RENCANA KEGIATAN
2.2. PEMANFAATAN DAN PEMUNGUTAN HASIL HUTAN KAYU DAN HASIL HUTAN BUKAN KAYUHUTAN BUKAN KAYU
2.2.2 Pengembangan Usaha Hasil Hutan Bukan Kayu
Pengembangan usaha hasil hutan bukan kayu yang akan dikembangkan oleh Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Kepayang adalah jenis Rotan, dan Getah Karet serta tanaman buah-buahan di areal zona pemanfaatan.
Potensi rotan yang sudah ada dan tersebar di baik zona perlindungan maupun di zona budidaya yang rata – rata per hektarnya 6-8 batang, pada lima tahun pertama akan tetap dipelihara terutama yang berada di zona Budidaya dan ditambah dengan tanaman yang baru yang rata-ratanya ± 1.500 batang pada setiap tahun. Pola penanamannya yang dilakukan dengan anakan alam yang lokasinya di zona lindung yang dilokasi yang sesuai rotan bisa tumbuh dengan subur. Pemanenan akan dimulai pada usia rotan 5 tahun dengan jumlah sesuai dengan tingkat kematangan dari rotan tersebut.
Pada kawasan di zona pemanfaatan salah satu Hasil usaha bukan Kayu bagi Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) yang potensial adalah getah karet. Khusus tanaman pokok karet akan melakukan pemeliharaan tanaman karet yang sudah ada dengan luasan 630 hektar dan menambah luasan ± 900 hektar dengan jarak tanam 4 x 3 meter, sehingga tanaman dalam satu hektar bisa tertanam ± 500 batang karet.
Pada periode lima tahun pertama, disamping memilihara tanaman yang telah ada juga akan merencanakan tanaman karet 200.000 batang untuk tanaman baru dan pada 5 tahun berikutnya akan ditanam 250.000 batang.
Selain tanaman karet dan rotan pengembangan Hasil Hutan Bukan Kayu pun direncanakan penanaman jenis tanaman buah dan obat -obatan di areal zona pemanfaatan dengan luas areal mencapai 1.200 hektar. Hasil Pemantauan dilapangan pada tahun 2015 sedikitnya 234 Ha kebun karet. Setidak pada tahun ini ada ± 94.000 batang karet yang telah menghasilkan karena pada saat ini umur karet
> 6 Tahun. Sehingga potensi getah karet dalam periode tahap awal 5 (lima) tahun pertama sudah dilakukan pemanenan. Diperkirakan jumlah pemanenan getah karet dalam periode 5(lima) tahun pertama sekitar 1.000 ton, sedangkan periode lima tahun selanjutnya akan terus meningkat sampai daur pertama (± 20 tahun) tanaman kayu karet dilakukan penebangan.
Tabel 15. Rencana Tanam Hasil Hutan bukan kayu di Zona Pemanfaatan Luas Areal zona Pemanfaatan : 3.400 Ha
Tanaman unggulan : 900 Ha
Tanaman unggulan buah : 1.200 Ha
NO Kegiatan 0 s/d 1 Tahun 1 s/d 5 Tahun 5 s/d 10 Tahun Keterangan
1 Tanaman Perkebunan
A. Karet ± 500 Batang Pohon
karet di tanam ± 150.000 Batang Pohon
kareat di tanam ± 250.000 batang pohon
Karet di tanam Luas areal yang di tanam 900 hektar
B. Mangga 1000 batang pohon
Mangga di tanam 2500 batang pohon Mangga
di tanam 3000 batang pohon
Mangga di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
C. Durian 1000 batang pohon
Durian di tanam 2500 batang pohon Durian
di tanam 3000 batang pohon
Durian di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
D. Rambutan 1000 batang pohon
Rambutan di tanam 2500 batang pohon
Rambutan di tanam 3000 batang pohon
Rambutan di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
E. Cempedak 1000 batang pohon
Cempedak di tanam 2500 batang pohon
Cempedak di tanam 3000 batang pohon
Cempedak di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
F. Nangka 1000 batang pohon
Nangka di tanam 2500 batang pohon Nangka
di tanam 3000 batang pohon
Nangka di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
G. Kecapi 1000 batang pohon
Kecapi di tanam 2500 batang pohon Kecapi
di tanam 3000 batang pohon
Kecapi di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
H. Manggis 1000 batang pohon
Manggis di tanam 2500 batang pohon
Manggis di tanam 3000 batang pohon
Manggis di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
I. Jengkol 1000 batang pohon
Jengkol di tanam 2500 batang pohon Jengkol
di tanam 3000 batang pohon
Jengkol di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
J. Petai 1000 batang pohon
Petai di tanam 2500 batang pohon Petai di
tanam 3000 batang pohon
Petai di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
K. Jambu Biji 1000 batang pohon
Jambu Biji di tanam 2500 batang pohon Jambu
Biji di tanam 3000 batang pohon
Jambu Biji di tanam Luas areal yang di tanam 1.200 hektar
2 Tanaman Obat-obatan atau apotik hidup
B. Jahe 500 batang di tanam 1000 Batang di Tanam 1500 Batang di Tanam Luas areal yang akan di tanam 10 hektar
tanam 10 hektar
C. Lengkuas 500 batang di tanam 1000 Batang di Tanam 1500 Batang di Tanam Luas areal yang akan di tanam 10 hektar
D. Kencur 500 batang di tanam 1000 Batang di Tanam 1500 Batang di Tanam Luas areal yang akan di tanam 10 hektar
Tabel 16. Proses Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu ( HHBK) Luas Areal zona Pemanfaatan : 3.400 Ha
Tanaman unggulan : 900 Ha
Tanaman unggulan buah : 1.200 Ha
NO Kegiatan 0 s/d 1 Tahun 1 s/d 5 Tahun 5 s/d 10 Tahun Keterangan
1 Pembibitan Persiapan Kebutuhan
pembibitan 1. Lokasi
pembibitan 0,5 hektar
2. Peralatan pembibitan (Mesin pompa air, terpal plastik, polybag, waring, ember
penyiraman, dll) 3. Bibit tanaman
(durian, cempedak, manggis, rambutan, mangga,
nangka, jengkol,
petai, jelutung, jabon, pinang, kueni dan rotan)
2 Penanaman Penanaman tanaman
palawija
1. Persiapan lahan 2. Jagung 10
karung 5kg seluas 2,5 hektar 3. Cabe 10
bungkus 4. Semangka
bungkus 5. Jahe merah 6. dll
Persiapan lahan tanaman konservasi seluas 25 hektar
1. Penebasan 2. Masang pacang
tanam (pengajiran) 3. Pembuatan
lobang tanaman 4. Penaman bibit 5. Pembongkoran
danpenimbunan di bawah tanaman 6. Penaman
palawija tetap di tanam
3 Pemeliharaan dan
perawatan tanaman Pemeliharaan dan
perawatan tanaman di lakukan dengan cara:
1. Penebasan (penebasan di lakukan 3 kali dalam 1 tahun) 2. Penyemprotan
(penyemprotan di lakukan 3 kali dalam 1 tahun)
3. Pemupukan di lakukan 3 kali dalam 1 tahun) 4. Penyiangan
(penyiangan di lakukan 1 kali dalam 1 tahun) 4 Pengelolahan dan
pemasaran Panen tanaman
palawija di kelolah oleh lumbung desa
Panen tanaman Hasil Hutan Kayu
1. Jabon 1000 batang 2. Rotan 1000
rumpun Panen Tanaman Hasil Hutan Bukan Kayu1. Madu Hutan
2. Bengkuang bahan tikar 3. Buah Durian 4. Buah
Cempedak 5. Buah Manggis 6. Buah
Rambutan 7. Buah Mangga 8. Buah Nangka 9. Buah Jengkol 10.Buah Petai 11.Buah Pinang 12.Buah Kueni
Pemasaran HHK dan HHBK di kelolah oleh Koperasi dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES)