METODE PENELITIAN
F. Analisis Data
3. Pelaksanaan Eksperimen
Pelaksanaan eksperimen yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengambilan data sesuai dengan variabel terikat (torsi dan daya), yang digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Data besar torsi dan daya yang digunakan dalam penelitian ini adalah data besar torsi dan daya yang dihasilkan pada poros roda yang menganalisis unjuk kerja sepeda motor keadaan sebenarnya (saat berjalan). Pengambilan data (torsi dan daya) menggunakan alat bantu Dynojet 250i. Dalam pengambilan data torsi dan daya terdapat perbedaan prosedur yang dilakukan. Adapun perbedaan prosedur pambilan data torsi dan daya adalah:
commit to user a. Prosedur Pengambilan Data Torsi
Prosedur pengambilan data torsi dengan mempertimbangkan gigi transmisi. Karena torsi yang dihasilkan pada poros roda, selain dipengaruhi oleh torsi mesin tapi juga dipengaruhi rasio roda gigi transmisi. Rasio roda gigi transmisi yang digunakan untuk memperbesar torsi adalah perbandingan roda gigi yang mampu memberikan momen lebih besar yang dapat memperingan kinerja mesin walaupun dengan kecepatan putar yang lebih lambat. Rasio roda gigi transmisi yang menghasilkan torsi maksimal adalah yang mendekati dua banding satu (2:1) atau lebih besar. Pengertian rasio roda gigi 2:1 adalah dua putaran mesin (penggerak) sama dengan satu putaran roda. Pada sepeda motor yang memiliki empat gigi transmisi, torsi terbesar dihasilkan pada gigi transmisi satu dan dua, karena perbandingan roda gigi mendekati 2:1. Pada sepeda motor Suzuki Shogun 125 SP, rasio gigi transmisi satu adalah 2,9:1 dan rasio roda gigi transmisi dua adalah 1,8:1. Maka prosedur pengujian torsi, hanya menggunakan gigi transmisi satu dan dua.
Cara pengambilan data torsi adalah dengan menghidupkan mesin dari putaran rendah hingga putaran sedang dengan memasukan gigi transmisi satu. Setelah mendekati putaran mesin 4000 rpm, dengan cepat gigi transmisi diganti ke posisi dua kemudian handle gas dibuka mendadak hingga terbuka maksimal. Hal ini ditahan hingga mencapai putaran 10000 rpm (limiter CDI). Besar torsi akan dianalisis oleh alat penguji dan hasilnya dapat langsung dilihat pada monitor dynojet.
b. Prosedur Pengambilan Data Daya
Dalam prosedur pengambilan data daya, juga mempertimbangkan rasio gigi transmisi. Hal ini karena daya yang dihasilkan poros roda dalam mencapai kecepatan putar maksimal, selain dipengaruhi oleh daya mesin tapi juga dipengaruhi rasio roda gigi transmisi. Rasio roda gigi transmisi untuk memperbesar daya, mengunakan perbandingan roda gigi semakin kecil antara penggerak dan yang digerakan. Roda gigi penggerak harus lebih besar dibandingkan roda gigi yang digerakan. Sehingga, dapat mengahasilkan putaran roda lebih cepat walaupun dengan putaran mesin yang lambat. Rasio
commit to user
63 roda gigi transmisi yang menghasilkan daya maksimal adalah yang mendekati satu banding satu (1:1) atau lebih kecil. Pengertian rasio roda gigi 1:1 adalah satu putaran mesin (penggerak) sama dengan satu putaran roda. Roda gigi transimisi yang memiliki perbandingan roda gigi sama atau lebih kecil antara penggerak dan yang digerakan adalah pada gigi transmisi top (maksimal). Sepeda motor Suzuki Shogun 125 SP memiliki empat gigi transmisi, sehingga daya terbesar dihasilkan pada gigi transmisi empat (top), dengan rasio 1,05:1. Maka prosedur pengujian daya dilakukan dari gigi transmisi satu hingga empat. Cara pengambilan data daya adalah dengan menghidupkan mesin dari putaran rendah hingga putaran tinggi dengan handle gas dibuka secara perlahan. Hal ini berlaku untuk setiap gigi transmisi satu hingga empat. Pergantian gigi transmisi dilakukan setelah putaran mesin mencapai 10000 rpm (limiter CDI). Besar daya akan dianalisis oleh alat penguji dan hasilnya dapat langsung dilihat pada monitor dynojet.
Pelaksanaan eksperimen dalam penelitian ini dapat digambarkan dengan bagan aliran sebagai berikut:
Gambar 3.18. Bagan Aliran Pelaksanaan Eksperimen Sepeda Motor
Suzuki Shogun 125 SP tahun 2005
Engine Overhoul
Poros Bubungan/ Camshaft Standar
Poros Bubungan/ Camshaft Modifikasi (Durasi 255o) Putaran Mesin 4000 - 10000 rpm Putaran Mesin 4000 - 10000 rpm Pengukuran: 1. Torsi 2. Daya
commit to user
Adapun langkah-langkah pelaksanaan eksperimen sebagai berikut: a) Menggunakan Poros Bubungan Standar
(1) Mempersiapkan alat bantu dan bahan penelitian (poros bubungan standar)
(2) Melakukan overhoul kendaraan uji yaitu sepeda motor Suzuki Shogun 125 SP tahun 2005. Komponen yang sudah tidak sesuai dengan standar atau spesifikasi kendaraan dilakukan penggantian. Hal ini berlaku untuk semua komponen mesin dan pemindah tenaga. (3) Memasang kembali seluruh komponen kendaraan dengan penyetelan
komponen sesuai manufaktur kendaraan. Poros bubungan yang digunakan adalah poros bubungan standar.
(4) Menaikkan sepeda motor pada alat dynojet 250i.
(5) Memposisikan roda depan tepat pada pengunci dan roda belakang pada roller dynojet.
(6) Memasang sabuk pengikat ke sepeda motor, agar tidak berjalan saat pengujian.
(7) Memasang indikator rpm pada kabel koil.
(8) Memanaskan mesin selama ± 5 menit, agar mesin mencapai suhu kerja optimal.
(9) Melakukan pengambilan data besar torsi poros sesuai dengan prosedur pengambilan data yang telah disampaikan sebelumnya. (10)Melakukan pengujian besar daya poros sesuai dengan prosedur
pengambilan data yang telah disampaikan sebelumnya.
(11)Hasil pengujian besar torsi dan daya akan secara otomatis tersimpan pada memori dynojet, sehingga dapat di print out/ cetak.
b)Menggunakan Poros Bubungan Modifikasi (Durasi 255o)
(1) Mempersiapkan alat dan bahan penelitian (poros bubungan modifikasi)
commit to user
65 (3) Memasang kembali seluruh komponen kendaraan dengan penyetelan komponen sesuai manufaktur kendaraan. Poros bubungan yang digunakan adalah poros bubungan modifikasi berdurasi 255o.
(4) Menaikkan sepeda motor pada alat dynojet 250i.
(5) Memposisikan roda depan tepat pada pengunci dan roda belakang pada roller dynojet.
(6) Memasang sabuk pengikat ke sepeda motor, agar tidak berjalan saat pengujian.
(7) Memasang indikator rpm pada kabel koil.
(8) Memanaskan mesin selama ± 5 menit, agar mesin mencapai suhu kerja optimal.
(9) Melakukan pengambilan data besar torsi poros sesuai dengan prosedur pengambilan data yang telah disampaikan sebelumnya. (10)Melakukan pengujian besar daya poros sesuai dengan prosedur
pengambilan data yang telah disampaikan sebelumnya.
(11)Hasil pengujian besar torsi dan daya akan secara otomatis tersimpan pada memori dynojet, sehingga dapat di print out/ cetak.