• Tidak ada hasil yang ditemukan

PDRB Menurut Sektor

Dalam dokumen Analisa Data Blora Dalam Angka 2016 (Halaman 163-168)

Bab X Pendapatan Regional

10.1 PDRB Menurut Sektor

Kinerja perekonomian Kabupaten Blora pada tahun 2015 menciptakan nilai tambah bruto sebesar 16.368 milyar rupiah. Nilai ini merupakan total balas jasa faktor produksi yang ikut berperan dalam kegiatan ekonomi di Kabupaten Blora selama tahun 2015. Balas jasa faktor produksi tersebut diantaranya adalah upah/gaji, sewa tanah, bunga dan kewirausahaan (enterprenurship). Sedangkan tanpa minyak bumi, PDRB Kabupaten Blora atas dasar harga berlaku tercatat sebesar 14.339 milyar rupiah.

PDRB atas dasar harga konstan 2010 dengan minyak bumi pada tahun 2015 mencapai 12.883 milyar rupiah, lebih tinggi dibandingkan tahun 2013 yang tercatat sebesar 12.227 milyar rupiah. Sedangkan tanpa minyak bumi, PDRB Kabupaten Blora atas dasar harga konstan 2010 pada tahun 2015 mencapai 11.054 milyar rupiah, yang juga lebih tinggi dibandingkan pencapaian pada tahun sebelumnya yaitu sebesar 10.590 milyar rupiah.

Meningkatnya PDRB baik dengan ataupun tanpa pertambangan ini menunjukkan bahwa sektor-sektor ekonomi di luar sektor pertambangan masih bisa tumbuh dengan baik dan mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora. Hal ini menjadi penting mengingat sifat dari sektor pertambangan yang bisa habis pada suatu waktu nanti dan tidak bisa diperbaharui (unrenewable).

Tabel 10.1 PDRB Kabupaten Blora Tahun 2011 – 2015 (Juta Rupiah)

Tahun PDRB Atas Dasar Harga Berlaku

PDRB Atas Dasar Harga Konstan Dengan Minyak Bumi Tanpa Minyak Bumi Dengan Minyak Bumi Tanpa Minyak Bumi 2011 11.373.376,27 9.717.743,00 10.597.723,01 9.160.112,22 2012 12.285.562,55 10.639.751,77 11.116.865,90 9.603.310,46 2013 13.544.646,54 11.757.236,71 11.712.504,85 10.093.016,31 2014 15.055.175,26 13.006.771,64 12.227.201,29 10.590.216,82 2015 16.368.347,06 14.339.266,58 12.882.587,70 11.053.744,30 Sumber : Blora Dalam Angka 2016

Pertumbuhan ekonomi selama lima tahun terakhir cukup tinggi dengan nilai diatas 4 persen. Pada tahun 2011 pertumbuhan ekonomi dengan minyak bumi tercatat sebesar 4,42 persen pada tahun berikutnya dan kembali meningkat menjadi 4,90 persen pada tahun 2012 dan 5,36 pada tahun 2013. Pada tahun 2014 pertumbuhan ekonomi tercatat sedikit melambat menjadi 4,39 persen. Pertumbuhan ekonomi kembali meningkat menjadi 5,36 pada tahun 2015. Sedangkan pertumbuhan ekonomi tanpa minyak bumi selama lima tahun terakhir tercatat sebesar 4,26 persen; 4,84 persen; 5,10 persen; 4,43 persen dan 4,87 persen.

Dilihat secara umum, kinerja sektor-sektor ekonomi dari waktu ke waktu terlihat masih sangat fluktuatif. Pertumbuhan suatu sektor pada suatu waktu tertentu bisa sangat rendah, tapi di lain waktu bisa tumbuh sangat tinggi. Kondisi ini perlu mendapatkan lebih perhatian, mengingat konsistensi kinerja suatu sektor

memegang peran yang sangat penting sebagai salah satu bahan pertimbangan masuknya modal dari luar.

Tabel 10.2 Laju Pertumbuhan PDRB Kabupaten Blora Tahun 2011 – 2015 (Persen)

Sektor/Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014 2014

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 1,09 1,69 2,47 -5,61 2,03

Pertambangan dan Penggalian 5,56 5,83 7,44 5,08 16,69

Industri Pengolahan 2,84 8,66 7,08 14,46 -0,82

Pengadaan Listrik dan Gas 11,11 10,56 7,79 3,22 -2,83

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah & Daur Ulang 6,90 -2,61 2,57 4,89 2,25

Konstruksi 1,39 10,09 4,96 6,01 7,34

Perdagangan Bsr & Eceran; Reparasi Mobil & Sepeda Motor 7,41 2,88 5,31 6,86 5,97

Transportasi dan Pergudangan 2,08 7,23 10,38 10,57 7,75

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 3,92 5,96 3,58 9,00 7,33

Informasi dan Komunikasi 9,79 10,73 10,47 13,03 8,17

Jasa Keuangan dan Asuransi 4,97 4,39 4,14 6,99 6,58

Real Estate 6,37 6,10 8,06 8,82 6,94

Jasa Perusahaan 10,45 6,99 13,47 10,60 8,06

Adm Pemerintahan, Pertahanan & Jaminan Sosial Wajib 1,76 0,68 2,41 2,04 5,94

Jasa Pendidikan 21,26 20,00 9,68 12,76 5,67

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 9,63 10,06 7,21 12,19 7,07

Jasa lainnya 3,11 -0,44 10,01 10,49 4,04

PDRB Dengan Minyak Bumi 4,42 4,90 5,36 4,39 5,36

PDRB Tanpa Minyak Bumi 4,26 4,84 5,10 4,43 4,87

Struktur ekonomi suatu wilayah umumnya tidak akan berubah dalam rentang waktu yang singkat. Apalagi pada beberapa wilayah yang sudah mapan, perubahan struktur ekonomi secara drastis hanya terjadi bila ada suatu perubahan luar biasa yang terjadi, seperti adanya penanaman modal secara besar-besaran pada suatu sektor tertentu, eksploitasi sumber daya alam yang baru, atau perubahan dalam mengimplementasikan teknologi baru.

Struktur ekonomi suatu wilayah mencerminkan besarnya peran nilai tambah suatu sektor dalam pembentukan PDRB, atau dengan kata lain stuktur ekonomi adalah pemetaan potensi ekonomi suatu daerah menurut sektor. Dengan mengetahui struktur ekonomi dapat diketahui apakah ekonomi suatu daerah didominasi oleh sektor primer, sektor sekunder, atau sektor tersier.

Struktur ekonomi Kabupaten Blora dalam beberapa tahun terakhir ini ternyata tidak menunjukkan adanya perubahan yang berarti. Sektor pertanian, kehutanan dan perikanan; sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; sektor pertambangan dan penggalian serta sektor industri pengolahan masih tetap menjadi sektor-sektor utama dalam pembentukan PDRB Kabupaten Blora, sektor-sektor lain kontribusinya masih di bawah sepuluh persen. Sedangkan dari tujuh belas sektor yang ada, sektor pertanian masih menjadi sektor yang terbesar peranannya terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Blora.

Data lima tahun terakhir menunjukkan bahwa share sektor pertanian terhadap perekonomian Blora masih memegang peranan yang paling dominan, kemudian disusul oleh sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor; sektor pertambangan dan penggalian serta sektor industri pengolahan.

Tabel 10.3 Distribusi Persentase PDRB Kabupaten Blora Atas Dasar Harga Berlaku Menurut Lapangan Usaha

Tahun 2011 – 2015 (Persen)

Sektor/Lapangan Usaha 2011 2012 2013 2014 2015

Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 29,71 29,65 29,92 27,22 28,00

Pertambangan dan Penggalian 15,14 14,12 13,80 14,64 14,08

Industri Pengolahan 9,81 10,15 10,27 11,41 11,01

Pengadaan Listrik dan Gas 0,07 0,07 0,07 0,06 0,06

Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah & Daur Ulang 0,05 0,05 0,04 0,05 0,04

Konstruksi 3,94 4,16 4,12 4,32 4,40

Perdagangan Bsr & Eceran; Reparasi Mobil & Sepeda Motor 17,69 17,13 16,88 16,70 16,55

Transportasi dan Pergudangan 2,57 2,58 2,60 2,76 2,84

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 3,47 3,43 3,30 3,43 3,52

Informasi dan Komunikasi 1,17 1,17 1,13 1,10 1,09

Jasa Keuangan dan Asuransi 3,06 3,21 3,20 3,23 3,33

Real Estate 1,35 1,33 1,32 1,37 1,40

Jasa Perusahaan 0,26 0,27 0,29 0,30 0,31

Adm Pemerintahan, Pertahanan & Jaminan Sosial Wajib 3,91 3,99 3,89 3,81 3,83

Jasa Pendidikan 4,81 5,80 6,18 6,45 6,37

Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 0,81 0,89 0,90 0,96 0,99

Jasa lainnya 2,17 2,01 2,07 2,19 2,17

PDRB 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber : Blora Dalam Angka 2016

Peran sektor pertanian dalam perekonomian Blora mencapai lebih dari seperempat total PDRB dan terus konsisten hingga tahun 2015. Pada kurun waktu tahun 2011 - 2015 peran sektor pertanian masing-masing mencapai 29,71 persen, 29,65 persen, 29,92 persen, 27,22 persen dan 28,00 persen. Meskipun

ada kecenderungan untuk menurun, namun mengingat minimnya faktor-faktor yang mendorong perubahan struktur ekonomi di Blora, maka diyakini peran sektor pertanian akan tetap dominan sampai beberapa tahun mendatang.

Selain paling dominannya sektor pertanian dalam struktur ekonomi Kabupaten Blora, dari tabel tersebut juga dapat kita ketahui bahwa sektor yang perannya paling kecil adalah sektor pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang serta sektor pengadaan listrik dan gas. Peran kedua sektor ini terhadap total PDRB dalam sampai dengan tahun 2015 belum pernah mencapai satu persen. Rendahnya peran kedua sektor tersebut lebih banyak disebabkan oleh jumlah produksi yang relatif stagnan dibanding sektor-sektor yang lain dan pertumbuhan sektor ini yang relatif lambat.

Dalam dokumen Analisa Data Blora Dalam Angka 2016 (Halaman 163-168)

Dokumen terkait