BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
B. Pelaksanaan Tindakan
1. Hasil Tindakan Kelas Siklus I
a. Perencanaan pelaksanaan tindakan kelas siklus I
Perencanaan tindakan kelas siklus I, dilaksanakan mulai tanggal 1 Februari 2013. Berdasarkan hasil observasi awal dan hasil diskusi dengan guru matematika, peneliti memutuskan untuk menggunakan pendekatan PMRI. Kegiatan pembelajaran dilaksanakan berdasarkan RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran) yang telah disusun dengan alokasi waktu selama 3 jam pelajaran (3 x 40 menit) dengan materi ajar yang disampaikan yaitu mengenal lambang bilangan romawi dan menyatakan bilangan cacah sebagai bilangan romawi dan sebaliknya. Perencanaan tindakan kelas putaran I dilaksanakan dengan memperhatikan permasalahan- permasalahan yang telah dibicarakan antara peneliti dengan guru matematika pada observasi awal.
Penelitian tindakan kelas siklus I menggunakan pendekatan PMRI dalam melaksanakan tindakan siklus I. Perencanaan prosedur pendekatan PMRI adalah a) Guru memberikan masalah kontekstual kepada siswa, b) Guru menjelaskan situasi dan kondisi dari soal dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa saran seperlunya, terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami, c) Selanjutnya siswa mnyelesaikan masalah dengan cara sendiri berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya, d) Guru meminta siswa membentuk kelompok, bekerjasama mendiskusikan penyelesaian masalah-masalah yang telah diselesaikan secara individu (negosiasi, membandingkan, dan berdiskusi), e) Dari hasil diskusi kelas, guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan.
b. Pelaksanaan tindakan kelas siklus I.
Tindakan pada siklus I dilakukan dalam 2 kali pertemuan masing – masing pertemuan dilakukan dalam 3 x 40 menit. Tindakan dilakukan dengan menerapkan PMRI untuk meningkatkan kerjasama siswa dan prestasi belajar. Pemberi tindakan adalah guru sebagai peneliti dan yang diberi tindakan adalah siswa kelas IV, yang berjumlah 30 siswa. Adapun materi pelajaran pada siklus I adalah bilangan romawi.
Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan pertama berlangsung selama 3 jam pelajaran, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1). Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal guru memberi pengantar sebagai apersepsi memulai pembelajaran. “Selamat pagi anak-anak dan apa kabar kalian semua?”, sapa guru. Siswa di absen oleh guru. Semua siswa masuk, tidak ada yang absen. Kemudian dilakukan doa bersama. Setelah itu, guru menjelaskan bahwa saat ini akan dilangsungkan pembelajaran melalui PMRI.”saat ini kita gunakan cara belajar-mengajar yang agak berbeda dengan biasanya yaitu dengan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia atau disingkat PMRI. Artinya sejak saat ini kita akan belajar dengan menggunakan pengetahuan kita dalam kehidupan sehari-hari yang sesuai dengan materi pembelajaran. Oleh karena itu anak-anak harus berani dan ikut aktif menyampaikan segala hal yang diketahui dalam kehidupan kita sehari-hari yang sesuai dengan tema atau materi pembelajaran”. “Apa ada pertanyaan?” tanya guru, siswa diam tidak ada yang menjawab. “Jika tidak ada yang tanya, berarti setuju”. Kemudian Guru menyampaikan materi pembelajaran; “Hari ini kita akan belajar tentang bilangan romawi”; “ ada yang tahu atau ada yang pernah melihat bilangan romawi?”, tanya guru. “saya pak, di rumah saya ada jam yang angkanya bilangan romawi”, sahut seorang siswa. “saya juga pak”, sahut siswa yang lain sehingga ruang kelas menjadi agak gaduh. “ya, ya, tapi jangan ribut”.Kata Guru.
Kemudian guru menjelaskan peraturan, bahwa dalam pembelajaran siswa harus saling bekerjasama dengan siswa lain. Oleh karena itu dibuat kelompok-kelompok kerjasama, yang masing-masing kelompok terdiri dari 6 orang. Setiap kelompok terdiri dari siswa yang tempat duduknya saling berdekatan. “Sekarang buatlah kelompok kerjasama diantara kalian, dibagi menjadi 5 kelompok, masing-masing kelompok beranggota 6 orang”. Perintah guru. Kelas menjadi gaduh. “jangan gaduh, buat kelompok secara tenang”. Guru dan kolaboratur ikut membantu siswa membentuk kelompok kerjasama.
Guru mengamati kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. “Ayo persiapkan semua peralatan, sudah siap?”; “siap” jawab beberapa siswa serentak. Kemudian guru bertanya secara lisan kepada siswa untuk mengantarkan ke materi inti, “ ada yang ditanyakan dari pelajaran terakhir ini?, tanya guru berusaha mengkaitkan pelajaran hari itu dengan waktu-waktu sebelumnya.” sudah jelas ”. Siswa menjawab bersahutan. Guru melanjutkan mengenalkan materi yang akan dipelajari dan menjelaskan tujuan pembelajaran bilangan romawi yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. “perhatikan tema hari ini sangat penting untuk diketahui karena sering kita alami dalam hidup keseharian kita”. 2). Kegiatan Inti
Guru melanjutkan pelajaran; Guru mengenalkan lambang bilangan romawi dan menuliskannya di papan tulis:
I melambangkan bilangan 1 C melambangkan bilangan 100
V melambangkan bilangan 5 D melambangkan bilangan 500
X melambangkan bilangan 10 M melambangkan bilangan 1.000
L melambangkan bilangan 50
“Untuk menuliskan bilangan selain bilangan 1, 5,10,100,500 dan 1000, dilakukan dengan campuran dari bilangan-bilangan tersebut di papan tulis”. Jelas guru. “Aturan penulisan lambangan bilangan romawi adalah 1.Lambang bilangan tidak boleh ditulis berderet lebih dari tiga angka atau huruf yang sama.. Contoh : 4 ditulis IV bukan IIII; 2. Bila angka disebelah kiri lebih besar dari angka disebalah kanan, maka menyatakan
penjumlahan. Contoh : VI artinya 5 + 1 = 6; 3. Bila angka disebelah kiri lebih kecil dari angka disebelah kanan, maka menyatakan
pengurangan. Contoh : IV artinya 5 – 1 = 4 (pengurang ditulis di depan yang dikurang); 4. Sistem penjumlahan dan pengurangan. Contoh : 14 =10 + (5 – 1) ditulis XIV; 5. Lambang V dan X hanya boleh dikurangi satu I, sedangkan L dan C hanya boleh dikurangi satu X. Lambang M dan D hanya boleh dikurangi satu C”. Lanjut guru sambil menuliskan contoh di papan tulis. Guru melanjutkan “ Pemakaian bilangan romawi dapat kita temui dalam kehidupan kita sehari-hari yaitu untuk penomoran, contohnya penomoran bab dalam sebuah buku dan sebagainya di samping itu angka romawi juga digunakan untuk menuliskan tingkat contoh nomor IV di atas pintu kelas kita dan sebagainya”. Guru melanjutkan “ ada yang ingin bertanya?” ucap guru sambil melihat siswa satu-persatu, Suasana menjadi sunyi. “ Ayo siapa
yang ingin bertanya, ada hadiah khusus”. “apa ada kalender yang ditulis dengan bilangan romawi,pak?”. Tanya seorang siswa; “ada yang bisa menjawab pertanyaan teman kalian anak-anak?”. Guru mengembalikan pertanyaan tadi kepada siswa yang lainnya. “tidak ada, tak ada” jawab siswa bersahutan. Kemudian guru menjelaskan “ ya benar, di negara kita tidak menggunakan bilangan romawi pada penanggalan atau kalender”. Jelas guru. Setelah cukup mengerti tentang materi yang disampaikan, kemudian guru dibantu kolaborator membagikan lembar kerja siswa (LKS) yang berisi soal atau masalah yang harus didiskusikan di dalam masing-masing kelompok.
Selanjutnya guru menerangkan cara kerja kelompok dalam berdiskusi dan meminta siswa untuk segera menyelesaikan tugasnya. “ dalam lembar kartu yang diterima masing-masing kelompok ada soal yang harus di jawab. Diskusikan dulu diantara anggota kelompok agar jawaban tidak salah. Bagi yang benar dan paling cepat selesai ada nilai ekstranya, ayo lekas kerjakan.” Perintah guru.
Setelah terjadi diskusi pada masing-masing kelompok dan mengerjakan soal yang diberikan, maka kelompok diminta untuk mengumpulkan hasil pekerjaannya dan diserahkan kepada guru. Melalui hasil kerja kelompok tersebut, guru dapat mengetahui kelompok mana yang sudah menyelesaikan tugasnya, dan kelompok mana yang belum tuntas mengerjakan tugasnya. Kemudian guru mengumumkan kelompok-kelompok yang sudah tuntas.
Selanjutnya guru mengadakan diskusi kelas. Pada kesempatan ini terjadi penyatuan pendapat dan guru sebagai mediatornya sekaligus meluruskan apa-apa yang dinilai menyimpang. Hasil diskusi kelas ini merupakan kesimpulan akhir pelajaran.
3). Kegiatan penutup
Setelah kegiatan diskusi berakhir dan sudah diperoleh kesimpulan tentang lambang bilangan romawi, guru mengadakan tes dan selanjutnya guru memberikan tugas rumah (PR). Guru menjelaskan “saya minta siswa mengingat anggota kelompok kerjasama masing-masing, karena untuk selanjutnya kita akan melakukan pembelajaran seperti tadi. jangan lupa kerjakan PR untuk masing-masing siswa. Selamat belajar dan selamat siang anak-anak ”. Kemudian guru keluar ruangan diikuti oleh kolaborator.
c. Observasi
Hasil observasi terhadap aktifitas belajar siswa kelas IV pada saat mengikuti proses pembelajaran Matematika siklus I pertemua pertama dapat disebutkan sebagai berikut.
Proses pembelajaran dimulai dengan menanyakan kehadiran siswa dalam kelas. Dengan tanya jawab mengingatkan kembali materi sebelumnya. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberi motivasi kepada siswatentang pentingnya materi dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari–hari. Guru meminta siswa membentuk kelompok kerjasama dalam satu kelas menjadi 5 kelompok dengan
masing-masing anggota kelompok sebanyak 5 siswa. Kemudian guru menyampaikan materi yang harus dipelajari. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa sebagai penguat pemahaman materi yang sedang disampaikan. Guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya atas materi pembelajaran yang belum jelas. Guru memberikan LKS yang berisi masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang harus dipelajari siswa dan meminta siswa untuk berdiskusi memahami masalah tersebut, guru menjelaskan situasi dan kondisi dari materi dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa saran seperlunya, terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami, selanjutnya siswa mnyelesaikan masalah dengan cara sendiri berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya, dan bekerjasama mendiskusikan penyelesaian masalah-masalah yang telah diselesaikan secara individu (negosiasi, membandingkan, dan berdiskusi), dalam berkelompok siswa masih terlihat belum bisa berdiskusi untuk membandingkan jawaban. Setelah semuanya sudah menemukan cara yang mudah dipahami kemudian guru meninta siswa untuk berdiskusi antar kelompok dan mengarahkannya menarik kesimpulan. Sebelum mengakhiri pertemuan, guru memberikan tugas individu sebagai PR.
Siswa mengikuti proses pembelajaran, pada mulanya gaduh karena siswa baru pertama kali menerapkan strategi pembelajaran yang berbeda. Tetapi tidak terlalu lama menjadi tenang kembali.
Pada siklus I pertemuan pertama ini, diperoleh data mengenai berbagai aktivitas dari seluruh siswa yang berjumlah 30 siswa yaitu siswa yang memperhatikan penjelasaan guru sebanyak 18 siswa (60%), menjawab pertanyaan dari guru sebanyak 10 siswa (33,3%), mengajukan pertanyaan 12 siswa (40%), dan mengerjakan soal di depan kelas sebanyak 8 siswa (26,6%), Siswa yang mengerjakan PR dari guru sebanyak 17 (56,7%). Selain itu diketahui pula bahwa dari hasil tes yang tuntas KKM sebanyak 21siswa (70%) dari 30 siswa.
Pelaksanaan tindakan siklus I pertemuan kedua berlangsung selama 3 jam pelajaran, dapat dijelaskan sebagai berikut:
1). Kegiatan Awal
Pada kegiatan awal guru memberi pengantar sebagai apersepsi memulai pembelajaran. “Selamat pagi dan apa kabar kalian semua?”, sapa guru. Siswa di absen oleh guru. Semua siswa masuk, tidak ada yang absen. Kemudian diadakan doa bersama. Setelah itu guru mengamati kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran. Siswa menyiapkan buku matematika dan berkonsentrasi pada pelajaran. Kemudian guru bertanya secara lisan kepada siswa untuk mengantarkan ke materi inti, “ kita lanjutkan pelajaran hari ini, terakhir pertemuan kita kemarin, membahas tentang ?”, ucap guru dengan nada bertanya. “Bilangan romawi” Jawab beberapa siswa bersamaan. “Sudah paham?, ada yang belum jelas?”. Tegas guru. “ Sudah paham semua”. Suara beberapa siswa. Sekarang kumpulkan PR kalian, taruh di atas meja guru”. Ucap guru. Suasana kelas
menjadi agak gaduh. Melihat situasi yang demikian dan juga karena hasil kerja siswa masih banyak yang belum tuntas, maka guru mengulang pembelajaran pada pertemuan terakhir secara sekilas.
Guru mengenalkan materi bilangan romawi dengan sub bahasan menggunakan lambang bilangan romawi yang akan dipelajari dan menjelaskan tujuan pembelajaran, serta menekankan kemampuan yang harus dikuasai siswa untuk kepentingan dalam kehidupan sehari-hari. 2). Kegiatan Inti
Guru melanjutkan pelajaran;
Guru menjelaskan cara menggunakan lambang bilangan romawi dan menuliskannya di papan tulis sebagai berikut.
Aturan penggunaan bilangan romawi:
1. lambang bilangan tidak boleh ditulis berderet lebih dari tiga angka atau huruf yang sama. Contoh : 40 ditulis XL bukan XXXX
2. Bila angka disebelah kiri lebih besar dari angka disebalah kanan, maka menyatakan penjumlahan. Contoh : VIII artinya 5 + 3 = 8;
3. Bila angka disebelah kiri lebih kecil dari angka disebelah kanan, maka menyatakan pengurangan. Contoh : IX artinya 10 – 1 = 9 (pengurang ditulis di depan yang dikurang);
4. Sistem penjumlahan dan pengurangan. Contoh : 14 =10 + (5 – 1) ditulis XIV;
5. Lambang V dan X hanya boleh dikurangi satu I, L dan C hanya boleh dikurangi satu X.
M dan D hanya boleh dikurangi satu C”.
“Contoh di papan tulis. Tidak perlu kalian catat lagi karena kemarin sudah dicatat”. Ucap guru, “ini hanya untuk mengingatkan kalian dalam mempelajari penggunaan bilangan romawi hari ini” lanjut guru. Setelah siswa dianggap cukup ingat atas materi yang diberikan pada pertemuan terakhir sebelumnya, maka guru dibantu kolaborator membagikan lembar kerja siswa (LKS) yang berisi soal atau masalah yang harus didiskusikan di dalam masing-masing kelompok.
Selanjutnya guru menerangkan cara kerja kelompok dalam berdiskusi dan meminta siswa untuk segera menyelesaikan tugasnya. “ dalam lembar kartu yang diterima masing-masing kelompok ada soal yang harus di jawa oleh setiap siswa. Diskusikan dulu diantara anggota kelompok agar jawabannya benar. Bagi yang benar dan paling cepat selesai ada nilai ekstranya, ayo lekas kerjakan.” Perintah guru.
Setelah terjadi diskusi pada masing-masing kelompok dan mengerjakan soal yang diberikan, maka kelompok diminta untuk mengumpulkan hasil pekerjaannya dan diserahkan kepada guru. Melalui hasil kerja kelompok tersebut, guru dapat mengetahui kelompok mana yang sudah menyelesaikan tugasnya, dan kelompok mana yang belum tuntas mengerjakan tugasnya. Kemudian guru mengumumkan kelompok-kelompok yang sudah tuntas.
Selanjutnya guru mengadakan diskusi kelas. Pada kesempatan ini terjadi penyatuan pendapat dan guru sebagai mediatornya sekaligus
meluruskan apa-apa yang dinilai menyimpang. Hasil diskusi kelas ini merupakan kesimpulan akhir pelajaran.
3). Kegiatan penutup
Setelah kegiatan diskusi berakhir dan sudah diperoleh kesimpulan tentang penggunaan lambang bilangan romawi, guru mengadakan tes dan selanjutnya guru memberikan tugas rumah (PR). Guru menjelaskan “saya minta siswa mengingat anggota kelompok kerjasama masing-masing, karena untuk selanjutnya kita akan melakukan pembelajaran seperti tadi. jangan lupa kerjakan PR untuk masing-masing siswa., selamat belajar dan salam sejahtera ”. Kemudian guru keluar ruangan diikuti oleh kolaborator.
Hasil observasi terhadap aktifitas belajar siswa kelas IV pada saat mengikuti proses pembelajaran Matematika siklus I pertemua kedua dapat disebutkan sebagai berikut:
Proses pembelajaran dimulai dengan menanyakan kehadiran siswa dalam kelas. Dengan tanya jawab mengingatkan kembali materi sebelumnya. Kemudian menyampaikan tujuan pembelajaran dan memberi motivasi kepada siswa tentang pentingnya materi dalam menyelesaikan masalah kehidupan sehari–hari. Setelah melakukan apersepsi, kemudian guru menyampaikan materi yang harus dipelajari. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa sebagai penguat pemahaman materi yang sedang disampaikan. Guru juga memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya atas materi pembelajaran yang
belum jelas. Guru memberikan LKS yang berisi masalah kontekstual dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan materi yang harus dipelajari siswa dan meminta siswa untuk berdiskusi memahami masalah tersebut, guru menjelaskan situasi dan kondisi dari materi dalam LKS dengan cara memberikan petunjuk-petunjuk atau berupa saran seperlunya, terbatas pada bagian-bagian tertentu dari permasalahan yang belum dipahami, selanjutnya siswa mnyelesaikan masalah dengan cara sendiri berdasarkan pengetahuan awal yang dimilikinya, dan bekerjasama mendiskusikan penyelesaian masalah-masalah yang telah diselesaikan secara individu (negosiasi, membandingkan, dan berdiskusi), Terlihat siswa sudah cukup bisa berdiskusi untuk membandingkan jawaban dengan siswa lain dalam kelompoknya. Guru meninta siswa untuk berdiskusi antar kelompok dan mengarahkannya menarik kesimpulan. Kemudian guru mengadakan tes atas pembelajaran yang telah dilakukan. Sebelum mengakhiri pertemuan, guru memberikan tugas individu sebagai PR. Pada siklus I pertemuan kedua ini, diperoleh data mengenai berbagai aktivitas seluruh siswa yang berjumlah 30 siswa yaitu siswa yang memperhatikan penjelasaan guru sebanyak 24 siswa (80%), menjawab pertanyaan dari guru sebanyak 22 siswa (73,3%), mengajukan pertanyaan 18 siswa (60%), dan mengerjakan soal di depan kelas sebanyak 12 siswa (26,6%), Siswa yang mengerjakan PR dari guru sebanyak 26 (86,7%). Selain itu diketahui pula bahwa dari hasil tes yang tuntas KKM sebanyak 23 siswa (76,6%) dari 30 siswa.
d. Refleksi tindakan siklus I
Perenungan atau refleksi terhadap hasil tindakan kelas siklus I yang dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan yaitu dilaksanakan pada hari Senin tanggal 4 Februari 2013 dan hari Jum’at 8 Februari 2013 dapat dinyatakan sebagai berikut:
Berdasarkan analisis kolaborasi antara peneliti dan guru kelas IV SD Kanisius Kintelan, diperoleh beberapa hal yang dapat dicatat sebagai masukan untuk perbaikan pada siklus II.
1). Tindakan yang sudah berhasil pada siklus I
Tindakan yang sudah berhasil pada siklus I berdasarkan analisis kolaborasi antara peneliti dan guru kelas IV SD Kanisius Kintelan adalah
a) Pelaksanaan kegiatan pembelajaran sudah sesuai dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) tindakan siklus I.
b) Aktivitas belajar siswa sudah mengalami peningkatan, meskipun kurang signifikan, siswa yang memperhatikan penjelasan guru, menjawab pertanyaan dari guru, mengajukan pertanyaan, dan mengejakan soal di depan kelas maupun yang mengerjakan PR telah bertambah.
c) Kerjasama siswa telah mengalami peningkatan, disamping itu hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, meskipun masih cukup banyak siswa yang mendapatkan nilai hasil belajar putaran I di bawah batas ketuntasan minimal yaitu 65.
Hal tersebut dapat dilihat dari tabel kondisi aktivitas belajar siswa kelas IV SD Kanisius Kintelan pada saat mengikuti proses pembelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan PMRI yang diselenggarakan dalam 2 (dua) kali pertemuan yaitu pada tanggal 4 Februari dan tanggal 8 Februari 2013 sebagai berikut.
Tabel 4.4 Kegiatan Pembelajaran Siswa Saat Pembelajaran Siklus I
No Belajar siswa Pertemuan ke Rata-rata % I II 4-2-‘13 8-2-‘13
1. Siswa aktif memperhatikan penjelasan guru
18 24 21 70%
2. Siswa menjawab pertanyaan 10 22 16 53.3%
3. Siswa bertanya hal yang belum dipahami
12 18 15 50%
4. Siswa mengerjakan tugas yang diberikan guru di depan kelas
8 12 10 33,3%
5. Siswa mengerjakan PR 26 26 26 86,7%
Rata-rata 58,6%
Jumlah siswa: 30 anak
Sumber : Data primer, 2013. Diolah.
Berdasarkan data dari hasil observasi hasil belajar siswa dapat dijelaskan bahwa dari sejumlah 30 siswa kelas IV, rata- rata siswa yang
memperhatikan penjelasaan guru sebanyak 21 siswa (70%), menjawab pertanyaan dari guru sebanyak 16 siswa (53,3%), mengajukan pertanyaan 15 siswa (50%), dan mengerjakan soal di depan kelas 10 siswa (33,3%), Siswa yang mengerjakan PR dari guru sebanyak 26 (86,7%).
Adapun hasil jawaban kuesioner yang diberikan siswa pada siklus adalah:
Tabel 4.5 Kerjasama Siswa Prasiklus
No Variabel
Kerjasama
Aspek %
1. Ketergantungan Positip 10,88%
2. Tanggung jawab Perorangan 11,4%
3. Partisipasi 13,8%
4. Tatap Muka 11,26%
5. Komunikasi antar anggota 15,97%
Jumlah 63,3%
Jumlah siswa: 30 anak
Sumber: Data Primer 2013, diolah
Berdasarkan data dari hasil jawaban kuesioner yang diberikan pada siswa pada saat pratindakan, dapat diketahui bahwa kerjasama siswa sebesar 63,3%, terdiri dari aspek ketergantungan positip sebesar 10,88%; tanggung jawab perorangan sebesar 11,4%; partisipasi 13,8%; tatap muka sebesar 11,26%; dan komunikasi antar anggota sebesar 15,97%.
Hasil belajar dari 30 siswa kelas IV setelah menyelesaikan materi pelajaran matematika dan diberikan tes oleh guru diperoleh hasil sebagai berikut :
Dari 30 siswa yang berhasil mencapai KKM hanya sebanyak 22 siswa (73,3%). Hasil ini masih dibawah harapan guru.
Data lengkap hasil ulangan harian mata pelajaran matematika materi bilangan romawi setelah tindakan siklus I dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.6 Hasil Ulangan Harian Matematika Kelas IV SD Kanisius Kintelan Siklus I No Uraian Nilai Keterangan Pertemuan 1 Pertemuan 2 Rata-rata 1 KKM 65 65
2 Tuntas 21 siswa 23siswa 22 73,3 %
3 Belum tuntas 9siswa 7siswa 8 26,7 %
2) Tindakan yang belum berhasil pada siklus I
Tindakan yang belum berhasil pada putaran I berdasarkan analisis kolaborasi antara peneliti dan guru kelas IV SD Kanisius Kintelan adalah sebagai berikut.
a) Penerapan pendekatan RME dalam pembelajaran belum optimal, suasana kelas masih sering gaduh.
b) Motivasi siswa dalam mengikuti pembelajaran masih belum optimal.
c) Peningkatan minat dan hasil belajar siswa belum sesuai dengan yang diharapkan oleh peneliti dan guru.
3) Faktor penyebab adanya tindakan yang belum berhasil pada siklus I. Pada siklus I, Kerjasama siswa, hasil belajar siswa dan penerapan
pendekatan PMRI dalam pembelajaran BELUM optimal. Adapun Faktor penyebabnya adalah
a) Guru belum maksimal dalam mengarahkan jalannya pembelajaran PMRI dan pembelajaran masih didominasi oleh guru. b) PMRI, merupakan pendekatan pembelajaran yang masih baru sehingga
siswa banyak yang kebingungan dalam penerapannya. c) Bimbingan dan kerjasama dari guru masih kurang. 4) Tindakan perbaikan untuk siklus II
Peneliti dan guru kelas sepakat untuk melakukan tindakan perbaikan pada siklus II. Tindakan yang akan dilakukan pada siklus II:
a) Guru perlu mengoptimalkan pemberian motivasi kepada siswa untuk meningkatkan kerjasama siswa dan hasil belajar matematika siswa.
b) Peningkatan penggunaan pendekatan PMRI c) Bimbingan dan arahan guru lebih dioptimalkan.
Berdasarkan hasil refleksi di atas dapat dinyatakan bahwa kegiatan yang dilakukan pada tindakan siklus I dalam pembelajaran belum sesuai dengan harapan guru. Kerjasama siswa maupun hasil belajar siswa masih dibawah harapan yang telah ditetapkan guru dan peneliti. Kerjasama siswa masih di bawah 21 siswa (70%) dan hasil belajar siswa belum mencapai KKM lebih besar dari 24 siswa (80%). Pada siklus I ini. peran guru masih tampak dominan karena guru masih banyak menuntun atau memberikan penjelasan pada siswa baik dalam menjelaskan soal dalam kehidupan sehari-hari yang telah diberikan maupun dalam diskusi kelompok, guru juga kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam mengikuti pembelajaran misalkan dengan siswa bertanya. Dalam hal penggunaan pendekatan PMRI juga belum kondusif, terlihat dari sering gaduhnya suasana kelas..
Kesimpulan yang dapat diambil dari keseluruhan tindakan yang telah dilakukan pada siklus I ini masih perlu diadakan perbaikan pada siklus selanjutnya karena hasil yang dicapai belum sesuai dengan kriteria yang ditetapkan yaitu kerjasama siswa sebesar minimal 70% dan