pangkalan data dan teknologi informasi;
b. Subbidang Alih Media dan Preservasi, mempunyai tugas melakukan pengelolaan alih media dan preservasi.
Bagian Tata Usaha
Mempunyai tugas melaksanakan urusan tata usaha. Dalam melaksanakan tugas tersebut, Bagian Tata Usaha menyelenggarakan fungsi:
1) Pelaksanaan urusan kepegawaian;
2) Pelaksanaan urusan keuangan;
3) Pelaksanaan urusan umum.
Bagian Tata Usaha terdiri atas:
a. Subbagian Kepegawaian;
b. Subbagian Keuangan;
c. Subbagian Umum, mempunyai tugas melakukan urusan pemeliharaansarana penelitian, persuratan, kearsipan, pengelolaanperlengkapan, inventarisasi barang milik negara, dan rumah tangga.
10
BAB II
JASA PERPUSTAKAAN PDII‐LIPI
2.1 PERPUSTAKAAN PDII
Pembentukan jasa perpustakaan ilmiah di PDII tidak lepas dari tujuan pembentukan Pusat Dokumentasi Informasi Nasional (PDIN nama PDII dahulu) pada tahun 1965, yaitu memberikan pelayanan akan kebutuhan bahan‐bahan bacaan untuk keperluan riset dari lembaga‐lembaga riset di Indonesia. Adapun tugas PDIN adalah memberikan penerangan dan penyebaran ilmu pengetahuan dengan cara menyediakan bahan literatur yang diperlukan oleh karyawan riset dan karyawan lainnya yang bekerja dalam lembaga‐lembaga ilmiah dan suatu industri yang memerlukan bahan‐bahan literatur ilmiah. Dengan tujuan dan tugas tersebut berarti PDII berkonsentrasi pada kegiatan layanan informasi ilmiah (Sudarsono, 2007).
Perpustakaan PDII merupakan perpustakaan khusus dengan tugas mengatur perpustakaan dan dokumentasi bagi kantor‐kantor pemerintah. Menurut Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 1961 (sekarang UU PRPS Nomor 20 Tahun 1961) tugas perpustakaan khusus adalah mengumpulkan, menyusun, dan memelihara buku‐buku dan dokumentasi pustaka dengan maksud menyediakan bagi keperluan pengetahuan, penyelidikan, pengajaran, dan keperluan lain yang sejenis. Adapun pekerjaanya adalah:
a) mengumpulkan semua jenis penerbitan dinas masing‐masing; b) menyelenggarakan kerjasama dan tukar menukar informasi antar perpustakaan; serta c) mengadakan hubungan dan kerjasama dengan siapapun untuk penyempurnaan perpustakaan. Sistem layanan perpustakaan PDII adalah terbuka untuk umum dan memprioritaskan layanan sesuai kondisi koleksi (Sudarsono, 2007). Tugas perpustakaan khusus adalah memberikan layanan kepada pemustaka di lingkungannya dan secara terbatas memberikan layanan kepada pemustaka di luar lingkungannya (Perpusnas, 2009).
Dalam melaksanakan kegiatannya, Perpustakaan PDII berpegang pada tugas pokok dan fungsi PDII‐LIPI berdasarkan pada Surat Keputusan Ketua LIPI No.23/Kep/D/3/87, tertanggal 17 Juni 1987, yaitu melaksanakan pembinaan dan pelayanan jasa dokumentasi dan informasi ilmiah, dan senantiasa berpedoman pada SK Menteri Research Nasional Tahun 1965, yang menyatakan bahwa tujuan PDII adalah memberikan pelayanan akan kebutuhan bahan‐bahan bacaan untuk keperluan research dari pada lembaga‐lembaga research di Indonesia. Untuk melaksanakan tupoksi dan tujuan tersebut, perlu dibentuk unit kerja jasa perpustakaan. Keberadaan perpustakaan sangat penting dan strategis dalam pengelolaan dan sistem temu kembali informasi.
Dengan demikian, pembinaan dan pengembangan perpustakaan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan (Sudarsono, 1993).
Seiiring dengan perkembangan teknologi informasi, Perpustakaan PDII memiliki peran penting dalam diseminasi informasi ilmiah, yakni melakukan pengembangan dan urusan pelayanan jasa perpustakaan, layanan referensi, dan rujukan cepat dalam pemenuhan kegiatan riset dan pendidikan. Dengan moto layanan excellent service for all, petugas perpustakaan diharapkan dapat memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna (pemustaka) secara tepat,cepat, akurat, dan nyaman.
2.2 INFORMASI UMUM 1) Petugas Perpustakaan
Petugas layanan Perpustakaan PDII berjumlah sekitar 18 orang, terdiri atas: 8 pustakawan, 9 fungsional umum, dan 1 tenaga kontrak. Berikut ini jabatan dari setiap petugas layanan di Perpustakaan PDII.
NO Nama Jabatan*
1 Rochani Nani Rahayu Pustakawan Madya/IVb
2 Sunarti Pustakawan Penyelia/IIId
3 Eti Budiartini Pustakawan Penyelia/IIIc
4 Yuniar Pustakawan Penyelia/IIIc
5 Nurhayati Pustakawan Penyelia/IIIc
6 Kasman Pustakawan Penyelia/IIIc
7 Rusli Marzuki Pustakawan Pertama/IIIc 8 Wahid Nashihuddin Pustakawan Pertama/IIIa 9 Saiful Anwar Fungsional Umum/IIIa
10 Sugiarto Fungsional Umum/IIIa
11 Sri Sulistyowati Fungsional Umum/IIc 12 Ahmad Sofyan Fungsional Umum/IIb 13 Nining Suhartiningrum Fungsional Umum/IIb 14 Tatang Sumantri Fungsional Umum/IIc
15 Darto Fungsional Umum/IId
16 Wagiyah Fungsional Umum/IId
17 Mat Soleh Fungsional Umum/Ic
18 Haerudin Tenaga Kontrak
Keterangan: *) Jabatan petugas di atas kemungkinan sudah mengalami perubahan.
2) Ruang Baca Perpustakaan
Ruang baca Perpustakaan PDII memiliki luas sekitar 1440 m2. Ruang layanan perpustakaan menempati empat lantai dari tujuh lantai Gedung PDII‐LIPI, yaitu:
a. Lantai 1 untuk buku tamu/database pengunjung serta konter penitipan tas/
barang;
b. Lantai 3 untuk layanan meja informasi, koleksi referensi/TTG, e‐Library, koleksi LIPI, dan koleksi Ilmu Perpustakaan;
c. Lantai 4 untuk layanan koleksi umum, koleksi wanita dan anak, fotokopi, sirkulasi (keanggotaan), dan koleksi mikrofis/film;
d. Lantai 5 untuk layanan jurnal/majalah ilmiah Indonesia, laporan penelitian, tesis/disertasi, dan fotokopi.
3) Koleksi Perpustakaan
Jumlah koleksi Perpustakaan PDII sekitar 475640 judul, terdiri atas: buku (86750 judul), laporan penelitian (75075 judul), makalah (73002 judul), paten (6859 judul), tesis (32854judul), jurnal (6100 jurnal), dan artikel (195000 judul).
4) Fasilitas Layanan
Beberapa fasilitas layanan yang tersedia di Perpustakaan PDII, antara lain:
12
a. Ruang baca yang nyaman, dilengkapi dengan pendingin udara (AC), akses internet (wifi), katalog/OPAC, tempat sampah, kotak saran, dan toilet yang berada di setiap lantai dan ruang perpustakaan;
b. Perangkat listrik untuk men‐charge laptop, akses internet gratis (e‐Library), dan cetak koleksi (print) di lantai 3 ruang perpustakaan;
c. Layanan Fotokopi di lantai 4 dan 5 ruang perpustakaan;
d. Tempat penitipan tas/barang yang aman di lantai 1 PDII‐LIPI.
5) Pengunjung Perpustakaan
Pengunjung Perpustakaan PDII, terdiri atas peneliti LIPI, peneliti non‐LIPI, mahasiswa D3/S1/S2/S3, pelajar, wiraswasta, karyawan, pengajar/dosen, pustakawan, pegawai/TNI, dan umum..
6) Anggota Perpustakaan
Anggota Perpustakaan PDII terdiri atas: peneliti/karyawan LIPI, mahasiswa, karyawan, peneliti luar, dan umum (9 orang). Bagi anggota perpustakaan dapat meminjam koleksi buku umum maksimal 2 eksemplar.
7) Klasifikasi Koleksi
Sistem klasifikasi/pengelompokkan koleksi Perpustakaan PDII menggunakan Dewey Decimal Classification (DDC), dengan klasifikasi sebagai berikut:
2.3 OPERASIONAL LAYANAN 2.3.1 Waktu Layanan
Waktu layanan Perpustakaan PDII dimulai pukul 08.30 – 15.30 WIB, setiap hari Senin‐
Jum’at. Pada hari Sabtu, perpustakaan tetap buka mulai pukul 08.30 – 15.00 WIB.
Hari libur nasional dan keagamaan, layanan perpustakaan tutup. Setiap awal bulan (hari pertama masuk kerja) layanan perpustakaan tutup karena ada penataan koleksi.
2.3.2 Sistem Layanan
Sistem layanan yang dilaksanakan di Perpustakaan PDII, yaitu:
1) Sistem tertutup, adalah layanan informasi atau koleksi yang dilakukan oleh petugas, maksudnya setelah pengunjung menelusur informasi di katalog/OPAC, koleksi diambilkan oleh petugas. Contoh koleksi yang dilayankan dengan sistem tertutup adalah koleksi meja informasi, karya LIPI, koleksi tentang ilmu perpustakaan, laporan penelitian, tesis dan disertasi, serta artikel elektronik ISJD.
Untuk mendapatkan koleksi tertutup, pemustaka harus mengisi “Formulir Pemakaian Koleksi Tertutup” dan menyerahkan kartu identitas diri
(KTP/KTM/SIM/lainnya), dengan jumlah maksimal peminjaman koleksi sebanyak 3 eksemplar. Khusus untuk permintaan artikel elektronik dari ISJD, pemustaka harus mengisi “Formulir Permintaan Artikel Digital”.
2) Sistem terbuka, adalah sistem penelusuran koleksi di rak dapat dilakukan sendiri oleh pemustaka, setelah melakukan penelusuran melalui katalog/OPAC. Apabila pemustaka membutuhkan bantuan penelusuran koleksi di rak, dipersilakan menghubungi petugas perpustakaan. Contoh koleksi yang dilayankan dengan sistem terbuka adalah koleksi umum (buku dan prosiding/makalah), koleksi buku referensi, koleksi wanita dan anak, serta jurnal/majalah ilmiah Indonesia.
2.3.3 Jenis Layanan 1) Meja Informasi
Meja informasi merupakan layanan referensi atau rujukan cepat untuk membantu dan menjawab pertanyaan atau permintaan informasi pengguna jasa atau pemustaka PDII, baik yang datang langsung maupun tidak langsung (online). Beberapa tugas petugas meja informasi, yaitu melakukan penelusuran artikel ISJD, bimbingan pemakai, mencetak koleksi (print), melayani koleksi standar, konsultasi perpustakaan, dan membuat surat izin studi literatur atau observasi. Bagi pemustaka yang tidak dapat datang ke perpustakaan dapat mengajukan pertanyaan ke petugas meja informasi secara online di alamat:
Media Alamat
Email [email protected]/[email protected] Telp/Fax. Telp.021‐5250719/021‐5733465 ext.3310; fax. 021‐5733467
Selain itu, pemustaka dapat melihat status aktif layanan online perpustakaan, silakan cek di Website PDII‐LIPI di http://www.pdii.lipi.go.id, menu layanan berada di halaman website sebelah kanan, di bawah tulisan “Anda Bertanya, Kami Menjawab”.
Di bawah ini, tampilan online layanan perpustakaan PDII.
Jika ada pertanyaan pemustaka yang belum/tidak bisa dijawab seketika oleh petugas meja informasi, pemustaka dapat mencatat pertanyaan yang diinginkan untuk ditindaklanjuti oleh petugas, yakni menanyakan kepada petugas lain yang mampu menjawab pertanyaan pemustaka. Pertanyaan pemustaka dapat dicatat pada
“Formulir Pertanyaan Meja Informasi”.
“Formulir Pertanyaan Meja Informasi”.