• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR ISI LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020"

Copied!
130
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 iii DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... ii

Daftar Isi ... iii

Ringkasan Eksekutif ... iv

Bab I : Pendahuluan ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Maksud dan Tujuan ... 1

C. Tugas Pokok dan Fungsi ... 1

D. Dasar Hukum ... 3

E. Sistematika ... 4

Bab II : Perencanaan dan Perjanjian Kinerja... 5

A. Rencana Kinerja Tahunan... 5

B.Perjanjian Kinerja... 7

Bab III. Akuntabilitas Kinerja ... 10

A. Capaian Kinerja Organisasi ... 10

B. Realisasi Anggaran 2020 ... 10

B.1. Indikator Renstra... 11

1. Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar ... 11

2. Jumlah Kab/Kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga ……….. 17

3. Perentase FKTP dengan rasio rujukan non spesialistik kurang dari sama dengan 2%... 30

4. Persentase Puskesmas dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal... 35 5. Persentase Kab/Kota yang memiliki Puskesmas sebagai

Percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) ……….. 6. Persentase Kab/Kota yang melakukan pembinaan praktik

mandiri dokter atau dokter gigi sesuai standar……….. 7. Jumlah Puskesmas yang menyelenggarakan pelayanan keluarga layanan primer ………

39

55

(5)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 iv 8. Persentase Kab/Kota yang melaksanakan pembinaan dan

bimtek terhadap klinik di wilayah kerjanya agar sesuai dengan standar ……….. 9. Jumlah Unit Transfusi Darah (UTD) yang mendapatkan pembinaan sesuai standar pelayanan transfusi darah ……

10. Kegiatan Dukungan Manajemen ………..

65

76 89

C. Sumber Daya ... 99 Bab. IV. Penutup ... 102 Lampiran ... 104

(6)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 v RINGKASAN EKSEKUTIF

Laporan Akuntabilitas Kinerja ini merupakan sarana untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer serta sebagai sumber informasi untuk perbaikan perencanaan ke depan dan peningkatan kinerja secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan hasil capaian kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer Tahun 2020 belum memenuhi target yang ditetapkan dalam perjanjian kinerja. Pencapaian indikator Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar sebesar 6 Kab/kota (target 18 Kab/Kota), indikator Jumlah Kab/Kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga sebesar 84 Kab/Kota (target 105 Kab/Kota), indikator Persentase Kab/Kota yang memiliki Puskesmas sebagai Percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE) sebesar sebesar 5 % (target 15%) dan indikator Jumlah UTD yang mendapatkan pembinaan sesuai standar pelayanan transfusi darah sebesar 37 UTD (target 42 UTD).

Dalam pelaksanaan program – program Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer untuk menunjang indikator masih terdapat banyak tantangan dan kendala. Kendala utamanya adalah adanya pandemi COVID-19 yang berpengaruh pada semua kegiatan yang dilakukan di pusat dan daerah sehingga setiap instansi lebih memprioritaskan pada pencegahan dan penanganan transmisi COVID-19. Selain itu, kendala lain diantaranya kurangnya pengelolaan manajemen, waktu dan perubahan kebijakan pimpinan. Adapun langkah – langkah untuk menjalankan program guna mencapai indikator Direktorat antara lain dengan mengoptimalisasi alokasi dana yang ada, menyesuaikan bentuk kegiatan secara daring, mempercepat waktu pelaksanaan kegiatan, serta pembagian tugas SDM yang merata di Direktorat.

Realisasi anggaran sampai dengan tanggal 31 Desember 2020 sebesar Rp.7.197.640.563,- dari alokasi akhir Rp.7.847.588.000,- atau sebesar 91.72%.

(7)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 1 BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dibangun dalam rangka upaya mewujudkan good governance dan sekaligus result oriented government. SAKIP merupakan sebuah sistem dengan pendekatan manajemen berbasis kinerja (Performance-base Management) untuk penyediaan informasi kinerja guna pengelolaan kinerja. Dalam rangka meningkatkan pelaksanaan pemerintahan yang lebih berdayaguna, berhasil guna, bersih dan bertanggungjawab, serta sebagai wujud pertanggungjawaban instansi pemerintahan yang baik, maka perlu disusun laporan akuntabilitas pada setiap akhir tahun. Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer merupakan organisasi yang berada di bawah Struktur Direktorat Jenderal Pelayanan Kesehatan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer tahun 2020 merupakan bentuk pertanggungjawaban secara tertulis yang memuat keberhasilan maupun kegagalan pelaksanaan kegiatan Tahun Anggaran 2020 yang harus dipertanggungjawabkan oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Primer kepada Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

C. TUGAS POKOK DAN FUNGSI

Berdasarkan Permenkes Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan, Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer mempunyai tugas melaksanakan perumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria, dan pemberian bimbingan teknis dan supervisi, serta pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan primer sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Dalam melaksanakan tugas tersebut Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer menyelenggarakan fungsi :

a. penyiapan perumusan kebijakan di bidang pelayanan kesehatan primer meliputi upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan pada pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, serta kesehatan primer pada klinik dan praktik perorangan;

(8)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 2 b. penyiapan pelaksanaan kebijakan di bidang pelayanan kesehatan primer meliputi upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan pada pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, serta kesehatan primer pada klinik dan praktik perorangan;

c. penyiapan penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pelayanan kesehatan primer meliputi upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan pada pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, serta kesehatan primer pada klinik dan praktik perorangan;

d. penyiapan pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pelayanan kesehatan primer meliputi upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan pada pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, serta kesehatan primer pada klinik dan praktik perorangan;

e. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelayanan kesehatan primer meliputi upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perorangan pada pusat kesehatan masyarakat di semua wilayah;

f. termasuk daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan, serta kesehatan primer pada klinik dan praktik perorangan; dan

g. pelaksanaan urusan tata usaha dan rumah tangga Direktorat.

Adapun susunan organisasi Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer terdiri dari: a. Subdirektorat Pusat Kesehatan Masyarakat;

b. Subdirektorat Klinik;

c. Subdirektorat Praktik Perorangan; d. Subbagian Tata Usaha; dan e. Kelompok Jabatan Fungsional.

(9)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 3 STRUKTUR ORGANISASI DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER

D. DASAR HUKUM

1. Perpres Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

2. Perpres Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020 – 2024.

3. Permenpan dan RB Nomor 53 Tahun 2014 Tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja Dan Tata Cara Reviu Atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Permenkes Nomor 25 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan

5. Permenkes Nomor 21 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020-2024.

DIREKTUR PELAYANAN KESEHATAN PRIMER drg. Saraswati, MPH

KASUBBAG TATA USAHA Dra. Akas Yekti Angembani, MM

KASUBDIT KLINIK dr.Ganda RP Sinaga, MKM KASUBDIT PUSKESMAS dr. Monika Saraswati Sitepu, M.Sc KASIE PELAYANAN KESEHATAN KLINIK dr. Aina Fatiya KASIE PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS drg. Aditia Putri

KASIE PELAYANAN MEDIS dr. Adi Pamungkas KASIE PENUNJANG PELAYANAN KESEHATAN KLINIK dr. Ernawati Octavia, MKM KASI PENUNJANG PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS dr. Wing Irawati KASIE PELAYANAN NON MEDIS drg. Indra Rachmad Dharmawan, MKM KASUBDIT PRAKTIK PERORANGAN

(10)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 4 E. SISTEMATIKA

Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer tahun 2020 ini menjelaskan pencapaian kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer selama Tahun 2020.Pencapaian kinerja tersebut dibandingkan dengan rencana kinerja (penetapan kinerja) juga dengan kinerja tahun sebelumnya sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja memungkinkan diidentifikasinya sejumlah celah kinerja bagi perbaikan kinerja di masa yang akan datang. Dengan kerangka fikir seperti itu, sistimatika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer sebagai berikut :

 Bab I (Pendahuluan), menjelaskan secara ringkas latar belakang, maksud dan tujuan penulisan laporan, tugas pokok dan fungsi Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer, serta sistimatika penyajian laporan.

 Bab II (Perencanaan dan Perjanjian Kinerja), menjelaskan tentang visi dan misi, tujuan dan Peserta Kegiatan Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer serta kebijakan dan program beserta anggaran yang direncanakan tahun 2020.

 Bab III (Akuntabilitas Kinerja), menjelaskan tentang pengukuran kinerja, capaian kinerja tahun 2020, analisis akuntabilitas kinerja dan realisasi anggaran serta sumberdaya manusia yang digunakan dalam rangka pencapaian kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer selama Tahun 2020.

(11)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 5 BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

Perencanaan kinerja merupakan proses penetapan kegiatan tahunan dan indikator kinerja berdasarkan program, kebijakan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam sasaran strategis. Dalam rencana kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer tahun 2020, telah disusun draf Indikator Kinerja Utama dan target masing-masing indikator untuk mencapai sasaran strategis.

Secara singkat dapat digambarkan sasaran strategis dan sasaran program/kegiatan yang ingin dicapai selama kurun waktu 5 tahun sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategis Kementerian Kesehatan tahun 2020 – 2024 sebagai berikut:

A. RENCANA KERJA TAHUNAN

Perencanaan kinerja di bawah ini merupakan dasar bagi Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer untuk melaksanakan program dan kegiatan sebagai suatu kinerja aktual. Perencanaan kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer tahun 2020 adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Matriks Indikator Kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer

KEGIATAN INDIKATOR TARGET 2 0 20 20 21 20 22 20 23 20 24 INDIKATOR RENSTRA Pembinaan Pelayanan Kesehatan Primer

1. Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar

18 51 84 117 150

2. Jumlah Kab/Kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga

105 200 300 400 514

3. Perentase FKTP dengan rasio rujukan non spesialistik kurang dari sama dengan 2%

40% 50% 60% 80% 100%

4. Persentase Puskesmas dengan pelayanan kesehatan gigi dan mulut yang optimal

(12)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 6 KEGIATAN INDIKATOR TARGET 2 0 20 20 21 20 22 20 23 20 24

5. Persentase Kab/Kota yang memiliki Puskesmas sebagai Percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terintegrasi (SISRUTE)

15% 30% 75% 90% 100%

6. Persentase Kab/Kota yang melakukan pembinaan praktik mandiri dokter atau dokter gigi sesuai standar

50% 60% 70% 80% 100%

7. Jumlah Puskesmas yang

menyelenggarakan pelayanan

keluarga layanan primer

50 138 225 313 400

8. Persentase Kab/Kota yang

melaksanakan pembinaan dan bimtek terhadap klinik di wilayah kerjanya agar sesuai dengan standar

20% 50% 75% 90% 100%

9. Jumlah Unit Transfusi Darah (UTD) yang mendapatkan pembinaan sesuai standar pelayanan transfusi darah

(13)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 7 B. PERJANJIAN KINERJA

Indikator – indikator, target, dan pagu anggaran Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer Tahun 2020 yang ditetapkan dalam dokumen Penetapan Kinerja Tahun 2020 adalah sebagai berikut :

(14)
(15)
(16)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 10 BAB III

AKUNTABILITAS KINERJA

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI

Capaian kinerja organisasi adalah kegiatan manajemen khususnya membandingkan tingkat kinerja yang dicapai dengan standar, rencana, atau target dengan menggunakan indikator kinerja yang telah ditetapkan. Hal ini diperlukan untuk mengetahui sampai sejauh mana realisasi atau capaian kinerja yang berhasil dilakukan oleh Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer dalam kurun waktu Januari – Desember 2020.

Tahun 2020 merupakan tahun pertama dari pelaksanaan Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2020–2024. Adapun pengukuran kinerja yang dilakukan adalah dengan membandingkan realisasi capaian dengan rencana tingkat capaian (target) pada setiap indikator, sehingga diperoleh gambaran tingkat keberhasilan pencapaian masing-masing indikator. Berdasarkan pengukuran kinerja tersebut diperoleh informasi menyangkut masing-masing indikator, sehingga dapat ditindaklanjuti dalam perencanaan program/kegiatan di masa yang akan datang agar setiap program/kegiatan yang direncanakan dapat lebih berhasil guna dan berdaya guna.

Selain untuk mendapat informasi mengenai masing-masing indikator, pengukuran kinerja ini juga dimaksudkan untuk mengetahui capaian kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer pada masa awal Renstra 2020-2024.

Manfaat pengukuran kinerja antara lain untuk memberikan gambaran kepada pihak-pihak internal dan eksternal tentang pelaksanaan misi organisasi dalam rangka mewujudkan tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan.

B. REALISASI ANGGARAN 2020

Dilihat dari capaian masing-masing indikator, untuk tahun 2020 Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer dapat melaksanakan tugas utama yang menjadi tanggung jawab unit organisasi.

(17)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 11 B.1. INDIKATOR RENCANA STRATEGIS (RENSTRA) KEMENTERIAN KESEHATAN

RI

SASARAN STRATEGIS :

Meningkatnya akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang berkualitas bagi masyarakat.

Dalam hal mendukung sasaran tersebut, Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer memiliki indikator kinerja yang masuk dalam Renstra Kementerian Kesehatan. Indikator yang masuk ke dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Kesehatan sebagai berikut :

1. INDIKATOR PERTAMA

Definisi Operasional:

Jumlah pelaksanaan PKB sesuai Permenkes Nomor 90 tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil, serta Pedoman Peningkatan Akses Pelayanan Kesehatan di Daerah Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK) yaitu:

1. PKB dilaksanakan di wilayah Puskesmas terpencil dan sangat terpencil yang membutuhkan PKB dengan prioritas di kawasan sangat terpencil; dan

2. Frekuensi PKB minimal 4 kali di wilayah yang sama, dalam tahun berjalan.

Cara Perhitungan :

Jumlah kumulatif PKB yang dilaksanakan sesuai standar di akhir tahun berjalan pada kabupaten/kota.

Target :

Sesuai Renstra Kementerian Kesehatan 2020 – 2024, target indikator Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar pada tahun 2020 adalah sebanyak 18 kabupaten/kota.

Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di

daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar

(18)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 12 Pencapaian indikator tahun 2020 :

Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka realisasi tahun 2020 mencapai 6 PKB di 6 kab/kota, 5 Provinsi atau 33% dari target di tahun 2020.

Capaian kab/kota yang melakukan Pelayanan Kesehatan Bergerak tahun 2020 ditampilkan pada gambar berikut :

Grafik perbandingan target dan capaian indikator

Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar

Disamping itu, beberapa Provinsi telah melaksanakan PKB dengan frekuensi pelaksanaan 1 kali yaitu di 6 kabupaten di 5 provinsi menggunakan dana dekonsentrasi dan 14 kabupaten/kota di 6 provinsi menggunakan dana APBD.

Daftar lokasi pelaksanaan PKB menggunakan dana dekonsentrasi dapat dilihat di tabel berikut ini:

0 0 0 18 0 0 0 6 0 5 10 15 20 TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TARGET CAPAIAN INDIKATOR 2020 2021 2022

TARGET REALISASI TARGET TARGET

Jumlah Pelayanan

Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar

(19)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 13 No Pelaksanaan PKB minimal

2 kali

No Pelaksanaan PKB 1 kali 1 Kab. Pidie , Provinsi Aceh 1 Kab. Merangin, Provinsi Jambi

2 Kab. Berau, Provinsi

Kalimantan Timur

2 Kab. Sambas, Provinsi Kalimantan Barat

3 Kab. Bolang Mongondow,

Provinsi Sulawesi Utara

3 Kab. Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah

4 Kab. Bolang Mongondow

Selatan, Provinsi Sulawesi Utara

4 Kab. Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat

5 Kab. Bombana, Provinsi

Sulawesi Tenggara

5 Kabupaten Fak-Fak, Provinsi Papua Barat

6 Kab. Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat

6 Kab. Kaimana, Provinsi Papua Barat

Permasalahan:

1. Refocusing anggaran PKB (alokasi dekonsentrasi) dari semula Rp 9.000.000.000,00 menjadi Rp 1.531.341.000,00 (82,98% anggaran

berkurang) sehingga hanya 5 Provinsi yang masih tersedia anggaran untuk pelaksanaan PKB minimal 2x di lokus yang sama dalam 1 tahun. Karenanya hanya 6 kabupaten di 5 provinsi tersebut yang melaksanakan PKB sesuai standar.

2. Adanya stigma dan kondisi transmisi COVID-19 masih tinggi, mengakibatkan jumlah masyarakat yang diberikan pelayanan di beberapa lokus tidak maksimal.

Rencana Tindak Lanjut:

1. Prospek yang belum tercapai di tahun 2020, akan didorong di tahun 2021 agar capaian indikator dapat kembali on the track (telah dialokasikan kegiatan pembinaan dan pelaksanaan melalui anggaran dekonsentrasi). 2. Melakukan pembinaan pada tahap perencanaan dan tahap pelaksanaan

kepada daerah.

3. Untuk kegiatan dengan anggaran dekonsentrasi tahun 2021, mengadvokasi daerah agar mengatur jadwal pelaksanaan kegiatan PKB menyesuaikan dengan kondisi lokal situasi COVID-19 di daerah serta berkoordinasi dengan lintas sektor terkait dan memastikan pelaksanaan sesuai kaidah PPI dan menerapkan protokol kesehatan.

(20)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 14 4. Koordinasi dengan lintas sektor terkait untuk memasukkan PKB dalam menu DAK TA 2022 agar lebih efisien dan menghindari kemungkinan terkena efisiensi dana yg sering terjadi jika sumber anggaran dari dekonsentrasi

Keuangan :

Total anggaran yang dialokasikan untuk mendukung capaian kinerja tahun 2020 dalam mendukung Indikator Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar adalah sebesar Rp467.080.000,- dengan realisasi Rp461.283.500,- atau 98,76%.

Adapun kegiatan yang mendukung kegiatan pencapaian indikator Jumlah Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) yang dilakukan di daerah terpencil dan sangat terpencil sesuai standar adalah sebagai berikut :

1. Rapat Koordinasi dan Evaluasi Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan Bergerak

 Sosialisasi Panduan Pelayanan Kesehatan Bergerak

Kegiatan diselenggarakan pada 22 September 2020 melalui zoom meeting dan youtube live streaming. Metode kegiatan, berupa diskusi paparan dengan materi Sosialisasi Panduan PKB oleh Kepala Sub Direktorat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas); Perencanaan PKB TA 2021 oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Puskesmas.

 Peserta Kegiatan

Peserta terdiri dari 27 perwakilan Dinas Kesehatan Daerah Provinsi yang memiliki Puskesmas Kawasan Terpencil dan Sangat Terpencil, dinas kesehatan daerah kabupaten, lintas sektor (Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian

Dalam Negeri, dan Badan Perencanaan

Nasional/Bappenas/Kementerian PPN) serta lintas program tingkat Pusat, dengan jumlah peserta melalui zoom meeting sebanyak 67 orang dan youtube sebanyak 147 orang.

 Output:

1) Terlaksananya sosialisasi Buku Panduan Pelayanan Kesehatan Bergerak kepada dinas kesehatan daerah provinsi dengan dinas kesehatan kabupaten/kota yang memiliki Puskesmas kawasan

(21)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 15 terpencil dan sangat terpencil, lintas program, dan lintas sektor terkait.

2) Diperolehnya kesepakatan dan rencana tindak lanjut daerah untuk melaksanakan pembinaan Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) kepada Kabupaten/Kota yang memiliki Puskesmas kawasan terpencil dan sangat terpencil.

 Keuangan :

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp458.940.000,- dengan realisasi Rp453.634.500,- atau 98,84%.

Dokumentasi

Kegiatan Sosialisasi Panduan PKB

Dokumentasi

(22)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 16

 Evaluasi Pelaksanaan PKB Tahun Anggaran 2020

Kegiatan diselenggarakan pada 4 Desember 2020 melalui video conference melalui zoom meeting. Metode kegiatan berupa pemaparan hasil pelaksanaan PKB di Provinsi Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat dengan pengantar materi PKB oleh Kepala Sub Direktorat Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).  Peserta kegiatan: peserta terdiri dari pejabat/staf perwakilan lintas

program di Kementerian Kesehatan dan 28 dinas kesehatan provinsi dengan Puskesmas di kawasan terpencil dan sangat terpencil.

 Output:

1) Diperolehnya gambaran hasil pelaksanaan PKB tahun 2020.

2) Diperolehnya kesepakatan dan rencana tindak lanjut daerah untuk kegiatan tahun 2021

 Keuangan :

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp8.140.000,- dengan realisasi Rp7.649.000,- atau 93,97%.

(23)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 17 2. INDIKATOR KEDUA

Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator kedua adalah:

Definisi Operasional:

Jumlah kabupaten/kota yang melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan cakupan kunjungan keluarga dan intervensi 100% keluarga di wilayahnya, pada akhir tahun berjalan.

Cara Perhitungan :

Jumlah kumulatif kabupaten/kota yang melaksanakan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) dengan cakupan kunjungan keluarga dan intervensi 100% keluarga di wilayahnya, pada akhir tahun berjalan.

Target :

Sesuai Renstra Kementerian Kesehatan 2020 – 2024, target indikator Jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga pada tahun 2020 adalah sebanyak 105 Kab/Kota.

Pencapaian indikator tahun 2020 :

Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka realisasi tahun 2020 mencapai 84 kab/kota atau 80% dari target tahun 2020

INDIKATOR 2020 2021 2022

TARGET REALISASI TARGET TARGET Jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga 105 84 200 300

Jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan

100% intervensi keluarga

(24)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 18 Capaian jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga tahun 2020 ditampilkan pada grafik berikut ini.

Grafik perbandingan target dan capaian indikator

Jumlah Kabupaten/Kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% Intervensi Keluarga

Daftar kab/kota yang telah memenuhi indikator terlampir.

Permasalahan:

1. Kunjungan keluarga dan intervensinya masih belum optimal dilaksanakan di masa pandemi COVID-19 karena sumber daya Puskesmas masih difokuskan dalam penanganan COVID-19, serta adanya kebijakan membatasi interaksi fisik di masyarakat untuk mencegah transmisi serta adanya stigma terkait COVID-19 sehingga ada penolakan dalam pelaksanaan kunjungan keluarga. Menyikapi hal tersebut, Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer menerbitkan Panduan PIS-PK Pada Masa Pandemi COVID-19 dan AKB. Panduan tersebut telah disosialisasikan dan didistribusikan, namun penerapannya di daerah belum maksimal akibat dampak pandemi COVID-19.

2. Belum dimanfaatkannya raw data PIS-PK dalam analisis intervensi lanjut. Hal ini telah ditindaklanjuti dengan menyelenggarakan kegiatan Workshop Penguatan Analisis Data PIS-PK (inisiasi awal oleh Dit. Yankes Primer,

40 50 60 105 59 59 63 84 0 20 40 60 80 100 120 TW 1 TW 2 TW 3 TW 4 TARGET CAPAIAN

(25)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 19 Pusdatin dan Badan Litbangkes) dengan sasaran 30 kab/kota; dan replikasi oleh PJ Binwil, namun replikasi baru dapat dilakukan di Aceh, Riau, NTT, dan Sultra)

3. Masih terdapat keluhan daerah terkait Aplikasi KS Versi 2.0 yang menyebabkan kesulitan dalam penginputan data dan analisis data hasil kunjungan.

4. Realisasi anggaran dekonsentrasi kegiatan workshop PIS-PK tidak dapat terlaksana di sebagian daerah terutama pada daerah zona merah.

Rencana Tindak Lanjut :

1. Prospek yang belum tercapai di tahun 2020 akan didorong di tahun 2021 agar capaian indikator dapat kembali on the track.

2. Tahun 2021 akan dilaksanakan pertemuan teknis pembinaan PIS-PK di tingkat pusat replikasi di tingkat daerah provinsi ke kabupaten/kota prospek lokus melalui dana dekonsentrasi dengan substansi penguatan analisis data PIS-PK serta pelaksanaan PIS-PK pada masa pandemi COVID-19 serta adaptasi kebiasaan baru.

3. Mendorong peran serta lintas program dan lintas sektor terkait melalui kegiatan koordinasi di tingkat daerah sebagai salah satu menu DAK Non Fisik BOK.

4. Mendorong optimalisasi kinerja Aplikasi KS versi 2.0 dengan melibatkan tim Pusdatin dalam pertemuan koordinasi dengan daerah agar dapat menangkap masukan serta masalah terkait aplikasi.

5. Untuk kegiatan PIS-PK melalui anggaran dekonsentrasi 2021, mengadvokasi daerah agar pelaksanaan kegiatan menyesuaikan dengan kondisi lokal situasi COVID-19 di daerah dan memastikan pelaksanaan sesuai kaidah PPI dan menerapkan protokol kesehatan bagi pertemuan yang harus melalui luring; serta mengkombinasikan dengan pertemuan daring untuk agenda kegiatan yang dimungkinkan melalui daring.

Keuangan :

Total anggaran yang dialokasikan untuk mendukung capaian kinerja tahun 2020 dalam mendukung Indikator Jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga adalah sebesar Rp146.621.000,- dengan realisasi Rp145.644.968,- atau 99,33%.

(26)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 20 Adapun kegiatan yang mendukung kegiatan pencapaian indikator Jumlah kabupaten/kota yang telah melaksanakan PIS-PK dengan 100% intervensi keluarga adalah sebagai berikut :

1. Penyusunan NSPK terkait PIS-PK

 Penyusunan Panduan Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada Masa Pandemi COVID-19 serta Adaptasi Kebiasaan Baru

 Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 2020 bertujuan untuk mendapatkan masukan terhadap draft pedoman.

 Metode: melalui zoom meeting dan youtube live streaming dihadiri oleh perwakilan pusat dan daerah.

 Output: panduan berupa rekomendasi penyesuaian langkah-langkah pelaksanaan PIS-PK pada masa pandemi COVID-19 agar tetap mematuhi kaidah PPI dan protokol kesehatan guna memutus mata rantai penularan, strategi integrasi program, termasuk pemanfaatan data untuk pencegahand dan pengendalian COVID-19.

 Sosialisasi Panduan Pelaksanaan PIS-PK pada Masa Pandemi COVID-19 serta Adaptasi Kebiasaan Baru

 Video Conference diselenggarakan melalui zoom meeting dan youtube live streaming pada tanggal 10, 14 dan 15 September 2020 dengan metode kegiatan berupa paparan materi Pelaksanaan PIS-PK pada Masa Pandemi COVID-19 serta AKB (Direktur Yankes Primer), Pemanfaatan Data PIS-PK untuk Peningkatan Cakupan Program secara Keseluruhan (Dr.dr.Trihono, M.Sc); Aplikasi Keluarga Sehat versi 2.0: Problematika dan Solusi, (Kepala Bagian Pengembangan Sistem Informasi, Pusat Data dan Informasi) serta diskusi.

 Peserta Kegiatan:

1) Gelombang 1 (10 September 2020) diikuti oleh peserta dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan. Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta, serta lintas program di Kementerian Kesehatan, dengan jumlah peserta 259 orang. 2) Gelombang 2 (14 September 2020) dihadiri oleh peserta dari

Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur,

(27)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 21 Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur dengan jumlah peserta termasuk yang mengikuti live streaming melalui Youtube sebanyak 631 orang. 3) Gelombang 3 (15 September 2020) dihadiri oleh peserta dari

Provinsi Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua Barat, dan Papua dengan jumlah peserta termasuk yang mengikuti live streaming melalui Youtube sebanyak 261 orang.

 Output:

1) Terlaksananya sosialisasi Buku Panduan Pelaksanaan PIS-PK pada Masa Pandemi COVID-19 serta Adaptasi Kebiasaan Baru kepada Puskesmas secara berjenjang melalui dinas kesehatan daerah provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota terpilih, dan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) dan Balai Pelatihan Kesehatan.

2) Diperolehnya kesepakatan dan rencana tindak lanjut daerah untuk pelaksanaan sosialisasi Buku Panduan Pelaksanaan PIS-PK pada Masa Pandemi COVID-19 serta Adaptasi Kebiasaan Baru kepada Puskesmas secara berjenjang

 Workshop Penguatan Analisis Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

 Workshop diselenggarakan melalui zoom meeting dan youtube live streaming dalam 3 serial (serial I pada 13 Oktober 2020; serial II pada 14 Oktober 2020 dan serial III pada 20 Oktober 2020).

 Metode kegiatan, berupa diskusi paparan dan penugasan peserta dengan materi sebagai berikut:

1) Serial I Pengantar Penguatan Analisis PIS-PK (Dr. dr. Trihono, MSc), Pengantar Aplikasi Keluarga Sehat versi 2.0, mengunduh dan cleaning raw data (Pusdatin), Teori Pengantar Statistik, (Puslitbang Upaya Kesehatan Masyarakat); Penugasan mandiri Puskesmas mengunduh raw data dan cleaning data

2) Serial II Analisis Data PIS-PK dengan metode excel Inarata, Analisis Data PIS-PK dengan metode SPSS; Penugasan mandiri analisis data PIS-PK pada masing masing Puskesmas

(28)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 22 3) Serial III: Paparan hasil analisis data PIS-PK oleh 5 perwakilan Puskesmas dan tanggapan dari Dr. dr. Trihono MSc, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Dit Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Dit Gizi Masyarakat

 Peserta kegiatan:

Peserta daerah terdiri dari 26 dinas kesehatan provinsi, 30 dinas kesehatan kabupaten/kota dengan kunjungan keluarga sudah total coverage dan 30 Puskesmas terpilih. Adapun peserta Pusat terdiri dari lintas program terkait 12 indikator PIS-PK, Puslat SDMK, PADK dan para narasumber lintas unit utama. Jumlah peserta tiga serial dalam zoom meeting sebanyak 349 orang, dan yang mengikuti live streaming /delay melalui Youtube sebanyak 9104 orang.

 Output:

1) Terlaksananya Workshop Penguatan Analisis Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) kepada dinas kesehatan daerah provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota, dan Puskesmas; 30 Puskesmas mampu melakukan analisis data PIS-PK dan integrasi dengan data program untuk perencanaan intervensi lanjut.

2) Diperolehnya kesepakatan dan rencana tindak lanjut daerah pasca Workshop Penguatan Analisis Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

 Keuangan :

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp30.300.000,- dengan realisasi Rp30.140.500,- atau 99,47%.

(29)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 23 Penyusunan Panduan Pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) pada Masa Pandemi COVID-19 serta Adaptasi Kebiasaan Baru

Sosialisasi Panduan Pelaksanaan PIS-PK pada Masa Pandemi COVID-19 serta Adaptasi Kebiasaan Baru

(30)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 24 Workshop Penguatan Analisis Data

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

2. Pemantauan dan Pembinaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

 Pemantauan dan Pembinaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

 Sasaran Kegiatan:

Dinas Kesehatan Provinsi, Kabupaten/Kota dan Puskesmas terpilih di Provinsi Aceh, DI Yogyakarta, Papua, Jawa Timur, Sumatera Utara, Jawa Barat

 Pelaksanaan kegiatan Monitoring dan evaluasi PIS-PK dilakukan di 7 (tujuh) kabupaten/kota di provinsi sasaran, yaitu di:

1) Kabupaten Sleman, Provinsi DI Yogyakarta pada tanggal 6 – 7 Februari 2020

(31)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 25 2) Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 12 Februari

2020

3) Kabupaten Nabire, Provinsi Papua pada tanggal 21 – 25 Oktober 2020

4) Kabupaten Jember dan Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur pada tanggal 21 – 23 Oktober 2020

5) Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh pada tanggal 15 – 17 Desember 2020

6) Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat pada tanggal 17 – 18 Desember 2020

 Output:

1) Terlaksananya pemantauan dan pembinaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga pada 7 kabupaten/kota di 6 provinsi.

2) Verifikasi langsung capaian dan permasalahan pelaksanaan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di lapangan

3) Diperolehnya gambaran pelaksanaan PIS-PK di Puskesmas dan Dinas Kesehatan Kab./kota dan provinsi secara langsung:

a) Tahapan pelatihan: dari daerah yang dikunjungi semua sudah melaksanakan pelatihan baik pelatihan TOT maupun pelatihan PIS-PK namun Papua menyatakan bahwa petugas terlatih sudah berkurang karena yang dilatih adalah tenaga Nusantara Sehat dengan kontrak kerja 2 tahun. Sedangkan DI Yogyakarta menyatakan bahwa petugas terlatih sedikit karena alokasi terbatas.

b) Tahapan persiapan: dari lokasi yang didatangi semua daerah telah melakukan sosialisasi dalam rangka persiapan kunjungan keluarga. Sebagian besar telah melakukan inventarisasi kebutuhan sarana prasaranan pelaksanaan PIS-PK

c) Tahapan pelaksanaan kunjungan keluarga: seluruh puskesmas di daerah yang dikunjungi telah melaksanakan kunjungan keluarga PIS-PK namun belum semua total coverage. Puskesmas Jaya Baru Provinsi Aceh merupakan salah satu Puskesmas yang telah total coverage dalam kunjungan keluarga sehingga data yang dimiliki dapat diusulkan sebagai

(32)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 26 data base dalam perencanaan untuk mendukung capaian program dan SPM. Kendala yang dialami lebih banyak terkait proses entry data ke sistem aplikasi Keluarga Sehat, lemahnya kemampuan koneksi jaringan, selain itu adanya keluhan akibat tidak munculnya tampilnya data yang telah diinputkan

d) Tahapan analisis IKS Awal: Dari daerah yang dikunjungi beberapa menyatakan belum melakukan diseminasi hasil

kunjungan, Sebagian daerah menyatakan telah

mendiseminasikan hasil kunjungan namun belum melakukan analisis lebih mendalam dari data yang ditemukan. Hal ini menunjukan bahwa data hasil kunjungan belum sepenuhnya dimanfaatkan oleh Puskesmas maupun Dinas Kesehatan dengan cara analisis data, walaupun telah tersedia alat bantu analisis PIS-PK yang dapat diakses baik secara online maupun offline.

e) Tahapan Intervensi lanjut: Sebagian besar telah melakukan intervensi lanjut tingkat individu/kelurga namun intervensi tingkat wilayah belum banyak dilakukan.

f) Tahapan Analisis perubahan IKS : Kabupaten Bekasi dan Sleman telah dapat menunjukan analisis perubahan IKS namun sebagian besar lainya belum melakukan analisis perubahan IKS dari hasil intervensi lanjut yang telah dilakukan g) Diperolehnya masukan dan hasil rekomendasi pelaksanaan

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga.  Keuangan :

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp109.272.000,- dengan realisasi Rp108.848.968,- atau 99,61%.

 Rapat Koordinasi Pembinaan dan Evaluasi PIS-PK

Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer merupakan pembina wilayah Provinsi Aceh, sebagai tindak lanjut Workshop Penguatan Analisis Data PIS-PK di tingkat Pusat dan hasil evaluasi pada tahun 2019 bahwa baru 40,74% Puskesmas di Aceh yang memanfaatkan raw data PIS-PK untuk dianalisis, maka salah satu bentuk pembinaan dan evaluasi PIS-PK adalah melaksanakan replikasi Workshop Penguatan Analisis Data

(33)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 27 Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) di Provinsi Aceh Binwil Aceh

Workshop diselenggarakan melalui zoom meeting dan youtube live streaming dihadiri peserta Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Aceh, Dinas Kesehatan Daerah Kabupaten/Kota se-Provinsi Aceh, Puskesmas di Provinsi Aceh, yang terbagi ke dalam 3 serial (serial I pada 11 November 2020, serial II pada 13 November 2020 dan serial III pada 23 November 2020)

 Peserta kegiatan terdiri dari dinas kesehatan Aceh, 23 dinas kesehatan daerah kab/kota, 23 Puskesmas terpilih, Balai Litbangkes Aceh, Bapelkes Aceh. Adapun peserta Pusat terdiri dari lintas program terkait 12 indikator PIS-PK, Puslat SDMK, PADK dan para narasumber lintas unit utama. Jumlah peserta tiga serial dalam zoom meeting sebanyak 262 orang, dan yang mengikuti live streaming /delay melalui Youtube sebanyak 799 orang.

 Output:

1) Terlaksananya Workshop Penguatan Analisis Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Binwil Aceh kepada dinas kesehatan daerah provinsi Aceh, dinas kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Aceh, dan Puskesmas terpilih di Aceh.

2) 23 Puskesmas mampu melakukan analisis data PIS-PK dan integrasi dengan data program untuk perencanaan intervensi lanjut.

3) SDMK Dinkes Provinsi, Bapelkes dan Balai Litbangkes Aceh mampu melakukan pembinaan dalam analisis data PIS-PK

4) Diperolehnya kesepakatan dan rencana tindak lanjut daerah pasca Workshop Penguatan Analisis Data Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Binwil Aceh

 Keuangan:

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp7.049.000,- dengan realisasi Rp6.655.500,- atau 94,42%.

(34)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 28 Pemantauan dan Pembinaan

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK)

DI Yogyakarta (6-7 Februari 2020) Sumatera Utara 12 Februari 2020

Papua 21-25 Oktober 2020 Jawa Timur 21-23 Oktober 2020

(35)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 29 Workshop Penguatan Analisis Data

Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK) Binwil Aceh

(36)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 30 3. INDIKATOR KETIGA

Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator ketiga adalah:

Definisi Operasional:

Persentase Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK (Pemenuhan Kapitasi Berbasis Kinerja) dengan rasio rujukan kasus non spesialistik di rawat jalan ≤ 2% pada akhir tahun berjalan.

Cara Perhitungan :

Jumlah Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK dengan Rasio rujukan kasus non spesialistik di rawat jalan kurang dari atau sama dengan 2% pada akhir tahun berjalan dibagi Jumlah seluruh Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK pada tahun berjalan dikali 100%

Jumlah Puskesmas yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan dan melaksanakan PKBK pada pertengahan tahun 2020 adalah 80% dari total Puskesmas atau 8132 Puskesmas.

Target :

Sesuai Renstra Kementerian Kesehatan 2020 – 2024, target indikator Persentase FKTP dengan rasio rujukan non spesialistik ≤ 2% pada tahun 2020 adalah sebanyak 40% (3.252 PKM)

INDIKATOR 2020 2021 2022

TARGET REALISASI TARGET TARGET Persentase FKTP dengan rasio rujukan non spesialistik ≤ 2% 40% (3.252 PKM) 40% (3.257 PKM) 50% (4.066PKM) 60% (4.879 PKM)

(37)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 31 Pencapaian indikator tahun 2020 :

Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka realisasi tahun 2020 mencapai 40% (3.257 FKTP) di 14 Provinsi.

Capaian Persentase FKTP dengan rasio rujukan non spesialistik ≤ 2% tahun 2020 ditampilkan pada gambar berikut :

Permasalahan:

1.

Adanya efisiensi pembiayaan pelaksanaan sosialisasi RNS di regional timur menyebabkan kurangnya pemahaman terhadap definisi operasional indikator di tingkat provinsi dan kab/kota

2.

Efisiensi pembiayaan dana dekonsentrasi dalam pelaksanaan workshop di tingkat provinsi menyebabkan kurang optimalnya jumlah peserta yang berasal dari puskesmas

3.

FKTP maupun dinas kesehatan kab/kota memiliki prioritas penanganan Covid-19, sehingga pelaksanaan indikator lainnya agak terabaikan

Rencana Tindak Lanjut :

1.

Diperlukan sosialisasi mengenai indikator RNS untuk regional timur

2.

Pembinaan dalam pemeliharaan pencapaian target RNS bagi FKTP yang telah mencapai target

3.

Advokasi kepada pemerintah daerah untuk pemenuhan peralatan dan SDM sesuai standar dalam mendukung pencapaian RNS

185 152 162 124 178 106 144 524 487 88 498 121 89 122 186 91

PUSKESMAS DENGAN RNS ≤2%

(38)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 32 Keuangan :

Total anggaran yang dialokasikan untuk mendukung capaian kinerja tahun 2020 dalam mendukung Indikator Persentase FKTP dengan rasio rujukan non spesialistik ≤ 2% adalah sebesar Rp. 486.069.000,- dengan realisasi Rp. 447.655.600,- atau 92,10 %.

Adapun kegiatan yang mendukung kegiatan pencapaian indikator Persentase FKTP dengan rasio rujukan non spesialistik ≤ 2% adalah sebagai berikut :

1) Sosialisasi Rujukan Non Spesialistik di FKTP

 Rapat Persiapan  Peserta Kegiatan:

Lintas Program di lingkungan Kementerian Kesehatan, Organisasi Profesi, Lintas Sektor

 Output:

Persiapan pelaksanaan Sosialisasi terkait Rujukan Non Spesialistik di FKTP

 Keuangan:

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp3.170.000,- dengan realisasi Rp.2.334.500,- atau 73,64%.

 Pelaksanaan Sosialisasi Rujukan Non Spesialistik di FKTP.  Peserta Kegiatan:

Bidang Yankes Dinas Kesehatan Provinsi, Kab/Kota, Perwakilan Puskesmas, BPJS, Lintas Program di Kementerian Kesehatan, Organisasi Profesi

 Output:

1. Sosialisasi terkait kebijakan pelayanan kesehatan primer 2. Sosialisasi mekanisme pelaporan data

 Keuangan:

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.453.811.000,- dengan realisasi Rp.420.721.500,- atau 92,83%.

(39)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 33  Foto Kegiatan:

2) Pemantauan dan Pembinaan Kompetensi FKTP  Peserta Kegiatan:

Dinas Kesehatan Provinsi, Kab/Kota dan Puskesmas  Lokasi Kegiatan:

a) Provinsi Lampung:Kota Bandar Lampung, Kota Metro, Kab.Pringsewu dan Kab.Pesawaran

b) Provinsi Jawa Barat: Kota Depok  Output:

Gambaran kompetensi FKTP dalam tatalaksana kasus rujukan non spesialistik

(40)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 34  Keuangan:

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.29.688.000,- dengan realisasi Rp.24.599.600,- atau 82,86%.

(41)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 35 4. INDIKATOR KEEMPAT

Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator keempat adalah:

Definisi Operasional:

Persentase Puskesmas dengan yankes gigi & mulut optimal pada akhir tahun berjalan. Puskesmas dengan yankes gigi & mulut yang optimal yaitu Puskesmas yang:

1. Memiliki SDM, sarana prasarana dan alat sesuai standar.

2. Melaksanakan Program UKGS sesuai standar di 75% SD/MI dalam wilayah kerja Puskesmas

3. Melaksanakan pembinaan UKGM di 60% desa/kel dalam wilayah kerja Puskesmas.

4. Melaksanakan layanan kuratif kesehatan gigi dan mulut sesuai standar

Cara Perhitungan :

Jumlah Puskesmas dengan pelayanan kesehatan gigi & mulut yang optimal pada akhir tahun berjalan dibagi dengan jumlah seluruh Puskesmas diakhir tahun berjalan, dikali 100%.

Target :

Sesuai Renstra Kementerian Kesehatan 2020 – 2024, target indikator Persentase Puskesmas dengan yankes gigi & mulut optimal pada tahun 2020 adalah sebanyak 50% (5083 FKTP)

INDIKATOR 2020 2021 2022

TARGET REALISASI TARGET TARGET Persentase

Puskesmas dengan yankes gigi & mulut optimal 50% (5.083 FKTP) 50% (5.085 FKTP) 60% (6.100 FKTP) 70% (7.116 FKTP)

Persentase Puskesmas dengan pelayanan kesehatan gigi dan

mulut yang optimal

(42)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 36 Pencapaian indikator tahun 2020 :

Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka realisasi tahun 2020 mencapai 50% (5.085 FKTP) di 34 Provinsi.

Capaian Persentase Puskesmas dengan yankes gigi & mulut optimal tahun 2020 ditampilkan pada grafik berikut :

Permasalahan:

1. Pandemi Covid 19 menyebabkan banyak sekolah yang tidak melakukan kegiatan tatap muka, sehingga pelaksanaan kegiatan UKGS agak terhambat 2. Pelayanan kuratif kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas pada masa

pandemi hanya melakukan pelayanan emergensi, sehingga diperlukan penatalaksanaan Puskesmas supaya dapat melakukan pelayanan kuratif yang optimal.

Rencana Tindak Lanjut :

1. Koordinasi Lintas Program dan Lintas Sektor untuk optimalisasi pelaksanaan pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Puskesmas

2. Penyusunan Juknis UKGS dan UKGM pada masa pandemi Covid 19

3. Penyusunan Juknis Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut di FKTP pada masa pandemi Covid 19

185 195 193 124 183 59 64 89 27 129 291 592 598 115 609 167 100 108 123 85 61 129 145 32 37 93 243 109 43 47 32 22 40 16 0 100 200 300 400 500 600 700 A c e h S u m a te ra U ta ra S u m a te ra B a ra t S u m at er a… R iau K e p u lau a n R ia u B e n g k u lu L a mpu n g K e p. B an gk a… J a mbi D K I J a k a rt a J a w a B a ra t J a w a Ten g a h D I Y o g y a k a rt a J a w a Tim u r B a n te n B a li N TB N TT K a lim an ta n … K a lim an ta n … K a lim an ta n … K a lim an ta n … K a lim an ta n … S u la w e s i U ta ra S u la w es i… S u la w es i… S u la w es i… Go ro n ta lo S u la w e s i B a ra t Mal u k u Mal u k u U ta ra P a p u a P a p u a B a ra t JUM LA H PROVINSI

JUMLAH PUSKESMAS DENGAN PELAYANAN

GIGI MULUT YANG OPTIMAL

(43)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 37 Keuangan :

Total anggaran yang dialokasikan untuk mendukung capaian kinerja tahun 2020 dalam mendukung Indikator Persentase Puskesmas dengan yankes gigi & mulut optimal adalah sebesar Rp. 121.134.000,- dengan realisasi Rp. 110.523.600,- atau 91,24 %.

Adapun kegiatan yang mendukung kegiatan pencapaian indikator Persentase Puskesmas dengan yankes gigi & mulut optimal adalah sebagai berikut :

1) Pertemuan Koordinasi Program Kesehatan Gigi dan Mulut  Peserta Kegiatan:

Komite Kesehatan Gigi dan Mulut, Profesi, Lintas Program di Lingkungan Kementerian Kesehatan, Akademisi serta lintas sektor terkait

 Output:

a) Penyusunan draft RAN Kesehatan Gigi dan Mulut tahun 2021 - 2025 b) Tersusunnya draft buku Juknis Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut

di FKTP pada masa Adaptasi Kebiasaan Baru c) Workshop Kesehatan Gigi dan Mulut

 Keuangan:

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp. 73.194.000,- dengan realisasi Rp. 65.915.500,- atau 90,06%.  Foto Kegiatan:

(44)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 38 2) Pemantauan dan pembinaan Program Kesehatan Gigi dan Mulut

 Peserta Kegiatan:

Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kab/Kota dan Puskesmas  Lokasi kegiatan:

a) Provinsi Sumatera Utara : Kota Medan, Kab.Deli Serdang, Kab.Parapat

b) Provinsi Kalimantan Selatan : Kab.Tabalong  Output:

1. Pembinaan dan pendampingan pelaksanaan program kesehatan gigi dan mulut di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara

2. Pembinaan dan pendampingan pelaksanaan program kesehatan gigi dan mulut di Kabupaten Tabalong Provinsi Kalimantan Selatan

 Keuangan:

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.47.940.000,- dengan realisasi Rp. 44.608.100,- atau 93,05%.

(45)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 39 5. INDIKATOR KELIMA

Sebagaimana uraian di atas, maka dalam pencapaian sasaran strategis yang menjadi indikator kelima adalah:

Definisi Operasional:

Persentase kumulatif kabupaten/kota yang memiliki Puskesmas sebagai Percontohan dan telah menerapkan SISRUTE sesuai ketentuan yang berlaku

Cara Perhitungan :

Jumlah kumulatif kabupaten/kota yang memiliki Puskesmas sebagai Percontohan yang telah menerapkan SISRUTE dibagi dengan jumlah seluruh kabupaten/kota, dan dikalikan dengan 100 persen, di tahun berjalan.

Target :

Sesuai Renstra Kementerian Kesehatan 2020 – 2024, target indikator Persentase kabupaten/kota yang memiliki puskesmas sebagai percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terpadu (SISRUTE) pada tahun 2020 adalah sebanyak 15% (77 Kab/Kota).

Pencapaian indikator tahun 2020 :

Jika dibandingkan dengan target yang telah ditetapkan, maka realisasi tahun 2020 mencapai 5% (25 Kab/Kota) di 6 Provinsi atau tercapai 33% dari target tahun 2020.

INDIKATOR 2020 2021 2022

TARGET REALISASI TARGET TARGET Persentase kabupaten/kota yang memiliki puskesmas sebagai percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terpadu (SISRUTE) 15% (77 kab/kota) 5 % (25 kab/kota) 30% 75%

Persentase kabupaten/kota yang memiliki puskesmas sebagai

percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terpadu

(46)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 40 Capaian Persentase kabupaten/kota yang memiliki Puskesmas sebagai percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terpadu (SISRUTE) tahun 2020 ditampilkan pada grafik berikut

Grafik Perbandingan target dan capaian indikator

Presentase Kabupaten/kota yang memiliki puskesmas sebagai percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terpadu (SISRUTE)

Permasalahan:

1. Acuan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam melakukan pembinaan kepada Puskesmas sebagai percontohan yaitu Pedoman Dinas Kesehatan dalam Pembinaan Puskesmas masih dalam proses penetapan di bagian Hukormas. Hal ini menyebabkan sosialisasi secara berjenjang ke Dinas Kesehatan Provinsi dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota dalam melakukan pembinaan terkendala menunggu penetapan pedoman tersebut. Namun demikian, upaya percepatan pencapaian target telah dilakukan melalui sosialisasi rancangan Pedoman Dinas Kesehatan dalam Pembinaan Puskesmas yang dilakukan secara daring kepada dinkes provinsi, dinkes kab/kota dan Puskesmas yang menjadi lokus prospek tahun 2020, pembinaan dan pemantauan langsung ke beberapa provinsi. Langkah

15% 15% 15% 15% 0% 0% 0% 5% 0% 2% 4% 6% 8% 10% 12% 14% 16% TW I TW II TW III TW IV Target

(47)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 41 percepatan ini dapat meningkatkan capaian walaupun belum memenuhi target.

2. Pemerintah daerah provinsi dan kabupaten/kota mengalami kendala dalam melakukan pembinaan langsung ke Puskesmas karena kondisi pandemi. 3. Terdapat beberapa kondisi Puskesmas yang tidak dapat diintervensi dalam

waktu singkat karena terkait dengan siklus perencanaan dan anggaran di daerah.

Rencana Tindak Lanjut :

1. Melakukan koordinasi intensif untuk pembahasan lanjutan di bagian hukum untuk proses penetapan pedoman.

2. Segera melakukan sosialisasi pedoman kepada seluruh dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kab/kota dan Puskesmas yang telah tercantum dalam KMK 482/2019 tentang Puskesmas sebagai Percontohan apabila telah ditetapkan pemberlakuannya.

3. Melakukan pembinaan, pemantauan serta penilaian secara langsung kepada sasaran target yang menjadi lokus prospek tahun 2021 dan dimulai pada Triwulan I Tahun 2021.

4. Mengembangkan instrumen Monitoring dan Evaluasi Pembinaan ke Puskesmas berbasis elektronik untuk memudahkan melakukan pemantauan dan penilaian progress pembinaan ke Puskesmas termasuk pemenuhan kriteria/kelayakan terkait Puskesmas sebagai percontohan.

Keuangan :

Total anggaran yang dialokasikan untuk mendukung capaian kinerja tahun 2020 dalam mendukung indikator Persentase kabupaten/kota yang memiliki Puskesmas sebagai percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terpadu (SISRUTE) adalah sebesar Rp 569.931.000 dengan realisasi Rp 554.937.620 atau 97.30%.

Adapun kegiatan yang mendukung kegiatan pencapaian indikator Persentase kabupaten/kota yang memiliki Puskesmas sebagai percontohan dan telah menerapkan Sistem Rujukan Terpadu (SISRUTE) adalah sebagai berikut : 1. Penyusunan NSPK Pelayanan Kesehatan Primer di Puskesmas

 Rapat Koordinasi Penyusunan NSPK dalam rangka Persiapan Pertemuan Penyusunan NSPK Pedoman Pembinaan Puskesmas

(48)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 42 Rapat dilaksanakan pada tanggal 15 Januari 2020 di ruang Rapat 408 Lantai 4 Gedung Prof Adhyatma Jakarta. Rapat dipimpin oleh Kasubdit Puskesmas. Tujuan pertemuan: Persiapan Pertemuan Penyusunan NSPK. Metode kegiatan dengan cara pemaparan materi, diskusi tanya-jawab.

 Peserta rapat:

Rapat dihadiri oleh pejabat/staf di lingkungan Kementerian Kesehatan yaitu perwakilan dari Dit.Mutu dan Akreditasi Yankes, Dit. Fasyankes, Dit. Kesehatan Keluarga, Dit.P2PML (Subdit Infem dan Subdit TB). Dit.P2PTM, (Subdit Kelainan Darah), Pusat Analisis dan Determinan Kesehatan, Pusdatin, Pusrengun, Dit. Yankes Primer (Subdit Praktik Perorangan, Kasie Penunjang Yankes Puskesmas, Staf Subdit Puskesmas).

 Output :

1) Persiapan pertemuan penyusunan NSPK dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer di Puskesmas

2) Disepakati materi-materi yang akan dipaparkan pada pertemuan 3) Disepakati langkah-langkah dan mekanisme pembinaan oleh Tim

Pembina Terpadu (TPT) dan langkah-langkah pembinaan ke Puskesmas sebagai percontohan

 Keuangan

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.8.340.000,- dengan realisasi Rp.8.030.000,- atau 96,28%.

 Foto Kegiatan

Dokumentasi Rapat Koordinasi Penyusunan NSPK dalam rangka Persiapan Pertemuan Penyusunan NSPK Pedoman Pembinaan

(49)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 43

 Pertemuan Penyusunan NSPK dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer di Puskesmas.

Pertemuan dilaksanakan pada tanggal 12–14 Februari 2020 di Hotel Aryaduta, Jakarta. Pertemuan dibuka oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, didampingi oleh Direktur Sinkronisasi dan Urusan Pemerintah Daerah III Kemendagri. Tujuan pertemuan: Pembahasan dan penyusunan Rancangan Petunjuk Teknis Pembinaan Puskesmas, agar dapat digunakan sebagai acuan bagi Dinas Kesehatan kabupaten/kota dan provinsi untuk melakukan pembinaan ke Puskesmas dalam mewujudkan Puskesmas Ideal di kabupaten/kota.

Metode kegiatan dengan cara pemaparan materi, diskusi kelompok dan tanya-jawab. Pemaparan materi terdiri dari: Arah Kebijakan Puskesmas, Penguatan Kinerja Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota Dalam Pencapaian Prioritas Nasional, Rancangan Juknis Pembinaan Puskesmas, Rancangan Instrumen Monitoring dan Evaluasi Pembinaan ke Puskesmas, Petunjuk Diskusi Kelompok dan Kesepakatan serta Rencana Tindak Lanjut.

 Peserta pertemuan:

Peserta pusat terdiri dari perwakilan Sesditjen Yankes, Dit. Fasyankes, Dit. Mutu dan Akreditasi Yankes, Dit. P2PML, Dit. P2PTM, Dit. Kesling, Dit. Yanfar, Pusrengun, Puskatmutu SDMK, PADK, Pusdatin, P2JK, Subdit Klinik, Subdit Praktik Perorangan, Subag TU Dit.PKP, Fathinah Ranngauni Fardy, Tim UPN, Subdit Puskesmas. Peserta daerah terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan Propinsi (Sumatera Utara, Lampung, D.I Yogyakarta, Gorontalo), perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ( Kab. Deli Serdang, Kota Metro, Kab. Kulon Progo), perwakilan Puskesmas di kab/kota terpilih (Batang Kuis, Yosomulyo, Kalibawang, Puskesmas Kabila).

 Output:

Finalisasi rancangan Pedoman Pembinaan Terpadu Dinas Kesehatan ke Puskesmas.

 Keuangan

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.227.261.000,- dengan realisasi Rp.220.730.250,- atau 97,13%.

(50)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 44  Foto Kegiatan

Dokumentasi Pertemuan Penyusunan NSPK dalam Penguatan Pelayanan Kesehatan Primer di Puskesmas

2. Pertemuan LP/LS Pelayanan Kesehatan Primer dalam Penguatan Puskesmas Percontohan

 Sosialisasi Rancangan Pedoman Dinas Kesehatan dalam Pembinaan ke Puskesmas

Sosialisasi diselenggarakan secara video conference dengan menggunakan aplikasi zoom meeting dan you tube live streaming. Rapat dibuka oleh Direktur Pelayanan Kesehatan Primer, dengan narasumber Kasubdit Puskesmas, Kasi Penunjang Yankes Puskesmas dan Tim Pengembang aplikasi, dimoderatori oleh dr. Era Renjana. Tujuan rapat adalah melakukan sosialisasi rancangan Pedoman Dinas Kesehatan dalam Pembinaan Puskesmas, Pemantauan dan Pembinaan Puskesmas sebagai percontohan.

(51)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 45  Metode kegiatan: pemaparan materi rancangan pedoman, instrumen

monev pembinaan ke Puskesmas, diskusi tanya-jawab.  Peserta rapat:

1) Gelombang I (Senin 16 November 2020) adalah pejabat/staf perwakilan dari Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Bagian Hukormas Ditjen Yankes, Kasi Yankes Subdit Puskesmas, staf subdit Puskesmas, perwakilan Dinkes Provinsi (Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah), 35 dinkes kab/kota terpilih di 3 provinsi tersebut, 35 Puskesmas lokus percontohan di kabupaten/kota terpilih dengan jumlah peserta rapat termasuk yang mengikuti live streaming melalui you tube sebanyak 290 orang.

2) Gelombang II (Selasa 17 November 2020) diikuti oleh pejabat/staf perwakilan dari Direktorat Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Direktorat Fasilitas Pelayanan Kesehatan, Bagian Hukormas Ditjen Yankes, Kasi Yankes Subdit Puskesmas, staf subdit Puskesmas, perwakilan Dinkes Provinsi (DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali), 35 dinkes kab/kota terpilih di 4 provinsi tersebut, 35 Puskesmas lokus percontohan di kabupaten/kota terpilih dengan jumlah peserta rapat termasuk yang mengikuti live streaming melalui you tube sebanyak 306 orang.

 Output:

1) Terlaksananya sosialisasi rancangan Pedoman Dinas Kesehatan dalam Pembinaan Puskesmas, sehingga memiliki pemahaman yang sama terkait konsep pembinaan Puskesmas dan instrumen monitoring dan evaluasi pembinaan ke Puskesmas kepada dinas kesehatan provinsi, dinas kesehatan kabupaten/kota dan Puskesmas lokus prospek tahun 2020.

2) Kesepakatan dan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Puskesmas, dinkes provinsi, dinkes kab/kota dan Dit. Yankes Primer.

(52)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 46  Foto Kegiatan

Dokumentasi Rapat Sosialisasi Rancangan Pedoman Dinas Kesehatan dalam Pembinaan ke Puskesmas Gelombang I

Dokumentasi Rapat Sosialisasi Rancangan Pedoman Dinas Kesehatan dalam Pembinaan ke Puskesmas Gelombang II

(53)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 47

 Rapat Pembahasan Hasil Pengisian Instrumen Monitoring dan Evaluasi Pembinaan ke Puskesmas,

 Rapat diselenggarakan secara video conference dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. Rapat dibuka oleh Kasubdit Puskesmas dimoderatori oleh Kasi Penunjang Yankes Subdit Puskesmas. Tujuan pertemuan adalah pembahasan hasil pengisian Instrumen Monev pembinaan ke Puskesmas.

 Metode kegiatan dengan cara pemaparan hasil pengisian instrumen, diskusi tanya-jawab.

 Peserta Rapat:

1) Gelombang I (30 November 2020) dihadiri oleh Kasubdit Fasyankes Primer, perwakilan Setditjen Kesmas, perwakilan Dinkes Provinsi (Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Tengah), 35 dinkes kab/kota

(54)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 48 terpilih di 3 provinsi tersebut, 35 Puskesmas lokus percontohan di kabupaten/kota terpilih, dan staf Dit.PKP dengan jumlah peserta sebanyak 115 orang.

2) Gelombang II (1 Desember 2020) Kasubdit Mutu dan Akreditasi Fasyankes Primer, perwakilan Setditjen Yankes, Setditjen Kesmas, Setditjen P2P, Tim pengembang Aplikasi, perwakilan Dinkes Provinsi (DKI Jakarta, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali), Dinkes kab/kota terpilih di 4 provinsi tersebut, 35 Puskesmas sebagai percontohan di kab/kota terpilih, pejaba/staf Dit.PKP, dengan jumpah peserta sebanyak 117 orang.

 Output :

1) Diperoleh pemetaan Puskesmas, dinas kesehatan kab/kota dan dinas kesehatan provinsi yang telah melakukan pengisian instrumen monitoring dan evaluasi pembinaan ke Puskesmas. 2) Disepakati masukan untuk penyempurnaan instrumen

3) Disepakati rencana tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Puskesmas, dinkes kab/kota, dinkes provinsi dan Kementerian Kesehatan.

 Keuangan

Kegiatan telah dilaksanakan dengan total angggaran untuk kegiatan ini sebesar Rp.65.590.000,- dengan realisasi Rp.60.625.000,- atau 92,43%.

(55)

LAKIP DIREKTORAT PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TAHUN 2020 49  Foto Kegiatan

Dokumentasi Rapat Pembahasan Hasil Pengisian Instrumen Monev Pembinaan ke Puskesmas, Gelombang I

Dokumentasi Rapat Pembahasan Hasil Pengisian Instrumen Monev Pembinaan ke Puskesmas, Gelombang II

Gambar

Tabel 1. Matriks Indikator Kinerja Direktorat Pelayanan Kesehatan Primer
Grafik perbandingan target dan capaian indikator
Grafik perbandingan target dan capaian indikator
Grafik Perbandingan target dan capaian indikator

Referensi

Dokumen terkait