V ANALISIS LINGKUNGAN USAHA 5.1. Sejarah dan Perkembangan Perusahaan
5. Kekuatan Tawar Menawar Pemasok
5.6. Identifikasi Faktor-faktor Lingkungan
5.6.3. Peluang CV Duta Teknik
a. Kondisi Kemanan yang Membaik
Kota Sampit yang pernah dilanda kerusuhan antar etnis pada beberapa Tahun yang lalu, telah berangsur-angsur pulih dan kelompok yang bertikai telah menyelesaikan masalahnya. Tentunya hal ini berpengaruh terhadap kondisi keamanan Kota Sampit, kondisi yang aman tentunya memberikan efek positif terhadap perkembangan bisnis mebel. Dengan semakin kondusifnya Kota Sampit, menjadikan peluang usaha untuk usaha mebel semakin terbuka.
b. Loyalitas Pelanggan Baik
Loyalitas pelanggan yang baik, tentunya menjadi peluang bagi CV Duta Teknik. Hal ini dapat dilihat dari pelanggan yang kembali lagi untuk memesan pada perusahaan ini. Sebagai contoh, apabila pelanggan memesan kusen maka setelah kusen tersebut selesai pelanggan kembali lagi untuk memesan jendela. Hal ini mengindikasikan bahwa pelanggan merasa puas terhadap pelayan dan produk perusahaan tersebut, sehingga kembali lagi untuk memesan barang pada perusahaan ini.
c. Mempunyai Banyak Pemasok
CV Duta Teknik memiliki empat pemasok tetap untuk bahan baku utama, dan biasanya apabila mereka memiliki bahan baku mereka akan langsung menawarkan pada perusahaan ini. Dengan memiliki pemasok lebih dari satu, pihak perusahaan lebih fleksibel, artinya apabila disalah satu pemasok tidak ada bahan baku pihak perusahaan dapat mencarinya ke pemasok yang lainnya. Walaupun belum tentu bahan baku yang diperlukan ada dan sesuai dengan yang diperlukan, tetapi pihak perusahaan memiliki banyak alternatif didalam mencari
bahan baku kayu. Sementara untuk bahan pendukung, perusahaan hanya memiliki satu pemasok tetap. Hubungan antara keduanya cukup baik, hal ini dapat dilihat dari sistem pembayaran yang dilakukan 3 bulan sekali. Selama waktu itu perusahaan bebas mengambil barang kebutuhan produksi, dan harga dari bahan baku tersebut akan diakumulasi pada bulan ketiga untuk pembayaran. Sehingga perusahaan memiliki jeda apabila modal kurang karena dana belum turun dari pelanggan.
d. Kemajuan Teknologi
Kemajuan teknologi sangat penting artinya bagi perusahaan ini, salah satunya teknologi komunikasi. Hal ini dapat mempersingkat waktu transaksi jual-beli antara perusahaan dengan pelanggan ataupun dengan pemasok. Kemajuan teknologi juga dapat membantu perusahaan dalam kegiatan produksi perusahaan, sehingga dapat menjadi lebih efektif dan efisien. Karena teknologi turut berperan penting dalam menekan biaya produksi yang dapat mempengaruhi keuntungan yang dihasilkan oleh perusahaan.
e. Semakin Bertambahnya Perumahan
Hal ini sejalan dengan kondisi keamanan yang semakin membaik, sehingga pendatang baik Kalimantan ataupun dari luar banyak berdatangan. Bertambahnya jumlah penduduk tentunya juga akan berdampak pada peningkatan pembangunan perumahan. Hal ini tentunya menjadi peluang bagi perusahaan ini, karena untuk membangun rumah diperlukan bahan bangunan yang terbuat dari mebel kayu. Bahan tersebut antara lain kusen, pintu dan jendela, demikian juga dengan perabotan rumah tangganya seperti meja, kursi ataupun lemari.
5.6.4. Ancaman CV Duta Teknik a. Harga Pesaing Lebih Murah
Pesaing-pesaing yang muncul, baik itu kecil ataupun besar biasanya berani memberikan harga yang dibawah. Hal ini tentunya untuk menarik pelanggan bagi produk yang dihasilkannya. Usaha-usaha
76 kecil milik pribadi biasanya lebih berani memberikan harga yang rendah, hal ini dikarenakan biaya operasional mereka yang lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan. Hal ini tentunya menjadi ancaman bagi perusahaan apabila tidak dapat memberikan perlawanan terhadap harga yang ditawarkan oleh pesaing.
b. Produk Subtitusi Banyak
Produk subtitusi adalah produk yang dapat mengantikan fungsi dari produk yang dihasilkan oleh perusahaan. Produk subtitusi untuk produk mebel kayu cukup banyak ditemui di pasaran, terutama untuk perabotan rumah tangga. Produk-produk subtitusi yang banyak tersedia antara lain seperti kursi, meja, lemari dan kasur. Perusahaan yang bergerak pada produk subtitusi ini mulai dari yang berskala kecil hingga skala nasional. Hal ini tentunya menjadi ancaman serius bagi perusahaan apabila tidak memperhatikan produk subtitusi yang tersedia di pasar. Terlebih lagi produk ini cukup mudah didapatkan serta tersedia langsung dalam berbagai model dan ukuran. Apabila perusahaan tidak memakai strategi yang baik dalam mengahadapi produk subtitusi ini, maka dapat dipastikan produk mebel dari kayu akan semakin tenggelam. Selain itu adanya kebijakan pasar global, salah satu contohnya produk Cina dapat masuk tanpa bea cukai.
Kebijakan ini dapat menjadi ancaman karena harga produk impor yang ditawarkan menjadi lebih murah dari sebelumnya
c. Bahan Baku Mulai Sulit
Kondisi hutan Kalimantan yang mulai berkurang, mengindikasikan semakin berkurangnya bahan baku untuk kayu. Kawasan hutan yang semakin berkurang ini diakibatkan lahan-lahan tersebut dialih gunakan menjadi kawasan pemukiman ataupun perkebunan. Semakin kecilnya kawasan hutan, mengakibatkan semakin sulitnya mendapatkan kayu sehingga harga kayu semakin meningkat juga. Selain itu semakin ketatnya aparat keamanan dalam mengawasi keluar masuknya kayu dari hutan, semakin menyulitkan distribusi kayu untuk dipasarkan. Hal ini tentunya menjadi masalah yang sangat serius, karena bahan baku
utama dari perusahaan ini adalah kayu. Selain kelangkaan bahan baku, semakin ketatnya pemerintah didalam memberantas illegal logging juga membuat distribusi bahan baku antar daerah menjadi terhambat.
Sehingga pihak perusahaan hanya dapat membeli bahan baku yang diproduksi Kota Sampit saja.
d. Harga Bahan Baku Yang Semakin Meningkat.
Meningkatnya harga bahan baku seiring dengan semakin berkurangnya kawasan hutan sebagai sumber pemasok kayu. Semakin meningkatnya harga bahan baku, berakibat semakin meningkatnya biaya operasional perusahaan sehingga harga jual yang ditawarkan juga akan semakin tinggi. Kondisi ini tentunya tidak diharapkan oleh perusahaan, karena akan dapat mengurangi target pasar yang mereka tuju. Hal ini sudah dirasakan oleh perusahaan, setiap tahunnya harga jual produk perusahaan ini meningkat terus. Peningkatan harga yang terjadi biasanya berkisar antara 100 ribu hingga 200 ribu setiap tahunnya.
VI ANALISIS STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA