BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1.2 Penyususnan Rencana
Tahap kedua dalam penelitian ini adalah penyusunan rencana. Dalam tahap ini, peneliti merancang desain media pembelajaran dan menyusun instrumen yang dibutuhkan.
4.1.2.1Disain Media Pembelajaran
4.1.2.1.1 Kosep Pembuatan Media Pembelajaran
Konsep pembuatan media pembelajaran IPA tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman ini merupakan hasil rancangan dari peneliti, karena sebelumnya media pembelajaran montessori dengan materi Pembelajaran IPA
95 belum ada, maka dari itu peneliti melakukan serangakaian penelitian untuk merancang media pembelajaran IPA baru yang berbasis montessori dan sesuai dengan 5 karakteristik media pembelajaran Montessori.
4.1.2.1.2 Desain
Pengembangan desain peda penelitian ini mengembangkan media pembelajaran pertumbuhan biji menjadi tanaman. Media pembellajaran pertumbuhan biji menjadi tanaman ini terdiri dari empat komponen. Komponen tersebut adalah, replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman, replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji jagungmenjadi tanaman, kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman, dan kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman.
Produk yang dikembangkan dan dihasilkan dari hasil penelitian ini adalah adalah media pembelajaran berupa replika dari tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman dan replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji jagung menjadi tanaman, serta kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman dan kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji jagung menjadi tanaman beserta album cara penggunaan alat peraga. Media pembelajaran ini berfungsi untuk membantu siswa memahami pertumbuhan tumbuhan dari biji menjadi tanaman dan perkembangan bagian-bagian tumbuhan tersebut khususnya pertumbuhan biji kacang hijau dan biji jagung. Produk media pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian terdiri dari replika pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman, replika pertumbuhan biji jagung menjadi tanaman, tempat
96 untuk menaruh replika pertumbuhan biji kacang hijau dan pertumbuhan biji jagung, kartu pertumbuhan biji jagung dan kacang hijau menjadi tanaman.
Komponen yang pertaman adalah replika pertumbuhan biji kecang hijau menjadi tanaman dan pertumbuhan biji jagung menajadi tanaman berada di pot kecil disetiap pertumbuhan biji kacang hijau dan setiap pot ditempatkan pada papan memanjang berbentuk persegi panjang yang berukuran 40 x 8 cm yang terdiri dari 5 pot pertumbuhan biji kacang hijau dan pertumbuhan biji jagung dan setiap pot ditempatkan pada papan memanjang berbentuk persegi panjang yang berukuran 40 x 10 cm yang terdiri dari 5 pot pertumbuhan biji jagung. Pewarnaan replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman pada biji jagung dan kecambah disesuainkan dengan warna tumbuhan tersebut.
Komponen yang kedua adalah media pembelajaran berupa kartu yang berukuran 5 x 5 cm pertumbuhan dan perkembangan bagian tumbuhan biji kacang hijau serta biji jagung digunakan sebagai media siswa untuk belajar. Terdapat 4 macam kartu, kartu pertama adalah kartu yang bergambar pertumbuhan biji menjadi tanaman ( biji kacang hijau dan biji jagung), kartu kedua berisi tulisan hari atau per minggu disetiap pertumbuhannya, kartu yang ketiga dan keempat berupa auto correction yakni berisi gambar tanaman kacang hijau dan jagung serta hari di setiap perkembangannya.
Komponen yang keempat yakni kotak untuk menaruh replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacamg hijau dan jagung menjadi tanaman yang berukuran 40 x 8 cm, serta kotak kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman yang berukuran 30 x 3 cm.
97 4.1.2.2Desain Album Media Pembelajaran
Album media pembelajaran merupakan sebuah buku panduan tentang bagaimana cara menggunakan media pembelajaran pertumbuhan biji menjadi tanaman. Album berisi langkah-langkah dalam menggunakan media pembelajaran ini. Pada setiap langkah pembelajaran terdapat gambar yang dapat memudah kan pengguna media pembelajaran. Materi yang diuraiakan dalam album penggunaan media pembelajaran ini adalah Mengenai pertumbuhan biji menjadi tanaman. 4.1.2.3Instrumen Tes dan Validasi Produk
Dalam mempersiapakan pelaksanaan pengujian media pembelajaran, dibutuhkan suatu instrumen. Instrument tersebut adalah tes sebagai uji coba lapangan terbatas dan kuisioner validasi produk. Berikut ini merupakan penjelasan instrumen tes dan validasi produk.
4.1.2.3.1Tes
Instrumen tes digunakan untuk mengukur keberhasilan uji coba terbatas terkait dengan media pembelajaran media pembelajaran tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman berbasis Montessori. Instrumen tes yang dibuat oleh peneliti didesain berdasarkan kisi-kisi pada tabel 3.5 Sebelum diujikan secara empiris, peneliti melakukan uji validitas untuk mengetahui tingkat kevalidan suatu instrumen sebelum digunakan dalam penelitian. Instrumen tes yang valid dalam pengumpulan data diharapkan data hasil penelitian yang didapatkan pun valid (Sugiyono, 2014:173).
Instrumen tes yang dibuat diuji validitasnya oleh ahli. Ahli yang melakukan validasi adalah guru SD penelitian dan guru SD setara. Uji validitas
98 yang dilakukan adalah uji vaiditas isi dan uji validitas konstruk. Hasil uji validitas isi oleh ahli disajikan pada tabel 4.17.
Tabel 4.17 Hasil validasi isi oleh ahli
Ahli Skor Item Pernyataan Total Rerata Kategori
1 2 3 4 5 6 7 8 9 Sangat Baik Guru 1 4 4 3 4 4 4 4 3 4 38 3,8 Guru 2 3 4 4 4 4 4 4 4 4 39 3,9 Sangat Baik Rerata 77 38,5 Sangat Baik Berdasarkan hasil validasi isi instrumen tes oleh ahli pada tabel 4.16, didapatakan rerata skor sebesar 3,85. Jika dibandingkan dengan tabel 3.11, rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 2,50 dan termasuk alam kategori sangat baik. Maka dari itu instrument dinyatakan valid dan layak untuk digunakan. Lembar validasi isi dapat dilihat pada lampiran 3.1 halaman 59. Selain validasi isi, ahli juga melakukan validasi kontruk. Validitas konstruk dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui konstruksi soal yang tealh dibuat oleh peneliti terkait dengan kesesuaian materi, bahasa dan penulisan soal. Berikut ini merupakan validasi konstruk oleh ahli yang tersai pada tabel 4.18.
99 Tabel 4.18 Hasil Validasi Konstruk Instrumen Tes
No. Item
Ahli Total Rerata Kategori
Guru 1 Guru 2 1 4 4 8 4 Sangat Baik 2 4 4 8 4 Sangat Baik 3 3 3 6 3 Baik 4 4 3 7 3,5 Sangat Baik 5 4 4 8 4 Sangat Baik 6 3 3 6 3 Baik 7 4 4 8 4 Sangat Baik 8 4 4 8 4 Sangat Baik 9 3 4 7 3,5 Sangat Baik 10 4 4 8 4 Sangat Baik 11 4 4 8 4 Sangat Baik 12 4 3 7 3,5 Sangat Baik 13 4 4 8 4 Sangat Baik 14 4 4 8 4 Sangat Baik 15 3 4 7 3,5 Sangat Baik 16 3 3 6 3 Baik 17 4 4 8 4 Sangat Baik 18 3 3 6 3 Baik 19 4 3 7 3.5 Sangat Baik 20 3 4 7 3,5 Sangat Baik
Rerata 7,45 3.5 Sangat Baik
Berdasarkan hasil validasi kontruk instrumen tes pleh ahli pada tabel 4.18, hasil skor yang didapatkan adalah 3,5. Apabila dibandingkan dengan tabel 3.11 soal yang termasuk dalam kategori baik yaitu soal nomor 3, sedangakn sisanya
100 termasuk dalam kategori sangat baik. Rerata yang diperoleh memiliki nilai lebih dari 2,50. Maka dari itu, instrument dinyatakan valid dan layak digunakan. Lembar validasi instrument tes oleh ahli dapat dilihat pada lampiran 3.1 halaman 188.
Setelah peneliti melakukan validasi instrument tes, selanjutnya instrument tersebut diujikan secara empiris dilakukan kepada 28 siswa SD N Tegalsari. Pemilihan SD N Tegalsari dikarenakan letak SD yang berdekatan dengan SD N Tampir Kulon 1 yang masih satu kecamatan. Maka dari itu dapat diasumsikan bahwa karakteristik siswa dari kedua SD tersebut masih sama.Uji coba dilaksanakan pada tanggal 28 November 2016. Kisi-kisi instrument tes dapat dilihat pada tabel 3.8 yang dikembangkan oleh peneliti menjadi 15 soal. Setiap siswa mengerjakan 15 soal isisan materi pertumbuhan biji menjadi tanaman yang dikembangkan dari kisi-kisi instrumen tes. Lembar pengerjaan soal hasil uji empiris dapat dilihat pada lampiran
Uji empiris dilakukan untuk mengetahui validitas dan reliabilitas instrumen tes sebelum digunakan untuk soal pretest dan posttest. Perhitungan validitas dan reliabilitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS (Statistics Package for Social Studies) 22. Hasil perhitungan validasi instrument tes menggunakan SPSS dapat dilihat pada lampiran 3.4. Berikut ini merupakan tabel 4.19 hasil perhitungan validitas menggunakan SPSS.
101 Tabel 4.19 Hasil Perhitungan Validitas Menggunakan SPSS
Nomor Item Sig (2 tailed) Keputusan 1 0,29 Valid 2 0,16 Valid 3 309 Tidak Valid 4 0,54 Tidak Valid 5 0,01 Valid 6 546 Tidak Valid 7 0,43 Valid 8 0,00 Valid 9 0,01 Valid 10 0,01 Valid 11 301 Tidak Valid 12 196 Tidak Valid 13 201 Tidak Valid 14 0,12 Valid 15 124 Tidak Valid 16 0,00 Valid 17 0,00 Valid 18 0,00 Valid 19 0,00 Valid 20 0,03 Valid
Berdasarkan tabel 4.19 diatas diperoleh 13 soal valid dan 7 soal tidak valid. Ketigabelas soal yang telah valid kemudia akan diuji reliabilitasya. Pengujian reliabilitas instrument juga menggunakan program SPSS 22. Berikut ini merupakan hasil perhitungan nilai koefisien Alpha dengan SPSS 22 yang disajikan pada tabel 4.20.
102 Tabel 4.20 Hasil Reliabilitas Instrumen Tes dengan SPSS
Cronbach's
Alpha N of Items
.835 13
Instrumen tes yang telah valid dan reliable tersebut digunakan sebagai pretest dan posttest. Peneliti mengambil 10 soal yang digunakan sebagai prestest dan posttest. Berikut ini merupakan kisi-kisi instrument pretest dan posttest yang disajikan pada tabel 4.21
Tabel 4.21 Kisi-kisi Instrumen Pretest dan Posttest
Kompetensi Dasar Indikator Item Soal
Pretest Posttest 1.1Mengidentifikasi perubahan yang terjadi pada pertumbuhan hewan (dalam ukuran) dan pertumbuhan tumbuhan ( dari biji menjadi tanaman) 1.1.1 Menyebutkan proses pertumbuhan biji menjadi tanaman secara urut sesuai dengan tahap pertumbuhannya 2, 3, 9, dan 10 2, 3, 9, dan 10 1.1.2 Menyebutkan bagian tumbuhan pada tumbuhan jagung dan kacang hijau
1, 7, dan 8 1, 7, dan 8
1.1.3 Membedakan pertumbuhan biji dikotil dan monokotil
4, 5, dan 6 4, 5, dan 6
Setelah instrument tes divalidasi oleh para ahli, instrument tes perlu diuji keterbacaanya sebelum digunakan pada saat uji coba terbatas. Hal tersebut
103 dilakukan untuk mengetahaui tingkat pemahaman siswa pada kalimat pertanyaan pada soal. Uji keterbacaan dilakukan kepada lima orang siswa SD N Tegalsari sebagai SD setar. Hasil uji keterbacaan disajikan pada tabel 4.22
Tabel 4.22 Hasil Uji Keterbacaan
Siswa No. Item Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 3 4 4 4 3 4 3 4 4 37 3,7 2 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 38 3,8 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 39 3,9 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 37 3,7 5 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 39 3,9 Rerata 38 3,8
Berdasarkan hasil uji keterbacaan kuisioner oleh siswa SD setara pada tabel 4.22, diperoleh rerata skor sebesar 3,8. Apabila dibandingkan dengan tabel 3.11, rerata tersebut termasuk dalam kategori sangat baik, dengan demikian instrumen tes layak untuk digunakan tanpa perbaikan.
4.1.2.3.2 Kuisioner Validasi Produk
Teknik pengumpulan data yang selanjutnya digunakan oleh peneliti yaitu kuesioner. Kuesioner digunakan oleh peneliti untuk menilai kelayakan produk media pembelajaran Panca Indra manusia berbasis Montessori oleh ahli, guru, dan siswa. Instrumen kuesioner validasi produk dibuat untuk ahli atau guru dan siswa. Kuesioner validasi produk untuk ahli atau guru didesain berdasarkan berdasarkan kelima karakteristik media pembelajaran montessori.Sebelum digunakan,
104 kuisioner validasi produk diuji validitasnya terlebih dahulu oleh ahli. Validasi dilakukan bertujuan supaya instrumen tersebut layak untuk digunakan. Hasil validasi kuisioner validasi produk oleh ahli dapat dilihat pada tabel 4.23
Tabel 4.23 Hasil Kuisioner Validasi Produk oleh Ahli
Ahli Skor Item Pernyataan Tot
al Rera ta Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Montessori 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,0 Sangat Baik IPA 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,0 Sangat Baik Rerata 40 4,0
Hasil validasi diatas menunjukkan rerata penilaian oleh ahli bahasa sebesar 4, Apabila dibandingakan dengan tabel 3.11 rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 2,50 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sehingga kuisioner validasi produk untuk ahli atau guru layak untuk digunakan tanpa perbaikan.
Selain validasi pada kuisioner validasi produk oleh guru atau ahli, validasi instrument juga dilakukan oleh ahli pada kuisioner tanggapan mengenai produk oleh siswa yang dipaparkan pada tabel 4.24.
105 Tabel 4.24 Hasil Validasi Kuisioner Tanggapan Mengenai Produk oleh Siswa
Ahli Skor Item Pernyataan Tot
al Rera ta Kategori 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Montessori 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4,0 Sangat Baik IPA 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 40 4.0 Sangat Baik Rerata 40 4,0 Sangat Baik Hasil validasi diatas menunjukkan rerata penilaian oleh ahli bahasa sebesar 4, Apabila dibandingakan dengan tabel 3.11 rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 2,50 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sehingga kuisioner validasi produk untuk siswa layak untuk digunakan tanpa perbaikan.
Selain instrumen oleh ahli, kuisioner tanggapan mengenai produk oleh siswa perlu diuji keterbacaannya. Uji keterbacaan dilakukan untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa pada kalimat pernyataan yang diberikan pada kuisioner. Uji keterbacaan dilakukan pada lima orang siswa SD N Tegalsari sebagai SD Setara. Hasil uji keterbacaan disajikan pada tabel 4.24
Tabel 4.25 Hasil Uji Keterbacaan
Siswa Skor Item Pernyataan Total Rerata 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 1 4 3 4 4 4 4 3 3 4 4 37 3,7 2 4 2 4 4 3 2 4 3 4 4 34 3,4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 36 3,6 4 3 4 4 2 3 4 2 4 4 4 34 3,4 5 3 4 4 4 4 4 2 4 4 3 36 3,6 Rerata 35,4 3,54
106 Berdasarkan hasil uji keterbacaan kuisioner siswa SD setara pada tabel 4.24 diperoleh rerata skor sbesar 3,54. Apabila dibandingkan dengan tabel 3.10 rerata tersebut termasuk kategori sangat baik. Dengan demikian instrument dinyatakan layak digunakan tanpa perbaikan. Lembar hasil uji keterbacaan kuisioner tanggapan mengenai produk oleh siswa dapat dilihat pada lampiran 3.14.
Dalam tahap ini peneliti telah mendapatkan desain media pembelajaran dan desain album media pembelajaran. Selain itu, peneliti juga te;ah membuat instrumen kuisioner untuk validasi produk dan tes yang digunakan dalam uji coba lapangan terbatas. Oleh karena itu, peneliti dapat melanjutkan pada tahap selanjutnya.
4.3.1 Pengembangan Bentuk Awal Produk
Dalam tahap ini peneliti membuat media pembelajaran dan desain media berdasarkan desain yang telah dirancang. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan bahan dan membuat media pembelajaran.
4.1.3.1 Pengumpulan Bahan
Berdasarkan analisis kebutuhan sebagain besar memilih bahan dari kayu dan bebrapa adalah kertas, plastik, dan karet. Dengan beberapa pertimbangan dan hasil analisis kebutuhan yang diperoleh peneliti memilih kayu, kertas dan plastik. Bahan tersebut digunakan untuk membuat replika tahapan-ytahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman, kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman, serta kotak sebagai tempat penyimpanan replika dan kartu. Jenis kayu yang dipih adalah kayu pinus karena memiliki warna yang cerah, anti rayap dan ringan.
107 Peneliti menggunakan plastik untuk membuat daun daun-daun tanaan, selain itu penliti juga memilih kertas sebagai pembuatan kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman. Kartu-kartu tersebut kemudian akan delaminating supaya tidak mudah rusak. Peneliti membuat desain nya kemudian mencari seseorang tukang kayu yang mampu membantu membuat media pembelajaran ini. Tukang kayu yang sanggup mengerjakannya serta hasilnya sesuai dengan desain yang diberikan oleh peneliti.
4.1.3.2 Pembuatan Media Pembelajaran
Peneliti menyerahkan pembuatan komponen media pembelajaran yang berbahan dasar kayu, dan plastik kepada seorang pengrajin kayu yang berdomisili di daerah Jl. Bantul Gedongkiwo, Yogyakarta. Peneliti bekerjasama dengan pengrajin kayu dan peneliti juga memantau dan memandu pembuatan media pembelajaran tersebut. Peneliti menyerahkan pembeuatan tersebut kepada tukang kayu tersebut karena pengrajin memiliki alat- alat yang memadai untuk proses pembuatan media pembelajaran ini. Media pembelajaran yang didesain oleh peneliti ini terdiri atas, replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman, replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji jagung menjadi tanaman, kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman, dan replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji jagung menjadi tanaman.
108 Gambar 4.1 Replika Tahapan-tahapan Pertumbuhan Biji Kacang Hijau Menjadi Tanaman
Komponen yang pertama adalah replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman. Sesuai dengan namanya komponen media pembelajaran ini terdiri atas 5 buah pot tanaman yang berukuran 5x4 cm. Selain itu terdapat 5 replika tumbuhan biji kacang hijau hari pertama, hari kedua, hari ketiga, hari kelima, dan hari ketujuh.
b. Replika Tahapan-tahapan Pertumbuhan Biji Jagung Menjadi Tanaman
Gambar 4.2 Replika Tahapan-tahapan Pertumbuhan Biji Jagung Menjadi Tanaman
109 Komponen yang kedua adalah replika tahapan-tahapan pertumbuhan biji jagung menjadi tanaman. Sesuai dengan namanya komponen media pembelajaran ini terdiri atas 5 buah pot tanaman yang berukuran 5 x 4 cm. Selain itu terdapat 5 replika tumbuhan biji jagung hari pertama, hari kedua, hari ketiga, hari kelima, dan hari ketujuh.
c. Kartu Tahapan-tahapan Pertumbuhan Biji Kacangan Hijau Menjadi Tanaman
Gambar 4.3 Kartu Tahapan-tahapan Pertumbuhan Biji Kacang Hijau Menjadi Tanaman
Komponen yang ketiga adalah kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji kacang hijau menjadi tanaman. Sesuai dengan namanya komponen media pembelajaran ini terdiri atas 5 buah kartu gambar tanaman kacang hijau berukuran 6 x 5 cm, 5 buah kartu bertuliskan hari berukuran 2 x 5 cm. Selain itu terdapat 5 kartu gambar tumbuhan biji kacang hijau besertakan hari berukuran 7 x 5 cm yang menjadi autocorection.
110 d. Kartu Tahapan-tahapan Pertumbuhan Biji Jagung Menjadi Tanaman
Gambar 4.4 Kartu Tahapan-tahapan Pertumbuhan Biji Jagung Menjadi Tanaman Komponen yang keempat adalah kartu tahapan-tahapan pertumbuhan biji jagung menjadi tanaman. Sesuai dengan namanya komponen media pembelajaran ini terdiri atas 5 buah kartu gambar tanaman jagung yang berukuran 6 x 5 cm, 5 buah kartu bertuliskan hari berukuran 2 x 5 cm. Selain itu terdapat 5 kartu gambar tumbuhan biji jagung besertakan hari berukuran 7 x 5 cm yang menjadi autocorection.
4.1.3.3 Pembuatan Album Media Pembelajaran
Hal yang dilakukan pertama kali dalam pembuatan album media pembelajaran yaitu peneliti membuat rumusan langlah-langkah kegiatan pembelelajaran tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman. Kemudia peneliti mengambil gambar dari setiap langkah pembelajaran yang dilakukan. Peneliti menggunakan bantuan program computer Microsoft Word 2010 dalam membuat isi dan sampul media pembeljaran. Setelah pembuatan album selsai
111 menggunakan Microsoft Word 2010, peneliti mencetak album media pembelajaran tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman tersebut.
Dalam tahap ini, pembuatan media pembelajaran dan album media pembelajarn telah selsai. Media pembelajaran dan album yang telah dibuat harus dibaidasi terlebih dahulu. Validasi produk ini menggunakan kuisioner yag telah disusun pada tahap sebelumnya.
4.1.4.1 Validasi Produk Media Pembelajaran
Validasi media pembelajaran tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaan dilakukan oleh ahli. Ahli tersebut adalah ahli pembelajaran IPA, dan ahli Montessori. Berikut tabel 4.26 merupakan hasil validasi produk media pembelajaran.
Tabel 4.26 Hasil Validasi Produk Media Pembelajaran
Ahli No.Item Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Montessori 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 44 4
IPA 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 44 4
Rerata 44 4
Berdasrkan hasil produk diatas menunjukkan rerata penilaian oleh ahli bahasa sebesar 4, Apabila dibandingakan dengan tabel 3.11 rerata tersebut memiliki nilai lebih dari 2,50 dan termasuk dalam kategori sangat baik. Sehingga produk media pembelajaran untuk siswa layak untuk digunakan tanpa perbaikan. 4.1.4.2 Validasi Produk Album Media Pembelajaran
Selain validasi produk media pembelajaran, validasi juga dilakukan pada produk album media pembelajaran. Validasi album media pembelajaran dilakukan
112 oleh ahli yaitu ahli Montessori dan ahli IPA. Tabel 4.27 merupakan hasil validasi produk album penggunaan media pebelajaran oleh ahli
Tabel 4.27 Hasil Validasi Produk Album oleh Ahli
Ahli No.Item Total Rerata
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Montessori 4 4 3 4 3 4 4 4 4 4 38 3,8
IPA 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 38 3.8
Rerata 38 3,8
4.1.5 Uji Coba Lapangan Terbatas
Uji coba lapangan terbatas dilakukan pada siswa kelas II SD Tampir Kulon 1 pada tanggal 7-10 Desember 2016 pada pukul 7.00-9.00 WIB kegiatan uji coba lapangan terbatas ini dilakukan pada 15 siswa kelas II yang dipilih secara acak dari nilai Ulangan Tengah semester dari siswa dengan nilai yang tinggi hingga rendah. Pertemuan yang dilakukan sebanyak tiga kali memungkinkan bagi siswa untuk mencoba media pembelajaran tersebut dari materi IPA pertumbuhan biji menjadi tanaman. Selain itu, peneliti melakukan pretest untuk mengethaui kemampuan awal siswa, peneliti juga melakukan posttest pada akhir pertemuan bimbingan belajar untuk mengetahui kemampuan siswa dalam menggunakan media pembejaran.
4.1.5.1 Data dan Analisis Tes
Peneliti telah melakukan uji coba lapangan terbatas dengan serangkaian kegiatan pendampingan dengan media pembelajaran tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman berbasis Montessori. Sebelum produk media
113 pembelajaran digunakan oleh siswa, peneliti melakukan pretest untuk mengetahui pengetahuan awal tentang materi Instrumen soal pretest terdiri dari 13 butir. Peneliti juga melakukan posttest setelah melaksanakan uji coba lapangan terbatas dengan melakukan serangkaian kegiatan pembelajaran menggunakan media pembelajaran Montessori. Selain itu, instrumen soal yang digunakan telah diuji validitas dan reliabilitasnya sehingga layak untuk digunakan dalam penelitian. Berikut merupakan hasil pretest dan posttest siswa dalam penelitian ini. Hasil pengerjaan pretest dapat dilihat pada lampiran 4,16 hasil pengerjaan posttest dapat dilihat pada lampiran 4.17 Berdasarkan hasil pretest dan posttest didapatkan nilai yang dipaparkan dalam tabel 4.28 berikut ini.
Tabel 4.28 Rekapitulasi Hasil Pretest dan Postest
No Nama Nilai
Pre test Post Test
1 Nadia 55 75 2 Latif 60 80 3 U’ut 75 100 4 Rena 55 80 5 Vhara 60 90 Rerata 61 85
Tabel 4.28 rekapitulasi nilai siswa menunjukkan bahwa ada perbedaan hasil dari pelaksanaan pretest dan posttest. Nadia medapatkan nilai 55 pada pretest sedangkan pada posttest dia mendapatkan nilai 75, Latif sebelumnya ketika pretest mendapatkan nilai 60 sedangakan posttest mendapatkan nilai 80. Hal tersebut menunjukkan kenaikan hasil pembelajaran dari pretest ke posttest, hal tersebut sama dengan hasil yang diperoleh U’ut, Rena, dan Vhara yang masing- masing mengalama kenaikan pada posttestnya.
114 Berdasarkan hasil pretest dan posttest, masing-masing siswa menunjukkan perbedaan nilai pada saat pretest dan posttest. Perbedaan nilai masing-masing siswa dari hasil pretest dan posttest disajikan pada grafik 4.1
55 60 75 55 60 75 80 100 80 90 0 20 40 60 80 100 120
Nadia Latif uut Rena Vhara
Jumlah Nilai
Nilai Pretest dan Postest Masing-masing Siswa
Pretest
Posttest
Grafik 4.1 Perbedaan nilai Pretest dan Posttest Pada masing-masing Siswa Grafik 4.1 menunjukkan perbedaan nilai posttest dan pretest dari masing-masing siswa. Grafik tersebut memberikan gambaran bahwa setiap siswa mendapatkan nilai yang berbeda pada saat pretest dan posttest. Pada pre test rata- rata nilai siswa adalah 61, sedangkan pada post test rata rata adalah 85. Dari hasil tersebut terdapat kenaikan rata rata sebesar 24. Berikut ini merupakan grafik berbandingan antara hasil pretest dan posttest
115 61 85 0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 Rerata Nilai Skor
Perbandingan Nilai Pretest dan Posttest Pretest
Posttest
Grafik 4.2 Perbedaan nilai Pretest dan Posttest
4.1.5.2 Data dan Analisis Kuisioner Tanggapan mengenai Produk Media Pembelajaran
Tanggapan mengenai produk media pembelajaran setelah uji coba terbatas dilakukan oleh lima siswa kelas II dan guru kelas II SD N Tampi Kulon 1. Kuisioner mengenai tanggapan produk oleh guru sama dengan validsi produk oleh ahli. Pengisisan kuisioner tanggapan mengenai produk media pembelajaran ini dilakukan setalah pelaksanaan pembelajaran menggunakan media pembelajarn tahapan-tahapan pertumbuhan biji menjadi tanaman selsai, yakni pada tanggal 10