• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengelolaan Sumber Belajar 1 Sumber Belajar

Dalam dokumen contoh laporan PPL Praktek Pengalaman La (Halaman 86-91)

SYUN’UL ALAAHI Saat musim sem

D. Pengelolaan Sumber Belajar 1 Sumber Belajar

Hamalik (1994:195), menyatakan bahwa sumber belajar adalah semua sumber yang dapat dipakai oleh siswa, baik sendiri-sendiri atau bersama- sama dengan siswa lainnya, untuk memudahkan belajar. Mudhofir (1992:13) menyatakan bahwa yang termasuk sumber belajar adalah berbagai informasi, data-data ilmu pengetahuan, gagasan-gagasan manusia, baik dalam bentuk bahan-bahan tercetak (misalnya buku, brosur, pamlet, majalah, dan lain-lain) maupun dalam bentuk non cetak (misalnya film, filmstrip, kaset, videocassette, dan lain-lain)

Association for Educational Communication and Technology atau Asosiasi Komunikasi dan Teknologi Pendidikan yang sering disingkat

AECT (1977) memberikan batasan sumber belajar sebagai segala sesuatu yang berupa pesan, manusia,bahan (software), peralatan (hardware), teknik (metode), dan lingkungan yang digunakan secara sendiri-sendiri maupun dikombinasikan untuk memfasilitasi terjadinya kegiatan belajar. Pengertian sumber belajar menurut AECT ini menguraikan secara rinci jenis-jenis sumber belajar yang dapat digunakan dalam kegiatan pendidikan meliputi pesan, orang, bahan, peralatan, teknik, dan lingkungan sekitar.

2. Macam-macam Sumber Belajar

Adapun sumber belajar yang digunakan di MIN Pucangsimo diaintaranya adalah:

a. Perpustakaan

Perpustakaan merupakan upaya untuk memelihara dan meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar-mengajar. Perpustakaan yang terorganisasi secara baik dan sistematis, secara langsung atau pun tidak langsung dapat memberikan kemudahan bagi proses belajar mengajar di sekolah tempat perpustakaan tersebut berada. Hal ini, terkait dengan kemajuan bidang pendidikan dan dengan adanya perbaikan metode belajar-mengajar yang dirasakan tidak bisa dipisahkan dari masalah penyediaan fasilitas dan sarana pendidikan.

Ruang perpustakaan Di MIN Pucangsimo berjumlah 1 ruangan yang memiliki luas 9 m2. Perpustakaan sekolah sangat membantu guru dan siswa dalam belajar sebagai upaya menambah ilmu pengetahuan dengan membaca buku-buku yang ada. Keadaan ruang perpustakaan belum memadai atau layak dikarenakan ruang perpustakaan masih gabung menjadi satu dengan kelas 3. Dan koleksi buku-buku yang terdapat diruang perpustakaan tersebut hanya buku-buku pelajaran saja.

Namun bahan-bahan perpustakaan di MIN Pucangsimo yang sudah terlengkapi diantaranya yaitu:

1) Kartu buku

2) Kantong kartu buku 3) Lembar tanggal kembali 4) Label buku

5) Sampul

6) Kartu peminjam

Sumber belajar diperpustakaan MIN Pucangsimo dikelola oleh pustakawan yaitu Baity Jannati.

Sumber belajar diperpustakaan MIN Pucangsimo memiliki factor penghambat dan pendukung diantaranya yaitu:

1) Faktor penghambat

a) Belum tersedianya ruang perpustakaan yang memadai b) Kurangnya penataan buku-buku

c) Kurangnya sarana seperti rak buku, meja, kursi dll

d) Kurangnya program minat baca pada siswa. (lomba mengarang, lomba membaca buku terbanyak dll)

2) Faktor pendukung atau penunjang

b) Tersedianya buku-buku penunjang

c) Tersedianya tenaga pengelola perpustakaan yang tetap. b. Buku paket

Buku paket adalah buku yang digunakan dalam proses kegiatan belajar mengajar.Sumber belajar buku paket yang digunakan oleh siswa MIN Pucangsimo berasal dari operasional dana BOS serta subsidi dari pemerintah.

c. Pojok baca

Pojok baca atau sudut baca adalah sumber belajar siswa dan siswi MIN Pucangsimo yang berada dalam ruang kelas serta terletak disetiap sudut ruang. Koleksi buku-bukunya tidak menggunakan buku paket atau buku pelajaran namun bukunya menggunakan buku-buku non fiksi

Sumber belajar pojok baca di MIN Pucangsimo memiliki factor penghambat dan pendukung diantaranya yaitu:

1) Faktor penghambat

a) Kurangnya pengelolahan sudut baca dikelas. b) Minimnya kesediaan buku-buku

c) Kurangnya minat baca pada siswa.

d) Kurangnya motivasi oelh guru pada siswa. 2) Faktor pendukung atau penunjang

a) Dukungan moril kepala sekolah, guru, siswa dan wali murid. b) Tersedianya papan sudut baca dikelas.

c) Tersedianya sarana sudut baca.

Perawatan Sumber Belajar Perpustakaan MIN Pucangsimo yaitu:  Membersihkan dari debu setiap satu minggu sekali  Memberikan sampul pada buku-buku

 Memisahkan buku yang tidak layak untuk dibaca.  Merapikan buku setiap hari

Green house adalahsebuah rumah yang dinding dan atapnya dibuat dari kaca atau plastik. Greenhouse digunakan untuk pengembangbiakan tumbuhan baik untuk tujuan riset ataupun intensifikasi pertanian.

Green house MIN Pucangsimo terletak di halaman Belakang di Depan Masjid atau Musholah Sekolah,dengan luas sekitar 10 meter persegi.Selain itu didepan UKS Sebelah timur Ada Rumah Anggrek Yang berisikan macam-macam Tanaman Anggrek antara lain: anggrek, AdeniumSp, SansivieraSp, EuporbiaSp,AnthuriumSp, Cabsis, Kaktus, Amarantus, Haliantussp, Jasmine sp, Palem, Gardenia Agustusa, Panellopsyssp, Dendrobiumsp, Aglaonema sp, Bougainvillea spectabilis, Caladium sp, Kalanchoe pinnuta,Mirabilis jalapa, Chlorophytum sp dan lain sebagainya.

Konsep green house selain bagus, juga tidak terpengaruh cuaca ekstrim.walaupun tidak terlalu luas, diharapkan mampu menjadi percontohan dalam pembibitan tanaman hias, sayuran dan obat. Dengan adanya green house maka tingkat produktivitas tanaman dapat maksimal karena tidak terpengaruh oleh cuaca. air hujan serta tidak akan langsung mengenai tanaman, begitu juga dengan panas atau angin tidak dapat langsung mengenai sayuran.

Fungsi green house untuk pembelajaran antara lain: 1) Untuk pengenalan tanaman hias langka.

2) Pembibitan tanaman. 3) Klasifikasi tanaman.

4) Tempat identifikasi tanaman. 5) Pengenalan ciri-ciri tumbuhan. 6) Rumah sakit Tanaman.

Kebun Madrasah adalah sumber belajar yang cukup efektif bagi siswa dalam proses pembelajaran langsung. Dengan adanya kebun sekolah, guru dapat menjadikannya obyek pembelajaran langsung yang efektif untuk menunjang proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis kebun madrasah dapat diterapkan pada mata pelajaran Tematik, Pkn, IPS, IPA, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Hal ini menandakan bahwa semua mata pelajaran dapat kita pelajari melalui kebun madrasah. Keutamaan kebun madrasah pun sangat banyak di antaranya yaitu; siswa dapat terjun langsung melakukan penghijauan dan dapat memilik ietika berkebun dan karakter, pada mata pelajaran IPS. Siswa juga dapat belajar langsung tentang perhitungan lebar, keliling dan luas kebun sekolah pada mata pelajaran matematika.

Dalam dokumen contoh laporan PPL Praktek Pengalaman La (Halaman 86-91)

Dokumen terkait