Jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga
2. Pemantauan dan Pembinaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
Pemantauan dan Pembinaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
Sasaran Kegiatan:
Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas terpilih di Provinsi Aceh, DI Yogyakarta, Papua, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat
Pelaksanaan kegiatan Monitoring dan evaluasi PIS-PK dilakukan di 7 (tujuh) kabupaten/kota di provinsi sasaran, yaitu di:
1) Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta pada tanggal 6 – 7 Februari 2020
LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 25 2) Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 12 Februari
2020
3) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua pada tanggal 21 – 25 Oktober 2020
4) Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 21 – 23 Oktober 2020
5) Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh pada tanggal 15 – 17 Desember 2020
6) Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 17 – 18 Desember 2020
Output:
1) Terlaksananya pemantauan dan pembinaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada 7 kabupaten/kota di 6 provinsi.
2) Verifikasi langsung capaian dan permasalahan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di lapangan
3) Diperolehnya gambaran pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kab./kota dan provinsi secara langsung:
a) Tahapan pelatihan: dari daerah yang dikunjungi semua sudah melaksanakan pelatihan baik pelatihan TOT maupun pelatihan PIS-PK namun Papua menyatakan bahwa petugas terlatih sudah berkurang karena yang dilatih adalah tenaga Nusantara Sehat dengan kontrak kerja 2 tahun. Sedangkan DI Yogyakarta menyatakan bahwa petugas terlatih sedikit karena alokasi terbatas.
b) Tahapan persiapan: dari lokasi yang didatangi semua daerah telah melakukan sosialisasi dalam rangka persiapan kunjungan keluarga. Sebagian besar telah melakukan inventarisasi kebutuhan sarana prasaranan pelaksanaan PIS-PK
c) Tahapan pelaksanaan kunjungan keluarga: seluruh puskesmas di daerah yang dikunjungi telah melaksanakan kunjungan keluarga PIS-PK namun belum semua total coverage. Puskesmas Jaya Baru Provinsi Aceh merupakan salah satu Puskesmas yang telah total coverage dalam kunjungan keluarga sehingga data yang dimiliki dapat diusulkan sebagai
LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 26 data base dalam perencanaan untuk mendukung capaian program dan SPM. Kendala yang dialami lebih banyak terkait proses entry data ke sistem aplikasi Keluarga Sehat, lemahnya kemampuan koneksi jaringan, selain itu adanya keluhan akibat tidak munculnya tampilnya data yang telah diinputkan
d) Tahapan analisis IKS Awal: Dari daerah yang dikunjungi beberapa menyatakan belum melakukan diseminasi hasil
kunjungan, Sebagian daerah menyatakan telah
mendiseminasikan hasil kunjungan namun belum melakukan analisis lebih mendalam dari data yang ditemukan. Hal ini menunjukan bahwa data hasil kunjungan belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan dengan cara analisis data, walaupun telah tersedia alat bantu analisis PIS-PK yang dapat diakses baik secara online maupun offline.
e) Tahapan Intervensi lanjut: Sebagian besar telah melakukan intervensi lanjut tingkat individu/kelurga namun intervensi tingkat wilayah belum banyak dilakukan.
f) Tahapan Analisis perubahan IKS : Kabupaten Bekasi dan Sleman telah dapat menunjukan analisis perubahan IKS namun sebagian besar lainya belum melakukan analisis perubahan IKS dari hasil intervensi lanjut yang telah dilakukan g) Diperolehnya masukan dan hasil rekomendasi pelaksanaan
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga. Keuangan :
Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp109.272.000,- dengan realisasi Rp108.848.968,- atau 99,61%.
Rapat Koordinasi Pembinaan dan Evaluasi PIS-PK
Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer merupakan pembina wilayah Provinsi Aceh, sebagai tindak lanjut Workshop Penguatan Analisis Data PIS-PK di tingkat Pusat dan hasil evaluasi pada tahun 2019 bahwa baru 40,74% Puskesmas di Aceh yang memanfaatkan raw data PIS-PK untuk dianalisis, maka salah satu bentuk pembinaan dan evaluasi PIS-PK adalah melaksanakan replikasi Workshop Penguatan Analisis Data
LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 27 Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Provinsi Aceh Binwil Aceh
Workshop diselenggarakan melalui zoom meeting dan youtube live streaming dihadiri peserta Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Aceh, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh, Puskesmas di Provinsi Aceh, yang terbagi ke dalam 3 serial (serial I pada 11 November 2020, serial II pada 13 November 2020 dan serial III pada 23 November 2020)
Peserta kegiatan terdiri dari dinas kesehatan Aceh, 23 dinas kesehatan daerah kab/kota, 23 Puskesmas terpilih, Balai Litbangkes Aceh, Bapelkes Aceh. Adapun peserta Pusat terdiri dari lintas program terkait 12 indikator PIS-PK, Puslat SDMK, PADK dan para narasumber lintas unit utama. Jumlah peserta tiga serial dalam zoom meeting sebanyak 262 orang, dan yang mengikuti live streaming /delay melalui Youtube sebanyak 799 orang.
Output:
1) Terlaksananya Workshop Penguatan Analisis Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Binwil Aceh kepada dinas kesehatan daerah provinsi Aceh, dinas kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Aceh, dan Puskesmas terpilih di Aceh.
2) 23 Puskesmas mampu melakukan analisis data PIS-PK dan integrasi dengan data program untuk perencanaan intervensi lanjut.
3) SDMK Dinkes Provinsi, Bapelkes dan Balai Litbangkes Aceh mampu melakukan pembinaan dalam analisis data PIS-PK
4) Diperolehnya kesepakatan dan rencana tindak lanjut daerah pasca Workshop Penguatan Analisis Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Binwil Aceh
Keuangan:
Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp7.049.000,- dengan realisasi Rp6.655.500,- atau 94,42%.
LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 28 Pemantauan dan Pembinaan
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)
DI Yogyakarta (6-7 Februari 2020) Sumatera Utara 12 Februari 2020
Papua 21-25 Oktober 2020 Jawa Timur 21-23 Oktober 2020
LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 29 Workshop Penguatan Analisis Data
Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Binwil Aceh
LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 30 3. INDIKATOR KETIGA
Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator ketiga adalah:
Definisi Operasional:
Persentase Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK (Pemenuhan Kapitasi Berbasis Kinerja) dengan rasio rujukan kasus non spesialistik di rawat jalan ≤ 2% pada akhir tahun berjalan.
Cara Perhitungan :
Jumlah Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK dengan Rasio rujukan kasus non spesialistik di rawat jalan kurang dari atau sama dengan 2% pada akhir tahun berjalan dibagi Jumlah seluruh Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK pada tahun berjalan dikali 100%
Jumlah Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK pada pertengahan tahun 2020 adalah 80% dari total Puskesmas atau 8132 Puskesmas.
Target :
Sesuai Renstra Kementerian Kesehatan 2020 – 2024, target indikator