HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambar Umum Lokasi Penelitian
B. Hasil Penelitian
1. Perencanaan Program Kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya
Peneliti melakukan wawancara dengan beberapa subjek di antaranya adalah wakil Pimpinan Pesantren, Ustazd/Ustazah, dan Santri. Wawancara yang dilakukan peneliti terhadap subjek adalah tekait dengan perencanaan program kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya.
Pertanyaan pertama yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren yaitu tentang perencanaan program kewirausahaan. Adapun pertanyaan nya yaitu: Apa yang melatarbelakangi sehingga program kewrausahaan diterapkan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Wakil pimpinan menjawab:
“Yang pertama dalam pengelolaan pesantren kita memerlukan banyak sekali dana-dana, yang pertama dana untuk kegiatan meningkatkan kapasitas santri, itu memerlukan banyak dana, sedangkan kalau dana tersebut kita bebankan semuanya kepada wali santri, maka hal tersebut akan memberatkan wali santri, maka dari itu pesantren Ar-Risalah mengadakan berbagai hal untuk meningkatkan ekonomi dalam peningkatan kapasitas pesantren terutama untuk peningkatan kapasitas/mengasah kemampuan para santrinya untuk penyiapan jiwa-jiwa kewirausahan pada mereka”.76
Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustadzdustazah mengenai perencanaan program kewirausahaan. Adapun pertanyaannya yaitu:
menurut ustazd/ustazah, kenapa program kewirausahaan harus diterapkan di Pesantren Ar-Risalah? Ustazd/ustazah menjawab:
“Untuk meningkatkan ekonomi pesantren, terkusus memang untuk meningkatkan life skill pada santri, untuk persiapan mereka dalam menjalankan hidup setelah keluar dari pesantren ini, jadi mereka dapat
76 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
mempunyan ilmu/praktekan kewirausahaan yang telah mereka dapatkan di Pesantren Ar-Risalah ini”.77
Pertanyaan kedua yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Apa saja langkah-langkah yang pimpinan persiapkan dalam membuat perencanaan kegiatan program kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Wakil Pimpinan menjawab:
“Yang pertama mengadakan rapat dengan seluruh ustaz/ustazah, santri-santri kelas ahir istilah nya pengurus organisasi santri, kemudian baru menyusun jenis program kewirausahaan yang akan dibuka, diantara nya banyak jenis program kewirausahaan pihak pesanten meninjau kembali, apa yang dapat meningkatkan kapasitas ekonomi pesantren dan peningkatan life skil santri.
Kemudian juga meninjau kembali kapasitas SDM nya, dan dana awal yang harus dikeluarkan, maka dari itu pimpinan pesantren mengambil keputusan berdasarkan kesepakatan bersama yang sudah dipertimbangkan terlebidahulu.
setelah terbentuk program kemudian dari masing-masing penanggungjawab program mengajukan berbagai macam kebutuhan kemudian dari kebutuhan itu di suprai oleh pesantren dan di berikan bantuan oleh pesantren kemudian baru dilaksanakan oleh para ustadz ustazah dalam rangka, modal pinjaman oleh pesantren”.78
Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Apa saja persiapan dalam membuat perencanaan kegiatan program kewirausahaan? Ustazd/ustazah menjawab:
“Dalam membuat perencanaan terhadap program kewirausahaan, jenis-jenis program yang akan diterapkan disusun terlebih dahulu, kemudian akan dipertimbangkan jenis program apa yang dapat bermanfaat bagi pesantren itu sendiri dan peningkatan life skill santri, dan hal itu diputuskan berdasarkan hasil dari keputusan bersama yang sudah dimusyawarahkan”.79
77 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
78 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
79 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
Pertanyaan ketiga yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Apa saja program kewirausahaan yang telah diterapkan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee? Wakil pimpinan menjawab:
“Yang telah diterapkan yang masih berjalan yaitu perternakan, (sapi, ayam, bebek,) pengelolaan koperasi dan kantin prsantren”.80
Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Menurut ustazd/ustazah apakah program kewirausahaan sudah diterapkan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya? Ustazd/ustazah menjawab:
“Sudah, dan sudah berjalan dengan baik”.
“Sudah, dan program-program tersebut sangat bermanfaat untuk pesantren dan juga santri”.81
Pertanyaan keempat yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimna cara pengelolaan masing-masing dari program kewirausahaan tersebut? Wakil pimpinan pesantren menjawab:
“Pengelolaan masing-masing setiap program ada penanggung jawab dan juga dibantu oleh santri yang bertanggung jawab terhadap berjalannya kegiatan
80 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
81 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
tersebut bersama-sama, antara ustazd dan santri dalam menjalankan program kewirausahaan yang semuanya itu kembali lagi kepada pesantren”.82
Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Menurut ustazd/ustazah apakah masing-masing pengelolaan dari program kewirausahaan sudah bagus/terstruktur?
Ustazd/ustazah menjawab:
“Semua program kewirausahaan sudah terstruktur dengan sangat baik, karena setiap program itu sendiri sudah ada penanggung jawab nya, yang akan melancarkan proses dalam pelaksanaan nya”.83
Pertanyaan kelima yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Bagaimna peran dari pimpinan pesantren dalam menyusun perencanaan program kewirausahaan tersebut? Wakil pimpinam menjawab:
“Untuk pimpinan pesantren mengontrol kemudian membimbing dalam pelaksanaan kegiatan pelaksanaan kegiatan kewirausaan”.84
Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: menurut ustazd/ustazah apakah pimpinan berperan aktif dalam menyusun perencanaan program kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah? Ustazd/ustazah menjawab:
82 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
83 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
84 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
“Kalau pimpinan pesantren memang selalu mengontrol dalam kegiatan program kewirausahaan tersebut”.
“Iya, karena setiap pelaksanan program kewirausahaan. Pimpinan sesekali mengontrol dan juga sambil memberikan bimbingan juga kepada pembina atau santri-santri yang ditugaskan dalam pelaksanaan tersebut”.85
Pertanyaan keenam yang diajukan kepada wakil pimpinan pesantren, adapun pertanyaannya yaitu: Siapa sajakah yang dilibatkan dalam proses perencanaan program kewirausahaan di Pesantren Ar-Risalah? Wakil pimpinan pesantren menjawab:
“Seluruh ustazd/ustazah dan santri-santri kelas ahir istilahnya pengurus organisasi santri”.86
Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada ustazd/ustazah, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah ustazd/ustazah ada dilibatkan dalam perencanaan program kewirausahaan di pesabntren ar-risalah? Ustazd/ustazah menjawab:
“Dalam perencanaan program kewirausahaaan, kami semua ustazd/ustazah dilibatkan, karena memang dalam keputusan nya terhadap program apa yang akan diterapkan, hasil keputusan bersama itulah yang terbaik”.87
85 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
86 Wawancara dengan Wakil Pimpinan Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
87 Wawancara dengan Ustadz/Ustazah Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya, 30 Desember 2020.
Pertanyaan yang sama juga peneliti ajukan kepada santriwan/santriwati, adapun pertanyaannya yaitu: Apakah santri-santri kelas ahir ada diikut sertakan saat proses perencanaan program kewirausahan di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aaceh Jaya? Santriwan/santriwati menjawab:
“Iya, benar kami dilibatkan dalam rapat perencanaan tersebut, karena dalam rapat perencanaan tersebut kami akan ditunjuk untuk penanggung jawan masing-masing program”.88
Bedasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti peroleh di lapangan bahwa di Pesantren Ar-Risalah Krueng Sabee Aceh Jaya. Dalam perencanaan nya program kewiraudahan yang disusun oleh pimpinan pesantren sudah sangat mantang, mereka mengadakan rapat dengan menghadirkan SDM yang bersangkutan, dan mempertimbangkan program kewirusahan apa yang dapat di manfaatkan untuk meningkatkan kapasitas pesantren itu sendiri dan kapasitas santri di pesantren tersebut, dan juga dengan mempertimbangkan jumlah SDM, dan dana awal yang dikeluarkan.
2. Pelaksanaan program kewirausahan di pesantren ar-risalah krueng