• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.6 Instrumen Penelitian

3.6.2 Pedoman Wawancara

Peneliti melakukan wawancara dengan tujuan untuk menganalisis kebutuhan media pembelajaran IPA berbasis Montessori dari beberapa narasumber. Wawancara ditunjukkan kepada siswa kelas II, guru kelas II, dan kepala sekolah SD Negeri Tampir Kulon 1. Wawancara dilakukan dengan tujuan untuk menganilisis kebutuhan media pembelajaran IPA dari narasumber.

3.6.2.1 Wawancara Kepala Sekolah

Pengumpulan data melalui kegiatan wawancara salah satunya dilakukan kepada Kepala SD Negeri Tampir Kulon. Wawancara yang dilakukan dengan Kepala SD Negeri Tampir Kulon tersebut dilakukan untuk mengumpulkan data terkait dengan ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran di sekolah. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur sehingga peneliti hanya menggunakan garis besar pedoman pada saat mengumpulkan data (Sugiyono, 2014:197). Berikut merupakan garis besar wawancara dengan kepala sekolah.

Tabel 3.2 Rencana wawancara dengan Kepala Sekolah

No Topik Pertanyaan

1. Informasi berkaitan dengan sekolah

2. Ketersediaan media pembelajaran di sekolah

a. Media Pembelajaran IPA yang sudah ada di sekolah b. Pengadaan media pembelajaran IPA di sekolah c. Perawatan alat peraga IPA di sekolah

3. Penggunaan media pembelajaran IPA dalam pembelajaran 4. Penelitian yang pernah dilakukan di sekolah berkaitan dengan alat

46 3.6.2.2 Wawancara Guru Kelas II

Pengumpulan data melalui kegiatan wawancara selanjutnya dilakukan dengan guru kelas II. Wawancara kepada guru kelas dilakukan untuk mengumpulkan data terkait dengan ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran di sekolah serta kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur. Berikut tabel 3.3 merupakan garis besar wawancara dengan guru kelas II.

Tabel 3.3 Rencana Wawancara dengan Guru Kelas II

No Topik Pertanyaan

1. Ketersediaan media pembelajaran di kelas

a. Media pembelajaran IPA yang dimiliki oleh kelas b. Pengadaan media pembelajaran IPA oleh guru

2. Penggunaan media pembelajaran IPA dalam pembelajaran

3. Kesulitan yang dialami guru dalam menyampaikan materi pembelajaran IPA

4. Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA

5. Usaha yang dilakukan guru untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut

3.6.2.3 Wawancara Siswa Kelas II

Pengumpulan data melalui kegiatan wawancara selanjutnya dilakukan kepada 5 siswa kelas II. Wawancara yang dilakukan kepada 5 siswa tersebut bertujuan untuk mengumpulkan data terkait dengan penggunaan media pembelajaran serta kesulitan belajar yang dialami oleh siswa. Wawancara yang dilakukan dengan menggunakan teknik wawancara tidak terstruktur. Berikut merupakan garis besar wawancara dengan siswa kelas II pada tabel 3.4 .

47 Tabel 3.4 Kisi-kisi Wawancara Siswa

No Topik Pertanyaan

1. Tanggapan terhadap pembelajaran IPA yang selama ini terjadi 2. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran IPA 3. Kesulitan belajar yang dialami siswa dalam pembelajaran IPA

Pedoman wawancara Kepala Sekolah, guru kelas II, siswa kelas II tersebut telah divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli, dan guru SD setara. Instrumen tersebut divalidasi agar dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang valid selama penelitian. Uji validitas yang dilakukan adalah validitas konstruk. Hal ini sesuai dengan pendapat Sudaryono, dkk (2013:35) yang menyatakan bahwa wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang digunakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Pedoman yang digunakan dalam wawancara berisi tentang uraian penelitian yang dituangkan dalam bentuk daftar pertanyaan agar proses wawancara dapat berjalan dengan baik.

Menurut pendapat Sugiyono (2014: 176) instrumen nontes yang digunakan untuk mengukur sikap perlu diuji melalui validitas konstruk (construct validity). Validitas konstruk berkaitan dengan suatu instrumen dapat mengukur konsep dari suatu teori yang menjadi dasar penyusunan instrumen (Widoyoko, 2014:175). Oleh karena itu, pedoman wawancara tersebut diuji dengan menggunakan validitas konstruk.

48 3.6.3 Kuisioner

Istrumen kuesioner digunakan dalam beberapa hal yaitu analisis kebutuhan, validasi produk oleh para ahli, dan validasi produk melalui uji lapangan terbatas.

3.6.3.1Kuisioner Analisis Kebutuhan

Bentuk kuesioner yang digunakan dalam analisis kebutuhan ini adalah kuesioner terbuka. Kuesioner terbuka pada analisis kebutuhan dapat dijawab secara bebas oleh responden. Responden pada kuesioner analisis kebutuhan ini adalah semua siswa kelas II dan guru kelas II di SD Negeri Tampir Kulon. Hasil kuesioner tersebut digunakan oleh peneliti sebagai bahan pertimbangan dalam merancang produk pengembangan media pembelajaran IPA. Selain itu, kuesioner analasisi kebutuhan tersebut dirancang berdasarkan karakteristik media pembelajaran yang dikembangkan. Berikut ini merupakan kisi-kisi kuesioner analisis kebutuhan untuk siswa dan guru yang disajikan dalam tabel 3.5

Tabel 3.5 Kisi-kisi Kuisioner Analisis Kebutuhan untuk Siswa dan Guru Kelas II

Indikator Deskriptor Nomor item

Kuesioner Guru Kuesioner Siswa Auto-education 1. Menggunakan media pembelajaran dalam pembelajaran IPA

2. Memahami konsep matematika secara mandiri

Kontekstual 1. Memanfaatkan benda dari lingkungan sekitar

49 2. Membuat siswa semangat untuk

belajar Bergradasi

1. Dapat digunakan untuk lebih dari satu kompetensi

2. Berat alat peraga

Auto-correction

1. Membantu menemukan kesalahan sendiri 2. Membantu menemukan

jawaban yang benar

Instrumen kuesioner analisis kebutuhan untuk guru dan siswa tersebut telah divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli bahasa, pembelajaran IPA, dan guru SD setara. Instrumen tersebut divalidasi agar dapat digunakan untuk mengumpulkan data yang valid selama penelitian. Uji validitas yang dilakukan adalah validitas konstruk. Hal ini sesuai dengan pendapat Sugiyono (2014:176) yang menyatakan bahwa instrumen nontes yang digunakan untuk mengukur sikap perlu diuji melalui validitas konstruk (construct validity). Validitas konstruk berkaitan dengan suatu instrumen dapat mengukur konsep dari suatu teori yang menjadi dasar penyusunan instrumen (Widoyoko, 2014:175).

3.6.3.2 Kuisioner Validasi Produk

Penyusunan kuesioner validasi produk yang dilakukan oleh peneliti berdasarkan pada 5 indikator karasteristik media pembelajaran yang digunakan dalam pengembangan produk. Karakteristik tersebut yaitu menarik, bergradasi, auto-correction, autoeducation, dan kontekstual. Kuesioner ini diisi oleh ahli pembelajaran Montessori, ahli IPA Montessori, dan guru kelas II sesudah peneliti melakukan presentasi media pembelajaran yang dikembangkan. Selain kuisioner validasi produk oleh ahli

50 dan guru, juga terdapat kuisioner tanggapan mengenai media pembelajaran oleh siswa. Pengisian kuisioner tanggapan mengenai produk oleh siswa dilakukan setelah peneliti melakukan uji coba terbatas. Kuisioner validasi produk oleh ahli dan kuisioner mengenai media pembelajaran oleh siswa memiliki indikator yang sama. Berikut merupakan kisi-kisi kuesioner validasi produk yang disajikan dalam tabel 3.2.

Tabel 3.6 Kisi kisi Kuisioner Validasi Produk oleh Ahli dan Tanggapan Produk Oleh Siswa

Indikator Deskriptor Nomor Item

Ahli Siswa

Auto-education

1. Membantu siswa memahami konsep IPA 1 5

2. Siswa belajar secara mandiri 2 1

Kontekstual

1. Memanfaatkan benda dari lingkungan sekitar 3 10 2. Dapat diproduksi oleh masyarakat sekitar dan

sekolah/guru

4 11

Menarik 1. Memiliki warna yang menarik bagi siswa 5 3 2. Bentuk media pembelajaran menarik 6 4 3. Cara kerja media pembelajaran menarik 7 7 Bergradasi

1. Dapat digunakan untuk lebih dari satu kompetensi

8 2

2. Memiliki berat yang sesuai dengan karakteristik siswa

9 6

Auto-correction

1. Membantu siswa menemukan kesalahan sendiri

10 8

2. Membantu siswa menemukan jawaban yang benar

11 9

Kelima indikator yang terdapat dalam kisi-kisi dikembangkan menjadi 11 pertanyaan yang susun dalam kuisioner validasi produk oleh ahli dan oleh siswa. Selain validasi produk yang berupa media pembelajaran, produk berupa album media pembelajaran juga divalidasi oleh ahli. Album media pembelajaran divalidasi oleh Montessori dan ahli pembelajaran IPA. Berikut

51 merupakan aspek-aspek yang dinilai dalam validasi album disajikan pada tabel 3.7

Tabel 3.7 Aspek Penilaian Album Media Pembelajaran

No Aspek yang Dinilai

1 Kesesuaian bahasa dengan tata bahasa Indonesia yang baku 2 Kejelasan kalimat

3 Pemilihan jenis huruf 4 Pemilihan ukuran huruf 5 Pemilihan ukuran gambar 6 Kejelasan gambar

7 Kelengkapan album

8 Keruntutan langkah-langkah kegiatan

9 Kesesuaian langkah kegiatan dengan gambar yang digunakan

10 Kesesuaian perilaku dalam langkah kegiatan dengan perkembangan siswa

Sebelum kuisioner tersebut diberikan kepada responden, kuisioner analisis kebutuhan dan kuisioner validasi produk tersebut divalidasi oleh beberapa ahli yaitu ahli Montessori, ahli pembelajaran IPA, dan guru SD Setara. Instrumen tersebut divalidasi supaya dapat digunakan sebagai sarana untuk mengumpulkan data yang valid selama penelitian.

Dokumen terkait