• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pemanfaatan Kawasan Hutan

Dalam dokumen Musi Banyuasin Sumatera Sealatan (Halaman 36-45)

RENCANA KEGIATAN

2.3. Pemanfaatan Kawasan Hutan

Berdasarkan kondisi biofisik kawasan hutan dalam Areal Kerja Hutan Desa di desa Kepayang Kewcamatan Bayung Lincir Musi Banyuasin, bahwa secara umum luas Hutan Desa Kepayang 4.930 ha, dimana areal ini dibagi menjadi dua zona yaitu;

zona Budidaya seluas ± 3.400 hektar dan zona Perlindungan seluas ± 1.700 hektar. Adapun pembagian zonasi ini mengacu pada peraturan terkait, seperti Peraturan Pemerintah (PP) No.71 tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut. Pemanfaatan kawasan yang ada di hutan desa rencana dengan pola pertanian terpadu, agroforestry dan tanaman kayu khas hutan.Bentuk pengembangan dan pemanfaatan kawasan hutan di areal hutan desa yang direncanakan ini adalah sesuai dengan pengaturan ruangnya dibagi menjadi:

- Areal untuk tanaman pokok seluas 3.200 hektar - Areal tanaman unggulan dareah seluas 150 hektar - Areal untuk sarana dan prasarana seluas 150 hektar

Dari rencana penanaman terdiri dari jenis tanaman Tanamaman obat dan tanaman apotik hidup, Tanaman Hias, Tanaman Jamur, Agroforesty, budidaya pakan ternak, lemah madu, Silvo Fasture (rumput kacang-kacangan), dan Silvo Fishery (ternak ikan).

Tabel 17. Pemanfaatan Kawasan Hutan Luas Kawasan zona Konservasi : 1.700 Ha

NO Kegiatan 0 s/d 1 Tahun 1 s/d 5 Tahun 5 s/d 10 Tahun Keterangan

1 Tanamaman obat dan tanaman apotik hidup a. Tanaman Jahe Tanaman Jahe di tanam

sebanyak 200 batang di zona pemanfaatan

Jahe di tanam

sebanyak 500 batang di zona pemanfaatan

Jahe di tanam sebanyak 1000 batang di zona pemanfaatan

Tanaman di Tanam di zona

Pemanfaatan 1000 batang dari luas 3.400 ha

b. Tanaman

Pasak Bumi Tanaman Pasak Bumi di tanam sebanyak 1000 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman Pasak Bumi di tanam sebanyak 2.500 batang di zona pemanfaatan

Tanaman Pasak Bumi di tanam sebanyak 2.500 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman di Tanam di zona

Pemanfaatan 6.000 batang dari luas 3.400 ha

c. Tanaman jeruk

nipis Tanaman jeruk nipis di tanam sebanyak 5000 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman jeruk nipis di tanam sebanyak 10.000 batang di zona pemanfaatan

Tanaman jeruk nipis di tanam sebanyak 15.000 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman di Tanam di zona

Pemanfaatan 30.000 batang dari luas 3.400 ha d. Tanaman

mengkudu Tanaman mengkudu di tanam sebanyak 2000 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman mengkudu di tanam sebanyak 3000 batang di zona pemanfaatan

Tanaman mengkudu di tanam sebanyak 5000 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman di Tanaman di zona Pemanfaatan 10.000 batang dari luas 3.400 ha 2 Tanaman Hias

a. Angrek Tanaman anggrek di tanam sebanyak 500 batang di zona pemanfaatan

Tanaman anggrek di tanam sebanyak 500 batang di zona pemanfaatan

Tanaman anggrek di tanam sebanyak 1000 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman di Tanam di zona Konservasi 2.000 batang dari luas 1.700 ha

b. Pakis Gajah Tanaman pakis gajah di tanam sebanyak 500 batang di zona pemanfaatan

Tanaman anggrek di tanam sebanyak 500 batang di zona pemanfaatan

Tanaman anggrek di tanam sebanyak 1000 batang di zona

pemanfaatan

Tanaman di Tanam di zona Konservasi 2.000 batang dari luas 1.700 ha 3 Tanaman Jamur Tanaman jamur di tanam

seluas 10X10 Meter di lahan zona pemanfaatan

Tanaman jamur di tanam seluas 25X25 Meter di lahan zona pemanfaatan

Tanaman jamur di tanam seluas 50X50 Meter di lahan zona pemanfaatan

Tanaman di Tanam di zona Konservasi 2.000 batang dari luas 1.700 ha

4 Lebah madu Lebah madu di panen

sebanyak 50 liter di zona konservasi

Lebah madu di panen sebanyak 250 liter di zona konservasi 5 Budidaya pakan ternak

a. Kumpai Tanaman Kumpai di tanam sepanjang Sungai Nuaran

Tanaman Kumpai di tanam sepanjang Sungai Nuaran

Tanaman Kumpai di tanam sepanjang Sungai Nuaran

b. Rumput kacang-kacangan

Rumput kacang-kacangan di tanam ¼ hektar di zona

pemanfaatan

Rumput kacang-kacangan di tanam ½ hektar di zona

pemanfaatan

Rumput kacang-kacangan di tanam 1 hektar di zona

pemanfaatan karet dan kopi seluas 1 hektar di zona

pemanfaatan

Tumpangsari tanaman karet dan kopi seluas 5 hektar di zona pemanfaatan

Tumpangsari tanaman karet dan kopi seluas 10 hektar di zona

pemanfaatan b. Tanaman

karet dan kakau

Tumpangsari tanaman karet dan kakau seluas 1 hektar di zona

pemanfaatan

Tumpangsari tanaman karet dan kakau

seluas 5 hektar di zona pemanfaatan

Tumpangsari tanaman karet dan kakau seluas 10 hektar di zona pemanfaatan 7 Silvo Fasture

(rumput kacang- Rumput kacang-kacangan

di tanam seluas 1 hektar Rumput

kacang-kacangan di tanam Rumput kacang-kacangan di tanam

kacangan) di zona pemanfaatan seluas 2 hektar di

zona pemanfaatan seluas 5 hektar di zona pemanfaatan

8 Silvo Fishery

(ternak ikan) Sepanjang Sungai Nuaran Sepanjang Sungai

Nuaran Sepanjang Sungai

Nuaran

2.4. Pengembangan Usaha Jasa Lingkungan 2.4.1. Penyerapan dan Penyimpanan Karbon

Usaha yang dikembangkan oleh pihak LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) untuk jasa lingkungan berupa penyerapan karbon, usaha ini direncanakan pada areal seluruh zona lindung Hutan Desa dengan luas 1.700 Ha. Usaha kegiatan ini mempunyai manfaat dalam mempertahankan potensi kayu yang ada dan kondisinya masih baik, dan juga akan dapat menjaga kerusakan lahan gambut yang ada di semua lokasi zona perlindungan ini. Untuk mempertahankan dan meningkatkan penyerapan karbon, maka akan dilakukan kegiatan; perlindungan hutan dari aktivitas penebangan liar, kebakaran dan konversi lahan, pengayaan tanaman pada lahan-lahan kritis (bekas terbakar dan bekas tebangan), penutupan kanal untuk mengembalikan fungsi hidrologi. Disamping itu, akan dilakukan perhitungan potensi karbon secara detail (baseline), kampanye dan membangun jaringan pasar karbon (carbon trading), dan penjualan karbon.

Tabel 18. Jenis Usaha Penyerapan dan/atau Penyimpanan Karbon Zona : Lindung

Luas : 1.700 hektar

Blok Kegiatan 0 s/d 1

Tahun 1 s/d 5 pada lahan semak belukar/kritis

Penutupan/penebata n kanal liar untuk rehabilitasi hidrologi

2.4.2. Usaha Eko Wisata

Usaha yang dikembangkan oleh pihak LPHD (Lembaga Pengelola Hutan Desa) untuk jasa lingkungan selain penyerapan karbon, yang dapat di kembangkan adalah Ekowisata. usaha ini direncanakan pada areal seluruh zona lindung Hutan Desa dengan luas 1.700 Ha. Usaha kegiatan ini mempunyai manfaat untuk memperkenalkan hutan gambut yang tersisa di sumatera selatan dengan mengembangkan tanaman endimik hutan gambut di Hutan Desa di Desa

Kepayang. Selain itu ekowisata ini juga sebagi bentuk perlindungan hutan gambut dari aktivitas penebangan liar, kebakaran dan konversi lahan, pengayaan tanaman pada lahan-lahan kritis (bekas terbakar dan bekas tebangan), penutupan kanal untuk mengembalikan fungsi hidrologi.

Tabel 19 Jenis Usaha Eko Wisata jalur Hutan Zona : Lindung

Luas : 1.700 hektar

NO Kegiatan 0 s/d 1 Tahun 1 s/d 5 Tahun 5 s/d 10

Tahun Keterangan Eko Wisata 1.Survey

Tempat objek

tanaman hias dan di pasarkan

2.5. Pengembangan Kelembagaan 2.5.1. Strategi Kelembagaan

Dalam pengelolaan Hutan Desa peran dalam kelembagaan pengelola hutan desa sangat menentukan berlangsungnya rencana pengelolaan hutan desa. Lembaga Desa secara partisipatif melakukan penilaian terhadap kapasitas Lembaga Desa, seperti organisasi dan strukturnya, aturan main dalam kelompok termasuk potensi aturan-aturan tradisional, berfungsinya aturan main dan aturan-aturan tradisional serta kemampuan individu dalam organisasi. Lembaga Desa juga menetapkan target-target pengembangan kelembagaannya selama jangka waktu ijin baik dalam jangka pendek maupun jangka panjangnya.

Lembaga Pengelola Hutan Desa Desa menentukan upaya-upaya apa yang akan dilakukan, seperti pengembangan struktur organisasi lembaga desa sesuai dengan rencana kerja hutan desa, menetapkan aturan internal Lembaga Desa, membuat rencana pendampingan minimal selama 3 tahun, pembentukan Badan Usaha Milik Desa atau koperasi, serta menjalin kerjasama atau bermitra dengan pihak-pihak lain dan upaya lainnya.

Strategi kelola kelembagaan merupakan strategi pemberdayaan masyarakat yang dirumuskan dengan memfokuskan tipologi social masyarakat di dalam kawasan dan sekitar hutan dan tipologi otoritas pengelola hutan desa. Dalam pengelolaan Hutan desa peran dalam kelembagaan pengelola hutan desa sangat menentukan berlangsungnya rencana pengelolaan hutan desa.

Strategi Kelola Kelembagan Hutan Desa meliputi:

1. Pemahaman pokok ketentuan dan aturan kelembagaan pengelolaan Hutan 2. Pengembangan Kelembagaan kemasyarakat seperti; pengembanganDesa

struktur organisasi lembaga desa sesuai dengan rencana kerja hutan desa 3. Pengembangan sumber daya manusia dan optimasi peran para pihak.

Prinsip-prinsip Kelola Kelembagaan hutan desa dan Penguatan organisasi

1. Memperkuat nilai-nilai lokal yang selaras dengan nilai-nilai ekonomi modern 2. Memperkuat aturan lokal dengan mensinergiskan dengan hukum positif

yang dapat digunakan untuk menghasilkan tata-kelola sumberdaya hutan dalam pembangunan ekonomi yang berkelanjutan.

3. Memperkuat pengorganisasian usaha masyarakat di dalam hutan desa dan sekitar hutan desa selaras dengan dinamika birokrasi rasional dan pengelolaan sumberdaya Hutan

2.5.2. Peningkatan Kapasitas Kelembagaan

Fasilitasi Pendidikan dan pelatihan dalam rangka kelola peningkatan Sumberdaya manusia dilakukan dengan proses pendampingan. Hal-hal yang didorong dalam proses fasilitasi dan pendampingan dalam rangka peningkatan SDM adalah:

Tabel 20. Rencana Peningkatan Kapasitas Kelembagaan

NO Kegiatan 0 s/d 1 Tahun 1 s/d 5 Tahun 5 s/d 10 Tahun Keterangan 1 Pelatihan

a. Organisasi Pelatihan fungsi

dan tugas LPHD Manajemen

keuangan Manajemen

hukum Manajemen

b. Pembibitan 25 orang LPHD pelatihan

perempuan 25 orang pelatihan d. KMPA 8 orang pelatihan

KMPA 7 orang pelatihan

KMPA 4 orang pelatihan

KMPA 4 orang

pelatihan e. Koperasi/ KMPA

BUMDES 4 orang pelatihan koperasi/BUMDE S

4 orang pelatihan koperasi/BUMDE S

4 orang pelatihan

koperasi/BUMDES 4 orang pelatihan koperasi/BUM f. IPTEK 4 orang pelatihan DES

IPTEK 4 orang pelatihan

IPTEK 4 orang pelatihan

IPTEK 4 orang

pelatihan IPTEK

2.5.3. Studi Banding

Dalam peningkatan pengetahuan masyarakat pengelola Hutan Desa di Desa Kepayang Bayung Lincir Musi Banyuasin, maka perlu adanya pembelajaran pengelolaan Hutan Desa yang telah berhasil dalam tata kelola hutan Desa.

Pemaham atau pengetahuan ini dapat melalui study banding keluar desa dengan sesuai dengan rencana

Tabel 21. Rencana Study Banding LPHD

NO Kegiatan 0 s/d 1 Tahun 1 s/d 5 Tahun 5 s/d 10 Tahun Keterangan 1. Demplot

Agroforestry 8 orang LPHD study banding ke

tempat lokasi agroforestry yang

sudah sukses

10 orang LPHD study banding ke

tempat lokasi agroforestry yang

sudah sukses

10 orang LPHD study banding ke

tempat lokasi agroforestry yang

sudah sukses

10 orang LPHD study banding

3 orang pengurus koperasi/BUMDE S study banding ke tempat lokasi agroforestry yang

sudah sukses

5 orang pengurus koperasi/BUMDE S study banding ke tempat lokasi agroforestry yang sudah sukses

6 orang pengurus koperasi/BUMDES

study banding ke tempat lokasi

LPHD 10 orang study banding ke LPHD

yang sudah sukses di Provinsi

Jawa Barat

10 orang magang ke LHD yang sudah sukses di Provinsi Jawa Barat

8 orang magang ke LHD yang sudah sukses di

Provinsi Jawa Barat

8 orang

magang ke LHD yang sudah sukses di Provinsi Jawa Barat

2.5.4. Magang

Peningkatan Kapasitas pengurus LPHD Desa Kepayang dalam pengelolaan tata kelola hutan untuk pengembangan potensi hasil hutan kayu maupun hasil hutan bukan kayu diperlukan pemahaman dan pengetahuan sesuai struktur tanah gambut maupun struktur tanah mineral yang ada di areal Hutan Desa.

Pemahaman dan pengetahui ini dapat melalui belajar atau magang di perusahaan pengelola Hasil Hutan Kayu dan Hasil Hutan Bukan Kayu di Sumatera Selatan maupun di luar provinsi Sumatera Selatan.

Tabel 22. Rencana Magang LPHD

NO Kegiatan 0 s/d 1 Tahun 1 s/d 5 Tahun 5 s/d 10 Tahun Keterangan 1 Belajar

Agroferestry 15 orang belajar agroforestry di PT. RHM

10 orang belajar agroforestry di PT. RHM

5 orang belajar agroforestry di PT. RHM

5 orang belajar agroforestry di PT.

RHM di fasilitasi oleh Perusahaan atau Desa

2 Ilmu

pertanian 5 orang belajar ilmu peranian di IPB Bogor

5 orang belajar ilmu peranian di IPB Bogor

5 orang belajar ilmu peranian di IPB Bogor

5 orang belajar ilmu peranian di IPB Bogor di fasilitasi oleh Desa 3 Komoditas

hasil LHD 3 orang magang di pabrik atau di perusahaan

5 orang magang di pabrik atau di perusahaan

6 orang magang di pabrik atau di perusahaan

6 orang magang di pabrik atau di perusahaan di Fasilitasi oleh LPHD 4 Pengelolahan

LHD 4 orang magang

di tempat LHD yang sudah sukses

4 orang magang di tempat LHD yang sudah sukses

6 orang magang di tempat LHD yang sudah sukses

6 orang magang di tempat LHD yang sudah sukses di fasilitasi oleh LPHD 5 KLHK 6 orang magang

di KLHK 6 orang magang

di KLHK 6 orang magang

di KLHK orang magang di KLHK di Fasilitasi oleh LPHD

2.5.5. Struktur Lembaga Pengelola Hutan Desa

Kelembagaan Lembaga Pengelola Hutan Desa Kepayang berdasarkan Peraturan Desa Kepayang Nomor 01 Tahun 2008 yang susunan kelembagaan direvisi SK no 02 tahun 2014, dan terjadi perombakan kembali direvisi SK no. 03 Tahun 2015 adalah:

Ketua : Hatta. M

Sekretaris : Dedi Zulkarnain

Bendahara : Ridwan

Kepala Seksi Pemanfaatan Kawasan & Jasa

Lingkungan : Isbandi

Kepala Seksi Perencanaan Program : Muksil

Kepala Seksi Rehabilitasi dan Pemeliharaan : Robert Nainggolan Kepala Seksi Pengamanan Kawasan : Browi

Kepala Seksi Pengorganisasian Masyarakat : Husni Zahir Fahmi

BAB.III

Dalam dokumen Musi Banyuasin Sumatera Sealatan (Halaman 36-45)

Dokumen terkait