• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN

PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

3. Pelaksanaan Penelitian

Sebelum mengadakan penelitian, terlebih dahulu peneliti mengadakan uji coba alat penelitian atau biasa disebut dengan Try Out. Uji coba alat penelitian dilakukan untuk melihat kesahihan butir yang diukur dan reliabilitas alat ukur yang akan digunakan untuk penelitian yang sesungguhnya.

Uji coba alat penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 3 Agustus 2006 subyek adalah masyarakat dari berbagai instansi dan universitas di Yogyakarta, seperti Dinas Sosial, Badan Informasi Daerah (BID), Departemen Kehakiman dan HAM, Universitas Sanata Dharma, Universitas Atma Jaya. Jumlah subyek yang mengisi skala sebanyak 80 orang. Kepada seluruh subyek diberikan 2 jenis skala yaitu skala kepuasan terhadap kualitas pelayanan dan skala intensi menggunakan kembali. 4. Hasil Uji Coba Penelitian

1. Hasil Uji Coba Penelitian a. Validitas dan Reliabilitas

Validitas dan reliabilitas adalah dua hal yang sangat berkaitan dan berperan dalam membuat suatu alat ukur yang berkualitas. Dari alat ukur ini nantinya akan menunjukkan baik atau buruknya suatu penelitian.

Dengan demikian uji validitas dan reliabilitas perlu dilakukan sebelum suatu alat ukur digunakan dalam suatu penelitian. Hal ini bertujuan agar alat ukur yang digunakan dalam penelitian menjadi akurat dan dapat dipercaya (Azwar, 1997).

b. Uji Validitas dan Reliabilitas alat Ukur

Uji kesahihan butir dan reliabilitas skala kepuasan terhadap kualitas pelyanan dan skala intensi menggunakan kembali diperoleh setelah peneliti melakukan pengujian alat ukur. Hasilnya sebagai berikut:

1. Skala Pengukuran Kepuasan terhadap Kualitas pelayanan

a.Uji Kesahihan Butir Skala Kepuasan terhadap Kualitas Pelayanan

Uji kesahihan butir skala dilakukan dengan menggunakan program SPSS 10.0 dengan mengukur korelasi antara item-item yang diuji dengan skor total responden uji coba. Kriteria pemilihan item berdasarkan korelasi item total untuk skala ini menggunakan batasan ≥ 0,30. Berdasarkan hasil perhitungan menunjukkan koefisien korelasi item total berkisar antara 0,1646 sampai 0,7054. dari hasil pengujian itu diperoleh 3 item yang dinyatakan gugur dari 50 item yang diujicobakan karena mempunyai korelasi yang rendah (≤ 0,30) terhadap skor total. Item-item yang gugur adalah item nomer 4 dari aspek

kinerja karyawan, item nomer 46 dari aspek fasilitas umum, dan item nomer 48 dari aspek harga-nilai. Dari aspek-aspek yang digunakan tidak didapati aspek yang hilang akibat keseluruhan itemnya gugur. Berikut ini disajikan tabel 3, distribusi butir-butir pernyataan yang sahih.

Tabel 3

Skala Kepuasan Terhadap Kualitas Pelayanan Setelah Uji Coba

Aspek Sifat Item

Favorable Unfavorable Total Kinerja dan kehandalan produk 1,11,21,31,41 6,20,30,40,50 10 Citra Merk 7,19,29,39,49 2,12,22,32,42 10

Harga-nilai 3,13,23,33,43 8,18,28,38 9 Kinerja Karyawan 9,17,27,37,44 14,24,34,47 9

Fasilitas Umum 5,15,25,35 10,16,26,36,45 9

Total 24 23 47

b. Reliabilitas Skala Kepuasan terhadap Kualitas Pelayanan

Reliabilitas skala diperoleh dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dari program SPSS 10.0 dan diperoleh reliabilitas sebesar 0,9388. Hal ini menunjukkan bahwa skala dalam penelitian ini layak digunakan sebagai instrumen pengumpulan data penelitian ini.

2. Skala Pengukuran Intensi Menggunakan Kembali

Uji kesahihan butir skala ini dilakukan dengan program SPSS 10.0. Hasil perhitungan menunjukkan koefisien korelasi item total adalah 0,503. Hasil pengukuran ini tidak diperoleh item yang rendah (≤0,30) terhadap skor total.

b. Reliabilitas Skala Intensi Menggunakan Kembali

Reliabilitas skala intensi menggunakan kembali dengan menggunakan teknik Alpha Cronbach dari program SPSS 10.0 dan diperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,6401. Hal ini menunjukkan bahwa skala dalam penelitian ini layak digunakan sebagai instrumen pengumpulan data penelitian ini.

B. Analisis Hasil Penelitian 1. Deskripsi Data Penelitian

Hasil pengumpulan dan penelitian diperoleh data dengan deskripsi sebagai berikut :

Tabel 4

DESKRIPSI DATA PENELITIAN

Deskripsi data Kepuasan terhadap kualitas pelayanan Intensi menggunakan kembali Mean SD X Max X Min 134,63 15,00 172 92 10,12 1,92 14 5

Untuk mengetahui tingkat kepuasan dan intensi terhadap Rumah sakit Bethesda Lempuyangwangi dari subyek penelitian, dilakukan uji signifikansi antara mean empiris dan mean teoritis. Di bawah ini disajikan perbandingan antara mean empiris, mean teoritis dan standar deviasi hasil penelitian.

TABEL 5

UJI SIGNIFIKASI PERBANDINGAN MEAN TEORITIS, MEAN EMPIRIS DAN STANDAR DEVIASI

ALAT UKUR

MEAN TEORITIS

MEAN

EMPIRIS SD

Kepuasan terhadap kualitas pelayanan

117,5 134,63 15,00 Intensi menggunakan kembali

8 10,12 1,92

Mean Teoritik adalah rata-rata skor alat ukur penelitian. Mean teoritik ini diperoleh dari angka yang menjadi titik tengah alat ukur penelitian.Mean empiris adalah rata-rata skor data penelitian.

Pada kepuasan terhadap kualitas pelayanan diperoleh Mean teoritis sebesar 117,5. Sedangkan Mean Empirisnya sebesar 134,63. Dari data ini dapat dilihat bahwa kepuasan terhadap kualitas pelayanan pada subyek penelitian termasuk tinggi.

Pada Intensi menggunakan kembali diperoleh Mean Teoritisnya sebesar 8 dan Mean Empirisnya sebesar 10,12 (mean

empiris>mean teoritik) berdasarkan data tersebut dapat dilihat bahwa Intensi menggunakan kembali pada subyek penelitian ini termasuk tinggi. 2. Uji Asumsi

Sebelum melakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi yang meliputi uji normalitas sebaran dan uji lineritas hubungan. Uji asumsi ini dilakukan untuk menguji hipotesis, selain itu uji asumsi juga dilakukan untuk memperoleh kesimpulan yang tidak menyimpang dari seharusnya.

a.Uji Normalitas sebaran

Uji normalitas sebaran dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi sebaran variable bebas dan tergantung bersifat normal. Untuk menghitung uji normalitas adalah dengan menggunakan Metode Kolmogorov – Smirnov test dalam program SPSS 10.0. berdasarkan hasil uji normalitas untuk variabel kepuasan terhadap kualitas pelayanan dengan metode Kolmogorov – Smirnov diperoleh Z sebesar 0,889 (p = 0,409 : p>0,05) yang menunjukkan bahwa sebaran variabel kepuasan terhadap kualitas pelayanan adalah normal. Sedangkan untuk variabel intensi menggunakan kembali diperoleh Z sebesar 1,149 (p = 0, 143 ; p >0,05) yang menunjukkan sebaran variabel intensi adalah normal. Hal ini dapat dilihat dari signifikansinya yang lebih besar daripada 0,05 (p > 0,05).

TABEL 6

HASIL UJI NORMALITAS

Kepuasan terhadap kualitas pelayanan Intensi menggunakan kembali Kolmogorov-Smirnov 0,889 1,149 Asymp Signicant 0,409 0,143 Keterangan Normal Normal

Berdasarkan hasil uji normalitas didapatkan bahwa distribusi sebaran variabel bebas dan tergantung bersifat normal karena signifikansi kedua variabel lebih besar daripada 0,05 (p>0,05).

b.Uji Linearitas

Uji linearitas dilakukan untuk mengetahui apakah hubungan antara skor variabel kepuasan terhadap kualitas pelayanan dan intensi merupakan garis lurus atau tidak. Uji linearitas ini dilakukan dengan menghitung nilai F, yaitu dengan mempergunakan hipotesis nol (Ho). Jika nilai F yang diperoleh lebih kecil daripada p>0,05 garis data skor yang bersangkutan dinyatakan linear. Demikian juga sebaliknya, jika nilai F lebih besar daripada p>0,05 garis itu berarti tidak linier.

Uji liniearitas ini dilakukan dengan menggunakan program SPSS 10.0 hasil pengujian ini menunjukkan bahwa hubungan kedua variabel yaitu kepuasan terhadap kualitas pelayanan dan intensi adalah

linier karena taraf signifikansi untuk linearitas lebih kecil daripada 0,05 (p<0,05) yaitu F = 13,201, 0,001 atau p < 0,05.

TABEL 7

HASIL UJI LINEARITAS

F SIGN

Skor KP * Skor IMK between group

(combined) Linearity Deviation from linearity

0, 997 13, 201 0, 743 0, 503 0, 001 0, 848

Dokumen terkait