• Tidak ada hasil yang ditemukan

Untuk Bapak Sutikno selaku staff K3 PT. Kofuku Abadi

1. Kapan bapak mulai bergabung dengan PT. Kofuku Abadi? Jawab: Sejak berdirinya perusahaan ini yaitu 17 Maret 2008 2. Bagaimana posisi dan peran bapak di perusahaan ini?

Jawab: Saya disini sebagai Engineering, Desain produk dan sebagai staff K3

Analisa Situasi

1. Apa pendapat bapak tentang budaya organisasi?

Jawab: Budaya organisasi menurut saya adalah sistem yang dianut dalam hal falsafah, keyakinan dan nilai yang ingin dikembangkan oleh suatu organisasi sebagai pedoman terhadap perilaku anggotanya.

2. Bagaimana tentang budaya organisasi yang ada di PT. Kofuku Abadi saat ini?

Jawab: Budaya yang ingin dikembangkan pada saat ini di PT. Kofuku Abadi adalah produktivitas dan kerja sama bagi setiap karyawan.

3. Mengapa produktivitas dan kerjasama diangkat dalam budaya organisasi di PT. Kofuku Abadi saat ini?

Jawab: Karena persaingan yang besar dalam dunia pabrikasi mendorong semua orang untuk melakukan suatu hal yang baru demi kemajuan perusahaan, dalam hal ini dengan kerja sama maka akan mendorong

berbagai upaya individu agar bekerja lebih produktif, efisien dan efektif, dan dengan produktivitas yang tinggi maka hasil yang kita inginkan bisa tercapai dengan baik dengan penghematan tanpa mengurangi sisi kualitas yang ingin dicapai.

4. Bagaimana cara perusahaan untuk menerapkan budaya organisasi yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Ya, salah satu cara yang dipakai yaitu dengan cara sosialisasi seperti serangkaian aktivitas untuk penyesuaian aktivitas individual dan keberhasilan organisasi. Seperti dilakukannya seleksi bagi calon karyawan, penempatan, pendalaman bidang kerja, penilaian, pemberian penghargaan, dan promosi.

5. Menurut bapak apa sih tentang budaya K3 atau Safety Culture?

Jawab: Menurut saya budaya K3 adalah suatu kondisi dimana kesehatan dan keselamatan kerja karyawan dapat terpelihara dengan baik, jadi semua bisa bekerja dengan benar.

6. Menurut bapak, mengapa budaya K3 itu penting di setiap perusahaan? Jawab: Berbagai permasalahan di tempat kerja selama proses produksi akan membuat potensi kecelakaan kerja. Untuk itu budaya K3 saat ini diperlukan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja baik secara fisik maupun psikologis. Selain itu, perlengkapan dan peralatan kerja dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dengan hasil produksi sesuai yang diharapan.

Jawab: PT. Kofuku Abadi sudah menerapkan budaya K3 sejak tahun 2008, namun hanya sebatas pemberian informasi akan bahaya K3, dari tahun ke tahun mengalami perubahan dengan pemberian training untuk preventive bagi semua karyawan dalam bekerja dan sosialisasi yang terus menerus dilakukan.

8. Apakah setiap karyawan telah mengetahui tentang budaya K3?

Jawab: Budaya K3 kami tanamkan untuk semua karyawan, terutama bagi karyawan yang baru bergabung di perusahaan ini.

9. Menurut bapak sejauhmana mereka mengetahuinya?

Jawab: Dengan mengikuti instruksi kerja yang sudah kami buat sebagai pedoman mereka dalam bekerja sehingga mereka dapat bekerja dengan tepat.

Menetapkan objektif

1. Bagaimana pendapat bapak tentang program K3?

Jawab: Program K3, menurut saya merupakan sebuah program yang dibuat untuk melindungi pekerja, pengusaha maupun lingkungan kerja 2. Sasaran apa yang ingin dicapai dari program K3 ini?

Jawab: Sasaran dari program ini, untuk pekerja: melindungi diri dari kecelakaan kerja, penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, dan bagi perusahaan: mengurangi tingkat kecelakaan kerja sehingga bisa

mengurangi biaya yang ditimbulkan bila terjadi kecelakaan kerja, menjaga lingkungan kerja agar tetap sehat dan nyaman.

3. Mengapa mengambil sasaran ini sebagai bagian dari program K3 ini? Jawab: Karena yang namanya K3 sangat diperlukan bagi perusahaan, jadi kalau tidak ada itu maka produktivitas tidak akan terwujud, terutama K3 kan tentang kesehatan dan keselamatan, jadi berhubungan dengan man power

4. Apa perbedaan antara program K3 yang terdahulu dengan program K3 saat ini?

Jawab: Ya, beda sekali, namanya kita dulu kan orangnya masih sedikit, dengan pengetahuan yang minim, sekarang sudah banyak, sebelumnya dengan training-training, jadi mereka sudah bisa mengetahuinya, dan yang sekarang lebih kepada APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja. Jadi saat ini lebih kepada safety tools-nya.

5. Berapa kali melakukan sosialisasi dengan komunikasi tatap muka dengan karyawan?

Jawab: Biasanya sih kalau ada job diluar perusahaan kita breafing dulu, tapi kita tiap minggu juga ada meeting pagi, setiap satu minggu sekali 6. Siapa saja yang terlibat dalam komunikasi tatap muka ini?

Jawab: Semua karyawan ikut dalam komunikasi ini

7. Apakah ada perbedaan sosialisasi program K3 ini antara yang terdahulu dengan yang sekarang?

Jawab: Secara intinya sih tidak ada, karena sudah jadi kebiasaan jadi kita mengulas terus menerus sebab kita disini kan intinya mau bekerja dengan baik, sehat dan selamat jadi lebih kepada pemberian motivasi kepada seluruh karyawan.

8. Bagaimana pesan yang disampaikan dalam sosialisasi program ini?

Jawab: Pesan disampaikan bersifat motivasi yang membangun seperti: “Marilah kita awali kerja dengan semangat dan akhiri dengan selamat“, Kualitas pekerjaan Anda adalah simbol kualitas keseluruhan tim. Marilah pastikan pekerjaan Anda berkualitas dengan baik.

9. Kenapa memilih pesan-pesan ini untuk disampaikan dalam proses sosialisasi?

Jawab: Pesan dipilih untuk memotivasi seluruh karyawan

10. Apa saja aktivitas yang terjadi selama program K3 ini berlangsung?

Jawab: Adanya training dan tanya jawab kepada semua karyawan saat breafing atau meeting

11. Berapa lama program K3 ini berlangsung?

Jawab: Review untuk setiap tahunnya, terutama untuk pekerjaan yang di luar perusahaan, kita sesuaikan dengan kebijakan perusahaan yang bersangkutan, meskipun kita sudah mengetahui K3 itu tapi sebelum melakukan aktivitas disana kita training ulang jadi untuk program K3 ini hanya review saja setiap tahunnya.

Jawab: Yang namanya semua sebab akibat, itu sudah diterangkan, ada suatu kejadian seperti kecelakaan kerja pasti ada terjadi karena kelalaian kita, misalnya karena tidak menggunakan APD maka akan berakibat seperti ini, ya seperti itulah.

13. Mengapa motivasi penting dalam melaksanakan program ini?

Jawab: Yang namanya manusia kadang ingat, kadang lalai, kadang lupa, kalau tidak kita ingatkan terus yang namanya ingatan kadang bisa terhapus, terus lupa. Jadi harus terus diingatkan.

14. Apa harapan bapak dari adanya program K3 ini?

Jawab: Adanya program K3 ini semua karyawan atau man power dapat sehat dan selamat, jadi bisa beraktivitas dengan baik sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai.

15. Apa saja isi dari program kerja yang ada di PT. Kofuku Abadi mengenai program K3?

Jawab: Program kerja yang ada di Kofuku Abadi, antara lain: Tanggung jawab karyawan dan pimpinan terhadap K3, Penggunaan alat pelindung diri, Penggunaan bahan kimia/B3 dan Informasi MSDS, Izin Kerja, Pengoperasian Forklift, Office Safety, Prosedur bila terjadi kecelakaan dan Prosedur Tanggap darurat.

1. Bagaimana bentuk komunikasi yang dipakai dalam proses sosialisasi budaya K3?

Jawab: Untuk komunikasinya dilakukan dengan cara tatap muka 2. Bagaimana bentuk strategi program K3 yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Kita mengingatkan seperti me-review dan memberikan contoh tentang APD, seperti penggunaan safety shoes saat di workshop, kalau tidak dipatuhi ya kita suruh pulang saja.

3. Saat melakukan proses sosialisasi, komunikasi apa yang lebih efektif digunakan? Komunikasi satu arah atau dua arah, kenapa?

Jawab: Kalau menurut saya dua arah, misalnya kita menginginkan suatu hal tapi kita kan tidak mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi, sebab di lokasi kerja karyawan kan yang merasakannya, jadi harus ada hubungan timbal balik dengan karyawan.

4. Apa saja tugas bapak dalam membantu aktivitas sosialisasi budaya K3? Jawab: Melakukan meeting setiap Senin pagi dan saya juga ikut dengan karyawan bila ada pekerjaan di luar perusahaan dan dengan adanya pedoman dan instruksi yang ada

5. Siapa saja yang terlibat dalam aktivitas sosialisasi?

Jawab: Saya selaku staf K3 dan ada satu lagi koordinator safety 6. Apa saja target yang ingin dicapai melalui program ini?

Jawab: Ya intinya semua selamat, sehat dan produktivitas tercapai 7. Media apa saja yang dipakai dalam melaksanakan program K3 ini?

Jawab: Alat kerja, buku pedoman intruksi kerja dengan tampilan visual 8. Bagaimana dengan pesan yang disampaikan kepada khalayak atau

karyawan?

Jawab: Pakailah alat pelindung diri, alat perlengkapan kerja sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya sehingga kita bisa bekerja dengan sehat dan selamat.

9. Bagaimana proses jalannya sosialisasi yang ada pada saat ini?

Jawab: Ada meeting, breafing dan menggunakan alat peraga saat training untuk setiap minggunya kita selalu memberikan motivasi dan misalnya ada pekerjaan di luar perusahaan maka perlu kita breafing ulang.

10. Apa saja kendala yang dihadap saat melakukan proses sosialisasi?

Jawab: Orang kan kadang menerimanya macam-macam, kadang sudah kita motivasi dan ingatkan masih saja lupa menggunakannya, akhirnya saat disana tidak menggunakan safety tools maka tidak boleh bekerja dan kita suruh pulang lagi.

Jawab: Yang pasti sih seminggu sekali melakukan breafing tapi kalau ada pekerjaan di luar seperti dua hari ini ya, setiap hari kita laksanakan. Tergantung kebutuhan.

12. Berapa kali dalam setahun terjadi kecelakaan kerja?

Jawab: Sekarang ini sih sudah ga terlalu ya Mba. Untuk pastinya sih kita ada datanya dan semuanya tidak ada yang berat kok.

13. Kalau boleh saya tahu, apa saja kasus-kasus itu?

Jawab: Seperti mata kena graf saat grinda, tangan kegencet part , tidak menggunakan alat penutup muka/kedok saat mengelas sehingga menyebabkan mata belek.

14. Apa penyebab terjadinya kecelakaan kerja?

Jawab: Yang sering terjadi kecelakaan kerja adalah karyawan lalai, tidak konsentrasi selama beraktivitas dan tidak mengikuti dan mengindahkan intruksi kerja yang ada.

15. Langkah awal apa yang diambil saat terjadi kecelakaan tersebut?

Jawab: Kita ada alat P3K di ruang produksi, jadi bila ada kecelakaan kerja yang paling awal kita obati dulu, sekiranya lukanya cukup besar dan tidak bisa kita tangani maka kita akan ambil tindakan dengan membawanya ke rumah sakit.

Jawab: Untuk sosialisasi sih tidak ada, sebab hal ini kan bersifat langsung dan tatap muka, jadi saya rasa sih tidak perlu di buat anggarannya.

2. Berapa dana yang diperlukan dalam program K3 ini?

Jawab: Kita membuat anggaran dengan dana cadangan, semua tergantung kebutuhan, jadi sewaktu-waktu bisa keluarkan ketika hal ini di perlukan, untuk besarnya tidak bisa kita sebutkan.

Menyusun taktik

1. Apa saja taktik yang dilakukan dalam program K3 ini?

Jawab: Taktik untuk mencapai tujuan dari program K3 ini seperti dukungan dari manajemen; tanggung jawab pimpinan; sikap positif terhadap keselamatan kerja dan penguasaan terhadap program K3 serta tanggung jawab pelaksana

2. Apakah karyawan dapat mengajukan pertanyaan dan masukan saat proses sosialisasi?

Jawab: Boleh saja, selama saran dan masukan itu membawa kemajuan bagi perusahaan, itu bagus sekali menurut saya.

Menentukan staff

Jawab: Orang-orang yang terlibat ada pimpinan kami yang terkadang suka terjun langsung ke lapangan, lalu saya selaku staf K3 dan koordinator safety

Melakukan evaluasi

1. Apakah program ini sudah berjalan dengan maksimal?

Jawab: Menurut saya masih perlu perbaikan terutama penanaman paham terhadap setiap karyawan dengan terus memberikan perhatian dan motivasi akan arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja terutama untuk semua pihak-pihak yang ada di PT. Kofuku Abadi, jadi apa yang telah ditargetkan dapat terlaksana dengan tepat sesuai harapan kita bersama.

2. Bagaimana cara manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap program ini?

Jawab: Model evaluasi yang biasanya kita lakukan terhadap program ini dengan konsistensi dan komitmen terhadap program ini lalu penyimpanan record dan hasil evaluasi secara berkala; selain itu identifikasi kecelakaan dan yang paling penting adalah tindakan koreksi dan perbaikan bila terjadi ketidaksesuaian.

3. Bila terjadi ketidaksesuaian, apa tindakan dan bagaimana perbaikannya? Jawab: Sesuai dengan referensi yang telah dibuat oleh manajemen jika terjadi ketidaksesuaian, kita melakukan langkah-langkah seperti:

mengidentifikasi,mengkoreksi ketidaksesuaian dan melakukan tindakan; menginvestigasi ketidaksesuaian, menentukan penyebab apa yang akan terjadi dan melakukan tindakan untuk menghindari terulang lagi; mengevaluasi kebutuhan tindakan untuk mencegah ketidaksesuaian dan menerapkan tindakan yang layak untuk menghindari kejadian; mencatat dan mengkomunikasikan hasil koreksi dan pencegahan; meninjau efektivitas tindakan koreksi dan tindakan pencegahan yang diambil.

4. Apakah ada sanksi bagi karyawan yang tidak mengikuti kebijakan K3? Jawab: Ada, kami akan memberikan sanksi seperti teguran lisan, lalu ada Surat Peringatan bila karyawan yang bersangkutan sudah melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali.

5. Bagaimana tanggapan mereka mengenai hal tersebut?

Jawab: Setahu saya mereka paham akan sanksi yang ada, sebab bila melanggar peraturan harus berani untuk menerima konsekuensi yang sudaha ditetapkan oleh manajemen.

6. Sejauh ini apakah program K3 ini sudah berjalan efektif?

Jawab: Menurut saya belum efektif sebab terkadang masih saja ada karyawan yang melanggar aturan yang sudah ada, jadi masih harus terus kita ingatkan. Tapi dari segi kecelakaannya sih sudah bagus, dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Jwab: Program ini berdampak pada turunnya angka kecelakaan kerja dan memberikan pengetahuan yang luas akan arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja bagi setiap karyawan serta bisa berdampak pada kualitas dan produktivitas perusahaan untuk kedepannya.

8. Menurut bapak, apa indikator yang digunakan untuk mengukur bahwa sosialisasi ini telah berjalan dengan efektif?

Jawab: Semua pihak paham, mengerti dan melaksanakan apa yang sudah disampaikan melalui sosialisasi ini, dan yang paling penting adalah menurunnya angka kecelakaan kerja. Hal ini yang menjadi tujuan dari perusahaan ini.

9. Seberapa besar nilai keselamatan kerja menurut bapak?

Jawab: Keselamatan kerja merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Tanpa hal ini mana mungkin kita bisa bekerja dengan baik. Jadi menurut saya keselamatan kerja adalah prioritas.

PEDOMAN WAWANCARA

Untuk Bapak Anto selaku Koordinator Lapangan K3 PT. Kofuku Abadi

Perkenalan

Jawab: Tepatnya saya kurang lebih sudah hampir 4 tahun, untuk tahunnya saya lupa tapi kira-kira sudah 4 tahun.

2. Bagaimana posisi dan peran bapak di perusahaan ini?

Jawab: Untuk saat ini saya kebetulan memegang Engineering dan Koordinator lapangan safety

Analisa Situasi

1. Bagaimana pendapat bapak mengenai program K3?

Jawab: Menurut saya K3 sangat bagus sekali karena itu untuk menekan kecelakaan supaya tidak terjadi kecelakaan yang lebih parah dan setiap perusahaan pasti akan menerapkan itu karena program K3 kan khususnya untuk menciptakan zero accident lah kalau dibilang seperti itu.

2. Apakah di perusahaan ini sudah menerapkan K3?

Jawab: Untuk K3nya sudah diterapkan dan menurut kami terutama untuk safety tool, penggunaan helm khususnya. Kalau kita mengerjakan pekerjaan di luar perusahaan, kita harus mengikuti aturan yang ada di perusahaan itu.

3. Apakah ada perbedaan program K3 yang terdahulu dengan yang sekarang, bagaimana perkembangannya ?

Jawab: Kalau untuk programnya itu artinya tidak jauh beda, karena disetiap akhir periode selalu melakukan evaluasi, di setiap peraturan yang

lama bila tidak terlalu signifikan mungkin maka akan dilakukan perubahan yang intinya untuk menjadikan zero accident.

4. Apa contoh program K3 yang paling kongkrit dari yang terdahulu dengan yang ada saat ini?

Jawab: Ya yang pertama kita untuk safety, seperti safety shoes karena kita berkaitan dengan alat-alat berat seperti besi dan segala macamnya, lalu ada sarung tangan terus kacamata untuk mengelas, jadi untuk sekarang lebih kepada tools-nya yang lebih penting dan yang sudah berjalan kita selalu mengingatkan kepada karyawan untuk lebih berhati-hati dalam bekerjanya, dan itu setiap hari Senin kita ada brefing dan itu pada setiap akhir breafing pasti manajemen membicarakan tentang bahwa bagaimana supaya tidak terjadi kecelakaan.

5. Dalam kurun waktu setahun pernah terjadi kecelakaan kerja berapa kali? Jawab: Dalam satu tahun ini untuk kecelakaan yang fatal tidak ada. Untuk kecelakaan kecil paling hanya tergores pada tangan, terjepit karena mungkin dari orang yang melakukan pekerjaan itu tidak hati-hati.

6. Seperti apa contohnya kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Kofuku ini? Jawab: Seperti pada saat menggangkat besi misalnya mereka berdua atau mereka bertiga, mereka tidak kompak, saat menurunkan besi tersebut salah satu ada yang „bengong‟ sehingga terjadi accident hal ini terjadi karena ada salah satu karyawan yang tidak memakai safety shoes dengan alasan sepatunya masih basah karena dicuci kemarin.

7. Menurut bapak apa yang menjadi penyebab kecelakaan kerja?

Jawab: Yang pertama mungkin lalai ya, kadang-kadang tidak mematuhi peraturan seperti pada saat grinda tidak memakai kacamata transparan khusus. Karena mungkin lalai tadi yang saya bilang sehingga akibatnya percikan api saat proses grinda bisa langsung mengenai mata. Terkadang pekerja lupa untuk memakai kacamata tersebut saat melakukan pekerjaan grinda.

8. Apa langkah awal yang dilakukan ketika terjadi kecelakaan tersebut? Jawab: Yang pertama untuk penanganannya kita menggunakan P3K dulu dan kalau itu sangat serius maka kita akan langsung bawa ke rumah sakit. Strategi Komunikasi

1. Bagaimana proses aktivitas sosialisasi K3 di perusahaan ini?

Jawab: Sejauh ini kita masih mensosialisasikan artinya untuk menekan angka kecelakaan mengenai safety tool seperti sarung tangan, safety shoes, helm, kacamata khusus, untuk dipakai saat proses pekerjaan dan untuk masing-masing karyawan diminta untuk mengingatkan karyawan lain untuk lebih berhati-hati dan untuk selalu menggunakan safety tools.

Jawab: Biasanya pasti ada, seperti contohnya ada yang tidak terbiasa menggunakan sarung tangan, di suruh menggunakan sarung tangan kadang-kadang ada yang menolak. Tapi sejauh ini masih bisa kita arahkan. 3. Bagaimana mengatasi kendala tersebut?

Jawab: Untuk mengatasinya, kita selalu mengingatkan dan kita selalu memberikan pengarahan apabila kamu tidak menggunakan ini maka akan berakibat seperti ini misalnya.

4. Apakah ada kendala selama melakukan komunikasi untuk sosialisasi budaya K3?

Jawab: Kalau untuk komunikasi saya rasa mereka mengerti sebab mereka sudah mengerti akan sosialisasi yang telah kita berikan kenapa perusahaan menganjurkan menggunakan untuk safety meminimalisir kecelakaan tools sebab bila mereka tidak mematuhi aturan tersebut akan terjadi kecelakaan, maka perusahaan akan mengalami kerugian dan mengeluarkan biaya. 5. Apa saja aktivitas yang dilakukan dalam rangka sosialisasi budaya K3?

Jawab: Untuk saat ini kita sudah masih menggunakan standar penggunaan safety tools saat proses produksi seperti mengelas harus pake „kedok‟ dan untuk grinda harus pakai kacamata transparan khusus seperti itulah aktivitas yang ada saat ini.

6. Apakah karyawan dibebaskan untuk mengajukan pertanyaan dan masukan kepada setiap perubahan?

Jawab: Oh boleh sekali, misalnya ada saran dalam penggunaan safety seperti kacamatanya diganti dengan full face atau kedok untuk mengelas diganti menjadi yang lebih bagus, seperti itulah.

Melakukan Evaluasi

1. Sampai sejauhmana program K3 ini telah dilakukan dengan yang ada di lapangan?

Jawab : Untuk sejauh ini dilapangannya ya kita arahkan kepada safety tools-nya yang sepengetahuan saya dalam melakukan pekerjaan.

2. Apakah ada sanksi bagi yang mereka yang melanggar peraturan yang telah dibuat dalam program K3?

Jawab: Ada sanksinya, kalau kemarin ada teguran lisan mungkin kalau nanti terulang lagi maka akan diberikan SP (Surat Peringatan). Atau dulu kita pernah memberikan sanksi seperti tidak menggunakan safety shoes maka tidak boleh bekerja dan disuruh pulang.

3. Bagaimana tanggapan karyawan mengenai sanksi tersebut?

Jawab: Untuk saat ini tidak ada masalah, mereka menerima dan konsisten sebab sanksi masih terus berlaku dan mereka sudah tahu dan menerimanya.

Jawab: Untuk saat ini mereka mendukung apa yang telah kita dukung sebab mereka telah menggunakan safety yang telah kita anjurkan, sebab kita telah mempersiapkan safety tools apa yang akan digunakan dalam melakukan pekerjaan apabila mereka tidak menggunakannya berarti mereka tidak ikut mendukung dan berpartisipasi dalam program K3 yang telah kita buat.

5. Apakah sejauh ini program K3 berjalan cukup efektif?

Jawab : Menurut saya lumayan efektif sebab bila mereka tidak mematuhinya maka akan mendapatkan sanksi

6. Seberapa besar nilai keselamatan kerja menurut bapak?

Jawab: Oh ya sangat besar sekali karena menurut saya dengan kita berhati-hati maka kita bisa terhindar dari kecelakaan.

PEDOMAN WAWANCARA

Untuk Bapak Mulyadi selaku karyawan produksi PT. Kofuku Abadi

1. Kapan bapak mulai bergabung dengan PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Saya mulai bekerja di PT. Kofuku pada tahun 2010, jadi baru sekitar 2 tahunan.

2. Apa tugas bapak di perusahaan ini?

Jawab: Saya salah seorang karyawan bagian proses produksi, boleh dikatakan operator produksinya lah. Jadi saya bekerja sesuai intruksi atasan di lapangan.

Analisa Situasi

1. Apakah bapak mengetahui tentang program K3 di perusahaan ini?

Dokumen terkait