• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pelayanan Imunisasi 1. Cakupan Imunisasi Bayi

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN KOTA SUKABUMI TAHUN 2012 (Halaman 56-61)

SITUASI UPAYA KESEHATAN KOTA SUKABUMI

D. Pelayanan Imunisasi 1. Cakupan Imunisasi Bayi

Imunisasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan sebagai bentuk pencegahan penyakit. Semua anak, dimulai sejak usia bayi, berhak mendapatkan pelayanan ini. Sebab jika tidak diimunisasi, banyak efek buruk yang bisa terjadi.

Upaya pelayanan imunisasi dilakukan melalui kegiatan imunisasi rutin dan tambahan dengan tujuan untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Walaupun PD3I sudah dapat ditekan, cakupan imunisasi harus dipertahankan tinggi dan merata. Kegagalan untuk menjaga tingkat cakupan imunisasi yang tinggi dan merata dapat menimbulkan letusan atau Kejadian Luar Biasa (KLB) PD3I. Di Kota Sukabumi tahun 2012 tidak ditemukan penyakit PD3I.

0.0 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0

JAN FEB MAR APR MEI JUN JUL AGS SEPT OKT O

NOV DES KOT A PRA 3.6 4.0 3.5 3.9 3.5 3.6 3.4 3.3 3.3 3.0 3.3 3.6 3.8 LANS 8.0 8.4 7.7 9.1 9.1 9.0 8.6 9.1 8.1 8.2 8.6 8.5 10.6

Upaya imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat

Population Immunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi sehingga dapat memutus rantai penularan PD3I. Dengan semakin efektif dan efisiennya upaya imunisasi, diharapkan dapat memberikan sumbangan yang nyata bagi kesejahteraan anak dan ibu khususnya serta masyarakat yang ada di Kota Sukabumi pada umumnya.

Untuk mengetahui cakupan imunisasi lengkap, tingkat perlindungan dan kualitas pelayanan imunisasi indikatornya DPT-HB3, Polio4 dan campak. Sedangkan untuk mengukur manajemen dan pengelolaan program atau pengelolaan sasaran maka indikator yang dipakai adalah DO (Drop Out), yaitu DPT-HB1, DPT-HB3 dan DO DPT-HB1-Campak.

Cakupan imunisasi Kota Sukabumi Tahun 2012 secara keseluruhan sudah mencapai target yaitu diatas 90%, namun ada beberapa puskesmas yang belum mencapai target per antigen.

Dari 15 Puskesmas yang ada, 14 Puskesmas sudah mencapai target program. Puskesmas yang belum mencapai UCI yaitu Puskesmas Sukabumi.

Cakupan imunisasi DPT-HB1 Dinas Kesehatan Kota Sukabumi adalah sebesar 98,38 % (target 98 %), dan yang sudah mencapai target ada 8 Puskesmas. Cakupan imunisasi DPT-HB3 pencapaiannya 96,54%, sedangkan target DPT-HB3 adalah 93%.

Drop Out (DO) digunakan sebagai indikator manajemen program atau pengelolaan sasaran. Sasaran yang sudah datang dan memperoleh pelayanan imunisasi seharusnya datang lagi untuk memperoleh imunisasi lengkap. Makin kecil DO, maka makin baik pengelolaan/manajemen sasaran program imunisasi. Sebaliknya makin besar DO, maka pengelolaan sasaran program imunisasi harus lebih dibenahi lagi. DO DPT-HB1-Campak mencapai 3,7%.

2. Cakupan Imunisasi Ibu Hamil

Salah satu standar pelayanan antenatal care minimal melalui 10 T, yaitu pemberian imunisasi TT (Tetanus Toxoid).  Imunisasi Tetanus Toksoid adalah proses untuk membangun kekebalan sebagai

upaya pencegahan terhadap infeksi tetanus (Idanati, 2005). Vaksin Tetanus yaitu toksin kuman tetanus yang telah dilemahkan dan kemudian dimurnikan (Setiawan, 2006).

Imunisasi yang dilakukan sebelum dan selama kehamilan merupakan tindakan preventif untuk meningkatkan kekebalan tubuh ibu terhadap infeksi parasit, bakteri, dan virus. Pemberian imunisasi selama kehamilan, tidak hanya penting untuk melindungi si ibu dari berbagai macam penyakit, tapi juga bagi janin. 

Imunisasi TT untuk ibu hamil diberikan 2 kali,  Imunisasi TT sebaiknya diberikan sebelum kehamilan 8 bulan untuk mendapatkan imunisasi TT lengkap (BKKBN, 2005). TT1 dapat diberikan sejak di ketahui postif hamil dimana biasanya di berikan pada kunjungan pertama ibu hamil ke sarana kesehatan (Depkes RI, 2000).  Jarak pemberian (interval) imunisasi TT1 dengan TT2 adalah minimal 4 minggu Adapun target cakupan imunisasi TT1 Ibu Hamil ≥ 98% dan TT2 Ibu Hamil ≥ 90% serta DO TT1 Ibu Hamil – TT2 Ibu Hamil ≤ 5%.

Pencapaian cakupan imunisasi TT1 Ibu Hamil di Kota Sukabumi masih dibawah target program, yaitu 59,8% dari jumlah seluruh ibu hamil yang ada. Jadi masih ada kesenjangan 38,2,%, dari target 98%. Dari 15 Puskesmas, semua belum mencapai target pelayanan imunisasi TT. Pada pelayanan imunisasi ibu hamil, yang menjadi indikator imunisasi lengkap atau kualitas pelayanan yaitu cakupan TT2 Ibu Hamil. Di Kota Sukabumi, pencapaiannya baru mencapai 54,7% dari target 90%. Seluruh Puskesmas belum mencapai cakupan dari target yang ditetapkan.

Dari data tersebut di dapatkan DO K1 dan K4 adalah 5,1% artinya di Kota Sukabumi masih ada masalah dalam manajemen pemberian imunisasi TT, hal itu dikarenakan system pencatatan dan pelaporan yang belum sesuai serta keseragaman dalam status imunisasi yang belum sepakat antara penegelola program imunisasi dan KIA.

3. Universal Child Imunization (UCI)

Universal Child Immunization (UCI) adalah tercapainya imunisasi dasar secara lengkap pada bayi (0-11 bulan), ibu hamil, wanita usia

subur dan anak sekolah tingkat dasar. Imunisasi dasar lengkap pada bayi meliputi: 1 dosis BCG, 3 dosis DPT, 4 dosis polio, 4 dosis hepatitis B, 1 dosis campak. Pada ibu hamil dan wanita usia subur meliputi 2 dosis TT.Untuk anak sekolah tingkat dasar rneliputi 1 dosis DT, I dosis campak dan 2 dosis TT.

Target Universal Child Imunization dikatakan tercapai apabila cakupan imunisasi lengkap 80% secara merata pada bayi di seluruh Kelurahan.

Pencapaian Kelurahan/Desa UCI pada Tahun 2012 sudah mencapai target yaitu 96,97% (Target 80%). Ada 1 Kelurahan yang belum mencapai target UCI, yaitu Kelurahan Tipar.

Tabel 4.8

Pencapaian UCI di Kota Sukabumi Tahun 2012

No Puskesmas Kelurahan Jumlah Kelurahan UCI % Kelurahan UCI

1 2 3 4 5 1 Cipelang 2 2 100.00% 2 Karang Tengah 2 2 100.00% 3 Selabatu 3 3 100.00% 4 Sukabumi 3 3 100.00% 5 Tipar 2 1 50.00% 6 Nanggeleng 1 1 100.00% 7 Gedong Panjang 2 2 100.00% 8 Benteng 2 2 100.00% 9 Pabuaran 2 2 100.00% 10 Sukakarya 1 1 100.00% 11 Baros 4 4 100.00% 12 Lembursitu 2 2 100.00% 13 Cikundul 3 3 100.00% 14 Cibeureum Hilir 2 2 100.00% 15 Limus Nunggal 2 2 100.00% Jumlah 33 32 96.97% Sumber : Bidang P2PL

4. Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS)

Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi anak-anak usia sekolah dasar terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus.

Kesehatan merupakan salah satu unsur kesejahteraan bagi masyarakat melalui pembangunan kesehatan dengan perencanaan terpadu. Pembangunan kesehatan di Indonesia memiliki beban ganda (double burden), dimana penyakit menular masih masalah karena tidak mengenal batas wilayah administrasi sehingga tidaklah mudah untuk memberantasnya. Dengan tersedianya vaksin mampu mencegah penyakit menular sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan efisien.

Pemberian vaksin melalui program imunisasi merupakan salah satu strategi pembangunan kesehatan nasional dalam rangka mewujudkan Indonesia sehat. Program imunisasi mengacu kepada konsep Paradigma Sehat, dimana prioritas utama dalam pembangunan kesehatan yaitu upaya pelayanan peningkatan kesehatan (promotif) dan pencegahan penyakit (preventif) secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan.

Setiap tahun BIAS dilaksanakan pada bulan Agustus untuk Campak dan pada bulan November untuk DT (kelas I) dan Td (kelas II dan III). Pelayanan imunisasi di sekolah dikoordinir oleh tim pembina UKS. Peran guru menjadi sangat strategis dalam memotivasi murid dan orangtuanya. Ketidak hadiran murid pada saat pelayanan imunisasi akan merugikan murid itu sendiri dan lingkungannya karena peluang untuk memperoleh kekebalan melalui imunisasi tidak dimanfaatkan.

Pemberian imunisasi pada anak sekolah bertujuan sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif, meningkatkan kemampuan hidup sehat bagi peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik dapat belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan optimal menjadi sumber daya manusia yang lebih berkualitas. Pelaksanaan BIAS merupakan keterpaduan lintas program dan lintas sektor terkait sebagai salah satu

upaya mengurangi angka morbiditas dan mortalitas. Diselenggarakan melalui wadah yang sudah ada yaitu Tim Pembina Usaha Kesehatan Sekolah (TP UKS), dimana imunisasi merupakan salah satu komponen kegiatan UKS.

Upaya imunisasi perlu terus ditingkatkan untuk mencapai tingkat population immunity (kekebalan masyarakat) yang tinggi sehingga dapat memutuskan rantai penularan PD3I. Dengan berbagai kemajuan pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, upaya imunisasi menjadi semakin efektif dan efisien dengan harapan dapat memberikan langkah nyata bagi kesejahteraan anak, ibu, serta masyarakat secara umum.

Dalam dokumen PROFIL KESEHATAN KOTA SUKABUMI TAHUN 2012 (Halaman 56-61)

Dokumen terkait