• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Simpulan

Berdasarkan analisis data dan pembahasan yang telah diuraikan pada BAB IV, maka dapat dibuat simpulan sebagai berikut:

1. Torsi dan daya maksimal yang dihasilkan menggunakan poros bubungan standar cenderung lebih kecil. Torsi maksimal yang dihasilkan 6,28 ft-lbs pada putaran 6000 rpm, sedangkan daya maksimal yang dihasilkan adalah 7,99 ft-lbs pada putaran 7500 rpm. Torsi yang dihasilkan kecil, karena jumlah efisiensi volumetris yang sedikit sehingga tekanan hasil pembakaran tidak terlalu besar. Torsi kecil mengakibatkan kemampuan untuk memutarkan beban menjadi lebih lambat sehingga daya yang dihasilkan lebih kecil. Kecilnya torsi yang dihasilkan menyebabkan kendaraan kurang responsif saat akserasi, dan daya yang lebih kecil menyebabkan kecepatan maksimal yang dicapai kendaraan lebih rendah.

2. Torsi dan daya maksimal menggunakan poros bubungan modifikasi (durasi 255o) cenderung lebih besar. Torsi maksimal yang dihasilkan 6,98 ft-lbs pada putaran 6500 rpm, sedangkan daya maksimal yang dihasilkan adalah 9,78 ft-lbs pada putaran 8000 rpm. Torsi yang dihasilkan besar, karena jumlah efisiensi volumetris banyak, sehingga tekanan hasil pembakaran cukup besar. Dengan torsi yang cukup besar pada beban putar yang semakin ringan, akan menghasilkan kemampuan putar beban lebih singkat sehingga daya yang dihasilkan lebih besar. Torsi besar menyebabkan kendaraan lebih responsif saat akserasi, dan daya besar akan menyebabkan kecepatan maksimal yang dicapai kendaraan lebih tinggi. 3. Dengan menggunakan poros bubungan modifikasi (durasi 255o) menghasilkan

torsi dan daya lebih baik dibanding menggunakan poros bubungan standar. Lebih baiknya torsi dan daya menggunakan poros bubungan modifikasi terlihat dari meningkatnya torsi dan daya maksimal yang dihasilkan. Peningkatan torsi maksimal setelah menggunakan poros bubungan modifikasi yaitu sebesar 0,7 ft-lbs, dan putaraan mesin berpindah kearah yang lebih tinggi yaitu sejauh 500 rpm. Meningkatnya torsi maksimal menyebabkan kendaraan lebih responsif saat mulai

commit to user

99 berjalan dan akselarasi. Berpindahnya torsi maksimal yang dihasilkan ke putaran yang lebih tinggi menyebabkan kemampuan putar tidak cenderung turun saat perpindahan gigi transmisi sehingga daya maksimal mudah dicapai. Sedangkan, peningkatan daya setelah menggunakan poros bubungan modifikasi (durasi 255o) yaitu sebesar 1,8 hp, dan putaran mesin berpindah kearah yang lebih tinggi yaitu sejauh 500 rpm. Meningkatnya daya maksimal menyebabakan kecepatan maksimal yang dicapai kendaraan lebih tinggi. Berpindahnya daya maksimal yang dihasilkan ke putaran yang lebih tinggi menyebabkan kecepatan maksimal dari kendaraan dapat dipertahankan sehingga kecepatan maksimal tetap stabil.

B. Implikasi

Berdasarkan landasan teori serta pada simpulan hasil penelitian, maka dapat disampaikan implikasi/ dampak yang ditimbulkan baik secara teoritis maupun praktis dalam upaya meningkatkan performa mesin melalui pemotong ramp poros bubungan (durasi 255o) yakni:

1. Implikasi Teoritis

a. Hasil penelitian dari penggunaan durasi simetris menyebabkan tinggi katup hisap dan buang saat overlapping cenderung sama, sehingga menghasilkan pembilasan yang sempurna.

b. Hasil pengunaan dari derajat tutup katup hisap 50o setelah TMB menjadikan waktu pengkompresian lebih panjang yakni 120o. Sehingga bahan bakar menjadi lebih padat dan terbakar sempurna. Pembakaran yang sempurna menghasilkan tekanan hasil pembakaran lebih besar melakukan langkah usaha dan siklus kerja berjalan cepat.

c. Dengan waktu pengapian yang sama yaitu 10o sebelum TMA. Hasil penggunaan derajat buka katup buang 50o sebelum TMB menjadikan waktu dalam melakukan langkah usaha menjadi lebih panjang 140o. Sehingga tekanan hasil pembakaran dapat digunakan secara maksimal.

d. Hasil dari pemotong ramp poros bubungan (durasi 255o) memberikan peningkatan daya dan torsi sehingga kendaraan lebih responsip, bertenaga dan kecepatan maksimal lebih besar dengan waktu yang singkat.

commit to user

e. Hasil penggunaan durasi 255o simetris memberikan dampak yanag baik, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pihak produsen kendaraan.

2. Implikasi Praktis

a. Hasil pemotong ramp poros bubungan hingga berdurasi 255o dengan profil simetris menghasilkan peningkatan torsi dan daya. Meningkatnya torsi dan daya menjadikan siklus kerja menjadi lebih singkat. Siklus kerja yang menjadi lebih singkat dan mekanisme katup bekerja lebih cepat. Selain poros bubungan, mekanisme katup yang bekerja cepat dipengaruhi oleh pegas yang cepat kembali. Untuk itu diperlukan pegas katup yang lebih keras untuk memaksimalkan performa mesin.

b. Hasil dari pemotong ramp poros bubungan (durasi 255o) menjadikan bagian dari poros bubungan terutama pada base circle lebih kecil sehingga lengan penekan cenderung mendadak dan terlempar saat akan turun ke ramp tutup, maka menimbulkan suara berisik. Untuk mengatasi hal tersebut dapat digunakan HLA (Hydroulic Lash Adjuster) sebagai pengganti penyetel celah katup yang masih konvensional. Penggunaan HLA agar lengan penekan dapat tetap melekat dengan poros bubungan dan mengurangi suara berisik.

c. Proses pemotongan ramp menimbulkan panas yang tinggi sehingga secara tidak langsung merubah kekuatan materian poros bubungan cepat aus. Untuk itu dalam proses modifikasi poros bubungan harus memperhatikan perlakuan panas. Selain itu untuk mengatasi poros bubungan aus dapat digunakan lengan penekan sistem roller.

commit to user

101 C. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi diatas, maka ada beberapa saran yang perlu disampaikan yaitu:

1. Untuk PTM JPTK FKIP

a. Harapannya kedepan supaya dasar teori dan pengembangan dari poros bubungan dapat dimasukan dalam mata kuliah.

b. Harapannya kedepan supaya sarana dan prasarana praktik otomotif lebih lengkap sehingga mempermudah mahasiswa dalam melaksanakan praktik dan penelitian seperti dynometer dan air flow meter.

c. Harapannya kedepan supaya peralatan praktik otomotif yang ada untuk lebih terawat

d. Harapannya kedepan supaya pelaksanaan paktik dapat dilakukan dengan makasimal dan peralatan praktik ada dapat disosialisasikan.

2. Untuk Peneliti Berikutnya

a. Harapannya melakukan penelitian sejenis dengan variasi durasi yang lain. b. Harapannya melakukan penelitian hal yang sudah umum namun belum

dibuktikan secara ilmiah, seperti porting 0,85V, exhaust D type, karet hasil tambal ban.

c. Harapannya penelitian dilakukan secara teliti, terutama saat pengukuran dan pengerjaan. Karena besar kecilnya ukuran yang dihasilkan akan mempengaruhi torsi dan daya mesin. Misalnya pemotongan ramp poros bubungan, ukuran dari pemotongan akan mempengaruhi derajat buka-tutup katup dan durasi sehingga berdampak pada torsi dan daya yang dihasilkan mesin.