• Tidak ada hasil yang ditemukan

PASAR DAN PEMASARAN DOMESTIK DAN EKSPOR

3.1. Peluang Pasar

Industri makanan dan minuman Indonesia mengalami pertumbuhan positif, meskipun di tengah kondisi pandemi Covid-19. Kementerian Perindustrian (2021) menyatakan bahwa pada tahun 2020, industri ini bertumbuh sebesar 1,58 persen. Meskipun pertumbuhan ini jauh lebih kecil dari tahun-tahun sebelumnya.

Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini menunjukkan bahwa pasar industri makanan dan minuman masih terus bertumbuh meskipun terdapat pandemi yang cukup mempengaruhi daya beli masyarakat. Industri ini juga didorong oleh pemerintah untuk terus produktif dan memiliki daya saing yang baik.

Dukungan terhadap industri makanan dan minuman juga tertuju pada UMK produsen makanan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), di Indonesia terdapat 3,9 juta UMK di bidang makanan pada tahun 2019. Jawa Barat merupakan provinsi yang memiliki jumlah UMK makanan terbanyak dengan jumlah mencapai 791.435 unit usaha dan disusul dengan Jawa Timur dan Jawa Tengah dengan masing-masing memiliki 746.732 dan 569.896 unit usaha.

Gambar 5. 10 Provinsi Dengan Jumlah UMKM Makanan dan Minuman Terbanyak Tahun 2019 (Badan Pusat Statistik, 2019)

Pasar produk UMKM makanan Indonesia juga cukup terbuka lebar termasuk untuk pasar ekspor. Pada produk olahan buah, analisis dari Global Market Insight tahun 2020 menyatakan bahwa pasar produk olahan buah mencapai USD 280 miliar dan diperkirakan akan tumbuh lebih dari 7% hingga tahun 2027. Produksi olahan buah siap saji menjadi meningkat secara signifikan seiring peningkatan gaya hidup yang dinamis serta semakin kurangnya waktu untuk menyiapkan makanan.

Konsumen memandang produk olahan buah sebagai solusi hemat waktu dalam gaya hidup yang serba cepat.

Analisis dari The Observatory of Economic Complexity (OEC) menyatakan bahwa pada tahun 2019, secara global perdagangan buah-buahan tropis termasuk olahannya di dunia mencapai nilai USD 15,1 miliar. Negara pengimpor utama adalah Amerika Serikat, Belanda, China, Perancis dan Jerman.

Tabel 2. Negara Pengimpor Utama Buah-Buahan Tropis dan Olahannya

No Negara Nilai Perdagangan

8 Uni Emirat Arab 558

9 Jepang 375

10 India 260

Sumber: The Observatory of Economic Complexity, 2019

Analisis Centre for the Promotion-of Imports (CBI) Kementerian Luar Negeri Negara Belanda5 di tahun 2021 menyatakan bahwa saat ini konsumen lebih memilih produk buah olahan yang dapat disimpan dalam waktu yang lama serta siap untuk dikonsumsi. Meningkatnya permintaan jajanan buah dan buah kering akan juga mendorong pangsa industri. Pergeseran preferensi konsumen terhadap makanan praktis ditambah dengan peningkatan fokus pada kesehatan dan kebugaran juga turut mendukung permintaan produk olahan buah. Peningkatan konsumsi

buah-5 Centre for the Promotion of Imports (CBI). 2021. The European Market Potential for Dried Tropical Fruits

buahan diharapkan dapat menciptakan peluang pertumbuhan baru bagi pelaku industri. Kehadiran saluran pemasaran ritel dan e-commerce di negara-negara maju dan berkembang juga telah meningkatkan penjualan produk olahan buah-buahan.

Dalam analisis yang sama, CBI juga menyatakan bahwa produk olahan buah, baik dalam bentuk keripik buah, olahan kering, maupun olahan semi padat cukup diminati pasar ekspor. Eropa merupakan salah satu pangsa pasar potensial untuk olahan buah-buahan, khususnya buah-buahan tropis. Olahan buah tropis kering yang populer di Eropa antara lain olahan pisang, mangga, nanas, dan pepaya.

Namun, jenis buah tropis kering lainnya juga menjadi semakin dikenal, seperti jambu biji, belimbing wuluh, durian, rambutan, markisa, dan nangka.

Olahan buah-buahan kering dikonsumsi di rumah, sebagai makanan ringan atau bahan memasak, selain juga menjadi sajian di hotel, restoran dan tempat lain, maupun campuran pada produk industri makanan.

Secara rata-rata, impor produk olahan buah kering di Eropa mengalami peningkatan volume sebesar 7% hingga tahun 2018, namun impor sedikit menurun pada tahun 2019 (Gambar 6). Penurunan ini hanya menunjukkan penurunan pasokan rata-rata, karena impor olahan mangga kering dan nanas kering terus meningkat. Secara umum tren penurunan tersebut tidak berlanjut pada tahun 2020, karena analisis dari CBI menunjukkan bahwa konsumsi semua buah kering di Eropa mengalami peningkatan, baik karena tren makanan sehat maupun pandemi Covid-19 yang mempercepat tren ini.

Gambar 6. Data Impor Produk Olahan Buah Tropis Eropa Tahun 2015-2019 Berdasarkan Asal Negara (Eurostat, 2020)

Hampir semua impor produk olahan buah berasal dari negara berkembang di luar wilayah Eropa. Dalam lima tahun ke depan, pasar Eropa untuk buah tropis kering kemungkinan akan meningkat dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 5-7%. Fluktuasi impor yang teratur akan terus dipengaruhi oleh volume panen dan fluktuasi harga daripada perubahan permintaan (CBI, 2021).

Pada tahun 2019, impor buah tropis kering Eropa mencapai 25-30 ribu ton.

Volume ini termasuk perdagangan internal antar negara-negara di Eropa. Volume impor langsung dari negara berkembang sekitar 15 ribu ton, yang berarti sekitar 50%

buah tropis kering yang diimpor dan diekspor kembali ke Eropa. Karena Eropa tidak menghasilkan buah tropis, konsumsinya sama dengan perkiraan volume impor – sekitar 15 ribu ton.

Produk olahan buah tropis yang paling diminati adalah olahan mangga kering dengan volume mencapai 6 ribu ton di tahun 2019, disusul olahan pisang, dan produk-produk lainnya.

Gambar 7. Jenis Produk Olahan Buah Tropis Yang Diimpor Di Eropa Tahun 2019 (Eurostat, 2020)

Wilayah timur tengah, khususnya negara-negara yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council (GCC) juga merupakan pasar yang cukup strategis untuk produk olahan buah-buahan. Negara-negara yang tergabung dalam GCC terdiri atas Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Saudi Arabia dan Uni Emirat Arab (UEA). Arab Saudi bersama UEA dan Kuwait merupakan pemain perdagangan utama pada kawasan ini, di mana pada 2015 lalu total bauran pemasaran produk buah-buahan dan sayuran mencapai 80% dari nilai total perdagangan di enam negara GCC6. Sedangkan pada komoditi buah-buahan tropis dan olahannya, Nilai impor di keenam negara GCC di tahun 2019 mencapai USD 869,7 juta7, di mana impor tertinggi dilakukan oleh UEA, diikuti Arab Saudi, Kuwait dan Oman. Meskipun nilai impor produk buah-buahan tropis dan olahannya tidak terlampau tinggi dibandingkan dengan Uni Eropa atau Amerika, namun potensi pasar di negara-negara GCC masih cukup besar, khususnya bila dihubungkan dengan adanya sertifikasi halal pada makanan olahan buah yang akan dihasilkan. Nilai impor buah-buahan tropis dan olahannya di enam negara GCC tahun 2019 dapat dilihat pada tabel berikut.

6 International Trade Centre. 2015. Fresh Fruits & Vegeables Middle East

7 OEC. 2019. Tropical Fruits by Country

Tabel 3. Nilai Impor Buah-Buahan Tropis dan Olahannya Di Enam Negara GCC

6 Uni Emirat Arab 558.000

Total 869.700

Asia timur juga merupakan salah satu pasar tujuan yang potensial bagi produk olahan buah, khususnya keripik buah maupun olahan buah kering. Secara spesifik, belum terdapat data khusus terkait pangsa pasar produk olahan buah di negara-negara asia timur, namun berdasarkan Statistik Handbook yang dikeluarkan oleh Asiafruit Congress tahun 20218, dapat diketahui bahwa permintaan terhadap buah-buahan tropis cukup besar, di mana impor tertinggi terdapat di China dengan jumlah mencapai 5,3 juta ton, disusul Hong Kong dengan 1,8 juta ton dan Jepang dengan 1,7 juta ton. Volume impor buah-buahan tropis di Asia Timur dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 4. Volume Impor Buah-Buahan Tropis Negara-Negara di Asia Timur Dalam Ton

No Jenis Buah Negara

China Hongkong Jepang Taiwan Korea Selatan

1 Pisang 1.746.916 66.576 1.067.866 351.994

2 Buah Naga 618.394

3 Durian 575.672 260.172 12.575

4 Mangga dan

Manggis 378.778 100.801 6.903 17.417

5 Kelengkeng 346.702

6 Jeruk - umum 293.186 265.642 92.909 14.017 115.356 7 Jeruk

man-darin 21.103 2.373

8 Jeruk Limau 79.352 62.685 2.683 16.522

9 Jeruk keprok 47.716

10 Anggur 250.499 240.508 44.370 29.138 56.684

No Jenis Buah Negara

21 Alpukat 14.749 79.560 13.282

22 Melon 17.183 2.864 3.034

23 Lainnya 183.204 339.248 12.523 5.954 15.055

TOTAL 5.332.763 1.802.613 1.734.104 278.204 721.556

Dokumen terkait