• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dengan panjang garis pantainya 8,38 km dan dikelilingi Teluk Parepare, Parepare lebih berfungsi sebagai kota pelabuhan yang menjadi poros penghubung aktivitas pelayaran laut dan perdagangan antar pulau khususnya antara Sulawesi bagian Selatan, Kalimantan bagian Timur dan Pulau Jawa. Kota Parepare dan

pelabuhan-pelabuhannya yang ada

sangat mendukung aktivitas

perdagangan/niaga serta pelayanan jasa lainnya yang menaungi baik dalam lingkup sekitar Kota Parepare sendiri, maupun lintas kabupaten/kota sekitarnya seperti Pangkajene dan Kepulauan, Pinrang, Barru, serta Sidenreng Rappang dan

Enrekang (“Ajattapareng”), hingga

Makassar dalam lingkup provinsi Sulawesi Selatan, antar provinsi yaitu dengan Jawa Timur, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan, bahkan antar negara yaitu Malaysia di bagian Utara Kalimantan. Untuk jenis-jenis komoditas produk olahan hasil perikanan laut di sekitar Parepare, hingga saat ini belumlah mewujud menjadi industri pengolahan yang maju dan kuat. Pada umumnya masyarakat pesisir masih sebatas mengolah secara tradisional dan seadanya. Belum optimalnya pengelolaan usaha pengolahan hasil perikanan laut

yang dikelola masyarakat pesisir

Parepare, perlu diatasi dengan adanya peningkatan kapasitas (capacity building)

misalnya dalam bentuk

pelatihan/workshop dan pendampingan

mengenai pengelolaan usaha bagi

kelompok nelayan. Aspek-aspek

manajemen usaha ini antara lain

mencakup peningkatan motivasi

entrepreneurship, penanganan pasca

panen, peningkatan aspek teknis

produksi, penerapan teknologi tepat guna mendukung produksi, pemeliharaan dan pengendalian mutu, perencanaan bisnis (business plan), termasuk perencanaan

pemasaran (marketing plan) dalam

kaitannya dengan meningkatkan nilai tambah (added value) produk hasil perikanan yang meningkatkan pendapatan nelayan.

Kualitas dan kontinuitas penyediaan

produk-produk perikanan laut yang diolah masyarakat pesisir seperti rumput laut keringan, abon ikan tuna dan ikan kering (ikan asin) masih belum maksimal, sehingga kurang diminati pasar atau

masih belum mampu memenuhi

permintaan pasar dalam jumlah besar dan kontinyu.

Contoh produk abon ikan tuna yang

dilbuat oleh “Usaha Lela Mandiri”,

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

ketidakstabilan jumlah bahan baku berupa ikan tuna, fluktuatifnya volume produksi karena keterbatasan bahan baku ikan tuna, juga pada penanganan pasca panen ikan tuna dan pengolahannya yang

kadang belum memenuhi standard

hygienis, dan hasil akhir berupa abon ikan tuna kemasannya kurang menarik.

Rantai pemasaran (market chain) telah terbentuk dari aktivitas penjualan abon ikan tuna, yaitu dari Parepare ke Makassar, Parepare ke Samarinda dan Parepare ke Surabaya. Namun demikian tidak semua dapat dipenuhi, karena keterbatasan kuantitas volume produksi.

Sehingga karenanya hanya sedikit

keuntungan yang diperoleh masyarakat pesisir, dan relatif kurang memberikan

nilai tambah (added value) secara

ekonomis. Hal ini dialami misalnya oleh

sebagian anggota Kelompok “Putri

Duyung” di Watan Soreang, Kecamatan

Soreang, dan Sedangkan pada

pengeringan ikan (ikan asin) yang dialami

Kelompok nelayan “Bersahaja” di

Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat permasalahannya adalah kurangnya sarana produksi dan kekurangan modal usaha.

Keterbatasan jangkauan pemasaran

produk pengolahan hasil perikanan laut perlu diatasi dengan penyediaan informasi pasar secara luas kepada masyarakat pesisir dan kelompok usaha nelayan. Hasil studi pemasaran diperlukan untuk mengungkap potensi pasar dari komoditas perikanan laut, aksesibilitasnya, beserta

jejaring dan intervensi fungsional yang

diperlukan untuk membentuk atau

memperkuat keterkaitan supply chain dan

mendorong potensi pengembangan

usaha, penyerapan tenaga kerja sektor informal di sektor perikanan.

Peran dari sektor terkait lain seperti Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi dan

UKM, Perguruan Tinggi, Kantor

Ketahanan Pangan dan Penyuluhan, serta

stakeholders lain bisa dimaksimalkan untuk mendukung hal ini. Optimalisasi

pemasaran dapat dimulai dari

membangun kesepahaman dan

kesepakatan kemitraan berusaha dengan para pelaku dunia usaha /sektor riil

sehingga hasil-hasil produk olahan

perikanan laut dapat terserap pasar. .

Aspek penjualan dan pemasaran hasil-hasil produksi masyarakat pesisir perlu ditingkatkan dan dijaga mutunya sehingga dapat memberikan nilai tambah yang

menguntungkan masyarakat. Dengan

bekerjasama dan berkolaborasi bersama

stakeholders lain, maka upaya peningkatan pendapatan rumah tangga masyarakat pesisir dapat terintegrasi

dengan program-program pemerintah

lainnya untuk pengentasan kemiskinan. Hal ini jika secara konsisten dan terpadu dilakukan, pada gilirannya diharapkan akan dapat mampu menggerakkan dan melakukan perubahan sosial ekonomi budaya masyarakat pesisir di lokasi-lokasi

sasaran proyek sebagaimana tujuan

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

masyarakat pesisir secara terpadu dan berkelanjutan.

Status dari potensi komoditas / produk yang akan ditetapkan sebagai unggulan Parepare masih memerlukan pengkajian lebih intensif baik dari PIU Parepare yang

dibantu konsultan pemasaran dan

pemberdayaan masyarakat bekerjasama dengan tim peneliti market study dari Universitas Hasanuddin. Hingga saat akhir tahun 2013, komoditas unggulan /

produk unggulan dari CCDP-IFAD

Parepare yang akan ditetapkan dan akan

didorong untuk selanjutnya

dikembangkan, masih sementara dikaji dan didiskusikan dengan PIU, konsultan dan tim market study dari Universitas Hasanuddin. Setidaknya ada beberapa potensi komoditas yang dapat didorong dikembangkan lebih lanjut antara lain adalah abon ikan dan ikan teri olahan. Yang lain adalah bandeng tanpa duri, ata

bandeng asap, souvenir handycraft

tempat tisue dari cangkang kerang, dan yang mungkin dikembangkan adalah sentra wisata kuliner makanan laut (sea

food). Sedangkan rumput laut walaupun

sudah berjalan, namun jika akan

ditingkatkan lagi produksi dan kualitasnya kelihatannya kurang prospektif, mengingat keterbatasan luas areal lahan yang dapat dibudidayakan untuk rumput laut, dan kebanyakan lokasi di Parepare sudah dipadati lalu lintas kapal laut dan perahu. Untuk mengembangkan dan mendorong adanya nilai tambah bagi hasil-hasil produksi perikanan di sekitar Parepare

maka bentuk yang dapat dikembangkan adalah : RUMAH PRODUKSI – OLAHAN

HASIL PERIKANAN .

Menjadikan Kota Parepare sebagai :

Sentra Pengumpulan - Pengolahan

-Penjualan – Pemasaran hasil-hasil

perikanan, di mana bentuknya semacam tempat pengumpulan, tempat pengolahan, tempat produksi, tempat pengemasan, tempat pelatihan atau pembelajaran bagi masyarakat baik dari Kota Parepare sendiri maupun dari luar Parepare, ataupun bagi pengunjung atau tamu yang berkunjung, ingin melihat dan mengetahui

cara pengolahan produk ikan, dan

sekaligus outlet display atau penyajian contoh produk hasil perikanan olahan yang dilakukan oleh masyarakat pesisir Parepare. Misalnya antara lain : abon ikan tuna, bajabu, ikan teri goreng, ikan asin, ikan asap, bandeng tanpa duri, bandeng asap, nugget ikan, bakso ikan, dodol rumput laut, manisan/permen rumput laut. “Rumah Produksi Olahan Hasil Perikanan” dapat melayani pangsa pasar (market

share) dan konsumen skala Kota

Parepare sendiri, skala regional

Ajattappareng (yaitu mengumpulkan dan

menerima serta menjual hasil-hasil

perikanan dari hinterland seperti :

Pangkajene, Sidrap, Barru, Pinrang dan

sekitarnya), skala regional Sulawesi

Selatan (daerah Enrekang, Wajo, Tana Toraja) dan Sulawesi Barat (Majene, Mamuju) hingga antar provinsi yaitu

Kalimantan Timur (Samarinda,

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

produksi ini dapat mengumpulkan, mengolah, menjual dan memasarkan hasil-hasil produksi perikanan masyarakat pesisir baik dari dalam Kota Parepare sendiri maupun dari luar Parepare, dalam skala antar Kabupaten/kota dari daerah

hinterland di sekitarnya i sekitar

Ajattapareng (Sidrap, Barru, Pinrang, Pangkep, Enrekang, Wajo dan sekitarnya) hingga Sulawesi Selatan Tana Toraja , Sulawesi Barat Mamuju Majene, antar provinsi Kalimantan Timur.

Visi yang ingin dibangun dari “Rumah Produksi Olahan Hasil Perikanan” adalah menjadi : sentra produksi, pengolahan,

penjualan dan pemasaran hasil – hasil perikanan berbasis masyarakat , yang sehat, murah dan berkualitas.

Untuk menuju kesana maka langkah-langkah strategis perlu dilakukan dengan

menyusun dan menetapkan roadmap

pengembangan usaha perikanan laut

berbasis masyarakat di Parepare.

Langkah strategis termasuk penyusunan dan pengembangan Rencana Pemasaran Produk/Komoditas ini masih memerlukan kajian lebih mendalam, pertemuan intensif dan sosialisasi intensif dengan segenap pemangku kepentingan di Parepare dan sekitarnya. Terkait dengan hal ini maka akan difollow up dengan pertemuan-pertemuan intensif dengan PIU dan Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

(District Oversight Board) Parepare.

Strategi pengembangan dan pemasaran yang dapat dilakukan adalah “panen - olah

- jual”, yaitu setelah hasil-hasil perikanan laut dipanen, maka dilanjutkan dengan pengolahan melalui serangkaian kegiatan

yang akan diintervensi berikutnya,

misalnya teknik pengumpulan,

penanganan pasca pengumpulan,

pemilihan dan penyortiran, pembersihan, dan pengolahan menjadi produk lanjutan,

sertifikasi, pengemasan, pelabelan,

penetapan harga penjualan, hingga

akhirnya penjualan/pemasaran. Strategi yang dapat dilakukan antara lain bauran

pemasaran (mix marketing),

penjualan/pemasaran sistem titip dan bayar (konsinyasi) melalui outlet toko

supermarket lokal Parepare, dan

kabupaten sekitarnya seperti Pinrang, Barru, Pangkep, hingga Kota Makassar. Sedangkan untuk pasar yang lebih luas,

bisa menjangkau Kalimantan Timur,

seperti Samarinda, Balikpapan, Pasir, Nunukan dan Tarakan. Bentuk spesifik

infrastruktur penunjang usaha yang

diusulkan untuk dapat menunjang aspek pemasaran ini adalah rumah kemasan, rumah produksi atau rumah niaga. Hal ini terutama karena kemasan yang dari produk olahan seperti abon ikan dan ikan teri di Parepare masih sangat terbatas. Di rumah kemasan atau rumah produksi ini akan dapat dilengkapi dan ditingkatkan kualitasnya. Lebih detail terkait rencana penjualan dan pemasaran akan dibahas lebih lanjut dengan tim peneliti dari Universitas Hasanuddin dan konsultan pemasaran PMO.

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

PEMANTAUAN, EVALUASI DAN