• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan program kewirausahan di pesantren ar-risalah krueng sabee aceh jaya

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambar Umum Lokasi Penelitian

B. Hasil Penelitian

2. Pelaksanaan program kewirausahan di pesantren ar-risalah krueng sabee aceh jaya

Pertanyaan pertama diajukan kepada wakil pimpinan yaitu tentang pelaksanaan program kewirausahaan, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah

88 Wawancara dengan Santri Kelas Ahir Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

pimpinan pesantren ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee? Wakil pimpinan menjawab:

“Kalau ikut serta secara langsung dalam kegiatannya, tidak ikut serta secara langsung hanya saja pimpinan mengotrol saja tentang program itu dari tiap2 ustazd penanggung jawab terhadap program kewirausahaan tersebut”.89

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada Ustazd/Ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah pimpinan pesantren ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Ustazd/ustazah menjawab:

“Tidak, beliau hanya mengontrol saja terhadap pelaksanaan program kewirausahaan tersebut”.90

Selanjutnya juga pertanyaan yang sama peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, yang pertanyaannya yaitu: Apakah pimpinan pesantren ikut serta dalam pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Santriwan/santriwati menjawab:

“Beliau tidak ikut melaksanaan, tetapi hanya mengontrol saja terhadap pelaksanaan program kewirausahaan tersebut”.91

Pertanyaan kedua yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Siapakah yang mengevaluasi saat pelaksanaan

89 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

90 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020

91 Wawancara dengan santri Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020

kegiatan kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya?

Wakil pimpinan menjawab:

“Pimpinan sendiri, karena tugas mengevaluasi memang beliau sendiri, tetapi kalau dalam pelaksanaan program kewirausahaan tersebut untuk arahannya dilakukan oleh penanggung jawab dari masing-masing program”.92

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Saat pelaksanaan kegiatan kewirausahaan siapakah yang melakukan pemantauan? Ustazd/ustazah menjawab:

“Pimpinan sendiri”.93

Selanjutnya pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, adapun pertanyaannya yaitu: Siapakah yang melakukan pemantauan saat kegiatan kewirausahaan dilaksanakan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Santriwan/santriwati menjawab:

“Pimpinan pesantren sedangkan yang memberikan arahan itu dari penanggung jawab yang telah dipilih oleh pimpinan”.94

Pertanyaan ketiga yang diajukan kepada Wakil Pimpinan Pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimanakah tentang kerja sama apakah semua

92 Wawancara dengan WakilPimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

93 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

94 Wawancara dengan Santri Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

santri dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Wakil pimpinan menjawab:

“Alhamdulillah sampai saat ini kerjasama antara ustasz dengan santri dalam program wirausahaan ataupun dalam mengelola kegiatan-kegiatan ekonomi yang di pesantren ini, berjalan dengan sangat lancar karena sejak masuk sanri-santri disini antaranya visi pesantren ini adalah menanamkan keikhlasan dalam berbuat terhadap santri-santri, jadi santri-santri dalam kegiatan ini tetap tidak ada hitungan gaji dan lain sebagainya tapi mereka tetap bekerja sungguh-sungguh karena mereka tertanam keikhlasan”.95

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimanakah kerja sama dan partisipasi santri dalam pelaksanaan kegiatan kewirausahaan di Peesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Ustadz/ustazah menjawab:

“Kerja sama antara santri dengan ustadz/ustazah dalam pelaksanaan program kewirausahaan sangat baik, dan mereka sangat senang bisa melakukan atau melaksanakan kegiatan kewirausahaan di pesantren ini”.96

Selanjutnya pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimana kerjasama dan partisipasi kalian dalam pelaksanan kegiatan keiwirausahan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Santriwan/santriwati menjawab:

“Kami sangat senang dalam mengerjakan atau melaksanakan tugas yang diberikan. Pelaksanaan kegiatan kewirusahan ini dapat kami manfaatkan untuk menambah wawasan kami, bukan hanya menambah ilmu saja, tapi kami bisa

95 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

96 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

belajar langsung dalam pengelolaannya, dan itu menjadi ilmu untuk kami kedepan”.97

Pertanyaan keempat yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Apa pentingnya pelaksanaan program kewirausahaan terhadap peningkatan life skill santri? Wakil pimpinan menjawab:

“Setelah tamat dari sini santri mampu mandiri dan berani dalam menciptakan usaha sendiri, kemudian dapat dijadikan pegangan bagi santri dalam berwirausaha. Pelaksanaan program kewirausahan di Peantren Ar-Risalah ini dapat dijadikan modal bagi diri santri sebagai ilmu pengetahuan dalam berwirausaha”.98

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Apa penting nya pelaksanaan program kewirausahaan tehadap peningkatan life skill santri? Ustazd/ustazah menjawab:

“Untuk mengembangkan potensi yang ada dalam jiwa santri, skill santri bisa terlatih dengan adanya pelaksanaan program kewirausahaan ini, jadi santri-santri bisa tahu apa yang harus diperhatikan dalam berwirausaha”.99

Selanjutnya pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, adapun pertanyaannya yaitu: Apa yang kalian dapatkan dengan adanya pelaksanaan program kewirausahan di pesantren ini?

Santriwan /santriwati menjawab:

97 Wawancara dengan Santri Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

98 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

99 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

“Menambah bekal untuk santri setelah keluar dari pesantren”.

“Menambahkan wawasan berupa ilmu berwirausaha dalam diri kami”.

“Dapat melatih potensi santri terhadap jiwa berwirausaha, dan menjadi bekal dalam menjalankan hidup sehari kedepan nya setelah tamat dari pesantren ini”.100

Pertanyaan kelima yang diajukan kepada pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Kapan pelaksanaaan kegiatan kewirausahaan dilaksanakan? Wakil pimpinan menjawab:

“Pelaksanaan kegiatan program kewirausahaan dilakukan setiap hari pada jam-jam tertentu, dan tidak meganggu aktivitas belajar dan lain sebagainya”.101

Pertanyaan keenam yang di ajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimana kegiatan kewirausahaan yang dilaksanakan dapat meningkatkan life skill santri? Wakil pimpimnan menjawab:

“Di pesantren Ar-Risalah ini, dalam pelaksanaan kegiatan program kewirausahaan, kami memberikan tanggung jawab penuh kepada santriwan dan santriwati dalam pengelolaan program-program tersebut, tapi juga tidak lepas dari pantauan pimpinan pesantren sendiri. Kami memberikan tanggung jawab penuh kepada santriwan dan santriwati terhadap pengelolaan program-program kewirausahan dengan harapan agar mereka mendapatkan ilmu penuh dalam berwirausaha, dan dengan memberikan tanggung jawab ini life skill mereka jadi meningkat, mereka punyan keberanian dalam mengelola, dan berani bertanggung jawab atas resiko apapun, jadi mereka dapat mengasah

100 Wawancara dengan Santri Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

101 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

skill mereka dengan tanggunggung jawab yang diberuikan pimpinan pada meraka”.102

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimana kegiatan kewirausahaan yang dilaksanakan dapat meningkatkan life skill santri? Ustazd/ustazah menjawab:

“Pimpinan langsung memberikan tanggung jawab penuh kepada santriwan/santriwati, dengan harapan agar mereka mendapatkan ilmu penuh dalam berwirausaha, menanamkan rasa tanggung jawab dalam diri mereka dan bisa mendapatkan pengetahuan bagaimna mengelola sebuah usaha”.103

Pertanyaan ketujuh yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Apa saja kendala yang di hadapi dalam pelaksanaan kegiatan kewirausahan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Wakil pimpinan menjawab:

“Pastinya ada kendala-kendala atau kesusahan-kesusahan yang kita hadapi.

Kedala kemampuan, berupa SDM dalam mengelola kegiatan tersebut masih minim karena kurangnya adanya pelatihan-pelatihan dalam bidang kegiatannya, dalam memenuhi sarana dan prasarana juga masih kurang, kurangnya dana dalam memenuhi sarana prasarana kewirausahaan yang telah diprogramkan. sehingga membuat kegiatan kewirausahaan terhambat”.104

102 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

103 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

104 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah.

Adapun pertanyaan yaitu: Apa saja kendala yang dihadapi dalam pelaksanan program kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee?

Ustazd/ustazah menjawab:

“Kendala yang di hadapi yaitu dana sama sarana dan prasarananya yang kurang dan hal itu membuat terhambatnya kegiatan program kewirausahaan”.105

Pertanyaan kedelapan yang diajukan kepada pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya: Sarana prasarana apa yang dibutuhkan dalam pelaksanan program kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Pimpinan pesantren menjawab:

“Sapras yang pertama untuk peternakan, kita membutuhkan tempat kemudian smua yang diperlukan, itu semuanya memerlukan dana kadang karena kendala dana itu maka kegiatan tersebut berjalan sangat lambat, kerena srananya kurang kemudian juga membutuhkan bibit. Sedangkan untuk koperasi dan kantin alhamdulillah dengan santri yang walaupun tidak begitu banyak, tapi kalau dikelola dengan baik alhamdulillah bisa belanja kembali perminggu 8 jutat-10 juta. Kalau untuk yang lain nya mereka membutuhkan sarana-sarana yang wajib ada”.106

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah sarana dan prasarana untuk program kewirausahaan yang disediakan sudah memadai? Ustazd/ustazah menjawab:

105 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

106 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

“Untuk sebagian program kewirausahannya sarana dan prasana sudah memadai, tapi ada juga yang untuk sebagian program kewirausahaan itu sarana dan prasarananya, kurang mamadai”.107

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, adapun pertanyaannya yaitu: Dalam pelaksanaan program kewirausahan apakah ada disediakan sarana dan prasarana untuk mendukung proses kerja? Santriwan/santriwati menjaab:

“Ada, tapi masih kurang lengkap”.108

Pertanyaan kesembilan yang diajukan kepada wakil pimpian pesantren, adapun pertanyaannya yaittu: Apakah di Pesantren Ar-Risalah program kewirausahaan memiliki mata kuliah khusus? Wakil pimpinan menjawab:

“Tidak diajarkan secara langsung dalam lokal-lokal kelas tetapi diberikan secara ekstra ataupun non formal-struktur dalam silabus, maka tidak ada secara khusus”.109

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah di Pesantren Ar-risalah Krueng Sabee Aceh Jaya program kewirausahaan memiliki mata pelajaran khusus?

Ustazd/ustazah menjawab:

107 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

108 Wawancara dengan Santri Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

109 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

“Tidak ada, hanya diberi bimbingan sama arahan”.110

Selanjutnya pertanyaan yang sama peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah dalam mendukung keberhasilan program kewirausahaan, ada disediakan mata pelajaran khusus?

Santriwan/santriwati menjawab:

“Tidak. Kami langsung praktek lapangan dengan adanya bimbingan dan arahan saja”.111

Pertanyaan kesepuluh yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Apa sajakah program kewirausahaan dalam meningkatkan life skill? Wakil pimpinan menjawab:

“Semua kegiatan kewirausahaan yang sudah diprogramkan, semua diadakan untuk meningkatkan life skill santri”.112

Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah dengan adanya program kewirausahan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabe Aceh Jaya ada manfaat bagi santri? Santriwan/santriwati menjawab:

“Banyak sekali manfaatnya bagi kami, dengan adanya program kewirausahaan itu kami dapat mengasah kemampuan kami dalam berwirausaha, dan itu

110 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

111 Wawancara dengan Santri Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

112 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.

membatu kami dalam menjalankan kehidupan sehari-hari setelah keluar dari pesantren ini”.113

Pertanyaan kesebelas yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimana respon lingkungan terhadap program kewirausahaan, apakah mereka mendukung atau sebaliknya? Wakil pimpinan menjawab:

“Untuk masyarakat sendiri juga memberikan apresiasi dalam bentuk dukungan program-program yang ada di Pesantren Ar-Risalah, baik itu masyarakat sekitar pesantren maupun masyarakat wali murid meskipun anaknya di pesantren tidak diajarkan. Cuma belajar saja tapi juga diajarkan untuk berwirausaha, sehingga wali santripun setuju dan mendukung kegiatan-kegiatan tersebut, masyarak kampug juga mendukung kegiata-kegiatan-kegiatan dan juga ikut memberika usulan untuk program-program lainnya, supaya untuk mendung kegiatan pendanaan kegiatan di Pesantren Ar-Risasalah Krueng Sabee Aceh Jaya”.114

Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti peroleh di lapangan bahwa pelaksanaan program kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya berjalan dengan baik, baik itu dari segi peningkatan life skill santri, kerja sama, dan manfaat yang diperoleh.

3. Evaluasi Dan Pengembangan Program Kewirausahaan Dalam