BAB IV HASIL PENELITIAN
A. Pelaksanaan Penelitian
Pelaksanaan penelitian dimulai pada hari Rabu, 8 februari 2017. Peneliti beberapa kali melakukan wawancara dengan Oncom (nama disamarkan) dan menjadikan Oncom sebagai salah satu subjek. Oncom merupakan salah satu anak Punk yang sudah merintis usahanya sendiri berupa jasa pembuatan baju. Namun Oncom dirasa kurang sesuai menjadi subjek penelitian karena Oncom bukanlah Punk yang hidup di jalan, sedangkan berdasarkan masalah penelitian, yang seharusnya menjadi subjek adalah anak Punk yang hidup di jalan. Peneliti akhirnya tidak jadi menggunakan data Oncom untuk penelitian.
Sabtu, 22 April 2017 peneliti diajak Oncom untuk menghadiri sebuah acara Punk di Jl. Perumnas. Peneliti menghadiri acara Punk untuk mengetahui bentuk acara Punk. Acara Punk tersebut diadakan dalam rangka menyambut band Punk dari Jakarta dan sebagai usaha penggalangan dana untuk salah satu istri anggota Punk yang mengidap gagal ginjal yang membutuhkan dana untuk cuci darah.
Kamis, 11 Mei 2017 peneliti mencari subjek dengan datang ke tempat berkumpul subjek di Jl. Seturan Raya. Peneliti menemui enam orang anak Punk, namun peneliti hanya mewawancarai dua orang dan
menjadikannya subjek penelitian. Peneliti mempersiapkan pedoman wawancara, perekam suara berupa handphone dan alat dokumentasi berupa handphone. Peneliti kembali melakukan wawancara pada Senin, 22 Mei 2017 di Jl. Seturan Raya. Peneliti menemui sembilan orang anak Punk, namun hanya mewawancarai salah satu anak Punk yang dijadikan subjek ketiga dan melakukan observasi terhadap ketiga subjek. Penelitian dengan subjek hanya berlangsung singkat dikarenakan subjek gemar mengunjungi kota-kota lain dan jarang berada di tempat berkumpulnya.
Peneliti langsung menghampiri subjek di tempat berkumpulnya dan berkenalan secara langsung. Peneliti langsung mengobservasi dan mewawancarai subjek karena ada kemungkinan untuk sulit bertemu kembali. Berikut agenda pertemuan peneliti dengan subjek dan infroman:
Tabel 4.1. Agenda Pertemuan Peneliti dengan Subjek
No. Waktu Kegiatan Keterangan
1. Rabu, 8 Februari 2017 Wawancara dengan Oncom Peneliti melakukan wawancara dengan Oncom 2. Rabu, 22 Februari 2017 Wawancara dengan Oncom Peneliti melakukan wawancara dengan Oncom 3. Selasa, 11 April 2017 Wawancara Terstruktur dengan Oncom Peneliti melakukan wawancara dengan Oncom 4. Sabtu, 22 April 2017 Menghadiri Acara Punk Peneliti menghadiri sebuah acara Punk yang berisi band-bandan
5. Kamis, 11 Mei 2017 Pukul 07.30 – 08.15 Wawancara Fabio Peneliti melakukan wawancara dengan Fabio 6. Kamis, 11 Mei 2017 Pukul 08.20 – 09.00 Wawancara Edward Peneliti melakukan wawancara dengan Edward 7. Kamis 11 Mei 2017 Pukul 09.00 – 10.30 Observasi Fabio dan Edward Seusai wawancara, peneliti mengamati kegiatan subjek. Fabio bermain okulele sambal bernyanyi, sedangkan Edward bermain handphone.
8. Senin, 22 Mei 2017 Pukul 16.30 – 17.00
Wawancara Paul Peneliti melakukan wawancara dengan Paul 9. Senin, 22 Mei 2017 Pukul 17.00 – 18.30 Wawancara tidak terstruktur dan observasi Fabio, Edward, dan Paul Seusai wawancara, peneliti mengamati kegiatan subjek. Fabio bercerita dengan temannya, sesekali Fabio bermain okulele dan bernyanyi. Edward hanya duduk diam sambil bermain handphone. Paul mengamati teman- temannya yang sedang bercerita dan sesekali ikut bernyanyi dengan Fabio.
10. Senin, 22 Mei 2017 Pukul 19.30
Observasi Subjek Fabio
Peneliti melihat Fabio dan beberapa temannya mengamen ke warung- warung di Seturan. Sebelum bernyanyi, Fabio meminta izin kepada pemilik warung untuk mengamen.
B. Subjek Penelitian
1. Identitas Subjek I
Nama : Fabio (nama samaran)
Umur : 19 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki Asal : Jakarta
Agama : Islam
Penampilan Fisik : Tinggi 170 cm, badan berisi/agak gendut, kulit sawo matang, rambut bagian depan botak sedangkan bagian belakang mohawk, kuping mengenakan piercing dari tutup botol air mineral, mata sipit, badan bertato
Penampilan Psikis : Ramah, baik, ceria, gampang bergaul, humoris, sopan
Sumber Informasi : Subjek dan teman subjek a. Sejarah Kehidupan Subjek
Fabio berasal dari keluarga broken home. Setelah kedua orang tuanya bercerai, Fabio tinggal bersama dengan mbahnya di Sragen. Fabio tidak bersekolah. Saat umurnya 13 tahun ia memutuskan untuk hidup di jalan dengan alasan ia tidak ingin merepotkan mbahnya dan ingin mencoba hidup mandiri. Awalnya ia menetap di terminal di daerah Jakarta, lalu ia pun bertemu dengan Punk. Fabio dijelaskan perihal Punk, lalu ia pun
tertarik ikut Punk karena merasa jiwanya adalah jiwa Punk. Setelah berkelana ke beberapa kota, Fabio memutuskan untuk menetap di Yogyakarta dan bertempat di belakang UPN. Sesekali Fabio berjalan ke luar kota untuk mencari pengalaman dan bertemu dengan temannya di kota lain. Fabio akan kembali pulang ke rumah jika ia sudah sukses.
b. Latar Belakang Kehidupan Keluarga
Fabio berasal dari keluarga broken home. Ayah dan ibunya bercerai lalu meninggalkan Fabio kepada mbahnya di Sragen. Saat ini ibunya tinggal di Sragen dan sudah berkeluarga, mempunyai 4 orang anak dari pernikahan barunya. Ayahnya juga sudah menikah lagi dan tinggal di Jakarta, namun belum dikaruniai seorang anak pun. Ibunya enggan untuk bertemu dengan Fabio lagi, sedangkan ayahnya masih merasa antusias bertemu Fabio karena ia masih menjadi anak satu-satunya bagi ayahnya. Ia sudah 4 tahun tidak bertemu dengan nenek dan ayahnya.
c. Lingkungan Fisik, Sosio- Ekonomi dan Sosio-Kultural
Fabio hidup di jalanan sudah cukup lama, yakni 6 tahun. Fabio biasanya tidur di emperan toko atau halaman terbuka. Untuk memenuhi kebutuhan pangannya sehari-hari, Fabio mencari uang dengan cara mengamen.
d. Pertumbuhan Jasmani dan Riwayat Kesehatan
Sejauh pengamatan peneliti, pertumbuhan jasmani dan kesehatan Fabio sangatlah baik. Fabio sering berjalan kaki untuk mengamen dan pergi ke luar kota, hal itu yang membuat badannya tetap sehat walaupun pola makan Fabio tidak teratur. e. Perkembangan Kognitif
Menurut pengamatan peneliti, Fabio memiliki wawasan yang luas. Fabio senang membaca buku terutama buku yang bertema politik. Ketika selesai wawancara, peneliti berbincang-bincang dengan Fabio. Fabio mengangkat pembicaraan mengenai isu-isu politik di Indonesia.
f. Perkembangan Sosial dan Status Sosial Sekarang
Pergaulan Fabio dengan lingkungan sekitar dan teman- temannya sangatlah baik. Fabio sangat mudah bergaul dan selalu punya topik untuk dibicarakan. Fabio tidak memilih-milih teman, ia bergaul dengan siapa saja yang mau bergaul dengan dia. g. Ciri-Ciri Kepribadian
Fabio memiliki kepribadian yang baik. Ia dikenal sebagai pribadi yang ramah dan humoris. Fabio juga sangat terbuka, hal itu terbukti ketika peneliti baru bertemu pertama kali dengan Fabio, Fabio tidak segan untuk menceritakan latar belakang keluarganya yang broken home. Fabio juga tipikal humoris, ia seringkali mengajak teman-temannya bercanda.
2. Subjek II
Nama : Edward (nama samaran)
Umur : 21 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Asal : Yogyakarta
Agama : Islam
Penampilan Fisik : Tinggi 170cm, berbadan kurus, rambut gondrong, kulit sawo matang, sopan Penampilan Psikis : Ramah, pendiam, baik
Sumber Informasi : Subjek dan teman subjek a. Sejarah Kehidupan Subjek
Edward tidak tamat sekolah. Pendidikan terakhir Edward yaitu SMP. Ia berhenti sekolah saat kelas 1 SMA dengan alasan bosan karena tidak pernah naik kelas. Edward saat ini bekerja sebagai pelayan di sebuah warung makan di Salatiga.
Edward mengenal Punk dari internet. Awalnya Edward mengira bahwa Punk hanya ada di luar negeri dan tidak ada di Indonesia. Setelah ia tahu bahwa Punk ada di Indonesia, ia pun memutuskan untuk terjun ke dalam kelompok Punk. Edward pertama kali mengikuti Punk sejak 1 SMP. Alasan Edward mengikuti Punk karena menurutnya Punk itu berjiwa bebas dan melawan pemerintahan, sesuai dengan dirinya.
b. Latar Belakang Kehidupan Keluarga
Edward merupakan anak pertama dari empat bersaudara. Perekonomian keluarganya tergolong menengah ke bawah. Ayahnya adalah seorang tukang kayu dan ibunya membuka usaha laundry di rumahnya. Keluarganya sangat harmonis dan jarang ada permasalahan keluarga.
c. Lingkungan Fisik, Sosio- Ekonomi dan Sosio-Kultural
Edward berasal dari keluarga baik-baik. Orang tuanya mendukung apa yang ia lakukan. Edward merupakan anak yang taat pada orang tuanya. Edward lebih banyak hidup di jalan, namun Edward sesekali masih pulang ke rumah.
d. Pertumbuhan Jasmani dan Riwayat Kesehatan
Pertumbuhan jasmani dan kesehatan Edward baik, hanya saja badannya sangat kurus. Sejauh ini Edward tidak pernah mengalami sakit yang serius.
e. Perkembangan Kognitif
Berdasarkan pengamatan peneliti saat wawancara dengan Edward, perkembangan kognitif Edward tidak terlalu baik. Edward bercerita bahwa ia putus sekolah karena beberapa kali tidak naik kelas saat 1 SMA. Saat wawancara, Edward juga sedikit kesulitan menjawab pertanyaan peneliti.
f. Perkembangan Sosial dan Status Sosial Sekarang
Edward adalah seorang pribadi yang pendiam. Edward kurang pandai bergaul, namun dia terlihat baik dan ramah dengan semua orang. Berdasarkan pengamatan peneliti, Edward jarang berbicara dengan teman-temannya ketika sedang berkumpul dan ia hanya bermain handphone sambil merokok.
g. Ciri-Ciri Kepribadian
Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, Edward merupakan seorang yang pendiam. Hal itu terlihat ketika ia berkumpul dengan teman-temannya Edward hanya sedikit berbicara dan lebih sering bermain handphone. Edward juga ramah, sopan dan baik hati. Ketika peneliti menghubungi Edward untuk bertemu kembali dan meminta bantuan, Edward membalas pesan peneliti dengan kata-kata yang sopan dan mau membantu peneliti.
3. Subjek III
Nama : Paul (nama samaran)
Umur : 18 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Asal : Bantul
Agama : Islam
Penampilan Fisik : Tinggi 165cm, badan berisi/agak gemuk, rambut mowahk, kulit sawo matang, wajah berjerawat, mata sipit
Penampilan Psikis : Pendiam, ramah, pemalu Sumber Informasi : Subjek dan teman subjek a. Sejarah Kehidupan Subjek
Paul saat ini berusia 18 tahun. Paul baru saja lulus dari sebuah SMK dengan jurusan teknik mesin. Ia belum mencari kerja karena belum membuat KTP. Sementara menunggu lowongan kerja, Paul ikut berkumpul dengan teman-temannya sesama Punk. Paul pernah bekerja di sebuah tempat pengolahan batu kapur.
Paul pertama kali ikut Punk tahun 2011. Ia mengenal Punk dari temannya. Ia ikut kelompok Punk karena merasa nyaman dan jiwanya ada di sana. Orang tua Paul mengetahui kalau Paul ikut kelompok Punk dan mereka baik-baik saja selama Paul tidak menggunakan narkoba dan tidak bertindak kriminal.
b. Latar Belakang Kehidupan Keluarga
Paul berasal dari keluarga yang harmonis. Paul merupakan anak tunggal. Perekonomian keluarga Paul tergolong menengah ke bawah. Ibu Paul bekerja membantu tetangga yang membutuhkan bantuannya, sedangkan ayahnya tidak bekerja. c. Lingkungan Fisik, Sosio- Ekonomi dan Sosio-Kultural
Lingkungan rumah sangat baik, keluarganya menerima keberadaan Paul yang adalah seorang anak Punk. Orang tua Paul juga mendukung apapun yang dilakukan Paul selama yang
dilakukan baik. Karena hanya ibu yang bekerja, Paul pun sempat bekerja di sebuah tempat pengolahan batu kapur.
d. Pertumbuhan Jasmani dan Riwayat Kesehatan
Pertumbuhan jasmani dan kesehatan Paul sangat baik. Permasalahan jasmani yang dialami Paul hanya wajahnya yang dipenuhi jerawat dan bagian tangannya terdapat beberapa koreng. Saat peneliti mengamati Paul, Paul beberapa kali terlihat sedang menggaruk bagian tangannya dan menimbulkan luka berdarah.
e. Perkembangan Kognitif
Menurut pengamatan peneliti, Paul memiliki perkembangan kognitif yang baik. Paul mampu menjawab pertanyaan wawancara dengan baik dan lancar. Paul juga berhasil menyelesaikan studinya di SMK. Di antara anak Punk lain yang ditemui peneliti saat observasi, hanya Paul yang menyelesaikan studinya, sedangkan anak Punk yang lain putus sekolah.
f. Perkembangan Sosial dan Status Sosial Sekarang
Paul adalah seorang pribadi yang pendiam. Teman-temannya tidak pernah melihat Paul marah. Paul kurang pandai bergaul, namun dia terlihat ramah dengan semua orang.
g. Ciri-Ciri Kepribadian
Paul tergolong orang yang ramah dan baik. Peneliti disambut dengan ramah oleh Paul ketika pertama kali bertemu. Paul juga terlihat malu-malu saat diwawancari oleh peneliti.