• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Internet untuk Pelajaran Fisika

BAB IV DATA, ANALISIS, DAN PEMBAHASAN

C. Pembahasan

3. Pemanfaatan Internet untuk Pelajaran Fisika

a. Intensitas penggunaan internet untuk pelajaran fisika

Tabel 32. Siswa menggunakan internet untuk mencari materi-materi fisika.

Alternatif jawaban

Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Selalu 0 1 1 2 0% 1,59% 1,59% 1,05 %

Sering 10 13 11 34 15,38% 20,63% 17,46% 17,80 %

Kadang-kadang 31 35 45 111 47,70% 55,56% 71,43% 58,12 %

Jarang 23 13 6 42 35,38% 20,64% 9,52% 21,99%

Tidak pernah 1 1 0 2 1,54% 1,59% 0% 1,05%

Gambar 32. Intensitas penggunaan internet untuk pelajaran fisika

Tabel 32 dan gambar 32 menunjukkan intensitas pemanfaatan internet oleh siswa dalam pembelajaran fisika. Dari data yang diperoleh, sebanyak 58,12% dari 191 orang siswa atau 111 orang siswa kadang-kadang menggunakan internet untuk pembelajaran fisika, sebanyak 21,99% siswa atau 42 orang siswa jarang menggunakan internet untuk pembelajaran fisika, sebanyak 17,801% siswa atau

1.05% 17.8% 58.12% 21.99% 1.05% 0 10 20 30 40 50 60 70

Selalu Sering Kadang-kadang Jarang Tidak pernah

Per se n ta se (% ) Alternatif Jawaban

34 orang siswa sering menggunakan internet untuk pembelajaran fisika, sebanyak 1,05% siswa atau 2 orang siswa selalu menggunakan internet untuk pembelajaran fisika, dan 1,05% siswa atau 2 orang siswa tidak pernah menggunakan internet untuk pembelajaran fisika. Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa siswa kadang-kadang menggunakan internet untuk pembelajaran fisika.

b. Intensitas guru meminta siswa mencari sumber tambahan dari internet

Tabel 33. Guru fisika meminta siswa mencari sumber belajar tambahan di internet.

Alternatif jawaban Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Selalu 2 0 4 6 3,08% 0% 6,35% 3,14%

Sering 14 6 7 27 21,54% 9,52% 11,11% 14,14%

Kadang-kadang 21 13 38 72 32,31% 20,63% 60,32% 37,70%

Jarang 23 27 13 63 35,38% 42,86% 20,63% 32,98%

Tidak pernah 5 17 1 23 7,69% 26,98% 1,59% 12,04%

Gambar 33. Intensitas guru fisika meminta siswa mencari sumber tambahan di internet 3.14% 14.14% 37.7% 32.98% 12.04% 0 5 10 15 20 25 30 35 40

Selalu Sering Kadang-kadang Jarang Tidak pernah

Per se n ta se (% ) Alternatif Jawaban

Guru Fisika Meminta Siswa mencari Sumber Belajar Tambahan di Internet

Tabel 33 dan gambar 33 menunjukkan intensitas guru fisika meminta siswa mencari sumber belajar dari internet. Dari data yang diperoleh, sebanyak 37,70% dari 191 orang siswa atau 72 orang siswa memilih kadang-kadang guru fisika meminta siswa mencari sumber belajar dari internet, sebanyak 32,98% siswa atau 63 orang siswa memilih guru fisika jarang meminta siswa mencari sumber belajar di internet, sebayak 14,14% siswa atau 27 orang siswa memilih guru fisika sering meminta siswa mencari sumber belajar tambahan di internet, sebanyak 12,04% siswa atau 23 orang siswa memilih guru fisika tidak pernah meminta siswa memcari sumber belajar tambahan di internet, dan sebanyak 3,14% siswa atau 6 orang siswa memilih guru fisika selalu meminta siswa mencari tugas di internet.

c. Alasan menggunakan internet untuk pelajaran fisika

Tabel 34. Alasan siswa mencari materi fisika di internet.

Alternatif jawaban Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Kemauan sendiri 25 32 35 92 38,46% 50,79% 55,55% 48,17%

Tugas dari guru 39 30 27 96 60% 47,62% 42,86% 50,26%

Gambar 34. Alasan yang mendorong siswa mencari materi fisika di internet

Tabel 34 dan gambar 34 menunjukkan alasan siswa mencari materi fisika di internet. Dari data yang diperoleh, sebanyak 50,27% dari 191 orang siswa atau 96 orang siswa mencari materi fisika di internet karena tugas dari guru, sebanyak 48,17% siswa atau 92 orang siswa karena kemauan sendiri, dan sebanyak 1,57% siswa atau sebanyak 3 orang siswa karena diajak teman. Jadi, kebanyakan siswa mencari materi fisika di internet karena tugas dari guru.

d. Bentuk materi fisika yang sering dicari di internet

Tabel 35. Materi fisika yang sering dicari di internet berupa:

Alternatif jawaban

Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Contoh soal 36 23 29 88 55,39% 36,51% 46,03% 46,07% Teori 12 13 7 32 18,46% 20,63% 11,11% 16,75% Pendalaman rumus 11 19 17 47 16,92% 30,16% 26,98% 24,61% Konsep fisika 6 8 10 24 9,23% 12,70% 15,87% 12,57% 48.17% 50.26% 1.57% 0 10 20 30 40 50 60

Kemauan sendiri Tugas dari guru Diajak teman

Per se n ta se (% ) Alternatif Jawaban Alasan Mencari Materi Fisika di

Gambar 35. Bentuk materi fisika yang paling sering dicari di internet

Tabel 35 dan gambar 35 menunjukkan bentuk materi fisika yang sering dicari siswa di internet. Dari data yang diperoleh, sebanyak 46,07% dari 191 orang siswa atau 88 orang siswa memilih contoh soal, sebanyak 24,61% atau sebanyak 47 orang siswa memilih pendalaman rumus, sebanyak 16,75% siswa atau 32 orang siswa memilih teori, sebanyak 12,57% siswa atau 24 orang siswa memilih konsep fisika. Jadi dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa bentuk materi fisika yang sering dicari oleh siswa di internet adalah contoh soal.

e. Format materi fisika yang paling sering dicari di internet

Tabel 36. Format materi fisika yang dicari di internet.

Alternatif jawaban Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Teks 50 43 50 143 76,92% 68,25% 79,37% 74,87 % Gambar 2 0 3 5 3,08% 0% 4,76% 2,62% Video 4 11 2 17 6,15% 17,46% 3,17% 8,90% Simulasi fisika 9 9 8 26 13,85% 14,29% 12,70% 13,61% 46.07% 16.75% 24.61% 12.57% 0 5 10 15 20 25 30 35 40 45 50

Contoh soal Teori Pendalaman rumus fisika Konsep fisika Pe rs en ta se (% ) Alternatif Jawaban

Bentuk Materi Fisika yang Paling Sering Dicari

Gambar 36. Format materi fisika yang paling sering dicari siswa

Tabel 36 dan gambar 36 menunjukkan format materi fisika yang sering dicari oleh siswa di internet. Dari data yang diperoleh, sebanyak 74,87% dari 191 orang siswa atau 143 orang siswa memiilih format teks, sebanyak 13,61% siswa atau sebanyak 26 siswa memilih format simulasi fisika, 8,90% siswa atau 17 orang siswa memilih format video, dan sebanyak 2,62% siswa atau 5 orang siswa memilih format gambar. Jadi data yang diperoleh, format materi fisika yang sering dicari siswa di internet adalah berupa teks.

f. Koleksi materi fisika siswa berdasarkan formatnya.

Tabel 37. Koleksi materi pembelajaran fisika dari internet berupa teks.

Alternatif jawaban Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Sangat banyak (>20) 2 9 11 22 3,08% 14,29% 17,46% 11,52% 10-20 11 14 13 38 16,92% 22,22% 20,63% 19,89% 1-10 45 35 35 225 69,23% 55,56% 55,56% 60,21% Tidak ada 7 5 4 16 10,77% 7,94% 6,35% 8,38% 74.87% 2.62% 8.9% 13.61% 0 10 20 30 40 50 60 70 80

Teks Gambar Video Simulasi fisika

Per se n ta se (% ) Alternatif Jawaban

Format Materi Fisika yang Paling Sering Dicari

Gambar 37. Koleksi materi fisika berupa teks

Tabel 37 dan gambar 37 menunjukkan banyaknya koleksi materi fisika berupa teks yang didapat dari internet. Dari data yang diperoleh, sebanyak 60,21% dari 191 orang siswa atau 115 orang siswa memiliki koleksi materi fisika berupa teks sebanyak satu sampai sepuluh, sebanyak 19,89% siswa atau 38 orang siswa mengoleksi sepuluh sampai dua puluh materi fisika berupa teks, sebanyak 11,52% siswa atau 22 orang siswa mengoleksi lebih dari dua puluh materi fisika berupa teks, dan sebanyak 8,38% siswa atau 16 orang siswa tidak memiliki koleksi materi fisika berupa teks. Jadi, kebanyakkan siswa mengoleksi satu sampai sepuluh materi fisika berupa teks yang didapat dari internet.

Tabel 38. Koleksi materi fisika dari internet berupa simulasi.

Alternatif jawaban Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Sangat banyak (>20) 2 5 3 10 3,08% 7,94% 4,76% 5,24 % 10-20 3 9 4 16 4,61% 14,29% 6,35% 8,38 % 1-10 30 27 35 92 46,15% 42,86% 55,56% 48,17% Tidak ada 30 22 21 73 46,15% 34,92% 33,33% 38,22 % 11.52% 19.89% 60.21% 8.38% 0 10 20 30 40 50 60 70 Sangat banyak (>20) 10 s/d 20 1 s/d 10 Tidak ada Per se n ta se (% ) Alternatif Jawaban

Gambar 38. Koleksi materi fisika berupa simulasi

Tabel 38 dan gambar 38 menunjukkan banyaknya koleksi materi fisika berupa simulasi yang didapat dari internet. Dari data yang diperoleh, sebanyak 48,17% dari 191 orang siswa atau 92 orang siswa mengoleksi materi fisika berupa simulasi sebayak atu sampa sepuluh, sebanyak 38,22% siswa atau 73 orang siswa tidak koleksi materi fisika berupa simulasi, sebanyak 8,38% siswa atau 16 orang siswa mengoleksi materi fisika berupa simulasi sebanyak sepuluh sampai dua puluh, sebanyak 5,24% siswa atau sebanyak 10 orang siswa mengoleksi materi fisika berupa simulasi sebanyak lebih dari dua puluh. Jadi, kebanyakkan siswa mengoleksi materi fisika berupa simulasi yang didapat dari internet sebanyak satu sampai sepuluh.

Tabel 39. Koleksi materi fisika dari internet berupa video dan gambar.

Alternatif jawaban Jumlah Persentase

I II III Total I II III Total

Sangat banyak (>20) 1 3 4 8 1,54% 4,76% 6,35% 4,19% 10-20 3 5 5 13 4,61% 7,94% 7,94% 6,81% 1-10 27 29 29 85 41,54% 46,03% 46,03% 44,50% Tidak ada 34 26 25 85 52,31% 41,27% 39,68% 44,50% 5.24% 8.38% 48.17% 38.22% 0 10 20 30 40 50 60 Sangat banyak (>20) 10 s/d 20 1 s/d 10 Tidak ada Per se n ta se (% ) Alternatif Jawaban

Gambar 39. Koleksi materi fisika berupa video dan gambar

Tabel 39 dan gambar 39 menunjukkan banyaknya koleksi materi fisika berupa video dan gambar yang didapat dari internet. Dari data yang diperoleh sebanyak 44,50% dari 191 orang siswa atau 85 orang siswa mengoleksi satu sampai sepuluh materi fisika berupa video dan gambar. Dengan jumlah yang sama, yaitu sebanyak 44,50% siswa atau 85 orang siswa tidak memiliki koleksi materi fisika berupa video dan gambar, sisanya sebanyak 6,81% siswa atau 13 orang siswa mengoleksi sebanyak sepuluh sampai dua puluh materi fisika berupa video dan gambar, dan sebanyak 4,19% siswa atau 8 orang siswa mengoleksi sebanyak lebih dari dua puluh materi fisika berupa video dan gambar.

4.19% 6.81% 44.5% 44.5% 0 10 20 30 40 50 Sangat banyak (>20) 10 s/d 20 1 s/d 10 Tidak ada Per se n ta se (% ) Alternatif Jawaban

Koleksi Materi Fisika berupa Video dan Gambar

C. PEMBAHASAN

1. Pemanfaatan Internet secara Umum oleh Siswa

Pada bagian 1 ini, peneliti ingin menyampaikan informasi umum berkaitan dengan penggunaan internet secara umum oleh siswa. Informasi-informasi tersebut berupa:

a. Penggunaan internet oleh siswa

Dari data pada tabel 1 dan gambar 1 diketahui bahwa 100% siswa atau 191 orang siswa menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari. Artinya, semua siswa telah mengenal dan menggunakan internet. Karena telah mengetahui bahwa semua siswa telah menggunakan internet, maka penggunaan internet untuk tujuan pendidikan dapat dikembangkan.

b. Bahasa yang digunakan saat mengakses internet

Dari data pada tabel 2 dan gambar 2 dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa atau sebanyak 68,06% siswa atau 130 orang siswa menggunakan bahasa Indonesia untuk mengakses internet, dan sisanya menggunakan bahasa inggris.

Penggunaan bahasa inggris dalam mengases internet tentu saja sangat membantu siswa untuk mengembangkan kemampuan bahasa inggris mereka. Bahasa ingris sebagai bahasa internasional sangat membantu siswa untuk berbagi ilmu dengan seluruh pengguna internet di dunia. Sebagian besar buku, video, atau simulasi yang berkaitan dengan pembelajaran yang terpercaya dan menarik biasanya menggunakan bahasa Inggis. Sehingga, siswa harus sejak

dini dilatih untuk menggunakan bahasa inggris atau mencari sumber berbahasa inggris di internet.

c. Teman dalam mengakses internet

Berdasarkan data pada tabel 3 dan gambar 3, kebanyakan siswa atau 66,49% siswa atau 127 orang siswa mengakses internet sendiri. Sebanyak 31,41% siswa atau 60 orang siswa mengakses internet dengan teman, dan sisanya mengakses internet dengan pacar dan keluarga.

Dari data ditersebut dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa telah menggunakan internet sendiri. Hal ini menunjukkan kemandirian siswa dalam mengunakan internet. Artinya, kebanyakan siswa telah mampu mengakses internt sendiri tanpa bantuan orang lain. Namun di sisi lain, hal ini juga dapat berdampak negatif, karena siswa dapat dengan bebas mengakses situs-situs yang belum pantas, seperti pornografi di internet. Jadi, meskipun kebanyakan siswa telah diberi kebebasan menggunakan internet sendiri, namun mereka masih perlu pengawasan dan arahan dari guru dan orang tua, sehingga pengaksesan situs-situs yang terlarang dapat dicegah. Salah satu cara yang dapat dilakukan guru adalah dengan memberikan tugas yang membutuhkan bantuan internet sesering mungkin, sehingga sebagian besar waktu siswa saat mengakses internet digunakan untuk tujuan pembelajaran.

Tabel 4 dan gambar 4 menunjukkan bahwa sebagain besar siswa atau sebanyak 91,62% siswa atau 175 orang siswa mengakses internet setiap hari. Sisanya menggunakan internet satu sampai enam kali seminggu.

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa internet sudah menjadi barang yang sangat akrab dengan siswa. Penggunaan internet setiap hari ini memungkinkan siswa untuk memperoleh informasi baru setiap hari, terutama yang berkaitan dengan pembelajaran. Hal ini tentu saja akan tercapai jika siswa diarahkan dengan baik. Sangat disayangkan jika penggunaan internet yang setiap hari ini hanya terbatas pada aktivitas mencari hiburan, komunikasi, atau hal lain yang tidak membantu perkembangan siswa sebagai pelajar.

e. Rata-rata waktu penggunaan internet dalam sehari

Pada tabel 5 dan gambar 5, tampak bahwa dalam sehari, sebanyak 50,79% siswa atau 97 orang siswa menghabiskan waktu lebih dari lima jam untuk mengakses internet, sebanyak 31,41% siswa atau 60 orang siswa menghabiskan waktu tiga sampai lima jam per hari untuk mengakses internet. Jadi dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa atau sebanyak 82,2% siswa menggunakan internet lebih dari tiga jam per hari.

Dari data pata tabel 4 dan tabel 5 atau pada poin d dan f dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa menggunakan internet setiap hari dan dalam sehari rata-rata waktu penggungunaannya lebih dari tiga jam, bahkan separuh dari seluruh siswa menggunakan internet lebih dari lima jam. Jangka waktu lebih

dari lima jam merupakan jangka waktu yang cukup lama untuk melakukan suatu kegiatan. Jangka waktu tersebut hampir sama dengan waktu yang biasanya dihabiskan siswa di sekolah dari jam 07.00 sampai 13.00 atau sekitar enam jam (termasuk waktu istirahat). Pemanfaatan internet yang menghabiskan waktu lebih dari lima jam tersebut, akan sangat berguna jika para siswa menyempatkan diri untuk membuka situs pembelajaran dari internet, untuk menambah pengetahuan mereka.

f. Biaya internet per bulan, selain langganan internet di rumah

Pada tabel 6 dan gambar 6 menunjukkan biaya yang dihabiskan siswa untuk mengakses internet dalam sebulan, selain langganan internet di rumah. Dari data tersebut diperoleh bahwa dari 191 orang siswa, sebanyak 45,55% siswa atau 87 orang siswa menghabiskan Rp. 50.000 sampai Rp. 100.000 untuk mengakses internet, sebanyak 23,56% siswa atau 45 orang siswa menghabiskan lebih dari Rp. 100.000 dalam sebulan untuk mengakses internet, sebanyak 23,56% siswa atau 45 orang siswa menghabiskan kurang dari Rp. 50.000 untuk mengakses internet, dan sisanya tidak mengeluarkan biaya untuk mengakses internet. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa atau sebanyak 92,67% siswa mengeluarkan biaya sendiri untuk menunjang kebutuhan internet mereka. Dari data tersebut juga dapat disimpulkan bahwa kebanyakan siswa atau sebanyak 69,11% siswa menghabiskan biaya sebanyak Rp. 50.000 atau lebih untuk mengakses internet.

g. Tempat yang paling sering digunakan untuk mengakses internet

Tabel 7 dan gambar 7 menunjukkan bahwa sebagain besar siswa atau sebanyak 75,39% siswa atau 144 orang siswa paling sering mengakses internet di rumah, sisanya mengakses internet di sekolah, di tempat yang memiliki Wi-fi gratis, dan di warung internet (WARNET). Jadi, sebagian besar siswa paling sering mengakses internet di rumah dibandingkan dengan tempat lain.

Hal ini memungkinkan guru untuk lebih sering memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada siswa, sehingga siswa dapat menggunakan internet di rumah untuk kepentingan pembelajaran.

h. Perangkat yang paling sering digunakan untuk mengakses internet

Tabel 8 dan gambar 8 menunjukkan bahwa sebagain besar siswa atau sebanyak 84,82% siswa atau 162 orang siswa menggunakan perangkat mengakses internet berupa HP, sisanya menggunakan perangkat laptop/notebook, komputer/PC. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar siswa mengakses internet menggunakan HP.

Hand phone (HP) merupakan perangkat internet yang paling mudah dibawa kemana-mana. Artinya, dengan HP siswa dapat mengakses internet dimana saja dan kapan saja sesuai dengan keinginannya. Maka tidak mengherankan jika siswa mengakses internet setiap hari dan dalam sehari menghabiskan waktu lebih dari tiga jam. Hal ini ini juga memungkinkan siswa untuk

mengakses internet menggunakan HP di tempat dan pada waktu yang tidak tepat, seperti di sekolah saat pembelajar. Untuk mencegah hal tersebut, sekolah perlu melakukan tindakan yang tegas seperti melarang siswa membawa HP ke sekolah. Untuk penggunaan internet saat pembelajaran, sekolah harus menyediakan lab komputer yang menyediakan akses internet untuk siswa dan guru.

i. Pemanfaatan dan Situs yang Paling sering Diakses oleh Siswa

i.1 Pemanfaatan internet yang sering digunakan siswa

Tabel 9 dan gambar 9 menunjukkan bahwa dari 191 orang siswa, sebanyak 51,83% siswa atau 99 orang siswa memanfaatkan internet untuk kepentingan komunikasi, 28,27% siswa atau 54 orang siswa menggunakan internet untuk mencari informasi, dan sisanya sebanyak 19,89% atau 38 orang siswa menggunakan internet sebagai sarana hiburan. Jadi kebanyakan siswa menggunakan internet untuk berkomunikasi.

i.2 Situs internet yang paling sering dibuka siswa

Tabel 10 dan gambar 10 menunjukkan situs yang paling sering diakses oleh siswa di internet. Dari data yang diperoleh, sebanyak 63,35% siswa atau 121 orang siswa paling sering menggunakan internet untuk membuka situs sosial media, lalu diikuti oleh situs video/film atau musik sebanyak 17,80% atau 34 orang siswa. Sisanya membuka situs pembelajaran dan game online di

internet. Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa situs yang sering dibuka oleh kebanyakan siswa adalah sosial media.

Data pada tabel 9 dan tabel 10 menunjukkan bahwa pemanfaatan internet secara umum oleh siswa adalah untuk komunikasi dan situs yang sering diakses oleh siswa adalah sosial media.

Mengapa komunikasi menjadi kebutuhan yang paling sering dimanfaatkan oleh siswa? Hal ini sesuai dengan pendapat Edwin Emery dkk. (1965) dalam Yusup dan Subekti (2010: 45) yang mengemukakan bahwa kebutuhan manusia akan komunikasi melebihi kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan fisik untuk makan dan berlindung. Jadi tidak mengherankan jika pemanfaatan internet yang paling sering dimanfaatkan oleh siswa adalah untuk kebutuhan komunikasi.

Mengapa situs sosial media menjadi situs yang sering dimanfaatkan siswa di internet? Situs media sosial di internet selain digunakan untuk komunikasi juga memungkinkan remaja untuk membagikan foto, berkomentar, menggungkapkan perasaan, dan berbagai informasi tentang penggunanya. Menurut Platform Application Term of Use yang dikeluarkan oleh facebook dalam Tapscott (2013: 91) yang dikeluarkan oleh facebook, para pengguna aplikasi berpotensi menemukan nama, gambar profil, jenis kelamin, ulang tahun, tempat lahir, alamat terakhir pengguna. Selain itu, Tapscott (2013:91) menambahkan dengan facebook, orang dapat mengetahui informasi rinci tentang anda.

Dengan situs-situs sosial media seperti facebook, para remaja dapat dengan mudah untuk menunjukkan keunikan dirinya dan dapat menarik perhatian orang lain. Karena itulah situs sosial media menjadi situs yang paling sering dikunjungi oleh kebanyakan remaja di internet.

Dengan mengetahui dan bergabung (berteman) dengan siswa di situs sosial media, guru dapat lebih akrab dan lebih mengenal siswa. Selain itu, guru juga dapat berbagi materi pelajaran melalui sosial media. Sosial media juga menyediakan fasilitas untuk berkomunikasi secara kelompok/group. Hal ini dapat dimanfaatkan guru untuk membuat kelompok kelas melalui sosial media, sehingga materi pembelajaran yang belum sempat di bahas si kelas dapat dilanjutkan atau didiskusikan di group sosial media.

j. Penggunakan internet berdasarkan tempat akses internet

j.1 Penggunaan internet di rumah

Pada pembahasan sebelumnya telah diketahui bahwa sebagain besar siswa paling sering menggunakan internet di rumah dibandingkan dengan tempat lain. Selain itu, sebagian besar siswa juga telah berlangganan internet di rumah.

Tabel 11 dan gambar 11 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa atau sebanyak 73,8% siswa atau sebanyak 141 orang siswa telah berlangganan internet di rumah. Tabel 12 dan gambar 12 menunjukkan bahwa sebagian besar siswa atau sebanyak 73,30% siswa atau 140 orang siswa menggunakan HP untuk mengakses internet saat di rumah.

Dari tabel 13 dan gambar 13 diketahui bahwa situs yang paling sering dibuka siswa saat mengakses internet di rumah adalah sosial media yang dipilih oleh sebanyak 43,98% siswa atau 84 orang siswa. Sebanyak 21,47% siswa atau 41 orang siswa membuka situs video, film dan musik; sebanyak 18,85% siswa atau 36 orang siswa membuka situs informasi berkaitan dengan hobby. Sedangkan siswa yang membuka situs yang berkaitan dengan pembelajaran hanya 11, 52% siswa atau 22 orang siswa, dan sisanya 4,19% siswa atau 8 orang siswa membuka situs game online.

Jadi, saat mengakses internet di rumah, sebagian besar siswa menggunakan HP sebagai perangkat mengakses internet, dan situs yang paling sering dibuka oleh kebanyakan siswa atau 43,98% siswa adalah sosial media, lalu diikuti oleh situs video/film/musik yang dipilih oleh sebanyak 21,47% siswa dan situs informasi berkaitan dengan hobby yang dipilih oleh sebanyak 18,85% siswa, sisanya membuka situs pembelajaran dan game online.

j.2 Di Sekolah

Tabel 14 dan gambar 14 menunjukkan bahwa semua siswa dapat menggunakan jaringan internet sekolah secara gratis. Sebagian besar siswa atau sebanyak 80,11% siswa, yaitu sebanyak 153 orang siswa menggunakan penghubung internet berupa Wi-fi saat mengakses internet di sekolah, seperti yang ditunjukkan pada tabel 15 dan gambar 15.

Penghubung internet berupa Wi-fi memungkinkan siswa menggunakan jaringan internet di semua tempat yang terjangkau oleh Wi-fi. Karena itu, saat

di sekolah kebanyakan siswa atau sebanyak 63,87% siswa, yaitu sebanyak 122 orang siswa dapat mengakses internet di semua tempat di sekolah, seperti yang ditunjukkan pada tabel 16 dan gambar 16. Sebagian besar siswa atau sebanyak 90,05% siswa, yaitu sebanyak 171 orang siswa menggunkan HP untuk mengakses internet di sekolah, seperti yang tampak pada tabel 17 dan gambar 17.

Dari tabel 18 dan gambar 18 diperoleh bahwa kebanyakan siswa, yaitu sebanyak 57,07% siswa atau sebanyak 109 orang siswa paling sering membuka situs pelajaran saat mengakses internet di sekolah, sisanya sebanyak 18,32% siswa atau 35 orang siswa membuka situs sosial media, sebanyak 17,28% siswa atau 33 orang siswa membuka situs video/ film/musik, sisanya, membuka situs informasi yang berkaitan dengan hobby dan situs game online.

j.3 Pemanfaatan internet di WARNET

Berdasarkan data pada tabel 19 dan gambar 19, Sebagian besar siswa atau sebanyak 87% siswa pernah mengakses internet di WARNET. Selain itu, dari tabel17 dan gambar 17 juga dapat diketahui bahwa sebanyak 39,79% siswa atau 76 orang siswa membuka situs video, film, dan musik saat mengakses internet di WARNET, sebanyak 28,80% siswa atau 55 orang siswa paling sering membuka materi pembelajaran di WARNET, sebanyak 12,56% siswa atau 24 orang siswa tidak pernah ke WARNET. Sisanya, membuka situs game online, mencari informasi yang berkaitan dengan hobby dan sosial media.

Tabel 20 dan gambar 20 menunjukkan rata-rata waktu yang dihabiskan siswa di WARNET. Berdasarkan data yang diperoleh, dari 191 orang siswa sebanyak 46,07% siswa atau 88 orang siswa menghabiskan waktu satu sampai tiga jam untuk mengakses internet di WARNET, sebanyak 37,70% siswa atau 72 orang siswa menghabiskan waktu kurang dari satu jam. Jadi, dari data tersebut dapat dikatakan bahwa sebanyak 83,77% siswa menghabiskan waktu

Dokumen terkait