III. BAHAN DAN METODE
3.2 Bahan dan Alat
3.3.2 Pelaksanaan Penelitian
Persiapan Alat dan Bahan. Kegiatan ini meliputi pengambilan sampel
tanah, penumbukan dan pengayakan tanah , penyediaan pupuk kandang (kotoran
sapi), pengeringan, penghalusan dan pengayakan kotoran sapi, penyediaan benih
tomat varietas San Marino, penyediaan pupuk (Urea, TSP, KCl, dolomit) dan
beberapa pupuk mikro (Cu, Zn, B, Mo) sesuai dengan dosis yang telah ditetapkan.
Pembuatan alat pencetak briket sesuai dengan ukuran briket.
Proses Pembuatan Briket. Briket organik adalah campuran bahan
organik dengan kombinasi bahan-bahan lain (Urea, TSP, KCl, dolomit, pupuk
mikro) yang dikemas dengan penampilan yang lebih menarik.
1. Persiapan ba han baku
Mempersiapkan terlebih dahulu bahan baku yang akan digunakan (kotoran
sapi setengah matang).
2. Pengayakan bahan baku
Bahan baku tersebut dikeringkan, dihaluskan, kemudian diayak dengan
menggunakan ayakan 0.5 cm. Hal ini dilakukan untuk membentuk briket yang
baik. Ukuran partikel yang terlalu besar akan sukar pada waktu dilakukan
perekatan, sehingga akan mengurangi keteguhan briket.
3. Pencampuran bahan-bahan briket
Bahan baku yang telah diayak tersebut ditambahkan dengan bahan-bahan
adonan briket sesuai dengan kombinasi yang telah ditetapkan.
4. Pencetakan
Pengepakan dalam pembuatan briket dilakukan dengan menggunakan alat
konvensional, terbuat dari paralon yang dirancang berdasarkan ukuran briket
yaitu diameter luar 11 cm dan dalam 3.5 cm. Pengepakan harus dilakukan
dengan daya tekan yang kuat dan sama untuk masing-masing briket.
6. Pengeringan
Suhu dan waktu pengeringan tergantung dari kadar air dan macam pengering.
Suhu pengeringan yang umum dilakukan adalah sebesar 60 oC sela ma 24 jam.
Gambar 1. Bahan Organik Dalam Bentuk Briket 1%, 2% dan 3 %
Persemaian. Benih tomat sebaiknya tidak langsung ditanam dalam
polibag, melainkan disemai terlebih dahulu dalam media semai. Sebelum disemai
benih tomat direndam dulu dengan air hangat suam-suam kuku selama satu
malam. Hal ini dilakukan agar biji tomat mudah berkecambah.
Persemaian tomat dilakukan pada tray yang terbuat dari plastik. Setiap
satu lubang tray diisi satu benih tomat. Media semai yang diguna kan adalah tanah
dan pupuk kompos dengan perbandingan 2:1. Dua ember tanah (± 3 liter)
150 gram dan furadan sebanyak 75 gram. Bahan-bahan tersebut kemudian
dimasukkan kedalam 45 lubang tray.
Penyiapan Media Tanam. Media tanam yang paling bagus digunakan
untuk bertanam tomat adalah tanah yang subur dan gembur (banyak mengandung
unsur hara) dengan pH tanah ideal untuk tanaman tomat berkisar 6-7. Media yang
telah tersedia diayak terlebih dahulu dengan tujuan menyaring kotoran.
Penyaringan dilakukan pada awal (persiapan percobaan) dengan menggunakan
ayakan tanah yang terbuat dari kawat dan ukuran diameter lubang 5 mm. Semua
media yang sudah halus kemudian dimasukkan ke dalam plastik polibag yang
berukuran 30 x 50 cm sebanyak 5 kg. Briket diletakkan ke dalam polibag yang
sudah diisi dengan media tanam tepat di tengah dan bahan organik serbuk
dicampur rata dengan tanah.
Penanaman. Setelah tomat berumur 21 hari di dalam media semai, tomat
segera dipindahkan ke dalam polibag yang sudah terisi dengan media tanam. Pada
waktu penanaman, media tanam bibit yang terdapat pada tray tersebut didorong
keatas dengan hati-hati sehingga tanah yang membungkus akar tomat tidak pecah
dan akarnya tidak rusak. Bibit tomat yang dipilih untuk ditanam memiliki ukuran
seragam, subur. Bibit tomat ditanam hanya sampai sebatas leher akar kemudian
ditimbun lagi dengan menggunakan media tanam.
Perawatan Tanaman Tomat. Perawatan pada polibag dalam rumah kaca
meliputi pemangkasan, pembersihan gulma, pemasangan ajir atau turus, dan
pengairan.
Pemangkasan dilakukan 1 minggu sekali dengan tujuan untuk mencapai
perimbangan pertumbuhan vegetatif reproduktif. Pemangkasan tanaman tomat
dilakukan terhadap daun tua dan daun yang terserang penyakit. Pemangkasan
daun tua/daun yang terkena serangan HPT bertujuan untuk memperlancar sinar
matahari yang masuk ke tanaman dan mengurangi resiko menularnya hama dan
penyakit. Daun yang dipangkas disimpan dalam plastik dengan tujuan agar berat
kering masing-masing tanaman tidak ada yang hilang.
2. Pembersihan gulma
Pembersihan gulma dilakukan 2 minggu sekali. Gulma yang tumbuh harus
segera dibersihkan karena gulma tersebut akan mengambil unsur hara yang
dibutuhkan oleh tanaman tomat sehingga akan menghambat dan mengganggu
pertumbuhan tanaman tomat.
4. Pemasangan ajir atau turus
Fungsi ajir antara lain untuk membantu menegakkan tanaman, mencegah
tanaman roboh karena beban buah, membantu penyebaran daun, mengatur
pertumbuhan tunas dan ranting, mempermudah penyiangan, mempermudah
penyemprotan atau pemupukan. Pemasangan ajir di dalam polibag dilakukan
segera setelah tanam. Ajir dibuat dengan menggunakan benang kasur yang
ditalikan pada tanaman tomat dengan kawat yang di pasang pada kerangka rumah
kaca.
5. Pengairan
Pengairan termasuk faktor penting dalam pertumbuhan tanaman tomat.
Salah satu tujuan pengairan adalah mengganti air yang hilang akibat diserap
berguna dalam proses pembentukan bunga dan buah. Pemberian air dilakukan
setiap hari dengan cara menambahkan sejumlah air pada pot sampai jumlah air
yang menetes pada masing-masing perlakuan hampir sama (mendekati kapasitas
lapang), air yang menetes akan dikembalikan lagi ke dalam polibag pada hari
berikutnya.
Pemanenan. Pembentukan buah terjadi ketika tanaman tomat berumur 8
MST secara tidak serempak. Pemanenan dilakukan ketika tanaman tomat berumur
10 MST.
Pengamatan yang dilakukan
1. Jumlah Air Kapasitas Lapang
Penyiraman dilakukan setiap hari sampai dengan kapasitas lapang.
2. Evapotranspirasi
Evapotranspirasi diukur dari penambahan air (air yang ditambahkan +
jumlah air yang menetes pada hari sebelumnya) dikurangi dengan jumlah air yang
menetes pada hari berikutnya.
3. Tinggi Tanaman
Tinggi tanaman diukur dari mulai pangkal batang sampai dengan titik
tumbuh yang tertinggi. Tinggi tanaman diamati 1 kali dalam setiap minggu
mulai dari 1 MST sampai 10 MST.
4. Jumlah Daun
Daun yang dihitung adalah daun sejati yang telah membuka sempurna.
Jumlah daun dihitung 1 kali dalam setiap minggu mulai dari 1 MST sampai
10 MST.
Bunga yang diamati adalah bunga yang telah mekar sempurna. Jumlah
bunga dihitung sejak bunga pertama mekar,
Pengamatan ini dilakukan untuk mengetahui respon dari perbedaan
kombinasi dosis pupuk maupun dosis bahan organik dalam bentuk yang berbeda
yaitu briket dan non briket yang diberikan pada masing-masing tanaman tomat,
serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi dan menghambat
pertumbuhan dan perkembangan tanaman tomat.