DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG KOTA PALEMBANG
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah Subhanauwata’ala karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 dapat diselesaikan tepat waktu sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2008 yang kemudian diperjelas kedalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi pelaksanaan program dan kegiatan guna menjaga konsistensi dan sinergitas program dan kegiatan sehingga dapat dengan optimal mendukung proses pembangunan Kota Palembang. Pemahaman yang cermat terhadap program-program prioritas dan isu-isu strategis Pemerintah Kota Palembang maupun langkah- langkah yang diperlukan, akan menghasilkan Renja yang bukan saja akan lebih berkualitas dan implementatif, tetapi lebih jauh lagi akan bermanfaat bagi penyusunan langkah antisipatif sehingga perencanaan yang dihasilkan menjadi sinergis dan tepat sasaran.
Penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 ini merupakan tahun ketiga dari RPJMD Kota Palembang Tahun 2018-2023 dan Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2018-2023 dengan tetap memperhatikan tujuan nasional yang tercantum dalam Undang- Undang Dasar 1945, mempertimbangkan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Selatan, memperhitungkan kemajuan pembangunan (hasil capaian kinerja)
Kota Palembang tahun sebelumnya, memperhatikan hasil analisis isu strategis, serta mengacu pada RPJPD Kota Palembang Tahun 2005-2025 serta RKPD Kota Palembang Tahun 2021 yang memuat kebijakan program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Pada akhirnya Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang ini diharapkan dapat berguna secara optimal sehingga rencana hasil yang diharapkan dapat dicapai dengan optimal pula dan semakin dapat dirasakan oleh masyarakat Kota Palembang dalam rangka mendukung pencapaian visi “Palembang EMAS Darussalam 2023.”
Palembang, 2020
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang,
Ir. H. Akhmad Bastari, MT., IPM Pembina Tk.I / IV.b
NIP. 19700926 199703 1 006
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI... iii
DAFTAR TABEL... iv
BAB I PENDAHULUAN... 1
1.1Dasar Hukum... 2
1.2Landasan Hukum... 5
1.3Maksud dan Tujuan... 5
1.4Sistematika Penulisan BAB II HASIL EVALUASI RENJA TAHUN LALU... 7
2.1Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra... 7
2.2Analisis Kinerja Pelayanan... 15
2.3Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi... 20
2.4Review Terhadap Rancangan Awal RKPD...20
2.5Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat...21
BAB III TUJUAN DAN SASARAN... 22
3.1Telahaan Terhadap Kebijakan Nasional... 22
3.2Tujuan dan Sasaran Renja... 35
3.3Program dan Kegiatan... 36
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAAN... 47
4.1Prioritas Perangkat Daerah yang Mendukung Priotitas Pemerintah Kota... 47
4.2Prioritas Perangkat Daerah... 47
4.3Rencana Kerja dan Pendanaan...50
BAB V PENUTUP... 51
5.1Catatan Penting... 51
5.2Kaidah-Kaidah Pelaksanaan... 51
5.3Rencana Tindak Lanjut... 52 LAMPIRAN...
DAFTAR TABEL
TABEL 2.1 Rekapitulasi Evaluasi Hasil Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah dan Pencapaian Renstra Perangkat Daerah s.d. Tahun 2021 Kota Palembang...
TABEL 2.2 Anggaran dan Realisasi Keuangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019... 9 TABEL 2.3 Laporan Realisasi Keuangan APBD Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019... 10 TABEL 2.4 Capaian Kinerja Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kota Palembang... 18 TABEL 2.5 Review Terhadap Rancangan Awal RKPD Kota Palembang Tahun
2021...
TABEL 2.6 Usulan Program dan Kegiatan dari Pemangku Kepentingan Kota Palembang Tahun 2021... 21 TABEL 3.1 Tujuan san Sasaran Srategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kota Palembang Tahun 2018-2023... 35 TABEL 3.2 Rumusan Rencana Program dan Kegiatan Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 dan Prakiraan Maju Tahun 2022 ...
TABEL 3.3 Target Indikator Kinerja Utama Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021... 39 TABEL 3.4 Perubahan Target Indikator Kinerja Utama Dinas Pekerjaan Umum
dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2018-2023... 41 TABEL 3.5 Perubahan Target Indikator Kinerja Program (Outcome) Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2018-2023... 43 TABEL 4.1 Prioritas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota
Palembang Tahun 2021... 48
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah telah mengamanatkan bahwa setiap Perangkat Daerah diwajibkan untuk menyusun Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah sebagai pedoman kerja selama periode satu tahun dan berfungsi untuk menerjemahkan perencanaan strategis 5 (lima) tahunan yang dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah ke dalam perencanaan tahunan yang sifatnya lebih operasional.
Tahapan penyusunan perencanaan pembangunan daerah sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan terdiri dari 4 (empat) tahapan yakni penyusunan rencana, penetapan rencana, pengendalian pelaksanaan rencana, dan evaluasi kinerja/pelaksanaan rencana. Keempat tahapan tersebut diselenggarakan secara berkelanjutan sehingga secara keseluruhan membentuk satu siklus perencanaan yang utuh dan dilaksanakan secara transparan dan berkesinambungan.
Pasal 1 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 mendefinisikan Rencana Kerja Perangkat Daerah sebagai dokumen perencanaan Perangkat Daerah untuk periode 1 (satu) tahun. Sebagai sebuah dokumen perencanaan Perangkat Daerah, Renja mempunyai kedudukan yang strategis yaitu menjembatani antara perencanaan pada Perangkat Daerah dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sebagai implementasi pelaksanaan strategis jangka menengah daerah (RPJMD) dan Renstra Perangkat Daerah yang menjadi satu kesatuan untuk mendukung pencapaian visi dan misi daerah.
Renja Perangkat Daerah/RKT merupakan suatu dokumen perencanaan
resmi daerah untuk periode satu tahun yang memuat kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.
Dokumen Renja disyaratkan untuk mengarahkan program dan kegiatan pelayanan Perangkat Daerah khususnya, dan pembangunan tahunan daerah pada umumnya. Kualitas dokumen Renja sangat ditentukan oleh kualitas program dan kegiatan yang akan dilaksanakan, sehingga penyusunan Renja Perangkat Daerah sangat ditentukan oleh kemampuan Perangkat Daerah dalam menyusun, mengorganisasikan, mengimplementasikan, mengendalikan, dan mengevaluasi capaian program dan kegiatan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah. Kedudukan Renja Perangkat Daerah ini menjadi pedoman Perangkat Daerah dalam menyusun RKA Perangkat Daerah sebagaimana diatur dalam Pasal 143 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun
2017.
Sebagai aplikasi dari uraian di atas, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Kota Palembang sebagai salah satu Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kota Palembang perlu menyusun dokumen Renja sebagai pedoman kerja selama satu tahun kedepan. Sebagai sebuah dokumen perencanaan yang penting, sudah sepatutnya Pemerintah Daerah, DPRD, dan masyarakat memberikan perhatian pada kualitas proses penyusunan dokumen Renja Perangkat Daerah dan tentunya diikuti dengan pemantauan, evaluasi, dan review berkala atas implementasinya.
1.2. Landasan Hukum
Penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataa Ruang Kota Palembang Tahun 2021 ini dilandasi dasar hukum sebagai berikut:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah-Tingkat II dan Kotapraja di Sumatera Selatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1959 Nomor 73, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1821);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75, Tambahan Lembaran Negera Republik Indonesia Nomor 3851);
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
4. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang- Undang Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5887) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 6402);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang PengelolaanKeuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019BNomor 42, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6322);
7. Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 1312);
8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 70 Tahun 2019 tentang Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1114);
9. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1447);
10. Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 050-3708 Tahun 2021 tentang Hasil Verifikasi dan Validasi Pemutakhiran Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan Keuangan Daerah;
11. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Palembang (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2016 Nomor 6) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Palembang (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2019 Nomor 9);
12. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 5 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Kota Palembang Tahun 2005‒2025 (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2009 Nomor 5);
13. Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 3 Tahun 2019 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Palembang Tahun 2018‒2023 (Lembaran Daerah Kota Palembang Tahun 2019 Nomor 3);
14. Peraturan Walikota Palembang Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang;
15. Peraturan Walikota Palembang Nomor 45 Tahun 2019 tentang Rencana Strategis Perangkat Daerah Kota Palembang Tahun 2018-2023 (Berita Daerah Kota Palembang Tahun 2019 Nomor 45);
16. Peraturan Walikota Palembang Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2021 (Berita Daerah Kota Palembang Tahun 2020 Nomor 21);
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 adalah memberikan arah sekaligus pedoman bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang dalam mendukung perwujudan visi, misi, tujuan, dan sasaran pembangunan Pemerintah Kota Palembang sebagaimana telah ditetapkan dalam RPJMD Kota Palembang Tahun 2018-2023 dan Renstra Perangkat Daerah Tahun 2018-2023.
Adapun tujuan penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang yaitu sebagai dasar bagi seluruh pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang dalam menjalankan kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun 2021, sehingga dapat meningkatkan perannya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika dokumen Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
Bab I. Pendahuluan
Pada bab ini dijelaskan mengenai:
1) Latar Belakang;
2) Landasan Hukum;
3) Maksud dan Tujuan;
4) Sistematika Penulisan.
Bab II. Hasil Evaluasi Renja Tahun Lalu Bab ini memuat:
1) Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra;
2) Analisis Kinerja Pelayanan
3) Isu–Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi;
4) Review Terhadap Rancangan Awal RKPD;
5) Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat.
Bab III. Tujuan dan Sasaran Pada bab ini dibahas:
1) Telaah terhadap Kebijakan Nasional;
2) Tujuan dan Sasaran Renja;
3) Program dan Kegiatan.
Bab IV. Rencana Kerja dan Pendanaan
Bab V. Penutup Pada bab ini disajikan:
1) Catatan Penting;
2) Kaidah-Kaidah Pelaksanaan;
3) Rencana Tindak Lanjut.
BAB II
HASIL EVALUASI RENJA TAHUN LALU
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu dan Capaian Renstra
Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun lalu (tahun n-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja Perangkat Daerah sudah disahkan. Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra Perangkat Daerah berdasarkan realisasi program dan kegiatan pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun-tahun sebelumnya.
Review hasil evaluasi evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun lalu, dan realisasi Renstra Perangkat Daerah mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan Perangkat Daerah dan/atau realisasi APBD untuk Perangkat Daerah yang bersangkutan.
Pokok-pokok materi yang disajikan dalam bab ini, antara lain:
1. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan;
2. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan;
3. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/keluaran yang direncanakan;
4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan;
5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat Daerah; dan
6. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.
Hasil evaluasi pelaksanaan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019 menjadi salah satu indikator dalam penyusunan Renja Tahun 2021. Hasil kajian evaluasi ini menjadi dasar penyusunan rencana dan penganggaran tahunan yang merupakan penjabaran
dan Renstra Perangkat Daerah sebagai dokumen jangka menengah.Kualitas penyusunan Renja Perangkat Daerah akan sangat menentukan kualitas rencana pembangunan daerah, untuk memastikan kesinambungan program dan kegiatan yang telah ditetapkan dan menjadi dasar penyusunan anggaran tahun berikutnya, maka perlu adanya evaluasi terhadap pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun lalu dan pencapaian Renstra Perangkat Daerah.
Tujuan evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun lalu dan pencapaian Renstra Perangkat Daerah adalah untuk mengidentifikasikan sejauh mana kemampuan Perangkat Daerah dalam melaksanakan program dan kegiatan, mengidentifikasi realisasi pencapaian target kinerja program dan kegiatan Renstra Perangkat Daerah serta hambatan dan permasalahan yang dihadapi.Secara rinci rekapitulasi evaluasi Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019 dan Rencana Kerja Tahun 2021 dijabarkan pada Tabel 2.1 (terlampir).
Dari Tabel 2.1, evaluasi terhadap pelaksanaan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019 adalah sebagai berikut:
a. Evaluasi terhadap Pencapaian Target
Dari Tabel 2.1 dapat diketahui bahwa dalam rangka pencapaian rencana target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019 dilaksanakan sebanyak 19 (Sembilan Belas) program dan 108 (Seratus Delapan) kegiatan untuk mendukung pencapaian 12 (dua belas) sasaran rencana strategis dan 19 (sembilan belas) indikator kinerja program.
b. Evaluasi terhadap Kinerja Keuangan
Pada Tahun Anggaran 2019 aspek dukungan dana APBD yang dialokasikan dalam memperlancar tugas dan kegiatan operasional Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang sebesar Rp. 928.125.454.195,00 (Sembilan ratus dua puluh delapan milyar seratus dua puluh lima juta empat ratus lima puluh empat ribu seratus sembilan puluh lima rupiah) yang terdiri dari Belanja Langsung sebesar Rp. 900.747.415.195,00 (Sembilan ratus milyar tujuh ratus empat puluh tujuh juta empat ratus lima belas ribu seratus sembilan puluh lima
rupiah) dan Belanja Tidak Langsung sebesar Rp. 27.378.039.000,00 (Dua puluh tujuh milyar tiga ratus tujuh puluh delapan juta tiga puluh sembilan ribu rupiah). Anggaran yang terealisasi sebesar Rp.
636.205.586.772,31 (Enam ratus tiga puluh enam milyar dua ratus lima juta lima ratus delapan puluh enam ribu tujuh ratus tujuh puluh dua rupiah dan tiga puluh satu sen) atau 68.55% dari total pagu anggaran dengan rincian realisasi Belanja Langsung terealisasi sebesar Rp.
614.968.617.256,31 (Enam ratus empat belas milyar sembilan ratus enam puluh delapan juta enam ratus tujuh belas ribu dua ratus lima puluh enam rupiah dan tiga puluh satu sen) atau 67,90% dari total pagu Belanja Langsung dan Belanja Tidak Langsung terealisasi sebesar Rp.
21.236.969.516,00 (Dua puluh satu milyar dua ratus tiga puluh enam juta sembilan ratus enam puluh sembilan ribu lima ratus enam belas rupiah) atau 77,56% dari total pagu Belanja Tidak Langsung.
Rekapitulasi anggaran dan realisasi keuangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019 dijabarkan pada Tabel 2.2 berikut:
Tabel 2.2. Anggaran dan Realisasi Keuangan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019
NO URUSAN WAJIB ANGGARAN (RP) REALISASI (RP) SISA (RP) KET (%) PEKERJAAN UMUM
Belanja Tidak Langsung
Belanja Pegawai (PNS) 27.378.039.000,00 21.236.969.516,00 6.141.069.484,00 77.56
Belanja Langsung
Belanja Pegawai 780.450.000,00 525.830.000,00 254.620.000,00 67.37
Belanja Barang dan Jasa 102.608.143.020,00 69.791.561.613,00 32.816.581.407,00 68.02 Belanja Modal 797.358.822.175,00 544.651.225.643,31 252.707.596.533,69 68.31 TOTAL 928.125.454.195,00 636.205.586.772,31 291.919.867.422,69 68.55
Adapun rincian realisasi belanja langsung berdasarkan program dan kegiatan dijabarkan dalam Tabel 2.3 sebagai berikut:
Tabel 2.3. Laporan Realisasi Keuangan APBD Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang Tahun 2019
Program/Kegiatan Anggaran (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (%) Program Pelayanan
Administrasi Perkantoran
18.026.631.076,00 10.569.449.450,00 58,63
Penyediaan Surat Menyurat 61.220.000,00 9.479.000,00 15,48
Penyediaan Jasa Komunikasi,
Sumber Daya Air, dan Listrik 2.290.040.000,00 958.129.205,00 41,84 Penyediaan Jasa Pemeliharaan
dan Perizinan Kendaraan
Dinas/Operasional 125.000.000,00 18.465.850,00 14,77
Penyediaan Jasa Administrasi
Keuangan 327.460.000,00 294.141.000,00 89,83
Penyediaan Jasa Kebersihan Kantor 199.200.000,00 197.256.400,00 99,02 Penyediaan Jasa Perbaikan
Peralatan Kerja 190.000.000,00 93.085.000,00 48,99
Penyediaan Alat Tulis Kantor 199.800.000,00 191.044.800,00 95,62 Penyediaan Barang Cetakan dan
Penggandaan 220.000.000,00 84.771.500,00 38,53
Penyediaan Komponen Instalasi
Listrik/Penerangan Bangunan Kantor 85.000.000,00 48.508.900,00 57,07 Penyediaan Peralatan dan
Perlengkapan Kantor 5.318.922.772,00 1.447.641.932,00 27,22
Penyediaan Bahan Bacaan dan
Peraturan Perundang-undangan 70.200.000,00 25.076.200,00 35,72 Penyediaan Makanan dan Minuman 223.400.000,00 29.057.950,00 13,01 Rapat-rapat Koordinasi dan
Konsultasi ke Luar Daerah 1.831.138.303,97 1.153.260.463,00 62,98 Penyediaan Jasa Tenaga Pegawai
Tidak Tetap 6.885.250.000,03 6.019.531.250,00 87,43
Program Peningkatan Sarana
dan Prasarana Aparatur 39.229.169.837,00 27.199.944.153,00 69,34 Pembangunan Gedung Kantor 12.528.866.500,00 6.988.567.245,00 55,78 Pengadaan Kendaraan
Dinas/Operasional 4.700.000.000,00 4.595.500.000,00 97,78
Pemeliharaan Rutin/Berkala
Kendaraan Dinas/Operasional 8.234.372.893,00 6.346.727.977,00 77,08 Rehabilitasi Sedang/Berat rumah
Dinas 609.990.000,00 186.589.500,00 30,59
Rehabilitasi Sedang/Berat Gedung
Kantor 13.155.940.444,00 9.082.559.431,00 69,04
Program Peningkatan Disiplin
Aparatur 226.745.000,00 139.900.000,00 61,70
Pengadaan Pakaian Dinas
Beserta Perlengkapannya 131250000,00 128975000,00 98,27
Pengadaan Pakaian Khusus Hari-
hari Tertentu 17.495.000,00 10.925.000,00 62,45
Pengadaan Mesin / Kartu Absensi 78.000.000,00 - -
Program Peningkatan Kapasitas
Sumber Daya Aparatur 2.305.396.000,00 816.964.138,00 35,44
Pendidikan dan Pelatihan Formal 1.860.300.000,00 701.042.538,00 37,68
Pendidikan dan Pelatihan Informal 200.000.000,00 - -
Peningkatan Manajemen Mutu
Aparatur 245.096.000,00 115.921.600,00 47,30
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan
Keuangan 15.500.000,00 4.900.000,00 31,61
Penyusunan Laporan Capaian Kinerja dan Ikhtisar Realisasi Kinerja
SKPD 7000000,00 3.900.000,00 55,71
Penyusunan Pelaporan
Keuangan Semesteran 1.000.000,00 - -
Penyusunan Pelaporan Keuangan
Akhir Tahun 1.500.000,00 - -
Penyusunan Pelaporan Keuangan
Triwulan 4.000.000,00 - -
Penyusunan RKA SKPD 2.000.000,00 1.000.000,00 50,00
Program Pembangunan Jalan dan
Jembatan 129.250.993.700,00 8.767.652.755,00 45,54
Perencanaan Pembangunan Jalan 9.621.799.800,00 2.115.555.155,00 21,99 Perencanaan Pembangunan
Jembatan 597.080.000,00 197.970.000,00 33,16
Pembangunan Jembatan 9.032113.900,00 6.454.127.600,00 71,46
Program Pembangunan Saluran
Drainase / Gorong-gorong 71.751.096.770,00 51.628.541.150,00 71,96 Perencanaan Pembangunan Saluran
Drainase / Gorong-gorong 1.274.363.000,00 584.153.000,00 45,84 Survei Kontur Saluran Drainase/
Gorong-gorong 273.756.950,00 176.940.500,00 64,63
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan Ilir Timur
I 13.891.890.750,00 4.837.281.000,00 34,82
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan Ilir Timur
II 3.098.012.950,00 1.674.373.450,00 54,05
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan Ilir Barat
I 4.426.856.400,00 2.500.547.750,00 56,49
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan Ilir Barat
II 858.767.950,00 544.438.500,00 63,40
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan
Seberang Ulu I 8.082.236.700,00 7.887.831.000,00 97,59
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan
Seberang Ulu II 3.824.912.450,00 3.513.086.050,00 91,85
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan
Sukarami 3.428.363.150,00 2.062.665.350,00 60,16
Pembangunan Saluran Drainase /
Gorong-gorong di Kecamatan Sako 2.041.121.870,00 1.363.157.000,00 66,78 Pembangunan Saluran Drainase /
Gorong-gorong di Kecamatan
Kemuning 2.350.368.550,00 1.700.368.550,00 72,34
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan Bukit
Kecil 321.976.100,00 207.371.100,00 64,41
Pembangunan Saluran Drainase /
Gorong-gorong di Kecamatan Kalidoni 11.477.231.400,00 10.991.234.450,00 95,77 Pembangunan Saluran Drainase /
Gorong-gorong di Kecamatan Plaju 3.337.217.200,00 2.974.582.650,00 89,13 Pembangunan Saluran Drainase /
Gorong-gorong di Kecamatan Kertapati 1.833.301.450,00 1.624.560.600,00 88,61 Pembangunan Saluran Drainase /
Gorong-gorong di Kecamatan Gandus 4.840.053.300,00 4.398.037.300,00 90,87 Pembangunan Saluran Drainase /
Gorong-gorong di Kecamatan Alang-
Alang Lebar 1.038.945.400,00 746.185.650,00 71,82
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan
Sematang Borang 2.501.721.200,00 2.162.866.250,00 86,46
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong diKecamatan
Jakabaring 500.000.000,00 218.810.000,00 43,76
Pembangunan Saluran Drainase / Gorong-gorong di Kecamatan Ilir Timur
III 2.350.000.000,00 1.460.051.000,00 62,13
Program Pembangunan
Turap/Talud/Bronjong 15.830.217.500,00 11.462.567.384,00 72,41 Pembangunan Turap/Talud/Bronjong 15.830.217.500,00 11.462.567.384,00 72,41 Program Rehabilitasi/Pemeliharaan
Jalan dan Jembatan 441.542.404.248,00 374.654.958.614,00 84,85 Perencanaan
Rehabiltasi/Pemeliharaan Jalan 720.243.848,00 365.476.000,00 50,74 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan 14.144.431.600,00 12.685.197.702,00 89,68 Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan Di
Kecamatan Ilir Timur I 12.715.477.750,00 9.119.538.041,00 71,72 Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan Di
Kecamatan Ilir Timur II 23.709.012.500,00 18.918.248.155,00 79,79
Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan Di
Kecamtan Ilir Barat I 41.047.883.150,00 31.643.072.062,00 77,09 Rehabilitasi / Pemeliharaan Jalan Di
Kecamatan Ilir Barat II 8.207.634.200,00 4.702.609.950,00 57,30 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Seberang Ulu I 19.514.089.900,00 18.679.766.164,00 95,72 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Seberang Ulu II 9.335.668.700,00 7.099.199.600,00 76,04 Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Sukarami 81.107.225.900,00 72.627.199.239,31 89,54
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Sako 31.031.669.300,00 28.070.884.277,00 90,46
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Kemuning 8.532.618.050,00 6.676.456.492,00 78,25
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Bukit Kecil 4.123.042.800,00 2.198.953.450,00 53,33
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Kalidoni 23.920.227.700,00 22.161.746.434,00 92,65
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Plaju 12.608.340.550,00 11.201.117.193,00 88,84
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Kertapati 17.671.427.300,00 15.533.307.800,00 87,90
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan
Kecamatan Gandus 62.883.789.800,00 61.123.928.855,00 97,20
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Kec.
Alang-Alang Lebar 22.932.935.000,00 19.161.102.450,00 83,55
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Kec.
Sematang Borang 25.201.400.200,00 17.338.035.000,00 68,80
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Kec.
Jakabaring 12.448.349.000,00 9.333.512.050,00 74,98
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan Kec.
Ilir Timur III 9.686.937.000,00 6.015.607.700,00 62,10
PROGRAM PENINGKATAN SARANA
DAN PRASARANA PEKERJAAN UMUM 12.246.493.190,00 8.908.403.595,00 72,74 Pengadaan Alat- Alat Berat 6.574.471.000,00 6.409.319.000,00 97,49 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Alat- Alat
Berat 5.622.022.190,00 2.499.084.595,00 44,45
Rehabilitasi/ Pemeliharaan Alat- Alat Ukur dan Bahan Laboratorium
kebinamargaan 50.000.000,00 - -
PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN
IRIGASI,RAWA DAN JARINGAN PENGAIRAN LAINNYA
39.455.366.294,00 29.963.897.713,00 75,94 Perencanaan Pembangunan Jaringan
Irigasi 11.705.753.000,00 4.882.622.100,00 41,71
Perencanaan Pembangunan Reservoir 1.875.000.000,00 656.566.000,00 35,02 Rehabilitasi/ Pemeliharaan Jaringan
Irigasi 16.789.773.294,00 15.948.270.063,00 94,99
Rehabilitasi/ Pemeliharaan
Normalisasi Saluran Sungai 8.801.280.000,00 8.476.439.550,00 96,31
Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan
Irigasi yang telah dibangun 283.560.000,00 - -
PROGRAM PENYEDIAAN DAN
PENGELOLAAN AIR BAKU 50.000.000,00 49.500.000,00 99,00
Pembangunan sumur-sumur air tanah 50.000.000,00 49.500.000,00 99,00 PROGRAM PENGEMBANGAN KINERJA
PENGELOLAAN AIR MINUM DAN AIR
LIMBAH 196.254.467.830,00 67.265.407.534,00 34,27
Penyediaan Prasarana dan Sarana Air Minum Bagi Masyarakat
Berpenghasilan Rendah 42.794.622.800,00 38.928.799.488,00 90,97 Penyediaan Prasarana dan Sarana Air
Limbah 149.184.644.450,00 25.718.354.366,00 17,24
Fasilitasi Pembinaan Teknik
Pengolahan Air Limbah 2.604.045.000,00 1.182.345.000,00 45,40
Fasilitasi Pembinaan Teknik
Pengolahan Air Minum 100.000.000,00 - -
Rehabilitasi/ Pemeliharaan Sarana dan
Prasarana Air Limbah 1.571.155.580,00 1.435.908.680,00 91,39
PROGRAM PENGENDALIAN BANJIR 28.030.855.000,00 15.235.148.800,00 54,35 Pembangunan Reservoir Pengendali
Banjir 17.275.614.000,00 6.027.131.800,00 34,89
Rehabilitasi/Pemeliharaan Reservoir
Pengendali Banjir 9.395.655.000,00 8.557.131.000,00 91,08
Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Dalam Penanggulangan Banjir 480.000.000,00 371.800.000,00 77,46 Peningkatan Pembangunan Pusat-
Pusat Pengendali Banjir 879.586.000,00 279.086.000,00 31,73
PROGRAM PENGEMBANGAN WILAYAH STRATEGIS DAN CEPAT
TUMBUH 2.695.465.750,00 919.332.701,00 34,11
Perencanaan Pengembangan
Infrastruktur 1.582.926.300,00 396.923.551,00 25,08
Pembangunan/ Peningkatan
Infrastruktur 1.112.539.450,00 522.409.150,00 46,96
PROGRAM PERENCANAAN TATA
RUANG 4.107.123.000,00 2.665.385.193,00 64,90
Penyusunan Rencana Detail Tata
Ruang Kawasan 2.305.753.000,00 1.394.353.000,00 60,47
Penyusunan Rencana Peraturan
Daerah tentang RT/RW 464.725.000,00 63.412.193,00 13,65
Rapat Koordinasi Tentang Rencana
Tata Ruang 67.375.000,00 22.575.000,00 33,51
Jumlah Dokumen Revisi Rencana Tata
Ruang 1.185.045.000,00 1.185.045.000,00 100,00
Koordinasi dan Fasilitas Penyusunan Rencana Tata Ruang Lintas
Kabupaten/Kota 84.225.000,00 - -
PROGRAM PEMANFAATAN RUANG 500.000.000,00 - -
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan
Penyelenggaraan pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang adalah melaksanakan fungsi sebagai lembaga teknis perencanaan pembangunan daerah yang melaksanakan tugas pokok dan fungsinya berdasarkan pada Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Palembang sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 9 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Palembang Nomor 6 Tahun 2019 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Palembang yang dijabarkan ke dalam Peraturan Walikota Palembang Nomor 50 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang yang menjabarkan tugas pokok dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang sebagai berikut:
A. Tugas Pokok
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang mempunyai tugas membantu Walikota dalam melaksanakan urusan di
Survey dan Pemetaan 500.000.000,00 - -
PROGRAM PENGENDALIAN
PEMANFAATAN RUANG 1.543.805.000,00 162.787.276,00 10,54
Penyusunan Kebijakan Pengendalian
Pemanfaat Ruang 199.200.000,00 1.846.300,00 0,93
Pelatihan Aparat dalam Pengendalian
Pemanfaatan Ruang 44.000.000,00 - -
Pengawasan Pemanfaatan Ruang 1.272.605.000,00 160.940.976,00 12,65
Monitoring Evaluasi dan Pelaporan 28.000.000,00 - -
PENINGKATAN SARANA DAN
PRASARANA JASA KONSTRUKSI 7.685.685.000,00 4.553.876.800,00 59,25 Kajian Sarana dan Prasarana Jasa
Konstruksi Kebinamargaan 3.352.545.000,00 2.188.928.400,00 65,29 Kajian Sarana dan Prasarana Jasa
Konstruksi Sumber Daya Air 1.200.000.000,00 495.603.300,00 41,30 Peningkatan Sumber Daya Aparatur
Jasa Konstruksi 3.133.140.000,00 1.869.345.100,00 59,66
bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan tugas pembantuan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang dalam melaksanakan tugasnya menyelenggarakan fungsi:
B. Fungsi
Untuk melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud diatas, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang mempunyai fungsi:
1. Perumusan kebijakan teknis;
2. Pelaksanaan kebijakan sesuai dengan lingkup tugasnya;
3. Penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum;
4. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan sesuai dengan lingkup tugasnya;
5. Pelaksanaan adminstrasi dinas sesuai dengan lingkup tugasnya; dan 6. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh walikota terkait dengan
tugas dan fungsinya.
C. Struktur Organisasi
Susunan organisasi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang adalah sebagai berikut:
1. Kepala Dinas;
2. Sekretariat;
a. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
b. Sub Bagian Keuangan;
c. Sub Bagian Perencanaan dan Pelaporan.
3. Kepala Bidang Bina Marga;
a. Seksi Pembangunan dan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan;
b. Seksi Infrastruktur Pemukiman;
c. Seksi Penataan dan Desain Jalan dan Jembatan.
4. Kepala Bidang Sumber Daya Air, Irigasi dan Limbah;
a. Seksi Pembangunan Sumber Daya Air dan Irigasi;
b. Seksi Drainase dan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM);
c. Seksi Pengembangan Sistem Instalasi Pengelolaan Air Limbah.
5. Kepala Bidang Pembinaan Teknis dan Jasa Konstruksi;
a. Seksi Pembinaan Izin Usaha Jasa Konstruski;
b. Seksi Bina Kelembagaan dan Penyelenggaraan Jasa Konstruksi;
c. Seksi Bina Kompetensi dan Kerjasama Konstruksi.
6. Kepala Bidang Penataan Ruang;
a. Seksi Perencanaan Tata Ruang;
b. Seksi Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang;
c. Seksi Pemetaan dan Pengukuran.
7. Kepala Bidang Tata Bangunan;
a. Seksi Bangunan Gedung;
b. Seksi Tata Bangunan dan Lingkungannya;
c. Seksi Pengendalian Bangunan.
8. Kepala Bidang Sarana dan Prasarana;
a. Seksi Sarana dan Prasarana Kebinamargaan;
b. Seksi Sarana dan Prasarana Pengelolaan Sumber Daya Air;
c. Seksi Pengujian Mutu.
9. Unit Pelaksana Teknis;
10. Kelompok Jabatan Fungsional.
Analisis pencapaian indikator pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang adalah sebagai berikut:
Tabel 2.4. Pencapaian Kinerja Pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang
No Indikator Kinerja SPM/
Standar Nasional
IKK
Target Renstra Perangkat Daerah Tahun
Realisasi Capaian
Tahun
Proyeksi
Tahun Catatan Analisis
n-2 n-1 n n+1 n-2 n-1 n n+1
1 Persentase tingkat kondisi
jallan baik dan sedang 60 65 70 75 89,94
2 Persentase terhubungnya pusat-pusat kegiatan dan pusat
produksi di wilayah kota 90 91 92 93 97,13
3 Persentase penduduk yang mendapatkan akses air minum yang aman
76,7 80 83 85 85,18
4 Persentase penduduk yang terlayani sistem ar limbah yang memadai
65 70 75 80 67
Persentase penduduk yang terlayani jaringan drainase skala kota sehingga tidak tejadi genangan (lebih dari 30cm, selama 2 jam) lebih 2 kali setahun
50 55 70 75 50
50 55 60 65 50
5 Persentase jumah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan
25 30 40 50 17,07
6
Persentase tersedianya layanan Izin Usaha Jasa Kontruksi (IUJK) dengan waktu penerbitan paling lama 10 (sepuluh) hari kerja setelah persyaratan lengkap
80 82 85 90 90,72
7
Persentase tersedianya informasi mengenai Rencana Tata Ruang (RTR) wilayah kota beseta rincinya memalui analog dan peta digital
60 70 80 90 93,09
Secara umum pelayanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang tahun 2019 menunjukkan kinerja yang baik dengan capaian melebihi target yang telah ditetapkan kecuali pada indikator Persentase jumah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang diterbitkan yang hanya tercapai 17,07%
dikarenakan Tingkat kesadaran masyarakat masih rendah dalam pembuatan IMB serta sanksi yang kurang tegas atas bangunan yang tidak memiliki IMB.
2.3. Isu-Isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi
Penyelenggaraan tugas dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang tidak terlepas dari permasalahan maupun isu-isu yang berkembang secara dinamis baik dalam pemerintahan maupun masyarakat.
Berbagai permasalahan maupun isu-isu yang berkembang dalam penyelenggaraan pelayanan yang berkaitan dengan perumusan kebijakan penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah Kota Palembang sesuai dengan tugas dan fungsi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Palembang antara lain:
1. Perubahan peraturan perundang-udangan dari Pemerintah Pusat akan sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di daerah;
2. Kota Palembang sebagai kota metropolitan dengan pertumbuhan kependudukan serta perkembangan kota yang semakin kompleks memerlukan penanganan yang serius dalam perencanaan;
3. Tingginya harapan masyarakat akan jaminan terhadap aspirasi/usulan program/kegiatan melalui tahapan perencanaan dapat terealisasi;
4. Perubahan paradigma di masyarakat dalam perencanaan pembangunan menuntut perencanaan sebagai fasilitator dan mediator dalam menata inisiatif masyarakat;
5. Belum optimalnya kegiatan evaluasi pelaksanaan pembangunan dalam memberikan kontribusi terhadap penyusunan kegiatan perencanaan selanjutnya.
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
Dalam proses penyusunan RKPD dan Renja Perangkat Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang menggunakan alat bantu berupa aplikasi perencanaan
berbasis web. Alur proses dimulai dengan mengentri rancangan awal Renja di aplikasi perencanaan yang selanjutnya akan secara otomatis tersalin ke dalam rancangan awal RKPD, begitu pula dengan tahapan rancangan akhir. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselarasan antara RKPD dan Renja. Secara lengkap dan rinci, review terhadap rancangan awal RKPD Kota Palembang disajikan pada Tabel 2.5 (terlampir).
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Perangkat Daerah melakukan proses penelaahan usulan program dan kegiatan masyarakat melalui modul e-Musrenbang yang menjadi bagian dari sistem informasi perencanaan pembangunan daerah Kota Palembang (ePlanning). Untuk tahun 2021, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang tidak memiliki usulan program/kegiatan dari masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya.
Tabel 2.6. Usulan Program dan Kegiatan dari Para Pemangku Kepentingan Kota Palembang Tahun 2021
No Program/Kegiatan Lokasi Indikator
Kinerja Besaran/Volume Catatan
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
NIHIL
BAB III
TUJUAN DAN SASARAN
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
Tema Pembangunan Nasional dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2021 adalah “Mempercepat Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Sosial”, dengan prioritas pembangunan nasional sebagai berikut:
1. Memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan dengan program prioritas sebagai berikut:
a. Pemenuhan kebutuhan energi dengan mengutamakan peningkatan energi baru terbarukan (EBT);
b. Peningkatan kuantitas/ketahanan air untuk mendukung pertumbuhan ekonomi;
c. Peningkatan ketersediaan, akses dan kualitas konsumsi pangan;
d. Peningkatan pengelolaan kemaritiman, perikanan dan kelautan;
e. Penguatan kewirausahaan, usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan koperasi;
f. Peningkatan nilai tambah, lapangan kerja dan investasi di sektor riil, dan industrialisasi;
g. Peningkatan ekspor bernilai tambah tinggi dan penguatan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN); dan
h. Penguatan pilar pertumbuhan dan daya saing ekonomi.
2. Mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, dengan program prioritas sebagai berikut:
a. Pembangunan wilayah Pulau Sumatera;
b. Pengembangan wilayah Pulau Jawa-Bali;
c. Pembangunan wilayah Nusa Tenggara;
d. Pembangunan wilayah Kalimantan;
e. Pembangunan wilayah Sulawesi;
f. Pembangunan wilayah Maluku; dan g. Pengembangan wilayah Papua.
3. Meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, dengan program prioritas sebagai berikut:
a. Perlindungan sosial dan penguatan tata kelola kependudukan;
b. Penguatan pelaksanaan perlindungan sosial;
c. Peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan;
d. Peningkatan pemerataan layanan pendidikan berkualitas;
e. Peningkatan kualitas anak, perempuan, dan pemuda;
f. Pengentasan kemiskinan; dan
g. Peningkatan produktivitas dan daya saing.
4. Revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, dengan program prioritas sebagai berikut:
a. Revolusi mental dan pembinaan ideologi pancasila;
b. Meningkatkan pemajuan dan pelestarian kebudayaan;
c. Memperkuat moderasi beragama;
d. Meningkatkan budaya literasi, inovasi dan kreativitas.
5. Memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, dengan program prioritas sebagai berikut:
a. Infrastruktur pelayanan dasar;
b. Infrastruktur ekonomi;
c. Infrastruktur perkotaan;
d. Energi dan ketenagalistrikan; dan e. Transformasi digital.
6. Membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana, dan perubahan iklim, dengan program prioritas sebagai berikut:
a. Meningkatan kualitas lingkungan hidup;
b. Peningkatan ketahanan bencana dan iklim; dan c. Pembangunan rendah karbon.
7. Memperkuat stabilitas polhukanham dan transformasi pelayanan publik, dengan program prioritas sebagai berikut:
a. Konsolidasi demokrasi;
b. Optimalisasi kebijakan luar negeri;
c. Penegakan hukum nasional;
d. Reformasi birokrasi dan tata kelola; dan e. Menjaga stabilitas keamanan nasional.
Tema RKPD Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2021 adalah, “Peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pemulihan ekonomi yang inklusif,
peningkatan sumber daya manusia, dan pelayanan publik yang prima,” dengan prioritas sebagai berikut:
1. Percepatan penurunan kemiskinan, pembangunan kualitas dan daya saing sumber daya manusia, dengan prioritas pembangunan sebagai berikut:
a. Percepatan penurunan kemiskinan dan pengangguran;
b. Peningkatan akses pendidikan yang berkualitas;
c. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan;
d. Peningkatan prestasi pemuda dan olahraga; dan
e. Pembangunan responsif gender dan perlindungan anak.
2. Pemulihan ekonomi inklusif didukung oleh kualitas infrastruktur, UMKM, investasi, industri, kebudayaan, dan pariwisata, dengan prioritas pembangunan sebagai berikut:
a. Peningkatan akses pelayanan infrastruktur dasar dan konektivitas antarwilayah;
b. Peningkatan ekonomi kerakyatan;
c. Peningkatan investasi, industri, dan perdagangan; dan d. Pengembangan seni, budaya, dan pariwisata.
3. Peningkatan produktivitas pertanian, peningkatan kualitas lingkungan hidup, dan ketahanan bencana, dengan prioritas pembangunan sebagai berikut:
a. Peningkatan produktivitas pertanian dan kedaulatan pangan;
b. Peningkatan kualitas lingkungan hidup; dan c. Peningkatan akses energi.
4. Peningkatan kualitas pelayanan publik, stabilitas keamanan, dan kehidupan beragama, dengan prioritas pembangunan sebagai berikut:
a. Pemeliharaan stabilitas keamanan, ketertiban masyarakat, dan kehidupan beragama;
b. Peningkatan kualitas pelayanan publik;
c. Pembangunan yang transparan dan akuntabel; dan
d. Peningkatan kualitas aparatur yang profesional dan berintegritas.
Pada perumusan untuk penentuan prioritas pembangunan Kota Palembang Tahun 2021 mengacu kepada prioritas pembangunan nasional Tahun 2021 berdasarkan Rancangan RPJMN Tahun 2021-2024 dengan memperhatikan tujuan nasional yang tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;
mempertimbangkan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Selatan;
memperhitungkan kemajuan pembangunan (hasil capaian kinerja) Kota Palembang yang telah dicapai pada tahun sebelumnya; memperhatikan hasil analisis isu strategis; serta mengacu pada RPJPD Kota Palembang Tahun 2005-2025, dan RPJMD Kota Palembang Tahun 2018-2023.
Adapun visi pembangunan jangka panjang daerah periode 2005-2025
“PALEMBANG KOTA JASA YANG BERKUALITAS, MANDIRI DAN BERBUDAYA.”
Makna dari Visi tersebut mencakup arti harfiah dan memiliki filosofi yang mendalam berkaitan dengan perubahan pola kehidupan masyarakat kota yang semakin cerdas, kritis, dan bersahaja. Kota jasa dengan karakteristik kota lima dimensi yaitu sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, industri, dan pariwisata masih relevan sebagai arah pembangunan Kota Palembang. Implikasinya bahwa terbentuknya kota yang layak huni dan lestari, mampu memberikan kenyamanan dan keadilan bagi semua lapisan masyarakat, memiliki keunggulan untuk mewadahi berbagai kegiatan industri, bisnis dan wisata yang berdaya saing global, serta menjadi wahana pengembangan dan belajar kearifan budaya yang tinggi, dengan tetap menghormati Hak Asasi Manusia, prinsip-prinsip demokrasi, keadilan dan kesetaraan, profesional, etika multikultural, transparansi, dan kepedulian.
Kota Jasa adalah kota modern yang berfungsi sebagai pusat pelayanan jasa (services) untuk semua bidang kegiatan, sebagai penggerak kemajuan kota yang semakin berkembang, sebagai pusat aktivitas untuk peningkatan kesejahteraan seluruh warga.
Berkualitas dimaksudkan memiliki karakteristik yang universal yang meliputi:
Penduduk dan pola kehidupan masyarakat yang berkualitas dan terbaik ditinjau dari segi pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, olah raga, seni budaya, dan agama.
Pemerintahan dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dalam memberikan pelayanan publik yang optimal.
Mandiri artinya mempunyai sifat-sifat yang unik dan mandiri, antara lain: Mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara optimal sebagai sumber penerimaan daerah untuk kegiatan pemerintahan dan pembangunan. Pendapatan masyarakat yang meningkat dan perilaku individu dalam kehidupan semakin sejahtera. Peran dunia usaha dan partisipasi masyarakat (stakeholders) dalam pembangunan semakin meningkat.
Berbudaya dimaksudkan memiliki dimensi yang lebih luas, antara lain: Setiap elemen pelaku pembangunan memiliki jiwa dan sikap yang berbudaya tinggi untuk membangun kota tercinta. Kota yang maju dan mampu memberikan kenyamanan, kemakmuran, dan keadilan bagi warga kota. Memiliki keunggulan untuk mewadahi berbagai kegiatan industri, bisnis dan wisata yang berdaya saing global. Setiap warga kota memiliki nilai-nilai penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia, prinsip- prinsip demokrasi, keadilan dan kesetaraan, profesional, etika multikultural, transparansi, dan kepedulian.
Untuk menjabarkan visi pembangunan Kota Palembang diperlukan beberapa misi yang diasumsikan sangat strategis dalam pembangunan jangka panjang periode 2005-2025, antara lain:
1) Meningkatkan tata pemerintahan yang baik (local good governance) dalam memberikan pelayanan publik, menciptakan ketertiban, kenyamanan, dan keamanan, serta mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan secara konsisten.
2) Meningkatkan kapasitas warga kota untuk berpatisipasi dalam pembangunan kota, pengambilan keputusan publik dalam penyelenggaraan pelayanan pubik.
3) Meningkatkan kualitas dan kuantitas penataan ruang kota yang menjamin aksebilitas publik dan berwawasan lingkungan.
4) Meningkatkan kesejahteraan rakyat secara optimal melalui upaya memajukan tingkat kemakmuran dan produktivitas warga kota melalui peningkatan daya tarik investasi dan iklim usaha.
Adapun penjelasan dari tiap misi adalah sebagai berikut:
Misi-1 adalah meningkatkan tata pemerintahan yang baik (local good governance) dalam memberikan pelayanan publik, menciptakan ketertiban, kenyamanan dan keamanan, serta mewujudkan penegakan hukum yang berkeadilan secara konsisten. Misi ini dijabarkan dalam beberapa arahan: (1) Arah umum pembangunan bidang politik diwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan citizenship (hak, kewajiban, dan etika warga kota); peningkatan kualitas tata laksana pengawasan kinerja badan-badan publik; peningkatan efektivitas lembaga pemerintah kota, organisasi politik dan sosial kemasyarakatan; pengembangan budaya politik yang sehat; penyediaan media komunikasi politik; peningkatan hubungan antardaerah dan/atau luar negeri. (2) Arah pembangunan penegakan hukum diwujudkan melalui pembaruan peraturan daerah, penegakan peraturan daerah secara konsisten, pengembangan kode etik penegak hukum daerah, dan pemberdayaan masyarakat di bidang hukum. (3) Arah pembangunan keamanan dan ketertiban Kota Palembang diwujudkan melalui restrukturisasi kebijakan publik dalam bidang keamanan dan ketertiban; peningkatan kualitas sistem keamanan dan ketertiban masyarakat; peningkatan peran serta dan tanggung jawab warga kota; serta pengembangan standar pelayanan publik dalam bidang keamanan dan ketertiban.
Misi-2 adalah meningkatkan kapasitas warga kota untuk berpartisipasi dalam pembangunan kota, pengambilan keputusan publik dan penyelenggaraan pelayanan publik. Misi ini dijabarkan dalam beberapa arahan: (1) Arah pembangunan sumber daya manusia diwujudkan melalui peningkatan akses, pemerataan, relevansi, dan mutu layanan sosial dasar; peningkatan kualitas dan daya saing tenaga kerja menuju persaingan global; pengendalian jumlah dan laju pertumbuhan penduduk; peningkatan partisipasi masyarakat di segala bidang. (2) Arah pembangunan pemerintahan daerah diwujudkan melalui peningkatan kinerja aparatur pemerintah Kota Palembang; penataan kelembagaan pemerintahan daerah; pengembangan sistem informasi manajemen tata kelola kota; peningkatan kualitas kemitraan antardaerah dan/atau luar negeri; peningkatan kapasitas pemerintah Kota Palembang.
Misi-3 adalah meningkatkan kualitas dan kuantitas penataan ruang kota yang menjamin aksesibilitas publik dan berwawasan lingkungan. Misi ini dijabarkan dalam beberapa arahan: (1) Arah pembangunan infrastruktur diwujudkan melalui penguatan sistem perencanaan infrastruktur kota; pengembangan sumber daya sungai; peningkatan kualitas dan kuantitas air bersih; pengembangan sistem transportasi; pengembangan perumahan dan permukiman; pengembangan pengelolaan energi; pengembangan telematika perkotaan; dan peningkatan konsistensi pengendalian pembangunan infrastruktur kota; pembangunan ekonomi wilayah diwujudkan melalui pengendalian pemanfaatan fungsi tata ruang wilayah secara konsisten; pengembangan pusat pertumbuhan wilayah dengan mensinergikan antarwilayah. (2) Arah pembangunan sumber daya alam dan lingkungan hidup diwujudkan melalui integrasi dan harmonisasi kebijakan lingkungan hidup dengan sektor yang lain; pengarusutamaan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan ke seluruh bidang pembangunan; peningkatan kapasitas lembaga pengelola lingkungan hidup; peningkatan kesadaran masyarakat peduli pada lingkungan; penegakan hukum di bidang lingkungan secara konsisten.
Misi-4 adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat secara optimal melalui upaya memajukan tingkat kemakmuran dan produktivitas warga kota melalui peningkatan daya tarik investasi dan iklim usaha. Ini dijabarkan dalam beberapa arahan: (1) Arah pembangunan ekonomi diwujudkan melalui peningkatan peranan pemerintah kota sebagai fasilitator dan katalisator; peningkatan kemitraan dalam pengelolaan sumber daya perkotaan, pengembangan kekuatan ekonomi lokal; peningkatan produktivitas dan inovasi; pengembangan keuangan daerah; peningkatan dan pengembangan produk-produk unggulan; peningkatan kerjasama antardaerah; dan peningkatan jaminan iklim keberlanjutan usaha. (2) Arah pembangunan sosial budaya diwujudkan melalui pembangunan karakter kota yang berbudaya;
pembangunan jati diri warga kota; pembangunan nilai religi dan kesejarahan kota;
peningkatan kualitas setting kebudayan.
Visi kepala daerah dan wakil kepala daerah Kota Palembang periode 2018-2023 sebagaimana tercantum dalam dokumen RPJMD Tahun 2018-2023 adalah:
“PALEMBANG EMAS DARUSSALAM 2023”
Dengan penjabaran visi sebagai berikut:
Elok Kota Palembang memiliki lingkungan yang bersih, indah, hijau, tertata sehingga nyaman dan layak huni. Masyarakat Ramah, santun, bersahabat, sehingga menarik untuk menjadi tempat tujuan melakukan berbagai aktivitas, baik ekonomi, sosial, budaya, pariwisata, olahraga, dan investasi.
Madani Kota Palembang masyarakatnya menjunjung tinggi norma, nilai- nilai, dan hukum yang ditopang oleh penguasaan teknologi, beradab, beriman, berilmu, tertib, dan patuh kepada peraturan yang berlaku, memiliki peradaban yang tinggi, mengedepankan kesetaraan, transparasi, demokratis, dan berkeadilan sosial serta memiliki toleransi, dalam pluralisme, partisipasi sosial yang luas, dan supremasi hukum.
Aman Kota Palemban kondisinya kondusif, masyarakatnya aman untuk melakukan berbagai aktivitas, tidak terjadi konflik sosial baik vertikal maupun horizontal, dan para investor aman untuk berinvestasi serta aman untuk menyelenggarakan event nasional maupun internasional.
Sejahtera Kota Palembang memiliki masyarakat yang mempunyai taraf hidup berkualitas dengan terpenuhinya kebutuhan dasar dalam bidang pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, perumahan dan lingkungan, taraf dan pola konsumsi serta sosial lainnya.
Darusssalam Kota Palembang menjadi kota yang aman, damai, tenteram, makmur, dan sejahtera serta adanya harmoni antara kehidupan manusia dan alam.
Terdapat 5 (lima) misi pembangunan daerah Pemerintah Kota Palembang untuk mendukung pencapaian visi Kota Palembang Tahun 2018-2023, yakni:
1. Mewujudkan pembangunan infrastruktur perkotaan yang terpadu, merata, berkeadilan, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan yang berbasis teknologi informasi.
2. Mewujudkan masyarakat yang religius, berbudaya, beretika, melalui pembangunan budaya integritas yang didukung oleh Pemerintahan yang bersih, berwibawa, dan profesional.
3. Mewujudkan Palembang kota yang dinamis sebagai simpul pembangunan regional, nasional, dan internasional yang kompetitif dan komparatif dengan menjamin rasa aman untuk berinvestasi.
4. Mewujudkan ekonomi kerakyatan yang inovatif dan kreatif serta berdaya saing tinggi.
5. Menjadikan Palembang Kota Pariwisata sungai dan budaya serta event olahraga kelas dunia yang harmoni antara kehidupan manusia dan alam.
Tema RKPD Tahun 2021 dengan mengacu pada tema Rancangan RKP Tahun 2021 yaitu, “Meningkatkan industri, pariwisata, dan investasi di berbagai wilayah didukung oleh SDM dan infrastruktur untuk pertumbuhan berkualitas.” Sehingga dengan mengacu pada tema ini dan juga dari isu strategis yang ada di Kota Palembang maka tema yang diambil untuk tema pokok pembangunan Kota Palembang yaitu, “Penguatan lini pembangunan utama dan prioritas melalui pemenuhan pelayanan publik utama 3P1K/EPIK (Pendidikan, Perumahan, Perhubungan, dan Kesehatan).” Tema ini mendukung RKP Tahun 2021 karena dengan tanpa adanya penguatan lini pembanguan utama dan prioritas melalui pemenuhan pelayanan publik maka peningkatan industri, pariwisata, dan investasi di berbagai wilayah tidak akan tercapai dengan baik.
Melalui evaluasi hasil pembangunan tahun 2018 dan 2019 serta permasalahan pokok yang ada di Kota Palembang yaitu kemacetan, genangan, sampah dan kawasan kumuh serta dengan memperhatikan 9 (sembilan) isu strategis:
1) Perekonomian
2) Permukiman kumuh dan air bersih 3) Banjir dan sampah
4) Kemacetan 5) Pendidikan 6) Kesehatan
7) Perdagangan dan investasi daerah 8) Pariwisata
9) Peningkatan pelayanan publik
Maka dengan berbagai pertimbangan diatas dan juga sinkronisasi dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi, maka prioritas pembangunan Kota Palembang Tahun 2021 dijabarkan kedalam 6 (enam) prioritas yaitu:
1) Pembangunan infrastuktur perkotaan yang terpadu dan merata yang berwawasan lingkungan;
2) Pemerataan kualitas pendidikan;
3) Peningkatan akses dan layanan kesehatan;
4) Pembangunan budaya integritas di masyarakat yang didukung oleh pemerintahan yang bersih, berwibawa dan profesional;
5) Peningkatan investasi, pembangunan ekonomi kerakyatan dan penanggulangan kemiskinan;
6) Pembangunan kota pariwisata, budaya, dan olahraga yang harmonis.
Program Pembangunan Kota Palembang yang mencangkup keseluruhan program prioritas dengan tetap memperhatikan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Palembang 2005-2025. Selanjutnya, penetapan program pembangunan Kota Palembang Tahun 2021 yang disertai tolok ukur capaian per- program per-Perangkat Daerah pelaksana.
Sesuai dengan Tema Pembangunan Tahun 2021, Pemerintah Kota Palembang melalui 6 (enam) prioritas pembangunan pada tahun 2021 akan menitikberatkan pada penguatan lini pembangunan utama dan prioritas melalui pemenuhan pelayanan publik utama 3P1K/EPIK (Pendidikan, Perumahan, Perhubungan, dan Kesehatan) dan sejalan dengan prioritas nasional yang ada di RPJMN 2021-2024, serta memperhatikan prioritas pembangunan Provinsi Sumatera Selatan, maka prioritas pembangunan Kota Palembang tahun 2021 diuraikan sebagai berikut:
1) Pembangunan infrastuktur perkotaan yang terpadu dan merata yang berwawasan lingkungan, dengan program pembangunan yaitu:
a. Penataan kawasan kumuh;
b. Peningkatan sarana air bersih;
c. Penyediaan sistem air limbah permukiman;
d. Normalisasi sungai, drainase, dan pembuatan kolam retensi;
e. Penyiapan sarana dan prasarana persampahan;
f. Peningkatan kesadaran masyarakat terhadap genangan dan sampah; dan