• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Aspek Keterampilan

2. Variabel Dependen

5.4 Implementasi Rancangan Penyuluhan

5.4.2 Pelaksanaan Penyuluhan Pertanian

Kegiatan penyuluhan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022, di rumah salah satu pengurus kelompok tani Sumber Jaya Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek dengan waktu kurang lebih sekitar 1 jam 15 menit dimulai pukuk 13.00 diakhiri pukul 14.15 WIB. Adapun sasaran adalah perwakilan dari kelompok tani di Desa Tanggaran sejumlah 20 orang.

Penyuluhan dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan petani sasaran dalam budidaya tanaman porang. Media penyuluhan yang digunakan adalah brosur, slide PPT dan benda sesungguhnya serta metode yang diterapkan dalam penyuluhan tersebut adalah metode diskusi, ceramah dan demonstrasi cara sehingga memungkinkan setiap pengelola mampu berperan aktif dalam kegiatan penyuluhan. Penyuluhan yang telah dilaksanakan terkait dengan materi budidaya tanaman porang dilahan ternaungi telah terlaksana secara lancar dan ditanggapi dengan baik oleh petani dan penyuluh lapang.

Terjadi komunikasi dua arah antara mahasiswa sebagai pemateri dan petani sebagai responden disamping itu petani juga aktif dalam melaksanakan praktek yang diajarkan.

5.4.3 Hasil Analisis Data Evaluasi A. Aspek Pengetahuan

Analisis peningkatan pengetahuan dilakukan dengan cara analisis data kuantitatif menggunakan skala guttman dengan pilihan jawaban chek list.

Penilaian jawaban benar mendapat skor 2 dan salah dengan skor 1.

Dari skor jawaban kuisioner pre test dan post test yang telah diisi responden dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Skor maksimum : Skor Jawaban Tertinggi x Σ Pertanyaan x Σ Responden Skor minimum : Skor Jawaban Terendah x Σ Pertanyaan x Σ Responden

Dari rumus tersebut dapat ditentukan skor maksimum dan minimum yang diperoleh petani. Skor yang diperoleh selanjutnya akan digunakan untuk mengetahui adanya perbedaan atau peningka tan pengetahuan petani dari pre test dan post test yang tekah dilakukan pada saat penyuluhan. Tabulasi data responden dapat dilihat pada Lampiran 20.

Analisa skoring digunakan untuk mengukur pengetahuan sasaran dengan cara mencari rerata jawaban kuisioner. Item pertanyaan kuisioner berjumlah 22 butir pernyataan yang berkaitan dengan materi penyuluhan yaitu teknologi budidaya tanaman porang dilahan ternaungi. Berdasarkan dari jawaban responden, maka perhitungan hasil pre test dapat dilihat dari garis kontinum menggunakan analisa skoring, sebagai berikut ;

Skor Maksimum = 2 x 22 (pertanyaan) x 20 (responden) = 880 Skor Minimum = 1 x 22 (pertanyaan) x 20 (responden) = 440

Skor yang didapat = 690

Median = (Nilai Maks – Nilai Min)/2 + Nilai Min = 660

Kuadran 1 = (Nilai Min + Median)/2 = 550

Kuadran 2 = (Nilai Maks + Median)/2 = 770

Jika didistribusikan pada garis kontinum nilai pre test aspek pengetahuan adalah sebagai berikut

630

440 550 660 770 880

SALAH BENAR

0%

0%

40%

40%

100%

100%

20%

20%

80%

80%

60%

60%

SR

SR

C

C R

R

ST

ST T

T

Berdasarkan data diatas diperoleh total skor 630, maka untuk mengetahui persentase skor dapat dihitung dengan rumus berikut :

Total Skor / Skor Maks x 100% = 630 / 880 x 100% = 71,6%

71,6%

Keterangan :

SR : Sangat Rendah = Angka 0% - 20%

R : Rendah = Angka 21% - 40%

C : Cukup = Angka 41% - 60%

T : Tinggi = Angka 61% - 80%

ST : Sangat Tinggi = Angka 81% - 100%

Apabila dilihat berdasarkan klasifikasi aspek pengetahuan menurut Taksonomi Bloom adalah sebagai berikut:

Keterangan :

Mengingat = Angka 0% - 16%

Memahami = Angka 17% - 33%

Menerapkan = Angka 34% - 50%

Menganalisis = Angka 51% - 67%

Menilai = Angka 68% - 84%

Menciptakan = Angka 85% - 100%

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan nilai dari pre test menunjukan persentase tingkat pengetahuan dengan kategori tinggi. Berdasarkan Teori Taksonomi Bloom hasil skor pre test petani berada pada tingkat evaluasi.

Pada tingkat evaluasi, petani sasaran dikatakan mampu membuat pertimbangan atau penilaian dalam menetapkan keputusan berdasarkan kondisi yang ada.

Selanjutnya untuk mengetahui apakah ada peningkatan pengetahuan maka

85%-100%

Mengingat Memahami Menerapkan Menganalisis Evaluasi Menciptakan

0%-16% 17%-33% 34%-50% 51%-67% 68%-84%

71,6%

0%

0%

40%

40%

1 00%

1 00%

20%

20%

80%

80%

60%

60%

SR

SR

C

C R

R

ST

ST T

T

dilakukan analisis terhadap skor jawaban post test. Adapun tabulasi data jawaban post test dapat dilihat pada Lampiran 20. Berikut adalah analisa skoring hasil post test pada aspek pengetahuan :

Skor Maksimum = 2 x 22 (pertanyaan) x 20 (responden)

= 880

Skor Minimum = 1 x 22 (pertanyaan) x 20 (responden)

= 440

Skor yang didapat = 847

Median = (Nilai Maks – Nilai Min)/2 + Nilai Min = 660

Kuadran 1 = (Nilai Min + Median)/2 = 550

Kuadran 2 = (Nilai Maks + Median)/2 = 770

Jika didistribusikan pada garis kontinum nilai aspek pengetahuan adalah sebagai berikut : 847

440 550 660 770 880

Berdasarkan data diatas diperoleh total skor 847, maka untuk mengetahui persentase skor dapat dihitung dengan rumus berikut :

Total Skor / Skor Maks x 100% = 847 / 880 x 100% = 96% 96%

Keterangan :

SR : Sangat Rendah = Angka 0% - 20%

R : Rendah = Angka 21% - 40%

C : Cukup = Angka 41% - 60%

T : Tinggi = Angka 61% - 80%

ST : Sangat Tinggi = Angka 81% - 100%

SALAH BENAR

Apabila dilihat berdasarkan klasifikasi aspek pengetahuan menurut Taksonomi Bloom adalah sebagai berikut :

Keterangan :

Mengingat = Angka 0% - 16%

Memahami = Angka 17% - 33%

Menerapkan = Angka 34% - 50%

Menganalisis = Angka 51% - 67%

Menilai = Angka 68% - 84%

Menciptakan = Angka 85% - 100%

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan nilai dari post test menunjukan persentase sebesar 96% atau dengan tingkat pengetahuan dengan kategori sangat tinggi. Berdasarkan Teori Taksonomi Bloom hasil skor post test petani berada pada tingkat menciptakan , artinya petani sasaran dikatakan mampu merumuskan, merencanakan dan menciptakan keputusan berdasarkan kondisi yang ada. Jika dilihat dari peningkatan pengetahuan maka diperoleh perubahan sebagai berikut :

Peningkatan Pengetahuan = Nilai Post test- Nilai Pre test = 96%-71.6% = 24.4 %

Dari hasil tersebut diketahui bahwa terjadi peningkatan pengetahuan responden tentang teknologi budidaya tanaman porang dilahan ternaungi sebesar 24.4%.

B. Aspek Sikap

Analisis tingkat sikap responden dilakukan dengan cara analisis data kuantitatif menggunakan skala likert dengan pilihan jawaban chek list. Adapun penilaiannya adalah sebagai berikut :

1. Jika responden menjawab Sangat Setuju akan mendapatkan skor 5 2. Jika responden menjawab Setuju akan mendapatkan skor 4

85%-100%

Mengingat Memahami Menerapkan Menganalisis Menilai Menciptakan

0%-16% 17%-33% 34%-50% 51%-67% 68%-84%

96%

3. Jika responden menjawab Ragu-Ragu akan mendapatkan skor 3 4. Jika responden menjawab Tidak Setuju akan mendapatkan skor 2

5. Jika responden menjawab Sangat Tidak Setuju akan mendapatkan skor 1 Dari skor jawaban kuisioner post test yang telah diisi responden dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Skor maksimum : Skor Jawaban Tertinggi x Σ Pertanyaan x Σ Responden Skor minimum : Skor Jawaban Terendah x Σ Pertanyaan x Σ Responden Dari rumus tersebut dapat ditentukan skor maksimum dan minimum yang diperoleh petani. Skor yang diperoleh selanjutnya akan digunakan untuk mengetahui tingkat sikap petani dari jawaban soal post test yang tekah dilakukan pada saat penyuluhan. Tabulasi data responden dapat dilihat pada Lampiran 20.

Analisa skoring digunakan untuk mengukur sikap sasaran dengan cara mencari rerata jawaban kuisioner. Item pertanyaan kuisioner berjumlah 17 butir pernyataan yang berkaitan dengan materi penyuluhan yaitu teknologi budidaya tanaman porang dilahan ternaungi. Berdasarkan dari jawaban responden, maka perhitungan hasil post test dapat dilihat dari garis kontinum menggunakan analisa skoring, sebagai berikut ;

Skor Maksimum = 5 x 17 (pertanyaan) x 20 (responden)

= 1700

Skor Minimum = 1 x 17 (pertanyaan) x 20 (responden)

= 340

Skor yang didapat = 1556

Median = (Nilai Maks – Nilai Min)/2 + Nilai Min = 1020

Kuadran 1 = (Nilai Min + Median)/2 = 680

Kuadran 2 = (Nilai Maks + Median)/2 = 1360

0%

0%

40%

40%

100%

100%

20%

20%

80%

80%

60%

60%

SR

SR

C

C R

R

ST

ST T

T

0%-25%

0%-25%

26%-50%

26%-50%

Menerima

Menerima

Merespon

Merespon

Menghargai

Menghargai

Tanggung Jawab

Tanggung Jawab

51%-75%

51%-75%

76%-100%

76%-100%

Jika didistribusikan pada garis kontinum nilai post test aspek sikap adalah sebagai berikut : 1556

340 680 1020 1360 1700

Berdasarkan data diatas diperoleh total skor 1556, maka untuk mengetahui persentase skor dapat dihitung dengan rumus berikut :

Total Skor / Skor Maks x 100% = 1556 / 1700 x 100% = 91.5%

91.5%

Keterangan :

SR : Sangat Rendah = Angka 0% - 20%

R : Rendah = Angka 21% - 40%

C : Cukup = Angka 41% - 60%

T : Tinggi = Angka 61% - 80%

ST : Sangat Tinggi = Angka 81% - 100%

Berdasarkan analisis yang telah dilakukan didapatkan nilai dari post test menunjukan persentase aspek sikap sebesar 91,5% atau dengan kategori cukup.

Apabila dilihat pada aspek tingkatan sikap menurut Notoatmojo adalah sebagai berikut :

91.5%

Keterangan :

Menerima = Angka 0% - 25%

Merespon Angka 26% - 50%

Menghargai Angka 51% - 75%

Tanggung Jawab = Angka 76% - 100%

SALAH BENAR

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan didapatkan bahwa hasil dari nilai atau skor post-test menunjukkan presentase 91,5%. Pada tingkat tanggung jawab dikatakan bahwa petani mau dan mampu berproses dalam menerapkan teknologi budidaya tanaman porang dilahan ternaungi meskipun mengetahui segala resiko yang akan dihadapi.

C. Aspek Keterampilan

Analisis tingkat sikap responden dilakukan dengan cara analisis data kuantitatif menggunakan skala guttman dengan pilihan jawaban chek list. Adapun penilaiannya yaitu : Jika petani dinilai Terampil akan mendapatkan skor 2 dan Tidak Terampil akan mendapatkan skor 1

Dari skor jawaban kuisioner post test yang telah diisi responden dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Skor maksimum : Skor Jawaban Tertinggi x Σ Pertanyaan x Σ Responden Skor minimum : Skor Jawaban Terendah x Σ Pertanyaan x Σ Responden Dari rumus tersebut dapat ditentukan skor maksimum dan minimum yang diperoleh petani. Skor yang diperoleh selanjutnya akan digunakan untuk mengetahui tingkat sikap petani dari jawaban soal post test yang tekah dilakukan pada saat penyuluhan. Tabulasi data responden dapat dilihat pada Lampiran 20.

Analisa skoring digunakan untuk mengukur sikap sasaran dengan cara mencari rerata jawaban kuisioner. Item pertanyaan kuisioner berjumlah 17 butir pernyataan yang berkaitan dengan materi penyuluhan yaitu teknologi budidaya tanaman porang dilahan ternaungi. Berdasarkan dari jawaban responden, maka perhitungan hasil post test dapat dilihat dari garis kontinum menggunakan analisa skoring, sebagai berikut ;

Skor Maksimum = 2 x 18 (pertanyaan) x 20 (responden)

= 720

0%-25%

0%-25%

26%-50%

26%-50%

Basic Literacy Skill

Basic Literacy Skill

Technical Skill

Technical Skill

Interpersonal Skill

Interpersonal Skill

Problem Solving

Problem Solving

51%-75%

51%-75%

76%-100%

76%-100%

Skor Minimum = 1 x 18 (pertanyaan) x 20 (responden)

= 360

Skor yang didapat = 720

Median = (Nilai Maks – Nilai Min)/2 + Nilai Min = 540

Kuadran 1 = (Nilai Min + Median)/2 = 450

Kuadran 2 = (Nilai Maks + Median)/2 = 630

Jika didistribusikan pada garis kontinum nilai aspek keterampilan adalah sebagai berikut :

720

360 450 540 630 720

Berdasarkan data diatas diperoleh total skor 720, maka untuk mengetahui persentase skor dapat dihitung dengan rumus berikut :

Total Skor / Skor Maks x 100% = 720 / 720 x 100% = 100%

Apabila dilihat pada aspek tingkat keterampilan menurut Robbins adalah sebagai berikut :

100%

Keterangan :

Basic Literacy Skill = Angka 0% - 25%

Technical Skill Angka 26% - 50%

Interpersonal Skill Angka 51% - 75%

Problem Solving = Angka 76% - 100%

Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan didapatkan bahwa hasil dari nilai atau skor post test menunjukkan presentase 100%. Pada tingkat problem soving dapat dikatakan bahwa petani dapat memecahkan suatu persoalan yang

SALAH BENAR

ditemukan pada saat praktek dilapangan (melakukan persiapan bahan tanam, persiapan lahan dan penanaman) dengan menggunakan logikanya.

100 BAB VI

PEMBAHASAN/DISKUSI 6.1. Pembahasan Hasil Implementasi

Implementasi rancangan dilaksanakan pada tanggal 19 Juni 2022, di rumah Bapak Lasno Dusun Ndilem, Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek dengan waktu kurang lebih sekitar 1 jam 15 menit dimulai pukuk 13.00 diakhiri pukul 14.15 WIB. Penyuluhan dilaksanakan secara lancar dan ditanggapi secara baik oleh sasaran. Adapun sasaran penyuluhan adalah perwakilan dari kelompok tani di Desa Tanggaran sejumlah 20 orang. Rentang umur sasaran yaitu 22-60 tahun. Kategori umur sasaran tersebut termasuk dalam kategori produktif.

Bappenas (2013) dan Putri (2021), umur produktif adalah rentang umur antara 15-64 tahun. Petani yang memiliki kategori umur produktif cenderung lebih baik dalam menyelesaikan suatu pekerjaan daripada umur yang belum dan tidak produktif.

Adapun tingkat pendidikan rata-rata yaitu SD dengan jumlah 9 responden atau 45% sasaran dengan kategori tingkat pendidikan rendah. Pendidikan formal merupakan faktor yang dapat meningkatkan kemampuan individu untuk memperoleh dan menerapkan informasi baru. Hal ini menunjukkan bahwa petani yang memperoleh pendidikan tinggi lebih cenderung menggunakan teknologi baru (Kwadzo & Quayson, 2021). Setelah dilaksanakan kegiatan penyuluhan kepada petani di Desa Tanggaran, Kecamatan Pule, Kabupaten Trenggalek sebanyak 20 sasaran diperoleh hasil bahwa:

Dokumen terkait