• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDIP (MOCHAMAD HERVIANO): Siap Ketua, terima kasih

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 55-68)

KETUA RAPAT: Wa'alaikumsalam

F- PDIP (MOCHAMAD HERVIANO): Siap Ketua, terima kasih

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat sore,

Salah sejahtera untuk kita semua.

Kepada Pimpinan Komisi V DPR RI yang saya hormati,

Kepada Bapak Ibu semua Anggota Komisi V DPR RI yang saya hormati, Kepada Bapak Dirjen Perumahan Bapak Khalawi serta seluruh jajaran Direktur dan Kepala Balai,

Dan Kepada Bapak Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Bapak Eko beserta jajaran yang saya hormati.

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'Ala karena berkah dan rahmat-Nya...(rekaman suara terputus).

KETUA RAPAT:

Hilang, hilang Pak.

F-PDIP (MOCHAMAD HERVIANO):

Apresiasi dan banyak terima kasih atas segala aspirasi yang sudah diberikan dari awal sampai realisasi Pak. Karena BSPS dan lain sebagainya dan itu sangat sekali membantu masyarakat khususnya masyarakat yang rumahnya masih perlu diperbaiki. Untuk berikutnya izinkanlah kita juga menyampaikan aspirasi atas capaian di 2020 untuk Perumahan semoga di TA 2021 ini semakin ditingkatkan Pak dan untuk Pembiayaan Infrastruktur semoga di 2021 ini betul-betul lebih bekerja keras untuk supaya penyerapan anggaran lebih optimal.

Khususnya kami menyoroti permasalahan penyediaan perumahan khususnya di masyarakat berpenghasilan rendah...(rekaman suara kurang jelas) kita juga tentunya apresiasi atas gerak cepat Bapak Dirjen atas rehabilitasi daerah-daerah yang terdampak bencana terutama dari segi infrastruktur maupun perumahannya. Tapi juga kalau boleh saya kasih catatan Pak selain bencana masih banyak juga masyarakat yang nantinya akan tergusur atas proyek-proyek nasional strategis itu juga mohon menjadi perhatian Pak. Seperti di daerah kami di Semarang Utara Pak, itu nanti ada beberapa komunitas penduduk yang akan tergusur oleh proyek nasional, proyek infrastruktur kereta api. Kita berharap dukungan penuh dari khususnya dari Bapak Dirjen Perumahan Pak, supaya nanti setelah mereka tergusur ini ada kepastian untuk tempat tinggal perumahannya maupun itu bentuk Rusun maupun nanti apakah kita perjuangkan dalam bentuk penyediaan perumahan lainnya Pak.

Karena saya harapkan masyarakat yang nantinya akan terdampak ini juga mayoritas adalah masyarakat berpenghasilan rendah Pak. Jadi mereka butuh kepastian setelah digusur ini mau tinggal di mana, saya harapkan kebijaksanaan Pak Dirjen untuk betul-betul mengorientasikan program-program ini berbasis untuk kemanfaatan masyarakat penghasilan rendah maupun masyarakat kecil.

Saya kira itu yang bisa kami sampaikan Pak, lebih kurangnya mohon maaf Pimpinan, terima kasih.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam.

Terima kasih Pak Herviano.

Pak Hasan Basri terakhir. Pak Hasan Basri? Silakan Pak. Belum kedengaran Pak belum.

F-PG (Drs.H. HASAN BASRI AGUS, M.M.): Assalaamu'alaikum.

Hallo?

KETUA RAPAT:

Kedengaran, kedengaran, silakan Pak. F-PG (Drs.H. HASAN BASRI AGUS, M.M.):

Baik, baik.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh,

Bapak Pimpinan Komisi V dan Rekan-rekan yang hadir semuanya, Pak Dirjen beserta Staf, Kepala Balai yang ada di daerah,

Hadirin sekalian yang berbahagia.

Izin Pak Ketua, bahwa saya secara virtual hari ini...(rekaman suara kurang jelas). Kami ingin menyampaikan sebagaimana juga teman-teman terdahulu tadi, bahwa apa yang dilaksanakan oleh Dirjen Perumahan bagi masyarakat di daerah itu sangat bermanfaat sekali. Terus terang sudah terlalu banyak...(rekaman suara kurang jelas) dari masyarakat terhadap program Pak Dirjen Perumahan ini.

Oleh sebab itu ya terutama rumah susun, Rusunawa dan kami di...(rekaman suara kurang jelas) mengajukan program pada tahun 2020, ternyata dapat pada tahun 2021 itu...(rekaman suara kurang jelas), padahal permohonan yang sudah masuk dan kami rekomendasikan...(rekaman suara kurang jelas) mencapai 22..(rekaman suara kurang jelas). Kami tidak tahu apa jawaban kami kepada terutama ini ditujukan kepada Pimpinan-pimpinan Pondok Pesantren yang mereka sangat butuh sekali.

Oleh sebab itu mungkin seyogyanya ya memang program ini perlu dipertimbangkan...(rekaman suara kurang jelas) lebih banyak Pak Dirjen, sehingga ini ada manfaatnya.

Kami berpikir bahwa rasanya memang membantu Rusunawa untuk Pondok Pesantren ini sangat bermanfaat sekali ya...(rekaman suara kurang jelas) sebab ini yang menyangkut kebutuhan anak-anak kita mahasiswa. Banyak sekali pesantren yang tidak mampu tapi banyak murid dan...(rekaman suara kurang jelas) yang tidak sehat sama sekali.

Di samping memang dari sisi agama, ya terutama Agama Islam ini sangat bermanfaat. Mudah-mudahan menjadi amal jariyah dari kita dan dari penyelenggara pemerintahan ini termasuk juga pada kita yang merekomendasikan. Itu pertama.

Yang kedua masalah rumah. Rumah BSPS juga itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat ya untuk ke depan kami juga mengharapkan untuk ditingkatkan...(rekaman suara kurang jelas). Oleh sebab itu Pak Dirjen yakinlah bahwa apa yang Pak Dirjen ini...(rekaman suara kurang jelas) untuk kepentingan masyarakat dan itu diharapkan dan ditunggu-tunggu oleh masyarakat ke depan.

Kalau hanya 1 provinsi kami 1 Dapil ini hanya dapat 1, ya tentunya ya kapan bisa terpenuhinya selama 5 tahun kami duduk di DPR RI. Itu saja mungkin harapan kami kepada...(rekaman suara kurang jelas) dan Pak Dirjen mudah-mudahan apa yang kita kerjakan ini ada manfaat untuk masyarakat dan dapat ridho Allah SWT mudah-mudahan menjadi amal jariyah.

Terima kasih.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:

Wa'alaikumsalam.

Terima kasih Pak Hasan Basri. Sekarang di meja Pimpinan kami persilakan Pak Syarief.

Silakan Pak.

WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H. SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE, S.H., M.H.):

Terima kasih.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh, Selamat sore dan salam sejahtera.

Rekan-rekan Anggota DPR RI Komisi V,

Bapak Dirjen, Dirjen Perumahan, Dirjen Pembiayaan Infrastruktur beserta seluruh jajaran yang saya hormati.

Pertama-tama tentu kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, hari ini kita bersama-sama hadir dalam rapat pada hari ini dalam rangka mengevaluasi terhadap program tahun 2020 dan pembahasan untuk tahun 2021.

Yang pertama berkaitan dengan Dirjen Perumahan, melihat dari anggaran serapan tentu ini merupakan suatu hal yang cukup baik. Saya lihat dari tahun 2019 ada peningkatan dari 91,49% di tahun 2020, ini naik menjadi 94,14%. Tentu ini merupakan suatu hal yang cukup baik. Kemudian sebaliknya malahan dari kementerian, eh dari Dirjen Pembiayaan Infrastruktur malahan di tahun 2020 eh 2019, 93% terserap tetapi di tahun 2020 ini malahan cuma 43% Pak, 56,70% yang tidak terserap. Nah tentu ini saya ini tentu ada hal-hal yang sangat luar biasa ini karena yang tidak terserap itu lebih separuh gitu ya hanya mampu 43,30%.

Pertama-tama berkaitan dengan masalah perumahan, saya kira tadi seluruh teman-teman memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bapak Dirjen Penyedia Perumahan berkaitan dengan ini dan itu semua juga yang kami rasakan seperti itu dan masyarakat memang apa yang disampaikan teman-teman sama ya. Artinya di dalam mereka memang cukup sangat terbantu. Namun dengan demikian memang cukup masih cukup banyak yang memerlukan untuk bantuan itu.

Nah tentu ini ya kita mengajak dengan teman-teman di Komisi V ya untuk bersama-sama di tahun berikutnya kalau ini merupakan sesuatu program yang memang cukup memberi arti kepada masyarakat dan membantu dan memang kenyataannya seperti itu.

Ya kita perjuangkan kita tingkatkan karena tahun anggaran tahun 2020 ini malahan turun 50%. Saya tidak tahu ini apa pertimbangan ini Pak. Saya juga tidak mengerti pada saat itu kok program ini menurun sekali, tentu ini merupakan satu hal.

Selain itu juga saya akan sampaikan kepada Pak Dirjen kebetulan di tempat saya baru-baru ini akibat bencana ya rumah di pinggir pantai itu kebetulan ombak besar, kemudian yang menjadi korban rumahnya sudah cukup rusak berat itu ada 17 orang, kemudian di sepanjang itu yang harus direlokasi itu lebih kurang 106 rumah.

Ini nanti saya akan sampaikan nanti mungkin saya serahkan setelah ini setelah rapat kepada dari Dirjen Perumahan berkaitan dengan itu. Karena memang ini daerahnya sangat memprihatinkan Pak, saya kira mohon untuk menjadi perhatian terhadap masyarakat ini, tepatnya ini berada di Desa Kuala Karang Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya.

Kemudian yang kedua berkaitan dengan masalah Rusun sama saja ini. Saya sebagai Pimpinan, Pimpinan juga mungkin Pak Ridwan juga kita sama satu, padahal memang ya di daerah saya cukup banyak juga pesantren memang ini harus menjadi perhatian ya kalau kita ketahui bagaimana peran dari pada pondok pesantren.

Ya termasuk di dalam mempelopor terhadap kemerdekaan ini juga tidak terlepas peran serta dari para santri sampai ada jadi Hari Santri Nasional. Ya saya kira ini tentu pemerintah harus juga memperhatikan pesantren-pesantren ini cukup memberikan kontribusi dalam rangka mencetak sumber daya manusia.

Karena pesantren ini kalau saya bisa katakan pesantren plus pendidikan plus ya umum mereka juga menguasai dan tentunya di bidang agama, teologi juga mereka menguasai. Namun memang masih sedikit peran kita di situ, ya tentu ini harus menjadi pemikiran kita ke depan dalam rangka untuk memberikan kontribusi lebih kepada pondok pesantren ini. Karena memang secara historis juga ikut berperan di dalam menggerakkan gelora kemerdekaan.

Kemudian berkaitan dengan yang lain, ya tentu saya berharap dengan beberapa program ini ya memang banyak disampaikan. Ya saya bersyukur koordinasi saya bagus Pak dengan Bupati, dengan dengan apa Kepala Daerah Walikota jadi tidak ada masalah gitu ya. Bahkan mereka yang minta-minta terus ini, saya malah yang kerugian, malahan apa kesulitan ya makanya kekurangan banyak juga Pak. Bupati Walikota-nya ini pada memintakan itu, mereka merasa terbantu dan saya bersyukur setiap itu selalu diberi panggung untuk menghadiri ya.

Jadi saya kira hal-hal ini mungkin...(rekaman suara kurang jelas) juga saya tidak menutup kemungkinan ya teman-teman yang lain juga ada yang kesulitan. Ya kalau saya saya nggak usah kasih saja ya, kalau tidak bisa komunikasi ngapain kita untuk beri di daerah itu, pindahin ke tempat yang lain supaya mereka juga mengetahui, tapi sepanjang ini tidak ada.

Namun dengan demikian tentu juga ini apa perlu juga supaya tertib kadang-kadang juga ya itu tadi Pak Roberth mengatakan ada dari beliau itu yang pindah ke Dapil dan memang kebetulan masuk ke Dapil saya dulu Pak. Saya suruh pulang ini kok dari Dapil lain masuk ke sini gitu nah karena supaya tertib karena teman-teman juga di lapangan, ya artinya ya bagaimana Dapil-dapil mereka juga bisa diprioritaskan.

Silakan saja untuk masuk ke situ sepanjang ya bisa diatur secara baik, supaya tidak terjadi hal-hal yang apa maklumlah masyarakat di bawah kadang-kadang yang rusak ini kan tim-tim klaim sini ini ini jadi akhirnya ribut di antara mereka. Sebenarnya ya kalau saya siapapun yang penting berkontribusi untuk kepentingan rakyat tentu ini menjadi perhatian.

Kemudian saya berbeda dengan Ibu Eem tadi. Maaf ini. Artinya masalah penyaluran Pak, kalau di daerah kami kan beda-beda ya. Kalau di

Jawa ini beda, kalau di tempat saya itu bank itu kan nggak semua ada di tiap kecamatan ya, maka kemarin ketika itu bank nasional apa bank nasional ya artinya bukan bank lokal ya memang kesulitan.

Mereka itu kan mikir juga kalau di tempat kami itu di dari daerah dia harus menggunakan transportasi dia harus mengeluarkan biaya lagi karena nggak ada bank cabang itu, tapi kalau bank lokal bank daerah Bank Kalbar umpamanya jadi kebetulan bank daerah di sana namanya Bank Kalbar itu kan sudah ada di seluruh ibu kota kecamatan.

Nah jadi ini juga keluhan dari masyarakat yang mengambil apa yang berhubungan untuk itu, sehingga itu juga sedikit memperlambat terhadap penyaluran-penyaluran itu. Sehingga pada saat apa tanda tangan kontrak itu memang lambat karena berkaitan dengan masalah mekanisme terhadap keuangan itu, tapi saya laporkan saya bersyukur Balai semuanya bekerja baik, bisa koordinasi dengan baik dengan kita dan itu bisa terealisasi dan saya bersyukur kalau ya inilah betul-betul stimulan Pak.

Artinya ada yang saya terkejut juga dananya 17Juta kan, sekarang baru naik 20. Ternyata yang jadinya itu dihitung “Berapa ini?” “Sekitar 40Juta Pak” “Dari mana dapatnya?” “Dibantu anak” atau ada yang jual sapi. Artinya betul-betul memberikan apa rangsangan, makanya saya kira memang perlu menjadi pemikiran kita bersama bagaimana anggaran ini ke depan harus menjadi perjuangan kita bersama. Kalau memang ini saya minta teman-teman di Komisi V ya kita kompak untuk menyampaikan ini dan memberikan pandangan-pandangan ini kepada Kementerian PU.

Saya kebetulan di Banggar ya tentu harus ada juga Pak dorongan dari Kementeriannya. Ketika waktu kami minta meningkatkan wah ini kan sudah ada pembicaraan awal kata Pak, eh kata Menteri Keuangan, sehingga ini juga merupakan satu hambatan.

Kemudian berkaitan dengan biaya dari Pembiayaan Infrastruktur, saya kira memang berkaitan dengan masalah pembiayaan yang dikeluhkan juga ini masalah rumah-rumah bersubsidi Pak. Para pengembang kita itu rata-rata mereka kesulitan untuk itu, padahal masyarakat juga cukup banyak untuk memerlukan itu, tentu ini harus menjadi perhatian dalam rangka kita untuk memberikan tempat rumah yang bisa mereka dapati.

Saya kira ini tentu merupakan satu hal yang perlu menjadi pemikiran ke depan. Mungkin kota-kotanya bisa diperbanyak lah gitu, karena masih masih rata-rata itu keterbatasan berkaitan, terutama rumah-rumah subsidilah.

Saya kira ini saja mungkin dari saya di dalam kesempatan ini dan sekali lagi nanti Pak Dirjen Perumahan setelah ini saya akan sampaikan itu bundelan itu kepada Bapak untuk ditindaklanjuti.

Saya kira terima kasih, saya akhiri. Wallaahumuafik illa aqwamittoriq,

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh, Selamat sore dan salam sejahtera.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Syarief.

Terakhir Bu Athari ya, silakan ya. F-PAN (ATHARI GAUTHI ARDI): Terima kasih Pimpinan.

Assalaamu'alaikum Warrahmatullaahi Wabarakatuh.

Saya singkat saja Pimpinan. Mohon maaf agak terlambat karena tadi ada acara Fraksi yang tidak bisa ditinggalkan.

Yang saya hormati Pimpinan beserta seluruh Rekan-rekan Anggota Komisi V, Yang saya hormati Pak Dirjen Perumahan juga Pak Dirjen Pembiayaan Infrastruktur beserta seluruh jajarannya.

Langsung saja tanpa mengurangi rasa hormat saya kepada Pak Dirjen yang lainnya, kepada Pak Dirjen Perumahan Pak Khalawi. Saya tidak bosan-bosannya mengucapkan terima kasih. Karena banyak program-program dari Perumahan ini sangat membantu masyarakat saya dan juga apa namanya yang kemarin itu Pak Dirjen saat dapat bantuan banyak yang ketemu saya beliau nangis katanya rumahnya tadinya dari gubuk sekarang sudah bisa punya atap bagus.

Terima kasih Pak Dirjen, memang dari awal hubungannya sudah baik dengan Pak Dirjen Perumahan, semoga ke depannya komunikasi kita terjalin lebih baik lagi.

Pak Dirjen, saya ingin hanya menyampaikan sedikit saja Pak Khalawi untuk data BSPS yang kemarin diajukan untuk di Kabupaten Solok, itu ada beberapa data yang nampaknya salah. Setelah tim saya apa namanya TFL itu turun, saya banyak dapat laporan itu banyak rumah-rumah gadang, sedangkan rumah gadang kan tidak bisa dimasukkan dalam program BSPS. Jadi saya mohon diberikan kelonggaran waktu sedikit, mungkin satu atau dua hari dari kemarin kami sudah mengumpulkan data-data yang baru dan juga ada perubahan data karena ada beberapa daerah yang kemarin terkena bencana.

Jadi kami prioritaskan ke daerah tersebut dan kami mohon Pak Dirjen agar bisa diberikan kelonggaran waktu sehingga bisa mengumpulkan data-data yang baru. Supaya nantinya BSPS ini dapat betul-betul dirasakan oleh masyarakat yang betul-betul berhak untuk menerima bantuan tersebut dan juga masyarakat yang punya swadayanya dan juga masyarakat yang apa

namanya bisa menggunakan bantuan itu secara tepat dan baik. Itu saja Pak Dirjen.

Untuk Pak Dirjen Pembiayaan infrastruktur saya ucapkan terima kasih juga untuk kedua Dirjen ini, semoga perhatiannya untuk Sumatera Barat ke depannya bisa lebih apa lebih baik lagi, sekarang sudah baik InsyaAllah besok ke depan lebih baik.

Terima kasih, itu saja Pimpinan.

Wassalaamu'alaikum warrahmatullaahi wabarakatuh. KETUA RAPAT:

Jadi karena sudah selesai, maka saya juga sedikit tambahan informasi saja Pak ya. Sekarang waktu kita sudah menunjukkan kurang lebih jam 04.00 kita sudah kelewatan setengah jam. Jadi kita perpanjang 15 menit lagi ya? 15 menit lagi, supaya beliau ada waktu berdua untuk menjawab.

(RAPAT: SETUJU)

Pak Dirjen khususnya Perumahan, memang masih perlu ada kerja keras walaupun kerja ini sudah sangat baik Pak, sudah sangat baik kerja Bapak sudah sangat baik. Anak buah Bapak Anggota-anggota Bapak di lapangan sudah sangat baik. Contoh misalnya Sulawesi Tenggara, saya sering berkoordinasi namanya Pak Sugiharjo Kepala Balai Bapak yang ada di sana.

Walaupun dari Sulawesi Selatan di Makassar berdomisili, tapi sering ke Sulawesi Tenggara Pak di Kendari, bahkan kita sering beberapa kali ke daerah. Juga Pak Baso ikut serta di dalamnya, kemudian Bu Niar. Kita selalu memperhatikan apa mencermati apa kira-kira yang terjadi di lapangan.

Yang paling penting rupanya itu adalah rekruitmen TFL dan apa namanya itu TFL, kemudian Korfas. Ada sebuah kejadian saya Pak, ada sebuah kejadian tapi sudah terselesaikan, dana itu menyebrang di bulan 12 menyebrang Januari. Uang tukang yang masih 17Juta pada waktu itu, uang-uang tukang rumah-rumah masyarakat itu sejumlah 2,5Juta itu di tangan Korfas atau anu itu kurang tahu pada saat itu. Akhirnya saya cari orangnya siapa, saya dapati, saya dapati dan saya suruh kembalikan uangnya. Itu contoh-contoh konkrit.

Nah sehingga kurang lebih saya buat pernyataan “Eh kalau sempat ada masalah saya akan pidanakan orang-orang saya akan laporkan” gitu, dan itu artinya mengancam mereka agar jangan mereka berbuat salah yang merugikan masyarakat kecil.

Itu kira-kira tapi pada umumnya yang namanya program Bapak sangat bagus Pak. Saya...(rekaman suara kurang jelas) masyarakat...(rekaman suara kurang jelas) lobster Pak, kalau misalnya Pak Dirjen mau nanti saya

kirimkan Pak, betul Pak, bukan main saya dekat masyarakat, ke lapangan itu Pak mereka menyerahkan ayam Pak, tidak tahu dari mana kan. Padahal harga ayam itu cukup berat buat mereka sebenarnya, mereka menyerahkan padahal bukan cuma 1 orang Pak, banyak sekali. Jadi ya saya juga ingin ucapkan terima kasih apa namanya program Bapak yang begini baik.

Saya kira masih ada yang anu? Yang tadi Pak Andi Iwan? Oh iya, rupanya masih ada satu lagi Pak Andi Iwan Pak. Pak Andi Iwan silakan, Pak Andi Iwan.

Ya silakan Pak Andi Iwan.

WAKIL KETUA KOMISI V DPR RI (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E.,M.Si./F-P.GERINDRA):

Terima kasih Ketua, maaf telat daftarnya.

Yang saya hormati Pimpinan beserta Anggota Komisi V,

Bapak Dirjen Penyediaan Perumahan Pak Khalawi dan BPIW beserta jajaran yang hadir baik secara virtual maupun yang hadir secara langsung secara fisik di Ruang Rapat Komisi V.

Pertama-tama ingin saya laporkan kepada Bapak sekalian, terutama Pak Dirjen Khalawi bahwa beberapa waktu yang lalu kami telah mengunjungi Provinsi Sulawesi Barat dalam kaitan membawa bantuan terhadap korban gempa yang terjadi di sana.

Pada saat kunjungan tersebut kami kemudian bertemu dengan Satgas yang dibentuk oleh Kementerian PUPR yang saat ini telah melakukan inventarisasi bangunan-bangunan pemerintah atau fasilitas umum yang kemudian perlu mendapatkan perhatian atau bantuan dari Kementerian PUPR, yang ternyata setelah dilaporkan kurang lebih kebetulan biayanya kurang lebih 800Miliar kerugian yang kira-kira harus kita...(rekaman suara kurang jelas) kembali.

Namun kita ketahui bersama bahwa kondisi APBN kita ini saat ini tidak memadai untuk melakukan bantuan itu secara langsung, dan kami harap dalam realokasi refocusing nanti mungkin dari Kementerian PUPR bisa juga mendapat memberi prioritas kepada daerah Provinsi Sulawesi Barat tersebut.

Salah satu diantaranya dari kurang lebih 800Miliar itu Pak Dirjen beberapa Rusun yang ada di Provinsi Sulbar itu juga terdapat yang rusak berat maupun rusak ringan. Saya tidak tahu apakah di Pak Dirjen Perumahan ada semacam rehabilitasi untuk Rusun-rusun yang sudah dibangun, ataukah memang harus membangun baru dari awal. Jadi dari...(rekaman suara terputus) sudah rusak berat dan ada juga yang rusak ringan.

Selain dari pada itu Pak Dirjen, rumah-rumah penduduk yang banyak terkena dampak gempa tersebut, sebenarnya kalau kita melihat rumah mereka itu dengan...(rekaman suara kurang jelas) BSPS saja memang

permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi InshaAllah sudah bisa langsung terselesaikan.

Jadi rumah-rumah mereka memang rumah yang tidak layak, kolong-kolong rumahnya tiang rumahnya juga tidak maksimal, sehingga kemudian

Dalam dokumen DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA (Halaman 55-68)

Dokumen terkait