• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Program Strategis Bank Indonesia

(UPB) dan Soil

3) Dukungan terhadap upaya represif yang dilakukan oleh Kepolisian Republik Indonesia

3.6. Pelaksanaan Program Strategis Bank Indonesia

Melanjutkan program 2015, Bank Indonesia memutuskan untuk mengelola 28 program strategis dari 5 tema transformasi. Program Strategis 1-25 merupakan kelanjutan program 2015 dengan fokus kepada pengembangan kerangka kebijakan dan operasionalisasi, penguatan mekanisme pengambilan keputusan, serta penyempurnaan infrastruktur. Sementara itu, tiga program strategis baru 2016 berfokus pada beberapa hal sebagai berikut:

1. Program Strategis (PS) 26, Melakukan Penguatan Kerangka Kerja Kebijakan Moneter, khususnya penetapan sikap (stance) kebijakan dan kerangka operasional yang sejalan dengan inisiatif Pendalaman Pasar Keuangan. Program Strategis ini merupakan pengembangan dari PS 1 dan PS 13 yang akan fokus kepada penguatan dasar kerangka operasional kebijakan moneter yang dilanjutkan dengan pelaksanaan inisiatif dari road map pengembangan pasar keuangan.

2. Program Strategis 27, Mengembangkan Strategi Operasional untuk kerangka kebijakan makroprudensial. Program strategis ini merupakan pemisahan dari PS 2 pada 2015 untuk area makroprudensial. Program strategis ini bertujuan untuk mengembangkan pendekatan operasional dari kebijakan makroprudensial.

3. Program Strategis 28, Menyusun RUU Bank Indonesia. Program Strategis ini akan memfokuskan pada penguatan sikap Bank Indonesia untuk pembahasan RUU Bank Indonesia.

Selain pengembangan program strategis, berdasarkan evaluasi pada 2015, Bank Indonesia menyempurnakan mekanisme pengelolaan program strategis, proses monitoring, dan pelaksanaan komunikasi Program Transformasi. Untuk memastikan kualitas setiap penyampaian program strategis sesuai dengan yang diharapkan, pembahasan program strategis melibatkan Program Management Office (PMO) mulai dari level teknis sampai dengan penyempaian dan setelah diputuskan Rapat Dewan Gubernur. Untuk mendukung hal tersebut, pada triwulan I–2016, Bank Indonesia telah memperbaiki pedoman pelaksanaan program strategis, termasuk proses quality management.

3.6.1. Pelaksanaan Kegiatan Monitoring Pelaksanaan Program Strategis Bank Indonesia

Untuk mendukung pelaksanaan program strategis, pelaporan dilakukan secara dua mingguan dari sebelumnya setiap minggu. Alasannya, jangka waktu satu minggu belum cukup memberikan gambaran perkembangan yang siginifikan.

Setiap dua minggu, pemimpin program dan Person In Change (PIC) Program Strategis akan menyampaikan perkembangan PS. Selanjutnya, data itu diverifikasi dan diolah Program Management Office (PMO). Setelah itu, laporan akan disampaikan dalam bentuk catatan sirkular yang dilaporkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG). Selanjutnya, arahan Dewan Gubernur dan beberapa masukan mengenai pelaksanaan program transformasi akan disampaikan kepada seluruh Program Leader (PL) dan PIC terkait. Pengelolaan isu program strategis juga memanfaatkan sarana pertemuan bulanan untuk memecah kebuntuan.

Pada 2016, Bank Indonesia memutuskan untuk mengelola 28 program strategis dari 5 tema transformasi.

3.6.2. Pelaksanaan Kegiatan Komunikasi untuk Mendukung Program Strategis Bank Indonesia

Komunikasi program transformasi menyasar target perilaku pegawai perorangan maupun keseluruhan pegawai Bank Indonesia (microbehaviour dan macrobehaviour). Selain memberikan pemahaman mengenai Program Transformasi, kegiatan komunikasi akan mengukur hasil implementasi program strategis yang telah dijalankan.

Atas implementasi 2015, Bank Indonesia mengukur efektivitas komunikasi melalui survei pada beberapa kegiatan yang diselenggarakan satuan kerja, dengan responden pegawai Bank Indonesia dari level menengah ke atas. Survei itu menghasilkan gambaran bahwa pemahaman beberapa penyampaian program strategis masih terbatas pada level Pimpinan, sedangkan level menengah masih perlu upaya peningkatan.

Untuk mendorong pemahaman pegawai terhadap program transformasi, Bank Indonesia telah menyiapkan buku saku transformasi yang didistribusikan mulai April 2016 kepada seluruh pegawai Bank Indonesia. Selain itu, Bank Indonesia mempublikasikan screen saver yang berisi informasi pencapaian 2015 dan informasi PS 2016.

Pada 2016, fokus kegiatan komunikasi program transformasi akan lebih banyak pada pengukuran transformasi di satuan kerja Bank Indonesia.

3.6.3. Progres Program Strategis Bank Indonesia

Selama triwulan I-2016, Bank Indonesia telah menyelesaikan beberapa tema pelaksanaan Program Strategis, antara lain :

1. Policy Excellence

Tema ini mengusung program untuk peningkatan kualitas dan efektivitas kebijakan Bank Indonesia. Tahap I, Restructuring and Enhancing (2014-2019) dengan tiga target pencapaian. Pertama, memimpin dalam kebijakan moneter dan makroprudensial yang koordinatif di regional. Kedua, mampu memitigasi 10-20 jenis risiko sistemik dan financial imbalances. Ketiga, inflasi dan volatilitas nilai tukar yang rendah dan terkendali di regional. Tahap II, Shaping the end state (2019 2024) dengan tiga tujuan. Pertama, menjadikan Bank Indonesia sebagai bank sentral yang kredibel dan terbaik di regional. Kedua, memiliki pendekatan balanced dalam menangani financial imbalances dengan menggunakan national dan financial regional balance sheet. Ketiga, memiliki inflasi dan volatilitas nilai tukar paling terkendali di regional.

Untuk meraih tema Policy Excellence, Bank Indonesia melaksanakan 7 (tujuh) program strategis (PS) pada 2016. Dalam tema ini, Bank Indonesia akan merumuskan dan memperkuat framework/kerangka kebijakan moneter dan makroprudensial maupun kebutuhan infrastruktur pendalaman pasar keuangan (fokus utama PS 1, PS 26

dan PS 27). Bank Indonesia juga akan mengembangkan pendekatan operasional

dari kebijakan (fokus utama PS 2) dan pengembangan riset dan input pengambilan kebijakan. Selain itu, Bank Indonesia akan memperkuat proses pengambilan keputusan dan komunikasi kebijakan (fokus utama PS 3) maupun penyusunan metodologi monitor SSK yang efisien dan efektif melalui regional dan national balance sheet (fokus utama PS 4). Program lainnya adalah menyempurnakan aspek legalitas Bank Indonesia melalui revisi undang-undang Bank Indonesia (fokus utama PS 28).

Pada triwulan I-2016, Bank Indonesia telah menyelesaikan hasil analisis triwulanan financial account balance sheet (FABS). Untuk memberikan gambaran risiko financial imbalance secara lebih spesifik, Bank Indonesia melakukan asesmen risiko yang lebih

mendalam terhadap sektor korporasi non-finansial yang berlokasi di Provinsi DKI Jakarta sebagai pusat pergerakan sektor keuangan.

Untuk memberikan komunikasi kebijakan yang lebih terstruktur dan selaras dengan arah Bank Indonesia telah diselesaikan kerangka kerja komunikasi. Arah komunikasi Bank Indonesia tidak hanya berfokus kepada edukasi masyarakat mengenai peran bank sentral secara umum, namun lebih difokuskan pada bagaimana mengelola stabilitas ekonomi Indonesia.

2. Outstanding Execution

Tema ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi, ketepatan waktu, dan kualitas proses kerja di seluruh satker. Tahap I, Restructuring and Enhancing (2014-2019) memiliki dua target pencapaian. Pertama, mengedarkan uang kertas dengan kualitas tinggi untuk semua denominasi di wilayah RI. Kedua, terbentuknya Kantor Perwakilan Bank Indonesia Dalam Negeri (KPwBI DN) dengan footprint dan struktur governance yang rapi. Target pencapaian pada Tahap II Shaping the end state (2019-2024) adalah menjadikan Bank Indonesia sebagai panutan di bidang surveillance lembaga keuangan dan sistem pembayaran, sekaligus mengarahkan KPwBI DN menjadi strategic advisor bagi pemerintah daerah.

Dalam tema ini, Bank Indonesia melaksanakan 6 program strategis. Pertama, memperbaiki business continuity planning & disaster recovery (fokus utama PS 6). Kedua, pengelolaan manajemen risiko (fokus utama PS 9) untuk memastikan proses bisnis terus berjalan meski kondisi darurat. Ketiga, menginisiasi pembentukan center of excellence di bidang surveillance tugas Bank Indonesia (fokus utama PS 5). Keempat, sentralisasi jaringan distribusi uang untuk mempercepat ketersediaan, ketepatan waktu, dan kualitas pengiriman uang (fokus utama PS 8), Kelima, upaya optimalisasi kapasitas percetakan uang (fokus utama PS 7). Keenam, mengoptimalkan peran Bank Indonesia di daerah (fokus utama PS 10). Tujuannya agar KPwBI DN dapat berperan maksimal dalam memahami perekonomian daerah, mendorong inisiatif, dan peran advisory bidang ekonomi.

Sampai dengan triwulan I-2016, Bank Indonesia menyelesaikan outline besar regional office handbook yang akan disusun sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah. Langkah ini sebagai bagian upaya penguatan peran advisory di KPwBI DN. Modul regional office handbook akan selesaikan 2016 dengan berfokus kepada potensi pengembangan UMKM daerah dalam kaitannya untuk mendukung kestabilan inflasi di daerah.

3. Institutional Leadership

Tema ini bertujuan untuk menjadikan Bank Indonesia sebagai inisiator/pelopor program terdepan dan diakui secara nasional maupun internasional. Tahap I, Restructuring and Enhancing (2014-2019) dengan tiga target. Pertama, terbentuknya pasar uang yang dalam dan likuid di berbagai kelas aset. Kedua, menyediakan National Payment Gateways (NPG). Ketiga, aktif mendorong dan mewujudkan banked population menjadi 30%. Sasaran Tahap II Shaping the end state (2019-2024) meliputi peningkatan target pendalaman pasar uang dan banked population, mendorong Indonesia diakui sebagai pusat ekonomi syariah di kawasan, serta terwujudnya jalur dan instrumen pembayaran yang terinterkoneksi (ATM, debet, kredit, dan e-money) via NPG.

Dalam tema ini, Bank Indonesia melakukan 6 program strategis.Pertama, penguatan strategi kebijakan internasional untuk mendukung kepentingan Bank Indonesia maupun nasional dan meningkatkan kepemimpinan Bank Indonesia di kawasan (fokus

utama PS 11). Kedua, protokol manajemen krisis, termasuk penguatan koordinasi dengan OJK, Kemenkeu dan LPS yang didalamnya termasuk koordinasi yang lebih erat dengan instansi terkait (fokus utama PS 12). Ketiga, pendalaman pasar keuangan (fokus utama PS 13). Keempat, Bank Indonesia juga mengembangkan ekonomi syariah melalui koordinasi lintas institusi (fokus utama PS 14). Kelima, mendorong program elektronifikasi dan keuangan inklusif, serta instrumen pembayaran (fokus utama PS 15). Keenam, mengembangkan National Payment Gateway(NPG) dan Platform Electronic Bill Presentment and Payment(EBPP) (fokus utama PS 16).

Sampai dengan triwulan I-2016, Bank Indonesia telah menyelesaikan laporan review pengelolaan isu syariah untuk memperkuat kerangka kebijakan internasional. Bank Indonesia juga menginisiasi koordinasi dan pendalaman secara kelembagaan sebagai persiapan implementasi central counterparty clearing (CCP). Selain itu, Bank Indonesia menginisiasi koordinasi fasilitator forum pasar domestik untuk menyusun dan menyempurnakan “market code of conduct” perbankan nasional.

4. Motivated Organization

Tema ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan (skills), kapabilitas, dan motivasi pegawai. Program yang ada ditujukan kepada internal Bank Indonesia. Ke depan, program ini diharapkan dapat memberikan pengembangan kebanksentralan kepada masyarakat.

Tahap I, Restructuring and Enhancing (2014-2019) dengan target Motivated Organization. Ke depan, Bank Indonesia akan memiliki sistem jalur karier yang sehat (robust) dan selaras dengan job grade dan job value, serta memiliki budaya dan praktik manajemen kinerja yang baik.

Pada Tahap II, Shaping the end state (2014-2019), menjadikan BI Institute bertaraf world class sebagai garda depan pemikir ekonomi yang ditopang kemitraan kuat dengan lembaga riset dan pendidikan yang berkelas. Dengan demikian, Bank Indonesia akan diakui memiliki SDM yang bertalenta dengan kapabilitas kepemimpinan dan kompetensi tinggi.

Dalam tema ini, Bank Indonesia melakukan 6 program strategis antara lain untuk mencapai Motivated Organization, pengelolaan SDM di Bank Indonesia akan diperbaiki mulai dari jalur perekrutan (fokus utama PS 18), career path dan job grading (fokus utama PS 19), pengembangan SDM (talenta) dan kepemimpinan yang mendukung (fokus utama PS 21) hingga manajemen kinerjanya (fokus utama PS 20). Selaras dengan itu, Bank Indonesia melakukan reorganisasi di seluruh satuan kerja sebagai wujud penguatan fungsi Bank Indonesia sebagai bank sentral hasil rekomendasi AFSBI (fokus utama PS 22).

Sampai dengan triwulan I-2016, tema ini memberikan perkembangan progresif dengan terbentuknya Departemen Ekonomi Syariah dan Departemen Pendalaman Pasar Keuangan disertai perangkat organisasi yang dibutuhkan. Pembentukan kedua departemen merupakan implementasi dari roadmap organisasi arsitektur fungsi strategis Bank Indonesia (AFSBI).

5. State of The Art Technology

Tema ini berpijak pada pemanfaatan teknologi mutakhir untuk mempercepat progres dalam mencapai visi dan misi Bank Indonesia secara efektif dan efisien.

Tahap I, Restructuring and Enhancing (2014-2019) dengan target State of The Art Technology. Target tersebut meliputi big data yang terintegrasi dengan proses pengambilan keputusan kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistim pembayaran. Selain itu, memiliki enterprise architecture yang ramping dengan kapabilitas terbaik. Tahap II, Shaping the end state (2019-2024) meliputi penggunaan big data secara inovatif, menjadi mitra peer central banks, memiliki kapabilitas pengelolaan data dan layanan yang excellent dalam riset, serta pengambilan keputusan terkait kebijakan dan kegiatan operasional. Dalam tema ini, Bank Indonesia melakukan 3 program strategis. Pertama, penguatan sistem informasi di Bank Indonesia dimulai dengan desain arsitektur informasi (fokus utama PS 24). Kedua, mencakup aspek pengelolaan operasional dan tata kelola sistem informasi (fokus utama PS 25). Ketiga, pemanfaatan big data dalam proses pengambilan keputusan di Moneter dan SSK (fokus utama PS 23).

Sampai dengan triwulan I-2016, tema ini telah memberikan progres antara lain dengan mengadakan pembahasan evaluasi pengembangan pilot project Big Data pada 2015 dengan beberapa satuan kerja di Bank Indonesia. Hasil evaluasi dan kebutuhan pengembangan lanjutan terhadap pilot project Big Data 2015 menjadi dasar pengembangan Big Data 2016.

BAB IV