• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Glendon, A.I, N.A Stanton, Perspective on Safety culture, Safety Science, Pergamon, 2000

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Glendon, A.I, N.A Stanton, Perspective on Safety culture, Safety Science, Pergamon, 2000"

Copied!
83
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Budihardjo, Andreas, Menuju Kinerja Optimum Sintesis Teori Untuk Mengungkap Kotak Hitam Organisasi, Prasetiya Mulya Publishing, Jakarta, 2011

Bungin, Burhan, Sosiologi Komunikasi Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, 2008

Carnino, Annick, Management of Safety, Safety Culture and Self-assessment, International Conference Nuclear Energy in Central Europe, Bled, Slovenia, Sept. 11-14, 2000

Glendon, A.I, N.A Stanton, Perspective on Safety culture, Safety Science, Pergamon, 2000

Iriantara Yosal, A. Yani Surachman, Public Relations Writing: Pendekatan Teoritis dan Praktis, Simbiosa Rekatama Media, Bandung, 2006

J. Moleong, Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2001

---, Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi, PT. Remaja Rosdakarya, Bandung, 2006

Kasali, Renald, Manajemen Public Relations Konsep dan Aplikasinya di Indonesia, Pustaka Utama Grafiti, Jakarta, 2005

Kusdi, Budaya Organisasi: Teori, Penelitian dan Praktik, Salemba Empat, Jakarta, 2011

Moeljono, Djokosantoso, Budaya Korporat dan Keunggulan korporasi, Elex Media Komputindo, Jakarta, 2000

Muhammad, Arni, Komunikasi Organisasi, Bumi Aksara, Jakarta, 2005

Mulyana, Deddy, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2002

Nasir, Moh, Metode Penelitian, Ghalia Indonesia, Jakarta,1998

Pabundu Tika, Moh, Budaya Organisasi dan Peningkatan Kinerja Perusahaan, Bumi Aksara, Jakarta, 2006

Robin, S.P, Organization Theory: Structure, Design and Applications, Englewood Cliffs, Prentice-Hall, NY, 1990

(2)

---, Organizations Behavior, Upper Saddle River, Prentice-Hall, Inc, 2001 Rohim, Syaiful, Teori Komunikasi Perspektif, Ragam & Aplikasi, Rineka Cipta,

Jakarta, 2009

Ruslan, Rosady, Manajemen Humas & Manajemen Komunikasi (Konsep & Aplikasi), Raja Grafindo Persada, Jakarta, 1998

---, Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2008

---, Manajemen Public Relations & Media Komunikasi Edisi Revisi, Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2005

Sobirin, Achmad, Budaya Organisasi Pengertian, Makna dan Aplikasinya Dalam Kehidupan Organisasi, Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen YKPN, Yogyakarta, 2009

Stewart L dan Sylvia Moss, Human Communication, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2000

Sugiyono, Metode Penelitian Kuatitatif, Kualitatif dan R &D, Alfabeta, Bandung, 2012

Sumakmur, Higene Perusahaan dan Kesehatan Kerja, Penerbit: Haji Masagung, Jakarta, 1988

Sutrisno, Edy, Budaya Organisasi, Kencana Prenada Media, Jakarta, 2011

Sunyoto, Danang dan Burhanudin, Perilaku Organisasional, Caps, Yogyakarta, 2011

Syaifuddin, Azwar, Metode Penelitian, Pustaka Pelajar, Yogyakarta

Uchjana, Onong, Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi, Citra Aditya Bakti, Bandung, 2000

Ucjana Effendy, Onong, Ilmu Komunikasi Teori & Praktek, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2005

Wayne Pace, R, Don F. Faules Editor Deddy Mulyana, Komunikasi Organisasi Strategi Meningkatkan Kinerja Perusahaan, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2005 Wijaya, HAW, Komunikasi dan Hubungan Masyarakat, Bumi Aksara, Jakarta, 2002

(3)

WAWANCARA PRA RISET

Untuk Bapak Eko Sulistiyono selaku pimpinan PT. Kofuku Abadi

1. Menurut bapak apa yang dimaksud dengan program K3?

Jawab: Program K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) adalah suatu program yang dibuat pengusaha dan pekerja sebagai upaya mencegah timbulnya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dengan cara mengenali hal-hal yang berpotensi menimbulkan kecelakaan dan penyakit akibat kerja serta tindakan antisipatif apabila terjadi kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Tujuan dari dibuatnya program K3 adalah untuk mengurangi biaya perusahaan apabila timbul kecelakaan dan penyakit akibat kerja. 2. Siapa saja yang terkait dalam budaya organisasi di suatu perusahaan?

Jawab: Budaya K3 di suatu perusahaan sebagai bagian dari budaya organisasi perusahaan bisa dilihat dari 3 komponen, yaitu:

a) Pertama, diri sendiri/pribadi, seperti apa yang dirasakan oleh seseorang, contohnya: cara pikir, nilai, pengetahuan, motivasi, harapan, dan lain-lain.

b) Kedua, perilaku sehari-hari, seperti sikap dan tingkah laku sehari-hari di perusahaan, kebiasaan dalam K3 dan lainnya.

c) Ketiga, lingkungan kerja, seperti apa yang dimiliki perusahaan tentang K3, contohnya: Sistem Manajemen K3 (SMK3), SOP (Standar Operasional Prosedur), Komite K3, peralatan, lingkungan kerja, dan lain-lain.

(4)

PEDOMAN WAWANCARA

Untuk Bapak Eko Sulistiyono selaku pimpinan PT. Kofuku Abadi

Perkenalan

1. Kapan bapak mulai bergabung dengan PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Sejak didirikannya perusahaan ini saya telah bergabung di PT. Kofuku Abadi ini yaitu pada 17 Maret 2008.

2. Bagaimana posisi dan peran bapak di perusahaan ini?

Jawab: Untuk posisi saya di perusahaan ini sesuai yang tertuang di akta notaris adalah sebagai direktur, yaitu berperan untuk mengkoordinasikan dan mengendalikan semua kegiatan perusahaan serta bertindak untuk memutuskan hal-hal yang penting bagi perusahaan. Selain dari pada itu, saya terus berupaya mengembangkan perusahaan ini agar lebih baik dari tahun ke tahun.

Analisa Situasi

1. Apa pendapat bapak tentang budaya organisasi?

Jawab: Untuk saya budaya organisasi itu adalah cara pandang, nilai moral, pola pikir dan tingkah laku setiap karyawan yang didasari oleh visi, misi, norma dan kebijakan perusahaan yang telah diterapkan oleh pendirinya pada saat pertama kali perusahaan itu dibentuk.

(5)

Jawab: Budaya organisasi yang ada saat ini di PT. Kofuku Abadi yaitu peningkatan produktivitas kerja dan kerjasama antar karyawan untuk meningkatkan laba perusahaan tentunya seperti apa yang diharapkan oleh manajemen perusahaan.

3. Apakah produktivitas kerja sama sedang mengalami permasalahan, mengapa hal ini diangkat ke permukaan?

Jawab: Mengapa saya mengangkat hal ini sebab produktivitas adalah pendekatan indisipliner untuk menentukan tujuan yang efektif; pembuatan rencana; aplikasi penggunaan cara yang produktivitas dengan menggunakan sumber-sumber secara efisien dengan tetap menjaga kualitas yang tinggi. Produktivitas mengikutsertakan pendayagunaan secara terpadu; sumber daya manusia dan keterampilan, terus barang modal, teknologi, manajemen, informasi, energi serta sumber-sumber lain yang menuju kepada pengembangan dan peningkatan standar hidup untuk seluruh masyarakat.

4. Bagaimana cara perusahaan untuk menerapkan budaya organisasi yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Salah satu cara yaitu yang tepat dengan menerapkan budaya organisasi yaitu memberi contoh langsung kepada karyawannya. Seperti contoh budaya tepat waktu. Sebagai seorang pemimpin, dia harus bisa memberikan contoh yang benar kepada karyawannya atau bawahannya, jadi si karyawan atau anak buahnya bisa mengikuti seperti apa yang dilakukan oleh atasannya.

(6)

5. Apakah saat ini karyawan sudah mengikuti apa yang diterapkan dalam budaya organisasi di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Hingga saat ini kami masih terus berupaya untuk mengajak dan mendorong karyawan agar selalu mengikuti apa yang telah kita terapkan pada perusahaan ini.

6. Bagaimana cara bapak selaku manajemen untuk mendorong karyawan agar mengikuti apa yang sudah diterapkan oleh perusahaan?

Jawab: Kami selaku manajemen melakukan langkah-langkah dengan cara memberikan pelatihan, training untuk karyawan baru, terus kami memberikan informasi yang lengkap mengenai keadaan dan bentuk perusahaan untuk membuka pola pikir mereka sehingga berjalan dengan rule yang telah ditetapkan, dan tidak menutup kemungkinan juga bagi karyawan yang lama, juga kita berikan training dan pelatihan untuk menambah ilmu pengetahuan.

7. Apa pendapat bapak mengenai budaya K3 atau Safety Culture?

Jawab: Untuk budaya K3 menurut saya adalah suatu bentuk upaya atau usaha yang dilakukan manajemen terhadap karyawannya untuk mencapai lingkungan kerja yang kondusif dimana semua karyawan yang berada di dalam suatu perusahaan akan merasa sehat, selamat dan aman dalam bekerja, serta bisa mengantisipasi resiko atau timbulnya bahaya yang mungkin akan terjadi saat melakukan aktivitas di lingkungan perusahaan. 8. Menurut bapak, mengapa budaya K3 perlu ada dan penting di setiap

(7)

Jawab: Itu sangat perlu sekali karena budaya K3 itu harus dan mutlak dilaksanakan oleh sebuah perusahaan untuk menjamin keselamatan kerja bagi semua karyawan sebab hal itu menyangkut dengan produktivitas kerja. Kemajuan perusahaan sangat ditentukan peranan mutu tenaga kerjanya. Keselamatan kerja telah menjadi perhatian di kalangan pemerintah dan swasta itu udah sejak lama. Faktor keselamatan kerja menjadi penting sekali karena sangat terkait dengan kinerja karyawan yang akhirnya akan sangat berpengaruh terhadap kinerja perusahaan itu.

9. Apakah di perusahaan ini mempunyai budaya K3?

Jawab: Di PT. Kofuku ada itu, sudah pastilah, sejak berdiri perusahaan tahun 2008 kita sudah melaksanakannya, dari tahun ke tahun mengalami inovasi dan perkembangan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

10.Apakah setiap karyawan telah mengetahui tentang budaya K3?

Jawab: Semua karyawan yang baru masuk sudah kita training terlebih dulu untuk diberikan bekal tentang K3 dan hal-hal yang terkait di dalamnya.

11.Menurut bapak sejauhmana mereka mengetahuinya?

Jawab: Mereka sudah dapat mengikuti instruksi kerja yang telah diterapkan dan ditetapkan dalam budaya K3. Merekapun sudah dipantau oleh atasan-atasan langsung dan ada PIC pengontrolannya.

12.Bagaimana pendapat bapak tentang budaya organisasi yang meletakkan dasar filosofi nilai-nilai ideologis atau humanis di perusahaan?

(8)

Jawab: Kalau menurut saya nilai ideologis itu atau humanis perlu ditanamkan kepada seluruh karyawan untuk membangun keterikatan diantara karyawan dengan perusahaan. Jadi semacam interaksi lah, dalam prakteknya, hal ini tidak mudah karena proses penanaman nilai-nilai dasar tersebut dapat diibaratkan seperti pencucian otaklah terhadap pola pikir karyawan, terutama bagi karyawan lama yang sudah bekerja bertahun-tahun. Hal yang paling efektif dilakukan adalah kontinuitas terhadap setiap karyawan untuk menanamkan pada diri mereka sehingga mereka merasa benar-benar memiliki perusahaan ini dan berusaha untuk memberikan manfaat bagi kemajuan perusahaan pada khususnya dan pada umumnya seluruh masyarakat.

13.Menurut bapak, perlukah seorang yang ahli dalam komunikasi seperti PR, untuk melaksanakan sosialisasi program K3 ini?

Jawab: Public Relations perlu sih untuk sosialisasi kepada karyawan, masyarakat dan customer kita untuk menginformasikan program K3 yang telah dijalankan oleh PT. Kofuku Abadi. Jadi, menurut saya seorang PR sangat diperlukan.

14.Apa alasan bapak memilih Bapak Sutikno dalam melaksanakan tugasnya sebagai staf K3?

Jawab: Karena pembagian Job yang sudah ditentukan dan juga bapak Sutikno sering berinteraksi langsung dengan karyawan, pihak luar dan customer tentunya.

(9)

15.Menurut bapak apa saja pertimbangan untuk mengidentifikasi bahaya kerja yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Menurut saya terlebih dulu melihat situasi dan kondisi yang ada ditempat kerja, sebab menurut saya kita tidak bisa memutuskan sesuatu tanpa melihat keadaan aktual. Jadi kita bisa memutuskan apa langkah yang perlu dilakukan. Selanjutnya menilai apa saja jenis kecelakaan yang bisa terjadi di tempat itu.

16.Apa saja aktivitas yang bapak lakukan dalam mengidentifikasi bahaya tersebut?

Jawab: Kami bersama staf yang terkait melakukan berbagai tindakan seperti konsultasi dengan pekerja, lalu dengan staf K3 dan korlap, lalu langkah selanjutnya safety audit.

17.Seperti apa safety audit yang bapak lakukan?

Jawab: Saya bersama staf yang terkait melakukan pantauan langsung di area kerja dengan mengumpulkan informasi dan data kejadian sesuai kondisi lapangan, lalu mengevaluasi teknis dan mekanisme kerja yang ada di lapangan.

18.Menurut bapak apa saja yang mempengaruhi terjadinya peluang resiko bahaya kerja?

Jawab: Peluang resiko bisa terjadi oleh siapa saja, dimana dan kapan saja, bahkan orang yang sudah berpengalaman dan berkeahlian pun bisa melakukan kesalahan jadi menurut saya kita harus melihat semua aspek yang terkait dalam hal ini seperti kondisi tempat, peralatan, posisi terhadap

(10)

bahaya, frekuensi situasi yang bisa mungkin timbul dan terakhir efektivitas kontrol yang ada.

19.Langkah-langkah apa yang bapak ambil untuk kegiatan perencanaan dan pengendalian resiko bahaya yang dapat terjadi di PT. Kofuku Abadi? Jawab: Langkah awal yang harus dilakukan adalah pengendalian teknis seperti lingkungan dan peralatan lalu memberikan pendidikan dan pelatihan terhadap seluruh karyawan, lalu memberikan motivasi bagi setiap karyawan, lalu evaluasi atau internal audit dan yang terakhir menurut saya penegakan hukum.

20.Apa yang bapak maksudkan dengan penegakan hukum?

Jawab: Saya mengatakan penegakan hukum sebagai tindakan atau sanksi yang kita terapkan apabila ada karyawan yang tidak mengikuti aturan yang sudah ditetapkan, yang biasanya pertama kali kita lakukan adalah sanksi lisan seperti pemanggilan, lalu bila masih melakukan maka akan kita berikan SP atau surat peringatan.

Menetapkan objektif

1. Bagaimana pendapat bapak tentang program K3?

Jawab: Menurut saya program K3 adalah sebuah planning atau rencana kerja yang bertujuan untuk melindungi seluruh tenaga kerja yang berada di lingkungan perusahaan agar mereka selalu dalam keadaan sehat dan selamat selama mereka bekerja dan melakukan proses produksipun dengan benar dan tepat.

(11)

Jawab: Sasaran utamanya program ini, ya untuk pekerja melindungi diri dari kecelakaan kerja, penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, dan bagi perusahaan bisa mengurangi tingkat kecelakaan kerja sehingga bisa mengurangi biaya yang ditimbulkan bila terjadi kecelakaan kerja, menjaga lingkungan kerja agar tetap sehat dan nyaman.

3. Mengapa mengambil sasaran ini sebagai bagian dari program K3 ini? Jawab: Seperti yang diungkapkan diawal itu bisa meningkatkan produktivitas perusahaan, kalau kita tidak menerapkan budaya K3 produktivitas otomatis nggak akan tercapai

4. Apa perbedaan antara program K3 yang terdahulu dengan program K3 saat ini?

Jawab: Perbedaan mungkin dari disesuaikan dengan kemajuan jaman seperti penambahan equipment, mesin itu otomatis mengikuti kondisi yang ada saat ini dan itu pun terus akan dilakukan inovasi sesuai dengan perkembangan jaman.

5. Berapa kali melakukan sosialisasi dengan komunikasi tatap muka dengan karyawan?

Jawab: Untuk sosialisasi kita lakukan seminggu ya untuk seluruh karyawan kita ada meeting dan tak lupa dalam meeting selalu kita ingatkan, dan untuk PIC K3 setiap 2 minggu sekali melakukan training untuk penyegaran.

6. Siapa saya yang terlibat dalam komunikasi tatap muka ini? Jawab: Ya seluruh karyawan yang ada di PT. Kofuku Abadi

(12)

7. Apakah ada perbedaan sosialisasi program K3 ini antara yang terdahulu dengan yang sekarang?

Jawab: Dari segi sosialisasi mungkin dulu karena karyawan masih sedikit kita bisa langsung berinteraksi dengan karyawan, kalau sekarang bertambah karyawannya, kita menambahkan indikasi, jadi mereka bisa ingat, jadi pada saat melakukan pekerjaan berbahaya bisa ingat. Jadi tanpa indikasi itu, yang namanya manusia pasti kadang lupa.

8. Bagaimana pesan yang disampaikan dalam sosialisasi program ini?

Jawab: Salah satu contoh pesan-pesan yang kami sampaikan bersifat motivasi yang membangun seperti: “Marilah kita awali kerja dengan semangat dan akhiri dengan selamat“, terus ada lagi, “Kualitas pekerjaan Anda adalah simbol kualitas keseluruhan team. “Marilah pastikan pekerjaan Anda berkualitas dengan baik.” Ya seperti itulah.

9. Kenapa memilih pesan-pesan ini untuk disampaikan dalam proses sosialisasi?

Jawab: Kenapa pesan ini dipilih agar menggugah dan memotivasi seluruh karyawan agar bisa bekerja dengan lebih baik dan benar sehingga pencapaian yang ditargetkan dapat terlaksana.

10.Berapa lama program K3 ini berlangsung?

Jawab: Untuk program K3 ini biasanya berlangsung selama 6 bulan ya, dan saat akhir periode program ini akan direview untuk mengetahui apakah prosedur K3 sudah sesuai dengan keadaan di lapangan. Bila ada

(13)

11.Bagaimana cara manajemen memotivasi karyawan supaya program K3 ini bisa berjalan maksimal?

Jawab: Kami sepenuhnya memberikan support dan dorongan dalam bentuk perhatian dan keterlibatan pimpinan dalam mengatasi suatu problem, pokoknya semua manajemen terlibat didalamnya.

12.Mengapa motivasi penting dalam melaksanakan program ini?

Jawab: Menurut saya motivasi sangat penting dalam meningkatkan produktivitas di tempat kerja dimanapun berada. Produktivitas dihasilkan dari serangkaian proses dengan melibatkan banyak tenaga kerja, baik profesional maupun operasional. Namun demikian, sering muncul keluhan bahwa semangat kerja, kepekaan terhadap masalah dan kebersamaan, kurang terjalin dengan baik. Untuk itu, kita membangun budaya kerja yang berorientasi terhadap produktivitas dan kualitas prima sangat diperlukan dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat ini.

13.Apa harapan bapak dari adanya program K3 ini?

Jawab: Harapan saya dengan adanya program K3 ini setiap karyawan bisa terjamin dalam segi kesehatannya dan keselamatan selama mereka melaksanakan tugasnya sehingga produktivitas kerja bisa lebih meningkat lagi.

14.Apa saja isi dari program kerja yang ada di PT. Kofuku Abadi mengenai program K3?

Jawab: Di tempat ini, kami mempunyai beberapa program kerja K3 seperti: pelatihan kerja; tanggung jawab karyawan dan pimpinan;

(14)

penggunaan alat pelindung diri saat mereka bekerja; kontrol atas bahan kimia dan informasi MSDS (Material Safety Data Sheet); ijin kerja; office safety serta penanganan dan prosedur tanggap darurat.

15.Apa yang menjadi acuan dalam pembuatan program K3 yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Kami tetap merujuk pada peraturan yang ada di pemerintah, kalau tidak salah itu berdasarkan Undang-Undang RI No. 13 tahun 2003 yang menyatakan bahwa setiap perusahaan itu wajib untuk menerapkan system manajemen keselamatan dan kesehatan kerja

16.Menurut bapak apa tujuan dari penetapan budaya K3 yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Sebagai pimpinan saya berupaya untuk menetapkan budaya K3 secara benar dan tepat. Tujuan kami adalah ingin meningkatkan kesejahteraan dan K3 karyawan. Selain itu untuk mencegah terjadinya kejadian yang merugikan perusahaan akibat kecelakaan.

17.Apa saja sasaran yang ingin bapak capai dalam menetapkan tujuan K3 yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Secara keseluruhan aspek kami ingin meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh karyawan dengan jalan melindungi diri dari bahaya dan bagi kita sebagai majemen adalah mengurangi biaya kerugian yang mungkin dapat timbul dari resiko bekerja di lapangan.

(15)

Strategi Komunikasi

1. Bagaimana bentuk komunikasi yang dipakai dalam proses sosialisasi budaya K3?

Jawab: Dalam proses sosialisasi itu antara pimpinan dengan pekerja, kami memberikan informasi yang bermula dari pimpinan dulu kemudian diteruskan kepada bawahan. Kitapun akan crosscheck lagi kebawah atas berita atau informasi yang kita sampaikan.

2. Bagaimana bentuk strategi program K3 yang ada di PT. Kofuku Abadi? Jawab: Kami menggunakan pola POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controling) dan setiap akhir kita pasti akan me-review dengan perbaikan yang berkesinambungan.

3. Saat melakukan proses sosialisasi, komunikasi apa yang lebih efektif digunakan? Komunikasi satu arah atau dua arah?

Jawab: Dalam hal ini kami melakukan sosialisasi dengan menggunakan komunikasi satu arah yaitu antara pimpinan dengan karyawan, hal ini karena bersifat arahan. Sedangkan untuk berdiskusi dengan pimpinan, staf yang terkait dan koordinator safety kita menggunakan komunikasi dua arah.

4. Apa saja tugas bapak dalam membantu aktivitas sosialisasi budaya K3? Jawab: Disini saya sebagai pimpinan sangat penting sekali perannya seperti mengidentifikasi bahaya yang mungkin akan muncul saat melakukan pekerjaan; melakukan penilaian terhadap tingkat bahaya yang mungkin timbul atau terjadi; melakukan tindakan perbaikan. Selain itu pun

(16)

saya juga memberikan bimbingan dan arahan mengenai program tersebut dan point yang paling penting adalah melakukan inspeksi rutin untuk hasil yang telah dicapai.

5. Siapa saja yang terlibat dalam aktivitas sosialisasi?

Jawab: Dalam hal ini ya seluruh karyawan harus terlibat dalam proses ini 6. Apa saja target yang ingin dicapai melalui program ini?

Jawab: Target yang akan kita capai adalah konsistensi dan skala prioritas untuk melindungi pekerja dalam beraktivitas, itu merupakan pencapaiannya. Selanjutnya jaminan terhadap tenaga kerja, orang lain dan proses produksi sesuai dengan apa yang kita harapkan.

7. Media apa saja yang dipakai dalam melaksanakan program K3 ini?

Jawab: Kita menggunakan media tatap muka saat memberikan training dengan bantuan seperti audio visual, selain itu pula ada informasi lainnya akan kita pasang pada mading dan papan pengumuman, serta pemberian indikasi pada alat atau tempat yang mengandung resiko berbahaya.

8. Bagaimana dengan pesan yang disampaikan kepada khalayak atau karyawan?

Jawab: Pesan yang kami sampaikan bersifat motivasi kepada karyawan agar mereka itu tergugah akan pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja. Salah satu contohnya “utamakan selamat“ seperti spanduk yang kita pasang pada line produksi. Kadang kalau ada lantai yang licin kita akan beri tanda “ hati-hati jalan ini licin !”

(17)

Jawab: Sosialisasi program ini dilakukan dengan berbagai cara, ada breafing mingguan, training, seperti training kill fire, pelatihan menggunakan alat atau mesin kerja seperti forklift, adanya instruksi kerja, indikasi dan informasi yang dipasang pada mading.

10.Apa saja kendala yang dihadapi saat melakukan proses sosialisasi?

Jawab: Kalau sejauh ini kendala yang kita hadapi bersifat teknis yaitu minimnya alat yang digunakan dalam melakukan training. Untuk masalah komunikasi, sejauh ini para pekerja dapat mengerti dengan apa yang telah disampaikan, sebab seperti biasanya kita akan melakukan test tulis maupun praktek untuk mengetahui sampai sejauh mana dalam pemahaman yang kita berikan dari training-training itu dan melaksanakan apa yang telah diajarkan oleh PIC atau atasan.

11.Berapa kali intensitas bapak dalam melaksanakan breafing?

Jawab: Untuk breafing biasanya kita tetapkan satu minggu sekali dan pelaksanaannya setiap Senin untuk setiap departemen, daln informasi K3 harus terus dibahas.

12.Berapa kali dalam setahun terjadi kecelakaan kerja?

Jawab: Untuk kecelakaan kerja yang berakibat fatal, sejauh ini belum pernah terjadi. Namun kecelakaan kerja ringan seperti luka tergores pada tangan, iritasi pada mata saat penyolderan atau tidak mematuhi intruksi kerja yang ada masih terjadi, tapi dengan intensitas yang sedikit. Untuk tahun 2011, jumlah kecelakaan kerja terjadi sebanyak 2 kasus dan di tahun

(18)

2012 sampai saat ini baru terjadi 1 kasus. Ya, mudah-mudahan tidak bertambah atau terjadi lagi.

13.Kalau boleh saya tahu, apa saja kasus-kasus itu?

Di tahun 2011 kasusnya saat proses penggerindaan part di produksi menggunakan batu grinda, part itu mental dan tangannya terkena mesin grinda, selanjutnya saat pengangkatan mesin tidak mengikuti instruksi atasan dalam satu komando dan terjadi lebam pada pipi. Untuk di tahun 2012 ini luka di jari karena tidak menggunakan sarung tangan saat proses grinda part.

14.Apa penyebab terjadinya kecelakaan kerja?

Jawab: Untuk penyebab kecelakaan kerja biasanya kebanyakan akibat kelalaian dari pekerja yang tidak mengindahkan instruksi kerja yang ada seperti penggunaan safety tool saat beraktivitas.

15.Langkah awal apa yang diambil saat terjadi kecelakaan tersebut?

Jawab: Untuk pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan biasanya kita menggunakan P3K karena ada di setiap ruang produksi karena P3K itu harus siap sedia di ruang produksi. Selanjutnya kita bawa ke klinik, untuk kecelakaan yang lebih besar dan berakibat cedera tubuh, maka kita akan mengambil tindakan untuk membawanya ke rumah sakit yang terdekat 16.Mengapa bapak memilih jalan sosialisasi dalam menerapkan budaya K3

(19)

Jawab: Kenapa saya memilih sosialisasi, menurut saya hal tersebut adalah yang paling mudah untuk dilakukan menumbuhkan perubahan sikap dan perilaku karyawan.

17.Apa tujuan bapak memilih sosialisasi sebagai jalan untuk melaksanakan budaya K3?

Jawab: Kami sebagai manajemen berupaya untuk mengajak dan menyebarluaskan budaya K3 bagi seluruh karyawan agar peduli akan K3 melalui pemberdayaan dan menanamkan prinsip K3 dalam segala aspek kegiatan di lapangan.

Menyusun anggaran

1. Apakah ada anggaran dalam melaksanakan sosialisasi ini?

Jawab: Untuk pelaksanaan sosialisasi ini kita tidak membutuhkan dana besar, sebab sosialisasi ini berbentuk training dan untuk semua peralatan yang digunakan untuk pelatihan adalah assets perusahaan. Selebihnya dana yang kita pakai untuk pembuatan iklan untuk indikasi yang terpampang di perusahaan.

2. Berapa dana yang diperlukan dalam program K3 ini?

Jawab: Kami manajemen sudah menyiapkan anggaran tersendiri untuk melaksanakan program ini dan untuk besarnya tidak bisa disebutkan dengan detail.

(20)

1. Berapa kali intensitas pertemuan bapak dengan karyawan?

Jawab: Untuk yang ada di kantor pusat, biasanya setiap hari saya bisa bertemu langsung dengan staf-staf saya, sedangkan untuk yang ada di workshop biasanya intensitas pertemuan saya dengan mereka 1 sampai 3x seminggu tergantung kebutuhan. Yang pastinya 1 minggu sekali saya hadir untuk memberikan breafing. Dan sewaktu-waktu saya juga bisa turun langsung ke lapangan.

2. Apa saja taktik yang dilakukan dalam program K3 ini?

Jawab: Taktik yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan dari program seperti yang pertama dukungan dari manajemen itu pasti; yang kedua tanggung jawab pimpinan; yang ketiga sikap positif terhadap keselamatan kerja dan yang keempat, penguasaan terhadap program K3 itu dan tanggung jawab atas pelaksanaannya.

3. Apakah karyawan dapat mengajukan pertanyaan dan masukan saat proses sosialisasi?

Jawab: Karyawan bisa mengajukan pertanyaan dan memberikan masukan guna peningkatan K3, itu harus dan mereka harus aktif sebab merekalah yang terjun langsung dilapangan. Saya justru merasa senang sebab akan adanya interaksi tanya jawab dengan mereka sehingga saya tahu apa yang mereka inginkan dan butuhkan. Biasanya masukan yang diterima mengenai layout atau tata letak, kerapihan, kebersihan atau biasanya disebut 5S.

(21)

4. Kalau boleh saya tahu apa yang dimaksud dengan 5S, dan bagaimana kaitannya dengan budaya K3?

Jawab: Kata 5S berasa dari bahasa Jepang yang terdiri dari 5 kata: S yang pertama adalah seiri/penataan/kerapihan

S yang kedua adalah seiton/pemilahan/ringkas S yang ketiga adalah seiso/pembersihan/resik S yang keempat adalah seiketsu/pemantapan/rawat S yang kelima adalah shitsuke/pembiasaan/rajin

Dari ke5 definisi ini kita ingin mengajak kepada setiap karyawan untuk memperlakukan tempat kerjanya secara benar, maka akan tercipta kemudahan dalam bekerja, serta adanya efisien dan efektivitas.

Menentukan staff

1. Siapa saja orang yang terkait dalam melakukan sosialisasi program ini? Jawab: Mereka yang terlibat dalam proses ini yaitu pimpinan (saya sendiri) selaku pemberi pengarahan dan dilanjutkan kepada staf dan pelaksana lapangan yaitu koordinator safety untuk diterangkan kepada karyawan produksi. Namun untuk informasi yang sifatnya mendesak biasanya langsung diinformasikan oleh staf K3 yang terkait.

Melakukan evaluasi

(22)

Jawab: Sejauh ini program belum berjalan secara optimal kalau saya rasa, kita masih terus berupaya untuk mengingatkan secara kontinu kepada karyawan akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja sehingga mereka bisa peduli akan hal ini. Sifat manusia yang terkadang lupa dan lalai untuk mengikuti aturan yang sudah kita terapkan. Dengan pemberian informasi dan motivasi, diharapkan para pekerja lebih peduli akan program K3 ini.

2. Bagaimana cara manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap program ini?

Jawab: Beberapa cara evaluasi yang telah kita lakukan, pertama: konsistensi dan komitmen akan program yang telah kita buat; yang kedua: penyimpanan record dan hasil evaluasi secara berkala; yang ketiga identifikasi kecelakaan dan yang keempat: tindakan koreksi dan perbaikan bila terjadi ketidaksesuaian.

3. Bila terjadi ketidaksesuaian, apa tindakan dan bagaimana perbaikannya? Jawab: Kita mengacu pada referensi yang dilakukan manajemen bila terjadi ketidaksesuaian, seperti: mengidentifikasi dan mengkoreksi ketidaksesuaian dan melakukan tindakan; menginvestigasi ketidaksesuaian, menentukan penyebab apa yang akan terjadi dan melakukan tindakan untuk menghindari terulangnya kejadian tersebut; mengevaluasi kebutuhan tindakan untuk mencegah ketidaksesuaian dan menerapkan tindakan yang layak untuk menghindari kejadian; mencatat

(23)

dan mengkomunikasikan hasil koreksi dan pencegahan; meninjau efektivitas tindakan koreksi dan tindakan pencegahan yang diambil.

4. Apakah ada sanksi bagi karyawan yang tidak mengikuti kebijakan K3? Jawab: Hingga saat ini kami belum memberikan sanksi yang berat terhadap karyawan yang berbuat salah, untuk koreksi biasanya kami memberi peringatan lisan agar tidak berbuat lagi dan terulang lagi.

5. Bagaimana tanggapan mereka mengenai hal tersebut?

Jawab: Mereka dapat menerima hal itu sebab itu adalah konsekuensi dari pekerjaan yang diperbuat.

6. Sejauh ini apakah program K3 ini sudah berjalan efektif?

Jawab: Menurut saya sejauh ini dari pengamatan saya program ini telah berjalan efektif sebab jumlah kecelakaan dari tahun ke tahun menjadi turun sehingga sasaran yang ingin kita capai yaitu zero accident bisa tercapai.

7. Apa dampak dari adanya program K3 ini?

Jwab: Dengan adanya program K3 akan berdampak pada terciptanya lingkungan kerja yang kondusif dimana para pekerja merasa sehat, aman dan nyaman saat berada di lingkungan kerja sehingga produktivitas itu dapat lebih ditingkatkan dan target yang sudah ditetapkan perusahaan dapat tercapai.

8. Menurut bapak, apa indikator yang digunakan untuk mengukur bahwa sosialisasi ini telah berjalan dengan efektif?

(24)

Jawab: Indikator yang tampak dari keberhasilan program K3 ini dengan menurunnya angka kecelakaan kerja di PT. Kofuku Abadi, terus tingkat kedisiplinan lebih bagus.

9. Seberapa besar nilai keselamatan kerja menurut bapak?

Jawab: Keselamatan kerja tidak dapat dinilai dengan apapun, sebab dengan kondisi tubuh yang sehat dan selamat kita masih dapat terus berkarya demi kemajuan bangsa dan Negara.

PEDOMAN WAWANCARA

Untuk Bapak Sutikno selaku staff K3 PT. Kofuku Abadi

(25)

1. Kapan bapak mulai bergabung dengan PT. Kofuku Abadi? Jawab: Sejak berdirinya perusahaan ini yaitu 17 Maret 2008 2. Bagaimana posisi dan peran bapak di perusahaan ini?

Jawab: Saya disini sebagai Engineering, Desain produk dan sebagai staff K3

Analisa Situasi

1. Apa pendapat bapak tentang budaya organisasi?

Jawab: Budaya organisasi menurut saya adalah sistem yang dianut dalam hal falsafah, keyakinan dan nilai yang ingin dikembangkan oleh suatu organisasi sebagai pedoman terhadap perilaku anggotanya.

2. Bagaimana tentang budaya organisasi yang ada di PT. Kofuku Abadi saat ini?

Jawab: Budaya yang ingin dikembangkan pada saat ini di PT. Kofuku Abadi adalah produktivitas dan kerja sama bagi setiap karyawan.

3. Mengapa produktivitas dan kerjasama diangkat dalam budaya organisasi di PT. Kofuku Abadi saat ini?

Jawab: Karena persaingan yang besar dalam dunia pabrikasi mendorong semua orang untuk melakukan suatu hal yang baru demi kemajuan perusahaan, dalam hal ini dengan kerja sama maka akan mendorong

(26)

berbagai upaya individu agar bekerja lebih produktif, efisien dan efektif, dan dengan produktivitas yang tinggi maka hasil yang kita inginkan bisa tercapai dengan baik dengan penghematan tanpa mengurangi sisi kualitas yang ingin dicapai.

4. Bagaimana cara perusahaan untuk menerapkan budaya organisasi yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Ya, salah satu cara yang dipakai yaitu dengan cara sosialisasi seperti serangkaian aktivitas untuk penyesuaian aktivitas individual dan keberhasilan organisasi. Seperti dilakukannya seleksi bagi calon karyawan, penempatan, pendalaman bidang kerja, penilaian, pemberian penghargaan, dan promosi.

5. Menurut bapak apa sih tentang budaya K3 atau Safety Culture?

Jawab: Menurut saya budaya K3 adalah suatu kondisi dimana kesehatan dan keselamatan kerja karyawan dapat terpelihara dengan baik, jadi semua bisa bekerja dengan benar.

6. Menurut bapak, mengapa budaya K3 itu penting di setiap perusahaan? Jawab: Berbagai permasalahan di tempat kerja selama proses produksi akan membuat potensi kecelakaan kerja. Untuk itu budaya K3 saat ini diperlukan untuk menjamin kesehatan dan keselamatan kerja baik secara fisik maupun psikologis. Selain itu, perlengkapan dan peralatan kerja dapat digunakan dengan sebaik-baiknya dengan hasil produksi sesuai yang diharapan.

(27)

Jawab: PT. Kofuku Abadi sudah menerapkan budaya K3 sejak tahun 2008, namun hanya sebatas pemberian informasi akan bahaya K3, dari tahun ke tahun mengalami perubahan dengan pemberian training untuk preventive bagi semua karyawan dalam bekerja dan sosialisasi yang terus menerus dilakukan.

8. Apakah setiap karyawan telah mengetahui tentang budaya K3?

Jawab: Budaya K3 kami tanamkan untuk semua karyawan, terutama bagi karyawan yang baru bergabung di perusahaan ini.

9. Menurut bapak sejauhmana mereka mengetahuinya?

Jawab: Dengan mengikuti instruksi kerja yang sudah kami buat sebagai pedoman mereka dalam bekerja sehingga mereka dapat bekerja dengan tepat.

Menetapkan objektif

1. Bagaimana pendapat bapak tentang program K3?

Jawab: Program K3, menurut saya merupakan sebuah program yang dibuat untuk melindungi pekerja, pengusaha maupun lingkungan kerja 2. Sasaran apa yang ingin dicapai dari program K3 ini?

Jawab: Sasaran dari program ini, untuk pekerja: melindungi diri dari kecelakaan kerja, penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan, dan bagi perusahaan: mengurangi tingkat kecelakaan kerja sehingga bisa

(28)

mengurangi biaya yang ditimbulkan bila terjadi kecelakaan kerja, menjaga lingkungan kerja agar tetap sehat dan nyaman.

3. Mengapa mengambil sasaran ini sebagai bagian dari program K3 ini? Jawab: Karena yang namanya K3 sangat diperlukan bagi perusahaan, jadi kalau tidak ada itu maka produktivitas tidak akan terwujud, terutama K3 kan tentang kesehatan dan keselamatan, jadi berhubungan dengan man power

4. Apa perbedaan antara program K3 yang terdahulu dengan program K3 saat ini?

Jawab: Ya, beda sekali, namanya kita dulu kan orangnya masih sedikit, dengan pengetahuan yang minim, sekarang sudah banyak, sebelumnya dengan training-training, jadi mereka sudah bisa mengetahuinya, dan yang sekarang lebih kepada APD (Alat Pelindung Diri) saat bekerja. Jadi saat ini lebih kepada safety tools-nya.

5. Berapa kali melakukan sosialisasi dengan komunikasi tatap muka dengan karyawan?

Jawab: Biasanya sih kalau ada job diluar perusahaan kita breafing dulu, tapi kita tiap minggu juga ada meeting pagi, setiap satu minggu sekali 6. Siapa saja yang terlibat dalam komunikasi tatap muka ini?

Jawab: Semua karyawan ikut dalam komunikasi ini

7. Apakah ada perbedaan sosialisasi program K3 ini antara yang terdahulu dengan yang sekarang?

(29)

Jawab: Secara intinya sih tidak ada, karena sudah jadi kebiasaan jadi kita mengulas terus menerus sebab kita disini kan intinya mau bekerja dengan baik, sehat dan selamat jadi lebih kepada pemberian motivasi kepada seluruh karyawan.

8. Bagaimana pesan yang disampaikan dalam sosialisasi program ini?

Jawab: Pesan disampaikan bersifat motivasi yang membangun seperti: “Marilah kita awali kerja dengan semangat dan akhiri dengan selamat“, Kualitas pekerjaan Anda adalah simbol kualitas keseluruhan tim. Marilah pastikan pekerjaan Anda berkualitas dengan baik.

9. Kenapa memilih pesan-pesan ini untuk disampaikan dalam proses sosialisasi?

Jawab: Pesan dipilih untuk memotivasi seluruh karyawan

10.Apa saja aktivitas yang terjadi selama program K3 ini berlangsung?

Jawab: Adanya training dan tanya jawab kepada semua karyawan saat breafing atau meeting

11.Berapa lama program K3 ini berlangsung?

Jawab: Review untuk setiap tahunnya, terutama untuk pekerjaan yang di luar perusahaan, kita sesuaikan dengan kebijakan perusahaan yang bersangkutan, meskipun kita sudah mengetahui K3 itu tapi sebelum melakukan aktivitas disana kita training ulang jadi untuk program K3 ini hanya review saja setiap tahunnya.

(30)

Jawab: Yang namanya semua sebab akibat, itu sudah diterangkan, ada suatu kejadian seperti kecelakaan kerja pasti ada terjadi karena kelalaian kita, misalnya karena tidak menggunakan APD maka akan berakibat seperti ini, ya seperti itulah.

13.Mengapa motivasi penting dalam melaksanakan program ini?

Jawab: Yang namanya manusia kadang ingat, kadang lalai, kadang lupa, kalau tidak kita ingatkan terus yang namanya ingatan kadang bisa terhapus, terus lupa. Jadi harus terus diingatkan.

14.Apa harapan bapak dari adanya program K3 ini?

Jawab: Adanya program K3 ini semua karyawan atau man power dapat sehat dan selamat, jadi bisa beraktivitas dengan baik sehingga apa yang kita harapkan bisa tercapai.

15.Apa saja isi dari program kerja yang ada di PT. Kofuku Abadi mengenai program K3?

Jawab: Program kerja yang ada di Kofuku Abadi, antara lain: Tanggung jawab karyawan dan pimpinan terhadap K3, Penggunaan alat pelindung diri, Penggunaan bahan kimia/B3 dan Informasi MSDS, Izin Kerja, Pengoperasian Forklift, Office Safety, Prosedur bila terjadi kecelakaan dan Prosedur Tanggap darurat.

(31)

1. Bagaimana bentuk komunikasi yang dipakai dalam proses sosialisasi budaya K3?

Jawab: Untuk komunikasinya dilakukan dengan cara tatap muka 2. Bagaimana bentuk strategi program K3 yang ada di PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Kita mengingatkan seperti me-review dan memberikan contoh tentang APD, seperti penggunaan safety shoes saat di workshop, kalau tidak dipatuhi ya kita suruh pulang saja.

3. Saat melakukan proses sosialisasi, komunikasi apa yang lebih efektif digunakan? Komunikasi satu arah atau dua arah, kenapa?

Jawab: Kalau menurut saya dua arah, misalnya kita menginginkan suatu hal tapi kita kan tidak mengetahui apa saja kendala-kendala yang dihadapi, sebab di lokasi kerja karyawan kan yang merasakannya, jadi harus ada hubungan timbal balik dengan karyawan.

4. Apa saja tugas bapak dalam membantu aktivitas sosialisasi budaya K3? Jawab: Melakukan meeting setiap Senin pagi dan saya juga ikut dengan karyawan bila ada pekerjaan di luar perusahaan dan dengan adanya pedoman dan instruksi yang ada

5. Siapa saja yang terlibat dalam aktivitas sosialisasi?

Jawab: Saya selaku staf K3 dan ada satu lagi koordinator safety 6. Apa saja target yang ingin dicapai melalui program ini?

(32)

Jawab: Ya intinya semua selamat, sehat dan produktivitas tercapai 7. Media apa saja yang dipakai dalam melaksanakan program K3 ini?

Jawab: Alat kerja, buku pedoman intruksi kerja dengan tampilan visual 8. Bagaimana dengan pesan yang disampaikan kepada khalayak atau

karyawan?

Jawab: Pakailah alat pelindung diri, alat perlengkapan kerja sesuai dengan kebutuhan dan kegunaannya sehingga kita bisa bekerja dengan sehat dan selamat.

9. Bagaimana proses jalannya sosialisasi yang ada pada saat ini?

Jawab: Ada meeting, breafing dan menggunakan alat peraga saat training untuk setiap minggunya kita selalu memberikan motivasi dan misalnya ada pekerjaan di luar perusahaan maka perlu kita breafing ulang.

10.Apa saja kendala yang dihadap saat melakukan proses sosialisasi?

Jawab: Orang kan kadang menerimanya macam-macam, kadang sudah kita motivasi dan ingatkan masih saja lupa menggunakannya, akhirnya saat disana tidak menggunakan safety tools maka tidak boleh bekerja dan kita suruh pulang lagi.

(33)

Jawab: Yang pasti sih seminggu sekali melakukan breafing tapi kalau ada pekerjaan di luar seperti dua hari ini ya, setiap hari kita laksanakan. Tergantung kebutuhan.

12.Berapa kali dalam setahun terjadi kecelakaan kerja?

Jawab: Sekarang ini sih sudah ga terlalu ya Mba. Untuk pastinya sih kita ada datanya dan semuanya tidak ada yang berat kok.

13.Kalau boleh saya tahu, apa saja kasus-kasus itu?

Jawab: Seperti mata kena graf saat grinda, tangan kegencet part , tidak menggunakan alat penutup muka/kedok saat mengelas sehingga menyebabkan mata belek.

14.Apa penyebab terjadinya kecelakaan kerja?

Jawab: Yang sering terjadi kecelakaan kerja adalah karyawan lalai, tidak konsentrasi selama beraktivitas dan tidak mengikuti dan mengindahkan intruksi kerja yang ada.

15.Langkah awal apa yang diambil saat terjadi kecelakaan tersebut?

Jawab: Kita ada alat P3K di ruang produksi, jadi bila ada kecelakaan kerja yang paling awal kita obati dulu, sekiranya lukanya cukup besar dan tidak bisa kita tangani maka kita akan ambil tindakan dengan membawanya ke rumah sakit.

(34)

Jawab: Untuk sosialisasi sih tidak ada, sebab hal ini kan bersifat langsung dan tatap muka, jadi saya rasa sih tidak perlu di buat anggarannya.

2. Berapa dana yang diperlukan dalam program K3 ini?

Jawab: Kita membuat anggaran dengan dana cadangan, semua tergantung kebutuhan, jadi sewaktu-waktu bisa keluarkan ketika hal ini di perlukan, untuk besarnya tidak bisa kita sebutkan.

Menyusun taktik

1. Apa saja taktik yang dilakukan dalam program K3 ini?

Jawab: Taktik untuk mencapai tujuan dari program K3 ini seperti dukungan dari manajemen; tanggung jawab pimpinan; sikap positif terhadap keselamatan kerja dan penguasaan terhadap program K3 serta tanggung jawab pelaksana

2. Apakah karyawan dapat mengajukan pertanyaan dan masukan saat proses sosialisasi?

Jawab: Boleh saja, selama saran dan masukan itu membawa kemajuan bagi perusahaan, itu bagus sekali menurut saya.

Menentukan staff

(35)

Jawab: Orang-orang yang terlibat ada pimpinan kami yang terkadang suka terjun langsung ke lapangan, lalu saya selaku staf K3 dan koordinator safety

Melakukan evaluasi

1. Apakah program ini sudah berjalan dengan maksimal?

Jawab: Menurut saya masih perlu perbaikan terutama penanaman paham terhadap setiap karyawan dengan terus memberikan perhatian dan motivasi akan arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja terutama untuk semua pihak-pihak yang ada di PT. Kofuku Abadi, jadi apa yang telah ditargetkan dapat terlaksana dengan tepat sesuai harapan kita bersama.

2. Bagaimana cara manajemen untuk melakukan evaluasi terhadap program ini?

Jawab: Model evaluasi yang biasanya kita lakukan terhadap program ini dengan konsistensi dan komitmen terhadap program ini lalu penyimpanan record dan hasil evaluasi secara berkala; selain itu identifikasi kecelakaan dan yang paling penting adalah tindakan koreksi dan perbaikan bila terjadi ketidaksesuaian.

3. Bila terjadi ketidaksesuaian, apa tindakan dan bagaimana perbaikannya? Jawab: Sesuai dengan referensi yang telah dibuat oleh manajemen jika terjadi ketidaksesuaian, kita melakukan langkah-langkah seperti:

(36)

mengidentifikasi,mengkoreksi ketidaksesuaian dan melakukan tindakan; menginvestigasi ketidaksesuaian, menentukan penyebab apa yang akan terjadi dan melakukan tindakan untuk menghindari terulang lagi; mengevaluasi kebutuhan tindakan untuk mencegah ketidaksesuaian dan menerapkan tindakan yang layak untuk menghindari kejadian; mencatat dan mengkomunikasikan hasil koreksi dan pencegahan; meninjau efektivitas tindakan koreksi dan tindakan pencegahan yang diambil.

4. Apakah ada sanksi bagi karyawan yang tidak mengikuti kebijakan K3? Jawab: Ada, kami akan memberikan sanksi seperti teguran lisan, lalu ada Surat Peringatan bila karyawan yang bersangkutan sudah melakukan kesalahan yang sama lebih dari dua kali.

5. Bagaimana tanggapan mereka mengenai hal tersebut?

Jawab: Setahu saya mereka paham akan sanksi yang ada, sebab bila melanggar peraturan harus berani untuk menerima konsekuensi yang sudaha ditetapkan oleh manajemen.

6. Sejauh ini apakah program K3 ini sudah berjalan efektif?

Jawab: Menurut saya belum efektif sebab terkadang masih saja ada karyawan yang melanggar aturan yang sudah ada, jadi masih harus terus kita ingatkan. Tapi dari segi kecelakaannya sih sudah bagus, dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

(37)

Jwab: Program ini berdampak pada turunnya angka kecelakaan kerja dan memberikan pengetahuan yang luas akan arti pentingnya kesehatan dan keselamatan kerja bagi setiap karyawan serta bisa berdampak pada kualitas dan produktivitas perusahaan untuk kedepannya.

8. Menurut bapak, apa indikator yang digunakan untuk mengukur bahwa sosialisasi ini telah berjalan dengan efektif?

Jawab: Semua pihak paham, mengerti dan melaksanakan apa yang sudah disampaikan melalui sosialisasi ini, dan yang paling penting adalah menurunnya angka kecelakaan kerja. Hal ini yang menjadi tujuan dari perusahaan ini.

9. Seberapa besar nilai keselamatan kerja menurut bapak?

Jawab: Keselamatan kerja merupakan hal terpenting dalam kehidupan. Tanpa hal ini mana mungkin kita bisa bekerja dengan baik. Jadi menurut saya keselamatan kerja adalah prioritas.

PEDOMAN WAWANCARA

Untuk Bapak Anto selaku Koordinator Lapangan K3 PT. Kofuku Abadi

Perkenalan

(38)

Jawab: Tepatnya saya kurang lebih sudah hampir 4 tahun, untuk tahunnya saya lupa tapi kira-kira sudah 4 tahun.

2. Bagaimana posisi dan peran bapak di perusahaan ini?

Jawab: Untuk saat ini saya kebetulan memegang Engineering dan Koordinator lapangan safety

Analisa Situasi

1. Bagaimana pendapat bapak mengenai program K3?

Jawab: Menurut saya K3 sangat bagus sekali karena itu untuk menekan kecelakaan supaya tidak terjadi kecelakaan yang lebih parah dan setiap perusahaan pasti akan menerapkan itu karena program K3 kan khususnya untuk menciptakan zero accident lah kalau dibilang seperti itu.

2. Apakah di perusahaan ini sudah menerapkan K3?

Jawab: Untuk K3nya sudah diterapkan dan menurut kami terutama untuk safety tool, penggunaan helm khususnya. Kalau kita mengerjakan pekerjaan di luar perusahaan, kita harus mengikuti aturan yang ada di perusahaan itu.

3. Apakah ada perbedaan program K3 yang terdahulu dengan yang sekarang, bagaimana perkembangannya ?

Jawab: Kalau untuk programnya itu artinya tidak jauh beda, karena disetiap akhir periode selalu melakukan evaluasi, di setiap peraturan yang

(39)

lama bila tidak terlalu signifikan mungkin maka akan dilakukan perubahan yang intinya untuk menjadikan zero accident.

4. Apa contoh program K3 yang paling kongkrit dari yang terdahulu dengan yang ada saat ini?

Jawab: Ya yang pertama kita untuk safety, seperti safety shoes karena kita berkaitan dengan alat-alat berat seperti besi dan segala macamnya, lalu ada sarung tangan terus kacamata untuk mengelas, jadi untuk sekarang lebih kepada tools-nya yang lebih penting dan yang sudah berjalan kita selalu mengingatkan kepada karyawan untuk lebih berhati-hati dalam bekerjanya, dan itu setiap hari Senin kita ada brefing dan itu pada setiap akhir breafing pasti manajemen membicarakan tentang bahwa bagaimana supaya tidak terjadi kecelakaan.

5. Dalam kurun waktu setahun pernah terjadi kecelakaan kerja berapa kali? Jawab: Dalam satu tahun ini untuk kecelakaan yang fatal tidak ada. Untuk kecelakaan kecil paling hanya tergores pada tangan, terjepit karena mungkin dari orang yang melakukan pekerjaan itu tidak hati-hati.

6. Seperti apa contohnya kecelakaan kerja yang terjadi di PT. Kofuku ini? Jawab: Seperti pada saat menggangkat besi misalnya mereka berdua atau mereka bertiga, mereka tidak kompak, saat menurunkan besi tersebut salah satu ada yang „bengong‟ sehingga terjadi accident hal ini terjadi karena ada salah satu karyawan yang tidak memakai safety shoes dengan alasan sepatunya masih basah karena dicuci kemarin.

(40)

7. Menurut bapak apa yang menjadi penyebab kecelakaan kerja?

Jawab: Yang pertama mungkin lalai ya, kadang-kadang tidak mematuhi peraturan seperti pada saat grinda tidak memakai kacamata transparan khusus. Karena mungkin lalai tadi yang saya bilang sehingga akibatnya percikan api saat proses grinda bisa langsung mengenai mata. Terkadang pekerja lupa untuk memakai kacamata tersebut saat melakukan pekerjaan grinda.

8. Apa langkah awal yang dilakukan ketika terjadi kecelakaan tersebut? Jawab: Yang pertama untuk penanganannya kita menggunakan P3K dulu dan kalau itu sangat serius maka kita akan langsung bawa ke rumah sakit. Strategi Komunikasi

1. Bagaimana proses aktivitas sosialisasi K3 di perusahaan ini?

Jawab: Sejauh ini kita masih mensosialisasikan artinya untuk menekan angka kecelakaan mengenai safety tool seperti sarung tangan, safety shoes, helm, kacamata khusus, untuk dipakai saat proses pekerjaan dan untuk masing-masing karyawan diminta untuk mengingatkan karyawan lain untuk lebih berhati-hati dan untuk selalu menggunakan safety tools.

(41)

Jawab: Biasanya pasti ada, seperti contohnya ada yang tidak terbiasa menggunakan sarung tangan, di suruh menggunakan sarung tangan kadang-kadang ada yang menolak. Tapi sejauh ini masih bisa kita arahkan. 3. Bagaimana mengatasi kendala tersebut?

Jawab: Untuk mengatasinya, kita selalu mengingatkan dan kita selalu memberikan pengarahan apabila kamu tidak menggunakan ini maka akan berakibat seperti ini misalnya.

4. Apakah ada kendala selama melakukan komunikasi untuk sosialisasi budaya K3?

Jawab: Kalau untuk komunikasi saya rasa mereka mengerti sebab mereka sudah mengerti akan sosialisasi yang telah kita berikan kenapa perusahaan menganjurkan menggunakan untuk safety meminimalisir kecelakaan tools sebab bila mereka tidak mematuhi aturan tersebut akan terjadi kecelakaan, maka perusahaan akan mengalami kerugian dan mengeluarkan biaya. 5. Apa saja aktivitas yang dilakukan dalam rangka sosialisasi budaya K3?

Jawab: Untuk saat ini kita sudah masih menggunakan standar penggunaan safety tools saat proses produksi seperti mengelas harus pake „kedok‟ dan untuk grinda harus pakai kacamata transparan khusus seperti itulah aktivitas yang ada saat ini.

6. Apakah karyawan dibebaskan untuk mengajukan pertanyaan dan masukan kepada setiap perubahan?

(42)

Jawab: Oh boleh sekali, misalnya ada saran dalam penggunaan safety seperti kacamatanya diganti dengan full face atau kedok untuk mengelas diganti menjadi yang lebih bagus, seperti itulah.

Melakukan Evaluasi

1. Sampai sejauhmana program K3 ini telah dilakukan dengan yang ada di lapangan?

Jawab : Untuk sejauh ini dilapangannya ya kita arahkan kepada safety tools-nya yang sepengetahuan saya dalam melakukan pekerjaan.

2. Apakah ada sanksi bagi yang mereka yang melanggar peraturan yang telah dibuat dalam program K3?

Jawab: Ada sanksinya, kalau kemarin ada teguran lisan mungkin kalau nanti terulang lagi maka akan diberikan SP (Surat Peringatan). Atau dulu kita pernah memberikan sanksi seperti tidak menggunakan safety shoes maka tidak boleh bekerja dan disuruh pulang.

3. Bagaimana tanggapan karyawan mengenai sanksi tersebut?

Jawab: Untuk saat ini tidak ada masalah, mereka menerima dan konsisten sebab sanksi masih terus berlaku dan mereka sudah tahu dan menerimanya.

(43)

Jawab: Untuk saat ini mereka mendukung apa yang telah kita dukung sebab mereka telah menggunakan safety yang telah kita anjurkan, sebab kita telah mempersiapkan safety tools apa yang akan digunakan dalam melakukan pekerjaan apabila mereka tidak menggunakannya berarti mereka tidak ikut mendukung dan berpartisipasi dalam program K3 yang telah kita buat.

5. Apakah sejauh ini program K3 berjalan cukup efektif?

Jawab : Menurut saya lumayan efektif sebab bila mereka tidak mematuhinya maka akan mendapatkan sanksi

6. Seberapa besar nilai keselamatan kerja menurut bapak?

Jawab: Oh ya sangat besar sekali karena menurut saya dengan kita berhati-hati maka kita bisa terhindar dari kecelakaan.

PEDOMAN WAWANCARA

Untuk Bapak Mulyadi selaku karyawan produksi PT. Kofuku Abadi

(44)

1. Kapan bapak mulai bergabung dengan PT. Kofuku Abadi?

Jawab: Saya mulai bekerja di PT. Kofuku pada tahun 2010, jadi baru sekitar 2 tahunan.

2. Apa tugas bapak di perusahaan ini?

Jawab: Saya salah seorang karyawan bagian proses produksi, boleh dikatakan operator produksinya lah. Jadi saya bekerja sesuai intruksi atasan di lapangan.

Analisa Situasi

1. Apakah bapak mengetahui tentang program K3 di perusahaan ini?

Jawab: Yang saya tahu program K3 berhubungan dengan aktivitas kerja saya di produksi yang bersangkutan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.

2. Sampai sejauhmana bapak mengetahuinya?

Jawab: Kalau yang saya tahu sih tentang penggunaaan alat-alat keselamatan selama bekerja seperti penggunaan sepatu safety, sarung tangan, kacamata khusus buat „ngelas’, terus ada helm sampai tata cara penggunaanya di lapangan.

3. Bagaimana sosialisasi tentang K3 yang terjadi di perusahaan ini?

Jawab: Sosialisasi dan informasi tentang bahaya, jika tidak menggunakan peralatan pengaman, saat di lapangan dan anjuran untuk penggunaan alat

(45)

itu biasanya sih kita ada breafing setiap Senin. Dan tidak lupa juga sebelum beraktivitas biasanya kita di kumpulkan dulu untuk dikasih informasi yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dibuat.

4. Apakah ada kendala yang terjadi saat melakukan aktivitas langsung di lapangan?

Jawab: Sejauh ini sih kendala pasti ada, yang namanya aktivitas produksi pasti berhubunganlah dengan keselamatan dan kesehatan. Paling kendalanya kalau misalnya ada salah satu teman kerja kita yang tidak mau memakai peralatan safety maka akibatnya bisa celaka atau tidak mengikuti instuksi kerja yang ada.

5. Menurut bapak perlukah sanksi dijatuhkan bila seorang karyawan melanggar peraturan?

Jawab: Menurut saya sih sah-sah aja selama sesuai dengan perbuatan dan tanggung jawabnya, sebab dalam setiap pekerjaan punya konsekuensi atas yang diperbuat.

6. Apakah bapak pernah melakukan kesalahan produksi sehingga mengakibatkan bapak terkena sanksi?

Jawab: Sejauh ini saya sih belum pernah melakukan kesalahan atau kecelakaan kerja, ya mudah-mudahan saja saya selalu berhati-hati dan waspada dalam melakukan aktivitas produksi

(46)

7. Apakah bapak merasa terganggu dengan adanya berbagai atribut yang harus dipakai untuk menghindari kecelakaan kerja?

Jawab: Sejauh ini sih biasa saja Mba, ya paling dengan adanya atribut atau peralatan kerja pendukung melakukan aktivitas jadi agak lamban dan lelet, tapi supaya terhindar dari kecelakaan kerja kalau dari saya sih mending kita pakai saja selama itu bisa menguntungkan kita juga dari segi keselamatan dan efek kedepannya.

8. Apakah bapak mengetahui apa saja sosialisasi di perusahaan ini?

Jawab: Saya tau, sebab setiap karyawan baru akan di training oleh staf k3 yang terkait seperti penggunaan alat kerja di tempat kerja, apa saja yang boleh dan tidak boleh dilakukan selama bekerja. Informasi di mading dan breafing mingguan.

9. Apakah bapak mengetahui dan memahami tentang program K3?

Jawab: Yang saya tahu sih dengan program ini dibuat agar kita bisa terhindar dari bahaya kerja, selamat dan sehat sampai kedepannya.

10.Apakah selama ini informasi yang disampaikan mengenai program K3 cukup berjalan baik?

Jawab: Informasi yang ada sih sudah cukup, ada breafing, info yang ada di mading perusahaan terus penyampaian K3 yang terus menerus saat breafing tiap minggu seperti penggunaan alat kerja yang ada, sepatu safety,

(47)

sarung tangan, helm dan kacamata pelindung untuk mengelas, grinda saya rasa sih sudah maksimal.

11.Menurut bapak apakah ada keuntungan atau kerugian dengan adanya program K3 ini?

Jawab: Kalau dari sisi keuntungan sih, dari pendapat saya bisa terhindar dari kecelakaan kerja terus selamat juga, jadi bisa terus bekerja. Kalau kerugiannya sih tidak ada ya, karena K3 itu juga demi kebaikan kita juga untuk kedepannya.

12.Seberapa pentingkah keselamatan menurut bapak?

Jawab: Penting sekali Mba, sebab kalau kita tidak bekerja dengan selamat, bagaimana mungkin kita bisa bekerja dalam waktu lama? Jadi keselamatan menjadi No.1 supaya bisa terus bekerja

(48)

RESULT RECOMMENDED REMARKS 1 Eko S 2 Sutikno 3 Anto 4 Sunyoto 5 Sudianto Note:

Identifikasi Aspek Keselamatan Kerja

Identifikasi Aspek Terhadap Mesin dan Peralatan Kerja Identifikasi Potensial Bahaya dan Penilaian Resiko Monthly Review

MONTH : NO AUDITOR

(49)

Issued No. : Location :

Subject : Perform by :

Date : Date of check :

Time :

1. Personal Identification : 1.1 Name :

Emp. No :

1.2 Operational Lisence (Surat izin Operasional) 1.3 Training / Internal Training

1.4 Physical Condition (In good condition) 1.5 Other : 2. Equipment Indication 2.1 Performed 2.2 Safety Equipment/indication 2.3 Others 3. Method

3.1 Safety work instruction 3.2 Poor safety knowlegde

3.3 There was another activity in same place 3.4 Using safety equipment to minimize the accident possibility

3.5 Others :

OK/Accept No/Can't Accept

Recommendation : Verification

: : :

Prepared Approved Reviewed

(50)

No Target Kontrol Bahaya Rencana Pengendalian Resiko Limit date Responsible Section PIC Progress Keterangan

Proses Pengendalian Resiko

Note : Jika tidak ada aktivitas beri tanda "…" 1. Eliminasi ( Melakukan perbaikan dengan menghilangkan faktor resiko ) 100% 2. Substitusi ( Melakukan penggantian faktor resiko ) 100%

3. Engineering ( Modification equipment/alat yang menjadi faktor resiko ) 70%-90% 4. Administrasi ( Melakukan perbaikan petunjuk kerja/WI dan Training ) 10%-50% 5. APD ( Memfasilitasi dengan Alat Pelindung Diri ) 20%

Aktivitas/Kegiatan/Proses

SASARAN TARGET PROGRAM K3

TAHUN :

(51)

Section : Manufakturing Year : 2012

Prediksi

Resiko Nyaris Terjadi Rencana Aktual Jarang Zero 1 Transfer Product Roda troly macet terganjal Material/Prod. v

sesuatu saat didorong jatuh

2 Daily check Tangan langsung bersentuhan Luka jari/bakar v Menggunakan sarung tangan

Machine dengan part dan mesin anti panas

3 Mengencangkan, Baut sleck saat dikendorkan Terkilir v Mengganti baut yang sleck mengendorkan atau dikencangkan Terbentur

baut clamp

Evaluasi Kategori

DAFTAR AKTIVITAS AKAN, NYARIS DAN TERJADI RESIKO

(52)

(53)

1. Marilah kita mulai semua aktivitas ini dengan sikap positif dan penuh semangat pastikan segalanya benar dari awal

2. Mari kita mulai bekerja dengan benar, penuh konsentrasi rasa memiliki dan kenali bahaya yang mungkin terjadi

3. Ingat..! Informasi itu penting !!! Pastikan orang yang Anda beri informasi mengerti apa yang akan dilakukan sesuai tujuan. Ingat !!! Jangan sampai salah mengerti dan salah bertindak

4. Tegurlah teman Anda bila bekerja dalam situasi dan kondisi tidak aman 5. Tegurlah teman Anda bila bekerja dalam kondisi tidak aman dan

membahayakan jiwa

6. Taati semua Peraturan dan Prosedur kerja agar terhindar dari kecelakaan kerja

7. Perhatikan cara mengangkat barang yang benar, tumpuan pada paha, jangan pada punggung Anda

8. Marilah kita awali kerja dengan semangat dan akhiri dengan selamat 9. Kualitas pekerjaan Anda simbol kualitas team, Marilah pastikan pekerjaan

Anda berkualitas baik

10.Tegurlah teman Anda bila bertindak tidak benar, karena menegur teman Anda tersebut Anda berbuat baik menyelamatkan satu team, satu section, bahkan lebih dari itu.

(54)

MODUL TRAINING

Dasar - Dasar Keselamatan dan

Kesehatan Kerja

(55)

I. UMUM

1.1Tujuan Modul Training

II. Dasar-Dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja

2.1Pengertian K3 2.2Tujuan K3

2.3Definisi / istilah-istilah dalam K3 2.4Sebab-sebab Kecelakaan Kerja 2.5Pencegahan Kecelakaan Kerja 2.6Analisa Kecelakaan Kerja

III. Penerapan K3 di PT. Kofuku Abadi

3.1Visi dan Misi PT. Kofuku Abadi

3.2 Kebijakan Health, Safety and Environmental

3.3Tanggung jawab karyawan dan pimpinan terhadap K3 3.4Menggunakan alat pelindung diri

3.5Penggunaan bahan kimia/B3 dan Informasi MSDS 3.6Izin Kerja

3.7Pengoperasian Forklift

3.8 Office Safety

(56)

I. UMUM

1.1Tujuan Modul Training

Tujuan dibuatnya modul training keselamatan dan kesehatan kerja (K3) adalah untuk mempermudah menyampaikan gambaran dasar tentang K3, agar karyawan memiliki pengetahuan dan kemampuan mencegah kecelakaan kerja, mengembangkan konsep dan kebiasaan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja, memahami ancaman bahaya yang ada di tempat kerja dan melakukan langkah pencegahan kecelakaan kerja.

II. Dasar-dasar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) 2.1Pengertian Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

a. K3 berdasarkan filosofi adalah suatu pemikiran dan upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmaniah maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adil dan makmur.

b. K3 berdasarkan keilmuan adalah ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, kebakaran, peledakan, pencemaran dan penyakit akibat kerja (accident prevention).

c. K3 berdasarkan praktis adalah upaya perlindungan agar tenaga kerja selalu dalam keadaan selamat dan sehat selama melakukan pekerjaan di tempat kerja, serta melakukan pekerjaan di tempat kerja, serta melakukan pekerjaan di tempat kerja maupun sumber dan proses produksi dapat secara aman dan efisien dalam pemakaiannya.

d. K3 menurut Undang-Undang No. 1 tahun 1970 adalah keselamatan kerja dalam segala tempat kerja dalam segala tempat kerja, baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air maupun di udara, yang berada di dalam wilayah kekuasaan hukum Republik Indonesia.

2.2Tujuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

(57)

kerja

c. Menjamin setiap tenaga kerja dan orang lainnya yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan atas keselamatannya; Setiap sumber produksi dapat dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien; Proses produksi berjalan lancar

2.3Definisi / Istilah dalam K3

a. Safety/keselamatan yaitu kemampuan mengendalikan kerugian dari kecelakaan (control of accident loss), kemampuan untuk mengidentifikasi dan menghilangkan resiko yang tidak bisa diterima (the ability to identify and eliminate the unacceptable risk)

b. Health/kesehatan yaitu derajat/tingkat keadaan fisik dan psikologi individu (the degree of physical and psychological well being to individual)

c. Hazard/potensi bahaya yaitu sumber potensial bahaya yang dapat menyebabkan kerusakan/kecelakaan. Hazard dapat berupa bahan kimia, bagian mesin, bentuk energi, metode kerja/situasi kerja.

d. Danger/tingkat bahaya yaitu tingkat bahaya dari suatu kondisi di mana/kapan muncul sumber bahaya.

e. Risk/resiko yaitu kemungkinan terjadinya kecelakaan/kerugian pada periode tertentu/siklus operasi tertentu.

f. Insiden yaitu kejadian yang tidak diinginkan bilamana pada saat itu, sedikit saja ada tindakan tidak aman maka dapat mengakibatkan kecelakaan kerja.

g. Accident/kecelakaan yaitu suatu kejadian yang tidak diinginkan berakibat cedera pada manusia, kerusakan barang, gangguan terhadap pada pekerjaan dan pencemaran lingkungan.

h. Safe/aman, selamat yaitu kondisi dimana/kapan munculnya sumber bahaya telah dapat dikendalikan ke tingkat yang memadai dan ini adalah lawan dari bahaya/danger.

i. Tindakan tidak aman yaitu suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terhadap terjadinya kecelakaan.

(58)

yang mungkin dapat langsung mengakibatkan terjadinya kecelakaan.

2.4Sebab-sebab Kecelakaan Kerja

Faktor-faktor penyebab terjadinya kecelakaan kerja mencakup 5 M yaitu :

1. Manusia

2. Manajemen (unsur pengatur) 3. Material (bahan-bahan) 4. Mesin (peralatan)

5. Medan (tempat kerja/lingkungan kerja)

Semua unsur tersebut saling berhubungan dan membentuk suatu system tersendiri. Ketimpangan pada salah satu/lebih unsur tersebut akan menimbulkan kecelakaan/kerugian. Berikut ini contoh ketimpangan unsur 5M diantaranya:

1. Unsur manusia, antara lain: Tidak adanya unsur keharmonisan antar tenaga kerja maupun pimpinan; Kurangnya pengetahuan/keterampilan dan kaidah keselamatan; Ketidakmampuan fisik/mental; Kurangnya motivasi

2. Unsur manajemen, antara lain: Kurang pengawasan (lack of control);

Struktur organisasi yang tidak jelas dan kurang tepat; Tidak ada/kesalahan prosedur operasi; Kesalahan pembinaan pekerja

3. Unsur material, antara lain: Adanya bahan bahaya dan beracun/mudah terbakar; Adanya bahan yang bersifat kondusif

4. Unsur mesin, antara lain: Cacat pada waktu proses pembuatan; Kerusakan karena pengoperasian; Kesalahan perencanaan

5. Unsur medan (tempat kerja/lingkungan kerja), antara lain: Penerangan tidak tepat (silau/gelap), Ventilasi buruk/housekeeping yang jelek (5S)

2.5Pencegahan Kecelakaan Kerja

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan media interaktif dalam penelitian ini diharapkan memberikan pengalaman yang menyenangkan, mengingat pembelajaran dengan media interaktif cukup

Tahap ini mencakup kegiatan-kegiatan analisis terkait kebutuhan awal pada tahap pengembangan yang meliputi (a) analisis kebutuhan dengan merincikan permasalahan

Constrraint tidak dapat digunakan dalam kolom yang diberikan tipe data LONG.. Jika anda akan menyimpan data seperti Video (AVI) sebaiknya anda menggunakan tipe

lebi bih h da dari ri )2 )2 ha hari ri da dari ri pe peng nghe hent ntia ian n 0b 0bat at da dari ri re reak aksi si k0 k0le lest stat atik ik9 9 de deng ngan

Para peneliti mengemukakan )ah,a kinerja )erke!inam)ungan dalam peru!ahaan terjadi pada !aat pemimpin atau manejer dalam peru!ahaan mentran!'rma!ikan peru!ahaan

Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, 2011. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini.. yang dilakukan oleh pihak sekolah terhadap kemampuan peserta didik.

Bahwa berdasarkan hasil pleno KPU Kota Malang pada tanggal 13 Juni 2014 maka KPU Kota Malang menugaskan kepada saudara Fajar Santosa, SH selaku Komisioner Divisi Hukum dan

1) Representasi menurut pendapat Sumardjo, (dalam Aisyah, 2003;29) yaitu penggambaran (pencerminan) yang melambangkan kenyataan. 2) Realitas ialah kenyataan sedangkan