• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Penelitian

Dalam dokumen Oleh Marfita Ike Prajayana A (Halaman 28-33)

III. BAHAN DAN METODE

3.2 Bahan dan Alat

3.3.2 Pelaksanaan Penelitian

Persiapan Alat dan Bahan. Kegiatan ini meliputi pengambilan sampel

tanah, penumbukan dan pengayakan tanah , penyediaan pupuk kandang (kotoran

sapi), pengeringan, penghalusan dan pengayakan kotoran sapi, penyediaan benih

tomat varietas San Marino, penyediaan pupuk (Urea, TSP, KCl, dolomit) dan

beberapa pupuk mikro (Cu, Zn, B, Mo) sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan.

Pembuatan alat pencetak briket sesuai dengan ukuran briket.

Proses Pembuatan Briket. Briket organik adalah campuran bahan

organik dengan kombinasi bahan-bahan lain (Urea, TSP, KCl, dolomit, pupuk

mikro) yang dikemas dengan penampilan yang lebih menarik.

1. Persiapan ba han baku

Mempersiapkan terlebih dahulu bahan baku yang akan digunakan (kotoran

sapi setengah matang).

2. Pengayakan bahan baku

Bahan baku tersebut dikeringkan, dihaluskan, kemudian diayak dengan

menggunakan ayakan 0.5 cm. Hal ini dilakukan untuk membentuk briket yang

baik. Ukuran partikel yang terlalu besar akan sukar pada waktu dilakukan

perekatan, sehingga akan mengurangi keteguhan briket.

3. Pencampuran bahan-bahan briket

Bahan baku yang telah diayak tersebut ditambahkan dengan bahan-bahan

adonan briket sesuai dengan kombinasi yang telah ditetapkan.

4. Pencetakan

Pengepakan dalam pembuatan briket dilakukan dengan menggunakan alat

konvensional, terbuat dari paralon yang dirancang berdasarkan ukuran briket

yaitu diameter luar 11 cm dan dalam 3.5 cm. Pengepakan harus dilakukan

dengan daya tekan yang kuat dan sama untuk masing-masing briket.

6. Pengeringan

Suhu dan waktu pengeringan tergantung dari kadar air dan macam pengering.

Suhu pengeringan yang umum dilakukan adalah sebesar 60 oC sela ma 24 jam.

Gambar 1. Bahan Organik Dalam Bentuk Briket 1%, 2% dan 3 %

Persemaian. Benih tomat sebaiknya tidak langsung ditanam dalam

polibag, melainkan disemai terlebih dahulu dalam media semai. Sebelum disemai

benih tomat direndam dulu dengan air hangat suam-suam kuku selama satu

malam. Hal ini dilakukan agar biji tomat mudah berkecambah.

Persemaian tomat dilakukan pada tray yang terbuat dari plastik. Setiap

satu lubang tray diisi satu benih tomat. Media semai yang diguna kan adalah tanah

dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1. Dua ember tanah (± 3 liter)

150 gram dan furadan sebanyak 75 gram. Bahan-bahan tersebut kemudian

dimasukkan kedalam 45 lubang tray.

Penyiapan Media Tanam. Media tanam yang paling bagus digunakan

untuk bertanam tomat adalah tanah yang subur dan gembur (banyak mengandung

unsur hara) dengan pH tanah ideal untuk tanaman tomat berkisar 6-7. Media yang

telah tersedia diayak terlebih dahulu dengan tujuan menyaring kotoran.

Penyaringan dilakukan pada awal (persiapan percobaan) dengan menggunakan

ayakan tanah yang terbuat dari kawat dan ukuran diameter lubang 5 mm. Semua

media yang sudah halus kemudian dimasukkan ke dalam plastik polibag yang

berukuran 30 x 50 cm sebanyak 5 kg. Briket diletakkan ke dalam polibag yang

sudah diisi dengan media tanam tepat di tengah dan bahan organik serbuk

dicampur rata dengan tanah.

Penanaman. Setelah tomat berumur 21 hari di dalam media semai, tomat

segera dipindahkan ke dalam polibag yang sudah terisi dengan media tanam. Pada

waktu penanaman, media tanam bibit yang terdapat pada tray tersebut didorong

keatas dengan hati-hati sehingga tanah yang membungkus akar tomat tidak pecah

dan akarnya tidak rusak. Bibit tomat yang dipilih untuk ditanam memiliki ukuran

seragam, subur. Bibit tomat ditanam hanya sampai sebatas leher akar kemudian

ditimbun lagi dengan menggunakan media tanam.

Perawatan Tanaman Tomat. Perawatan pada polibag dalam rumah kaca

meliputi pemangkasan, pembersihan gulma, pemasangan ajir atau turus, dan

pengairan.

Pemangkasan dilakukan 1 minggu sekali dengan tujuan untuk mencapai

perimbangan pertumbuhan vegetatif reproduktif. Pemangkasan tanaman tomat

dilakukan terhadap daun tua dan daun yang terserang penyakit. Pemangkasan

daun tua/daun yang terkena serangan HPT bertujuan untuk memperlancar sinar

matahari yang masuk ke tanaman dan mengurangi resiko menularnya hama dan

penyakit. Daun yang dipangkas disimpan dalam plastik dengan tujuan agar berat

kering masing-masing tanaman tidak ada yang hilang.

2. Pembersihan gulma

Pembersihan gulma dilakukan 2 minggu sekali. Gulma yang tumbuh harus

segera dibersihkan karena gulma tersebut akan mengambil unsur hara yang

dibutuhkan oleh tanaman tomat sehingga akan menghambat dan mengganggu

pertumbuhan tanaman tomat.

4. Pemasangan ajir atau turus

Fungsi ajir antara lain untuk membantu menegakkan tanaman, mencegah

tanaman roboh karena beban buah, membantu penyebaran daun, mengatur

pertumbuhan tunas dan ranting, mempermudah penyiangan, mempermudah

penyemprotan atau pemupukan. Pemasangan ajir di dalam polibag dilakukan

segera setelah tanam. Ajir dibuat dengan menggunakan benang kasur yang

ditalikan pada tanaman tomat dengan kawat yang di pasang pada kerangka rumah

kaca.

5. Pengairan

Pengairan termasuk faktor penting dalam pertumbuhan tanaman tomat.

Salah satu tujuan pengairan adalah mengganti air yang hilang akibat diserap

berguna dalam proses pembentukan bunga dan buah. Pemberian air dilakukan

setiap hari dengan cara menambahkan sejumlah air pada pot sampai jumlah air

yang menetes pada masing-masing perlakuan hampir sama (mendekati kapasitas

lapang), air yang menetes akan dikembalikan lagi ke dalam polibag pada hari

berikutnya.

Pemanenan. Pembentukan buah terjadi ketika tanaman tomat berumur 8

MST secara tidak serempak. Pemanenan dilakukan ketika tanaman tomat berumur

10 MST.

Pengamatan yang dilakukan

1. Jumlah Air Kapasitas Lapang

Penyiraman dilakukan setiap hari sampai dengan kapasitas lapang.

2. Evapotranspirasi

Evapotranspirasi diukur dari penambahan air (air yang ditambahkan +

jumlah air yang menetes pada hari sebelumnya) dikurangi dengan jumlah air yang

menetes pada hari berikutnya.

3. Tinggi Tanaman

Tinggi tanaman diukur dari mulai pangkal batang sampai dengan titik

tumbuh yang tertinggi. Tinggi tanaman diamati 1 kali dalam setiap minggu

mulai dari 1 MST sampai 10 MST.

4. Jumlah Daun

Daun yang dihitung adalah daun sejati yang telah membuka sempurna.

Jumlah daun dihitung 1 kali dalam setiap minggu mulai dari 1 MST sampai

10 MST.

Bunga yang diamati adalah bunga yang telah mekar sempurna. Jumlah

bunga dihitung sejak bunga pertama mekar,

Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui respon dari perbedaan

kombinasi dosis pupuk maupun dosis bahan organik dalam bentuk yang berbeda

yaitu briket dan non briket yang diberikan pada masing-masing tanaman tomat,

serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan menghambat

pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat.

Dalam dokumen Oleh Marfita Ike Prajayana A (Halaman 28-33)

Dokumen terkait