• Tidak ada hasil yang ditemukan

Identitas Responden

Jabatan : Kepala Instalasi Farmasi (Informan1) Pertanyaan

1. Bagaimana perencanaan persediaan obat yang diterapkan di RS Zahirah?

2. Siapa saja yang terlibat dalam perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

3. Metode apa yang digunakan dalam perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

4. Bagaimana pengendalian persediaan obat yang diterapkan di gudang farmasi RS Zahirah?

5. Siapa saja yang terlibat dalam pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

6. Ada metode khusus yang digunakan dalam melakukan pengendalian persediaan di gudang farmasi RS Zahirah?

7. Dalam pengendalian persediaan apakah ada kebijakan mengenai besar stok minimum, maksimum dan buffer stock?

8. Apakah pernah mengalami stock out/over stock di gudang farmasi RS Zahirah?

9. Solusi apa yang dilakukan jika terjadi stock out/over stock di gudang farmasi RS Zahirah?

10.Kendala apa saja yang ditemui dalam pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

11.Bagaimana menentukan jenis obat yang harus disediakan di gudang farmasi RS Zahirah?

12.Apakah ada pengelompokkan jenis obat di gudang farmasi RS Zahirah? Pernah dilakukan analisis ABC?

14.Bagaimana menentukan jumlah pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah? Apakah ada perhitungan khusus?

15.Apa saja yang mempengaruhi jumlah pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah? 16.Pemesanan dilakukan lewat apa? Berapa waktu yang diperlukan dalam pemesanan? 17.Bagaimana kendala dalam menentukan jumlah pemesanan di gudang farmasi RS

Zahirah? Apa solusi yang dilakukan?

18.Kapan jadwal pemesanan/pembelian obat dilakukan? Bagaimana menentukan waktu pemesanan untuk setiap jenis obat?

19.Berapa lead time/waktu tunggu pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah? 20.Bagaimana kendala dalam menentukan waktu pemesanan/pembelian obat?

PEDOMAN WAWANCARA

Identitas Responden

Jabatan : Penanggung Jawab Gudang Farmasi (Informan 2) Pertanyaan

1. Bagaimana perencanaan persediaan obat yang diterapkan di RS Zahirah?

2. Siapa saja yang terlibat dalam perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

3. Metode apa yang digunakan dalam perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

4. Bagaimana pengendalian persediaan obat yang diterapkan di gudang farmasi RS Zahirah?

5. Siapa saja yang terlibat dalam pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

6. Ada metode khusus yang digunakan dalam melakukan pengendalian persediaan di gudang farmasi RS Zahirah?

7. Dalam pengendalian persediaan apakah ada kebijakan mengenai besar stok minimum, maksimum dan buffer stock?

8. Apakah pernah mengalami stock out/over stock di gudang farmasi RS Zahirah?

9. Solusi apa yang dilakukan jika terjadi stock out/over stock di gudang farmasi RS Zahirah?

10.Kendala apa saja yang ditemui dalam pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

11.Bagaimana menentukan jenis obat yang harus disediakan di gudang farmasi RS Zahirah?

12.Apakah ada pengelompokkan jenis obat di gudang farmasi RS Zahirah? Pernah dilakukan analisis ABC?

13.Bagaimana kendala dalam menentukan jenis persediaan di gudang farmasi RS Zahirah? Apa solusi yang dilakukan?

15.Apa saja yang mempengaruhi jumlah pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah? 16.Pemesanan dilakukan lewat apa? Berapa waktu yang diperlukan dalam pemesanan? 17.Bagaimana kendala dalam menentukan jumlah pemesanan di gudang farmasi RS

Zahirah? Apa solusi yang dilakukan?

18.Kapan jadwal pemesanan/pembelian obat dilakukan? Bagaimana menentukan waktu pemesanan untuk setiap jenis obat?

19.Berapa lead time/waktu tunggu pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah? 20.Bagaimana kendala dalam menentukan waktu pemesanan/pembelian obat?

PEDOMAN WAWANCARA

Identitas Responden

Jabatan : Staf Gudang Farmasi (Informan 3) Pertanyaan

1. Bagaimana perencanaan persediaan obat yang diterapkan di RS Zahirah?

2. Siapa saja yang terlibat dalam perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

3. Metode apa yang digunakan dalam perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

4. Bagaimana pengendalian persediaan obat yang diterapkan di gudang farmasi RS Zahirah?

5. Siapa saja yang terlibat dalam pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

6. Ada metode khusus yang digunakan dalam melakukan pengendalian persediaan di gudang farmasi RS Zahirah?

7. Dalam pengendalian persediaan apakah ada kebijakan mengenai besar stok minimum, maksimum dan buffer stock?

8. Apakah pernah mengalami stock out/over stock di gudang farmasi RS Zahirah?

9. Solusi apa yang dilakukan jika terjadi stock out/over stock di gudang farmasi RS Zahirah?

10.Kendala apa saja yang ditemui dalam pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

11.Bagaimana menentukan jenis obat yang harus disediakan di gudang farmasi RS Zahirah?

12.Apakah ada pengelompokkan jenis obat di gudang farmasi RS Zahirah? Pernah dilakukan analisis ABC?

13.Bagaimana kendala dalam menentukan jenis persediaan di gudang farmasi RS Zahirah? Apa solusi yang dilakukan?

15.Apa saja yang mempengaruhi jumlah pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah? 16.Pemesanan dilakukan lewat apa? Berapa waktu yang diperlukan dalam pemesanan? 17.Bagaimana kendala dalam menentukan jumlah pemesanan di gudang farmasi RS

Zahirah? Apa solusi yang dilakukan?

18.Kapan jadwal pemesanan/pembelian obat dilakukan? Bagaimana menentukan waktu pemesanan untuk setiap jenis obat?

19.Berapa lead time/waktu tunggu pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah? 20.Bagaimana kendala dalam menentukan waktu pemesanan/pembelian obat?

Lampiran 1

Matriks Transkrip Wawancara

NO Pertanyaan Jawaban

Informan 1 Informan 2 Informan 3

1 Bagaimana

perencanaan/penentuan persediaan obat yang diterapkan di RS Zahirah?

Penentuan persediaan obat itu sesuai dengan obat yang sering digunakan atau yang sering diresepkan oleh dokter.

Kalau perencanaan obat itu.. karena disini masih manual ya, kita liat catatan stok yang keluar per bulan untuk apotik di dalam buku defekta. Misalnya apotik minta obat 50 dan di gudang juga ada 50, yaudah kita kasih ke apotik 50, berati stok di gudang habis kan, nah kalau sudah begitu kita harus order.

Berdasarkan kebutuhan dari apotik itu yang biasanya kita jadikan patokan untuk perencanaan. Jadi

Kalau perencanaannya biasanya kita ngeliat rata-rata stock, kebetulan kan saya yang ngorder jadi udah tau berapa stock rata-rata yang harus di pesan setiap bulan, kalau misalnya pasien lagi banyak nanti bisa ketauan dari jumlah penjualan di apotik. Yaa

berdasarkan permintaan dari apotik itu yang kita jadiin acuan sebagai perencanaan pemesanan sebagai persediaan.

perencanaan tersebut, baru kita ke apoteker, ke komisaris sama manajer penunjang medis untuk dicek setelah itu baru dipesan obatnya.

2 Siapa saja yang terlibat dalam

perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

Apoteker, logistik, manajer penunjang medis dan keuangan.

Kalau yang terlibat tadi sih kaya orang logistiknya jelas, terus abis itu apotekernya terus manajer penunjang medis dengan komisaris dan bagian keuangan.

Yang terlibat itu orang-orang logistik, apoteker, manajer penunjang medis, selanjutnya sih ke manajer keuangan.

3 Metode apa yang digunakan dalam perencanaan/penentuan kebutuhan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

Kalau perencanaan itu

berdasarkan yang sering dapakai aja, eemm.. metode konsumsi berarti.

Metodenya ada cuma kita belum gunain itu, masih pake manual, karena sistem disini juga belum terkomputerisasi, jadi agak ribet. Dulu sih sempet pernah dikasih tau metodenya, tapi memang belum dijalanin. Nama metodenya waktu itu apa yaa.. ada

hitung-hitungannya gitu tapi saya lupa tuh.

Metodenya apa yaa? Ga ada sih metodenya. Ya itu pokonya kita melakukan pemesanan berdasarkan kebutuhan dari apotek aja.

diterapkan di gudang farmasi RS Zahirah?

dapakai dilakukan pemotongan stock di kartunya biar ketauan obat mana yang sudah mau habis atau yang belum, kemudian kita disini juga ada yang namanya stock opname, stock opname itu kaya semacam pengawasan obat, kita liat obat-obat mana yang sudah kadaluarsa atau yang mendekati kadaluarsa, biasanya ini dilakukan 3 bulan sekali. terus ada buku defekta, kalau apotek butuh obat kita tulis di buku defekta itu untuk minta ke gudang.

dilakukan 3 bulan sekali, terus kartu stok setiap pemberian ke apotik selalu dipotong stoknya, nah dari kartu stok itu kita bisa melihat barang yang keluar, terus ada juga buku defekta, defekta itu dijalanin untuk apotik seminggu dua kali eemm.. tapi terserah apotik juga sih bisa sehari sekali kalau mau

defekta, dari defekta itu kita siapin obatnya terus ada pencatatannya, ada pemotongan stok, dari situ kita juga bisa tau berapa yang keluar dan kalau sudah habis baru harus dilakukan pemesanan lagi.

pencatatan di kartu stock, pencatatan di kartu stock itu kan juga bisa jadi acuan juga sih, terus disini juga ada stock opname, disini stock opnamenya juga masih berjalan setiap 3 bulan sekali.

5 Siapa saja yang terlibat dalam pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

Semuanya terlibat, mulai dari saya sebagai kepala farmasi, sampai anak-anak apotek yang lain dan anak-anak gudang juga

Kalau dalam pengendalaian yaa semuanya terlibat, bagian logistik dan apotik juga ikut terlibat.

Kalau stock opname itu semuanya ya, terus kalau buat defekta itu anak apotek, soalnya kita kan cuma ngasih obat aja ke apotek.

digunakan dalam

melakukan pengendalian persediaan di gudang farmasi RS Zahirah?

kita lakukan setiap 3 bulan sekali. ya paling berdasarkan itu aja, stock opname, kartu stock. Oiya

pengambilan obat ke setiap depo itu juga ada pencatatan buktinya, jadi kita selalu input untuk data. Ya berdasarkan itu aja sih

pengendaliannya. 7 Dalam pengendalian

persediaan apakah ada kebijakan mengenai besar stok minimum,

maksimum dan buffer stock?

Disini sih kita nyediain buffer stock tapi ya berdasarkan pengalaman aja, jumlahnya kira-kira aja, ga ada hitung-hitungan yang pakai rumus khusus. Kalau stock minimum dan maksimum kita ga ada tapi ya kalau di dalam kartu stock sudah terlihat obat mau habis yaa itu yang dijadiin patokan untuk melakukan pemesanan.

Buffer stocknya ada tapi selama ini buffer stocknya hanya diperkirakan aja sih, belum ada hittungan mati untuk buffer stock, jadi masih berdasarkan perkiraan aja. Kalau untuk besar minimun maksimum kita ga ada.

Ga ada sih, harusnya ada

perhitungannya kan ya, tapi disini belum ada tuh yang kaya gitu, paling kalau untuk buffer stock itu berdasarkan pengalaman, ya kira-kira aja gitu.

RS Zahirah? obat patennya. Kalau sudah kosong gitu ya kita harus usaha mencarinya, bisa dari rumah sakit lain atau apotek lain di luar rs zahirah.

jadi otomatis obatnya sudah tidak dipakai oleh dokter itu atau ngga obatnya expired di depo lain baru ketahuan pas lagi adain stock opname ruangan setiap 3 bulan sekali itu aja sih.

Kekosongan obat sering terjadi di sini, biasanya sih karena dari distributornya memang kosong obat juga, mulai dari bahan bakunya yang susah atau ada pergantian distributor, nah itu yang kadang-kadang infonya kita belum dapat, terus untuk kekosongan yang lain itu, dokternya yang biasanya pakai dengan dosis atau merk tertentu tiba-tiba pakai dosis atau merk yang lain lagi jadi membuat kita harus cari alternatifnya, itu sih yang

kekosongan obat, biasanya karena distributornya juga lagi kosong.

jika terjadi stock out/over stock di gudang farmasi RS Zahirah?

atau apotek lain di luar rs zahirah. yang bersangkutan dulu buat pakai obat lain yang fungsinya sama yang ada di zahirah, kalau dokternya mau yaudah kita pakai obat lain tapi kalau ga mau yaa kita harus cari ke rumah sakit atau apotek lain.

kan kalau PBF itu kan resmi dari pabrik ditunjuk PBF ini sebagai penyalur obatnya, nah kalau pedagang kedua ini kaya reseller dari PBFnya itu, atau bisa juga kita cari ke apotek lain kalau dua-duanya memang lagi kosong. 10 Kendala apa saja yang

ditemui dalam

pengendalian persediaan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

Kendalanya sih karena obat disini banyak sekali jadi agak susah dan butuh waktu yang lama buat melakukan pengendalian atau pengawasan. Kaya misalnya stock opname, kita biasanya melakukannya selama seminggu lebih karena banyaknya obat itu.

Kendalanyaa… oiya kadang

-kadang untuk obat keluar itu karena disini ngga 24 jam jadi anak apotek masih ngambil tuh kadang-kadang lupa motong stock jadi stock otomatis ngga kepotong, tiba-tiba pas lagi besoknya yang mau dipakai lagi eeh barangnya kosong tapi stocknya masih ada di

komputer, gitu aja sih.

Kalau disini sih banyak ya mbak ya, terutama karena disini masih manual jadi sistemnya yang masih jadi kendala.

11 Bagaimana menentukan jenis obat yang harus

Buat menentukkan jenis obat disini kita menggunakan

Itu berdasarkan formularium, jadi rumah sakit ini sudah mempunyai

Kalau disini berdasarkan

yang baru, jadi nanti angket-angket obat diserahkan sama dokter nanti dokter maunya make mana dan dokternya juga harus konsisten untuk make obat itu terus jadi kita ngorder pun sesuai dengan yang dokter pakai.

12 Apakah ada

pengelompokkan jenis obat di gudang farmasi RS Zahirah? Pernah

dilakukan analisis ABC?

Analisis ABC itu kaya sistem pareto ya? Hmmm kita belum menggunakan sistem itu disini. Kalau fast moving, slow moving ga ada pengelompokan khusus, tapi anak-anak apotek disini sudah tau mana obat yang kira-kira sering dipakai dan mana yang jarang dipakai.

Kalau untuk yang fast moving, slow moving kita belum dipisahin Cuma ya anak apotek dan kita anak logistik memang sudah tau mana yang kira-kira slow moving atau fast moving.

Belum pernah sih kalau ABC itu

Belum ada pengelompokkan khusus tapi kita tau mana yang slow moving, mana yang fast moving, jadi begitu order kita ga mengorder sebanyak yang fast moving.

Oh ga pernah disini.

13 Bagaimana kendala dalam menentukan jenis

persediaan di gudang

Biasanya ada dokter yang minta obat di luar formularium, jadi kita harus cari ke apotek lain.

Karena masih proses formularium yang baru di sini, karena emang kan formularium kita setahun

Ya paling itu, ada dokter yang minta obat tapi ga ada di formularium, jadi kita harus

terdaftar di formularium, itu sih kendalanya jadi kita harus nyari obat yang dokter mau pakai dan melakukan pengadaan di luar formularium.

14 Bagaimana menentukan jumlah pemesanan obat di gudang farmasi RS

Zahirah? Apakah ada perhitungan khusus?

Jumlah pesanan sih diliat dari pemakaian bulan-bulan sebelumnya, dari situ kita bisa memperkirakan jumlah pesanan untuk bulan berikutnya, biasanya antara bulan sebelumnya tidak jauh berbeda jumlahnya. Oh kalau disini berdasarkan perkiraan aja, ga ada hitung-hitungannya.

Ya itu seperti yang tadi saya bilang, sebenrnya di sini ada

perhitungannya cuma masih belum dijalanin perhitungan itu, jadi sifatnya masih melihat berdasarkan bulan sebelumnya, jadi pemakaian kita itu bulan sebelumnya besar ga, kalau memang besar untuk obat jenis tertentu ya di bulan berikutnya kita harus pesan lebih banyak tapi kalu misalnya pemakaian di bulan kemarin sedikit barati kita jangan terlalu banyak pesan di bulan berikutnya.

Kita melihat rata-rata dari bulan-bulan sebelumnya, nanti kan katauan tuh hasilnya berapa, yaudah kita pesan segitu, kecuali kalau pasien lagi banyak ya kita tambahin jumlah pesanannya. Kalau perhitungan khusus sih ga ada, kita cuma liat dari bulan sebelumnya aja.

pemesanan obat di gudang farmasi RS Zahirah?

banget. jumlah pesanannya harus

ditambah.

16 Pemesanan dilakukan lewat apa? Berapa waktu yang diperlukan dalam pemesanan?

Biasanya sih anak logistik mesennya lewat telepon. Kalau waktunya berapa lama ya? Yaa ga lama-lama sih, 10 menit ada lah, kurang lebihnya sih sekitar segitu.

Pemesanan obat sih biasanya lewat telepon ya, paling yaa sekitar 15 menitan lah kalau melakukan pemesanan ke setiap distributor.

Lewat telepon, kalau berapa lamanya itu tergantung sih ya mbak, biasanya kalau telepon itu ya lumayan sih ya 10-15 menitan, soalnya kan kita juga harus cros check apa yang kita pesan, jadinya sekitar 15 menitan lah.

17 Bagaimana kendala dalam menentukan jumlah pemesanan di gudang farmasi RS Zahirah? Apa solusi yang dilakukan?

Kendalanya karena kita belum pernah menghitung juga, jadi tidak ada patokan yang benar-benar jelas tentang berapa banyaknya jumlah pemesanan dan karena disini kita masih manual jadi agak susah juga mau menghitung pemakaian obat bulanan yang segitu banyaknya.

Sebenarnya karena disini belum terkomputerisasi itu juga menjadi kendala, karena kan kalau misalnya sudah berjalan jadi bisa ngadain tuh yang namanya perhitungan stock-kan.

Jumlah pasiennya yang ga bisa diprediksi, jumlah obat yang kita pesan segini kira-kira cukup ga ya kalau tiba-tiba pasiennya banyak, itu aja sih yang suka bikin kita was-was.

obat dilakukan?

Bagaimana menentukan waktu pemesanan untuk setiap jenis obat?

atau bisa juga pertengahan bulan, tergantung kebutuhan sih ya. Kita melihat dari pengeluaran sebelumnya, kalau emang obat tersebut banyak keluar kita lakukan lagi pemesanan tapi kalau tidak ada yang keluar ya kita ga usah pesan lagi.

Pokonya kalau diliat stock udah kosong atau hampir kosong baru kita order lagi.

19 Berapa lead time/waktu tunggu pemesanan obat di gudang farmasi RS

Zahirah?

Waktu tunggunya paling lama dua hari.

Waktunya ga lama sih ya, paling yaa sehari dua hari lah paling lama.

Dua hari paling lama.

20 Bagaimana kendala dalam menentukan waktu

pemesanan/pembelian obat?

Yaa itu karena masih manual kita jadi harus sering-sering cek kartu stock, diliat obatnya sudah limit atau belum, kalau limit ya berati kita harus pesan.

Kalau kendala waktu pemesanan obat ga ada sih kayaknya.

Ngga sih, biasanya sih kendala dari distributornya, kaya misalkan banjir, otomatis semuanya jadi ngaret.

No Nama Obat Satuan

Jumlah

Pemakaian Harga Obat Nilai Investasi Persentase

Persentase Kumulatif Kelompok Obat 1 Starcef 200 mg tablet 2296 Rp 37,180 Rp 85,365,280 15.00% 15.00% A 2 Dexyclav tablet 4866 Rp 15,134 Rp 73,642,044 12.94% 27.94% A 3 Starcef 100 mg tablet 2399 Rp 25,025 Rp 60,034,975 10.55% 38.49% A 4 Wlaflox tablet 1953 Rp 16,445 Rp 32,117,085 5.64% 44.13% A 5 Pantozol 40 mg tablet 1282 Rp 24,514 Rp 31,426,948 5.52% 49.65% A 6 Azomax tablet 580 Rp 40,755 Rp 23,637,900 4.15% 53.80% A 7 Volequin tablet 486 Rp 37,150 Rp 18,054,900 3.17% 56.97% A 8 Lycoxy tablet 3210 Rp 5,440 Rp 17,462,400 3.07% 60.04% A 9 Narfoz 4 tablet 729 Rp 19,633 Rp 14,312,457 2.52% 62.56% A 10 Vectrin tablet 2282 Rp 5,506 Rp 12,564,692 2.21% 64.77% A 11 Plavix tablet 321 Rp 33,676 Rp 10,809,996 1.90% 66.67% A 12 Folamil Genio tablet 2641 Rp 3,922 Rp 10,358,002 1.82% 68.49% A 13 Vometa tablet 2571 Rp 3,575 Rp 9,191,325 1.62% 70.11% A 14 Zaldiar tablet 829 Rp 10,797 Rp 8,950,713 1.57% 71.68% B 15 Livercare tablet 1195 Rp 6,915 Rp 8,263,425 1.45% 73.13% B 16 Ezygard tablet 1240 Rp 6,578 Rp 8,156,720 1.43% 74.56% B 17 Natavit kapsul 2151 Rp 3,479 Rp 7,483,329 1.32% 75.88% B 18 Glucophage XR tablet 2334 Rp 3,089 Rp 7,209,726 1.27% 77.15% B 19 Metrison tablet 2301 Rp 2,932 Rp 6,746,532 1.19% 78.34% B 20 Narfoz 8 tablet 184 Rp 31,460 Rp 5,788,640 1.02% 79.36% B 21 Eazycall tablet 1511 Rp 3,795 Rp 5,734,245 1.01% 80.37% B

24 Mefinter 500 tablet 1179 Rp 4,490 Rp 5,293,710 0.93% 83.21% B 25 Mucosta tablet 903 Rp 5,691 Rp 5,138,973 0.90% 84.11% B 26 Zeufor 500 mg tablet 345 Rp 14,515 Rp 5,007,675 0.88% 84.99% B 27 Hp-Pro tablet 1055 Rp 4,667 Rp 4,923,685 0.87% 85.86% B 28 Nomesis tablet 980 Rp 4,719 Rp 4,624,620 0.81% 86.67% B 29 Rimstar 4 FDC tablet 562 Rp 8,033 Rp 4,514,546 0.79% 87.46% B 30 Dexaflox tablet 119 Rp 35,750 Rp 4,254,250 0.75% 88.21% B 31 Dexacef tablet 372 Rp 10,725 Rp 3,989,700 0.70% 88.91% B 32 Radin tablet 1493 Rp 2,503 Rp 3,736,979 0.66% 89.57% B 33 Flagyl tablet 498 Rp 7,201 Rp 3,586,098 0.63% 90.20% B 34 Moloco B12 kapsul 870 Rp 3,961 Rp 3,446,070 0.61% 90.81% B 35 Methycobal 500 mg tablet 872 Rp 3,796 Rp 3,310,112 0.58% 91.39% C 36 Ritez tablet 702 Rp 4,648 Rp 3,262,896 0.57% 91.96% C 37 Dextamin tablet 1347 Rp 2,320 Rp 3,125,040 0.55% 92.51% C 38 Gluvas 2mg tablet 550 Rp 5,577 Rp 3,067,350 0.54% 93.05% C 39 Urdafalk tablet 233 Rp 12,951 Rp 3,017,583 0.53% 93.58% C 40 Inhipraz 15 tablet 252 Rp 11,440 Rp 2,882,880 0.51% 94.09% C 41 Gluvas 3mg tablet 320 Rp 7,293 Rp 2,333,760 0.41% 94.50% C 42 Inbion kapsul 1577 Rp 1,392 Rp 2,195,184 0.39% 94.89% C 43 Imboost forte tablet 671 Rp 3,163 Rp 2,122,373 0.37% 95.26% C 44 Lasix 40 tablet 432 Rp 4,860 Rp 2,099,520 0.37% 95.63% C 45 Zemyc 50 mg tablet 71 Rp 28,600 Rp 2,030,600 0.36% 95.99% C 46 Argesid tablet 1215 Rp 1,645 Rp 1,998,675 0.35% 96.34% C 47 Lifezar tablet 211 Rp 8,756 Rp 1,847,516 0.32% 96.66% C 48 Omz tablet 109 Rp 15,730 Rp 1,714,570 0.30% 96.96% C

51 Proris tablet 1083 Rp 1,258 Rp 1,362,414 0.24% 97.75% C 52 Quidex tablet 96 Rp 14,491 Rp 1,391,136 0.24% 97.99% C 53 Ascardia tablet 1158 Rp 1,073 Rp 1,242,534 0.22% 98.21% C 54 Gluvas 1 mg tablet 420 Rp 2,932 Rp 1,231,440 0.22% 98.43% C 55 Fg Troches tablet 884 Rp 1,162 Rp 1,027,208 0.18% 98.61% C 56 Stomacer 20 mg tablet 97 Rp 10,487 Rp 1,017,239 0.18% 98.79% C 57 Imodium tablet 596 Rp 1,445 Rp 861,220 0.15% 98.94% C 58 KSR tablet 223 Rp 3,484 Rp 776,932 0.14% 99.08% C 59 Glucophage 500 tablet 440 Rp 1,526 Rp 671,440 0.12% 99.20% C 60 Lanfix 100 kapsul 849 Rp 750 Rp 636,750 0.11% 99.31% C 61 Simarc 2 mg tablet 323 Rp 1,859 Rp 600,457 0.11% 99.42% C 62 Rimactazid Paed tablet 200 Rp 2,846 Rp 569,200 0.10% 99.52% C 63 Urinter kapsul 111 Rp 4,397 Rp 488,067 0.09% 99.61% C 64 Pharflox 400 mg tablet 20 Rp 19,663 Rp 393,260 0.07% 99.68% C 65 Folamil tablet 225 Rp 1,202 Rp 270,450 0.05% 99.73% C 66 Harnal Ocas tablet 15 Rp 16,848 Rp 252,720 0.04% 99.77% C 67 Buscopan plus tablet 40 Rp 4,117 Rp 164,680 0.03% 99.80% C 68 INH 300 tablet 952 Rp 165 Rp 157,080 0.03% 99.83% C 69 Voltadex 25 mg tablet 393 Rp 393 Rp 154,449 0.03% 99.86% C 70 Cataflam 50 tablet 20 Rp 5,880 Rp 117,600 0.02% 99.88% C 71 Pharflox 200 mg tablet 8 Rp 11,869 Rp 94,952 0.02% 99.90% C 72 Reotal tablet 10 Rp 10,677 Rp 106,770 0.02% 99.92% C 73 Voltadex 50 mg tablet 141 Rp 644 Rp 90,804 0.02% 99.94% C 74 Arcoxia 120 mg tablet 4 Rp 17,303 Rp 69,212 0.01% 99.95% C 75 Buscopan tablet 18 Rp 2,979 Rp 53,622 0.01% 99.96% C

78 INH Ciba 300 tablet 35 Rp 845 Rp 29,575 0.01% 99.99% C 79 INH Ciba 400 tablet 40 Rp 1,101 Rp 44,040 0.01% 100.00% C 80 ISDN tablet 559 Rp 114 Rp 63,726 0.01% 100.01% C 81 Ossoral 200 tablet 40 Rp 1,430 Rp 57,200 0.01% 100.02% C 82 Stimuno tablet 11 Rp 2,593 Rp 28,523 0.01% 100.03% C 83 Aspar-K tablet 7 Rp 2,922 Rp 20,454 0.00% 100.03% C 84 Rimcure Paed tablet 6 Rp 3,432 Rp 20,592 0.00% 100.03% C 85 Adalat 10 mg tablet 0 Rp 3,183 Rp - 0.00% 100.03% C 86 Adalat oros 30 tablet 0 Rp 9,498 Rp - 0.00% 100.03% C 87 Amaryl 1 tablet 0 Rp 3,458 Rp - 0.00% 100.03% C 88 Amaryl 2 tablet 0 Rp 6,304 Rp - 0.00% 100.03% C 89 Anvomer B6 tablet 0 Rp 2,789 Rp - 0.00% 100.03% C

Dokumen terkait