PELAKSANAAN PKPA
Pelaksanaan Praktek Kerja Profesi Apoteker (PKPA) pada periode ini dimulai sejak tanggal 01-24 April 2014 diikuti oleh mahasiswa dari enam Universitas dan Institut yang membuka program studi Apoteker, antara lain: Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA (UHAMKA), Universitas Indonesia (UI), Universitas Padjadjaran (Unpad), dan Universitas Pancasila (UP). Pada angkatan ini, mahasiswa peserta PKPA dibagi dalam tujuh belas kelompok dan kemudian ditempatkan di berbagai Direktorat Badan POM. Pada kesempatan ini, PKPA dibagi ke dalam tiga tahap, yakni tahap pembukaan dan pembekalan, tahap PKPA di unit kerja eselon 2 untuk masing-masing kelompok, dan tahap presentasi hasil dan penutupan PKPA.
Tahap pertama berlangsung pada tanggal 01-03 April 2014 di mana peserta PKPA diberikan pembekalan berupa pemaparan kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Badan POM yang dipresentasikan oleh perwakilan masing-masing Direktorat, Pusat-pusat, Biro Umum dan Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat serta Balai Besar dan Balai POM. Pembekalan ini dilakukan di lantai 6 gedung F Badan POM dan direncanakan untuk diikuti oleh seluruh peserta PKPA. Kemudian, tahap kedua berlangsung selama tanggal 07 April 2014 sampai dengan 21 April 2014, di mana peserta kelompok 12 mendapat kesempatan melakukan PKPA di Direktorat Standardisasi Pangan, Badan POM RI selaku unit kerja eselon 2 di Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya. Direktorat ini menangani penyiapan perumusan kebijakan, penyusunan pedoman, standar, kriteria, dan prosedur, serta pelaksanaan pengendalian, bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengaturan dan standardisasi produk pangan dengan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya. Pada direktorat ini terdapat tiga Subdirektorat untuk mendukung tugas pokok dan fungsinya, yaitu Subdirektorat Standardisasi Pangan Olahan (SPO), Subdirektorat Standardisasi Pangan Khusus (SPK), serta Subdirektorat Standardisasi Bahan Baku dan Bahan Tambahan Pangan (SBB dan BTP). Tahap akhir PKPA berlangsung pada tanggal 23 April 2014 sampai dengan
24 April 2014, dengan agenda kegiatan berupa presentasi hasil PKPA di direktorat masing-masing dan penutupan PKPA.
Berikut ini adalah rincian kegiatan yang dilakukan penulis sebagai peserta PKPA di Direktorat Standardisasi Pangan.
4.1. Direktorat Standardisasi Produk Pangan
Pada tanggal 7 April 2014 penyusun diterima oleh Kepala Subdirektorat Standardisasi Pangan Olahan selaku pembimbing lapangan kami. Pada pagi itu, penyusun mendapatkan pengarahan tentang tugas pokok dan fungsi, kegiatan-kegiatan, luaran, struktur organisasi yang terdapat pada Deputi III dan Direktorat Standardisasi Pangan. Selain itu, penulis juga dijelaskan mengenai tata tertib yang berlaku selama PKPA.
Setelah itu, penulis menemui Kepala Seksi Tata Operasional untuk dijelaskan mengenai tugas-tugas Seksi Tata Operasional antara lain: mengkoordinir perencanaan dan penganggaran di Direktorat Standardisasi Produk Pangan, mengelola Sumber Daya Manusia (SDM), mengelola sarana prasarana, dan menangani surat masuk untuk Standardisasi Produk Pangan dan surat keluar dari Standardisasi Produk Pangan. Selain itu, penulis juga mendapat penjelasan tentang sistem manajemen mutu Badan POM yang menjadi bussines process dan telah tersertifikasi ISO 9001:2008. Dalam hal ini, Direktorat Standardisasi Produk Pangan termasuk ke dalam POM 01 yang merupakan proses penyusunan standar dan hal setara lainnya dan terdiri dari berbagai Standard Operational Procedure (SOP).
Penulis kemudian mempelajari kegiatan - kegiatan yang terdapat di Subdirektorat-Subdirektorat dalam Direktorat Standardisasi Pangan. Di sela-sela kegiatan penulis, penulis juga berkumpul dengan teman sekelompok untuk mendiskusikan laporan PKPA dan materi yang didapatkan dari masing-masing Subdirektorat yang terdapat di Direktorat Standardisasi Pangan serta mempelajari alur izin khusus seperti alur izin khusus penggunaan BTP yang belum diatur dalam regulasi yang ada.
4.2. Subdirektorat Standarisasi Pangan Olahan
1. Membaca dan mempelajari peraturan/regulasi tentang pangan, standardisasi pangan, keamanan, gizi dan mutu pangan, label dan iklan pangan.
2. Membaca dan mempelajari Peraturan Kepala Badan POM tentang katagori pangan, pedoman periklanan pangan, label pangan, pedoman cara ritel pangan yang baik, pedoman jajanan anak sekolah (PJAS), Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Rencana Strategis, dan lain sebagainya.
3. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Kepala Seksi Standardisasi Produk Pangan mengenai tugas pokok, target, luaran dari Seksi Standardisasi Produk Pangan, pedoman periklanan pangan, penyusunan Standar Nasional Indonesia (SNI), Program Nasional Penyusunan Standardisasi (PNPS) dan introduksi mengenai Codex Allimentarius. 4. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Staf Seksi Kodeks Pangan
mengenai Codex Alimentarius Commission, tugas pokok dan kegiatan yang dilakukan Seksi Kodeks Pangan.
5. Mengikuti rapat yang dihadiri oleh stakeholder dalam rangka penyusunan draft Pedoman Cara Ritel Pangan pada Pasar Tradisional. 6. Mencari referensi berupa landasan hukum tentang hal-hal yang
didiskusikan dalam rapat penyusunan draft Pedoman Cara Ritel Pangan pada Pasar Tradisional antara lain: regulasi pangan siap saji, regulasi tentang pasar tradisional dan modern, peraturan daerah mengenai peredaran unggas potong pada pasar tradisional di Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan beberapa daerah lainnya, regulasi yang mengatur penyajian pangan siap saji, regulasi yang mengatur cara ritel ikan hidup untuk dimakan, dsb.
7. Melakukan kaji banding pedoman periklanan pangan menurut Badan POM dengan Etika Pariwara Indonesia.
8. Memberikan masukan dan opini untuk draft “Tanya Jawab Seputar Pelabelan Pangan Olahan” dan draft “Tanya Jawab Seputar Bahan
Tambahan Pangan” agar draft-draft ini mudah dipahami masyarakat atau konsumen.
4.3. Subdirektorat Standardisasi Pangan Khusus
1. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Kepala SubDirektorat Standardisasi Pangan Khusus tentang struktur organisasi, tugas pokok, fungsi dan standar wajib yang dijadikan sebagai acuan pembuatan Produk Pangan Khusus.
2. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Kepala Seksi Standardisasi Pangan Hasil Rekayasa Genetik (PHRG) dan Iradiasi mengenai tugas pokok dan fungsi yang dilakukan serta Peraturan yang mengatur semua hal yang berkaitan dengan Pangan Khusus seperti pangan fungsional, PHRG dan Iradiasi, dan Pangan Olahan Oganik.
3. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Kepala Seksi Standardisasi Pangan Fungsional mengenai tugas pokok dan fungsi, dengan kegiatan yang dilakukan staf seksi standardisasi pangan fungsional, definisi dan penggolongan pangan fungsional beserta regulasi yang mengatur komposisi dan pelabelannya.
4. Mempelajari peraturan peraturan Kepala Badan POM RI yang telah dikeluarkan terkait dengan SubDirektorat Pangan Khusus, seperti Peraturan tentang Pengawasan Formula Lanjutan, Pengawasan Formula Pertubuhan, Pengawasan Kliam dalam Label dan Iklan Pangan Olahan, Pengawasan Pelabelan Pangan Produk Rekayasa Genetik, Pedoman Pengkajian Keamanan Pangan Produk Hasil Rekayasa Genetik, Pengawasan Pangan Iradiasi, Pangan Olahan Organik, serta Peraturan Menteri Kesehatan tentang pangan Hasil Iradiasi.
5. Mempelajari bagaimana cara melakukan pengecekan klaim sesuai dengan peraturan yang telah berlaku secara nasional, regional dan Internasional, seperti Food and Drug Administration (FDA), European
Food Safety Authority (EFSA), atau Codex General Guideline and Claim.
6. Membantu staf seksi Pangan Hasil Rekayasa Genetik dalam melakukan ringkasan dan kesimpulan mengenai Produk Pangan Rekayasa Genetika (PPRG) tentang serat pangan dan suplemen prebiotik untuk bayi.
4.4. Subdirektorat Standardisasi Bahan Baku dan Bahan Tambahan Pangan
1. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Kepala SubDirektorat Standardisasi Bahan Baku dan Bahan Tambahan Pangan mengenai tugas pokok dan fungsi SubDirektorat Standardisasi Bahan Baku dan Bahan Tambahan Pangan, cara menghitung batas maksimum cemaran dan penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP).
2. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Kepala Seksi Standardisasi Bahan Tambahan Pangan mengenai tentang tugas pokok, fungsi, dan kegiatan di Seksi Standardisasi Bahan Tambahan Pangan secara umum, serta peraturan-peraturan yang mengatur semua hal yang berkaitan dengan BTP.
3. Mempelajari Instruksi Kerja, SOP terkait dalam Penyusunan Rancangan SNI.
4. Mendapat penjelasan dan pengarahan dari Kepala Seksi Standardisasi Bahan Baku mengenai tentang tugas pokok dan fungsi di Seksi Standardisasi Bahan Baku secara umum, kegiatannya termasuk dalam menyusun SNI (proses penyusunan rancangan SNI dan SNI) dan peraturan-peraturan yang berkaitan dengan bahan baku.
5. Mempelajari tentang Bahan Penolong dan BTP menurut peraturan Kepala Badan POM RI.
6. Membandingkan peraturan Kepala Badan POM RI tahun 2009 Tentang Penetapan Batas Maksimum Cemaran Mikroba Dan Kimia Dalam Makanan dengan Pedoman Kriteria Cemaran Pada Pangan Siap Saji dan Pangan Industri Rumah Tangga.
7. Mempelajari secara umum mengenai dokumen “Principle and