Pengelolaan Proyek
KOMPONEN 3. Pengelolaan Proyek 1. Pembentukan Kelembagaan PIU
Pembentukan kelembagaan PIU
ditetapkan melalui Surat Keputusan Walikota Parepare Nomor 63 Tahun 2013, tanggal 7 Maret 2013. Adapun susunan kelembagaan Tim PIU Kota Parepare tahun 2013 sebagai berikut:
Pembina : Walikota Parepare
Ketua PIU CCDP IFAD Kota Parepare Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan Kota Parepare
Sekretaris PIU CCDP IFAD Kota Parepare
Ir. NASIR, M.Si
Pejabat Penandatanganan SPM MUH. AKIB Bendahara RUPIA Perencanaan YULIANA, S.Pi.M.Si SAKIP : HARWATI, S.Pi MONEV : ELYYUSMA, S.Pi
Pengadaan Barang dan Jasa : Ir. MUSTAKIM
Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan dan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir:
ANDI ABDILLAH, S.Pi
Pembangunan Ekonomi Berbasis Kelautan :
ANNA ARIFIN, S.Pi
2. Rekruitmen TPD/Fasilitator
Proses rekruitmen TPD mulai
dilaksanakan pada tanggal 7 – 10 Januari 2013, sedangkan penyuluhnya
adalah penyuluh perikanan yang
bertugas di masing-masing kelurahan pesisir dan ditetapkan melalui Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Nomor 26 Tahun 2013 tanggal 28 Maret 2013 dengan susunan yaitu
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
Ishma Aprilia dan Iswahyudin di Kelurahan Watansoreang, Rezki Ashari dan Hastuti di Kelurahan Labukkang, Muh Jafar dan Rasmi Jaya Indah Sari di Kelurahan Sumpang Minangae.
3. Pembentukan Komite Pesisir (DOB)
Proses pembentukan Komite
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
(DOB) dilaksanakan dengan
pemberitahuan melalui surat atau email ke instansi yang bersangkutan dan melalui pengumuman, dan ditetapkan
melalui Surat Keputusan Kuasa
Pengguna Anggaran Nomor: 23.b Tahun 2013 Tanggal 21 Maret 2013.
Adapun susunan keanggotaannya
adalah sebagai berikut.
Dinas Kelautan Perikanan Sulawesi Selatan : Ir.H.Andi Chairil Anwar, MM Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Parepare : Ir.H.Zahrial Djafar B.,MM
UPT KP3K KKP – BPSPL Makassar : Andi Jaya, A.Pi.
LSM : Badius, SE
Perguruan tinggi : Andi Adam Malik, S.Pi.,M.Si.
Satuan Kerja Dinas Kelautan Perikanan Parepare : Ir.Habsa Bone,M.Si.
Pengusaha perikanan : Nurlela
4. Sosialisasi Desa di 6 Desa
Tahun 2013 Sosialisasi Desa
dilaksanakan di 6 (enam) kelurahan yakni Kelurahan Watang Soreang,
Kelurahan Labukkang, Kelurahan
Sumpang Minangae, Kelurahan
Lakessi, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Lumpue. Sosialisasi desa tahap pertama mulai tanggal 10, 11, dan 12 April 2013. Tahap kedua tanggal 22 – 23 Oktober 2013 dengan
peserta 50 orang per kelurahan.
Kegiatan ini adalah kegiatan paling awal yang dilaksanakan oleh Tim PIU untuk mensosialisasikan proyek CCD-IFAD kepada masyarakat pesisir. Pada
awalnya masyarakat pesisir tidak
langsung menerima proses sosialisasi ini karena mereka ingin mendapatkan bantuan secara langsung seperti yang selama ini terjadi. Terkendala juga dengan adanya bantuan model dari PUMP tangkap, PUMP budidaya dan PUMP P2HP yang sepertinya secara instant mereka mendapatkan bantuan tersebut. Jumlah bantuannya pun
masyarakat banding-bandingkan
(jumlah bantuan PUMP lebih besar dari bantuan IFAD). Tetapi lama kelamaan seiring berjalannya waktu dengan
kegiatan-kegiatan yang lain
masyarakat mulai memahami dan
mulai menerima proyek CCD-IFAD ini.
Tim PIU bersama konsultan,
TPD/penyuluh bekerjasama untuk
memberikan pemahaman tentang
proyek CCD-IFAD. Tim PIU
memperkenalkan tentang kelompok yang terlibat yakni kelompok usaha, kelompok infrastruktur, dan kelompok pengelolaan sumberdaya alam yang beranggotakan 8 – 10 orang dengan
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
tugas dan perannya masing-masing. Tidak seperti halnya dengan kelompok yang terbentuk selama ini, di mana
hanya kelompok nelayan
penangkapan, tetapi dalam CCDP
IFAD ini mengakomodir kelompok budidaya, kelompok pemasar/penjual, kelompok nelayan tangkap, kelompok pengolah abon ikan dan sebagainya.
5. Penilaian Desa Berbasis Masyarakat di 9 desa
Tahun 2013 Penilaian Desa berbasis
Masyarakat dilaksanakan di 9
(sembilan) kelurahan yakni Kelurahan
Watang Soreang, Kelurahan
Labukkang, Kelurahan Sumpang
Minangae, Kelurahan Lakessi,
Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan
Lumpue, Kelurahan Tiro Sompe,
Kelurahan Cappa Galung, Kelurahan Kampung Pisang yakni tanggal 16-20 Desember 2013 dengan peserta 40 orang perkelurahan. Hasil dari kegiatan ini adalah masyarakat pesisir telah memahami tentang kegiatan-kegiatan
proyek CCD-IFAD dan Kelompok
usaha maupun kelompok infrastruktur melaporkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan.
6. Pertemuan Desa di 9 desa
Tahun 2013 Pertemuan Desa
dilaksanakan di 9 (sembilan) kelurahan yakni Kelurahan Watang Soreang,
Kelurahan Labukkang, Kelurahan
Sumpang minangae, Kelurahan
Lakessi, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Lumpue, Kelurahan Tiro Sompe, Kelurahan Cappa Galung,
Kelurahan Kampung Pisang.
Pertemuan Desa tahap pertama mulai tanggal 29 - 31 Mei 2013. Tahap kedua tanggal 23 – 26 Oktober 2013 dengan peserta 50 orang per kelurahan. Pada
kegiatan ini dibahas tentang
perencanaan desa selama 3 tahun kedepan yang berbasis kelautan dan perikanan.
7. Pelatihan Kelompok Masyarakat (Pokmas) di 9 desa
Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas
Kelompok Masyarakat (Pokmas)
dilaksanakan di 9 (sembilan) kelurahan yakni Kelurahan Watang Soreang,
Kelurahan Labukkang, Kelurahan
Sumpang minangae, Kelurahan
Lakessi, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Lumpue, Kelurahan Tiro Sompe, Kelurahan Cappa Galung, Kelurahan Kampung Pisang. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat (Pokmas) tahap pertama mulai tanggal 6 – 7 september 2013. Tahap kedua tanggal 9 – 11 Desember 2013 dengan peserta 60 orang per kelurahan.
Pada kegiatan ini, kelompok
masyarakat pesisir diberikan pelatihan tentang bagaimana mengelola dana
bantuan yang, baik, bagaimana
berkelompok dan cara pembuatan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
(RDKK) dalam kaitannya dengan
penyusunan proposal kelompok.
8. Inventory Sumberdaya di 9 desa
Penyusunan profil sumberdaya pesisir dari kelurahan kelurahan yang menjadi
lokasi sasaran CCDP IFAD ini
merupakan bentuk kegiatan dari
kegiatan Inventory Sumberdaya ini.
Pelaksanaannya dilakukan dengan
bantuan pihak konsultan swasta di
bidang survey, pemetaan,
perencanaan dan pengelolaan sumber daya pesisir dimana penyusunannya
melibatkan partisipasi masyarakat
dilaksanakan di 9 (sembilan) kelurahan
yakni Kelurahan Watan Soreang,
Kelurahan Labukkang, Kelurahan
Sumpang Minangae, Kelurahan
Lakessi, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Lumpue, Kelurahan Tiro Sompe, Kelurahan Cappa Galung.
9. Pelatihan Co-Management Group di 9 desa
Tahun 2013 Pelatihan Co-Management
Group bagi masyarakat pesisir
dilaksanakan di 9 (sembilan) kelurahan yakni Kelurahan Watang Soreang,
Kelurahan Labukkang, Kelurahan
Sumpang minangae, Kelurahan
Lakessi, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Lumpue, Kelurahan Tiro Sompe, Kelurahan Cappa Galung, Kelurahan Kampung Pisang. Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kelompok
Masyarakat (Pokmas) dilaksanakan
pada tanggal 11 – 15 November 2013 dengan peserta 20 orang per kelurahan
mewakili kelompok pengelolaan
sumberdaya alam. Pada kegiatan ini,
kelompok membahas tentang
permasalahan pesisir yang dihadapi,
kelompok dilatih bagaimana agar
ekosistem pesisir bisa lestari,
bagaimana mengelola wilayah pesisir
terpadu agar berkelanjutan.
Masyarakat mulai memahami bahwa ekosistem pesisir sangat penting untuk
dijaga dan dilestarikan demi
kepentingan bersama.
10. Pembangunan Pondok Informasi di 9 desa
Tahun 2013 Pembangunan Pondok Informasi dilaksanakan di 9 (sembilan)
kelurahan. Adapun kemajuan
penyelesaian pondok informasi pada 9 kelurahan tersebut adalah sebagai berikut:
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
Tabel 10. Pembangunan Pondok Informasi di Kota Parepare Tahun 2013
11. Detailed Village Co-Management Plan di 9 desa
Kegiatan ini dilaksanakan di 9
(sembilan) kelurahan yakni Kelurahan
Watang Soreang, Kelurahan
Labukkang, Kelurahan Sumpang
minangae, Kelurahan Lakessi,
Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan
Lumpue, Kelurahan Tiro Sompe,
Kelurahan Cappa Galung, Kelurahan Kampung Pisang pada tanggal 20 – 21 November 2013 dan tanggal 5 – 6 desember 2013 dengan peserta 20 orang per kelurahan lebih khusus dari kelompok pengelolaan sumberdaya alam.
Pada kegiatan ini, kelompok
masyarakat pesisir khususnya
kelompok pengelolaan sumberdaya
alam diberikan pelatihan tentang
bagaimana mengelola sumberdaya
pesisir secara berkelanjutan dan
membuat perencanaan-perencanaan
kelompok terkait pengelolaan bersama dalam wilayah pesisir.
12. Workshop Coastal Marine Resources management
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Kenari Bukit Indah pada tanggal 2 – 3 oktober 2013. Pihak yang terlibat adalah konsultan pemberdayaan dan konsultan pemasaran, narasumber dari
perguruan tinggi (Universitas
Hasanuddin), Kejaksaan, Polairud,
Lantamal, tim monev KP3K, pemkot
Parepare, PIU Parepare, Komite
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir,
tokoh masyarakat dan LSM lokal di Parepare. Hasil dari kegiatan ini adalah adanya masukan dari berbagai pihak bagi kebijakan di bidang pengelolaan
sumberdaya kelautan, pesisir dan
pulau-pulau kecil di Parepare dan
sekitarnya.
NO KELURAHAN PELAKSANAAN Progress
pembangunan pondok informasi
1. WATTANG SOREANG 11 Desember 2013 70%
2. LABUKKANG 11 Desember 2013 90 %
3. SUMPANG MINANGAE 11 Desember 2013 95%
4. KAMPUNG BARU 11 Desember 2013 95%
5. CAPPA GALUNG 11 Desember 2013 95%
6. LUMPUE 11 Desember 2013 100%
7. TIRO SOMPE 11 Desember 2013 80%
8. LAKESSI 11 Desember 2013 60%
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013 13. Fasilitasi P3MP 1 kali
Kegiatan ini dilaksanakan di
sekretariat CCDP-IFAD pada
tanggal 4 November 2013. Pihak yang terlibat adalah konsultan
pemberdayaan dan konsultan
pemasaran, perguruan tinggi
(Universitas Muhammadiyah
Parepare), utusan dari Pemkot
terkait pengelolaan pesisir
danpemberdayaan masyarakat,
PIU parepare, Komite
pemberdayaan Masyarakat Pesisir, tokoh masyarakat dan LSM lokal, tokoh pemuda dan penyuluh dalam
lingkup Parepare. Hasil dari
kegiatan ini adalah terbentuknya
tersosialisasinya pembentukan
lembaga P3MP, teridentifikasinya
isu dan permasalahan sosial
budaya ekonomi dan lingkungan,
serta terbentuknya P3MP Kota
Parepare dengan Surat Keputusan Kuasa Pengguna Anggaran Nomor
65.a Tahun 2013 tanggal 6
november 2013 dengan susunan pengurus sebagai berikut:
Ketua : Badius, SE; Sekretaris : Eva Mustika, S.Pd.
Anggota : Musakkar, SE, Abu Ubaedah, Nurlela, Achmad Yani, SH, Amran, Muh. Yunus, S.Pi, Syamsir Mallinoang, Ahmad Hale, Ali Hafid, Andi Abdillah, S.Pi., Ashari, SH, Bahtiar, Abd. Mannan, S.Pd, Nungka
14. Pelatihan sistem Monev 1 kali
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Kenari Bukit Indah pada tanggal 23 november 2013 yang dihadiri oleh kelompok pengelolaan sumberdaya alam dengan peserta sebanyak 40 orang. Pihak yang terlibat adalah
konsultan pemberdayaan dan
konsultan pemasaran, narasumber dari perguruan tinggi (Universitas Muslim Indonesia), TPD, utusan dari Peomkota
Parepare, PIU parepare, Komite
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir,
para penyuluh perikanan. Telah
dilaksanakan dengan materi mengenai bagaimana urgensi mengelola sumber daya pesisir, pendekatan partisipatif dalam pengelolaan pesisir, metode melakukan pendataan monitoring dan evaluasi dalam pengelolaan sumber daya pesisir di suatu daerah. Pada acara ini juga secara resmi Walikota
Parepare menyerahkan simbolis
bantuan dana BLM kepada kelompok usaha dari masing-masing kelurahan yang menjadi sasaran proyek ini.
15. Penyaluran BLM di 3 desa
Kegiatan ini dilaksanakan di 3
kelurahan yakni Kelurahan Watang
Soreang, Kelurahan Labukkang,
Kelurahan Sumpang Minangae. BLM (Bantuan Langsung Masyarakat) ini diberikan dengan tujuan untuk menjadi
dorongan / stimulir bagi kelompok
usaha dan kelompok infrastruktur
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
kelurahannya masing-masing. Proses
penyusunan proposalnya cukup
memakan waktu dan melibatkan peran
serta tenaga pendamping desa,
penyuluh dan masing-masing pengurus dananggota kelompok. Untuk setiap kelurahan ada 6 kelompok usaha dan satu kelompok infrastruktur. Dana BLM untuk semua 6 kelompok usaha dari 3 kelurahan Watansoreang, Sumpang
Minangae, dan Labukkang yang
disalurkan masing-masing sebesar Rp
30.000.000,- sehingga total =
Rp.540.000.000,- Sedangkan dana
pembangunan Pondok Informasi dari 6 kelurahan Watansoreang, Sumpang
Minangae, Labukkang, Lakessi,
Kampung Pisang, Kampung Baru, Tiro Sompe, Cappagalung, Lumpue adalah
masing-masing Rp.
50.000.000,-sehingga total = Rp.450.000.000,-Sehingga total dana yang disalurkan melalui rekening kelompok masing-masing untuk Kota Parepare pada tahun 2013 ini adalah
Rp.990.000.000,-16. Pelatihan Pemasaran di 9 desa
Kegiatan ini adalah semacam
kunjungan lapangan ke lokasi yang telah berhasil mengembangkan usaha kelautan perikanan dengan tujuan agar
kelompok yang berkunjung dapat
tergugah atau termotivasi dan dapat
belajar untuk melaksanakan usaha
kelautan dan perikanan dan
pemasarannya yang akan
meningkatkan pendapatan masyarakat
pesisir. Kunjungan kali ini ke
Kabupaten Pinrang (kelompok usaha masyarakat pesisir yang melakukan pengolahan hasil perikanan berupa bandeng tanpa tulang). Kelompok
Usaha Bersama yang mengikuti
pelatihan ini sangat tertarik dengan
usaha tersebut dan langsung
mempraktekkan pengolahan ikan
bandeng dengna pencabutan tulang ikan bandeng dengan sabar dan telaten. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 2013 dengan peserta 115 orang yang terdiri dari kelompok usaha, tim PIU, konsultan
pemberdayaan dan konsultan
pemasaran, TPD dan Penyuluh.
Dalam kegiatan ini pula Tim PIU menemukan ada anggota kelompok yang berminat untuk melaksanakan
usaha pengolahan ikan bandeng
menjadi bandeng tanpa tulang yakni di
Kelurahan Lakessi dan Kelurahan
Kampung Baru. Antusiasme
masyarakat belajar mencabut tulang ikan bandeng, dan semangat mereka pun sangat bersemangat karena tidak memerlukan modal yang cukup besar, hanya dengan freezer, pinset, meja kerja, pisau, gunting dan lain-lain. Diharapkan kiranya ke depan kemauan
dan usaha seperti ini dapat
dilaksanakan dan menjadi contoh bagi
kelompok lain yang ada di Kota
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013 17. Pengembangan AIG dan jaringan
Pasar 1 kali
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Kenari Bukit Indah pada tanggal 29 -30 november 2013 yang dihadiri oleh kelompok usaha bersama, beberapa di antaranya adalah mayoritas anggota
kelompok perempuan, kelompok
pemasar, pengusaha ikan yang ada di Parepare dengan peserta sebanyak 42 orang. Pihak yang terlibat adalah
konsultan pemberdayaan dan
konsultan pemasaran, TPD,
narasumber dari Ditjen P2HP-Ditjen KP3K, manager dan staf BRI Cabang Parepare, staf PIU parepare, Komite
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Parepare, penyuluh perikanan, juga
narasumber dosen PERGURUAN
TINGGI (Universitas Muhammadiyah
Parepare). Materinya terutama
mengungkap mengenai bentuk-bentuk
alternative income generating yang dapat dan potensial dilakukan oleh
masyarakat pesisir, pentingnya
mengolah hasil perikanan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dari
hasil perikanan tersebut, dan
bagaimana membangun strategi
pemasaran dan perluasan jaringan pemasaran dari produk lokal dengan pembeli di baik tingkat lokal, regional, nasional bahkan ekspor.
18. Sinkronisasi perencanaan 1 kali
Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Kenari Bukit Indah pada tanggal 12 – 13 Juni 2013 yang dihadiri oleh tim PIU, PMO, lurah, camat, perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, BPSPL, Bappeda, TPD, penyuluh dengan peserta sebanyak 20 orang.
19. Pertemuan Tim Teknis 3 kali
Kegiatan ini dilaksanakan secara
berkala yakni pada tanggal 8 juli, 5 september, 10 Oktober, 21 Oktober
2013. Pertemuan ini membahas
tentang progress perencanaan yang telah dilakukan, bagaimana kondisi
pelaksanaan yang berjalan dan
monitoring proyek CCDP-IFAD Kota Parepare. Pada kesempatan tersebut Komite PMP (DOB) memberikan saran-saran kepada tim PIU demi kelancaran proyek CCD-IFAD
20. Baseline Rims
Kegiatan ini dilakukan setelah ada bimbingan teknis tentang supporting bagi monitoring dan evaluasi CCDP IFAD di Hotel Jayakarta dengan narasumber : Dr.Shaheel Rafique. RIMS dilakukan dengan menggunakan kuesioner standar dari IFAD yang telah
diterjemahkan ke dalam Bahasa
Indonesia oleh PMO. Sebanyak 120 kuesioner telah disebarkan dan diisi, termasuk mengukur berat badan dan tinggi badan anak balita yang menjadi indikator dampak yang dinilai dari
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
proyek IFAD. Meski agak terlambat baru dijanakan pada bulan November 2013, namun dapat terlaksana dengan
kerjasama dari konsultan
pemberdayaan, konsultan pemasaran dengan TPD dan petugas penyuluh perikanan. Kendala yang dihadapi adalah semua lokasi yang dipilih sampel RIMS ini adalah kelurahan baru
untuk perencanaan tahun 2014,
sehingga belum dapat ditentukan target kelompok sebagai beneficiariesnya.
Masalahnya adalah kelompok
masyarakat di lokasi
kelurahan-kelurahan tersebut belum ada, dan baru dibentuk setelah mau dilakukan RIMS ini dengan bantuan petugas penyuluh perikanan. Tentunya hal ini memakan waktu dan menyebabkan hasil RIMS terlambat diserahkan ke PMO di Jakarta. Setelah dilakukan
pengumpulan data, dicek dan
diverifikasi kelengkapannya, kemudian kompilasi kuesioner tersebut dikirimkan
kembali ke PMO Jakarta. Pada
beberapa waktu berikutnya kegiatan RIMS ini juga telah dicek ulang oleh konsultan dari Jakarta yang melakukan verifikasi kelengkapan RIMS Parepare.
21. Annual Outcome Survey (AOS)
Survey ini telah dilakukan pada bulan November dan Desember 2013 oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (FPIK UNHAS)
untuk mengukur secara berkala
perkembangan proyek, khususnya
mengetahui hasil yang telah dicapai dan manfaat yang diperoleh setelah dijalankannya kegiatan-kegiatan dalam kaitannya dengan CCDP IFAD. Lokasi yang dijadikan sampel oleh tim survey AOS dari FPIK UNHAS ini adalah
Watansoreang, dan Sumpang
Minangae mewakili kelurahan yang
mendapat intervensi proyek, dan
Lakessi dan Lumpue yang mewakili
kelurahan yang belum mendapat
intervensi proyek. Dari setiap kelurahan desa yang disurvey dipilih 9 sampel
rumah tangga nelayan atau
masyarakat pesisir secara acak
dengan indikator utama yang dikur meliputi identifikasi rumah tangga, mata pencaharian, ketahanan pangan, produksi kelautan perikanan, akses terhadap pasar, akses terhadap jasa
keuangan di lokasi setempat,
pengembangan usaha dan
ketenagakerjaan, akses terhadap
sumber daya alam dan pemberdayaan.
Hasil Survey Manfaat Tahunan
menunjukkan bahwa secara umum
karakter rumah tangga penerima
manfaat dan bukan penerima manfaat adalah sama, yaitu kepala keluarganya dominan laki-laki. Kondisinya rata-rata mampu menyediakan pangan setiap hari, dansebagian besar tidak memiliki pendapatan tunai. Mata pencaharian
utama penerima manfaat adalah
nelayan penangkap ikan teri, kembung dan layang dengan alat tangkap pancing, jaring, serok. Sebagian besar
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
produk dijual di pasar tradisional dan
pengumpul. Produksi perikanan
umumnya untuk konsumsi dan dijual. Akses keuangan masyarakat umumnya pada lembaga informal. Sebagian
besar masyarakat tidak memiliki
pinjaman. Keterlibatan wanita masih sangat terbatas. Sebagian besar dari kelompok sasaran yang berpartisipasi pada proyek ini merasa cukup puas dengan kegiatan proyek ini.
22. Market Study
Kegiatan ini adalah langkah awal yang sebenarnya diperlukan oleh proyek ini untuk memahami dan mengidentifikasi peluang usaha dan kendala yang
dihadapi dalam mengembangkan
usaha ekonomi pada lokasi proyek.
Termasuk di dalamnya adalah
pemetaan rantai nilai dan rantai
pemasaran dari suatu komoditas
target. Di dalam kegiatan yang
dilakukan oleh tim dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin ini, telah dikaji permintaan dan penawaran produk perikanan potensial, potensi pertumbuhannya, rantai nilai, aliran produk, harga dan margin (input, produksi, perdagangan, olahan dan pemasaran), sistem-sistem pendukung (infrastruktur, keuangan,
penelitian dan pengembangan,
penyuluhan dan lain lain), kendala utama, solusi mengatasinya, termasuk
rekomendasi spesifik upaya
meningkatkan rantai nilai dan
pendapatan pelaku usaha di tingkat masyarakat pelaku usaha. Beberapa
produk unggulan yang dapat
dikembangkan di Parepare antara lain : (i) abon ikan tuna; (ii) ikan-ikan pelagis segar; (iii) ikan asin teri. Meskipun ada usulan rumput laut dikembangkan, namun pertimbangan luas areal lahan yang dapat digunakan untuk budidaya rumput laut yang terbatas, maka nampaknya budidaya rumput laut tidak terlalu prioritas untuk dikembangkan. Ada potensi yang belum dikaji tim market study Fakultas Ilmu Kelautan Perikanan Universitas Hasanuddin ini yaitu bandeng, di mana ikan ini dapat diolah menjadi bandeng tanpa duri, bandeng asap atau bandeng presto. Permasalahan umum yang dihadapi dalam usaha perikanan di Parepare adalah produktivitas, efisiensi usaha penangkapan dan pengolahan dan
kualitas produk yang rendah,
kurangnya akses terhadap lembaga
keuangan untuk menyediakan
permodalan usaha, kurangnya akses pasar yang lebih baik, dan belum
diterapkannya inovasi teknologi.
Strategi pengembangan usaha yang
direkomendasikan yaitu : (i)
peningkatan kapasitas produksi dan kualitas hasil perikanan dan olahannya
dengan pendekatan intensifikasi,
dengan meningkatkan pengembangan sarana/prasarana utama produksi; (ii)
peningkatan akses keuangan bagi
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013
menyediakan fasilitas permodalan dan pembiayaan, khususnya dari lembaga
keuangan formal, perbankan dan
lembaga keuangan mikro dan koperasi;
(iii) perluasan akses pasar bagi
komoditas dan produk olahan yang
dihasilkan dengan memfasilitasi
pencarian distributor atau pasar yang lebih baik serta dengan mengarahkan pengembangan inovasi produk untuk nilai tambah yang mempertimbangkan kecenderungan pilihan konsumen; (iv) Peningkatan harga jual produk di tingkat nelayan atau produsen dengan
efisiensi produk, khususnya
penyediaan input, peningkatan kualitas produk dan kemasa
23. Gender Study
Salah satu aspek yang perlu
ditekankan dalam program
pemberdayaan masyarakat pesisir ini adalah kajian gender, di mana peran dan keterlibatan perempuan perlu dikaji dan diintervensi sedemikian sehingga dapat memberikan dampak
terhadap peningkatan pendapatan
rumah tangga nelayan atau
masyarakat pesisir pada umumnya. Setidaknya keterlibatan dan kontribusi peran perempuan diperlukan agar terjadi keseimbangan antara penerima
manfaat antara laki-laki dengan
perempuan.
Mengingat konstruksi sosial budaya masyarakat pesisir di Parepare yang telah sejak lama menganut patrilineal,
maka tidak mudah untuk
mengubahnya yaitu mendorong
adanya pengambilan dan pembuatan
keputusan suatu proyek
pembangunan dengan lebih banyak masukan dari perempuan. Namun
setidaknya dalam penentuan
kelompok masyarakat yang menjadi pemanfaat serta dalam kegiatan-kegiatan pelatihan, pendampingan, bimbingan teknis selalu dilibatkan perempuan dalam pelaksanaannya.
Demikianlah kajian gender yang
dilakukan pada bulan Oktober
-November 2013 oleh konsultan dari Jakarta, masih memerlukan penafsiran yang tepat agar strategi intervensi pemberdayaan perempuan melalui pendampingan kelompok perempuan dapat berdampak positif terhadap keseluruhan tujuan proyek ini.
24. Village Profiling
Dalam kaitannya dengan penyusunan perencanaan pengelolaan sumber daya pesisir, diperlukan data dan infornasi mengenai kondisi pesisir. Untuk itu telah dilaksanakan penyusunan profil ini oleh konsultan Hardjamoekti. Mencakup 9 kelurahan yang menjadi lokasi sasaran CCDP IFAD di Parepare. Namun karena
keterbatasan waktu dan kurang
intensifnya pengambilan data di lapangan, sehingga kegiatan ini sempat tertunda dan belakangan baru menyusul dilaksanakan pada bulan Oktober – November 2013.
LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013