• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELAKSANAAN DUE DILIGENCE NOTARIS DAN PRINSIP KETERBUKAAN DI PASAR MODAL

A. Pengertian Due Diligence

Terminologi mengenai due diligence ini, tidak terdapat baik di dalam UUPM maupun dalam peraturan lainnya. Namun, walaupun demikian istilah ini sudah sangat di kenal terutama bagi kalangan bisnis yang berkecimpung di pasar modal.

Due diligence merupakan gabungan dari beberapa konsep yang saling

berhubungan, yakni konsep bisnis dan konsep hukum pasar modal. Karena due

diligence adalah kewajiban mutlak bagi pihak yang berkepentingan untuk

memverifikasi keakuratan dari prinsip keterbukaan yang berhubungan dengan sekuritas perusahaan dan merupakan standar untuk penyelidikan dan penelitian yang merupakan bahagian dari proses persiapan penawaran umum yang akan dilakukan oleh perusahaan, oleh karena itu sebahagian pihak menafsirkan due diligence itu dengan “penelitian yang mendalam”. 68

Untuk membantu persiapan perusahaan yang akan go public lembaga dan profesi pasar modal yang membantu membuat dokumen-dokumen akan melakukan

due diligence agar mereka mengetahui secara mendalam hal-hal keadaan keuangan

tahun-tahun terakhir, operasinya, proyeksi emiten dan prospek emiten.69

68

Asril Sitompul, Loc. Cit., hal. 2

69

Bismar Nasution , (Buku III), Beberapa Aspek Hukum Pasar Modal Dalam Transaksi

Saham, Makalah disampaikan pada Pelatihan Corporate Lawyer V LPSH-HILC, Jakarta 24 Mei 2000,

Dalam pelaksanaan due diligence ini, eksekutif emiten harus memberikan informasi yang akurat dan cukup kepada lembaga penunjang dan profesi pasar modal. Karena hasil due diligence ini nanti yang akan ditulis dalam dokumen-dokumen emiten pada waktu pernyataan pendaftaran di Bapepam.70

Untuk keperluan due diligence ini, terdapat standar yang harus dipenuhi oleh para profesi penunjang pasar modal, misalnya due diligence yang dilaksanakan oleh profesi pasar modal harus sesuai dengan standar profesinya yang telah ditetapkan oleh asosiasi profesi tersebut, seperti halnya Standar Pemeriksaan Hukum (SPH) dan Pendapat Hukum, yang dikeluarkan oleh Himpunan Konsultan Hukum Pasar Modal dan Standar Pemeriksaan Akuntan yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

Sebagaimana diketahui bahwa untuk melakukan kegiatan usaha di bidang pasar modal ini, terdapat adanya kewajiban bagi profesi penunjang pasar modal untuk memberikan pendapat atau penilaian yang independen, maka dapatlah dikatakan bahwa ketentuan ini menuntut profesi penunjang pasar modal untuk membuat pendapat dan penilaian yang dilakukan secara professional dan hasilnya bersifat objektif dan wajar.71

Mengenai hal-hal yang berkenaan dengan pentingnya standar due diligence ini disebutkan dalam konteks due diligence tentang keuangan, peranan akuntan sebagai profesi penunjang pasar modal dalam melaksanakan prinsip keterbukaan di pasar modal adalah untuk memastikan bahwa tidak ada fakta materil mengenai keuangan

70

Ibid

71

perusahaan yang tidak dicantumkan dalam pernyataan pendaftaran, pemastian tersebut dilakukan dengan due diligence keuangan (financial due diligence). Dan untuk menjalankan perannya tersebut akuntan melakukan evaluasi terhadap aspek keuangan perusahaan yang akan go public atau melakukan due diligence mengenai seluruh aspek keuangan dan pembukuan perusahaan, untuk tahun buku yang sedang berjalan dan tahun buku sebelum penawaran umum. Juga estimasi di bidang keuangan dan rencana cash-flow perusahaan.

Di samping itu, akuntan juga harus memperhatikan dengan teliti jalannya penilaian yang akan dilakukan perusahaan penilai (appraisal) yang menilai perusahaan, guna menghindari kemungkinan terjadinya penipuan dalam penilaian tersebut, antara lain seperti terjadinya mark-up atau menaikkan nilai perusahaan dari nilai yang sebenarnya atau terjadinya window-dressing atau perbaikan pembukuan perusahaan dengan mencantumkan angka-angka yang tidak benar agar perusahaan tampak sehat. Mengenai standar due diligence ini, juga dapat dilihat dari profesi konsultan hukum.

Dalam melaksanakan due diligence atau tugas yang diberikan kepadanya dalam rangka membuat pendapat hukum (legal opinion), dokumen harus mengkaji dan memperlajari semua dokumen perusahaan dan dokumen-dokumen lainnya dengan teliti dan cermat, misalnya :72

a. Anggaran dasar emiten berikut perubahannya

b. Permodalan dan saham

c. Direksi dan dewan komisaris

72

d. Izin dan persetujuan

e. Penyertaan pada perusahaan lain

f. Asset

g. Asuransi

h. Tenaga kerja

i. Perjanjian-perjanjian

j. Persetujuan dalam rangkan emisi efek

Hal ini perlu menjadi ingatan, agar nantinya tidak terjadi pernyataan misleading statement atau immision.

Dari hal-hal diatas dapatlah dikatakan bahwa pekerjaan due diligence ini sangat menuntut ketelitian dan kecermatan. Hal ini diperlukan karena hasil due

diligence ini yang nantinya akan ditulis dalam dokumen-dokumen emiten pada waktu

pernyataan pendaftaran di Bapepam.

Didalam suatu emisi saham, proses due diligence ini dilakukan segera setelah persetujuan awal tentang penjaminan emisi tercapai, artinya proses ini harus dilaksanakan sebelum perjanjian emisi ditandatangani.73

Sebagaimana diketahui bahwa notaris sebagai profesi penunjang pasar modal yang akan membantu emiten untuk membuat dokumen-dokumen yang diperlukan, juga akan melakukan due diligence sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.

Setiap profesi penunjang pasar modal wajib mentaati kode etik dan standar profesi yang ditetapkan oleh asosiasi profesi masing-masing, sepanjang tidak bertentangan dengan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya lainnya.74

73

Asril Sitompul, Op.cit., hlm.39

74

Dalam hal ini berarti bahwa Bapepam tidak menetapkan standar kode etik yang akan dipakai oleh setiap profesi penunjang pasar modal namun hanya mengikuti kode etik yang telah ditetapkan oleh asosiasi masing-masing.

B. Pelaksanaan Due Diligence Notaris dalam Proses Penawaran Umum

Dalam proses penawaran umum suatu perusahaan, Notaris bersama-sama dengan profesi penunjang lainnya akan melakukan due diligence. Hal ini merupakan kewajiban yang mutlak bagi pihak yang berkepentingan untuk memverifikasi keakuratan dari prinsip keterbukaan yang berhubungan dengan sekuritas perusahaan dan merupakan standar untuk penyelidikan dan penelitian yang merupakan bagian dari proses persiapan penawaran umum yang akan dilakukan oleh perusahaan oleh karena itu sebahagian pihak menafsirkan due diligence ini dengan penelitian yang mendalam.75

Pelaksanaan dari standar due diligence ini perlu dilakukan oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses go public-nya suatu perusahaan, karena tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan due diligence ini adalah agar tidak terjadinya pelanggaran- pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan di dalam pasar modal, hal ini disebabkan karena jika pelanggaran terhadap prinsip keterbukaan ini terjadi, maka dapat menyebabkan kerugian bagi pihak investor dan sudah pasti pihak investor yang dirugikan tersebut dapat menuntut pertanggungjawaban dari pihak-pihak yang telah melakukan pelanggaran prinsip keterbukaan tersebut.

75

Penerapan dari prinsip keterbukaan ini sangatlah penting dalam pasar modal, yakni untuk menjaga kepercayaan publik/investor terhadap bursa untuk menjaga mekanisme pasar yang efisien dan untuk mencegah terjadinya penipuan (fraud), karena tanpa adanya aturan kewajiban keterbukaan ini, maka akan menimbulkan akibat buruk bagi investor publik untuk memperoleh informasi atau fakta materil dari perusahaan.

Konsep dari due diligence ini sendiri sebenarnya mengacu pada berbagai kewajiban yang dibebankan oleh UUPM artinya bahwa due diligence merupakan kewajiban mutlak bagi pihak yang berkepentingan untuk memverifikasi keakuratan dari prinsip keterbukaan yang berhubungan dengan sekuritas perusahaan dan merupakan standar untuk penyelidikan dan penelitian yang merupakan bagian dari proses persiapan penawaran umum yang akan dilakukan oleh perusahaan.

Sebagai profesi penunjang pasar modal, peranan Notaris tidak akan terlepas dari tugas dan profesinya sebagai pejabat yang satu-satunya berwenang membuat akta otentik sebagaimana telah disebutkan dalam Pasal 1 UUJN, disebutkan bahwa Notaris adalah pejabat umum yang berwenang untuk membuat akta otentik dan kewenangan lainnya sebagaimana disebut dalam undang-undang ini. Sedangkan di dalam Pasal 1 PJN disebutkan Notaris adalah Pejabat umum yang satu-satunya berwenang untuk membuat akta otentik yang diharuskan oleh suatu peraturan umum atau oleh yang berkepentingan dikehendaki untuk dinyatakan dalam suatu akta otentik, menjamin kepastian tanggalnya, menyimpan aktanya, memberikan grosse, salinan dan

kutipannya sepanjang pembuatan akta itu oleh suatu peraturan umum tidak ditugaskan atau dikecualikan kepada pejabat atau orang lain.

Untuk kegiatan di pasar modal, adapun yang menjadi tugas Notaris selaku profesi penunjang pasar modal akan terlihat pada proses awal pada saat perusahaan akan melakukan go public, yakni Notaris bertugas untuk membuat akta-akta yang merupakan dokumen-dokumen tertentu dalam hal persiapan menjelang diadakannya penawaran umum, antara lain Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), perjanjian antara emiten dengan Badan Administrasi Efek, Underwriter, dan badan- badan hukum lainnya yang terlibat dalam proses go public artinya disini bahwa Notaris membantu emiten untuk menyiapkan kelengakapan dokumen.

Dalam emisi saham, Notaris berperan dalam membuat akte anggaran dasar atau akte perubahan anggaran dasar, dan apabila diinginkan oleh para pihak Notaris juga membantu emiten untuk membuat dokumen-dokumen yang diperlukan, yang kesemuanya merupakan hal-hal yang sangat penting dan fundamental, seperti dalam hal pembuatan :76

a. Perjanjian agen penjualan yakni perjanjian yang dilakukan oleh para penjamin

pelaksana efek dan penjamin efek untuk menawarkan dan menjual saham kepada masyarakat

b. Perjanjian penjaminan emisi efek yakni perjanjian yang dilakukan oleh emiten

dengan penjamin pelaksana emisi efek mengenai pernyataan jaminan dengan kesanggupan untuk melakukan penawaran dan penjualan saham emiten kepada masyarakat melalui suatu penawaran umum dan menanggung serta membeli saham yang tidak habis terjual

c. Perjanjian antara penjaminan emisi yakni perjanjian yang dilakukan antara

penjamin emisi dengan pelaksana penjamin emisi untuk menjamin dan membeli

76

saham-saham emiten dan saham-saham yang tidak terjual kepada masyarakat pada penawaran umum.

Dalam emisi obligasi, Notaris berperan dalam pembuatan:77

1. Perjanjian penanggungan yakni perjanjian yang dilakukan oleh dan antara

penanggung, wali amanat dan emiten agar penanggung menjamin untuk membayar kepada pemegang obligasi dan wali amanat tentang sejumlah hutang emiten

2. Perjanjian perwaliamanatan yakni perjanjian yang dilakukan antara emiten, wali amanat dan penanggung agar wali amanat mewakili pemegang obligasi untuk melakukan perbuatan hukum di dalam dan di luar pengadilan.

Seperti halnya dengan profesi penunjang lainnya, pelaksanaan dari due

diligence Notaris ini merupakan suatu kewajiban untuk memenuhi pelaksanaan dari

prinsip keterbukaan, yang harus disesuaikan dengan ketentuan yang telah mengaturnya dan juga tidak terlepas dari apa yang terdapat dalam peraturan mengenai standar pemeriksaan profesi. Dalam menjalankan tugas dan peranannya Notaris juga diperlukan guna membantu para pihak untuk mencari solusi, mencari jalan keluar untuk memecahkan masalah yang dihadapi mereka dalam membuat perjanjian- perjanjian yang ada hubungannya dengan pasar modal.78

Pasal 67 UUPM dinyatakan bahwa dalam melakukan kegiatan usaha di bidang pasar modal, profesi penunjang pasar modal wajib memberikan pendapat atau penilaian yang independen.

Dari hasil penelitian yang diperoleh, sampai saat ini tidak ada suatu ketentuan tertentu baik dari Badan Pengawas Pasar Modal maupun dari Asosiasi Ikatan Notaris Indonesia yang mengatur tentang standar due diligence Notaris. Dalam hal

77

Ibid

78

H. Djaidir, Peranan Notaris sebagai Profesi Penunjang Pasar Modal, Makalah disampaikan pada seminar sehari Pasar Modal, Medan, 22 September 1999

pelaksanaan due diligence Notaris hanya dilakukan sesuai dengan UUJN dan Kode Etik Profesi dan disesuaikan dengan ketentuan-ketentuan yang diatur dalam UUPM dan peraturan-peraturan yang terkait dengan Pasar Modal.

Yang dimaksud dengan kode etik pada umumnya adalah norma dan asas yang diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku, baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Sedangkan etika mempunyai kaitan erat dengan moral, integritas dan perilaku seseorang dan juga hati nurani yang akan mempertanyakan apakah sesuatu itu etis atau tidak etis.

Dalam keputusan sidang Komisi B Kode Etik Notaris, dalam ketentuan umum Pasal 1 disebutkan bahwa Kode Etik Notaris adalah seluruh kaidah moral yang ditentukan oleh perkumpulan berdasarkan keputusan kongres dan/atau yang ditentukan dan diatur oleh peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hak itu dan berlaku bagi serta wajib ditaati oleh setiap dan semua anggota Perkumpulan Ikatan Notaris Indonesia dan semua orang yang menjalankan tugas jabatan sebagai notaris, termasuk didalamnya Notaris Pengganti, Wakil Notaris dan Wakil Notaris Sementara.

Bagi Notaris sebagai profesi penunjang pasar modal, pelaksanaan due

diligence dilakukan dengan memeriksa secara teliti dan seksama mengenai segala

sesuatunya yang berkenaan dengan perusahaan yang akan go public. Hal ini dilakukan karena dari pelaksanaan due diligence ini, Notaris harus bertanggung jawab, jika suatu saat ada pihak yang melakukan penuntutan terhadapnya yang

mungkin saja disebabkan karena kelalaian dari pekerjaan yang telah dilakukannya, sehingga akibat kelalaian tersebut terjadi kerugian bagi pihak investor.

Disamping hal pertanggungjawaban, pelaksanaan due diligence juga merupakan bahagian dari tugas dan fungsi Notaris sebagai profesi penunjang pasar modal artinya bahwa sebelum Notaris melakukan tugasnya dalam membuat akta, maka terlebih dahulu Notaris memeriksa data perusahaan dimana nantinya akan dituangkan dalam akta yang akan dibuatnya, kemudian dari pekerjaannya itu bersama profesi penunjang pasar modal lainnya akan diadakan rapat koordinasi yang akan membahas mengenai segala yang berkaitan dengan perusahaan, dengan menegakkan prinsip keterbukaan dan setelah semuanya selesai, perusahaan dengan bantuan profesi dan lembaga penunjang lainnya mempersiapkan pernyataan pendaftaran yang akan disampaikan kepada Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Untuk hal itu diharapkan agar Notaris mempunyai pengetahuan di bidang pasar modal.

Adapun yang menjadi peran serta notaris dalam proses penawaran umum suatu perusahaan adalah :

a. Membantu emiten dalam mempersiapkan penawaran umum

Dalam hal ini Notaris memberikan bantuan berupa keterangan-keterangan mengenai segi-segi hukum penawaran umum, membantu pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham dalam rangka meminta persetujuan pemegang saham dan membuat berita acaranya, membuat akta anggaran dasar serta mengurus perubahan anggaran dasar sampai pendaftaran di Pengadilan Negeri dan diumumkan di Berita Negara.

b. Membuat perjanjian-perjanjian dalam rangka penawaran umum

Hubungan kerja antara para pihak yang terlibat dalam kegiatan penawaran umum perlu diikat dengan suatu perjanjian notariel. Dan dalam pembuatan perjanjian tersebut, sebelum akta dibuat Notaris terlebih dahulu mengumpulkan data-data, keterangan-keterangan yang selengkap-lengkapnya serta mempelajari akibat hukum yang disesuaikan dengan syarat-syarat perjanjian yang terdapat dalam KUH Perdata lalu memeriksa identitas dari pihak-pihak yang akan membuat akta tersebut dan memberi saran-saran untuk mencegah timbulnya sengketa diantara para pihak sehubungan dengan akta yang akan dibuatnya.

Dalam rangka penawaran umum, perjanjian-perjanjian yang dibuat merupakan perjanjian bersyarat tangguh artinya bahwa lahirnya perjanjian tersebut tergantung dari suatu peristiwa yang akan datang dan belum tentu terjadi. Hal itu tergantung dari pernyataan pendaftaran efektif yang dikeluarkan oleh Bapepam.

Dalam UUPM tidak diatur tentang standar due diligence bagi seorang Notaris, begitu juga halnya dengan Asosiasi Profesi yakni Ikatan Notaris Indonesia, maupun Bapepam. Sehingga dapat dikatakan bahwa pelaksanaan due diligence Notaris hanya berpedoman pada kode etik Notaris dan UUJN serta peraturan-peraturan lainnya yang berhubungan dengan kegiatan pelaksanaan due diligence notaris dalam pasar modal.

Dari hal diatas dapat diketahui bahwa pelaksanaan due diligence Notaris hanyalah sebatas pada data-data yang diperlukannya dalam rangka mempersiapkan akta yang akan dibuatnya dan memeriksa segala kekurangan dari dokumen-dokumen

yang berkaitan dengan akta yang dibuatnya tersebut, dengan ketentuan bahwa notaris dalam melakukan kegiatannya harus bersikap netral dan independen.

C. Prinsip Keterbukaan di Pasar Modal

Tujuan utama UUPM adalah mengatur prinsip keterbukaan atau penyediaan informasi fakta materil dan untuk mencegah perbuatan curang dalam perdagangan saham. Prinsip keterbukaan tersebut menjadi persoalan inti di pasar modal dan sekaligus merupakan jiwa pasar modal itu sendiri.

Keterbukaan tentang fakta materil sebagai jiwa pasar modal didasarkan pada keberadaan prinsip keterbukaan yang memungkinkan tersedianya bahan pertimbangan bagi investor, sehingga ia secara rasional dapat mengambil keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham.79

Prinsip keterbukaan adalah pedoman umum yang mensyaratkan emiten, perusahaan dan pihak lain yang tunduk pada Undang-Undang ini untuk menginformasikan kepada masyarakat dalam waktu yang tepat seluruh informasi materiil mengenai usahanya atau efeknya yang dapat berpengaruh terhadap keputusan pemodal terhadap efek dimaksudkan atau harga dari efek tersebut.80

Keterbukaan ini diharuskan karena pada dasarnya para calon investor (Pemodal) mempunyai hak untuk mengetahui secara detail mengenai segala sesuatu tentang bisnis perusahaan, dimana mereka akan menempatkan uangnya maka untuk

79

Bismar Nasution, Kepentingan Pasar Modal Dalam Rancangan Perubahan Undang-

Undang Kepailitan, Makalah, hal. 1 dikutip dari William H. Beaver, “The Nature of Mandated Disclosure” dalam Richard A. Posner dan Kenneth E. Scott. Ed., (Boston, Toronto : Little, Brown &

Company, 1980), (Selanjutnya disebut Bismar Nasution III)

80

itu harus dapat dimengerti pula bahwa “keterbukaan tersebut juga merupakan suatu tahap peralihan dari perusahaan privat menjadi perusahaan publik, yang merupakan suatu hal yang sangat menantang bagi pemiliknya dan manajemennya.81

Terhadap informasi yang harus di disclose adalah seluruh informasi mengenai keadaan usahanya yang meliputi aspek keuangan, hukum, manajemen dan harta kekayaan perusahaan kepada masyarakat, keterbukaan terhadap kondisi perusahaan yang melakukan emisi saham menyebabkan calon investor dapat memahami dan memutuskan kebijakan investasinya.

Pada dasarnya pelaksanaan keterbukaan di pasar modal dilakukan melalui 3 (tiga) tahap, yaitu :82

a. Keterbukaan pada saat melakukan penawaran umum (primary market level),

yang didahului pengajuan Pernyataan Pendaftaran Emisi ke Bapepam dengan menyertakan semua dokumen penting yang dipersyaratkan dalam Peraturan Nomor IX.C.1. tentang Pedoman Bentuk dan Isi Pernyataan Pendaftaran antara lain : prospektus, Laporan Keuangan yang telah di audit akuntan, Perjanjian Emisi, Legal Opinion dan sebagainya.

b. Keterbukaan setelah emiten mencatat dan memperdagangkan efeknya di bursa

(secondary market level). Dalam hal ini emiten wajib menyampaikan laporan keuangan secara berkala dan terus menerus (continuously disclosure) kepada Bapepam dan Bursa, termasuk laporan keuangan berkala yang diatur dalam Peraturan Nomor : X.K.2

c. Keterbukaan karena terjadi peristiwa penting dan laporannya harus

disampaikan secara tepat waktu (timely disclosure), yakni peristiwa yang dirinci dalam Peraturan Nomor : X.K.1

Penyampaian informasi tersebut harus mengikuti tata cara yang sudah ditentukan Bapepam dan sesegera mungkin, yaitu hari kerja kedua setelah keputusan atau terjadinya peristiwa, informasi atau fakta materil yang mungkin mempengaruhi nilai efek perusahaan atau keputusan investasi pemodal.

81

Asril Sitompul I, Op.cit., hal.23

82

Terdapat 3 (tiga) fungsi keterbukaan, yakni 83:

1. Untuk memelihara kepercayaan publik/investor terhadap pasar modal

Hal ini merupakan factor fundamental, karena disini prinsip keterbukaan mempunyai peranan penting bagi investor sebelum mereka mengambil keputusan untuk melakukan investasi artinya bahwa semakin jelas informasi perusahaan, makin tinggi keinginan investor untuk melakukan investasi, sebaliknya ketiadaan atau kekurangan serta ketertutupan informasi dapat menimbulkan ketidakpastian bagi investor dan kosekuensinya menimbulkan ketidakpercayaan investor dalam melakukan investasi melalui pasar modal.

2. Untuk menciptakan mekanisme pasar yang efisien

Dalam hal ini, prinsip keterbukaan berperan dalam meningkatkan supply informasi yang benarm agar dapat ditetapkan harga pasar yang akurat artinya semua informasi yang relevan mengenai apa yang ada harus dikemukakan, contohnya seperti pengumuman tentang keuntungan merupakan suatu informasi yang sangat bernilai artinya jika hal ini tidak dilakukan, maka perusahaan akan kehilangan kesempatan untuk menjual sahamnya dan untuk itu manajemen keuangan harus menjaga pasar, karena informasi saham yang mutunya rendah dapat mengakibatka harga saham menjadi lebih rendah dari yang semestinya. Hal ini berarti bahwa harga saham tercipta dari nilai-nilai informasi yang fundamental yakni informasi yang menggambarkan keadaan suatu perusahaan dan factor- faktor lain yang dapat mempengaruhi perusahaan seperti informasi tentang kemampuan manajemen perusahaan, kemampuan menghasilkan keuntungan, manfaat terhadap perekonomian nasional serta hak dan kewajiban investor jika mereka membeli saham tersebut.

3. Untuk mencegah terjadinya penipuan (fraud)

Dalam hal ini dapat dikatakan bahwa keterbukaan tentang fakta materiil merupakan jiwa pasar modal yang didasarkan pada keberadaan prinsip keterbukaan yang memungkinkan tersedianya bahan pertimbangan bagi investor sehingga secara rasional investor dapat mengambil keputusan untuk melakukan pembelian atau penjualan saham. Apabila suatu kejadian sulit untuk ditentukan sebagai suatu informasi atau fakta materiil, maka konsep kewajiban untuk menyampaikan informasi itu (duty to disclose) menjadi terhambat. Dan untuk menentukan apakah suatu

83

informasi adalah fakta materil atau bukan tergantung kepada beberapa pandangan, yakni jika :

a. Informasi yang sifatnya publik tersebut menurut pemegang saham adalah sangat

penting, bukan semata-mata apa yang ingin mereka ketahui. Bia fakta yang dihilangkan atau pernyataan yang tidak benar itu secara substantive mungkin berarti (penting) mengubah informasi yang menjadi milik masyarakat maka fakta tersebut materiil.

b. Informasi tersebut merupakan informasi yang spesifik bagi perusahaan yang

bersangkutan.

c. Informasi tersebut dapat mempengaruhi naik-turunnya harga saham.84

Dokumen terkait