• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Pendidikan PHBS oleh Guru di TK Tegalsari

HASIL PENELITIAN DAN ANALISIS DATA

A. Pelaksanaan Pendidikan Perilaku Hidup Sehat di TK ABA

1. Pelaksanaan Pendidikan PHBS oleh Guru di TK Tegalsari

Dari hasil wawancara dengan 12 guru yang ada di TK ABA, diperoleh data bahwa pelaksanaan program PHBS dilakukan terintegrasi dalam program-program pendidikan di TK ABA Tegalsari. PHBS ini dilakukan secara terus-menerus guna mendapatkan perilaku yang baik untuk kesehatan. Adapun pendidikan kesehatan yang selalu diajarkan oleh TK ABA Tegalsari antara lain adalah: mencuci tangan, membuang sampah pada tempatnya, BAB dan BAK di kamar mandi, makan makanan yang bergizi, mandi, gosok gigi, potong kuku, berpakaian bersih dan rapi. Berikut ini akan penulis jelaskan:

a. Pembiasan mencuci tangan

Pelaksanaan pembiasaan cuci tangan diawali dengan guru menerangkan pentingnya menjaga kebersihan dengan melalui gerakan cuci tangan dengan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan.

Guru mendemonstrasikan cara cuci tangan yang baik dan benar dan anak-anak diminta untuk menirukannya dan melakukannya setiap hari agar dijadikan kebiasaan.

Setiap bel tanda istirahat berbunyi guru senantiasa mengajak anak-anak untuk mencuci tangan sebelum makan. Ajakan yang dilakukan biasanya sambil menyanyikan lagu “cuci tangan”, hal ini karena anak-anak akan lebih senang dan mengerti jika disampaikan melalui lagu. Selain itu juga pendidikan kesehatan dimasukkan dalam tema “Kebutuhanku”.

b. Membuang sampah pada tempatnya

Anak diajarkan agar membuang sampah pada tempatnya. Di setiap kelas disediakan dua tempat sampah, satu untuk sampah organic dan satunya lagi untuk sampah non organik. tempat sampah organik tutupnya diberi warna hijau sedangkan yang anorganik diberi warna kuning. Hal ini untuk memudahkan anak memilah mana sampah yang organik dan sampah yang non organik.

Kegiatan lainnya adalah membersihkan dan menjaga ruangan kelas serta menata mainan. Ini sangat penting diajarkan kepada siswa agar mereka senantiasa terbiasa hidup bersih dan rapi serta rasa tanggungjawab untuk menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan sekitarnya.

c. Gosok gigi

Kegiatan pertama kali yang dilakukan ketika mengajarkan gosok gigi kepada anak adalah bagaimana cara menggosok gigi yang baik dan benar. Kemudian setiap seminggu sekali yakni setiap hari Rabu dilakukan gosok gigi bersama.

Kegiatan mengosok gigi ini sangat penting diberikan kepada siswa agar mereka terbiasa menjaga kesehatan gigi dan mulut sehingga dapat mencegah atau mengurangi resiko sakit gigi. Kegiatan gosok gigi yang dilakukan seminggu sekali ini akan lebih baik jika dilakukan setiap hari. Hal ini mengingat bahwa kegiatan makan snack dan makan siang bersama juga dilakukan setiap hari. Jika gosok gigi dilakukan setiap hari maka siswa akan terbiasa bahwa sesudah mereka makan siang akan lebih baik mengosok gigi agar kuman-kuman tidak bersarang di gigi mereka.

d. Tidak merokok

Pihak sekolah membuat peraturan bahwa setiap orang yang ada di sekolah dilarang merokok tak terkecuali bagi orang tua dan tamu yang datang. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah bahaya yang ditimbulkan oleh rokok baik bagi perokok aktif maupun bagi perokok pasif.

Selain alasan kesehatan, alasan yang terpenting dari pelarangan rokok adalah tidak memberikan contoh buruk pada anak. Karena apapun alasannya merokok adalah perbuatan tidak baik dan sia-sia.

Larangan merokok sangatlah tepat diterapkan di setiap lembaga pendidikan dan tak terkecuali di TK ABA Tegalsari ini. Semua pihak yang berada di lingkungan sekolah haruslah bertanggungjawab memberikan contoh yang baik kepada anak-anak, terutama guru dan orang tua.2 Karena anak akan lebih mudah meniru orang-orang terdekat dan orang-orang yang memiliki pengaruh. Maka setiap guru, orang tua juga tamu harus dapat memberikan contoh yang baik pada anak-anak.

e. Pemberian makanan bergizi

Masalah makan memang menjadi problem bagi anak-anak, apalagi di masa sekarang ini di mana banyak makanan yang dijual tidak memenuhi standar kesehatan. Banyak anak yang sulit untuk makan di rumah dan mereka lebih suka jajan di luar, padahal makanan tersebut belum tentu sehat dan bersih.

Kegiatan pemberian makan siang setiap hari di TK ABA ini dapat membantu pemenuhan gizi anak. Sebagaimana yang diungkapkan oleh salah satu wali siswa bahwa mereka sangat terbantu sekali, karena jika di rumah anaknya sulit sekali untuk makan sayuran dan lebih suka jajan. Selain itu anak jadi terbiasa untuk makan sendiri

2

Pendidik mempunyai peran penting yaitu sebagai motivator; yang memberikan dorongan, rangsangan, arahan, bimbingan kepada anak didik. Lihat dalam Sardiman, Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta : Raja Garafindo Persada, 1996) hlm.125.

tanpa harus disuapi juga sudah bisa cuci piring sendiri, karena setelah makan dibiasakan cuci piring sendiri-sendiri. 3

Pemberian makanan ini sudah baik, namun yang perlu dilakukan lagi adalah variasi dan cara penyajiannya agar anak tidak bosan. Hal lain yang harus diperhatikan adalah kandungan gizinya harus seimbang juga cara memasaknya agar kandungan gizinya tetap terjaga.

f. BAB dan BAK di kamar mandi

Kegiatan ini diajar kepada anak sejak awal masuk. Anak-anak ditunjukkan letak kamar mandi/WC, cara mengalirkan air juga cara menyiram WC jika mereka BAB atau BAK. Hal ini menjadikan siswa tidak lagi sembarangan jika BAB dan BAK serta dapat membersihkannya sendiri tanpa harus dibantu oleh guru atau orang tua.

g. Memotong kuku dan menyikat sepatu dan membersihkan pakaian Setiap hari Sabtu guru mengingatkan dan menyuruh anak-anak untuk memotong kuku, menyikat sepatu serta mencuci pakaian sendiri di hari Minggu. Cara yang digunakan bisa melalui nyanyian atau lagu. Misalnya guru dan murid bernyanyi bersama-sama tentang tugas di hari Minggu.

Pada hari Seninnya guru memeriksa kuku anak. Jika ada anak yang belum memotong kuku biasanya guru memotongnya atau

3

Wawancara dengan salah seorang wali murid 13/4/2011, Rabu, Pkl. 13.00 WIB, bertempat di TK ABA Tegalsari.

menegurnya dan berkomunikasi dengan orang tua. Begitu pula pakaian anak diperiksa kerapihannya.