• Tidak ada hasil yang ditemukan

PELATIHAN TERAPI MASSASE (FRIRAGE) PADA CEDERA OLAHRAGA

Dalam dokumen PIJAT (MASSAGE) CIDERA OLAH RAGA: (Halaman 133-144)

CIDERA PADA JARI JARI KAKI

PELATIHAN TERAPI MASSASE (FRIRAGE) PADA CEDERA OLAHRAGA

1. EKSTRIMITAS ATAS

A. 6 (enam) tahap massase pada cedera leher Identifikasi

Dengan 5 tahap, atau di pijat otot dibawah leher.

Apabila ada otot yang sakit, berarti itu yang sakit pada saat identifikasi, apabila sudah tidak sakit, berarti sudah normal.

Cara melakukan traksi pada cedera leher : Telapak tangan (kanan dan kiri) memegang kepala pasien (telapak tangan tepat pada cedera. Setelah ada di ketahui yang cedera, di pijat pada bagian otot yang sakit dan sekitarnya, melalui 6 tahap dengan urutan :

 Kepala pasien tegak (trapesiuz Medialis)

 Kepala pasien tegak (Trapesiuz Superior)

 Kepala pasien menoleh kekiri dan kekanan (Trapesius Superior).

 Kepala pasien miring ke kanan dan kekiri ( (Trapesius Superior)

 Kepala pasien menunduk (Trapsius Superior)

 Kepala pasien tegak (lakukan traksi)

Pengecekan, dengan memijat otot yang rahang pasien).

Angkat kepala pasien, dan kemudian perintahkan pasien untuk menoleh kekanan dan kekiri.

B. 14 tahap terapi massase pada cedera bahu

Identifikasi

Pengecekan dengan 5 tahap kasat mata, atau dengan memijat otot sendi bahu (depan) dengan menggunakan telunjuk sisi luar (kanan dan kiri).

Apabila terdapat otot yang sakit, berarti itu yang cedera.

Penanganan dengan dua tahap inti, yaitu

: Lengan (atau posisi lengan) luar / telungkup, yaitu :

 Pemijatan di bagian lengan bawah (dari pergelangan tangan sampai pergelangan siku).

 Pemijatan di bagian lengan atas (pergelangan siku sampai pergelangan bahu).

 Pemijatan di bagian sendibahu (belakang).

 Pemijatan kea rah tulang belakang.

 Pemijatan dari tengah-tengah scapula kea rah tulang belakang.

Lengan (atau posisi lengan) dalam / terbuka.

 Pemijatan di bagian lengan bawah (dari pergelangan tangan sampai pergelangan siku).

 Pemijatan di lengan bagian atas (dari pergelangan siku sampai sendi bahu).

 Pemijatan di bagian sendi bahu (bagian depan), di atas dada kearah dalam.

 Pemijatan dari tengah dada kearah dalam.

Tahap tambahan, dengan urutan :

 Pemijatan dari pundak (bagian belakang) kearah leher.

 Pemijatan dari leher kearah atas.

 Pemijatan dari arah scapula kearah bawah.

 Pemijatan dari ketiak kearah bawah

 Melakukan tahap fraksi, dengan cara sebagai berikut (bila yang cedera adalah tangan sebelah kiri) : Tangan kanan memegang pergelangan tangan pasien, dan tangan kiri memegang sendi siku. Tangan kanan mendorong tangan pasien kearah atas. Kemudian di luruskan kembali (lurus disini posisi tangan kembali kearah sebelum mendorong keatas.

 Melakukan Reposisi, dengan urutan gerakan sebagai berikut : Tangan pasien (yang cedera) di tekuk 〖90〗^0, dengan posisi tangan berada tepat diatas pundak. Tangan kanan massure memegang siku pasien. Tangan kiri memegang sendi pundak pasien (untuk menahan dorongan / tekanan).

Tangan kanan massure menekan siku pasien sekeras mungkin kearah dalam, dan tangan kirri memegang / menahan tekanan / dorongan.

Kemudian siku pasien diputar kedepan, kemudian kebelakang.

C. 7 tahap terapi massase pada cedera siku (tangan terbuka (3) dan tertutup (3)

Identifikasi

Dengan 5 cara kasap mata (merah, memar, nyeri, panas, dan tidak dapat berfungsi semestinya).

Setelah cedera berhasil di deteksi, pijat dengan urutan sebagai berikut :

 Pemiijatan lengan bagian bawah ( dari pergelangan tangan sampai pergelangan atau sendi siku).

 Pemijatan pada lengan bagian atas (dari pergelangan siku sampai sendi bahu).

 Pemijatan pada bagian pergelangan siku.

 Melakukan tahapan fraksi (apabila pasien mengalami cidera pada siku kiri), dengan urutan gerakan sebagai berikut : Tangan kanan memegang pergelangan telapak tangan pasien.

Tangan kiri memegang sendi siku pasien.

Perintahkan pasien condongkan posisi tubuh (berlawanan dengan siku yang cidera), massure menahan agar pasien tidak jatuh. Tangan kiri menahan, kemudian tangan kanan (bawah) diangkat ke atas dan kebawah.

D. 7 tahap terapi massase pada cidera pergelangan tangan

Identifikasi

Pemijatan dengan posisi tangan tertutup dan tangan terbuka, dengan urutan gerakan sebagai berikut :

 Pemijatan pada lengan bagian bawah (dari pergelangan tangan sampai perelangan siku)

 Pemijatan pada telapak tangan.

 Pemijatan pada pergelangan telapak tangan.

 Melakukan tahap fraksi (di ibaratkan pasien mengalami cidera pergelangan tangan kiri), dengan urutan gerakan sebagai berikut : Tangan

kanan memegang telapak tangan pasien. Tangan kiri memegang atas pergelangan tangan pasien.

Tangan kanan menarik kearah luar telapak tangan pasien. Tangan kiri menahan. Dalam posisi ditarik, telapak tangan pasien digerakkan kearah kanan dan kiri.

E. 7 tahap terapi massase pada cedera jari-jaritangan

Identifikasi.

 Pemijatan di bagian atas jari pasien yang mengalami cedera.

 Pemijatan di bagian bawah jari pasien yang mengalami cedera.

 Pemijatan di bagian jari-jari yang mengalami cidera.

 Melakukan fraksi.

2. EKSTRIMITAS BAWAH

A. 16 tahap terapi massase pada cedera pinggang

Identifikasi.

Setelah teridentifikasi yang mengalami cidera, lakukan pemijatan dengan urutan gerakan sebagai berikut :

 Cari ujung scapula.

 Tarik garis lurus dari ujung scapula kearah tulang punggung.

 Pijat kearah atas (dengan batas 5 jari)

 Pemijatan di bagian 5 jari kearah bawah lagi (pemijatan tetap kearah atas).

 Pemijatan dari otot terakhir kearah luar.

 Pemijatan tidak ditekan terus-menerus, tetapi dilepas.

 Ketiga tahap pemijatan tersebut dilakukan masing-masing pada posisi:

 Duduk tegak.

 Badan bungkuk.

 Badan miring (kearah cedera)

 Badan di belokkan (kearah cedera)

 Melakukan tahapan traksi, dengan urutan gerakan sebagai berikut : Kedua tangan memegang pergelangan kedua kaki pasien. Kaki pasien di

tarik ke belakang (pasien berpegangan). Angkat kaki pasien setinggi jinjitan kaki massure.

B. 9 tahap terapi massase pada cidera panggul

Identifikasi.

cidera (bisa dengan posisi pasien tidur dan berdiri), dengan tahap :

 Lihat otot di atas pantat.

 Dipijat kearah atas, yang sakit yang cidera. Atau tinggi sebelah

 Pemijatan dengan dua posisi, yatu : Posisi pasien terlentang, dengan tahapan gerakan :

 Pemijatan paha atas kearah atas.

 Pemijatan pada panggul kearah pusar.

 Pemijatan paha bagian dalam kearah atas.

 Pemijatan paha bagian luar (kearah atas).

 Pemijatan henstrim kearah bawah, dengan cara kaki (bagian yang cidera) disilangkan,ke kaki pasien yang normal. Posisi pasien tengkurap.

 Pemijatan pada pinggang kearah atas.

 Pemijatan pinggang samping kearah dalam.

 Pemijatan otot pantat kearah atas. Pemijatan paha kearah atas.

 Melakukan tahapan fraksi dengan urutan gerakan : Kedua tangan massure memegang pergelangan kaki pasien (kaki yang mengalami cidera). Tarik kaki pasien kebelakang, kemudian angkat setinggi jinjitan tumit massure. Putar kaki pasien kearah kanan dan kekiri. Pada saat memutar, posisi tangan massure tetap lurus, yang bergerak adalah badan massure (1 kaki lurus, satu kaki agak menekuk). Pengecekan dengan cara memijit titik awal identifikasi cidera. Apabila sudah tidak terasa sakit berarti sudah normal, dan sebaliknya.

C. 8 Tahap terapi pada cedera lutut Identifikasi.

Setelah teridentifikasi yang mengalami cidera, lakukan pemijatan dengan urutan gerakan sebagai berikut :

a. Posisi tidur terlentang

 Lakukan efflurage kearah atas pada paha bagian depan

 Lakukan effleurage kearah atas pada lutut bagian samping luar dan samping dalam

 Lakukan effleurage kearah atas pada bagian depan sendi lututnya

 Lakukan effleurage kearah atas pada tungkai kaki bawah bagian samping luar dan samping dalam

b. Posisi tidur telungkup

 Lakukan efflurage kearah atas pada paha belakan

 Lakukan effleurage kearah atas pada lutut bagian belakang

 Lakukan effleurage kearah atas pada tungkai kaki bawah bagian belakang/ betis

c. Traksi pada sendi lutut

Lakukan penarikan pada sendi lutut dengan posisi tidur terlentang. Posisi kedua tangan memegang tungkai kaki bawah dan lakukan penarikan ke bawah sampai terasa tertarik pada bagian sendi lututnya.

D. 6 Tahap terapi pada cedera engkel Identifikasi.

Setelah teridentifikasi yang mengalami cidera, lakukan pemijatan dengan urutan gerakan sebagai berikut :

a. Posisi tidur terlentang

 Lakukan efflurege kearah atas pada tungkai bawah posisi depan

 Lakukan efflurage kearah atas pada bagian punggung kaki

 Lakukan efflurage kearah atas pada sendi pergelangan kaki depan

b. Posisi tidur telungkup

 Lakukan efflurage kearah atas pada bagian tungkai kaki bawah belakang

 Lakukan efflurage kearah atas pada sendi

pergelangan kaki belakang c. Lakukan traksi pada kaki

Lakukan penarikan pada sendi kaki dengan posisi tidur terlentang. Posisi satu tangan memegang punggung kaki dan satu memegang tumit. lakukan penarikan ke bawah sampai terasa tertarik pada bagian sendi kaki.

E. 7 tahap terapi massase pada cedera jari-jarikaki

Identifikasi.

 Pemijatan di bagian atas jari pasien yang mengalami cedera.

 Pemijatan di bagian bawah jari pasien yang mengalami cedera.

 Pemijatan di bagian jari-jari yang mengalami cidera.

 Melakukan fraksi.

Dalam dokumen PIJAT (MASSAGE) CIDERA OLAH RAGA: (Halaman 133-144)

Dokumen terkait