MIN PUCANGSIMO
C. Pelaksanaan Kegiatan Ekstrakurikuler
Belajar, khususnya dalam pendidikan, bukanlah sekedar transmisi ilmu pengetahuan sebagai fakta. Tetapi lebih dari itu, belajar adalah mengolah daya penalaran peserta didik sebagai bekal dasar bagi setiap warga Negara yang bertanggungjawab. Teori belajar mengatakan kepada kita bahwa prose belajar tidak terjadi dalam ruang kosong. Data ilmu pengetahuan hanya dapat diserap kaitannya dengan dunia nyata, terutama bagi peserta didik muda dibangku pendidikan dasar.
Di lingkungan sekolah, peserta didik merupakan unsur inti kegiatan pendidikan, karena itu jika tidak ada peserta didik, tentunya tidak akan ada kegiatan pendidikan. Lebih-lebih di era persaingan antar lembaga pendidikan yang begitu ketat seperti sekarang, sekolah harus berjuang secara sungguh- sungguh untuk mendapatkan peserta didik. Tidak sedikit lembaga pendidikan yang mati karena kehabisan peserta didik. Bahkan ada ketua yayasan pendidikan yang mengatakan bahwa mencari peserta didik jauh lebih sulit daripada mencari guru baru. dikatannya untuk mendapatkan guru baru cukup
membuka lamaran, sehari sedah banyak yang datang. Sedangkan untuk mencari peserta didik, belum tentu dengan mengedarkan brosur dan memasang sepanduk peserta didik akan datang. Hal ini menggambarkan bahwa dalam kegiatan pendidikan di era persaingan ini, peserta didik merupakan unsur utama yang dimenej dan dihargai martabatnya tak jauh berbeda dengan pembeli/konsumen dalam dunia usaha.
Suatu sekolah terus mengembangkan potensi, minat, bakat, dan hobi yang dimiliki oleh peserta didik. Sekolah bisa memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler untuk mengembangkan potensi, minat, bakat, dan hobi tersebut. Sedangkan pengertian ekstrakurikuler adalah kegiatan pelajaran yang diselenggarakan akan diluar jam pelajaran bisa. Kegiatan ini dilaksanakan pagi hari bagi sekolah-sekolah yang masuk sore. Ekstrakurikuler dimaksudkan untuk mengembangkan salah satu bidang pelajaran yang diminati oleh sekelompok siswa, misalnya saja olahraga, kesenian, dan berbagai macam keterampilan serta kepramukaan dan lainnya.
Adapun betuk-bentuk kegiatan ekstrakuikuler yang dikembangan di MIN Pucangsimo Bandarkedungmulyo adalah sebagai berikut:
1. Ekstrakurikuler Pramuka
Ekstrakurikuler pramuka dilaksanakan setiap hari minggu pada minggu pertama dan ketiga pukul 07:30-09:30. Kelas 3,4 dan 5 adalah kelas yang diwajibkan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler ini. Tempat pelaksanaan kegiatan ekskul pramuka, ada yang berada di lingkungan sekolah.Tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler ini adalah mendidik karakter siswa dan memberikan kecakapan dalam hal kepramukaan seperti melatih kedisplinan, keterampilan, serta melatih kemandirian siswa. Ada rasa sedih bagi anak-anak ketika mengikuti kegiatan ini karena dilaksanakan pada hari minggu dan waktunya liburan tapi kesedihan ini terbayarkan dengan kegembiraan dan canda tawa karena banyak permainan-permainan yang melatih ketangkasan dan bertambahnya wawasan mereka.
Daftar nama pengajar pramuka diambil dari tenaga pengajar internal dan eksternal madrasah.
Pengajar internal madrasah: a. Sahlan, S.PdI
b. Ma’rifah, S.PdI
c. Hanik Zainun Naziha S.PdI Pengajar eksternal madrasah: a. M. Qodri
b. Rochim
Diantara beberapa penghargaan yang pernah diraih seperti Juara I lomba tingkat kec. Bandar
2. Ekstrakurikuler Pembinaan Kader UKS Atau Tiwisada (Dokter Kecil) UKS merupakan kepanjangan dari Usaha Kesehatan Sekolah adalah suatu wadah yang mengurus berbagai hal terkait dengan kesehatan masyarakat sekolah yaitu siswa, guru, kepala sekolah dan semua pegawai di sekolah. UKS juga merupakan wadah /sarana yang digunakan oleh program kesehatan sekolah untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan. Untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat serta warga sekolah yang peduli dengan kesehatan maka dibentuklah kegiatan ekstrakurikuler pembinaan keder UKS atau tiwisada (dokter kecil).
Ekstrakurikuler Tiwisada atau dokter kecil di MIN Pucangsimo didirikan pada tahun 2009. Tujuan didirikannya ekstrakurikuler ini adalah untuk memberikan pendidikan hidup sehat dan memberikan kecakapan kepada petugas UKS dalam hal P3K dan P3P (pertolongan pertama pada penyakit. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari jum’at sore pada minggu
pertama dan ketiga. Koordinator ekstrakurikuler ini adalah Bapak Sahlan SpdI dan Ibu Khoirun Nisa’ SpdI.
Fungsi UKS yang sangat penting adalah memupuk, membudayakan kebiasaan hidupbersih dan sehat pada anak sekolah agar memiliki pengetahuan, sikap dan ketrampilan untuk melaksanakan hidup sehat dan lebih lanjut agar berperan serta dalam peningkatan kesehatan baik di sekolah, keluarga maupun lingkungan.
3. Ekstrakurikuler Marching Band
MIN Pucangsimo telah memiliki beragam kegiatan ekstrakurikuler (Ekskul). Mulai dari kepramukaan, olahraga, tiwisada maupun drumband. Sedangkan marching band sendiri, saat ini merupakan salah satu dari berbagai kegiatan unggulan yang dimiliki MIN Pucangsimo. Selain itu untuk pelatih drumband sengaja didatangkan langsung dari luar yang memang memiliki keahlian dalam bidang drumband. Tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler ini adalah menumbuhkan sifat cinta tanah air, menumbuhkan sifat patriot pada peserta didik, melestarikan budaya modern. Untuk yang menjadi koordinator adalah Ibu Har.
4. Ekstrakurikuler Olahraga
Tempat pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler olahraga, ada yang berada di lingkungan sekolah dan ada juga yang di luar sekolah. Nantinya kegiatan ekskul yang dilaksanakan di luar sekolah secara khusus adalah ekskul yang fasilitasnya tidak ada di sekolah, seperti sepakbola dan lain-lain.
Kegiatan ekstrakurikuler ini dipandu dari guru MIN Pucangsimo sendiri yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Bidang olahraga yang kembangkan seperti sepakbola, bola voli, tenis meja dan bulutangkis. Kegiatan ekstrakurikuler ini dimaksud untuk mengembangkan bakat dan minat peserta didik di bidang olahraga serta untuk meningkatkan
kesehatan jasmani peserta didik. Sasaran dari kegiatan ini adalah kelas III, IV dan V.
5. Seni Baca Al-Qur’an atau BTQ
Seni baca Al-Qur’an merupakan kegiatan membaca ayat-ayat suci Al- Qur’an yang diterapkan di MIN Pucangsimo dengan menggunakan metode At-tartil. Metode at-tartil ini menggunakan buku jilid 1-6 sebagai bahan mengajar seni baca Al-Qur’an atau disebut BTQ (Baca Tulis Al-Qur’an), dimana kelas I-VI dibagi menurut kemampuan peserta didik dalam membaca Al-Qur’an yang sebelumnya telah di adakan tes untuk pengelompokkan kelas atau jiid. Tenaga pengajar BTQ khusus dipilih oleh Kepala Madrasah dari tim ahli yang berkompeten dibidang at-tartil, yang dalam pelaksanaannya di kelas dibantu oleh salah satu guru dari MIN Pucangsimo.
Kegiatan BTQ ini bertujuan adalah sebagai berikut: a) Menghargai dan menghormati kitab sucinya.
b) Menumbuh kembangkan sifat cinta terhadap agama khususnya pada kitab suci Al-Qur’an.
c) Melestarikan budaya islami.
Kegiatn BTQ ini dilaksanakan setiap hari Senin-Kamis setelah seluruh peserta didik melaksanakan apel pagi, yakni pada pukul 07.00-08.00 WIB kemudian dilanjutkan dengan PBM.
6. Qosidah Rebana
Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah: a) Melestarikan budaya Islam.
c) Menumbuh kembangkan sifat cinta terhapad budaya Islam.
d) Diapresiasikan dengan lagu “Syun’ul Ilaahi” ciptaan Kepala Madrasah Hj. Saadatul Athiyah, M.Pd.
SYUN’UL ALAAHI