• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Bidang Energi :

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) 2021 (Halaman 30-48)

B. Pelayanan Tidak Langsung

5. Pelayanan Bidang Energi :

a. Melaksanakan inventarisasi potensi energi;

b. Melaksanakan penyusunan rencana induk energi daerah;

c. Melaksanakan pembinaan dan konservasi energi.

Berdasarkan arah kebijakan Nasional tahun 2021 dan dalam kaitan tugas pokok dan fungsi Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur yaitu melaksanakan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral, Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur dalam pencapaian Arah Kebijakan Nasional Tahun 2021 termasuk dalam Prioritas Nasional ke empat yaitu “Ketahanan Pangan, Air, Energi dan Lingkungan Hidup” dengan Program Prioritas Nasional ketiga yaitu “Pemenuhan Kebutuhan Energi melalui Peningkatan Energi Baru dan Terbarukan (EBT)”.

Tabel Tujuan dan Sasaran Dinas ESDM tahun 2021 setelah penyesuaian akibat pandemi adalah sebagaimana berikut :

28 Tabel 2.2 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas ESDM

No Tujuan / Sasaran Indikator Tujuan / Sasaran

Target RENSTRA Realisasi RENSTRA Proyeksi Catatan Analisis

2019 2020 2021 2022 2019 2020 2021 2022

1 Meningkatnya Aksesibilitas Infrastruktur Ketenagalistrikan

Persentase Rasio Elektrifikasi (RE) 95.8 97 100 100 99.29 99.90 100 100

1.1 Terpenuhinya kebutuhan ketenagalistrikan untuk masyarakat

Persentase Rumah Tangga miskin yang teraliri listrik

11.61 55.80 100.00 101.77 11.61 13.58 16.05 101.77

1.2 Meningkatnya Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan

Persentase Peningkatan masyarakat yang menggunakan Energi Baru Terbarukan

24.39 27.68 27.68 6.43 24.39 5.00 9.26 6.43

2 Meningkatnya Nilai Tambah produksi pertambangan dan penggalian

Persentase Pertumbuhan PDRB Kategori Pertambangan dan Penggalian

2.5 2.65 2.8 2.95 2.5 -0.63 2.5 2.95

2.1 Meningkatnya Pemanfaatan Pertambangan Berwawasan Lingkungan

Persentase Realisasi Produksi pertambangan mineral berizin

45.00 47.00 49.00 51.00 45.00 45.00 48.00 51.00

2.2 Meningkatnya Pengusahaan Air Tanah berwawasan Lingkungan

Persentase Realisasi Produksi air tanah 75.00 75.00 80.00 80.00 75.00 75.00 79.00 80.00

2.3 Meningkatnya kepuasan

masyarakat terhadap pelayanan Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

0.93 0.94 0.95 0.96 0.96 0.97 0.95 0.96

Keterangan :

1. Berdasarkan data Rasio Elektrifikasi PT PLN Distribusi Jawa Timur, RE Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020 telah mencapai 99,90%

29 Dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi COVID 19 ini mengakibatkan perlunya dilakukan koreksi terhadap target – target dalam perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan. Penyesuaian ini sangat penting untuk dilakukan mengingat pada saat penyusunan renja ini, pandemi telah menyebabkan disrupsi di berbagai sektor. Perubahan Target dalam Renja dilaksanakan untuk mengakomodir perubahan perencanaan program kegiatan diakibatkan adanya pandemi.

Pemerataan aksesibilitas ketenagalistrikan merupakan bagian integral dari pembangunan daerah dan dapat menjadi roda penggerak pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk pemerataan aksesibilitas ketenagalistrikan. Rasio elektrifikasi adalah perbandingan antara jumlah rumah tangga berlistrik dan seluruh rumah tangga. Sebagian besar lokasi yang RE nya kecil adalah daerah – daerah yang terletak di pulau-pulau kecil dan daerah terpencil. Dengan kondisi geografis seperti itu, akan sulit menyediakan jaringan listrik ke lokasi-lokasi tersebut. Salah satu solusinya adalah menggunakan skema pengembangan energi terbarukan (EBT) khususnya tenaga surya (Solar Home System – SHS). Melalui skema itu, tanpa jaringan, lokasi-lokasi terpencil tetap bisa menikmati listrik.

Pada Tujuan Meningkatnya Aksesibilitas Infrastruktur Ketenagalistrikan ditetapkan target untuk Persentase Rasio Elektrifikasi (RE) sebesar 97%, akan tetapi berdasarkan data dari PT PLN Distribusi Jawa Timur diketahui bahwa telah terjadi peningkatan Rasio Elektrifikasi melebihi target yang ditetapkan dalam Renja 2020 yaitu RE Provinsi Jawa Timur pada tahun 2020 telah mencapai angka 99,35%.

Untuk meningkatkan Aksesibilitas Infrastruktur Ketenagalistrikan di Jawa Timur, ditetapkan dua sasaran yaitu Terpenuhinya kebutuhan ketenagalistrikan untuk masyarakat dan Meningkatnya Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran. Dari target Rumah tangga miskin yang telairi listrik (basis 2018 sebesar 56.650 KK) di dalam Renstra Dinas ESDM sebenarnya ditargetkan terealisasi 100% telah teraliri listrik pada tahun 2021, tetapi disrupsi yang diakibatkan pandemi menyebabkan target tersebut belum akan dapat dicapai pada tahun 2021. Target realistis yang mungkin dapat dicapai adalah sebesar 16.05%.

Untuk pengembangan EBT dengan target Persentase Peningkatan masyarakat yang menggunakan Energi Baru Terbarukan di tahun 2021 ditargetkan dalam renstra sebesar 27.68%

dengan target realistis yang mungkin dicapai sekitar 9.26%.

30 Pertambangan adalah suatu kegiatan pengambilan endapan bahan galian berharga dan bernilai ekonomis dari dalam kulit bumi, baik secara mekanis maupun manual, pada permukaan bumi, di bawah permukaan bumi dan di bawah permukaan air. Hasil kegiatan ini antara lain, minyak dan gas bumi, batubara, pasir besi, batu gunung, batu kali, batu kapur, koral, kerikil, batu marmer, pasir, pasir silika, pasir kuarsa, kaolin, tanah liat dan lain-lain. Pertambangan merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung pertumbuhan perekonomian daerah. Pertambangan selain menyediakan bahan baku untuk pembangunan Infrastruktur, juga dapat menyediakan multiplier effek bagi perekonomian masyarakat di sekitar kegiatan usaha pertambangan.

Sektor pertambangan dan penggalian meliputi 4 subkategori yaitu subkategori pertambangan minyak, gas dan panas bumi; subkategori pertambangan batubara dan lignit;

subkategori pertambangan bijih logam serta subkategori pertambangan dan penggalian Lainnya.

Dari keempat subsektor tersebut subkategori pertambangan minyak, gas dan panas bumi merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Sub kategori pertambangan minyak, gas dan panas bumi memegang komponen terbesar dalam pembentukan PDRB Sektor pertambangan dan penggalian (Persentase Distribusinya mencapai lebih dari 60% dari nilai PDRB sektor pertambangan dan penggalian) sehingga PDRB sektor pertambangan dan penggalian di Jawa Timur lebih banyak dipengaruhi oleh kinerja sektor Industri Hulu Migas.

Dalam upaya untuk Meningkatkan Nilai Tambah produksi pertambangan dan penggalian di wilayah Provinsi Jawa Timur, ditetapkan indikator berupa Persentase Pertumbuhan PDRB Kategori Pertambangan dan Penggalian dengan target awal 2,8% namun setelah ada pandemi telah terjadi kontraksi pada sektor pertambangan dan penggalian sehingga perlu dilakukan penyesuaian target menjadi 2.5%. Penyesuaian ini penting dilakukan mengingat sektor pertambangan sangat berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan infrastruktur wilayah.

Dengan adanya pandemic COVID 19 dan berkurangnya kegiatan ekonomi dan infrastruktru, mengakibatkan permintaan akan bahan – bahan produksi pertambangan dan penggalian mengalami penurunan.

Upaya yang dapat dilakukan dalam mewujudkan subsektor pertambangan (non-migas) sebagai salah satu subsektor strategis di Provinsi Jawa Timur adalah meningkatkan pengembangan subsektor hilir pertambangan non migas. Hal ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah produksi. Sektor industri non migas yang merupakan sektor sekunder yang cenderung berkaitan pada sumber daya manusia, modal, teknologi dan bahan baku yang berasal dari sektor primer.

31 2.3. ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI PERANGKAT

DAERAH

Secara umum Isu penting terkait dengan pembangunan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral di Jawa Timur adalah :

1. Pemulihan Ekonomi Daerah yang terdisrupsi akibat dampak COVID – 19 melalui pemberdayaan sektor ESDM.

2. Optimalisasi sektor ESDM dalam rangka penciptaan lapangan kerja seluas – luasnya di Provinsi Jawa Timur.

3. Rasio elektrifikasi di Jawa Timur masih belum merata beberapa daerah, terutama kepulauan Madura memiliki RE yang cukup rendah.

4. Potensi energi terbarukan di Jawa Timur yang sangat besar belum banyak dikembangkan bagi peningkatan Ketahanan Energi. Sumber – sumber EBT didaerah harus dikembangan untuk membantu listrik pedesaan dan peningkatan rasio elektrifikasi.

5. Pemanfaatan Energi baru terbarukan untuk membantu UMKM terdampak COVID -19.

6. Masih rendahnya tingkat diversifikasi energi, yang ditunjukkan oleh tingginya ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Pembangunan dan pangsa penggunaan energi selama ini masih bertumpu pada pengguna energi tidak terbarukan, seperti minyak bumi, padahal cadangan minyak bumi semakin menipis.

7. Jawa Timur masih memiliki beraneka ragam potensi pertambangan mineral logam, non logam dan batuan yang sangat besar apabila dikelola menghasilkan komoditas berharga sebagai bahan pendukung pembangunan infrastruktur dan bahan baku industri di Jawa Timur.

8. Pemberdayaan masyarakat di sekitar area pertambangan untuk membantu masyarakat yg terdampak COVID – 19.

9. Berkembangnya anggapan bahwa izin pertambangan batuan membutuhkan persyaratan yang banyak dan waktu yang cukup lama.

32 10. Pengelolaan CSR pertambangan belum optimal.

11. Perkembangan industri manufaktur di wilayah Jawa Timur membutuhkan pasokan gas yang cukup agar dapat bersaing secara sehat di sektor global seringnya terjadi kekurangan pasokan gas di Jawa Timur akan berdampak pada terhambatnya kegiatan ekonomi dan investasi.

12. Pesatnya laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan, berdampak semakin besarnya pemanfaatan lahan di daerah resapan akan berkembang menyebabkan daerah Resapan Air tanah semakin berkurang. Semakin lama semakin tidak sebanding antara jumlah pengambilan dan laju resapannya. Jumlah izin air tanah sebagai representasi dari laju penggunaan air tanah semakin besar, dan dasar pemberian rekomendasi debit pengambilan belum di dukung oleh data pemetaan zona pemanfaatan dan konservasi pada masing-masing cekungan air tanah sehingga dikhawatirkan kesetimbangan potensi terancam dan degradasi potensi cepat tercapai.

13. Telah terjadi indikasi berkurangnya potensi air tanah di Jawa Timur yaitu menurunnya muka Air tanah di beberapa daerah, menurunnya Debit Mata Air atau bahkan kering/matinya mata air, Penurunan Muka tanah (land subsidence), dan terjadinya Intrusi Air Laut di daerah pantai, sehingga mendesak untuk dilakukan upaya konservasi berupa pemantauan kuantitas dan kualitas air pada daerah padat pengambilan.

14. Beban akuifer air tanah di Jawa Timur yaitu 0,0076 (7,6/1000) dari luas daratan ditambah oleh pertumbuhan penduduk dan industri sehingga semakin lama jumlah wilayah yang kesulitan air akan semakin besar, jadi diperlukan peran pemerintah untuk membantu penelitian dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih pada daerah-daerah sulit air.

15. Adanya perubahan peraturan (UU No 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air dan UU No 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Minerba) yang membawa perubahan dalam kewenangan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah di sektor ESDM.

33 2.4. REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, telah mengamanatkan disusunnya dokumen perencanaan yang terintegrasi mulai dari Pemerintah Pusat hingga ke daerah disusun secara berjangka meliputi Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) untuk jangka waktu 20 tahun, Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) untuk jangka waktu 5 tahun, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Pengertian RKPD adalah dokumen perencanaan tahunan sebagai implementasi dari dokumen RPJM. RKPD ini memuat rancangan kerangka ekonomi daerah, prioritas pembangunan daerah, rencana kerja yang terukur dan pendanaannya, baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan keikutsertaan masyarakat untuk kesejahteraan rakyat. RKPD disusun dengan tujuan untuk menjamin keterkaitan dan konsistensi antara perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pengawasan. Konsistensi program dan kegiatan yang tertuang dalam rancangan akhir RKPD menjadi dasar penyusunan dan pembahasan KUA & PPAS yang akan disepakati Kepala Daerah bersama DPRD.

Renja SKPD adalah dokumen perencanaan OPD untuk periode satu (1) tahun, yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat. Rencana Kerja (Renja) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral disusun berdasarkan RPJMD 2019 – 2024, RKPD Provinsi Jawa Timur Tahun berkenaan, dan Renstra Dinas tahun 2019 – 2024. Renja juga disesuaikan dengan isu strategis yang berkembang serta prediksi perkembangan kondisi pembangunan sektor ESDM baik regional, nasional maupun internasional yang dituangkan menjadi Rencana Program, Kegiatan dan Anggaran Perangkat Daerah.

Berdasarkan Rancangan awal RKPD serta memperhatikan sasaran dan prioritas pembangunan, program dan kegiatan, indikator dan target kinerja serta pagu indikatif Perangkat Daerah, maka analisis kebutuhan Rencana Kerja Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, adalah sebagaimana tabel berikut:

34 Tabel 2.3 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD

RKPD TAHUN 2021 ANALISIS KEBUTUHAN

Kode Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran

Volume Satuan Volume Satuan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

2050100 Dinas Energi dan

Sumberdaya Mineral 35.738.923.800 Dinas Energi dan

Sumberdaya Mineral 18,124,783,600

2.05.15 Program Pengelolaan Ketenagalistrikan

Persentase peningkatan Rumah Tangga Miskin (RTM) yang teraliri listrik

2 % Jawa

Timur 13.750.000.000 Program Pengelolaan Ketenagalistrikan

Persentase peningkatan Rumah Tangga Miskin (RTM) yang teraliri listrik

2 % Jawa

Timur 4,494,000,000

2.05.15.001 Pendataan dan Penyediaan Ketenagalistrikan

Jumlah laporan inventarisasi

ketenagalistrikan 1 Dokumen Jawa

Timur

11.550.000.000 Pendataan dan Penyediaan Ketenagalistrikan

Jumlah laporan inventarisasi

ketenagalistrikan 1 Dokumen Jawa

Timur

3,044,000,000 Jumlah Rumah Tangga

Miskin yang Teraliri Listrik 1400 RTM Jawa Timur

Jumlah Rumah Tangga Miskin

yang Teraliri Listrik 1400 RTM Jawa

Timur

2.05.15.002 Pengusahaan Ketenagalistrikan

Jumlah Rekomendasi Teknis

Perizinan Ketenagalistrikan 300 Rekomtek Jawa

Timur 1.000.000.000 Pengusahaan Ketenagalistrikan

Jumlah Rekomendasi Teknis

Perizinan Ketenagalistrikan 300 Rekomtek Jawa

Timur 700,000,000

2.05.15.003

Pengawasan dan Pengendalian Ketenagalistrikan

Jumlah Badan Usaha dan Pemegang Izin Ketenagalistrikan yang Diawasi

Pengawasan dan Pengendalian Ketenagalistrikan

Jumlah Badan Usaha dan Pemegang Izin Ketenagalistrikan yang Diawasi

750,000,000 Jumlah Badan Usaha dan

Masyarakat yang Mendapat Sosialisasi Ketenagalistrikan

200 Obyek

Sosialisasi 200 Obyek

Sosialisasi

2.05.16 Program Pengelolaan Energi

Persentase Peningkatan Kapasitas Energi Baru Terbarukan yang terbangun

22 % Jawa

Timur 5.500.000.000 Program Pengelolaan Energi

Persentase Peningkatan Kapasitas Energi Baru Terbarukan yang terbangun

22 % Jawa

Timur 3,000,000,000

2.05.16.001 Pendataan dan Penyediaan Informasi Energi

Jumlah Dokumen Informasi

Energi yang tersosialisasikan 1 Dokumen Jawa

Timur 750.000.000

Pendataan dan Penyediaan Informasi Energi

Jumlah Dokumen Informasi

Energi yang tersosialisasikan 1 Dokumen Jawa

Timur 750,000,000

35

RKPD TAHUN 2021 ANALISIS KEBUTUHAN

Kode Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran

Volume Satuan Volume Satuan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

2.05.16.002

Pemanfaatan dan Pengembangan Sumber Daya Energi

Jumlah sarana dan prasarana Energi Baru Terbarukan yang termanfaatkan

88 Unit Jawa

Timur 4.000.000.000

Pemanfaatan dan Pengembangan Sumber Daya Energi

Jumlah sarana dan prasarana Energi Baru Terbarukan yang termanfaatkan

88 Unit Jawa

Timur 1,607,500,000

2.05.16.003 Konservasi Energi

Jumlah lembaga yang mendapatkan pembinaan hemat energi

75 Lembaga Jawa

Timur 750.000.000 Konservasi Energi

Jumlah lembaga yang mendapatkan pembinaan hemat energi

75 Lembaga Jawa

Timur 642,500,000

2.05.17 Program Pengelolaan Pertambangan

Persentase Pengusahaan Pertambangan yang taat aturan

83 % Jawa

Timur

2.500.000.000 Program Pengelolaan Pertambangan

Persentase Pengusahaan

Pertambangan yang taat aturan 83 % Jawa

Timur

2,050,000,000 Luas Area Penambangan

Tanpa Izin yang mendapatkan pembinaan

95 Ha Jawa

Timur

Luas Area Penambangan Tanpa Izin yang mendapatkan pembinaan

95 Ha Jawa

Timur

2.05.17.001 Pendataan dan Penyediaan Informasi Pertambangan

Jumlah Dokumen Informasi

Pertambangan 1 dokumen Jawa

Timur 770.000.000

Pendataan dan Penyediaan Informasi Pertambangan

Jumlah Dokumen Informasi

Pertambangan 1 dokumen Jawa

Timur 535,357,000

2.05.17.002 Pengusahaan Pertambangan

Jumlah Rekomendasi Teknik

Perizinan Pertambangan 100 Rekomtek Jawa

Timur 870.000.000 Pengusahaan Pertambangan

Jumlah Rekomendasi Teknik

Perizinan Pertambangan 100 Rekomtek Jawa

Timur 655,403,000

2.05.17.003 Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan

Jumlah Laporan Kegiatan

Usaha Pertambangan 1 dokumen Jawa

Timur 580.000.000 Evaluasi dan Pelaporan Pertambangan

Jumlah Laporan Kegiatan Usaha

Pertambangan 1 dokumen Jawa

Timur 553,640,000

2.05.17.004 Pengawasan Pertambangan Jumlah Pemegang Izin Usaha

Pertambangan yang diawasi 120 Pemegang Izin

Jawa

Timur 280.000.000 Pengawasan Pertambangan

Jumlah Pemegang Izin Usaha

Pertambangan yang diawasi 120 Pemegang Izin

Jawa

Timur 305,600,000

2.05.18 Program Pengelolaan Kegeologian dan Air Tanah

Persentase Pengusahaan Air

Tanah yang taat aturan 92 % Jawa

Timur 3.500.000.000

Program Pengelolaan Kegeologian dan Air Tanah

Persentase Pengusahaan Air

Tanah yang taat aturan 92 % Jawa

Timur 1,500,000,000

36

RKPD TAHUN 2021 ANALISIS KEBUTUHAN

Kode Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran

Volume Satuan Volume Satuan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

2.05.18.001

Pendataan dan Penyediaan Informasi Kegeologian dan Air Tanah

Jumlah Dokumen

Kegeologian dan Air Tanah 1 Dokumen Jawa

Timur 1.100.000.000

Pendataan dan Penyediaan Informasi Kegeologian dan Air Tanah

Jumlah Dokumen Kegeologian

dan Air Tanah 1 Dokumen Jawa

Timur 620,000,000

2.05.18.002 Pengusahaan dan Konservasi Air Tanah

Jumlah Rekomendasi Teknis

Perizinan Air Tanah 1000 Rekomtek Jawa

Timur

1.900.000.000 1.900.000.000

Pengusahaan dan Konservasi Air Tanah

Jumlah Rekomendasi Teknis

Perizinan Air Tanah 1250 Rekomtek Jawa

Timur

440,000,000 2.05.18.002 Pengusahaan dan

Konservasi Air Tanah

Jumlah Sumur Bor Air Bersih yang Terbangun di Daerah Sulit Air

0 Unit

Pengusahaan dan Konservasi Air Tanah

Jumlah Sumur Bor Air Bersih yang

Terbangun di Daerah Sulit Air 0 Unit

2.05.18.003 Pengawasan dan Pengendalian Air Tanah

Jumlah Pengusahaan Air

Tanah yang Diawasi 200 Pemegang

Izin

Jawa Timur

500.000.000 Pengawasan dan Pengendalian Air Tanah

Jumlah Pengusahaan Air Tanah

yang Diawasi 200 Pemegang

Izin

Jawa Timur

440,000,000 Jumlah Masyarakat yang

mendapatkan pembinaan pengusahaan air tanah

150 Orang Jawa

Timur

Jumlah Masyarakat yang mendapatkan pembinaan pengusahaan air tanah

150 Orang Jawa

Timur

2.05.19

Program Pengelolaan UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Persentase Peningkatan pengguna jasa masyarakat yang terlayani

10 % Jawa

Timur 1.875.888.300

Program Pengelolaan UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Persentase Peningkatan pengguna jasa masyarakat yang terlayani

10 % Jawa

Timur 1,500,000,000

2.05.19.001

Operasional UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Jumlah sarana dan Prasarana UPT Pengujian Energi dan Sumber daya Mineral yang Layak Fungsi

25 Unit Jawa

Timur 1.000.000.000

Operasional UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Jumlah sarana dan Prasarana UPT Pengujian Energi dan Sumber daya Mineral yang Layak Fungsi

25 Unit Jawa

Timur 823,000,000

37

RKPD TAHUN 2021 ANALISIS KEBUTUHAN

Kode Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran Program / Kegiatan Indikator Program / Kegiatan

Target Capaian

Lokasi Pagu Anggaran

Volume Satuan Volume Satuan

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13

2.05.19.002

Pelayanan Teknis UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Jumlah Sertifikat Laporan Hasil Uji (LHU) Pelayanan Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

550 Dokumen Jawa

Timur 400.000.000

Pelayanan Teknis UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Jumlah Sertifikat Laporan Hasil Uji (LHU) Pelayanan Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

550 Dokumen Jawa

Timur 302,000,000

2.05.19.003

Pelayanan Mutu dan Pengembangan UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Jumlah Pengguna Jasa Layanan UPT Pengujian Energi dan Sumber daya Mineral

450 Pengguna Jasa

Jawa

Timur 475.888.300

Pelayanan Mutu dan Pengembangan UPT Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral

Jumlah Pengguna Jasa Layanan UPT Pengujian Energi dan Sumber daya Mineral

450 Pengguna Jasa

Jawa

Timur 375,000,000

2.05.01 Program Pelayanan Kesekretariatan

Persentase realisasi

anggaran 90 % Jawa

Timur

8.613.035.500 Program Pelayanan Kesekretariatan

Persentase realisasi anggaran 90 % Jawa

Timur

5,580,783,600

Indeks profesionalitas ASN 64 % Jawa

Timur Indeks profesionalitas ASN 64 % Jawa

Timur Persentase indikator

program yang tercapai 80 % Jawa

Timur

Persentase indikator program

yang tercapai 80 % Jawa

Timur

2.05.01.001

Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran Perangkat Daerah

Jumlah dokumen Perencanaan dan Anggaran Perangkat Daerah

8 Dokumen Jawa

Timur

1.624.881.000

Penyusunan Dokumen Perencanaan dan Anggaran Perangkat Daerah

Jumlah dokumen Perencanaan

dan Anggaran Perangkat Daerah 8 Dokumen Jawa

Timur 800,000,000

2.05.01.002 Pengelolaan Administrasi Keuangan

Jumlah laporan Pertanggungjawaban Keuangan

2 Laporan Jawa

Timur 84.070.000 Pengelolaan Administrasi Keuangan

Jumlah laporan

Pertanggungjawaban Keuangan 2 Laporan Jawa

Timur 150,000,000

2.05.01.003 Ketatausahaan dan Kepegawaian

Jumlah dokumen Ketatausahaan dan Kepegawaian

6 Dokumen Jawa

Timur 6.904.084.500 Ketatausahaan dan Kepegawaian

Jumlah dokumen Ketatausahaan

dan Kepegawaian 6 Dokumen Jawa

Timur 4,630,783,600

38 2.5. PENELAHAAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT

Program / Kegiatan usulan pemangku kepentingan sebagaimana ketentuan Peraturan Meteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 merupakan suatu hasil kajian yang diusulkan pemangku kepentingan sebagai bagian dari pendekatan perencanaan menggunakan sistem perencanaan bawah atas (bottom-up planning) berdasarkan asas demokratisasi dan desentralisasi, baik dari kelompok masyarakat, LSM, asosiasi-asosiasi, perguruan tinggi maupun dari Perangkat Daerah kabupaten/kota maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi Perangkat Daerah provinsi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kabupaten/kota yang langsung ditujukan kepada Perangkat Daerah. Untuk selanjutnya dilakukan penelaahan kesesuaian usulan dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah dan mengakomodasi usulan yang sesuai dengan program/kegiatan dalam Renja.

Usulan tersebut disampaikan melalui mekanisme Musrenbang. Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) RKPD adalah forum musyawarah antar pemangku kepentingan untuk membahas dan menyepakati langkah-langkah penanganan program kegiatan prioritas yang tercantum dalam daftar usulan rencana kegiatan pembangunan desa/kelurahan yang diintegrasikan dengan prioritas pembangunan daerah Kabupaten/Kota di wilayah Kecamatan.

Perencanaan partisipatif diwujudkan melalui musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) di mana sebuah rancangan rencana dibahas dan dikembangkan bersama semua pemangku kepentingan. Pemangku kepentingan berasal dari semua aparat penyelenggara negara (eksekutif, legislatif, dan yudikatif), masyarakat, kaum rohaniwan, pemilik usaha, kelompok profesional, organisasi non-pemerintah, dan lain-lain

Berdasarkan hasil penelaahan isu – isu strategis, prioritas Nasional, Prioritas Daerah dan Prioritas OPD serta memperhatikan kesesuaian program/kegiatan yang ada, maka usulan pemangku kepentingan yang diakomodir sebagaimana tabel berikut:

39 Tabel 2.4 Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku Kepentingan Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur

Perangkat Daerah / Program / Usulan Lokasi Target Satuan Nilai Keterangan

Perangkat Daerah 2050100 Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral Kabupaten / Kota 35.01 Pacitan

Usulan Kab/Kota 2.05.15.001 Pendataan dan Penyediaan Ketenagalistrikan

1 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk

Bangunan Gedung Pemerintah Kabupaten Pacitan 1 paket 1,000,000,000 Akomodir

Diakomodir dengan syarat dilakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED) terlebih dahulu.

2

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Penyediaan Air Bersih Ds. Petungsinarang, Ds.

Bangunsari, Ds. Mantren, Ds. Pakis Baru, Ds.

Watukarung, Ds. Plumbungan Kab. Pacitan

Kec. Bandar, Kec. Nawangan, Kec. Pringkuku, Kec.

Kebonagung Kabupaten Pacitan

6 paket 4,200,000,000 Tidak Akomodir

Bantuan PLTS diperuntukkan untuk meningkatkan Rasio elektrifikasi masyarakat di daerah pedesaan dan terpencil

3

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk Penyediaan Air Bersih Ds. Gembong, Ds. Kemuning, Ds. Ngreco, Ds. Temon, Ds. Sumberejo, Ds.

Sudimoro Kab. Pacitan

Kec. Arjosari, Kec. Tegalombo, Kec. Sudimoro Kabupaten Pacitan

6 paket 4,200,000,000 Tidak Akomodir

Pembangunan PLTS diprioritaskan untuk peningkatan Rasio Elektrifikasi

masyarakat di daerah pedesaan dan atau terpencil

Usulan Kab/Kota 2.05.16.002 Pemanfaatan dan Pengembangan Sumber Daya Energi

1

Pembangunan Sumur Bor Kel. Pucangsewu, Ds.

Sambong, Ds. Belah, Ds. Temon, Ds. Gembong, Ds.

Kebondalem, Ds. Punung, Ds. Pringkuku Kab.

Pacitan (968 KK)

Kec. Pacitan, Kec. Donorojo, Kec. Arjosari, Kec. Punung, Kec. Pringkuku

8 paket 4,000,000,000 Tidak Akomodir

Sejak terbitnya UU nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, pembangunan Sumur Bor bukan

Sejak terbitnya UU nomor 17 tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, pembangunan Sumur Bor bukan

Dalam dokumen RENCANA KERJA (RENJA) 2021 (Halaman 30-48)

Dokumen terkait