LINGKUP PEKERJAAN
31.1 Lingkup pekerjaan ini termasuk pengadaan semua material peralatan, tenaga kerja dan lain-lain untuk pemasangan, pengetesan, untuk seluruh sistem jaringan CCTV seperti dipersyaratkan di dalam buku ini dan seperti ditunjukkan di dalam gambar rancangan.
Dalam pekerjaan ini harus termasuk peralatan pendukung yang berhubungan dengan pekerjaan ini yang tidak mungkin disebutkan secara terinci di dalam buku ini tetapi dianggap perlu untuk kesempurnaan fungsi/operasi sistem.
31.2 Kontraktor harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang di jelaskan baik dalam spesifikasi teknis ini ataupun yang tertera dalam gambar rancangan, dimana bahan-bahan dan peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan pada spesifikasi teknis ini.
Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan ana tau peralatan yang dipasang dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan pada pasal ini,merupakan kewajiban Kontraktor untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.
31.3 Lingkup pekerjaan yang dimaksud, 31.3.1 Sistem Instalasi
Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan instalasi CCTV sesuai dengan schedule perencanaan beserta peralatan bantu dan pendukungnya secara lengkap.
31.3.2 Perlengkapan Bantu (Accessories)
Peralatan bantu yaitu peralatan-peralatan yang diperlukan untuk kesempurnaan kerja system yang harus disediakan oleh Kontraktor tanpa mengakibatkan adanya tambahan biaya meskipun peralatan tersebut tidak disebutkan secara jelas atau terinci di dalam gambar rancangan dan Persyaratan Teknis.
31.3.3 Sistem Pembumian Pengaman,
Yang termasuk didalam pekerjaan sistem pengebumian meliputi instalasi khusus yang terpisah dengan instalasi lainnya yang dihubungkan dengan batang elektroda pengebumian dan bare copper conductor atau kabel yang menghubungkan peralatan yang harus dikebumikan dengan elektroda pembumian termasuk seluruh instalasi beserta peralatan-peralatan bantu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan sistem ini.
31.3.4 Test Commisioning
Kontraktor harus melaksanakan pekerjaan test commissioning dengan tahapan berikut, a. Pengecekan instalasi dilaksanakan secara parsial per titik camera yang berada di
setiap lantai bangunan menuju peralatan utama, dan terminal barcode access control yang terpasang di setiap lantai sesuai gambar perencanaan.
b. Akhirnya, pengecekan menyeluruh secara lengkap untuk kepentingan operasional sesuai fungsi seperti yang ditunjukan dalam gambar rancangan dan spesifikasi teknis ini. Dan melaksanakan perubahan komposisi fungsi sistem sesuai keinginan manajemen operasional bangunan dan Pemberi Tugas/MK.
31.2 SISTEM OPERASI CCTV 31.2.1 KEMAMPUAN OPERASI 31.2.1.1 Sistem CCTV
a. Sistem CCTV (Closed Circuit Television) digunakan untuk membantu pemantauan terhadap lokasi/area tertentu dengan melalui gambar video yang dihasilkan oleh Camera dan ditampilkan pada layar Monitor melalui peralatan kontrol, dan dapat
direkam/disimpan sebagai dokumen secara otomatis ke hardisk dengan format JPEG.
b. Kamera CCTV mampu mendeteksi aktivitas untuk area seperti yang tertera pada gambar rancangan dengan jelas melalui TV monitor pada ruang kontrol (security) atau ditentukan lain sesuai keinginan Pemberi Tugas.
c. TV monitor di ruang Kontrol mampu menvisualkan seluruh aktivitas secara bersamaan sesuai jumlah kamera yang terpasang dengan jenis monitor LED.
d. Kontraktor harus melengkapi peralatan tambahan sesuai keinginan Pemberi Tugas tanpa menggangu sistem yang sudah terpasang.
31.2.2 PERALATAN UTAMA CCTV 31.2.2.1 Peralatan Utama CCTV 31.2.2.1.1 Camera
Camera merupakan peralatan penghasil gambar video yang diperlengkapi dengan lensa.
Camera mengirim sinyal video dari area/objek yang dipantau ke peralatan kontrol untuk ditampilkan pada layar Monitor. Peralatan camera yang disyaratkan adalah :
a. Dome Camera : 5 MP / TRUE DAY / NIGHT VISION MOTION DETECTOR
a. Dome Camera Indoor : 5 MP / TRUE DAY / NIGHT VISION MOTION DETECTOR 360 º
31.2.2.1.2 Network Video Recorder (NVR)
a. NVR harus menggunakan teknologi kompresi digital CCTV yang compatible dengan program personal computer, dan mempunyai aplikasi system rekaman, tampilan multi-view, transmisi digital lewat jaringan komputer, serta pengontrolan kamera speed dome.
b. System ini harus dapat diaplikasikan ke system pengamanan terpadu dimana setiap kamera yang terpasang dapat dilihat dan direkam pada saat yang bersamaan, dengan hasil yang baik. Serta dapat dilihat oleh pengawas/operator yang berada di lokasi kontrol utama maupun di lokasi yang lain lewat media jaringan komputer yang ada dengan sistem jaringan data.
c. Spesifikasi peralatan tersebut diatas yang disyaratkan adalah sebagai berikut :
• Model Color System (PAL/NTSC) - DS2 Series.
• System Simultaneous Record, Playback, Background Image Archiving, Multiplexer User Network Viewing & Playback with No Loss of Performance.
• Data I/O SCSI, Ethernet, Bus A & B (RS-485), 485 Bus, Serial Port, dan HDMI.
• Camera Input 16 Camera Input.
• Record Rate 50PPS (PAL)/60PPS (NTSC) for DS2A, 100PPS PAL) /120PPS (NTSC) for DS2P, up to 45kb per Picture.
• Compression JPEG Standard.
• Alarm 16 Input (Remote Alarm Module), Email Notification on Alarm up to 5 email address.
• Hard disk Internal HDD (2 unit) serial ATA 7500 rpm, atau mempunyai kemampuan penyimpanan data visual secara otomatis untuk jangka waktu minimal 40 hari kerja, atau ditentukan lain sesuai keinginan Pemberi Tugas/MK.
• Network A Standard Ethernet for Remote Support Viewing, Playback, Archiving Image, PTZ Control, & Multiple User with Log-in Password.
• Color Resolution PAL 720h x 512v, 16.8 million colors 256 level of grey, 8-bit Luna.
• Operating 10G, 2ms (2 per second max), 5~45 0C, 5% ~ 85% Non-Condensing, 5~20Hz 0.0037 inches (double amplitude)
• Power Supply Input 100 ~ 230 VAC (50/60Hz), Output (5VDC, +12VDC, -12VDC)
• Telemetry Built-in RS-485/twisted pair protocols.
• Audio Mick-in, Line-in, Line Out.
• Remote IR Remote Control Offers Front Panel.
• Back Up Quick & Easy Copy to External Media (CD-R, DDS, etc)
• Search Video Search Facility.
• Rec. Time Up to 2 Months of High Quality Digital.
31.2.2.1.3 Monitor
Monitor harus berfungsi untuk menampilkan gambar camera, baik itu pantauan langsung maupun hasil rekaman. Mode tampilannya diatur oleh Multiplexer atau Digital Recorder, sehingga pada satu layar monitor harus dapat ditampilkan lebih dari satu camera, s.d. 16 camera (4x4). Data teknis yang harus dipenuhi adalah :
a. Display LED : SAMSUNG , LG, Sony 40 inch b. Resolution : High Resolution ( 1 : 3000)
c. Video Inputs : A dan B : Composite video (XVGA & HDMI socket) d. Audio input : Line level 500 mV, imp. : high
e. Controls Display : Front panels
f. On-Screen Display : Sharpness, Color temperature/ system, etc.
g. Construction / Finish : Steel with plastic front, charcoal.
31.3 JARINGAN INSTALASI
a. Jaringan Instalasi Kamera Digital dengan peralaan utama harus menggunakan connector yang dipersyaratkan oleh merk yang telah disetujui.
b. Jaringan instalasi tidak boleh ada sambungan, jika keadaan terpaksa penyambungan hanya boleh dilakukan dengan menggunakan penghubung/connector yang dilengkapi dengan terminal boxs.
c. Jaringan instalasi harus dalam conduit dengan persyaratan sesuai dengan uraian spesifikasi teknis pekerjaan instalasi elektronik.
31.4 PERSYARATAN TEKNIS PENUNJANG INSTALASI
31.4.1 PIPA CONDUIT
a. Pipa conduit yang dipasang secara exposed menggunakan conduit jenis PVC high impact dengan ketebalan minimum 2 mm juga termasuk conduit yang ditanam di dalam tembok/beton.
b. Conduit dan sparing harus mempunyai ukuran diameter dalam sebesar 1,5 kali dari total diameter luar kabel yang dilindunginya dan ukuran minimum sebesar 3/4".
Oleh karena itu,kontraktor sebelum memasang conduit harus re-konfirmasi terlebih dahulu terhadap kabel yang akan dilindunginya.
c. Ujung-ujung conduit bahan steel/GSP yang dikondisikan untuk pelindung kabel luar bangunan harus dihaluskan dan diberi tules agar tidak merusak isolasi kabel.
d. Pemakaian conduit di sini dimaksudkan untuk finishing seluruh insta-lasinnya. Oleh karena itu pemasangannya harus dilakukan serapi mungkin dan dikoordinasikan dengan pekerjaan Finishing Arsitektur atas koordinasi Pemberi Tugas.
e. Pemasangan pipa conduit di atas plafond harus dikoordinasi- kan dengan penggunaan jalur untuk utilitas lain, sehingga harus tersusun rapi, kokoh dan tidak saling mempengaruhi/mengganggu.
f. Dalam hal jalur pipa conduit pada gambar rancangan diperkirakan tidak mungkin lagi untuk dilaksanakan. Kontraktor wajib mencari jalur lain sehingga pelaksanaan mudah dan tidak mengganggu utilitas lain,tetapi tetap harus sesuai dengan persyaratan.
g. Pertemuan antara pipa sparing yang muncul dari dalam dinding dengan pipa conduit di atas plafond harus menggunakan doos dan diantara doos tersebut dipasang flexible conduit. Pemasangan flexible conduit tersebut harus dilakukan dengan cara klem.
h. Jumlah sparing (conduit yang ditanam di dalam beton) harus disediakan minimum sebanyak 120 % dari jumlah kabel yang akan melewatinya atau minimum mempunyai satu buah sparing lebih banyak dari jumlah kabel yang akan melewatinya.
31.4.2 FLEXIBLE CONDUIT
a. Flexible conduit digunakan untuk melindungi kabel,
• Yang ke luar dari conduit dan masuk ke dalam sparing.
• Yang ke luar dari conduit ke titik peralatan.
• Pembelokan instalasi.
b. Penyambungan flexible conduit dengan conduit lain harus dilakukan di dalam doos penyambungan.
c. Ukuran conduit harus mempunyai diameter dalam minimum 1,5 kali total diameter luar kabel yang dilindunginya.
d. Pemasangan flexible conduit harus menggunakan klem.
Pasal 32