DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL PROVINSI JAWA TIMUR
RENCANA KERJA (RENJA) 2021
VISI JAWA TIMUR
“Terwujudnya Masyarakat Jawa Timur yang Adil,
Sejahtera, Unggul dan Berakhlak Dengan Tata Kelola
Pemerintahan yang Partisipatoris Inklusif Melalui
Kerja Bersama dan Semangat Gotong Royong”
DRAFT RENJA DINAS ESDM TAHUN 2020 i
MISI JAWA TIMUR
1. Mewujudkan Keseimbangan Pembangunan Ekonomi, Baik antar Kelompok, antar Sektor dan Keterhubungan Wilayah.
2. Terciptanya Kesejahteraan yang Berkeadilan Sosial, Pemenuhan Kebutuhan Dasar Terutama Kesehatan dan Pendidikan, Penyediaan Lapangan Kerja dengan Memperhatikan Kelompok Rentan.
3. Tata Kelola Pemerintahan yang Bersih, Inovatif, Terbuka, Partisipatoris Memperkuat Demokrasi Kewargaan untuk Menghadirkan Ruang Sosial yang menghargai prinsip Kebhinekaan.
4. Melaksanakan Pembangunan Berdasarkan Semangat Gotong
Royong. Berwawasan Lingkungan untuk Menjamin Keselarasan
Ruang Ekologi, Ruang Sosial, Ruang Ekonomi dan Ruang
Budaya.
KATA PENGANTAR
Atas berkat Rahmat Allah SWT, penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur ini dapat diselesaikan. Rencana Kerja merupakan dokumen perencanaan tahunan yang digunakan sebagai acuan dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan sebagai salah satu dasar pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan.
Penyusunan Renja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur Tahun ini disusun sebagai Dokumen Perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah yang memuat hasil evaluasi kinerja tahun berkenaan, dan rencana kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan berkoordinasi dengan instansi vertikal dan horisontal.
Pada kesempatan ini kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan partisipasinya dalam penyusunan Renja ini. Kami berharap agar Rencana Kerja ini dapat bermanfaat dan menjadi panduan dalam melaksanakan Program dan Kegiatan APBD di lingkungan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur.
Tim Penyusun
i
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA ... I
DAFTAR TABEL ... II
BAB 1 PENDAHULUAN ...4
1.1. LATAR BELAKANG ... 4
1.2. DASAR HUKUM ... 5
1.3. MAKSUD DAN TUJUAN ... 7
1.4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN ... 7
BAB 2 HASIL EVALUASI RENJA DINAS ESDM TAHUN LALU ...9
2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA ... 10
2.2. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA PELAYANAN DINAS ESDM ... 25
2.3. ISU-ISU PENTING PENYELENGGARAAN TUGAS DAN FUNGSI PERANGKAT DAERAH ... 31
2.4. REVIEW TERHADAP RANCANGAN AWAL RKPD ... 33
2.5. PENELAHAAN USULAN PROGRAM DAN KEGIATAN MASYARAKAT ... 38
BAB 3 TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH ... 45
3.1. TELAHAAN TERHADAP KEBIJAKAN NASIONAL ... 45
3.2. TUJUAN DAN SASARAN RENJA ... 46
3.3. PROGRAM DAN KEGIATAN... 48
BAB 4 RENCANA KERJA DAN PENDANAAN ... 53
4.1. PRIORITAS PERANGKAT DAERAH ... 53
4.2. PROGRAM PENUNJANG PERANGKAT DAERAH ... 56
BAB 5 PENUTUP ... 60
5.1. KAIDAH – KAIDAH PELAKSANAAN ... 60
5.2. RENCANA TINDAK LANJUT ... 61
ii
DAFTAR TABEL
Tabel 2.2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Rencana Kerja dan Pencapaian Rencana Strategis sampai dengan TW II 2020 ... 16
Tabel 2.3 Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas ESDM... 28
Tabel 2.2.4 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... 34
Tabel 2.2.5 Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku Kepentingan Tahun 2021 Provinsi Jawa Timur ... 39
v
BAB 1
4
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG
Rencana Kerja Perangkat Daerah yang selanjutnya disingkat Renja adalah dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Undang-undang No 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengamanatkan Perangkat Daerah untuk menyusun Renja sebagai pedoman kerja selama periode 1 (satu) tahun. Renja ini merupakan terjemahan dari Perencanaan Strategis lima tahunan yang sifatnya lebih operasional.
Renja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (Dinas ESDM) Provinsi Jawa Timur disusun dalam rangka untuk memberikan gambaran tentang : hasil evaluasi kinerja Tahun lalu, hasil – hasil capaian program kegiatan dan permasalahan yang menghambat, isu strategis dan target capaian program kegiatan tahun mendatang, serta untuk menyesuaikan perkembangan prioritas pembangunan sektor Energi dan Sumber Daya Mineral sehingga merupakan kebijakan rencana pembangunan Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral di Jawa Timur yang selanjutnya sebagai dasar penyusunan usulan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahunan. Penyusunan Renja dilakukan melalui dua tahapan yang merupakan suatu rangkaian proses saling berurutan, mencakup Tahap perumusan rancangan Renja (PD) dan Tahap penyajian rancangan Renja PD.
Sebagai pedoman pelaksanaan Program Kegiatan Dinas ESDM tahun berjalan, Renja Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur ini disusun berdasarkan pada Rencana Strategis (Renstra) Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 - 2024, serta telah diselaraskan agar sesuai dengan RPJMD Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024.
Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi dunia ketika tiba – tiba muncul wabah Covid – 19. Wabah tersebut awalnya muncul secara lokal di Wuhan – China, lalu merebak dan menyebar ke seluruh dunia, dimana Jawa Timur saat ini merupakan salah satu epicenter / pusat penyebaran wabah Covid – 19. Berbagai laporan dari lembaga studi yang menganalisis dampak Covid – 19 menyatakan bahwa akan terjadi pelambatan ekonomi dunia ditahun 2020 ini dan akan berdampak terhadap kondisi perekonomian dan sosial masyarakat. Dampak sosial
5 dan ekonomi akibat pandemi ini memaksa semua level pemerintahan baik pusat dan daerah untuk melakukan koreksi terhadap perencanaan pembangunan yang telah ditetapkan.
Penyesuaian yang tepat dan kebijakan yang terukur dalam menangani wabah corona akan menjadi titik awal untuk pemulihan dampak pandemi. Dikarenakan hal – hal tersebut, maka perencanaan kegiatan di tahun 2021 ini, salah satunya akan difokuskan pada pemulihan perekonomian dan sosial dampak pandemi COVID – 19.
1.2. DASAR HUKUM
Landasan hukum penyusunan Renja Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur, adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Republik Indonesia Nomor 2286);
2. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 164, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia 4421);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 49);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 2006 tentang Tata Cara Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 96, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4663);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
8. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah;
6 9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata cara Evaluasi RRPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD;
10. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 7 Tahun 2008 tentang Urusan Pemerintahan Daerah Provinsi Jawa Timur (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2008 Nomor 4 Tahun 2008 Seri E;
11. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Nomor 1 Tahun 2009 Seri E);
12. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 5 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Jawa Timur Tahun 2011 – 2031;
13. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 63), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2018 tentang Perubahan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2018 Nomor 1 Seri C, Tambahan Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 81);
14. Peraturan Gubernur Jawa Timur nomor 7 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Jawa Timur Tahun 2019 – 2024;
15. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 29 Tahun 2019 Tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Uraian Tugas Dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur;
16. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 52 Tahun 2019 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2019 – 2024;
17. Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 12 Tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2021.
7 1.3. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud disusunnya Renja Dinas ESDM adalah untuk merumuskan Rencana Kerja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur untuk periode 1 (satu) tahun sebagai implementasi pelaksanaan Renstra Dinas ESDM.
Sedangkan tujuan disusunnya Renja adalah sebagai pedoman : 1. Pelaksanaan rencana Program Kegiatan;
2. Mengevaluasi Program Kegiatan;
3. Penyusunan Rencana Anggaran Program Kegiatan.
1.4. SISTEMATIKA PENYUSUNAN
Renja Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :
BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang 1.2 Dasar Hukum
1.3 Maksud dan tujuan, dan 1.4 Sistematika penulisan.
BAB II. HASIL EVALUASI RENJA DINAS ESDM TAHUN LALU
2.1 Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra ; 2.2 Analisis Kinerja Pelayanan ;
2.3 Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah;
2.4 Review terhadap Rancangan Awal RKPD;
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat.
BAB III. TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional;
3.2 Tujuan dan sasaran Renja;
3.3 Program dan Kegiatan.
BAB IV. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN BAB V. PENUTUP
BAB 2
9
BAB 2
HASIL EVALUASI RENJA DINAS ESDM TAHUN LALU
Evaluasi merupakan sebuah rangkaian kegiatan yang membandingkan realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap rencana dan standar yang telah ditetapkan. Evaluasi ditujukan untuk menganalisa dampak pembangunan yang dilakukan oleh para pelaku pembangunan dan dinikmati oleh penerima manfaat pembangunan.
Langkah – langkah dari pelaksanaan evaluasi pelaksanaan Program Kegiatan dijabarkan sebagai berikut:
a. Menentukan target pencapaian pada saat penyusunan dokumen perencanaan.
Target disusun berdasarkan data historis yang ada dan memenuhi persyaratan,realistis, dan dapat dicapai.
b. Membandingkan antara target yang telah ditetapkan sebelumnya dengan realisasi pelaksanaan.
c. Menganalisis hasil dari perbandingan yang dilakukan (Gap analysis). Bila ada gap atau kesenjangan, perlu dipastikan nilainya positif atau negatif. Nilai positif diperoleh bila realisasi pelaksanaan lebih tinggi daripada target, maka pelaksanaan rencana pembangunan dinilai positif. Sebaliknya bila realisasi lebih rendah daripada target yang ditetapkan maka pelaksanaan rencana pembangunan dinilai negatif. Artinya masih diperlukan usaha-usaha lebih banyak dan lebih kuat lagi untuk meningkatkan ataupun memperbaiki capaian pelaksanaan rencana pembangunan yang sudah terekam dalam dokumen perencanaan.
Evaluasi Renja Dinas ESDM tahun sebelumnya ini merujuk pada dokumen perencanaan yang berlaku, yaitu : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Timur Tahun 2019 – 2024, dan Renstra Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2019 – 2024. Dikarenakan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid – 19, semua level pemerintahan baik pusat dan daerah harus melakukan penyesuaian terhadap dokumen perencanaan dan anggaran. Oleh karena itu evaluasi terhadap pelaksanaan Program dan Kegiatan di tahun 2020 ini juga dilaksanakan dengan mengakomodir refocusing dan realokasi anggaran dalam APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2020.
10 2.1. EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN LALU DAN CAPAIAN RENSTRA
Dikarenakan dampak sosial dan ekonomi akibat pandemi Covid – 19, semua level pemerintahan baik pusat dan daerah harus melakukan penyesuaian terhadap dokumen perencanaan dan anggaran. Oleh karena itu evaluasi terhadap pelaksanaan Program dan Kegiatan pada tahun 2020 ini mengakomodir refocusing dan realokasi anggaran dalam APBD Provinsi Jawa Timur tahun 2020.
Penyebaran pandemi virus corona (COVID – 19) di Jawa Timur, memerlukan perhatian yang cukup serius karena menimbulkan korban jiwa serta kerugian material, berdampak pada aspek sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Melihat berbagai dampak tersebut, Dinas ESDM berupaya untuk membuat beberapa kebijakan, diantaranya adalah percepatan pelayanan perizinan (dalam hal ini sesuai kewenangan Dinas yaitu berupa Rekomendasi Teknis) dan pengembangan layanan pengujian ESDM (melalui UPT Pengujian ESDM), pengembangan energi baru terbarukan, konservasi energi, dan bantuan Hibah IR/SR bagi masyarakat miskin.
Evaluasi Renja Dinas ESDM tahun lalu ini merujuk pada dokumen perencanaan, yaitu : Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Provinsi Timur Tahun 2020 - 2024, dan Renstra Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Tahun 2020 – 2024.
Sasaran 1 : Terpenuhinya kebutuhan ketenagalistrikan untuk masyarakat a. PENYEBAB UTAMA KEBERHASILAN/ KEGAGALAN
Dalam kehidupan modern listrik adalah merupakan tolok ukur kemajuan masyarakat, dan merupakan salah satu infrastruktur dasar (air bersih, sanitasi dan listrik). Keberhasilan capaian rasio elektrifikasi Jawa Timur tidak lepas dari peran Dinas ESDM dalam berkoordinasi dengan PLN dan denan para stakeholder terkait. Selain itu kegiatan yang dikelola ESDM yaitu pemberian rekomendasi ketenagalistrikan diharapkan dapat menambah cadangan infrastruktur ketenagalistrikan di Jawa Timur.
Sampai dengan TW II tahun 2020 telah diterbitkan rekomtek ketenagalistrikan sebanyak 85 Rekomtek dari target sebanyak 90 Rekomtek Ketenagalistrikan.
11
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah berkomitmen untuk meningkatkan RE menjadi 100% di tahun 2021 dengan memprioritaskan bantuan IR/SR untuk 56.650 Rumah Tangga miskin (RTM) belum berlistrik sebagai crash program prioritas. Untuk tahun 2020, Bantuan masyarakat miskin IR/SR sebanyak 1.115 KK tersebar di berbagai Kab / Kota di Jawa Timur.
Dikarenakan adanya refocusing anggaran akibat dampak Pandemi COVID – 19, kegiatan hibah IR/SR bagi masyarakat miskin, tidak dapat dilaksanakan sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBD Murni (target awal 3.000 KK).
Sampai dengan Tahun 2020, RE Jawa Timur telah meningkat menjadi 99,29%. Hal ini dapat dicapai karena adanya koordinasi yang baik antara yang dilakukan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur dengan PLN Distribusi Jawa Timur mulai dari tahap inventarisasi rumah tangga belum berlistrik sampai dengan distribusi listrik kepada masyarakat.
Masih ada beberapa kabupaten/kota yang rasio elektrifikasinya rendah antara lain Kabupaten – Kabupaten di pulau Madura (Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Sumenep) dan kabupaten di daerah Tapal Kuda (Kabupaten Probolinggo, Bondowoso, Situbondo).
Belum terealisasinya RE 100% di Jawa Timur disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
1. Kondisi Geografis daerah terpencil, terluar dan kepulauan menyulitkan untuk pembangunan infrastruktur jaringan listrik.
2. Kondisi ekonomi masyarakat miskin belum memungkinkan untuk melakukan penyambungan listrik secara mandiri.
b. RENCANA TINDAK LANJUT
Untuk mencapai RE 100% di Jawa Timur, Dinas ESDM akan mengambil langkah – langkah sebagai berikut :
1. Meningkatkan kegiatan bantuan Instalasi Listrik dan Sambungan Rumah (IR / SR) bagi masyarakat belum berlistrik. Kegiatan ini dapat bersumber dari Pemerintah daerah, Pemerintah Pusat atau dana CSR
12
Perusahaan. Meningkatkan kegiatan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) berupa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di daerah-daerah yang tidak terjangkau oleh jaringan distribusi listrik PLN. Pengembangan ini dapat bersumber dari Pemerintah daerah, Pemerintah Pusat atau pihak swasta.
2. Berkoordinasi dengan PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur terkait kesiapan infrastruktur ketenagalistrikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar).
Sasaran 2 : Meningkatnya Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan
a. PENYEBAB UTAMA KEBERHASILAN/ KEGAGALAN
Dikarenakan adanya refocussing anggaran akibat dampak Pandemi COVID – 19, kegiatan hibah dan atau pengembangan EBT tidak dapat dilaksanakan sesuai target awal. Target pengembangan EBT (setelah refocussing) berupa pembangunan PLTS di tahun 2020 direncanakan sebanyak 22 unit di Kab Trenggalek.
b. RENCANA TINDAK LANJUT
Dalam rangka penanganan dampak COVID – 19 ini pembangunan EBT direncanakan juga untuk membantu UMKM atau masyarakat yang terdampak pandemi.
Selain itu pengembangan EBT juga diarahkan untuk daerah – daerah yang masuk dalam kategori 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) dan belum terdapat jaringan PLN. Daerah – daerah ini akan diprioritaskan dalam pengembangan pembangkit energi terbarukan untuk mendukung Rasio Elektrifikasi, sesuai potensi yang tersedia, baik dari PLTS dan PLTMH.
Kegiatan ini akan dilaksanakan dengan mempertimbangkan ketersediaan anggaran.
13 Sasaran 3 : Meningkatnya Pemanfaatan Pertambangan Berwawasan Lingkungan
a. PENYEBAB UTAMA KEBERHASILAN/ KEGAGALAN
Tahun 2020 ditargetkan rekomtek pertambangan sebanyak 475 rekomtek untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Jawa Timur. Dari target tersebut sampai dengan TW II 2020 telah terealisasi rekomtek pertambangan sebanyak 287 Rekomtek.
Dampak positif dari pelayanan rekomendasi izin pertambangan adalah meningkatnya produksi bahan baku infrastruktur dan bangunan serta industri. Diharapkan juga dengan meningkatnya kegiatan pertambangan berizin dapat meningkatkan perekenomian yang diindikasikan dengan peningkatan pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) jenis usaha Pertambangan dan Penggalian.
Sektor pertambangan merupakan salah satu sektor yang mengalami dampak terbesar dari adanya pandemik COVID – 19 ini. Permintaan yang terbesar biasanya berasal dari aktivitas pembangunan infrastruktur, mengalami perlambatan. Begitu pula permintaan komoditas pertambangan untuk bahan baku industri juga mengalami perlambatan. Penurunan kegiatan usaha ini dikhawatirkan akan berlanjut di Triwulan IV karena cuaca yang kurang mendukung (memasuki musim penghujan) karena dapat menghambat aktivitas sejumlah sektor seperti pertambangan dan konstruksi.
b. RENCANA TINDAK LANJUT
Untuk meningkatkan pelayanan dan pengelolaan pertambangan di Jawa Timur akan dilaksanakan hal – hal sebagai berikut :
1. Inventarisasi potensi Pertambangan di Jawa Timur;
2. Memberikan pembinaan pelaksanaan kegiatan usaha pertambangan kepada para pemegang izin.
3. Inventarisasi dan Pembinaan terhadap Pertambangan Tanpa Izin (PETI).
4. Memaksimalkan peran Inspektur Tambang dalam pengawasan kegiatan pengusahaan pertambangan.
14
5. Meningkatkan akurasi data pelaporan khususnya produksi pertambangan.
Sasaran 4 : Meningkatnya Pengusahaan Air Tanah berwawasan Lingkungan
a. PENYEBAB UTAMA KEBERHASILAN/ KEGAGALAN
Ketersediaan air tanah berkelanjutan untuk masyarakat dan industri dalam rangka mendukung peningkatan perekonomian dideskripsikan sampai dengan TW II Tahun 2020 telah direalisasikan penerbitan Rekomek Air tanah sebanyak 1.307 Rekomtek dari target 1.350 Rekomtek.
Dikarenakan adanya refocussing anggaran akibat dampak Pandemi COVID – 19, kegiatan hibah sumur bor tidak dapat dilaksanakan sesuai target yang telah ditetapkan dalam APBD Murni, Oleh karena itu Dinas ESDM berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM yang memiliki program pelayanan air bersih untuk masyarakat di daerah sulit air agar memberikan bantuan sumur bor bagi daerah yang sulit air.
Dengan terbitnya Undang – Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang Sumber Daya Air, dan belum adanya peraturan pelaksanaan dari Undang – Undang tersebut, menyebabkan kewenangan pengelolaan sumber daya air tanah sampai saat ini masih berada di Dinas ESDM. Tidak menutup kemungkinan setelah terbitnya peraturan pelaksanaan dari Undang – Undang tersebut akan ada peralihan kewenangan.
Data konservasi air tanah, data daerah sulit air, serta data potensi air tanah dilakukan update untuk mendukung pengelolaan data rencana dan produksi pemanfaatan air tanah guna mencukupi kebutuhan masyarakat dan Industri.
b. RENCANA TINDAK LANJUT
Upaya untuk meningkatkan keberlanjutan ketersediaan air tanah bagi masyarakat dalam mendukung peningkatan perekonomian adalah sebagai berikut :
1. Menyusun neraca sumber daya air tanah 2. Intensifikasi pelaporan produksi air tanah.
15
3. Berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian ESDM tentang pembangunan sumur bor bagi daerah kekeringan di Jawa Timur.
4. Menyusun Nilai Perolehan Air Tanah di Jawa Timur.
5. Meningkatkan upaya pengendalian dan pengawasan pengusahaan air tanah yang berizin.
Sasaran 5 : Meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap pelayanan Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral
a. PENYEBAB UTAMA KEBERHASILAN/ KEGAGALAN
Unit Pelayanan Teknis Pengujian Energi dan Sumber Daya Mineral mempunyai memiliki fungsi untuk menyelenggarakan kegiatan teknis operasional dan/atau kegiatan teknis penunjang Dinas serta pelayanan masyarakat. Dalam rangka melaksanakan fungsi tersebut, sampai dengan Triwulan II Tahun 2020 telah diterbitkan 773 Dokumen Hasil Uji Labolatorium dari target sebesar 600 Dokumen sebagai bentuk layanan UPT Pengujian ESDM kepada masyarakat.
b. RENCANA TINDAK LANJUT
Upaya untuk meningkatkan pelayanan UPT Pengujian ESDM kepada masyarakat, direncanakan hal – hal sebagai berikut :
1. Peningkatan pelayanan secara profesional
2. Menyajikan data pengujian yang valid dan tepat waktu 3. Mengutamakan kepuasan pelanggan/ customer
4. Menerapkan sistem manajemen mutu dengan konsisten 5. Meningkatkan kompetensi personel laboratorium.
16 Tabel 2.2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Rencana Kerja dan Pencapaian Rencana Strategis sampai dengan TW II 2020
1. Form 1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Rencana Kerja dan Pencapaian Rencana Strategis (Renstra 2014 – 2019) :
N
o Kode
Urusan/ Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan
Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (outcome) / Kegiatan (Output)
Target Renstra Perangkat Daerah Provinsi pada Tahun 2014 s/d 2019 (akhir periode Renstra Perangkat Daerah
Provinsi)
Realisasi Capaian Kinerja Renstra Perangkat Daerah
Provinsi sampai dengan Renja Perangkat Daerah
Tahun 2018
Target Kinerja dan Anggaran Renja Perangkat Daerah
Tahun 2019 yang dievaluasi
Realisasi Kinerja Pada Triwulan Realisasi Capaian Kinerja
dan Angaran Renja Perangkat Daerah Provinsi yang dievaluasi
(2019)
Tingkat Capaian Kinerja dan
Realisasi Anggaran Renja
Perangkat Daerah Provinsi yang di evaluasi
(2019)
Realisasi Kinerja dan Anggaran Renstra Perangkat daerah s/d Tahun 2019 (Akhir tahun
pelaksanaan Renja Perangkat daerah Provinsi
Tahun 2019)
Tingkat Capaian Kinerja dan
Realisasi Anggaran Renstra Perangkat Daerah
Provinsi s/d Tahun 2019 (%)
Unit Perangkat
Daerah Penanggung
Jawab
I II III IV
1 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 = 8+9+10+11 13 = 12/7 x 100 14 = 6+12 15 = 14/5X100
16
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
1 0
5 0 1
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Indek kepuasan masyarakat/apar atur terhadap pelayanan administrasi perkantoran dan kenyamanan kantor
100% 13,500,000,0 00
100% 12,534,359,6 88
95%
3,513,810,00 0
452,534,36 0
941,367,42 0
928,523,89 2
1,052,075,86 5
97% 3,374,501,53 7
102.11 96.04
102.11 15,908,861,2 25
100% 117.8 4
Sekretariat
1 Pelaksanaan Administrasi Perkantoran
Persentase pegawai yang puas terhadap pelayanan perkantoran
93% 13,500,000,0 00
100% 12,534,359,6 88
92%
3,513,810,00 0
13% 452,534,36 0
27% 941,367,42 0
26% 928,523,89 2
29.94% 1,052,075,86 5
96% 3,374,501,53 7
104.39 96.04
15,908,861,2 25
117.8
4
Rata-rata capaian kinerja 102.11 96.04 100% 117.8
4
Predikat kinerja sangat
tinggi sang
at tingg
i
sangat tinggi
sanga t tinggi
2 0
5 0 2
Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur
Persentase sarana dan prasarana aparatur yang layak fungsi
100% 9,150,000,00 0
100% 8,583,441,13 8
96%
2,474,053,00 0
281,209,46 5
687,159,14 8
720,751,83 4
617,224,975 95% 2,306,345,42 2
99%
93.22
98.96% 10,889,786,5 60
98.96% 119.0 1
Sekretariat
1 Penyediaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana
Jumlah peralatan dan perlengkapan sarana yang tersedia (unit)
255 5,250,000,00 0
105 5,208,588,33 2
25 1,678,325,00 0
7 216,589,13 6
11 388,787,02 6
2 555,752,53
0 5
352,832,878 25 1,513,961,57 0
100.00 90.21 130 6,722,549,90 2
50.98 128.0 5
Pemeliharaan Peralatan dan Kelengkapan Sarana dan Prasarana
Jumlah peralatan dan perlengkapan sarana yang terpelihara (unit)
255 3,900,000,00 0
182 3,374,852,80 6
17
795,728,000
3 64,620,329 5 298,372,12
2
6 164,999,30 4
3 264,392,097 17 792,383,852 100.00 99.58
199 4,167,236,65 8
78.04 106.8 5
Rata-rata capaian kinerja 100.00 94.89 64.51 117.4
5
Predikat kinerja
sangat tinggi
sang at tingg
i
rendah sanga
t tinggi
3 1 0
1 0 7
Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Pemerintah Daerah
persentase kelembagaan yang tepat fungsi
100% 3,690,922,60 6
100% 3,718,852,54 3
100% 3,718,852,54 3
100% 100.7
6
1 Konsultasi Kelembagaan Perangkat Daerah
Jumlah Konsultasi (kali)
130 1,053,674,89 7
151 1,032,432,65 2
Pembinaan Sumber Daya Aparatur Perangkat Daerah
Jumlah pegawai yang mengikuti pembinaan peningkatan kapasitas SDM (orang)
120 2,637,247,70 9
141 2,686,419,89 1
Rata-rata capaian kinerja
Predikat kinerja
4 0
5 0 7
Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perangkat Daerah
persentase kelembagaan yang tepat fungsi
100% 7,750,000,00 0
100% 873,701,442 90%
1,228,021,63 7
164,946,70 0
272,180,50 6
307,243,68 4
230,187,024 92% 974,557,914 102.22 79.36
113.58 1,848,259,35 6
113.58 23.85 Sekretariat
1 Konsultasi Kelembagaan Perangkat Daerah
Jumlah Konsultasi (kali)
130 3,250,000,00 0
53 331,956,565 20
288,350,200
5 26,397,350 5 111,905,80
0
5 73,996,684 5 36,514,846 20 248,814,680 100.00 86.29
73 580,771,245 56.1538 46
17.87
Pembinaan Sumber Daya Aparatur Perangkat Daerah
Jumlah pegawai yang mengikuti pendidikan/pelati han formal (orang)
45 4,500,000,00 0
29 541,744,877 12
939,671,437
1 138,549,35 0
4 160,274,70 6
5 233,247,00 0
2 193,672,178 12 725,743,234 100.00 77.23
41 1,267,488,11 1
91.11 28.17
17
N
o Kode
Urusan/ Bidang Urusan Pemerintahan Daerah dan
Program / Kegiatan
Indikator Kinerja Program (outcome) / Kegiatan (Output)
Target Renstra Perangkat Daerah Provinsi pada Tahun 2014 s/d 2019 (akhir periode Renstra Perangkat Daerah
Provinsi)
Realisasi Capaian Kinerja Renstra Perangkat Daerah
Provinsi sampai dengan Renja Perangkat Daerah
Tahun 2018
Target Kinerja dan Anggaran Renja Perangkat Daerah
Tahun 2019 yang dievaluasi
Realisasi Kinerja Pada Triwulan Realisasi Capaian Kinerja
dan Angaran Renja Perangkat Daerah Provinsi yang dievaluasi
(2019)
Tingkat Capaian Kinerja dan
Realisasi Anggaran Renja
Perangkat Daerah Provinsi yang di evaluasi
(2019)
Realisasi Kinerja dan Anggaran Renstra Perangkat daerah s/d Tahun 2019 (Akhir tahun
pelaksanaan Renja Perangkat daerah Provinsi
Tahun 2019)
Tingkat Capaian Kinerja dan
Realisasi Anggaran Renstra Perangkat Daerah
Provinsi s/d Tahun 2019 (%)
Unit Perangkat
Daerah Penanggung
Jawab
I II III IV
1 3 4
5 6 7 8 9 10 11 12 = 8+9+10+11 13 = 12/7 x 100 14 = 6+12 15 = 14/5X100
16
K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp K Rp
Rata-rata capaian kinerja 100.00 81.76 73.63 23.02
Predikat kinerja sangat
tinggi tingg
i
rendah sedan
g
5 0
5 0 8
Program Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Dokumen Penyelenggaraan Pemerintahan
Persentase dokumen penyelenggaraan pemerintahan yang disusun tepat waktu
100% 11,450,000,0 00
100% 1,181,978,48 3
100%
1,281,509,36 3
64,518,112 206,009,70
0
286,692,65 0
422,486,383 100.00% 979,706,845 100 76.45
100.00% 2,161,685,32 8
100.00% 18.88 Sekretariat
1 Penyusunan Dokumen Perencanaan
Jumlah dokumen perencanaan yang tersusun (dokumen)
Jumlah dokumen
perencanaan perangkat daerah yang tersusun (dokumen)
10 2,250,000,00 0
6 316,506,746 4
436,013,358
1 18,607,670 1 85,212,155 1 147,410,95
0
1 150,509,225 4 401,740,000 100.00 92.14 10 718,246,746 100 31.92
Penyusunan Laporan Hasil Pelaksanaan Rencana Program dan Anggaran
Jumlah dokumen pelaporan yang tersusun (dokumen)
24 3,700,000,00 0
6 231,617,483 5
224,200,000
3 22,119,905 1 29,676,000 1 57,784,200 0 91,004,822 5 200,584,927 100.00 89.47
11 432,202,410 45.83 11.68
Penyusunan, Pengembangan, Pemeliharaan dan Pelaksanaan Sistem Informasi Data
Jumlah update database perangkat daerah (dokumen)
6 3,250,000,00 0
5 520,168,174 3
532,850,000
1 9,000,337 1 73,721,545 1 59,549,500 0 162,272,336 3 304,543,718 100.00 57.15 8 824,711,892 133.33 25.38
Penyusunan Laporan Pengelolaan Keuangan
Jumlah Dokumen laporan pengelolaan keuangan yang tersusun (dokumen)
12 2,250,000,00 0
2 113,686,080
2
88,446,005
0 14,790,200 1 17,400,000 0 21,948,000 1 18,700,000 2 72,838,200 100.00
82.35
4 186,524,280 33.33 8.29
Rata-rata capaian kinerja 100.00 80.28 78.125 19.32
Predikat kinerja sangat
tinggi tingg
i
tinggi sanga
t renda
h
6 0
3 2 5
Program Pengembangan Pemanfaatan Energi, dan Ketenagalistrikan
Rasio ketersediaan listrik (%)
71,03 11,129,207,6 76
75,09 9,570,440,58 2
75,09
9,570,440,58 2
Persentase
rumah tangga (RT) yang menggunakan listrik (%)
99,58 90,53
1 Pengembangan dan Pemanfaat an Sumber Energi Terbarukan dan
Ketenagalistrikan
Jumlah rumah tangga miskin yang memanfaatkan energi listrik (KK)
6250 7,278,205,00 0
991 7,027,674,93 1
Inventarisasi Sumber daya energi terbarukan dan Ketenagalistrikan
Jumlah masyarakat terpencil yang menikmati energi dan dokumen potensi sumberdaya energi (KK)
700 2,105,100,00 0
675 2,077,461,96 1
Pengawasan dan Pengendalian Bidang Energi dan Ketenaga listrikan
Jumlah masyarakat yang mendapat sosialisasi konservasi energi (orang)
900 1,745,902,67 6
220 465,303,690
Rata-rata capaian kinerja
Predikat kinerja