C. Aspek Keterampilan
2. Variabel Dependen
7.2. Saran
107
DAFTAR PUSTAKA
Aghis, G. L. P. (2020). Peningkatan Kapasitas Petani Dalam Penerapan Biopestisida Pengendali Hama pada Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.) Di Desa Ciasmara Kecamatan Pamijahan. 1(4).
Amala, T., Chalil, D., & Sihombing, L. (2013). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Adopsi Petani Terhadap Sistem Pertanian Padi Organik.
Journal of Agriculture and Agribusiness Socioeconomics, 2(11).
https://media.neliti.com/media/publications/15156-ID-faktor-faktor-yang-berhubungan-dengan-tingkat-adopsi-petani-terhadap-sistem-pert.pdf.
Anggraini, R., Arida, A., & Hakim, L. (2019). Faktor-faktor yang mempengaruhi minat petani terhadap usahatani nilam di kabupaten aceh jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 4(1), 337–347.
Azwar. Syaifuddin. 2013. Metode Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Bambang, S. (2019). Media Penyuluhan. Kebumen.
Bappenas. 2013. Pedoman Perencanaan Program Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi dalam Rangka Seribu Hari Pertama Kehidupan (Gerakan 1000 HPK). Jakarta; 2013. 8.
Bella, S., & Ginting, B. R. (2019). Politeknik kesehatan kemenkes medan jurusan farmasi.
Burli, P. H., Nguyen, R. T., Hartley, D. S., Griffel, L. M., Vazhnik, V., & Lin, Y.
(2021). Farmer characteristics and decision-making: A model for bioenergy crop adoption. Energy, 234, 121235. https://doi.org/10.1016/j.energy.
2021.121235.
Djodjobo, C. V., & Tawas, H. N. (2014). Pengaruh orientasi kewirausahaan, inovasi produk, dan keunggulan bersaing terhadap kinerja pemasaran usaha nasi kuning di kota Manado. Jurnal EMBA: Jurnal Riset Ekonomi, Manajemen, Bisnis dan Akuntansi, 2(3).
Effendi, R. (2015). Konsep Revisi Taksonomi Bloom dan Implementasinya Pada Pelajaran Matematika SMP Ramlan Effendi. Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Volume 2 Nomor 1 P-ISSN: 2502-7638; E-ISSN: 2502-8391 KONSEP, 2.
Farid, A., Romadi, U., & Witono, D. (2018). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Adopsi Petani dalam Penerapan Sistem Tanam Jajar Legowo di Desa Sukosari Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur.
Jurnal Penyuluhan, 14(1), 27–32. https://doi.org/10.25015/penyuluhan.
v14i1.19226.
Fatonah, S., & Afifi, S. (2008). Difusi inovasi teknologi tepat guna di kalangan wanita pengusaha di Desa Kasongan Yogyakarta. Jurnal Ilmu Komunikasi, 6(1), 41–56.
Flora K. Sinurat, 2016. Komunikasi Penyuluhan Dan Adopsi Inovasi. DOI - 10.31289/perspektif.v1i2.87. Jurnal perspektif.
Hakim, L. N. (2020). Urgensi Revisi Undang-Undang tentang Kesejahteraan Lanjut Usia. Aspirasi: Jurnal Masalah-Masalah Sosial, 11(1), 43–55.
https://doi.org/10.46807/aspirasi.v11i1.1589.
Harahap, N., & Effenndy, L. (2017). Buku Ajar Evaluasi Penyuluhan Pertanian.
Polbangtan Medan.
Harefa, C. D. (2019). Tingkat Adopsi Teknologi Petani Terhadap Program Peningkatan Produktivitas Padi Sawah. Universitas Sumatera Utara.
Hutagalung, SS, & Hermawan, D. (2018). Membangun Inovasi Pemerintah Daerah . Penerbitan ulang.
Kementan, 2020. Antisipasi Serangan, Kementan Kembangkan Pestlist OPT
Porang.[online] Tersedia pada :
https://www.pertanian.go.id/home/?show=news&act=view&id=4599 [11 November 2021].
Kusnadi, D. (2011). Modul Dasar-Dasar Penyuluhan Pertanian. Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor.
Kwadzo, M., & Quayson, E. (2021). Factors influencing adoption of integrated soil fertility management technologies by smallholder farmers in Ghana. Heliyon, 7(7), e07589. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2021.e07589.
Malahayatin, D.M., & Cahyono, E.D. (2017). Faktor Kesesuaian Dengan Kebutuhan Petani Dalam Keputusan Adopsi Inovasi Pola Tanam Jajar Legowo (Studi Kasus Petani Padi Di Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban).
Jurnal Ekonomi Pertanian Dan Agribisnis, Vol. 2(1), hal. 57-61.
Mardikanto, T. (2009). Sistem Penyuluhan Pertanian. Surakarta. In Universitas Sebelah Maret Press.
Mardliyah, A. (2018). Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Dengan Tingkat Adopsi Petani Padi Organik Di Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Wacana Pertanian, 14(1), 17.
https://doi.org/10.37694/jwp.v14i1.9 55.
Megantoro, D. (2015). Pengaruh Keterampilan, Pengalaman, Kemampuan Sumber Daya Manusia Terhadap Usaha Kecil Menengah.
Nurhayati, A., & Herawati, T. (2018). Analisis Faktor Adopsi Inovasi Perikanan Budidaya Karamba Jaring Apung di Waduk Cirata Analysis of Innovation Adoption Factors of Floating Net Cage Aquaculture in Cirata Reservoir. Jurnal Penyuluhan, 14(2).
Panurat, S. M. (2014). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Minat Petani Berusahatani Padi Di Desa Sendangan Kecamatan Kakas Kabupaten Minahasa.
Purnamasari, W. O. D. (2019). Hubungan Karakteristik Inovasi Dengan Tingkat Adopsi Petani Terhadap Komponen Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Padi Sawah Di Kelurahan Liabuku Kecamatan Bungi Kota Baubau. Media Agribisnis, 3(1), 1–12. https://doi.org/10.35326/agribisnis.v3i1.435.
Putri CA. Anwarudin O. Sulistyowati D.2019. Partisipasi petani dalam kegiatanpenyuluhan dan adopsi pemupukan padi 346 Vol.1 No.3 Agustus 2020 Jurnal Inovasi Penelitian ISSN 2722-9475 (Cetak) ISSN 2722-9467 (Online)sawah di Kecamatan Kersamanah Kabupaten Garut. Jurnal Agribisnis Terpadu. 12(1): 103-119.
Putri, F. eka. (2021). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Adopsi Teknologi Jajar Legowo (Studi Kasus pada Anggota Kelompoktani Jayamukti I Desa Karangjaya Kecamatan Karangjaya Kabupaten Tasikmalaya). 8, 95–
106.
Qi, X., Liang, F., Yuan, W., Zhang, T., & Li, J. (2021). Factors influencing farmers’
adoption of eco-friendly fertilization technology in grain production: An integrated spatial–econometric analysis in China. Journal of Cleaner Production, 310(1), 127536. https://doi.org/10.1016/j.jclepro.2021.127536.
Rahab. (2009). Hubungan Antara Karakteristik Teknologi Dengan Kemungkinan Usaha Kecil Untuk Mengadopsi TI Oleh: Rahab Fakultas Ekonomi Universitas Jendral Soedirman Purwokerto. 16(2), 111–125.
Rianti, S. Y., & Sudrajat, J. (2019). Hubungan Antara Keaktifan Dalam Kelompok Tani Dan Manfaat Yang Diperoleh Petani (Studi Kasus : Desa Rasau Jaya Dua, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya).
Rosyida, S. A., Sawitri, B., & Purnomo, D. (2021). Hubungan Karakteristik Petani dengan Tingkat Adopsi Inovasi Pembuatan Bokashi dari Limbah Ternak Sapi The Correlation Between Farmers Characteristics and The Level of Adoption Innovation in Making Bokashi Fertilizer from Cow Waste Pendahuluan bahan-bahan. Jurnal Komunikasi Dan Penyuluhan Pertanian, 2(1), 54–64.
Saleh, N., Rahayuningsih, S. ., Radjit, B. S., Ginting, E., Harnowo, D., & Mejaya, I.
M. J. (2015). Tanaman Porang Pengenalan, Budidaya, dan Pemanfaatannya.
Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan.
Satori, D dan Komariah,A. 2014. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung :Alfabeta.
Sasmita, P., Mastur, Syamsuri, P., Sundari, T., & Anggara, A. W. (2021). Petunjuk Teknis Budi Daya Porang Teknologi Budi Daya, Produksi Benih, Perbanyakan Tanaman Secara Kultur Jaringan,Dan Pascapanen.
Sholahuddin, & Setyawan, A. A. (2017). Pengaruh karakteristik inovasi terhadap niat mengadopsi solopos epaper. Prosiding Seminar Nasional Riset Manajemen & Bisnis, 2005, 63–84.
Soedarmanto. (2001). Dasar-dasar dan Pengelolaan Penyuluhan Pertanian.
Universitas Brawijaya.
Suasih, N. N. R., Saskara, I. A. N., Yasa, I. N. M., & Budhi, M. K. S. (2017). Which One is Stronger to Affect Innovation Adoption by Balinese Farmers:
Government Role or Local Wisdom? Journal of Sustainable Development, 10(3), 93. https://doi.org/10.5539/jsd.v10n3p93.
Sugiyono. (2018). Metode apenelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung:
ALFABETA Suryana. 2014. Kewirausahaan: Pedoman Praktis, Kiat dan Proses Menuju Sukses.Bandung: Alfabeta.
Uhunamure, S. E., Nethengwe, N. S., & Tinarwo, D. (2019). Correlating the factors influencing household decisions on adoption and utilisation of biogas technology in South Africa. Renewable and Sustainable Energy Reviews, 107(November 2018), 264–273. https://doi.org/10.1016/j.rser.2019.03.006.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan. Jakarta: 2006.
Undang-undung Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 tentang Metode Penyuluhan Pertanian. Jakarta: 2009.
Utami, B. N. (2018). Petunjuk praktik evaluasi penyuluhan pertanian. Polbangtan Malang
111
LAMPIRAN
112 Lampiran 1. Penelitian Terdahulu
No Judul Peneliti Tahun Published Jurnal Tujuan Variabel Metode Perbedaan Hasil
1 Relationship between Farmer Characteristics and Gadget Using in Rural Area for Improving Regional Development
• S S Aulia 2020 IOP Conf. Series:
Materials Science and Engineering 879 (2020) 012162 IOP Publishing doi:10.1088/1757-899X/879/1/012162
Melihat hubungan antara karakteristik petani dan gadget untuk mendukung kegiatan pertanian
Umur, Tingkat
pendidikan,penggunaan ponsel
Kuantitatif Analisis data : Chi-Square
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Hasil penelitian ini menunjukan variabel umur dan tingkat pendidikan merupakan kondisi internal petani yang sangat terkait dengan kemampuan petani dalam mengoperasikan telepon genggam untuk mencari berbagai informasi pertanian.
Penggunaan ponsel dapat mempengaruhi efektifitas dan efisiensi petani dari segi waktu, biaya, dan tenaga.
2 Factors influencing adoption of integrated soil fertility management
technologies by smallholder farmers in Ghana
• Moses Kwadzo
• Emmanuel Quayson
2021 Heliyon 7 (2021) e07589
menguji adopsi petani kecil dari satu set lengkap dan beberapa bundel tanah terintegrasi teknologi manajemen kesuburan, dan memperkirakan faktor-faktor penentu dan menilai hubungan antara praktek adopsi
Spasial
Prediktor (tujuan usaha tani, kepemilikan lahan, jarak rumah ke toko input terdekat, akses kredit dan zona agroekologi)
Kuantotatif Analisis data : Model logistik dan model probit multivariat
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Satu atau lebih dari variabel prediktor, tujuan usaha tani, kepemilikan lahan, jarak rumah ke toko input terdekat, akses kredit dan zona agroekologi, telah ditemukan secara signifikan mempengaruhi adopsi dari beberapa ISFM teknologi.
3 Factors influencing farmers’ adoption of eco-friendly fertilization technology in grain production: An integrated spatial–
econometric analysis in China
• Xiaoxing Qi
• Fachao Liang
• Wenhua Yuan
• Tao Zhang Jianchun Li
2021 Journal of Cleaner Production 310 (2021) 127536
mengeksplorasi secara sistematis faktorfaktor yang mempengaruhi adopsi petani terhadap teknologi pemupukan ramah lingkungan
Faktor sosial ekonomi :
Umur, Tingkat
pendidikan,status ekonomi, tingkat pendapatan, sumber pendapatan utama, tenaga kerja, tingkat fragmentasi
Faktor geografis : Karakteristik bentuk lahan, kapasitas drainase, kapasitas irigasi, dan
Kuantitatif Analisis data : Regresi Linier
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor sosial ekonomi utama yang berpengaruh meliputi usia dan tingkat pendidikan kepala rumah tangga, luas lahan pertanian, dan tingkat
Fragmentasi lahan pertanian; faktor geografis yang berpengaruh meliputi karakteristik bentuk lahan, kapasitas drainase, kapasitas irigasi, dan ketebalan lapisan tanah atas. Selain itu, jenis promotor teknologi dan
Manfaat teknologi yang dirasakan petani memainkan peran penting yang mempengaruhi kemauan adopsi teknologi petani
113
Ketebalan lapisan tanah atas. Jenis promotor teknologi dan
Kegunaan teknologi Petani.
4 Correlating the factors influencing household decisions on adoption and
utilisation of biogas technology in South Africa
• S.E.
Uhunamurea N.S.
• Nethengwea D. Tinarwob
2019 Renewable and Sustainable Energy Reviews 107 (2019) 264–273
Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan yang mempengaruhi keputusan dalam adopsi berkelanjutan dan pemanfaatan teknologi biogas di Provinsi Limpopo Afrika Selatan.
Tingkat pendidikan kepala rumah tangga, umur kepala rumah tangga, jumlah ternak yang dimiliki, jarak ke sumber kayu bakar, produksi tanaman, kredit, pinjaman dan Subsidi, pendapatan, ketersediaan air dan kesadaran gender
Kuantitatif Analisis data : Model regresi logistik
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Secara empiris hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendidikan kepala rumah tangga, umur kepala rumah tangga, jumlah ternak yang dimiliki, jarak ke sumber kayu bakar, produksi tanaman, kredit, pinjaman dan
Subsidi, pendapatan, ketersediaan air dan kesadaran gender adalah faktor-faktor yang memiliki signifikansi statistik (p <0,01) atau dapat dikatakan berhubungan dengan signifikan.
5 Hubungan Karakteristik Petani dengan Tingkat Adopsi Inovasi Pembuatan Bokashi dari Limbah Ternak Sapi
• Shalma Alifia Rosyida
• Budi Sawitri
• Dwi Purnomo
2021 Jurnal Kirana 2021 Vol. 2(1): 54-64 p-ISSN: 2776-8465 INDEX :
Scholar
• GARUDA
• Arjuna
Menganalisis hubungan karakteristik
petani dengan tingkat adopsi inovasi pembuatan bokashi dari limbah ternak sapi di Desa Cukurgondang Kecamatan Grati Kabupaten
Pasuruan.
Variabel bebas meliputi karakteristik petani (umur,
Pendidikan formal, pendidikan nonformal, lama usahatani, luas lahan
Dan pendapatan) dan variabel terikat yaitu adopsi inovasi pembuatan
Bokashi dari limbah ternak sapi.
Kuantitatif Analisis data : Rank spearman
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Tingkat adopsi inovasi mengenai pembuatan bokashi dari limbah ternak sapi di Desa Cukurgondang termasuk dalam kategori rendah.
Karakteristik petani yang berhubungan secara signifikan dengan tingkat adopsi yaitu umur, pendidikan formal, pendidikan nonformal dan lama usahatani.
6 Hubungan Karakteristik Inovasi Dengan Tingkat Adopsi Petani Terhadap Komponen
Pengendalian Hama Terpadu (Pht) Padi Sawah Di Kelurahan
Wa Ode Dian Purnamasari
2019 Media Agribisnis Vol. 3, Issue 1, Mei 2019
P-ISSN: 2527-8479 INDEX : SINTA 4
Mengetahui karakteristik inovasi yang terdiri dari keuntungan relatif, kompatibilitas,
kompleksitas, triabilitas, dan observabiltas serta tipe keputusan inovasi dalam SLPHT tanaman padi;
Karakteristik inovasi yang terdiri dari keuntungan relatif, kompatibilitas,
kompleksitas, triabilitas, dan observabiltas serta tipe keputusan inovasi
Kuantitatif Analisis data : Rank spearman
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik inovasi kompatibilitas dengan pemanfaatan musuh alami yang ditunjukan dengan nilai sig korelasi adalah 0,05 lebih kecil.
Ada hubungan yang signifikan antara kompleksitas dengan pengamatan rutin yang ditunjukan dengan nilai sig korelasi adalah 0,013 lebih kecil 0,05
114
Liabuku Kecamatan Bungi Kota Baubau
mengetahui tingkat adopsi petani SLPHT terhadap komponen pengendalian hama terpadu;
7 Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi Dengan Tingkat Adopsi Petani Padi Organik di Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah
• Ainul Mardliyah
• Putu Arsana
2018 Jurnal Wacana Pertanian Vol. 14 (1):
17—23, Juni 2018 INDEX :
Google Scholar
Mengetahui hubungan karakteristik sosial ekonomi dengan adaptasi petani padi organik di Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah
Umur Pendidikan Luas lahan Pengalaman Bertani Penyuluhan
Kuantitatif Analisis data : Rank spearman
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Terdapat hubungan antara karakteristik sosial ekonomi (umur, pengalaman bertani, penyuluhan) dengan tingkat adopsi petani padi organik. Sedangkan untuk variabel pendidikan dan luas lahan tidak berhubungan dengan tingkat adopsi petani padi organik di Kecamatan Seputih Raman Kabupaten Lampung Tengah
8 Hubungan Karakteristik Petani Dan Tingkat Adopsi Teknologi Pada Usahatani Bawang Merah di Desa Tonsewer, Kecamatan Tompaso
• Alfons Manongko
• Caroline B.D.
Pakasi
• Lyndon Pangemanan
2017
Agri-SosioEkonomiUnsrat, ISSN 1907– 4298, Volume 13 Nomor 2A, Juni 2017 : 35 – 46
INDEX: SINTA 5
Menganalisis hubungan antara karakteristik petani dengan tingkat adopsi dan penerapan inovasi teknologi pada usahatani bawang merah di Desa Tonsewer Kecamatan Tompaso Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.
Luas lahan Usahatani Pendapatan Pendidikan formal Pendidikan nonformal Umur
Tingkat kosmopolitan
Kuantitatif Analisis data : Rank spearman
Lokasi penelitian, sebagian variabel
Nilai korelasi Spearman luas lahan, pendapatan, pendidikan formal, pendidikan nonformal dan tingkat kosmopolitan menunjukkan arah korelasi positif, sedangkan usia menunjukkan arah korelasi negatif terhadap tingkat adopsi teknologi bawang merah
Lampiran 2. Kisi-Kisi Instrumen Penelitian
KISI-KISI INSTRUMEN
Variabel Sub Variabel Indikator Poin Valid
Karakteristik Petani Karakteristik
Internal
1. Umur Jumlah tahun usia petani lahir hingga saat dilakukan penelitian
1 1
2. Pendidikan formal
Jenjang pendidikan terakhir petani hingga saat dilakukan penelitian
1 1
3. Pengalaman berusaha tani
Lama petani dalam berusaha tani hingga saat dilakukan penelitian
1 1
4. Pendapatan Rerata pendapatan petani dalam rentang satu bulan
1 1
5. Luas lahan Luasan lahan garapan yang dimiliki petani
1 1
Karakteristik Eksternal
1. Bantuan permodalan
Kemudahan petani dalam memperoleh bantuan permodalan
11 9
2. Keaktifan di kelompok tani
Keterlibatan secara aktif responden di kelompok tani
11 7
3. Intensitas penyuluhan
Intensitas keterlibatan responden terhadap kegiatan penyuluhan
1 1
Karakteristik Teknologi
1. Keuntungan relative
Inovasi dipersepsikan sebagai
sesuatu yang lebih baik dari pendahulunya
11 9
2. Kesesuaian Kesesuaian inovasi dengan kondisi lokasi penelitian
11 8
Budidaya Tanaman Porang (Amorphophallus muelleri blume)
Budidaya tanaman porang
Persiapan lahan Responden mengetahui,tertarik, menilai, mencoba, menerapkan sepenuhnya teknologi persiapan lahan
6 3
Persiapan bahan tanam
Responden mengetahui,tertarik, menilai, mencoba, menerapkan sepenuhnya teknologi persiapan bahan tanam
6 4
Penanaman Pengetahuan,minat,penilaian, respon, aplikasi responden terhadap sistem penanaman
6 5
Pemupukan Pengetahuan,minat,penilaian, respon, aplikasi responden terhadap teknologi pemupukan
6 5
Pengendalian gulma
Pengetahuan,minat,penilaian, respon, aplikasi responden terhadap teknologi pengendalian gulma
5 4
Pengendalian hama
Pengetahuan,minat,penilaian, respon, aplikasi responden terhadap teknologi pengendalian hama
6 5
Pengendalian penyakit
Pengetahuan,minat,penilaian, respon, aplikasi responden terhadap teknologi pengendalian penyakit
5 4
Panen Pengetahuan,minat,penilaian, respon, aplikasi responden terhadap teknologi panen
6 2
Pasca panen Pengetahuan,minat,penilaian, respon, aplikasi responden terhadap teknologi pasca panen
5 2
Lampiran 3. Kuisioner Penelitian
KEMENTERIAN PERTANIAN
BADAN PENYULUHAN DAN PENGEMBANGAN SDM PERTANIAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN MALANG Jl . Dr. Cipto 144 A Bedali, Lawang - Malang 65200 Kotak Pos 144 Telepon 0341 – 427771,427772, 427773, 427379, Fax. 0341- 427774
No. Responden : Tanggal Pengisian :
Kuisioner Ini merupakan instrument penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data dari responden dalam rangka penelitian Tugas Akhir saya :
Nama : Dedi Kristanto
Program Studi : Penyuluhan Pertanian Berkelanjutan Instansi : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang
Oleh karena itu peneliti meminta kesediaan anda meluangkan waktu untuk mengisi kuisioner ini secara jujur, jelas dan benar. Informasi yang diterima dari kuisioner ini bersifat rahasia dan hanya digunakan untuk kepentingan akademik. Terimakasih atas bantuan dan kerjasamanya.
1. Nama : ………
2. Usia : ……….Tahun
3. Pendidikan Terakhir : SD/SLTP/SLTA/PT*) 4. Lama Usaha Tani : ……….Tahun 5. Pendapatan : a. Rp. < Rp. 1.000.000
b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 c. Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 d. Rp. 3.000.000 – Rp. 4.000.000 e. > Rp. 4.000.000
6. Luas Lahan : ………Ha
7. Dalam satu bulan saya mengikuti kegiatan penyuluhan sebanyak : a. Tidak Pernah
b. 1-2 kali c. 3-4 kali
d. Lebih dari 4 kali
Petunjuk Pengisian :
Berilah tanda “√” pada jawaban yang anda pilih : 5 (SS) = Sangat Setuju
4 (S) = Setuju 3 (R) = Ragu-ragu 2 (TS) = Tidak Setuju
1 (STS) = Sangat Tidak Setuju
No Pertanyaan
Jawaban
SS S R TS STS
5 4 3 2 1
Keaktifan di Kelompok Tani 1
Saat pertemuan berlangsung anggota kelompok senang dalam memberikan masukan
2 Saya suka bertanya terhadap apa yang tidak saya ketahui
3 Pertemuan kelompok dilakukan secara swadaya
4
Kritik dan saran selalu diberikan oleh anggota kelompok tani setelah diadakan pertemuan
5 Setiap anggota mencatat materi yang diberikan saat pertemuan
6 Saya menjadi bagian dari pengurus kelompok tani
7 Saya dipercaya oleh anggota lain Bantuan Permodalan
8 Salah satu bantuan permodalan adalah KUR
9 Salah satu bantuan permodalan lain yaitu pupuk organik porang
10 Anggota kelompok tani dapat mengakses bantuan permodalan 11 Saya pernah memperoleh bantuan
permodalan
12 Bantuan permodalan tidak memberi manfaat bagi petani porang
13 Bantuan perpodalan dapat saya manfaatkan dengan baik
14 KUR merupakan kepanjangan dari Kredit Usaha Rakyat
15 Pengembangan usaha tani lebih mudah dengan adanya bantuan permodalan 16 Usaha tani lebih berkembang dengan
bantuan permodalan Keuntungan Relatif
17 Tanaman porang memiliki prospek pasar yang bagus
18 Tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang bagus
19 Tanaman porang mudah dibudidayakan 20 Tanaman porang tidak mengganggu
pertumbuhan tanaman lain
21 Selain umbi tanaman porang juga menghasilkan bubil
22 Bubil porang memiliki nilai ekonomis 23 Selain umbi dan bubil porang juga
menghasilkan biji
24 Biji tanaman porang juga memiliki nilai ekonomis
25 Saya merasakan hasil positif dari budidaya tanaman porang
Kesesuaian
26 Menurut saya porang dapat tumbuh dengan baik di lahan ternaungi
27
Tanaman porang dapat di budidayakan di lahan dengan intensitas hujan rendah
28
Tanaman porang dapat menghasilkan umbi apabila dilakukan perawatan dengan baik
29
Saya mengetahui tanaman porang tidak mati saat dibudidayakan dilahan tegal
30 Bubil tanaman porang dapat tumbuh dilahan tegal
31 Tanaman porang tidak mudah terserang hama apabila lahan bersih 32
Tanaman porang dapat ditanam saat musim penghujan
33
Bubil tanaman porang dapat ditanam kembali
No Pertanyaan
Jawaban
SS S R TS STS
5 4 3 2 1
TEKNOLOGI BUDIDAYA TANAMAN PORANG Persiapan Lahan
1
Responden memiliki harapan untuk menerapkan sistem OTS dalam budidaya porang saya
2
Dengan menerapkan OTS dapat mengurangi gulma dan dapat mencegah erosi
3
Setiap budidaya porang saya menerapkan sistem olah tanah sempurna (OTS)
Persiapan Bahan Tanam 4
Salah satu ciri bibit umbi porang yang unggul adalah tidak meninggalkan bercak lendir pada permukaan kulitnya 5
Saya bertanya kepada yang lebih mengetahui tentang bagaimana memilih bibit porang yang baik
6
Bibit porang dari umbi memiliki umur panen lebih pendek dari bibit yang berasal dari bubil
7 Saya selalu memilah-milah bibit porang sebelum ditanam
Penanaman
8 Jarak tanam porang bergantung pada bahan tanam yang digunakan
9 Saya berkeinginan untuk mengikuti jarak tanam porang sesuai anjuran
10
Menurut saya penggunaan jarak tanam yang sesuai akan berdampak bagus pada pertumbuhan tanaman porang
11
Saya pernah menggunakan jarak tanam 25-40 cm untuk penanaman bubil ukuran sekitar 5 gram
12
Saya selalu menerapkan jarak tanam 30x50 saat menanam umbi porang ukuran 20 gram
Pemupukan 13
Anjuran pemberian pupuk kandang porang adalah dua minggu sebelum tanam dengan takaran 5-10 ton/ha
14 Saya berkeinginan untuk memberikan pupuk dasar dengan tepat
15
Pemberian pupuk kendang penting untuk dilakukan agar ketersediaan nutrisi bagi porang tercukupi
16 Saya terkadang memberikan pupuk kendang sebelum tanam porang 17
Saya selalu menyediakan pupuk kendang untuk digunakan dilahan sebelum budidaya tanaman porang Pengendalian gulma
18
Pengendalian gulma dapat dilakukan pada awal pertumbuhan porang, sebelum kanopi menutup dan saat tanaman berumur 20,60,90 HST 19
Pengendalian gulma penting untuk dilakukan agar pertumbuhan tanaman tidak terganggu oleh gulma
20
Saya melakukan pengendalian gulma rumput dilahan ketika sudah terlalu banyak
21 Saya mengendalikan gulma secara tepat waktu
Pengendalian Hama 22
Anggota kelompok tani mengetahui pengendalian hama tanaman porang dapat dilakukan secara terpadu
23
Saya mencari tau bagaimana cara pengendalian hama yang tepat untuk tanaman porang
24
Monitoring lahan penting dilakukan untuk mencegah serangan hama yang tidak diketahui
25 Saya menyempatkan waktu untuk melihat tanaman porang
26
Saya selalu melakukan pengendalian hama secara terpadu
Pengendalian penyakit
27
Penyakit utama tanaman porang adalah penyakit busuk pangkal batang yang disebabkan oleh jamur Sclerotium rolfsii dan bercak daun Cercospora sp
28
Saya telah mencari tau cara pengendalian penyakit tanaman porang
29
Salah satu pengendalian penyakit yang dapat dilakukan yaitu dengan menggunakan pengaturan jarak tanaman
30 Saya telah menerapkan rangkaian pengendalian penyakit secara preventif Panen
31
Tanaman porang dapat dipanen pada akhir musim tanam ke 1,2 dan 3 tergantung pada ukuran umbi yang dikehendaki
32
Bubil yang dipanen pada saat masa dormansi memiliki kualitas yang lebih baik daripada yang masih di batang Pasca panen
33
Salah satu penyimpanan umbi porang yang baik yaitu dengan meletakan pada rak dari pallet kayu
34
Dalam kondisi kering dan udara panas, umbi yang dibiarkan di luar ruangan akan mengalami penyusutan kadar air secara lebih cepat
Lampiran 4. Uji Validitas Kuisioner Penelitian
No R Hitung R
Table Ket. No R Hitung R
Table Ket. No R Hitung R
Table Ket.
1 .378* 0.361 Valid 35 .505** 0.361 Valid 69 .428* 0.361 Valid 2 .406* 0.361 Valid 36 .642** 0.361 Valid 70 .576** 0.361 Valid 3 .477** 0.361 Valid 37 .713** 0.361 Valid 71 -0.023 0.361 - 4 .552** 0.361 Valid 38 .678** 0.361 Valid 72 .633** 0.361 Valid 5 .488** 0.361 Valid 39 0.065 0.361 - 73 .490** 0.361 Valid 6 .563** 0.361 Valid 40 .707** 0.361 Valid 74 .739** 0.361 Valid 7 .469** 0.361 Valid 41 .734** 0.361 Valid 75 0.295 0.361 - 8 0.230 0.361 - 42 .544** 0.361 Valid 76 .724** 0.361 Valid 9 .425* 0.361 Valid 43 .716** 0.361 Valid 77 .364* 0.361 Valid 10 .520** 0.361 Valid 44 0.310 0.361 - 78 .655** 0.361 Valid 11 .364* 0.361 Valid 45 0.361 0.361 - 79 .643** 0.361 Valid 12 0.150 0.361 - 46 .613** 0.361 Valid 80 .741** 0.361 Valid 13 0.173 0.361 - 47 .570** 0.361 Valid 81 .676** 0.361 Valid 14 .650** 0.361 Valid 48 .581** 0.361 Valid 82 0.315 0.361 - 15 0.255 0.361 - 49 .695** 0.361 Valid 83 .547** 0.361 Valid 16 .424* 0.361 Valid 50 .616** 0.361 Valid 84 .785** 0.361 Valid 17 .574** 0.361 Valid 51 .423* 0.361 Valid 85 .401* 0.361 Valid 18 .699** 0.361 Valid 52 .633** 0.361 Valid 86 .749** 0.361 Valid
19 0.244 0.361 - 53 0.308 0.361 - 87 0.256 0.361 -
20 .737** 0.361 Valid 54 0.014 0.361 - 88 .698** 0.361 Valid 21 .716** 0.361 Valid 55 .552** 0.361 Valid 89 .730** 0.361 Valid 22 .406* 0.361 Valid 56 .635** 0.361 Valid 90 .768** 0.361 Valid 23 -.434* 0.361 Valid 57 .596** 0.361 Valid 91 0.087 0.361 - 24 .641** 0.361 Valid 58 .489** 0.361 Valid 92 .723** 0.361 Valid 25 .699** 0.361 Valid 59 -0.213 0.361 - 93 0.157 0.361 -
26 0.210 0.361 - 60 0.024 0.361 - 94 0.251 0.361 -
27 .555** 0.361 Valid 61 .640** 0.361 Valid 95 0.344 0.361 - 28 .744** 0.361 Valid 62 .574** 0.361 Valid 96 .711** 0.361 Valid 29 .480** 0.361 Valid 63 .671** 0.361 Valid 97 0.243 0.361 - 30 .768** 0.361 Valid 64 .720** 0.361 Valid 98 .541** 0.361 Valid
31 0.234 0.361 - 65 0.307 0.361 - 99 -0.123 0.361 -
32 .733** 0.361 Valid 66 .556** 0.361 Valid 100 0.352 0.361 - 33 .646** 0.361 Valid 67 .389* 0.361 Valid
34 .432* 0.361 Valid 68 .607** 0.361 Valid
Lampiran 5. Reliabilitas Kuisioner Penelitian Reliability Statistics
Cronbach's
Alpha N of Items
.977 74
124 Lampiran 6. Tabulasi Data Penelitian
Variabel Karakteristik Internal (X1)
No Nama Usia_X1.1 Pendidikan_X1.1 Lama Usaha
Tani_X1.2 Pendapatan_X1.3 Luas
Lahan_X1.4
Intensitas Penyuluhan_
X2.3
1 Mulyono 35 SLTA 12 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
2 Mulyadi 60 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
3 Haryadi 54 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 c. 3-4 kali
4 Rianto 41 SD 15 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.25 b. 1-2 kali
5 Suyanto 40 SD 15 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.5 b. 1-2 kali
6 Andri Setiawan 35 SLTP 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
7 Rudi Setioko 30 SLTA 10 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.6 b. 1-2 kali
8 Yatmo 60 SD 20 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
9 Lasno 51 SD 25 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 c. 3-4 kali
10 Joko Mulyo 40 SLTA 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1.5 b. 1-2 kali
11 Sudarno 46 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.3 b. 1-2 kali
12 Sadin 53 SD 25 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 a. Tidak Pernah
13 Suwito 43 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.2 b. 1-2 kali
14 Timin 51 SD 20 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
15 Suwito 55 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.75 b. 1-2 kali
16 Sunarji 43 SD 15 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.3 a. Tidak Pernah
17 Paidin 65 SD 40 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.25 b. 1-2 kali
18 Maryono 52 PT 10 c. Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 1 c. 3-4 kali
19 Edi Purwanto 40 SD 10 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.5 b. 1-2 kali
20 Jarno 54 SD 20 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.25 b. 1-2 kali
21 Yaidi 54 SD 25 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.5 b. 1-2 kali
22 Budi Subage 43 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
125
No Nama Usia_X1.1 Pendidikan_X1.1 Lama Usaha
Tani_X1.2 Pendapatan_X1.3 Luas
Lahan_X1.4
Intensitas Penyuluhan_
X2.3
23 Pardi 45 SLTA 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1.5 b. 1-2 kali
24 Mardi 43 SD 25 c. Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 1 a. Tidak Pernah
25 Parno 57 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.2 b. 1-2 kali
26 Suryanto 42 SD 11 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.2 b. 1-2 kali
27 Suwito 52 SD 23 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
28 Sutrisno 53 SLTP 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.25 b. 1-2 kali
29 Sunarno 56 SD 15 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
30 Yulianto 37 SD 15 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.75 b. 1-2 kali
31 Kusnanto 49 SD 13 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.3 b. 1-2 kali
32 Mislan 62 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
33 Setu 58 SD 20 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
34 Paiman 65 SD 25 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
35 Paniran 64 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
36 Istijan 51 SD 10 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 1 b. 1-2 kali
37 Suparlan 48 SD 25 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1.5 b. 1-2 kali
38 Ahmad
Nurcholys 39 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
39 Kasidi 62 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.2 a. Tidak Pernah
40 Suyono 54 SLTP 15 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1.25 b. 1-2 kali
41 Paimin 60 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
42 Senen 65 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.75 b. 1-2 kali
43 Dul Karim 50 SLTP 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.35 b. 1-2 kali
44 Wahyudi 40 SD 20 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1.5 b. 1-2 kali
45 Juwarni 48 SD 25 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.5 b. 1-2 kali
46 Paimun 56 SLTA 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 c. 3-4 kali
47 Maidi 60 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
48 Sarman 55 SD 25 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.5 b. 1-2 kali
126
No Nama Usia_X1.1 Pendidikan_X1.1 Lama Usaha
Tani_X1.2 Pendapatan_X1.3 Luas
Lahan_X1.4
Intensitas Penyuluhan_
X2.3
49 Parmin 50 SD 10 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.25 b. 1-2 kali
50 Juwari 48 SD 13 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.35 b. 1-2 kali
51 Muryanto 46 SLTP 10 c. Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 1 b. 1-2 kali
52 Tohir 59 SD 20 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.25 a. Tidak Pernah
53 Saimin 60 SD 25 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
54 Didik Mujianto 45 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
55 Ahmad
Suryanto 38 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
56 Kasni 63 SD 25 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.25 c. 3-4 kali
57 Jaryono 56 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
58 Turmudi 58 SLTP 23 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.75 b. 1-2 kali
59 Giran 50 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
60 Daman 60 SD 25 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
61 Sarjan 57 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.5 b. 1-2 kali
62 Mursid 50 SD 25 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 1 b. 1-2 kali
63 Siran 50 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.25 b. 1-2 kali
64 Suwarto 55 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
65 Sameni 43 SD 15 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
66 Maryoto 52 SD 30 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 c. 3-4 kali
67 Suwarni 50 SD 30 c. Rp. 2.000.000 – Rp. 3.000.000 0.25 b. 1-2 kali
68 Susanto 41 SLTA 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
69 Suwito 40 SD 20 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 1 b. 1-2 kali
70 Budiono 35 SD 25 b. Rp. 1.000.000 – Rp. 2.000.000 0.5 b. 1-2 kali
71 Marjono 57 SLTP 18 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.3 b. 1-2 kali
72 Juwari 51 SD 15 a. Rp. < Rp. 1.000.000 0.1 b. 1-2 kali
73 Suprapto 40 SLTA 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 b. 1-2 kali
74 Muri Hadi 43 SD 10 a. Rp. < Rp. 1.000.000 1 a. Tidak Pernah