Prevalensi Gizi Buruk
A. PELAYANAN KESEHATAN DASAR 1. Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak
a. Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (K1 dan K4)
Definisi Operasional K1 : Cakupan ibu hamil yang pertama kali mendapat pelayanan antenatal oleh tenaga kesehatan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 103,5% . Cakupan melebihi 100% disebabkan Jumlah ibu hamil K1 sebesar 3.133 orang lebih besar dari jumlah proyeksi sasaran ibu hamil yaitu 3.028
20 orang . Capaian tahun 2012 ini meningkat sebesar 3,5% dibandingkan tahun 2011 yaitu 100% (2.977 ibu hamil). Tapi dilihat dari target sasarannya yaitu 100%, cakupan pelayanan K-1 tahun 2012 mencapai target bahkan cakupan kunjungan bumil K1 pada tahun 2012 berhasil melampaui target, hal ini kemungkinan diakibatkan tingginya tingkat mobilitas penduduk sehingga menambah jumlah sasaran yang ditemukan.
Definisi Operasional K4 : Cakupan ibu hamil yang telah memperoleh pelayanan antenatal sesuai dengan standar, paling sedikit empat kali dengan distribusi waktu 1 kali pada trimester 1, 1 kali pada trimester ke-2 dan ke-2 kali pada trimester ke-3 di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 98,3% atau 2.977 ibu hamil. Capaian tahun 2012 ini meningkat sebesar 6%
dibandingkan tahun 2011 yaitu 92,3% (2.767 ibu hamil). Peningkatan cakupan ini didorong dengan adanya pembebasan biaya bersalin melalui program jaminan persalinan (jampersal) serta tersedianya transportasi kunjungan luar gedung oleh petugas kesehatan melalui dana bantuan operasional kesehatan (BOK). Namun dilihat dari target sasarannya yaitu 100%, cakupan pelayanan K-4 belum mencapai target yaitu selisihnya hanya 1,7%. Untuk lebih jelasnya capaian K1 dan K4 dapat dilihat pada lampiran Tabel.28. Berikut ini Tabel 4.1 memaparkan perbandingan capaian K1 dan K4 tahun 2012 dan 2011.
Tabel 4.1
Cakupan Ibu Hamil Ke Akses Pelayanan KIA (K-1)
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
K1 K4
2012 (100%) 2011 (98%) 2012 (100%) 2011 (98%)
Σ % Σ % Σ % Σ %
1 POTO TANO 239 98.0 280 115.2 218 89.3 258 106.2 2 SETELUK 415 102.5 445 110.7 407 100.5 402 100.0 3 TALIWANG 1,156 99.5 1,076 93.5 1,111 95.6 1,027 89.2
21 4 BRANG REA 394 119.8 353 108.3 387 117.6 326 100.0 5 BRANG ENE 176 131.3 143 107.5 159 118.7 117 88.0 6 JEREWEH 235 106.3 204 93.6 213 96.4 166 76.1 7 MALUK 309 97.8 320 102.9 309 97.8 304 97.7 8 SEKONGKANG 127 108.5 76 67.9 110 94.0 68 60.7 9 TONGO 82 82.0 100 99.0 63 63.0 99 98.0 Total Kabupaten 3,133 103.5 2,977 100.0 2,977 98.3 2,767 92.3 Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012
b. Penanganan Komplikasi Obstetri/Maternal
Definisi Operasional Maternal Komplikasi : Cakupan Ibu dengan komplikasi kebidanan di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu yang ditangani secara definitif sesuai dengan standar oleh tenaga kesehatan kompeten pada tingkat pelayanan dasar dan rujukan. Penanganan definitif adalah penanganan/pemberian tindakan terakhir untuk menyelesaikan permasalahan setiap kasus komplikasi kebidanan.
Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 72,89%
atau 441 ibu hamil komplikasi. Dibandingkan dengan tahun 2011 angka ini mengalami penurunan yaitu 92,1% (552 bumil komplikasi). Hal ini menandakan suatu hal yang positif di tahun 2012 Karena dari 605 bumil komplikasi yang ditemukan sebanyak 441 bumil komplikasi yang ditangani.
Namun pada dasarnya dilihat dari target yaitu 80%, capaian tahun 2012 ini belum mencapai target. Tidak tercapainya target ini bukanlah suatu kemunduran melainkan sebaliknya. Karena dengan sedikitnya kasus maternal komplikasi yang ditemukan berarti sedikit pula ibu hamil yang bermasalah dan berkurang pula ibu hamil yang meninggal. Hal ini dibuktikan dengan menurunkan jumlah kasus kematian ibu ditahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk lebih jelasnya capaian maternal komplikasi yang ditangani ini dapat dilihat pada lampiran Tabel 31.
Berikut pada Tabel 4.2 disajikan perbandingan capaian Bumil komplikasi/risti yang ditangani antara tahun 2012 dan 2011.
22 Tabel 4.2
Perbandingan Cakupan Bumil Risti/Komplikasi yang Ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
Bumil Risti Ditangani 2012 (80%) 2011 (80%)
Σ % Σ %
1 POTO TANO 22 44.90 19 39.1
2 SETELUK 77 95.06 115 143.0
3 TALIWANG 101 43.53 207 89.9
4 BRANG REA 79 119.70 69 105.8
5 BRANG ENE 37 137.04 27 101.5
6 JEREWEH 56 127.27 40 91.7
7 MALUK 35 55.56 56 90.0
8 SEKONGKANG 23 100.00 10 44.6
9 TONGO 11 55.00 9 44.6
Total Kabupaten 441 72.89 552 92.1 Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012
c. Pertolongan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan dengan Kompetensi Kebidanan (Pn)
Definisi Operasional : Cakupan ibu bersalin yang mendapat pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan, di suatu wilayah kerja dalam kurun waktu tertentu. Dengan indikator ini dapat diperkirakan proporsi persalinan yang ditangani oleh tenaga kesehatan dan ini menggambarkan kemampuan manajemen program KIA dalam pertolongan persalinan sesuai standar.
Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 95,6%
atau 2.762 ibu bersalin. Cakupan ini meningkat sebesar 3,4% dibandingkan tahun 2011 yang mencapai 92,2% (2.636 ibu bersalin). Dilihat dari target sasarannya yaitu 90%, cakupan pelayanan persalinan tenaga kesehatan di tahun 2012 sudah mencapai target yang telah ditentukan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran Tabel 28. Berikut ini pada Tabel 4.3 disajikan
23 perbandingan cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan antara tahun 2012 dan 2011.
Tabel 4.3
Perbandingan Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan (90%) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
Linakes (Target 90%)
Tahun 2012 Tahun 2011
Σ % Σ %
1 POTO TANO 214 91.8 254 109.48
2 SETELUK 395 102.3 416 108.62
3 TALIWANG 971 87.6 933 84.97
4 BRANG REA 369 117.5 307 98.71
5 BRANG ENE 155 121.1 130 102.36
6 JEREWEH 201 95.3 173 83.17
7 MALUK 272 90.4 275 92.59
8 SEKONGKANG 111 100.0 66 61.68
9 TONGO 74 77.1 82 84.54
Total Kabupaten 2,762 95.6 2,636 92.2
Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012
d. Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Nifas (KF3)
Definisi Operasional : Ibu nifas paling sedikit mendapatkan 4x pelayanan kesehatan selama masa nifas, ini dilakukan untuk menilai keadaan ibu dan bayi baru lahir, dan untuk mencegah, mendeteksi dan menangani masalah-maslah yang terjadi.
Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 98,6%
atau 2.848 ibu nifas. Cakupan pelayanan ibu nifas di tahun 2012 meningkat sebesar 3,4% dibandingkan tahun 2011 yaitu mencapai 95,2% atau 2.594 ibu nifas. Dari target cakupan yaitu sebesar 95%, cakupan pelayanan ibu nifas ini sudah mencapai target yang ditentukan. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran Tabel 28. Berikut ini pada Tabel 4.4 disajikan perbandingan cakupan pelayanan nifas antara tahun 2012 dan 2011.
24 Tabel 4.4
Perbandingan Cakupan Pelayanan Nifas
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
Pelayanan Nifas
Tahun 2012 (Target 95%) Tahun 2011 (Target 92%)
Σ % Σ %
1 POTO TANO 217 93.1 245 110.9
2 SETELUK 399 103.4 388 106.3
3 TALIWANG 1,007 90.8 953 91.1
4 BRANG REA 349 111.1 276 93.2
5 BRANG ENE 160 125.0 127 105.0
6 JEREWEH 240 113.7 170 85.9
7 MALUK 284 94.4 281 99.3
8 SEKONGKANG 111 100.0 69 67.6
9 TONGO 81 84.4 85 92.4
Total Kabupaten 2,848 98.6 2,594 95.2
Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012 e. Penanganan Komplikasi pada Neonatal
Definisi Operasional Neonatal Risti/KOmplikasi : Cakupan neonatal komplikasi/resiko tinggi yang ditangani dibandingkan dengan jumlah sasaran neonatal dengan resiko tinggi (15% dari total neonatal) di wilayah dalam kurun waktu tertentu.
Adapun cakupan rata-rata Kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 47,1%
atau 194 neonatal komplikasi. Cakupan tahun ini menurun sebesar 6,7%
dibandingkan tahun 2011 yaitu mencapai 53,8% atau 220 neonatal komplikasi. Dilihat dari target cakupan yaitu 80%, pencapaian ini tidak memenuhi target, yaitu selisihnya 32,9%.
Hal ini menandakan suatu hal yang positif di tahun 2012 Karena dari 199 neonatal komplikasi yang ditemukan sebanyak 194 bumil komplikasi yang ditangani (97.49%).
25 Namun pada dasarnya dilihat dari target yaitu 80%, capaian tahun 2012 ini belum mencapai target. Tidak tercapainya target ini bukanlah suatu kemunduran melainkan sebaliknya. Karena dengan sedikitnya kasus neonatal komplikasi yang ditemukan berarti sedikit pula neonatal yang bermasalah dan berkurang pula yang meninggal. Hal ini dibuktikan dengan menurunkan jumlah kasus kematian neonatal ditahun 2012 dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu dari 32 kasus menjadi 21 kasus. Untuk lebih jelasnya capaian neonatal komplikasi yang ditangani ini dapat dilihat pada lampiran Tabel 31.
Berikut pada Tabel 4.5 disajikan perbandingan capaian neonatal komplikasi/risti yang ditangani antara tahun 2012 dan 2011.
Tabel 4.5
Perbandingan Cakupan Neonatal Risti/Komplikasi yang Ditangani Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
Pelayanan Neonatal Risti/Komplikasi yang Ditangani Tahun 2012 (Target 80%) Tahun 2011 (Target 75%)
Σ % Σ %
1 POTO TANO 12 36.4 7 21.1
2 SETELUK 36 65.5 73 133.3
3 TALIWANG 64 40.5 45 28.7
4 BRANG REA 27 60.0 31 69.8
5 BRANG ENE 12 66.7 7 38.6
6 JEREWEH 11 36.7 10 33.7
7 MALUK 23 53.5 44 103.7
8 SEKONGKANG 6 37.5 1 6.5
9 TONGO 3 21.4 2 14.5
Total Kabupaten 194 47.1 220 53.8
Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012 f. Pelayanan Kesehatan pada Bayi
Definisi Operasional Bayi 4 : Prosentasi kunjungan yang keempat kalinya atau lebih pada bayi umur 10-12 bulan di sarana pelayanan kesehatan maupun rumah, posyandu, tempat penitipan anak, panti asuhan dan
26 sebagainya dibanding dengan jumlah seluruh sasaran bayi di wilayah dalam kurun waktu tertentu.
Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 100,67%
atau 2.846 bayi. Cakupan ini menurun sebesar 2,7% dibandingkan tahun 2011 yaitu mencapai 103,4% atau 2.867 bayi. Dilihat dari target sasarannya yaitu 100%, cakupan pelayanan Kunjungan Bayi 4 sudah mencapai target.
Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran Tabel 37. Berikut ini pada Tabel 4.6 disajikan perbandingan cakupan kunjungan bayi 4 antara tahun 2012 dan 2011.
Tabel 4.6
Perbandingan Cakupan Pelayanan Kunjungan Bayi 4 Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
Cakupan Kunjungan Bayi 4
Tahun 2012 (Target 100%) Tahun 2012 (Target 92%)
Σ % Σ %
1 POTO TANO 106.54 102.7 224 101.4
2 SETELUK 91.86 98.1 423 115.9
3 TALIWANG 111.49 105.7 1076 102.9
4 BRANG REA 87.73 110.0 319 107.8
5 BRANG ENE 86.45 109.8 123 101.7
6 JEREWEH 94.66 97.0 222 112.1
7 MALUK 93.10 94.1 302 106.7
8 SEKONGKANG 96.40 100.9 70 68.6
9 TONGO 129.27 116.5 108 117.4
Total Kabupaten 2,846 100.67 2,867 105.2
Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012
g. Cakupan Bayi dengan Berat Lahir Rendah
Pada tahun 2012 terdapat 61 bayi yang BBLR atau 2,2% dari 2.827 bayi lahir hidup dengan klasifikasi 29 bayi berjenis kelamin laki-laki dan 32 bayi
27 dengan jenis kelamin perempuan. Kasus BBLR ini menurun dari tahun sebelumnya 2011 yaitu 87 kasus (3,4%). Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran Tabel 26.
h. Pelayanan Kesehatan pada Balita
Definisi Operasional Balita 2 : Prosentasi anak balita (1-5 tahun) yang mendapatkan pelayanan kesehatan standar kedua kali sesuai kelompok umur oleh petugas kesehatan dibandingkan jumlah sasaran anak balita satu tahun. Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 83,2% atau 9.157 balita. Capaian ini meningkat sebesar 29,5% dibandingkan tahun 2011 yaitu mencapai 53,7% atau 7.303 balita. Dilihat dari target sasarannya yaitu 75%, cakupan pelayanan Kunjungan Balita 2 sudah mencapai target. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran Tabel 43.
Berikut ini pada Tabel 4.7 disajikan perbandingan cakupan pelayanan anak balita antara tahun 2012 dan 2011.
Tabel 4.7
Perbandingan Cakupan Pelayanan Anak Balita2
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
Pelayanan Anak Balita 2
Tahun 2012 (Target 75%) Tahun 2012 (Target 70%)
Σ % Σ %
1 POTO TANO 1,112 125.2 738 67.3
2 SETELUK 1,124 76.4 1238 67.8
3 TALIWANG 3,262 77.2 2149 41.2
4 BRANG REA 1,123 93.9 882 59.4
5 BRANG ENE 432 88.5 302 50.2
6 JEREWEH 686 85.3 683 68.7
7 MALUK 1,143 99.6 1001 71.1
8 SEKONGKANG 168 39.6 114 22.3
9 TONGO 107 29.4 196 42.7
Total Kabupaten 9,157 83.2 7,303 53.7
Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012
28 i. Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Aktif
Definisi Operasional : Adalah cakupan dari peserta KB yang baru dan lama yang masih aktif menggunakan alat dan obat kontrasepsi (alokon) dibandingkan dengan jumlah pasangan usia subur di suatu wilayah kerja pada kurun waktu tertentu.
Adapun cakupan rata-rata kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 57,5%
81,4% atau 12.011 15.889 akseptor KB aktif. Cakupan ini menurun sebesar 23,9% dibandingkan tahun 2011 yaitu mencapai 81.4% atau 12.011 PUS.
Dari target sasaran yang telah ditentukan yaitu 72%, cakupan KB aktif ini belum mencapai target. Tidak tercapainya target karena masih rendahnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti program KB. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran Tabel 35. Berikut ini pada Tabel 4.8 disajikan perbandingan cakupan pelayanan anak balita antara tahun 2012 dan 2011.
Tabel 4.8
Perbandingan Cakupan Pelayanan KB Aktif
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
Pelayanan KB Aktif
Tahun 2012 (Target 72%) Tahun 2012 (Target 70%)
Σ % Σ %
1 POTO TANO 1,791 106.1 1,757 111.6
2 SETELUK 2,332 83.5 3,812 145.6
3 TALIWANG 2,667 33.2 4,998 66.8
4 BRANG REA 530 23.3 1,274 59.8
5 BRANG ENE 703 76.0 811 93.9
6 JEREWEH 1,270 83.1 1,127 79.0
7 MALUK 1,751 80.4 1,561 77.3
8 SEKONGKANG 534 66.3 419 57.2
9 TONGO 433 62.9 100 15.2
Total Kabupaten 12,011 57.5 15,859 81.3
Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012
29 Akseptor KB aktif ini terdiri dari beberapa jenis pemakaian alokon, antara lain: metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dan non MKJP. Yang termasuk dalam MKJP adalah IUD, MOP, MOW dan Implant. Sedangkan jenis non MKJP adalah suntik, PIL, kondom, dan obat vagina. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada Lampiran Tabel 33.
j. Kunjungan Neonatal
Definisi Operasional KN 1 : Prosentasi kunjungan neonatal umur 0-3 hari di sarana pelayanan kesehatan maupun pelayanan melalui kunjungan rumah dibandingkan dengan sasaran bayi baru lahir di wilayah dalam kurun waktu tertentu. Adapun cakupan rata-rata Kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 100% atau 2.827 neonatal. Cakupan ini meningkat sebesar 7,8%
dibandingkan tahun 2011 yaitu mencapai 92,2% atau 2.666 neonatal.
Dilihat dari target sasarannya yaitu 95%, cakupan pelayanan KN-1 mencapai target.
Definisi Operasional KN 3 : Cakupan kunjungan neonatal umur 8-28 hari di sarana pelayanan kesehatan maupun pelayanan melalui kunjungan rumah serta sudah mendapat KN 1 dan KN 2 sesuai standar dibandingkan dengan sasaran bayi baru lahir di wilayah dalam kurun waktu tertentu.
Adapun cakupan rata-rata Kabupaten untuk tahun 2012 mencapai 95.5%
atau 2.700 neonatal. Cakupan ini meningkat sebesar 12,4% dibandingkan tahun 2011 yaitu mencapai 83,1% atau 2.647 neonatal. Dilihat dari target sasarannya yaitu 90%, cakupan pelayanan KN-1 telah mencapai target.
Untuk lebih jelas capaian KN1 dan KN3 ini dapat dilihat pada Lampiran Tabel 36. Berikut ini pada Tabel 4.9 disajikan perbandingan cakupan pelayanan anak balita antara tahun 2012 dan 2011.
30 Tabel 4.9
Perbandingan Cakupan Pelayanan Neonatal
Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat Tahun 2012 dan 2011
NO PUSKESMAS
KN1 KN3
2012 (100%) 2011 (98%) 2012 (100%) 2011 (98%)
Σ % Σ % Σ % Σ %
1 POTO TANO 214 100.0 249 112.7 206 96.3 246 111.3 2 SETELUK 393 100.0 400 109.6 376 95.7 399 109.3 3 TALIWANG 1,001 100.0 971 92.8 965 96.4 975 93.2 4 BRANG REA 375 100.0 313 105.7 345 92.0 307 103.7 5 BRANG ENE 155 100.0 130 107.4 158 101.9 128 105.8 6 JEREWEH 206 100.0 171 86.4 199 96.6 181 91.4 7 MALUK 290 100.0 277 97.9 267 92.1 270 95.4 8 SEKONGKANG 111 100.0 71 69.6 106 95.5 71 69.6 9 TONGO 82 100.0 84 91.3 78 95.1 70 76.1 Total Kabupaten 2,827 100.0 2666 97.9 2,700 95.5 2647 97.2 Sumber : Seksi Kesga Dikes KSB, 2012
B. PENGENDALIAN PENYAKIT MENULAR