BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pelaksanaan PTK
1. Perencanaan
Siklus pertama dilaksanakan sebanyak 4 kali pertemuan yang terdiri dari 3 kali pertemuan pembahasan materi dan 1 kali pemberian tes dengan pokok bahasan menulis permulaan.
Adapun kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah sebagai berikut :
a. Mendiskusikan pelaksanaan teknik latihan graphomotor pada menulis permulaan yang akan diajarkan pada proses tindakan dengan guru kelas.
b. Membuat rencana pelaksanaan pembelajaran dengan menerapkan teknik graphomotor.
c. Membuat lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi proses belajar mengajar di kelas pada saat teknik graphomotor diterapkan dalam menulis permulaan.
d. Menyiapkan tes kemampuan menulis permulaan pra tindakan dan pasca tindakan latihan untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis permulaan melalui teknik latihan graphomotor.
2. Pelaksanaan Tindakan Pertemuan pertama:
i. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor
j. Guru menjelaskan tentang cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dan benar
k. Guru memberikan contoh latihan teknik graphomotor yakni latihan menarik garis horisontal, vertikal dan garis miring dari segala arah. l. Siswa diarahkan untuk menirukan contoh dan guru membimbing
secara klasikal
m. Guru memberikan contoh menghubungkan titik-titik sesui pola kemudiaan meminta siswa menirukanya
n. Guru memberikan tes kemampuan menghubungkan titik-titik sesuai pola (huruf abjad kapital, huruf abjad kecil, suku kata, kata dan kalimat sederhana)
o. Guru melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapatnya
p. Guru bersama siswa membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan.
Pertemuan kedua:
a. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaranyang akan dilaksanakan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor.
b. Guru menjelaskan tentang cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dan benar.
c. Guru memberikan contoh latihan teknik graphomotor yakni latihan menarik garis secara bergelombang dari satu gelombang sampai gelombang berliku-liku.
d. Siswa diarahkan untuk menirukan contoh dan guru membimbing secara klasikal.
e. Guru memberikan contoh menyalin huruf besar, huruf kecil dan suku kata kemudian mengarahkan siswa untuk mengikutinya.
f. Guru memberikan tes kemampuan menulis permulaan dengan menyalin huruf besar, huruf kecil dan suku kata..
g. Guru melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
h. Guru bersama siswa membuat kesimpulan rangkuman hasilbelajar yang telah dilakukan.
Pertemuan ketiga:
a. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaranyang akan dilaksanakan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor.
b. Guru menjelaskan tentang cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dan benar.
c. Guru memberikan contoh latihan teknik graphomotor yakni latihan membentuk gambar geometri sederhana seperti segitiga, persegi, peregi panjang dan lingkaran, dilanjutkan dengan latihan menarik garis secara keseluruhan dengan bentuk yang lebih rumit.
d. Siswa diarahkan untuk menirukan contoh dan guru membimbing secara klasikal
e. Guru memberikan contoh menyalin kata dan kalimat sederhana kemudian mengarahkan siswa untuk mengikutinya.
f. Guru memberikan tes kemampuan menyalin kata dan kalimat sederhana.
g. Guru melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
h. Guru bersama siswa membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan.
3. Observasi dan Evaluasi
a. Analisis data hasil observasi siklus I
Kegiatan pengamatan dilaksanakan oleh peneliti selama proses pembelajaran menulis permulaan dengan teknik latihan graphomotor. Data yang diperoleh adalah kinerja guru dalam menyampaikan materi danpartisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
1. Pengamatan Kinerja Guru
Berikut ini merupakan hasil pengamatan kinerja guru pada saat proses pembelajaran. Kompenen kinerja guru dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pada awal kegiatan, pada inti kegiatan, dan pada akhir kegiatan. Ketiga komponen tersebut dijabarkan dalam 12 butir observasi. Tiap butir observasi diberi skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Berikut hasil data kinerja guru pada siklus I:
Tabel 4.2 Data Kinerja Guru dalam Menyampaikan Materi Pembelajaran Menulis Permulaan pada Siklus I
No Komponen penilaian Siklus I Pertemuan freku ensi Perse ntase % 1 2 3 1.
Membuka pelajaran dengan membaca doa
4 4 4 12 100%
2. Mempersiapkan siswa untuk belajar
4 4 4 12 100%
3. Memberikan motivasi belajar pada siswa
3 3 4 10 83%
sebelum pelajaran dimulai
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran
4 4 4 12 100%
6. Menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan yakni menulis
permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor
4 4 4 12 100%
7. Menjelaskan cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik
3 4 4 11 92%
8. Memberikan contoh latihan teknik graphomotor
4 3 4 11 92%
9. Mengarahkan siswa untuk mengikuti dan membimbing secara klasikal
3 3 4 10 83%
10. Melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapat siswa
1 3 3 7 58%
kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan
12. Berdoa dan menutup pembelajaran
4 4 4 12 100%
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kinerja guru saat proses mengajar pada siklus I yang terdiri dari tiga pertemuan guru mampu membuka pelajaran dengan membaca doa dengan persentase 100%; mepersiapkan siswa untuk belajar dengan persentase 100%; memberikan motivasi belajar pada siswa dengan persentase 83%; menyampaikan apersepsi sebelum pelajaran dimulai dengan persentase 75%; menyampaikan tujuan pembelajaran dengan persentase 100%; menjelaskan kegiatan pemebelajaran yang akan dilakukan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor dengan persentase 100%; menjelaskan cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dengan persentase 92%; memberikan contoh latihan graphomotor dengan persentase 92%; mengarahkan siswa untuk membimbing dan mengikuti sera klasikal dengan persentase 83%; melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapat siswa dengan persentase 58%; bersama siswa membuat kesimpulan hasil belajar yang telah
dilakukan dengan persentase 83%; berdoa dan menutup pembelajaran dengan persentase 100%.
2. Pengamatan partisispasi siswa
Komponen partisispasi siswa yang diamati dibagi menjadi tiga yaitu awal kegiatan, inti kegiatan dan akhir kegiatan. Ketiga komponen tersebut dijabarkan dalam 12 butir observasi. Tiap butir diberi skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Berikut data hasil partisipasi siswa pada siklus I :
Tabel 4.3 Data Partisipasi Siswa pada Saat Proses Pembelajaran Menulis Permulaan Siklus I No Komponen penilaian Siklus I Pertemuan Frek uensi Perse ntase % 1 2 3
1. Membaca doa dengan tenang
73 77 78 228 96,61 %
2. Menunjukan sikap siap dan antusias dalam belajar
69 73 73 215 91,10 %
3. Menyimak apersepsi yang disampaikan guru
58 62 67 187 79,23 %
tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai
%
5. Menyimak penjelasan guru mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor
57 62 65 184 77,96 %
6. Memperhatikan guru ketika mencontohkan cara memegang alat tulis dengan benar
63 64 70 197 83,47 %
7. Memperhatikan latihan
graphomotor yang dicontohkan oleh guru
58 61 68 187 79,23 %
8. Mengikuti bimbingan dan arahan guru serta aktif dalam bertanya
57 67 72 196 83,05 %
9. Mengerjakan tes kemampuan yang diberikan oleh guru
57 60 67 184 77,96 %
10. Mengungkapkan perasaan terhadap pelajaran yang telah
19 61 65 145 61,44 %
dilakukan
11. Membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan
57 60 71 188 79,66 %
12. Berdoa untuk menutup pembelajaran
62 65 67 194 82,20 %
Berdasarkan tabel diatas, dapat diketahui hasil partisipasi siswa saat pembelajaran menulis permulaan pada siklus I yang terdiri dari tiga kali pertemuan yaitu persentase keberhasilan siswa yang membaca doa dengan tenang sebesar 96,61%; menunjukan sikap siap dan antusias dalam belajar sebesar 91,10%; menyimak apersepsi yang disampaikan guru sebesar 79,23%; memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang ingin dicapai sebesar 87,71%; menyimak penjelasan guru mengenai kegiatan pembealajaran yang akan dilakukan yakni menulis permulaan dengan menggunkana teknik latihan graphomotor sebesar 77,96%; memperhatikan guru ketika mencontohkan cara memegang alat tulis dengan benar sebesar 83,47%; memperhatikan latihan graphomotor yang dicontohkan oleh guru sebesar 79,23%; mengikuti bimbingan dan arahan guru serta aktif dalam bertanya sebesar 83,05%; mengerjakan tes kemampuan yang diberikan oleh guru sebesar 77,96%; mengungkapkan perasaan siswa terhadap pelajaran yang telah dilakukan sebessar 61,41%; membuat
kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan sebesar 79,66%; dan berdoa untuk menutup pembelajaran sebesar 82,20%.
b. Analisis data hasil evaluasi siklus I
Hasil evaluasi unjuk kerja menulis permulaan melalui teknik latihan graphomotor siswa kelasI SD Negeri 13 Curio Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang pada pasca tindakan siklus I sebagai berikut:
1) Hasil persentase siswa dalam menghubungkan titik-titik yang berupa huruf abjad besar di lembar tugas adalah 93,75% dengan total skor 75.
2) Hasil persentase siswa dalam menghubungkan titik-titik yang berupa huruf abjad kecil di lembar tugas adalah 87,50% dengan total skor 70.
3) Hasil persentase siswa dalam menghubungkan titik-titik yang berupa suku kata di lembar tugas adalah 53,75% dengan total skor 43.
4) Hasil persentase siswa dalam menghubungkan titik-titik yang berupa kata di lembar tugas adalah 75,00% dengan total skor 60. 5) Hasil persentase siswa dalam menghubungkan titik-titik yang
berupa kalimat sederhana di lembar tugas adalah 56,25% dengan total skor 45.
6) Hasil persentase siswa dalam menyalin huruf abjad besar di lembar tugas adalah 75,00% dengan total skor 60.
7) Hasil persentase siswa dalam menyalin huruf abjad kecil di lembar tugas adalah 65,00% dengan total skor 52.
8) Hasil persentase siswa dalam menyalin suku kata di lembar tugas adalah 62,50% dengan total skor 50.
9) Hasil persentase siswa dalam menyalin kata di lembar tugas adalah 70% dengan total skor 56.
10) Hasil persentase siswa menyalin kalimat sederhana di lembar tugas adalah 52,50 dengan total skor 42.
Tabel 4.4 Data Hasil Belajar Kemampuan Menulis Permulaan Pasca Tindakan Siklus I
No Nama Siswa
Jenis Kelamin
(L/P)
Skor Nilai Kategori
1 MAA L 30 75 Tinggi 2 MRi L 28 70 Tinggi 3 NAfr P 27 67.5 Sedang 4 S L 20 50 Sedang 5 DAN L 32 80 Tinggi 6 HKL P 25 62.5 Sedang 7 H L 23 57.5 Sedang 8 IB L 31 77.5 Tinggi 9 MFS L 28 70 Tinggi 10 MHa L 28 70 Tinggi 11 MHu L 21 52.5 Sedang 12 MI L 30 75 Tinggi 13 MRa L 32 80 Tinggi 14 MZA L 29 72.5 Tinggi
15 NAS L 29 72.5 Tinggi 16 NAfi P 28 70 Tinggi 17 NH P 32 80 Tinggi 18 P L 25 62.5 Sedang 19 PS P 28 70 Tinggi 20 SC P 27 67.5 Sedang
Berdasarkan hasil evaluasi pasca tindakan siklus I dapat disimpulkan sebagai berikut :
1) Hasil belajar Bahasa Indonesia dalam kemampuan menulis permulaan untuk kelas I SD Negeri 13 Curio Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang berada pada kategori sedang. Hal ini terlihat pada nilai rata-rata yang diperoleh seluruh siswa adalah 69,10. Berikut ini diagram nilai rata-rata hasil tes kemampuan pra tindakan siklus I.
Gambar 4.2 Grafik Tes Kemampuan Pasca Tindakan Siklus I
2) Ditinjau dari segi ketuntasan belajar siswa kelas I SD Negeri 13 Curio Kecamatan Curio Kabupaten Enrekang dari 20 siswa, terdapat 13 siswa (65%) dalam kategori tuntas, begitu juga dengan siswa yang memperoleh kategori tidak tuntas juga terdapat 7 siswa (35%).
3) Dilihat dari hasil persentase di atas maka dapat disimpulkan bahwa hasil yang diperoleh siswa pada evaluasi pasca tindakan siklus I masih belum sepenuhnya mencapai ketuntasan belajar.
0 10 20 30 40 50 60 70 80
KKM Tes Pasca Tindakan Siklus I
NILAI RATA-RATA HASIL TES KEMAMPUAN PASCA TINDAKAN SIKLUS 1
4. Refleksi hasil kegiatan siklus I
Analisis data dilakukan terhadap data hasil observasi dan tes kemampuan menulis permulaan melalui teknik latihan graphomotor. Data hasil observasi diperoleh dari pengamatan kinerja guru dan partisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga. Sedangkan data hasil tes kemampuan menulis permulan diperoleh dari tes pasca tindakan siklus I.
Hasil observasi kinerja guru siklus I pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga dari 12 aspek rata-rata guru mengajar sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Persentase keberhasilan guru pada setiap aspek yang diamati rata-rata telah mencapai 70%. Bahkan ada 5 aspek yang memperoleh persentase 100%. Namun ada 1 aspek yang tidak mencapai 70%, yaitu aspek melakukan refleksi kegiatan dengan cara mungungkapkan perasaan dan pendapat siswa. Pada pertemuan pertama guru pada aspek ini memperoleh skor 1 karena tidak melakukan apa yang telah direncanakan tersebut. Namun pada pertemuan kedua dan ketiga guru melakukan tindakan sesuai dengan yang telah direncanakan namun melakukan tindakan lain sehingga memperoleh masing-masing skor 3. Total perolehan frekuensinya adalah 7 dengan persentase 58% masuk dalam kategori sedang.
Hasil observasi partisispasi siswa siklus I yang terdiri dari 12 aspek yang diamati pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga, rata-rata telah mencapai persentase 70%. Siswa mampu berpartisipasi dengan baik
dalam pembelajaran menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor. Beberapa aspek yang memperoleh nilai tertinggi diantaranya siswa menunjukan sikap siap dan antusias dalam belajar dengan persentase perolehan 91,10%; memperhatikan guru ketika mencontohkan cara memegang alat tulis dengan benar dengan perolehan persentase 83,47%; dan mengikuti bimbingan dan arahan guru serta aktif dalam bertanya dengan perolehan persentase 83,05%. Namun pada observasi siswa terdapat 1 aspek yang tidak mencapai 70% yaitu aspek mengungkapkan perasaan terhadap pembelajaan yang telah dilakukan. Pada pertemuan pertama total skor yang diperoleh adalah 19 karena siswa tidak mampu berpartisispasi. Pada pertemuan kedua dan ketiga meningkat dengan total perolehan skor masing-masing 61 dan 65 sehingga total frekuensi sebesar 145 dengan persentase keberhasilan sebesar 61,44%.
Hasil tes kemampuan menulis permulaan di siklus I mengalami peningkatan dibandingkan dengan hasil tes pra tindakan. Pada tes pra tindakan ada 7 butir soal yang persentase keberhasilanya tidak mencapai 70%. Diantaranya menghubungkan suku kata yang berupa titik-titik sebesar 56,25%; menghubungkan kata yang berupa titik-titik sebesar 67,50%; menghubungkan kalimat sederhana yang berupa titik-titik sebesar 56,25%; menyalin huruf abjad besar 66,25%; menyalin huruf abjad kecil sebesar 63,75%; menyalin suku kata sebesar 60%; dan menyalin kalimat sederhana sebesar 46,25%. Sedangkan hasil tes pra tindakan siklus I mengalami peningkatan. Jumlah butir soal yang yang persentase
keberhasilanya tidak mencapai 70% berkurang menjadi 5 butir. Diantaranya menhubungkan suku kata yang berupa titik-titik sebesar 53,75%; menhubungkan kalimat sederhana yang berupa titik-titik sebesar 56,25%: menyalin huruf abjad kecil sebesar 65,00%; menyalin suku kata sebesar 62,50%; dan menyalin kalimat sederhana sebesar 52,50%.
Kemampuan menulis permulaan di siklus I dinyatakan belum optimal karena nilai rata-rata siswa belum mencapai KKM. Namun hasil nilai rata-rata tes pasca tindakan mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai rata-rata hasil tes pra tindakan. Perolehan nilai rata-rata siswa meningkat dari 65,35 dengan kategori sedang menjadi 69,10 dengan kategori sedang. Pada tes pra tindakan terdapat 12 siswa (60 %) dalam kategori tuntas, begitu juga dengan siswa yang memperoleh kategori tidak tuntas juga terdapat 8 siswa (40 %). Sedangkan pada tes pasca tindakan siklus I terdapat 13 siswa (65 %) dalam kategori tuntas, begitu juga dengan siswa yang memperoleh kategori tidak tuntas juga terdapat 7 siswa (35 %).
Berdasarkan hasil refleksi yang telah dilakukan pada siklus I, disimpulkan bahwa peningkatan yang terjadi pada kemampuan menulis permulaan belum optimal. Peningkatan kemampuan menulis permulaan belum mencapai kategori tinggi karena nilai rata-rata siswa berada dibawah KKM. Pembelajaran belum mencapai ketuntasan secara klasikal yaitu sebesar 80% dari 20 siswa. Kemampuan siswa dalam menulis permulaan tergolong masih kurang. Beberapa siswa masih terlihat kaku
sehingga membuatnya kesulitan dalam menulis. Pada tahapan latihan menulis dengan teknik latihan graphomotor, siswa perlu bimbingan dan arahan dari guru. Garis-garis yang dibentuk tidak beraturan dan belum rapi sehingga latihan yang diberikan perlu ditingkatkan.
Oleh sebab itu, peneliti dan guru memutuskan untuk melakukan tindakan siklus II dengan beberapa perbaikan. Tindakan siklus II dilakukan untuk memperbaiki kekurangan pada siklus I.
Siklus II
Siklus II dilakukan untuk mengoptimalkan kemampuan menulis permulaan siswa melalui teknik latihan graphomotor agar mencapai KKM yang telah ditentukan yaitu 70. Tindakan pada siklus II ini merupakan bentuk pengajaran untuk memperbaiki kekurangan dan mempertegas kelebihan pada siklus I. Seperti halnya pada siklus I, siklus II pun dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu : perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi.
1. Perencanaan
Tahap perencanaan tindakan pada siklus II hanya meliputi kegiatan yang terdiri atas :
a. Menyusun kembali Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk melakukan siklus II.
b. Membuat lembar observasi untuk mengamati kondisi proses pembelajaran menulis permulaan pada saat teknik latihan graphomotor diterapkan.
c. Memperbaiki pengajaran sehingga tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dapat tercapai dengan baik.
d. Guru dan peneliti melakukan modifikasi dalam pembelajaran menulis permulaan dengan lebih banyak variasi teknik latihan graphomotor yang digunakan.
2. Pelaksanaan Tindakan
Siklus II dilaksanakan 4 kali pertemuan, 3 kali pembahasan materi dan 1 kali pemberian tes.
Kegiatan yang dilakukan dalam tahap ini adalah : Pertemuan pertama:
a. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor
b. Guru menjelaskan tentang cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dan benar.
c. Guru memberikan contoh latihan teknik graphomotor yakni latihan menarik garis horisontal, vertikal dan garis miring dengan lebih banyak variatif.
d. Siswa diarahkan untuk menirukan contoh dan guru membimbing secara klasikal.
e. Guru memberikan contoh menghubungkan titik-titik sesui pola dan menyalin kemudiaan meminta siswa menirukanya
f. Guru memberikan tes kemampuan menghubungkan titik-titik dan menyalin (huruf abjad kapital, huruf abjad kecil, suku kata, kata dan kalimat sederhana)
g. Guru melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapatnya
h. Guru bersama siswa membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan.
Pertemuan kedua:
a. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor.
b. Guru menjelaskan tentang cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dan benar.
c. Guru memberikan contoh latihan teknik graphomotor yakni latihan menarik garis secara bergelombang dari satu gelombang sampai gelombang berliku-liku dan latihan menarik garis hingga membentuk gambar geometri.
d. Siswa diarahkan untuk menirukan contoh dan guru membimbing secara klasikal.
e. Guru meminta siswa memperkenalkan nama keluarga dan menyebutkan hobinya
g. Guru melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
h. Guru bersama siswa membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan.
Pertemuan ketiga:
a. Guru menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor.
b. Guru menjelaskan tentang cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dan benar.
c. Guru memberikan contoh latihan teknik graphomotor yakni latihan menarik garis bergelombang yang dimodifikasi sehingga membentuk sebuah gambar rumah dengan taman bunga.
d. Siswa diarahkan untuk menirukan contoh dan guru membimbing secara klasikal.
e. Guru meminta siswa menyebutkan benda-benda apa yang ada dalam kelas.
f. Guru meminta siswa menuliskan nama-nama benda yang telah disebutkan tersebut.
g. Guru melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
h. Guru bersama siswa membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan.
3. Observasi dan Evaluasi
a. Analisis data hasil observasi siklus II
Data hasil observasi siklus II diperoleh dengan mengamati hasil observasi kinerja guru ketika menerapkan teknik latihan graphomotor dalam menulis permulaan. Serta hasil observasi partisipasi siswa pada saat kegiatan pembelajaran menulis permulaan. Adapun data observasi kinerja guru dalam menyampaikan materi dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran sebagai berikut:
1. Pengamatan Kinerja Guru
Komponen kinerja guru pada tindakan siklus II tidak berbeda pada tindakan siklus I. Kompenen kinerja guru dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pada awal kegiatan, pada inti kegiatan, dan pada akhir kegiatan. Ketiga komponen tersebut dijabarkan dalam 12 butir observasi. Tiap butir observasi diberi skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Data kinerja guru pada siklus I dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.5 Data Kinerja Guru Dalam Menyampaikan Materi Pembelajaran Menulis Permulaan pada Siklus II
No Komponen penilaian Siklus II Pertemuan freku ensi Perse ntase % 1 2 3
1.
Membuka pelajaran dengan membaca doa
4 4 4 12 100%
2. Mempersiapkan siswa untuk belajar
4 4 4 12 100%
3. Memberikan motivasi belajar pada siswa
4 4 4 12 100%
4. Menyampaikan aperesepsi sebelum pelajaran dimulai
4 4 4 12 100%
5. Menyampaikan tujuan pembelajaran
4 4 4 12 100%
6. Menjelaskan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan yakni menulis
permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor
4 4 4 12 100%
7. Menjelaskan cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik
4 4 4 12 100%
8. Memberikan contoh latihan teknik graphomotor
9. Mengarahkan siswa untuk mengikuti dan membimbing secara klasikal
3 4 4 11 92%
10. Melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapat siswa
3 3 3 9 75%
11. Bersama siswa membuat kesimpulan rangkuman hasil belajar yang telah dilakukan
4 4 4 12 100%
12. Berdoa dan menutup pembelajaran
4 4 4 12 100%
Berdasarkan hasil pengamatan terhadap kinerja guru saat proses mengajar pada siklus I yang terdiri dari tiga pertemuan guru mampu membuka pelajaran dengan membaca doa dengan persentase 100%; mepersiapkan siswa untuk belajar dengan persentase 100%; memberikan motivasi belajar pada siswa dengan persentase 100%; menyampaikan apersepsi sebelum pelajaran dimulai dengan persentase 100%; menyampaikan tujuan pembelajaran dengan persentase 100%; menjelaskan kegiatan pemebelajaran yang akan dilakukan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor dengan
persentase 100%; menjelaskan cara memegang alat tulis serta teknik menulis yang baik dengan persentase 100%; memberikan contoh latihan graphomotor dengan persentase 100%; mengarahkan siswa untuk membimbing dan mengikuti sera klasikal dengan persentase 92%; melakukan refleksi kegiatan dengan cara mengungkapkan perasaan dan pendapat siswa dengan persentase 75%; bersama siswa membuat kesimpulan hasil belajar yang telah dilakukan dengan persentase 100%; berdoa dan menutup pembelajaran dengan persentase 100%.
2. Pengamatan partisispasi siswa
Komponen partisispasi siswa pada siklus II tidak berbeda pada siklus I yang diamati dibagi menjadi tiga yaitu awal kegiatan, inti kegiatan dan akhir kegiatan. Ketiga komponen tersebut dijabarkan dalam 12 butir observasi. Tiap butir diberi skor maksimal 4 dan skor minimal 1. Data partisipasi siswa pada siklus dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 4.6 Data Partisipasi Siswa pada Saat Proses Pembelajaran Menulis Permulaan Siklus II
No Komponen penilaian Siklus II Pertemuan Frek uensi Perse ntase % 1 2 3
1. Membaca doa dengan tenang
74 76 76 226 94,16 %
2. Menunjukan sikap siap dan antusias dalam belajar
73 75 77 225 93,75 %
3. Menyimak apersepsi yang disampaikan guru
67 68 74 209 87,08 %
4. Memperhatikan penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran yang akan dicapai
74 75 72 221 92,08 %
5. Menyimak penjelasan guru mengenai kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan yakni menulis permulaan dengan menggunakan teknik latihan graphomotor
66 69 75 210 87,50 %
6. Memperhatikan guru ketika mencontohkan cara memegang alat tulis dengan benar
69 70 73 212 88,33 %
7. Memperhatikan latihan