• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

B. Penyajian Hasil Penelitian

1. Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah

Berdasarkan hasil wawancara dengan informan penelitian, diketahui bahwa sebelum melaksanakan supervisi akademik, kepala sekolah melakukan perencanaan terlebih dahulu. Kemudian, setelah supervisi dilaksanakan, kepala sekolah mengadakan evaluasi dari hasil supervisi yang diperoleh, yang kemudian

44

dilakukan tindak lanjut untuk perbaikan. Hal tersebut seperti yang disampaikan oleh kepala sekolah berikut.

“Perencanaan, evaluasi, tindak lanjut.Saya menyusun program supervisi karena merupakan acuan saya nanti dalam melaksanakan supervisi.”(Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan supervisi akademik, kepala sekolah melakukan beberapa tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut.

a. Perencanaan Proses Pembelajaran

Kepala sekolah sebagai supervisor bertugas untuk menyelenggarakan supervisi mengenai proses belajar mengajar, kegiatan bimbingan dan konseling, kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan ketatausahaan, kegiatan kerjasama dengan masyarakat dan instansi terkait, sarana dan prasarana, kegiatan OSIS, serta kegiatan 7K (Profil SMP Negeri 4 Yogyakarta Tahun 2014-2015).

Program supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah meliputi pengembangan perangkat pembelajaran, penguasaan model pembelajaran, serta pelaksanaan pembelajaran. Program supervisi akademik ini dilakukan untuk membantu guru mengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran. Hal ini sesuai dengan pernyataan kepala sekolah berikut:

“Program supervisi akademik perlu saya lakukan untuk membantu guru mengatasi berbagai masalah dalam pembelajaran, untuk menyusun program supervisi akademik, saya dibantu oleh guru senior yang tergabung dalam Tim Pembantu Supervisi Kepala Sekolah yang di SK-kan oleh kepala sekolah. Tim Pembantu Supervisi Akademik Kepala Sekolah yang terdiri dari guru senior berjumlah tiga orang. Supervisi akademik dilakukan untuk pengembangan Silabus, peningkatan penguasaan model, pelaksanaan pembelajaran, pengembangan RPP.”(Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

45

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah dibantu Tim Pembantu Supervisi Kepala Sekolah dalam melaksanakan program supervisi akademik. Tim ini terdiri dari tiga guru senior yang akan membantu kepala sekolah. Tujuannya adalah untuk membantu guru mengatasi permasalahan pembelajaran.

Sebelum supervisi dilaksanakan, kepala sekolah menginformasikan kepada guru yang akan disupervisi. Hal ini dilakukan agar guru lebih siap ketika supervisi akademik berlangsung dan agar tidak terjadi benturan waktu dengan kegiatan guru. Kegiatan supervisi akademik dilakukan kepala sekolah setiap awal semester. Hal ini seperti diungkapkan oleh salah satu guru SMP Negeri 4 Yogyakarta berikut.

“Ya, kepala sekolah menginformasikan kepada kami sebelum akan mensupervisi kami, biasanya yang disampaikan oleh kepala sekolah adalah jadwal pelaksanaan supervisi, jadi kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya sebelum disupervisi oleh kepala sekolah. Ya, kepala sekolah membimbing kami saat awal semester untuk membuat program pembelajaran, sebelum memulai aktivitas pembelajaran biasanya saya mempersiapkan terlebih dulu rencana program pembelajaran (RPP). Tujuan dari dibuatnya RPP salah satunya sebagai acuan atau pakem kita dalam menyampaikan materi pembelajaran, agar tidak bertele-tele atau melebar kemana-mana. Biasanya supervisi akademik dilakukan secara periodik setiap awal semester secara lengkap.”(Hasil Wawancara dengan Guru TK SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah jauh-jauh hari telah menyampaikan jadwal pelaksanaan supervisi agar guru dapat mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan dalam supervisi. Jadwal tersebut berisi waktu pelaksanaan supervisi bagi setiap guru serta hal-hal yang akan disupervisi, seperti kelengkapan silabus dan RPP.

46

Lebih lanjut informan guru lain juga mengungkapkan bahwa kegiatan supervisi akademik dilakukan oleh kepala sekolah dengan memberikan jadwal pelaksanaan supervisi terlebih dahulu kepada para siswa. Program supervisi akademik ini dilakukan secara lengkap, termasuk administrasi guru.Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Setiap semester ada kegiatan supervisi. Ya... Sebelum kami disupervisi oleh kepala sekolah, kami diberikan jadwal dan rencana pelaksanaan supervisi, tujuanya agar kami dapat menyiapkan diri dan agar jadwal saat supervisi tidak berbarengan dengan kegiatan yang lain.” (Hasil Wawancara dengan Guru SS SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah selalu menginformasikan kepada guru mengenai jadwal kegiatan supervisi akademik. Hal ini dilakukan agar kegiatan supervisi berjalan dengan lancar dan tidak bebarengan dengan kegiatan yang lain. Dengan adanya informasi ini, guru akan lebih siap ketika kepala sekolah melakukan kegiatan supervisi akademik.

Kegiatan supervisi yang dilakukan kepala sekolah meliputi kegiatan perencanaan, kegiatan pelaksanaan, kegiatan evaluasi dan kegiatan tindak lanjut. Kepala sekolah selalu menyusun program agar pelaksanaan supervisi dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuannya. Hal ini diungkapkan oleh kepala sekolah berikut:

“Perencanaan, evaluasi, tindak lanjut. Saya menyusun program supervisi karena merupakan acuan saya nanti dalam melaksanakan supervisi. Program supervisi itu saya susun kemudian saya sosialisasikan dalam rapat tentang maksud dan tujuannya. Sehingga guru-guru memahami dan jadwalnya kami susun bersama pada pertengahan semester. Jadi, satu semester hanya satu kali. Ini berguna bagi kami, sehingga guru-guru sudah dapat mempersiapkan diri sebelum dilaksanakan supervisi.”(Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

47

Hasil wawancara tersebut didukung oleh hasil observasi dan instrumen supervisi yang digunakan oleh kepala sekolah. Hasil observasi terhadap instrumen supervisi yang ada menunjukkan bahwa kepala sekolah melakukan supervisi administrasi perencanaan pembelajaran, supervisi perangkat, proses penilaian, analisis, dan tindak lanjut. Aspek-aspek atau komponen-komponen yang dinilai oleh kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi perangkat, proses penilaian, analisis dan tindak lanjut meliputi daftar hadir dan catatan khusus, daftar nilai, kriteria penilaian dan KKM, soal ulangan harian, analisis dan pengembalian hasil ulangan harian, perbaikan dan pengayaan, serta penilaian akhlak dan kepribadian.

Hal-hal yang dilakukan oleh kepala sekolah dalam perencanaan kegiatan supervisi adalah mempersiapkan aspek-aspek yang akan dinilai dari guru, yang meliputi persiapan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan penilaian pembelajaran oleh guru. Pedoman yang dibuat kepala sekolah dalam rencana pelaksaan supervisi akademik ada beberapa hal, yaitu jadwal kepala sekolah dan jadwal guru yang akan disupervisi, itu jika supervisi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung atau dilakukan di kelas. Jika supervisi dilakukan di luar kelas, jadwal disesuaikan dengan saat yang tepat. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut:

“Persiapan, pelaksanaan dan penilaian pembelajaran oleh guru.Saya selaku kepala sekolah selalu membuat program perencanaan sebelum melakukan supervisi akademik kepada guru-guru yang ada di SMP Negeri 4 Yogyakarta. Agar semua bisa terprogram dengan baik dan bisa tepat dengan sasaran yang diinginkan. Karena jika tidak kita program terlebih dahulu biasanya akan berbenturan dengan jadwal kegiatan yang lainya. Pedoman saya dalam membuat rencana pelaksaan supervisi akademik ada beberapa hal seperti: jadwal saya sendiri supaya tidak benturan, jadwal guru yang akan kita supervisi, itu jika supervisi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung atau di lakukan di kelas. Jika supervisi dilakukan di luar kelas

48

jadwal kita sesuaikan dengan saat yang tepat.” (Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut juga didukung dengan hasil observasi terhadap instrumen supervisi yang digunakan kepala sekolah untuk melakukan supervisi administrasi perencanaan pembelajaran. Aspek-aspek atau komponen-komponen yang dinilai oleh kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi administrasi perencanaan pembelajaran meliputi persiapan, silabus, RPP, dan administrasi pendukung yang akan digunakan.

b. Pelaksanaan Proses Pembelajaran

Tahap selanjutnya setelah perencanaan adalah pelaksanaan. Kepala sekolah melakukan beberapa teknik kegiatan supervisi akademik. Kegiatan supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah diantaranya teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Teknik supervisi individual: kunjungan kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, kunjungan observasi. Teknik supervisi kelompok: pertemuan/rapat, diskusi kelompok.” (Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah melaksanakan kegiatan supervisi akademik menggunakan beberapa teknik. Teknik-teknik tersebut yaitu teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok. Teknik supervisi individual meliputi kunjungan kelas, pertemuan individual, kunjungan antar kelas, dan kunjungan observasi. Teknik supervisi kelompok meliputi pertemuan/rapat dan diskusi kelompok. Teknik kunjungan kelas dilakukan kepala sekolah dengan mendatangi kelas guru yang akan

49

disupervisi. Kepala sekolah duduk di kursi belakang untuk mengikuti dan mengamati secara langsung bagaimana kegiatan pembelajaran guru di dalam kelas.

Teknik kunjungan kelas dilakukan kepala sekolah untuk melaksanakan program supervisi akademik. Tujuannya adalah untuk melihat kekurangan guru dalam mengajar, sehingga dapat menentukan perencanaan perbaikan yang akan dilakukan. Supervisi akademik melalui kunjungan kelas dilakukan melalui tahap persiapan, tahap pengamatan, tahap akhir kunjungan, dan tahap tindak lanjut. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Kepala sekolah datang ke kelas untuk mengobservasi guru mengajar. Tujuannya untuk melihat apa kekurangan/kelemahan yang sekiranya perlu diperbaiki. Pelaksanaanya terdiri dari tahap persiapan supervise merencanakan waktu, sasaran, dan cara mengobservasi selama kunjungan kelas. Saya melakukan kegiatan pra kunjungan kelas dengan mewawancarai guru dan memeriksa kelengkapan perangkat pembelajaran yang akan digunakannya di kelas, selanjutnya kami membuat kontrak kapan kunjungan kelas dapat dilaksanakan. Selanjutnya tahap pengamatan selama kunjungan supervise mengamati jalannya proses pembelajaran berlangsung.” (Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Lebih lanjut, informan guru mengungkapkan bahwa pelaksanaan kunjungan kelas dilakukan oleh kepala sekolah setiap awal semester. Instrumen yang digunakan kepala sekolah yaitu lembar observasi. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut:

“Iya, setiap awal semester kepala sekolah masuk langsung ke kelas. Instrumennya lembar observasi dan administrasi guru. Ya... , banyak hal-hal yang menjadi perhatian oleh kepala sekolah saat melakukan kunjungan ke kelas. Ya...kami diperhatikan tentang pelaksanaan proses pembelajaran, mulai dari tata cara guru membuka pembelajaran, cara melaksanakan pembelajaran dan cara guru menggunakan media pembelajaran di kelas, serta cara menutup pembelajaran. Itu semua diperhatikan oleh supervisor. Supervisi kunjungan kelas yang dilakukan oleh kepala sekolah dilakukan kepada guru senior dan kepada wakil kepala sekolah saja, karena jika

50

dilakukan supervisi kunjungan kelas semua oleh kepala sekolah maka akan membutuhkan waktu banyak, sedangkan untuk guru disupervisi oleh wakil kepala sekolah dan guru senior yang telah diberikan pengarahan oleh kepala sekolah.” (Hasil Wawancara dengan Guru TK SMP Negeri 4 Yogyakarta). Berbeda dengan hal tersebut, informan lain yang mengungkapkan bahwa supervisi akademik yang dilakukan kepala sekolah adalah menilai perangkat pembelajaran guru berdasarkan lembar penilaian dan penjaminan mutu. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut:

“Iya, instrumen perangkat oleh guru, penilaian, penyaminan mutu. Kunjungan kelas adalah teknik pembinaan guru oleh kepala sekolah untuk mengamati proses pembelajaran di kelas. Tujuannya adalah untuk menolong guru dalam mengatasi masalah di dalam kelas.”(Hasil Wawancara dengan Guru SS SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut didukung dengan hasil observasi terhadap lembar penilaian komponen-komponen yang digunakan kepala sekolah dalam melakukan supervisi. Penilaian terhadap perangkat pembelajaran meliputi silabus dan RPP. Komponen atau aspek penilaian silabus meliputi identitas, SK, alokasi waktu, KD, materi, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, sumber belajar, implementasi pendidikan, dan silabus sudah ditandatangani kepala sekolah. Komponen atau aspek RPP meliputi identitas, SK, KD, dan indikator pencapaian kompetensi, tujuan pembelajaran, implementasi pendidikan, materi ajar, alokasi waktu, metode, kegiatan pembelajaran, penugasan terstruktur, dan RPP sudah ditandatangani kepala sekolah.

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah melaksanakan supervisi akademik menggunakan teknik kunjungan kelas. Teknik ini dilakukan setiap awal semester, dengan cara kepala sekolah melakukan pengamatan terhadap guru ketika mengajar di kelas. Kepala sekolah

51

menggunakan instrumen lembar observasi untuk melakukan pengamatan. Setelah kepala sekolah mendapatkan hasil pengamatan, selanjutnya kepala sekolah membuat tindak lanjut dari hasil pengamatan tersebut.

Hasil wawancara tersebut didukung oleh hasil observasi peneliti terhadap dokumen yang digunakan kepala sekolah untuk melakukan supervisi proses pembelajaran. Aspek-aspek yang dinilai kepala sekolah meliputi pendukung proses pembelajaran, pembukaan proses pembelajaran, kegiatan inti pembelajaran, penutup pembelajaran, dan kesesuaian pelaksanaan pembelajaran dengan RPP.

Aspek pendukung proses pembelajaran meliputi komponen persiapan dan pengelolaan kelas. Komponen persiapan yang dinilai meliputi guru membawa RPP, guru membawa daftar hadir dan mengisinya, guru membawa daftar nilai, guru menyiapkan/memiliki bahan ajar, guru menyusun bahan ajar secara runut, logis, kontekstual, dan mutakhir, guru memilih sumber belajar/media pembelajaran sesuai dengan materi, guru memilih sumber belajar/media pembelajaran sesuai dengan strategi yang diterapkan, serta guru memakai pakaian yang sopan, bersih, dan rapi. Komponen pengelolaan kelas meliputi guru mengatur posisi duduk sesuai dengan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran, volume dan intonasi suara guru dapat didengar dengan baik, tutur kata guru santun dan dapat dimengerti oleh peserta didik, guru mebyesuaikan materi dengan kecepatan dan kemampuan belajar peserta didik, guru menciptakan ketertiban, kedisiplinan, kenyamanan, dan keselamatan, guru menghargai

52

pendapat peserta didik, serta guru memulai dan mengakhiri proses pembelajaran sesuai dengan waktu.

Pada aspek pembukaan proses pembelajaran, komponen yang dinilai adalah guru memulai pembelajaran dengan efektif. Hal-hal yang dinilai meliputi guru mengaitkan materi materi pembelajaran sekarang dengan pengalaman siswa atau pembelajaran sebelumnya, guru mengajukan pertanyaan menantang, guru menyampaikan manfaat/mendemonstrasikan yang terkait dengan materi pelajaran, guru menyampaikan kemampuan/tujuan pembelajaran yang akan dicapai siswa, serta guru menyampaikan rencana kegiatan yang akan dilakukan siswa.

Selain menggunakan teknik kunjungan kelas, kepala sekolah juga melaksanakan supervisi akademik menggunakan teknik observasi kelas. Teknik ini dilakukan dengan cara kepala sekolah menugaskan kepada guru untuk mengamati guru lain yang sedang mengajar. Hal ini dilakukan agar guru dapat melihat guru lain yang sedang mengajar dan melakukan perbaikan dalam pembelajaran yang dilakukannya. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Pelaksanaannya melalui tahap persiapan, pelaksanaan, penutupan, penilaian hasil observasi, dan tindak lanjut.Fokus utama yang diobservasi adalah keterampilan guru dalam penguasaan kelas dan metode yang dipergunakan guru. Dalam pelaksanaannya saya selaku kepala sekolah mengamati proses pembelajaran di luar kelas tetapi dapat melihat dan mendengarkan proses pembelajaran secara langsung. Jika penguasaan kelasnya kurang, guru akan saya arahkan agar penguasaan kelasnya diperbaiki, kalau metode pembelajaranya yang kurang pas maka saya menegur agar metode pembelajaranya diubah atau disesuaikan dengan materi pelajaran yang ada.”(Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

53

“Observasi kelas mengamati proses pembelajaran secara teliti di kelas. Tujuannya untuk memperoleh data obyektif aspek-aspek situasi pembelajaran, kesulitan-kesulitan guru dalam usaha memperbaiki proses pembelajaran. Secara umum, aspek-aspek yang diobservasi adalah usaha-usaha dan aktivitas guru-siswa dalam proses pembelajaran,cara menggunakan media pengajaranvariasi metode, ketepatan penggunaan media dengan materi, ketepatan penggunaan metode dengan materi, dan reaksi mental para siswa dalam proses belajar mengajar.” (Hasil Wawancara dengan Guru TK SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah melakukan supervisi akademik dengan teknik observasi kelas melibatkan guru secara langsung dalam pelaksanaan pengamatan terhadap guru lain yang sedang mengajar. Hal ini dilakukan untuk memperbaiki kekurangan guru dalam mengajar.

Hasil wawacara tersebut juga didukung oleh hasil observasi peneliti terhadap lembar supervisi yang digunakan kepala sekolah. Pada aspek kegiatan inti pembelajaran, komponen yang dinilai adalah guru menguasai materi pelajaran, guru menerapkan pendekatan/strategi pembelajaran yang efektif, guru memanfaatkan sumber belajar/media dalam pembelajaran, guru memicu dan/atau memelihara keterlibatan siswa dalam pembelajaran, serta guru menggunakan bahasa yang benar dan tepat dalam pembelajaran.

Kepala sekolah juga melakukan supervisi akademik menggunakan teknik individual. Hal ini dilakukan dengan mengadakan pertemuan dan diskusi secara individual untuk mengarahkan guru dan mengembangkan kemampuan guru dalam mengajar serta membantu memberikan solusi yang dihadapi guru selama pelaksanaan proses pembelajaran. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

54

“Dengan cara pertemuan, percakapan, dialog dan tukar pikiran antar supervisor guru. Tujuannya untuk mengembangkan perangkat pembelajaran yang lebih baik dan meningkatkan kemampuan guru dalam pembelajaran. Pelaksanaannya melalui kegiatan memberikan pengarahan, mendorong guru mengatasi kesulitan, dan berusaha mengembangkan segi positif guru.Biasanya pertemuan secara formal ini terjadi karena saya selaku kepala sekolah mengangap perlu untuk memanggil guru, karena beberapa alasan seperti; absensi kehadiran guru yang masih sangat kurang, terjadinya kegaduhan di kelas, rendahnya hasil pembelajaran siswa, dan karena hasil supervisi kunjungan dan observasi kelas yang menemukan rendahnya kompetensi pedagogik guru dalam melaksanakan proses pembelajaran.” (Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta) Hal ini didukung oleh hasil wawancara terhadap salah satu guru yang mengungkapkan bahwa kepala sekolah juga melakukan supervisi akademik dengan cara menemui guru secara langsung dan individual. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut:

“Iya, kepala sekolah bertemu langsung dengan guru. Pertemuan individual adalah satu pertemuan, percakapan, dialog, dan tukar pikiran antara supervisor guru. Tujuannya adalah untuk memberikan kemungkinan pertumbuhan jabatan guru melalui pemecahan kesulitan yang dihadapi, mengembangkan hal mengajar yang lebih baik, memperbaiki segala kelemahan dan kekurangan pada diri guru; dan menghilangkan atau menghindari segala prasangka.” (Hasil Wawancara dengan Guru SS SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan bahwa kepala sekolah melakukan supervisi akademik secara individual, yaitu dengan cara menemui guru secara individual dan mengadakan diskusi dengan guru tersebut terkait dengan perbaikan proses pembelajaran dan penyelesaian permasalahan pembelajaran yang dihadapi guru.

Selain secara individual, kepala sekolah juga melakukan kegiatan supervisi dengan melibatkan beberapa guru. Hal ini terjadi ketika kepala sekolah melakukan supervisi akademik menggunakan teknik kunjungan antar kelas. Teknik ini

55

melibatkan kerjasama guru dalam menyusun jadwal kunjungan dan fasilitas yang digunakan. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Guru berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran. Pelaksanaan jadwal kunjungan harus direncanakan guru-guru yang akan dikunjungi, harus diseleksi, sediakan segala fasilitas yang diperlukan.” (Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Pelaksanaan supervisi akademik teknik kunjungan antar kelas dilakukan dengan cara kepala sekolah mengunjungi guru di kelas yang sedang mengajar. Hal ini dibuktikan dengan hasil wawancara terhadap informan guru berikut.

“Iya, kunjungan antar kelas adalah guru yang satu berkunjung ke kelas yang lain di sekolah itu sendiri. Tujuannya adalah untuk berbagi pengalaman dalam pembelajaran.” (Hasil Wawancara dengan Guru TK SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Lebih lanjut informan guru yang lain menjelaskan bahwa kunjungan kelas dilakukan mulai dengan tahap perencanaan oleh kepala sekolah, dan seleksi guru yang akan disupervisi. Selanjutnya kepala sekolah menyusun jadwal kunjungan kelas untuk guru-guru lain yang akan disupervisi. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Cara melaksanakan kunjungan antar kelas awalnya kepala sekolah merencanakan jadwal. Guru-guru yang akan dikunjungi harus diseleksi dan menentukan guru-guru yang akan mengunjungi. Kepala sekolah juga menyediakan segala fasilitas yang diperlukan.”(Hasil Wawancara dengan Guru SS SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Hasil wawancara tersebut menunjukkan kepala sekolah melakukan kegiatan supervisi akademik menggunakan teknik kunjungan antar kelas dengan melibatkan guru mulai dari perencanaan supervisi. Teknik ini dilakukan dengan cara guru mengamati pembelajaran guru lain pada kelas yang lain. Berdasarkan data yang ada, kepala sekolah tidak melaksanakan teknik supervisi ini untuk

56

semua guru. Hal ini dibuktikan dengan jawaban guru yang menyatakan “sudah pernah” dan “belum pernah”.

Kepala sekolah juga melakukan kegiatan supervisi akademik dengan memberikan kesempatan kepada guru untuk menilai dirinya sendiri. Teknik ini dilakukan dengan caraguru menilai diri sendiri berdasarkan instrumen yang diberikan kepala sekolah. Selanjutnya kepala sekolah menilai hasil penilaian diri sendiri.Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Kepala sekolah memberikan kesempatan guru untuk menilai dirinya sendiri. Sebelum instrumen dinilai oleh asesor dan kepala sekolah yang membantu, guru itu diberikan instrumennya dahulu.”(Hasil Wawancara dengan Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Meskipun kepala sekolah menyatakan melakukan kegiatan supervisi akademik menggunakan teknik penilaian diri sendiri, namun hasil wawancara terhadap kedua informan guru menyatakan bahwa kepala sekolah belum pernah melaksanakan kegiatan supervisi akademik teknik penilaian diri sendiri. Berikut kutipan hasil wawancara yang menyatakan hal tersebut.

“Belum, supervisi sekolah dari dinas, format dari guru belum ada.” (Hasil Wawancara dengan Guru TK SMP Negeri 4 Yogyakarta).

“Belum pernah.”(Hasil Wawancara dengan Guru SS SMP Negeri 4 Yogyakarta).

Selain belum melaksanakan kegiatan supervisi akademik menggunakan

Dokumen terkait