BAB IV. HASIL PENELITIAN
B. Hasil Penelitian
3. Pelaksanaan Uji Coba
Sebelum diujicobakan ke siswa, instrumen A dan B diujicobakan secara peer untuk memperoleh validasi dari peer reviewer. Langkah ini sudah mulai
masuk pada tahap pengembangan (Develop). Uji coba lapangan dilakukan untuk
memperoleh masukan langsung berupa respon, reaksi, komentar para pengamat
terhadap perangkat pembelajaran yang telah disusun. Menurut Thiagarajan (1974:
8)ujicoba, revisi, dan ujicoba kembali terus dilakukan hingga diperoleh perangkat
yang konsisten dan efektif. Masing-masing instrumen tes diujicobakan secara peer
dengan peserta 2-5 orang. Uji coba ini dilaksanakan pada hari Selasa, 31 Januari
2012. Hasil uji coba peer untuk instrumen A dan B dapar dilihat pada Lampiran 5
dan 6. Keputusan berdasarkan uji coba ini dijelaskan sebagai berikut:
1) Instrumen A
Uji coba ini dilakukan sebagai upaya untuk memperoleh validasi peer
reviewer. Hal ini dilakukan dengan mengujikan instrumen tes tersusun kepada sesama mahasiswa. Mahasiswa yang menjadi responden dalam penelitian ini berjumlah empat orang (Tabel 4.12). Setiap mahasiswa diminta mengerjakan instrumen secara essay (menyertakan cara penyelesaian) sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan, yaitu 60 menit.
Tabel 4.12. Peserta Uji Coba Peer Instrumen A
No Nama Instansi Keterangan
1. Dian Wahyu Nur Ivanty Pendidikan Fisika UNS Mahasiswa
2. Mufid Habibi Pendidikan Fisika UNS Mahasiswa
3. Wahyu Setyawan Pendidikan Fisika UNS Mahasiswa
4. Siti Nurrohmah Pendidikan Fisika UNS Mahasiswa
Berdasarkan hasil uji coba, dapat diketahui bahwa dengan alokasi waktu 60 menit, rata-rata responden menjawab 28 butir dari 30 butir soal yang diteskan. Hasil ini mengindikasikan bahwa apabila instrumen tersebut diaplikasikan ke siswa SMA, alokasi waktu 60 menit belum cukup untuk mengerjakan semua soal yang diujikan. Dengan hasil ini, alokasi waktu ditambah menjadi 90 menit.
commit to user
sesuai dengan kunci jawaban oleh responden, yaitu nomor 1, 3, 4, 7, 9, 13, 14, 15, 16, 17, 22. Sedangkan 19 soal lainnya berhasil dijawab dengan benar oleh sebagian responden dan dijawab salah oleh responden yang lain. Dengan hasil ini,
dilakukan interview dengan responden yang hasilnya secara rinci dijelaskan pada
Tabel 4.13 berikut:
Tabel 4.13. Hasil Peer Reviewer Instrumen A
No Nomor
Soal Keterangan Kesimpulan
1. 2 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan salah satu responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden tersebut salah dalam konsep pemahaman soal.
Instrumen dapat dikatakan valid dan dapat digunakan. 2. 5 Dua responden menjawab dengan benar, sedangkan
dua responden lainnya menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban. Setelah dilakukan wawancara, diketahui bahwa keduanya disebabkan oleh faktor cetakan gambar yang kurang jelas, sehingga skala nonius yang berimpit dengan skala utama agak kabur.
Instrumen dapat dikatakan valid dengan revisi untuk memperjelas gambar. 3. 6 Tiga responden menjawab dengan benar dan satu
responden lain menjawab salah karena lupa dengan konsep angka penting pada operasi perkalian.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 4. 8 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar
dan tiga responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban karena faktor kekurangtelitian
responden dalam perhitungan matematisnya.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 5. 10 Dua responden menjawab dengan benar. Jawaban satu
responden lain tidak sesuai dengan kunci jawaban karena faktor kekurangtelitian perhitungan, sedangkan satu responden lainnya tidak menjawab soal karena tidak dapat mencerna soal dengan benar dan tidak sempat mencoba menjawab karena alokasi waktu sudah berakhir.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
6. 11 Tiga responden menjawab dengan benar dan satu responden lain menjawab salah karena kurang memahami konsep untuk membedakan speed dan
velocity.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 7. 12 Tiga responden menjawab dengan benar dan satu
responden lain menjawab salah karena kurang teliti dalam perhitungan.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 8. 18 Semua responden menjawab dengan jawaban yang
tidak sesuai dengan kunci. Salah satu responden tidak menjawab, karena lupa dan tidak sempat menjawab karena alokasi waktu yang diberikan telah berakhir. Tiga responden lainnya menjawab salah karena lupa dengan konsep gerak melingkar. Setelah dilakukan diskusi, ketiga responden setuju dengan pernyataan pada kunci jawaban.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
9. 19 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan
commit to user
tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden tersebut kurang teliti dalam mencerna soal.
10. 20 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar dan tiga responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama dan ketiga kurang teliti dalam menghitung, responden kedua lupa dengan konsep dan rumus pada gerak melingkar.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
11. 21 Dua responden menjawab dengan benar. Jawaban responden kedua tidak sesuai dengan kunci jawaban karena kurang memahami soal sehinngga terjadi kesalahan analisis, sedangkan satu responden lainnya menjawab salah karena faktor kekurangtelitian perhitungan.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
12. 23 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan salah satu responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden tersebut kurang teliti dalam menghitung.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 13. 24 Semua responden menjawab dengan jawaban yang
tidak sesuai dengan kunci jawaban, disebabkan karena ada angka yang tidak muncul pada variabel yang ditentukan. Setelah dilakukan diskusi, semua
responden setuju dengan jawaban pada kunci jawaban yang telah tersusun.
Instrumen valid dan dapat digunakan dengan catatan bahwa ketika soal dicetak, harus lebih diteliti kembali. 14. 25 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan
salah satu responden tidak menjawab karena malas menghitung (soal dilewati) dan tidak sempat mencoba menghitung karena alokasi waktu telah berakhir.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 15. 26 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan
salah satu responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden tersebut kurang teliti dalam menghitung.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 16. 27 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan
salah satu responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden tersebut salah konsep dalam memahami hukum 3 Newton.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
17. 28 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan salah satu responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden masih belum paham dengan konsep aksi reaksi untuk menentukan gaya kontak.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
18. 29 Tiga responden menjawab dengan benar, sedangkan salah satu responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden tersebut salah konsep dalam memahami penerapan hukum Newton dalam gerak vertikal.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
19. 30 Dua responden menjawab dengan benar. Responden kedua menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena responden tersebut lupa dalam penerapan hukum Newton pada gerak
melingkar, sedangkan responden ketiga menjawab kebalikan dengan jawaban karena berbeda persepsi dalam memahami soal.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
commit to user
Berdasarkan hasil uji coba peer tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat
beberapa kesalahan penulisan ataupun masalah cetakan pada instrumen yang diteskan sehingga perlu dilakukan pengecekan ulang tes sebelum diujicobakan. Selain itu, dalam penyajian gambar juga harus diperjelas supaya ketika instrumen diperbanyak tidak mengurangi kejelasan soal. Hasil ini menunjukkan bahwa semua instrumen A telah valid dan dapat digunakan karena jawaban peserta tes sesuai dengan yang diharapkan pada penelitian pengembangan ini, artinya instrumen tersusun sudah sesuai untuk mengukur kemampuan siswa berdasarkan indikator-indikator pembelajaran yang akan dicapai.
2) Instrumen B
Instrumen B diujicobakan dengan peserta berjumlah tiga orang (Tabel 4.14). Setiap mahasiswa diminta mengerjakan instrumen secara essay (menyertakan cara penyelesaian) sesuai dengan alokasi waktu yang ditetapkan, yaitu 60 menit.
Tabel 4.14. Peserta Uji Coba Peer Instrumen B
No Nama Instansi Keterangan
1. Tutut Widowati Pendidikan Fisika UNS Mahasiswa
2. Yulian Adi Setyono Pendidikan Fisika UNS Mahasiswa
3. Dhika Pratama K H Pendidikan Fisika UNS Mahasiswa
Berdasarkan hasil uji coba, dapat diketahui bahwa dengan alokasi waktu 60 menit, ketiga responden mampu menjawab 24 butir sampai 28 soal dari 30 butir soal yang diteskan. Hasil ini mengindikasikan bahwa apabila instrumen tersebut diaplikasikan ke siswa SMA, alokasi waktu 60 menit belum cukup untuk mengerjakan semua soal yang diujikan. Dengan hasil ini, alokasi waktu ditambah menjadi 90 menit.
Sedangkan ditinjau dari kesesuaian dengan kunci jawaban, diketahui bahwa 8 butir soal dari 30 soal yang diujikan berhasil dijawab dengan benar sesuai dengan kunci jawaban oleh responden, yaitu nomor 1, 3, 5, 8, 11, 12, 14, 24. Sedangkan 22 soal lainnya berhasil dijawab dengan benar oleh sebagian responden dan dijawab salah atau tidak dijawab oleh responden yang lain. Dengan
hasil ini, dilakukan interview dengan responden yang hasilnya secara rinci
commit to user
Tabel 4.15. Hasil Peer Reviewer Instrumen B
No Nomor
Soal Keterangan Kesimpulan
1. 2 Responden pertama menjawab dengan benar. Responden kedua menjawab salah karena kurang memahami soal berbahasa Inggris. Sedangkan responden ketiga menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena kurang teliti dalam menjawab.
Instrumen dapat dikatakan valid dan dapat digunakan.
2. 4 Responden pertama tidak menjawab, karena soal berbahasa Inggris jadi dilewati dan tidak sempat menjawab karena alokasi waktu telah berakhir. Responden kedua tidak dapat mencerna soal dengan baik, sehingga dilewati dan tidak sempat menjawab karena alokasi waktu telah berakhir. Namun, setelah dilakukan diskusi, kedua responden setuju dengan kunci jawaban. Sedangkan responden ketiga menjawab dengan jawaban sesuai dengan kunci jawaban.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
3. 6 Dua responden tidak menjawab karena belum sempat menghitung. Sedangkan satu responden lain,
menjawab dengan jawaban yang berbeda dengan kunci jawaban. Jawaban responden tersebut tidak ada dalam alternatif jawaban yang tersedia. Setelah dilakukan diskusi, diketahui bahwa alternatif jawaban yang disediakan memang belum ada kunci
jawabannya, sehingga dilakukan revisi.
Instrumen valid dan daat digunakan dengan catatan harus dilakukan revisi alternatif jawaban. 4. 7 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar
dan dua responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama salah menjawab karena faktor kekurangtelitian responden, sedangkan responden kedua lupa.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
5. 9 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar dan dua responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden kedua salah menjawab karena lupa rumusnya, sedangkan responden ketiga kurang teliti dalam menghitung.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
6. 10 Semua responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama kurang teliti dalam menghitung sehingga jawabannya terbalik. Responden kedua tidak menjawab karena lupa dengan rumusnya, sedangkan responden ketiga tidak paham dengan soal karena soal berbahasa Inggris. Setelah dilakukan diskusi, ketiga responden setuju dengan pernyataan pada kunci jawaban.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
7. 13 Dua responden menjawab dengan jawaban yang sesuai dengan kunci jawaban, sedangkan satu responden lainnya salah dalam menganalisis grafik karena salah pemahaman terhadap konsep.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 8. 15 Terjadi kesalahan pengetikan soal, sehingga jawaban
tidak ada dalam alternatif yang tersedia. Setelah dilakukan diskusi, semua responden setuju dengan
Instrumen valid dan dapat digunakan dengan revisi soal.
commit to user
9. 16 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar dan dua responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden kedua salah menjawab karena tidak tahu caranya, sedangkan responden ketiga kurang teliti dalam menghitung.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
10. 17 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar dan dua responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama dan kedua kurang teliti dalam menghitung.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 11. 18 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar
dan dua responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama kurang teliti, sedangkan responden kedua lupa.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 12. 19 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar
dan dua responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden kedua lupa dengan rumusnya, sedangkan responden ketiga salah konsep dalam menghitung frekuensi. Setelah dilakukan diskusi, ketiga responden setuju dengan kunci jawaban yang tersusun.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
13. 20 Semua responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama tidak menjawab soal karena soal berbahasa Inggris dilewati dan tidak sempat menjawab karena alokasi waktu telah berakhir. Responden kedua lupa dengan rumus yang digunakan. Sedangkan responden ketiga kurang bisa memahami soal yang berbahasa Inggris. Setelah dilakukan diskusi, semua responden setuju dengan jawaban pada kunci jawaban yang telah tersusun.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
14. 21 Hanya satu responden yang menjawab dengan benar dan dua responden lain menjawab tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden kedua lupa, sedangkan responden ketiga kurang teliti.
Instrumen valid dan dapat digunakan. 15. 22 Dua responden menjawab sesuai dengan kunci
jawaban, sedangkan satu responden lainnya
menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena tidak teliti dalam membaca soal.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
16. 23 Semua responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama bingung dengan cara yang digunakan, responden kedua lupa konsep kesetimbangan, sedangkan responden ketiga tidak menjawab karena alokasi yang diberikan telah berakhir. Setelah dilakukan diskusi, semua responden setuju dengan jawaban pada kunci jawaban yang telah tersusun.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
17. 25 Dua responden menjawab sesuai dengan kunci jawaban, sedangkan satu responden lainnya menjawab tidak menjawab karena soal berbahasa Inggris dilewati dan tidak sempat menjawab karena alokasi waktu telah berakhir.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
18. 26 Dua responden menjawab sesuai dengan kunci jawaban, sedangkan satu responden lainnya menjawab tidak menjawab karena merasa soalnya
Instrumen valid dan dapat digunakan.
commit to user
susah sehingga dilewati dan tidak sempat menjawab karena alokasi waktu telah berakhir.
19. 27 Semua responden menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban. Responden pertama kurang teliti dalam membaca soal, karena soal berbahasa Inggris. Responden kedua kurang paham konsep hukum 3 Newton, sedangkan responden ketiga tidak menjawab karena soal berbahasa Inggris sehingga tidak dapat memahami soal. Setelah dilakukan diskusi, semua responden setuju dengan jawaban pada kunci jawaban yang telah tersusun.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
20. 28 Dua responden menjawab sesuai dengan kunci jawaban, sedangkan satu responden lainnya
menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena kurang teliti dalam
perhitungan.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
21. 29 Dua responden menjawab sesuai dengan kunci jawaban, sedangkan satu responden lainnya
menjawab dengan jawaban yang tidak sesuai dengan kunci jawaban karena kurang teliti dalam
perhitungan.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
22. 30 Dua responden menjawab sesuai dengan kunci jawaban, sedangkan satu responden lainnya tidak menjawab karena tidak paham dengan konsep penerapan hukum Newton pada gerak melingkar.
Instrumen valid dan dapat digunakan.
Berdasarkan hasil uji coba peer tersebut, dapat diketahui bahwa terdapat
satu soal yang belum ada kunci jawabannya, sehingga perlu dilakukan revisi alternatif jawaban. Setelah dilakukan revisi, maka dapat dikatakan bahwa semua instrumen B telah valid dan dapat digunakan.
b. Pelaksanaan Uji Coba Terbatas
Uji coba terbatas dilakukan untuk mengetahui karakteristik internal dan reliabilitas soal. Instrumen tes yang diujicobakan telah diuji validitasnya melalui penelaahan tiap butir soal oleh pakar dan praktisi/ guru serta telah dilakukan
validasi peer reviewer. Hasil uji coba ini akan menjadi instrumen yang siap untuk
didiseminasikan. Uji coba terbatas dilakukan dengan mengujikan instrumen A dan B pada masing-masing 15 siswa RSBI. Setiap 15 peserta terdapat siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Uji coba dilakukan pada hari Kamis tanggal 23 Februari 2012 di kelas X-10. Pemilihan kelas ini didasarkan pada komposisi siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah serta
commit to user
keadaan kelas yang tenang dan kondusif sehingga tidak mengurangi keobjektifan jawaban siswa.
Hasil uji coba dianalisis daya beda, tingkat kesukaran, dan efektivitas distraktor yang menjadi karakteristik internal instrumen yang dikembangkan. Jawaban siswa diolah menjadi data dikotomous dengan skor 1-0. Untuk jawaban benar diberi skor 1 sedangkan untuk jawaban yang salah atau tidak dijawab mendapat skor 0. Hasilnya dianalisis menggunakan Program Ms. Excel untuk memperoleh daya beda dan tingkat kesukaran soal. Pemilihan Ms. Excel dilakukan karena supaya proses perhitungan untuk memperoleh daya beda dan tingkat kesukaran lebih jelas. Kesimpulan tentang daya beda dan tingkat kesukaran soal, serta analisis efektivitas distraktor didasarkan pada teori tes klasik.
Daya beda, tingkat kesukaran soal, dan efektivitas distraktor untuk masing-masing instrumen dijelaskan sebagai berikut:
1) Instrumen A
Hasil uji coba instrumen A pada 15 orang siswa menghasilkan daya beda dan tingkat kesukaran soal yang ditunjukkan pada Tabel 4.16.
Tabel 4.16. Hasil Uji Daya Beda dan Tingkat Kesukaran Instrumen A
Nomor
Soal Daya Beda Kesukaran Tingkat Nomor Soal Daya Beda Kesukaran Tingkat
1. 0,000 0,733 16. 0,429 0,333 2. 0,429 0,333 17. -0,429 0,667 3. 0,286 0,733 18. 0,000 0,000 4. -0,143 0,600 19. 0,286 0,467 5. 0,143 0,667 20. 0,000 0,067 6. 0,000 0,000 21. 0,286 0,400 7. -0,143 0,067 22. 0,571 0,467 8. 0,429 0,600 23. 0,286 0,400 9. 0,429 0,667 24. -0,143 0,933 10. 0,143 0,600 25. 0,286 0,600 11. -0,143 0,067 26. 0,000 0,533 12. -0,286 0,733 27. 0,571 0,533 13. 0,143 0,600 28. 0,286 0,467 14. 0,143 0,333 29. 0,286 0,400 15. 0,286 0,467 30. 0,000 0,133
commit to user
a) Daya Beda
Analisis daya beda menunjukkan bahwa soal nomor 2, 8, 9, 16, 22, dan 27 memiliki daya beda lebih dari 0,30, sehingga dapat dikategorikan baik, artinya soal tersebut dapat dengan baik membedakan antara kelompok atas dan kelompok bawah. Soal yang mempunyai daya beda baik dapat diterima. Selanjutnya, soal
nomor 3, 15, 19, 21, 23, 25, 28 dan 29 mempunyai daya beda 0,2D<0,3 yang
artinya cukup. Hal ini menunjukkan bahwa soal tersebut sudah cukup membedakan antara kelompok atas dan kelompok bawah. Sedangkan soal nomor 1, 5, 6, 10, 13, 14, 18, 20, 26, dan 30 memiliki daya beda yang jelek yaitu <0,2, artinya belum dapat membedakan antara kelompok atas dan kelompok bawah. Soal yang memiliki daya beda jelek tidak langsung ditolak tetapi masih dipertimbangkan dengan melihat karakteristik internal lainnya. Untuk soal nomor 4, 7, 11, 12, 17 dan 24 memiliki daya beda negatif. Menurut Suharsimi Arikunto (2005:213), soal yang memiliki daya beda negatif sebaiknya dibuang, sehingga soal-soal tersebut tidak digunakan.
b) Tingkat Kesukaran
Tingkat kesukaran instrumen A menunjukkan bahwa 13,33% soal tergolong mudah yaitu soal nomor 1, 3, 12, dan 24. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa siswa yang dapat menjawab soal tersebut bukan hanya siswa pada kelompok atas saja atau dapat dikatakan tidak diperlukan kemampuan yang tinggi untuk dapat mengerjakan soal-soal tersebut. Soal yang tergolong sedang sebanyak 66,67% yaitu soal nomor 2, 4, 5, 8, 9, 10, 13, 14, 15, 17, 19, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, dan 29. Hal itu menunjukkan bahwa soal tersebut dapat dijawab oleh kelompok atas dan kelompok bawah dengan proporsi yang tepat artinya kelompok atas lebih banyak yang dapat menjawab jika dibandingkan dengan kelompok bawah. Sedangkan soal yang dapat dikategorikan sulit adalah soal nomor 6, 7, 11, 18, 20, dan 30 dengan persentase 20,00%. Soal-soal yang memiliki tingkat kesukaran tinggi menunjukkan bahwa untuk menjawab soal tersebut diperlukan tingkat kemampuan yang tinggi. Persentase soal mudah, sedang, dan sukar berdasarkan tingkat kesukaran ditunjukkan pada Tabel 4.17.
commit to user
Tabel 4.17. Prosentase Soal Kategori Mudah, Sedang, dan
Sukar Berdasarkan Tingkat Kesukaran
Instrumen A
P Nomor Butir Soal f Kriteria %
1,00 0,00% 0,90 24 1 3,33% 0,80 0,00% 0,70 1, 3, 12 3 10,00% Jumlah 4 Mudah 13,33% 0,60 4, 5, 8, 9, 10, 13, 17, 25 8 26,67% 0,50 26, 27 2 6,67% 0,40 15, 19, 21, 22, 23, 28, 29 7 23,33% 0,30 2, 14, 16 3 10,00% Jumlah 20 Sedang 66,67% 0,20 0,00% 0,10 30 1 3,33% 0,00 6, 7, 11, 18, 20 5 16,67% Jumlah 6 Sulit 20,00% Keterangan: P: Tingkat Kesukaran f: Frekuensi c) Efektivitas Distraktor
Efektivitas distraktor dianalisis untuk mengetahui berfungsi tidaknya distraktor/ pengecoh pada tiap butir item. Distraktor berfungsi dengan baik apabila jumlah pemilih kunci jawaban yang benar lebih banyak dari pada yang memilih distraktor, jumlah kelompok bawah yang memilih distraktor lebih banyak dibandingkan kelompok atas, dan setiap distraktor dipilih oleh paling sedikit 2% dari peserta tes. Instrumen A diujikan pada 15 siswa, sehingga dalam hal ini distraktor yang dipilih minimal satu siswa dapat dikatakan berfungsi dengan baik. Apabila distraktor belum dipilih siswa maka distraktor tersebut perlu direvisi.
Butir soal yang semua distraktornya berfungsi adalah soal nomor 2, 3, 7, 8, 9, 11, 12, 14, 15, 16, 17, 18, 21, 22, 23, 25, 26, 27, 28, 29, dan 30. Hal ini menunjukkan bahwa minimal terdapat seorang siswa yang memilih distraktor yang tersedia. Sedangkan distraktor yang terdapat pada soal nomor 1, 4, 5, 6, 10, 13, 19, 20, dan 24, beberapa tidak berfungsi karena sama sekali tidak dipilih oleh siswa. Jika di antara soal-soal tersebut terpilih dalam pemilihan soal dari instrumen A dan B, maka perlu dilakukan revisi. Namun, apabila soal tersebut
commit to user
tidak terpilih atau dibuang, maka tidak dilakukan revisi. Analisis efektivitas distraktor ditunjukkan pada Tabel 4.18.
Tabel 4.18. Analisis Efektivitas Distraktor Instrumen A
No
Item Jawaban Kunci
Pilihan Jawaban (A, B, C, D,E) yang dipilih lebih dari
2% siswa
Pilihan Jawaban (A, B, C, D,E) yang dipilih kurang
dari 2% siswa 1 B C, E A, D 2 D A, B, C, E - 3 A B, C, D, E - 4 A B, C, D E 5 C A, D, E B 6 E A, C, D B 7 D A, B, C, E - 8 D A, B, C, E - 9 E A, B, C, D - 10 D A, B C, E 11 E A, B, C, D - 12 C A, B, D, E - 13 E A, B C, D 14 B A, C, D, E - 15 A B, C. D, E - 16 E A, B, C, D - 17 C A, B, D, E - 18 D A, B, C, E - 19 A B, E C, D 20 B A, C, D E 21 B A, C, D, E - 22 E A, B, C, D - 23 C A, B, D, E - 24 D C A, B, E 25 C A, B, D, E - 26 A B, C, D, E - 27 B A, C, D, E - 28 A B, C, D, E - 29 C A, B, D, E - 30 D A, B, C, E -
commit to user
d) Reliabilitas Tes
Berdasarkan hasil ini, reliabilitas soal dicari dengan metode Kuder-Richardson (KR-20) dan hasilnya menunjukkan tingkat reliabilitas yang rendah
(r11= 0,294) karena 0,20 ≤ r11 < 0,40 (Suharsimi Arikunto, 2005: 100). Rendahnya
reliabilitas instrumen mengakibatkan perlunya dilakukan pembuangan soal yang menyebabkan reliabilitas instrumen menjadi rendah. Instrumen yang memiliki daya beda negatif (Suharsimi Arikunto, 2005: 213) dan tidak banyak menyumbangkan skor terhadap skor keseluruhan (Anas Sudijono, 2005: 182) tidak dipakai. Instrumen A yang memiliki daya beda negatif yaitu nomor 4, 7, 11, 12, 17, dan 24 dibuang. Butir soal yang tidak banyak memberikan dukungan terhadap skor peserta tes kesuluruhan juga dibuang, yaitu soal nomor 6, 18, 20, 26, dan 30. Setelah dilakukan eliminasi terhadap butir-butir soal tersebut,
reliabilitas soal menjadi r11=0,660 sehingga dapat dikategorikan instrumen
tersebut telah memiliki reliabilitas yang tinggi. Dengan demikian, dapat diketahui