• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PELAKSANAAN DAN DATA ANALISIS

A. Pelaksanaan Penelitian

Proses pelaksanaan penelitian dimulai dengan pemilihan sampel.

Pemilihan sampel dilakukan dengan dua cara yakni, pertama: peneliti

melakukan wawancara tidak terstruktur (terbuka) kepada guru kelas III SD

Kanisius Gayam yakni Ibu Margareta Novita Siahaan, S.Pd., kedua

menganalisis ledger nilai raport siswa kelas III SD Kanisius Gayam semester gasal. Kegiatan wawancara dilakukan pada hari Sabtu, tanggal 01

Februari 2014. Adapun tujuan dari wawancara ini yakni untuk menggali

informasi tentang siswa yang kecerdasan linguistiknya menonjol namun

memiliki prestasi rendah pada salah satu mata pelajaran. Hasil wawancara

dengan guru kelas, memberikan data awal tentang kecerdasan linguistik

dan prestasi yang dimiliki oleh siswa.

Kedua, peneliti menganalisis ledger nilai raport siswa kelas III SD Kanisius Gayam untuk mengidentifikasi siswa yang memiliki kecerdasan

linguistik dengan menganalisis nilai mata pelajaran Bahasa Indonesia

kemudian menganalisis nilai siswa yang rendah (dibawah KKM) pada

salah satu mata pelajaran di SD. Salah satu mata pelajaran yang nilainya

dibawah KKM adalah mata pelajaran PKn. Berdasarkan hasil analisis

tersebut, peneliti memilih 10 siswa yang memiliki nilai Bahasa Indonesia

atau dibawah KKM. Ke 10 siswa tersebut menjadi sampel dalam

penelitian ini yang kemudian dikonsultasikan kepada guru kelas. Hasil

konsultasi dan rekomendasi dari guru kelas, memberikan data bahwa ke 10

siswa tersebut kecerdasan linguistiknya menonjol namun lemah dalam

mata pelajaran PKn. Oleh karena itu siswa membutuhkan bantuan berupa

bimbingan belajar menggunakan modul untuk membantu meningkatkan

prestasi mereka dalam mata pelajaran PKn.

Pengembangan modul bimbingan belajar PKn diawali dengan

konsultasi kepada guru kelas mengenai materi pelajaran yang akan

dikembangkan. Materi yang akan dikembangkan dalam modul mengacu

pada kompetensi dasar 4.1 Mengenal kekhasan bangsa Indonesia, seperti

kebhinekaan, kekayaan alam, dan keramahtamahan. Setelah menentukan

materi pelajaran yang akan dikembangkan, peneliti menyusun desain

produk modul bimbingan belajar dengan menyesuaikan pada kecerdasan

linguistik siswa.

Peneliti menyusun Silabus Pembelajaran dan Rencana Pelaksanaan

Pembelajaran (RPP). RPP yang dibuat mencakup dua pertemuan. Alokasi

waktu tiap pertemuan 3x35 menit (3JP). Pendekatan yang digunakan

dalam RPP ini adalah pendekatan PPR dan kooperatif learning. RPP yang

dibuat juga disertai materi pelajaran dan instrumen penilaian disetiap

pertemuan. Silabus dan RPP yang sudah dibuat digunakan sebagai

pedoman dalam mengembangkan kegiatan belajar dan materi yang

dituangkan dalam desain produk modul bimbingan belajar yang

Setelah RPP selesai dibuat, tahap selanjutnya adalah membuat

modul. Pada tahap ini peneliti mengumpulkan isi modul yang meliputi

materi pembelajaran, gambar, video pembelajaran dan lagu. Materi

pembelajaran dan gambar diperoleh dari beberapa buku pelajaran PKn

kelas III SD, sedangkan gambar, video dan lagu diperoleh dari internet

serta beberapa gambar didesain oleh peneliti.

Modul bimbingan belajar dikemas seperti buku dengan ukuran

kertas A4 yang terdiri dari 26 halaman. Pengembangan modul ini dibuat

menggunakan program Microsoft Word 2007. Background modul diisi dengan gambar-gambar berwarna yang sesuai dengan materi dan beberapa

kalimat yang ditulis warna sehingga diperoleh tampilan yang baik dan

menarik. Karakter font yang digunakan adalah Futura md BT yang mudah dibaca siswa dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan baca siswa.

Penulisan halaman terletak di pojok kanan atas dan tulisan tentang

semboyan bangsa Indonesia.

Modul untuk siswa dibedakan dengan modul pegangan guru.

Modul untuk siswa berisi halaman apersepsi, halaman uraian materi,

halaman kegiatan siswa, halaman evaluasi, halaman refleksi, dan halaman

tindakan siswa. Sedangkan modul pegangan guru, dibuat secara lengkap

mulai dari cover, kata pengantar, daftar isi, halaman SKKD, indikator, isi

modul sama dengan modul untuk siswa, soal pretest dan posttest, halaman pedoman penilaian akhir, halaman glosarium dan halaman daftar pustaka

Desain produk modul bimbingan belajar (prototipe) yang telah

dikemas kemudian diberikan kepada empat orang pakar yakni pakar

pembelajaran PKn, pakar multiple intelligences, pakar tata Bahasa Indonesia, dan guru PKn kelas III SD Kanisius Gayam untuk divalidasi.

Validasi dilakukan untuk mengetahui seberapa baik produk yang

dikembangkan. Hasil validasi dari pakar tersebut menjadi masukkan untuk

merevisi modul sesuai dengan komentar dan saran para pakar. Modul yang

sudah direvisi kemudian dicetak sebanyak 10 eksamplar dan dibagikan

kepada 10 siswa pada saat uji coba.

2. Selama Penelitian

Pelaksanaan bimbingan belajar PKn diadakan pada bulan April

2014 selama dua hari berturut-turut yakni pada hari Senin dan Selasa,

tanggal 07-08 April 2014. Dua hari sebelum pelaksanaan bimbingan

belajar yakni pada tanggal 04 April 2014, siswa mengikuti pretest untuk mengetahui hasil belajar awal siswa. Kegiatan pretest melibatkan 10 siswa yang memiliki kecerdasan linguistik dan dilaksanakan di ruang

perpustakaan. Pada saat pretest, ada siswa yang bertanya “Suster Nanda mengapa hanya kita yang ikut tes koq tidak satu kelas?” pertayaan siswa

tersebut ditanggapi oleh peneliti “karena kalian istimewa dan memiliki

kelebihan di mata pelajaran Bahasa Indonesia, tetapi nilai PKn masih

kurang makanya Sr. Nanda dan Ibu guru meminta kalian untuk

mengerjakan soal latihan PKn ini”. Setelah mendengarkan penjelasan dari peneliti, siswa dibagikan lembar latihan soal pretest yang terdiri dari 30 soal pilihan ganda dan 3 soal uraian. Ketika menerima lembar latihan soal,

salah satu siswa bertanya “Suster apakah bisa diskusi dengan teman?”, peneliti meminta siswa untuk mengerjakan sendiri-sendiri sebisanya saja.

Setelah selesai mengerjakan soal latihan PKn, peneliti mengumpulkan

lembar pretest untuk dikoreksi. Nilai pretest menjadi salah satu data dalam penelitian ini.

Pada hari Senin tanggal 07 April peneliti melakukan uji coba

modul. Waktu pelaksanaan pkl 13.00-14.00 WIB (setelah pulang sekolah)

dengan tujuan agar kegiatan belajar mengajar (KBM) tidak terganggu. Hal

ini sesuai dengan apa yang dikatakan oleh guru kelas untuk

melangsungkan bimbingan belajar cukup satu jam saja karena siswa sudah

lelah belajar dari pagi hingga siang. Dengan demikian, alokasi waktu yang

ditulis dalam modul tidak sesuai pada saat penelitian.

Situasi yang terjadi pada pertemuan pertama cukup ramai terutama

diluar kelas karena pada saat yang sama para siswa pulang dan melewati

depan ruang kegiatan. Bahkan siswa yang lain ikut mengintip dari jendela

sehingga suasana di kelas sedikit terganggu. Keadaan 10 siswa juga terasa

lelah dan merasa gerah karena panas. Sebagian besar meminta supaya

istirahat sebentar karena sudah merasa capek, ada juga yang permisi ke

belakang dan meminta untuk bermain sebentar. Salah satu siswa juga

berkata “suster nanda bimbelnya jangan lama-lama ya”. Melihat situasi yang dialami siswa, akhirnya peneliti memberikan waktu kepada siswa

untuk istirahat selama 5 menit. Selesai istirahat, kegiatan bimbingan

belajar dimulai namun ada satu siswa yang tidak mau masuk, setelah

aku mau main”. Peneliti mencoba mendekati dan membujuk siswa tersebut dan berkata yang ikut bimbel akan mendapat hadiah. Akhirnya siswa

tersebut masuk dengan sendirinya.

Sebelum kegiatan dimulai, peneliti membagikan modul kepada

setiap siswa. Pada umumnya siswa merasa senang mendapatkan modul,

mereka menuliskan nama, kelas, dan nomor absen pada modul tersebut.

Setelah doa pembuka, peneliti menjelaskan kepada siswa kegiatan yang

dilakukan pada pertemuan pertama. Selama proses pembelajaran, siswa

sangat antusias, senang karena kegiatannya menarik terutama saat

menonton video tentang “kebhinekaan”. Siswa yang tadinya tidak mau

masuk, dengan sendirinya maju dan duduk didepan untuk melihat video

dan mengikutinya sampai selesai. Kegiatan belajar secara umum pada

pertemuan pertama berjalan dengan baik, hanya pada kegiatan evaluasi

tidak sempat karena keterbatasan waktu. Namun secara umum kegiatan

bimbingan belajar cukup menyenangkan siswa, dan yang paling menarik

ialah ketika siswa mewawancarai temannya, siswa sangat semangat dan

gembira karena bisa berbicara dengan temannya.

Pertemuan pertama membahas tentang kebhinekaan bangsa

Indonesia. Kegiatan ini sesuai dengan indikator dan tujuan pembelajaran

yang ingin dicapai yaitu mengetahui keragaman yang dimiliki oleh bangsa

Indonesia. Peneliti menggunakan media berupa video pembelajaran

tentang “kebhinekaan”. Siswa diajak untuk menyaksikan video tersebut kemudian masuk pada kegiatan siswa yang tersusun dalam modul. Selesai

beraktivitas siswa diminta untuk mengisi refleksi dan tindakan siswa.

Kegiatan evaluasi tidak dapat dilaksanakan karena keterbatasan waktu.

Uji coba kedua dilaksanakan pada hari Selasa, 08 April 2014

setelah pulang sekolah yakni pkl 13.00-14.00 WIB. Sebelum kegiatan

dimulai siswa dibagikan modul bimbingan belajar. Pertemuan kedua

diawali dengan kegiatan membaca cerita “Doni Berlibur ke Rumah Nenek di Desa”. Setelah itu peneliti menjelaskan secara singkat materi yang dipelajari, lalu siswa masuk ke bagian kegiatan siswa. Kegiatan pokok

yang dilakukan pada pertemuan kedua ini yakni mendengarkan cerita,

membaca, berdiskusi dengan teman semeja dan menulis puisi. Pada

pertemuan kedua siswa belajar secara mandiri dengan mengamati gambar

dan menulis puisi tentang “alamku”. Pada akhir pembelajaran pertemuan kedua, siswa diminta mengerjakan soal postest untuk mengetahui pemahaman akhir siswa setelah mengikuti kegiatan bimbingan belajar

menggunakan modul.

B. Data dan Analisis

Dokumen terkait