BAB III. PELAYANAN
G. PELAYANAN IBADAH
Pengertian
Pelayanan Ibadah Minggu Umum adalah pelayanan pada kebaktian/ibadah yang dilaksanakan pada setiap hari Minggu sesuai dengan jadwal kebaktian yang sudah ditetapkan pada program kerja Huria dan Anggaran serta yang ada dalam almanak HKBP.
Tujuan
a. Menjelaskan tata cara dan proses kebaktian/ibadah di HKBP Cibubur Resort Cibubur.
b. Menjelaskan tugas pokok dan fungsi setiap personil yang bertugas sebagai pelayan pada kebaktian/ibadah di HKBP Cibubur Resort Cibubur
Ruang lingkup
Ruang lingkup SOP ini adalah : 1. Tata Urutan Kebaktian/Ibadah 2. Personil yang bertugas
3. Tugas pokok dan fungsi setiap personil 4. Punguan yang mengisi Koor
Prosedur :
1. Tata Urutan Ibadah 1. Bernyanyi
2. Votum-Introitus-Doa 3. Bernyanyi
4. Pembacaan Hukum Taurat 5. Bernyanyi
6. Pengakuan Dosa 7. Bernyanyi
8. Pembacaan Epistel 9. Bernyanyi
10. Pengakuan Iman Rasuli 11. Koor
12. Pembacaan Warta Jemaat 13. Koor
14. Bernyanyi ( Persembahan I A dan I B ) 15. Khotbah 16. Bernyanyi ( Persembahan II ) 17. Doa Penutup 2. Petugas/Pelayan 1. Pengkhotbah : 1 orang 2. Liturgis : 1 orang
3. Pembaca Warta Jemaat : 1 orang
4. Kolektan : 4 orang
5. Penyambut Jemaat : 2 orang
6. Organis : 1 orang
7. Operator Sound Sistem : 1 orang 8. Operator Infokus : 1 orang
9. Pandu Lagu : 2 orang
Penanggung jawab :
1. Sekretaris Huria memastikan semua perlengkapan yang digunakan selama kebaktian/ibadah tersedia dan siap dioperasikan.
2. Penerima Jemaat tiba di tempat sekurang-kurangnya 30 menit sebelum kebaktian di mulai.
3. Petugas Sound System, Operator LCD, Organis , Pandu Lagu sudah tiba dan siap melayani sekurang-kurangnya 15 menit sebelum kebaktian/ibadah di mulai.
4. Pelayan Khotbah, Liturgis, Pembaca Warta dan Kolektan sekurang-kurangnya 15 menit sebelum kebaktian/Ibadah tiba di Ruang Konsistori.
5. Sepuluh menit sebelum kebaktian/ibadah di mulai salah seorang dari pelayan kolektan memimpin bernyanyi dan berdoa.
6. Pelayan Khotbah, Liturgis, Pembaca Warta dan Kolektan berangkat dari Ruang Konsistori menuju Gereja.
7. Setelah Kebaktian selesai kolektan membawa Persembahan ke Ruang Konsistori.
8. Setelah Kebaktian selesai Pengkhotbah dan Liturgis menyalami Jemaat yang hendak pulang ke Rumah.
9. Salah satu dari penerima jemaat memimpin doa penutup.
10. Semua pelayan tahbisan menghitung persembahan untuk diserahkan kepada Bendahara.
2. Pelayanan Ibadah Kebaktian Minggu Khusus (IBSUS) Pengertian :
Yang dimaksud dengan pelayanan ibadah kebaktian Minggu Khusus (IBSUS) ialah pelayanan kebaktian setiap hari Minggu yang menggunakan Tata Ibadah Khusus untuk pelajar sidi dan remaja.
Tujuan :
Terselenggaranya pelayanan Ibadah Kebaktian Khusus (IBSUS) di HKBP Cibubur dengan baik.
Penanggung jawab :
1. Pendeta dan Dewan Koinonia sebagai penanggung jawab pelaksanaan pelayanan Ibadah Khusus
2. Jadwal Liturgis diatur oleh Sekretaris Huria
3. Jadwal pemusik dan song leader, diatur oleh Dewan Marturia 4. Multimedia / penerima jemaat, kolektan diatur oleh Dewan Koinonia 5. Tata ibadah diatur oleh Pendeta.
6. Koordinator Persembahan adalah Sintua yang bertugas sebagai Liturgis yang bertanggung jawab mengkoordinir perhitungan persembahan dan menyerahkan kepada Bendahara Huria disertai dengan laporan kolekte sesuai dengan format tanda terima pelean.
3. Ibadah Pelayanan Sekolah Minggu Pengertian :
Pelayanan Sekolah Minggu (SM) adalah pelayanan kebaktian yang diberikan oleh Gereja kepada anak-anak yang berusia sesuai pengelompokan.
Tujuan :
Membimbing anak-anak jemaat sedini mungkin untuk mendengar, mengenal, mengerti firman Tuhan
Penanggung jawab :
1. Pendeta dan Dewan Koinonia dan Seksi Sekolah Minggu sebagai penanggungjawab terlaksananya pelayanan Sekolah Minggu pukul 07.00 & 10.00 WIB pada setiap hari Minggu dan adanya petugas-petugas penyelenggara kebaktian Sekolah Minggu sesuai dengan tugas-tugas yang telah ditentukan.
2. Pelayan yang menyampaikan firman Tuhan pada ibadah gabungan adalah Pendeta atau yang ditugaskan.
3. Sintua sebagai Liturgis dan penanggung jawab kolekte. 4. Guru Sekolah Minggu bertanggung jawab sebagai :
a. Penerima Jemaat
b. Mengoperasikan infocus dan slide c. MC
d. Warta dan doa syafaat e. Petugas Kolektan f. Pengajaran di kelas
4. Ibadah Pelayanan Pra Remaja Pengertian :
Pelayanan Pra Remaja adalah pelayanan kebaktian yang diberikan oleh Gereja kepada anak-anak SMP.
Tujuan :
Membimbing anak-anak pra remaja untuk mendengar, mengenal, mengerti Firman Tuhan
Penanggung jawab :
1. Pendeta,Dewan Koinonia,Seksi Pra Remaja dan Pendamping sebagai penanggungjawab terlaksananya pelayanan pukul 10.00 WIB.
2. Pelayan yang menyampaikan firman Tuhan adalah Pendeta atau yang ditugaskan.
3. Sintua sebagai Liturgis dan penanggung jawab kolekte. 4. Seksi Pra Remaja bertanggung jawab sebagai berikut :
a. Penerima Jemaat
b. Mengoperasikan infocus dan slide c. Warta dan doa syafaat
d. Petugas kolektan 5. Ibadah Perjamuan Kudus
Pengertian
Perjamuan Kudus adalah saat makan daging dan minum darah yang sebenarnya dari Tuhan kita Yesus Kristus melalui roti dan anggur bagi kita orang Kristen, sesuai dengan pesan Yesus Kristus sendiri.
Tujuan Pelayanan :
Menerima karunia pengampunan dosa dari Tuhan Yesus Kristus Syarat :
a. Sudah SIDI
b. Tidak dalam sanksi RPP
c. Sehat secara rohani (mampu mengakui Tuhan) dan sadar (tidak dalam keadaan koma)
Pelayanan Perjamuan Kudus : 1. Di Gereja
2. Di rumah atau Rumah Sakit
Penanggung Jawab dalam Pelaksanaan Perjamuan Kudus di Gereja: 1. Pimpinan Jemaat sebagai penanggung jawab terlaksananya
pelayanan Perjamuan Kudus dan adanya petugas-petugas penyelenggara Perjamuan Kudus sesuai dengan tugas-tugas yang telah ditentukan.
2. Sintua ( Penatua ) sebagai pelayan yang membantu tugas-tugas Pendeta dalam penyelenggaraan perjamuan kudus, dengan tugas sebagai berikut :
a. Menjaga kebersihan dan kerapihan meja altar b. Membawa roti, anggur ke meja altar
3. Sekretaris Huria mengkoordinir :
a. Pengadaan roti, anggur berserta dengan kelengkapannya
Penanggung Jawab dalam Pelaksanaan Perjamuan Kudus di Rumah/ Rumah Sakit :
1. Pimpinan Jemaat sebagai penanggung jawab terlaksananya pelayanan Perjamuan Kudus.
2. Sintua Wijk menginformasikan ke Sekretaris Huria dan mendampingi pelayanan.
3. Sekretaris Huria mempersiapkan roti, anggur berserta dengan kelengkapannya.
Pengaturan Tugas-tugas di Gereja :
1. Pimpinan Jemaat menentukan Pendeta yang bertugas melayani Perjamuan Kudus.
2. Sekretaris Huria membuat jadwal yang bertugas membantu Pendeta melayani Perjamuan Kudus dan disampaikan pada saat sermon parhalado.
Persiapan untuk hari H di Gereja : 1. Hari H – 1
Melakukan check & recheck sarana dan prasarana :
a. Kesiapan A/C, Listrik, Sound System, Microphone, Alat Musik. b. Kesiapan Kotak Persembahan dan perlengkapan yang diperlukan. c. Membersihkan Gedung Gereja.
2. Hari H
a. Menyiapkan roti, anggur di altar
b. Doa Persiapan di konsistori dilakukan 10 menit sebelum ibadah dimulai.
c. Semua Pelayan Tahbisan dan Petugas mengambil tempat. d. Perjamuan Kudus dimulai.
e. Perjamuan Kudus selesai.
f. Para Pendeta berdiri didepan altar.
g. Jemaat secara tertib bersalaman dengan Pendeta kemudian keluar.
h. Kotak Persembahan dibawa ke Konsistori oleh Sintua. i. Doa Penutup semua Pelayan Tahbisan yang bertugas. Persiapan hari H di Rumah / Rumah Sakit:
a. Atas permintaan keluarga atau yang bersangkutan. b. Menyiapkan roti, anggur dan kelengkapannya. c. Perjamuan Kudus dimulai.
6. Ibadah Partumpolon Pengertian
Ibadah perjanjian Pra-Perkawinan (partumpolon) yang dilaksanakan sebelum Pemberkatan Perkawinan. Martumpol artinya: Mempertemukan kedua belah pihak keluarga dan saksi-saksi di gereja.
Tujuan
Untuk memperjelas status dan memperkuat ikatan janji kedua-belah pihak. Majelis gereja memeriksa kesiapan dan kesungguhan calon mempelai untuk menikah. Majelis gereja akan meminta mempelai dan orangtua/wali serta para saksi menandatangani surat perjanjian atau kesempatan untuk menikah.
Syarat – syarat :
1. Telah menerima Baptisan kudus dan sudah Sidi
2. Sepengetahuan dari orangtua ( wali ) kedua belah pihak 3. Meminta surat pengantar dari sintua wijk dan gereja yang
bersangkutan
4. Menerima penjadwalan pelaksanaan dari gereja. 5. Data-data pribadi kedua calon mempelai.
6. Menjalankan konseling pastoral Pra-Perkawinan kepada pasangan yang hendak menikah.
7. Jika ada tukar cincin dilaksanakan pada saat partumpolon 7. Ibadah Pemberkatan Perkawinan ( Pabagashon )
Pengertian :
Pelayanan Pemberkatan ( pamasu-masuon ) adalah pelayanan
Pemberkatan Perkawinan oleh Pendeta HKBP Cibubur yang dilaksanakan di Gereja HKBP Cibubur atau gereja lain kepada calon pengantin, yang sudah memenuhi persyaratan yang berlaku di HKBP dan pelaksanaannya sesuai dengan Agenda pemberkatan HKBP.
Tujuan :
Untuk terlaksananya pelayanan Pemberkatan Perkawinan bagi jemaat HKBP Cibubur dan bukan jemaat HKBP Cibubur secara tertib, lancar dan teratur.
Penanggung jawab :
1. Pimpinan Jemaat : sebagai penanggung jawab terlaksananya pelayanan pemberkatan Perkawinan (pamasu-masuon) dengan menggunakan tata ibadah yang berlaku di HKBP Cibubur. 2. Sintua Wijk : membantu Pendeta dalam pelayanan ibadah
Pemberkatan Perkawinan.
3. Calon Pengantin dan atau orangtua / wali: mempersiapkan syarat-syarat administrasi yang diperlukan.
4. Calon Pengantin dan atau orangtua / wali: mengurus keperluan pelaksanaan pencatatan sipil.
Pengaturan Tugas-tugas: 1. Pimpinan Jemaat :
a. Menentukan / menugaskan Pendeta yang akan melayani Pemberkatan Perkawinan.
b. Menandatangani akte perkawinan.
c. Menunjuk petugas yang melayani untuk yang bukan jemaat HKBP Cibubur.
2. Pendeta yang melayani :
a. Mengadakan konseling Pra-Perkawinan calon pengantin. b. Memimpin ibadah Pemberkatan Perkawinan.
3. Sekretaris Huria
a. Memberikan informasi tentang persyaratan administrasi Pra-Perkawinan.
b. Memeriksa kelengkapan persyaratan administrasi. c. Mempersiapkan Akte Perkawinan
d. Mencatat di papan pengumuman khusus Perkawinan.
e. Mencatat dalam buku Perkawinan dan mewartakan dalam warta jemaat.
f. Mengatur persiapan kelengkapan gereja dan tata ibadah.
g. Mempersiapkan Alkitab sebagai tanda kasih Gereja kepada pengantin.
h. Mempersiapkan ruangan untuk keperluan pelaksanaan Catatan Sipil bila dilaksanakan di Gereja HKBP Cibubur.
i. Mempersiapkan formulir ucapan syukur.
j. Menginformasikan jadwal pemakaian gereja untuk pemberkatan dalam warta jemaat.
Syarat - syarat :
1. Sudah mengadakan Janji Pra-Perkawinan ( Partumpolon ). 2. Sudah Baptis, Sudah Sidi.
3. Mengikuti Konseling Pra-Perkawinan di HKBP Cibubur. 4. Sudah memenuhi syarat-syarat administrasi.
5. Pemberkatan Perkawinan yang bukan jemaat HKBP Cibubur tetapi menggunakan gereja HKBP Cibubur persembahan yang diperoleh 50% akan diberikan ke HKBP Cibubur.
6. Pemberkatan Perkawinan bagi yang bukan jemaat HKBP Cibubur ( meminjam gereja) harus membawa surat permohonan dari gereja
asal dan mendapat izin dari Pimpinan Jemaat HKBP Cibubur. 7. Acara ungkapan terima kasih ke Orang Tua dilaksanakan setelah
acara Ibadah Pemberkatan. Pengaturan Waktu :
1. Calon Pengantin mendaftarkan rencana perkawinan ke Sekretaris Huria
2. Jam Pelayanan adalah 08.00 WIB, 10.00 WIB, 12.00 WIB, 14.00 WIB. 3. Jemaat yang terlebih dahulu mendaftar yang berhak menentukan jam
bagi mereka.
4. Jadwal pemakaian gereja diterima dari Sekretaris Huria.
5. Calon Pengantin mengikuti latihan tata cara pemberkatan perkawinan sesuai arahan Pendeta.
8. Pelayanan Baptisan Kudus Pengertian
Pembaptisan Kudus ialah jalan pemberian anugerah kepada manusia, sebab dengan pembaptisan disampaikan kepada yang percaya
keampunan dosa, kebaharuan hidup, kelepasan dari maut dan Iblis, serta sejahtera yang kekal. (Konfessi HKBP 1951)
Tujuan :
Menerima karunia pengampunan dosa dari Tuhan Yesus Kristus. Syarat – syarat :
1. Orangtua yang membawa anaknya dibaptis adalah jemaat HKBP Cibubur.
2. Orangtua yang bukan jemaat HKBP Cibubur harus melengkapi surat keterangan dari gereja asal.
3. Membawa Surat Pengantar dari sintua wijk.
4. Syarat-syarat lain yang bersifat khusus ditetapkan oleh Pimpinan Jemaat.
Pelayanan Baptisan Kudus : 1. Di Gereja
2. Di Rumah, Rumah Sakit (Na Hinipu) 8.1. Pelayanan Baptisan Kudus di Gereja
Penanggung jawab
1. Pimpinan Jemaat sebagai penanggung jawab terlaksananya pelayanan Baptisan Kudus dan adanya petugas-petugas
penyelenggara Baptisan Kudus sesuai dengan tugas-tugas yang telah ditentukan.
2. Pendeta yang melayani melaksanakan katekisasi baptisan kudus terhadap orangtua.
3. Sintua ( Liturgis ) sebagai pelayan yang membantu tugas-tugas pendeta dalam penyelenggaraan baptisan kudus.
4. Sekretaris Huria mengkoordinir : a. Mencatat di buku baptis. b. Mencatat di warta jemaat. c. Membuat akte baptis.
d. Menyiapkan formulir ucapan syukur.
e. Menjaga kebersihan dan kerapihan meja altar.
f. Membawa air dan perlengkapan lainnya ke meja altar. g. Mengatur prosesi jemaat menuju altar.
h. Mengadakan / Menyediakan air berserta dengan kelengkapannya.
Pengaturan Tugas-tugas di Gereja:
1. Pimpinan Jemaat menentukan Pendeta yang bertugas melayani Baptisan Kudus.
2. Liturgis dan koordinator ibadah membantu Pendeta melayani Baptisan Kudus.
3. Rencana acara Baptisan Kudus dan Sintua yang melayani ditentukan pada Sermon Parhalado sebelumnya.
Pelaksanaan hari H di gereja :
1. Menyiapkan air dan perlengkapannya di altar 2. Baptisan Kudus dimulai
3. Baptisan Kudus selesai
4. Pendeta, Liturgis dan Orangtua anak yang dibaptis berdiri didepan altar
5. Jemaat secara tertib bersalaman dengan Pendeta, Liturgis dan Orangtua anak yang dibaptis kemudian keluar.
8.2. Pelayanan Baptisan di Rumah /Rumah Sakit ( Na Hinipu/ Darurat ) Pengertian :
Baptisan Na Hinipu adalah pelayanan Baptisan bagi anak jemaat yang belum pernah di baptis dan oleh karena kondisi sakit yang kritis
memerlukan pelayanan Baptisan. Penanggung Jawab :
1. Pimpinan Jemaat sebagai penanggung jawab terlaksananya pelayanan Baptisan Na Hinipu.
2. Sintua atau Orangtua atau keluarga melaporkan kepada gereja serta meminta diadakan baptisan na hinipu.
3. Sekretaris Huria
a. Mencatat di buku baptis b. Mewartakan di warta jemaat
Pelaksanaan Baptisan di Rumah / Rumah Sakit (Na Hinipu) : 1. Pimpinan Jemaat menentukan Pendeta yang bertugas melayani
Baptisan Na Hinipu.
2. Dalam hal darurat dan kritis, Sintua atau Orangtua yang
bersangkutan dapat melaksanakan Baptisan Na Hinipu dengan tidak memberikan berkat .
3. Bila Sintua atau Orangtua yang melaksanakan baptisan na hinipu maka cukup dengan kalimat “...(NAMA ANAK)...HUDIDI MA HO DI BAGASAN GOAR NI DEBATA AMA, ANAK DOHOT
TONDI PARBADIA, AMEN.”
4. Setelah selesai melaksanakan baptisan na hinipu Sintua atau Orangtua harus segera memberitahukan ke Gereja.
5. Apabila anak tersebut di kemudian hari sehat, Orangtua anak tersebut harus membawanya ke Gereja untuk Di Berkati oleh Pendeta pada acara Minggu tanpa baptis ulang
9. Pengajaran Katekisasi SIDI Pengertian :
Suatu proses belajar dalam rangka pembekalan pengetahuan Agama Kristen Protestan dan Dogma HKBP kepada Generasi Muda dan atau calon warga jemaat
Tujuan :
Mendewasakan iman generasi muda Gereja supaya mampu mempersaksikan Iman-nya sebagai pengikut Kristus
Pengajaran SIDI terdiri dari 2 (dua) Kategori : 9.1. Pengajaran SIDI Reguler :
Pengajaran yang dilakukan 1 (satu) kali tiap tahun Penanggung jawab :
1. Pimpinan Jemaat sebagai penanggung jawab terlaksananya program pengajaran SIDI di HKBP Cibubur.
2. Tim Pengajar menyusun kurikulum dan jadwal pelaksanaan.
3. Sekretaris Huria menyiapkan kelengkapan administrasi dan kesiapan sarana & prasarana.
4. Orangtua, membentuk pengurus persatuan orangtua pelajar sidi. 5. Pengurus Persatuan Orangtua Pelajar SIDI mengumpulkan dana
pendukung untuk kegiatan-kegiatan menjelang peneguhan sidi. 6. Pelajar SIDI, mengikuti proses pengajaran sesuai dengan
kurikulum.
Pengaturan tugas-tugas : 1. Pimpinan Jemaat
a. Membentuk tim Pengajar sesuai dengan kebutuhan.
b. Menginformasikan kepada Sermon Parhalado tentang rencana pelaksanaan pengajaran SIDI
2. Sintua
a. Menginformasikan di wijk masing-masing tentang rencana pelaksanaan pengajaran SIDI
3. Sekretaris Huria :
a. Mewartakan pendaftaran penerimaan pelajar SIDI.
b. Menyiapkan formulir pendaftaran penerimaan pelajar SIDI. c. Menyiapkan buku absensi pelajar SIDI.
d. Membagi peserta ke dalam kelompok kelas. e. Menyediakan Alkitab untuk peneguhan sidi. f. Menyiapkan Akte SIDI.
g. Menyiapkan formulir ucapan syukur ke Huria.
h. Menyiapkan ruangan kelas dan sarana pendukung lainnya. 4. Orangtua dan Calon Pelajar SIDI
Mengisi formulir pendaftaran dan melengkapi data-data pendukung Pelaksanaan Peneguhan Sidi Reguler :
1. Tata Ibadah untuk peneguhan sidi dilaksanakan sesuai Agenda Peneguhan SIDI HKBP
2. Acara peneguhan sidi dilaksanakan hari Minggu pada kebaktian yang sudah ditentukan.
3. Perjamuan Kudus bagi Peserta Sidi, Orangtua dan Keluarga dilaksanakan setelah acara kebaktian Minggu selesai.
9.2. Pengajaran SIDI Khusus : Pengertian
Pelajar sidi khusus adalah jemaat atau bukan jemaat HKBP Cibubur yang meminta pelayanan sidi khusus dengan alasan tertentu.
Syarat – syarat :
1. Mengajukan permohonan dengan Surat Pengantar dari Sintua Wijk. 2. Jika bukan jemaat HKBP Cibubur membawa surat pengantar dari
gereja asal.
3. Mengikuti jadwal pengajaran dan pelaksanaan Peneguhan Sidi ( jadwal ditentukan oleh gereja)
4. Usia minimal 25 tahun, diluar itu tidak dilayani kecuali yang berhubungan dengan pelanjutan sekolah, pekerjaan, perkawinan. 5. Pelayanan sidi untuk anak berkebutuhan khusus akan diatur tersendiri. 6. Pelaksanaan sidi pada ibadah khusus ( IBSUS) pukul. 15.30 atau
18.00 Wib.
Penanggungjawab Pengajaran SIDI Khusus :
1. Pimpinan Jemaat sebagai penanggung jawab terlaksananya program pengajaran SIDI di HKBP Cibubur.
2. Tim Pengajar menyiapkan materi pelajaran.
3. Sekretaris Huria menyiapkan kelengkapan administrasi dan kesiapan sarana & prasarana.
4. Sintua Wijk menjamin kebenaran alasan permintaan SIDI Khusus. 5. Pelajar SIDI Khusus, mengikuti proses pengajaran sesuai dengan
kurikulum.
Pembagian tugas-tugas untuk SIDI Khusus: 1. Pimpinan Jemaat
a. membentuk tim Pengajar sesuai dengan kebutuhan.
b. menginformasikan kepada Sermon Parhalado tentang rencana pelaksanaan pengajaran SIDI Khusus
2. Sekretaris Huria :
a. Menyiapkan formulir pendaftaran penerimaan pelajar SIDI b. Menyiapkan buku absensi pelajar SIDI
c. Menyediakan Alkitab untuk peneguhan sidi d. Menyiapkan Akte SIDI
e. Menyiapkan formulir ucapan syukur
Ketentuan Tambahan :
1. Gereja HKBP Cibubur mengakui proses pengajaran SIDI yang telah selesai dilakukan oleh Gereja HKBP lainnya, yang dibuktikan dengan surat pengantar dari Gereja tersebut. Peserta pelajar SIDI tersebut diberikan kebebasan untuk mengikuti peneguhan Sidi regular atau peneguhan SIDI khusus tanpa mengikuti proses pengajaran.
2. Bilamana Pelajar SIDI tersebut belum selesai proses pengajaran SIDI ditempat asal maka yang bersangkutan wajib melanjutkan pelajaran SIDI di Gereja HKBP Cibubur
H. Pelayanan Seksi Diakoni Sosial