• Tidak ada hasil yang ditemukan

Costal Community Development Project-International Fund for Agricultural Development (CCDP-IFAD) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Costal Community Development Project-International Fund for Agricultural Development (CCDP-IFAD) Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia"

Copied!
185
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

LAPORAN AKHIR KEGIATAN TAHUN 2013

PROYEK PEMBANGUNAN MASYARAKAT PESISIR

KOTA PAREPARE

(

COASTAL COMMUNITY DEVELOPMENT PROJECT –

INTERNATIONAL FUND FOR AGRICULTURAL DEVELOPMENT

)

DISUSUN OLEH KONSULTAN PIU KOTA PAREPARE :

MUHAMMAD SAENONG

(Konsultan Pemberdayaan Masyarakat dan Pengelolaan Sumber Daya)

ANDI MUHAMMAD IBRAHIM MOETASIM

(3)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

KATA PENGANTAR

Kota Parepare, sebagai Bandar Madani yang Religius adalah harapan kita bersama. Parepare merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang strategis karena terletak pada jalur perlintasan transportasi darat maupun laut, baik arah Utara – Selatan maupun Timur – Barat. Telah sejak lama dikenal sebagai kota pelabuhan, dagang, niaga, jasa, dan tentunya kota maritim.

Meski bagi kebanyakan penduduknya, saat ini perikanan bukanlah sektor yang sangat diunggulkan di Parepare, tercermin dari tidak dominannya aktivitas perikanan mempengaruhi kehidupan sosial ekonomi budaya keseluruhan masyarakat di kota ini, jumlah nelayan yang tidak banyak dan tidak mendominasinya tenaga kerja nelayan di kota ini, relatif tradisionalnya alat tangkap ikan yang dipakai, dan teknologinya yang terbatas. Namun demikian, Parepare karena posisi strategisnya di tengah jalur lintas baik darat maupun laut di Pulau Sulawesi dan dengan Pulau Kalimantan khususnya Kalimantan Timur, dapat menjadi sentra pengumpulan, pengolahan, produksi, penjualan dan pemasaran produk hasil-hasil perikanan bagi daerah di sekitarnya. Hasil perikanan tangkap seperti ikan tuna, cakalang, layang, banyara, tembang, terbang, ekor kuning, teri, maupun dari tambak seperti udang dan bandeng yang dikumpulkan dari para pengusaha di daerah sekitarnya, sangat potensial diolah menjadi produk makanan olahan bergizi tinggi, bercita rasa unik dan lezat.

Melalui Program Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (Coastal Community Development Project) sebagai kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia dengan IFAD (International Fund for Agricultural Development), Pemerintah Kota Parepare khususnya Dinas Pertanian Kehutanan Perikanan dan Kelautan Kota Parepare berkeinginan kuat untuk mendorong terjadinya perubahan cara pandang, cara berpikir, kebiasaan hidup dan motivasi bekerja keras masyarakat nelayan, perempuan pesisir, dan masyarakat pesisir Parepare pada umumnya, sehingga menjadi sumber daya manusia yang kreatif dan produktif mengolah potensi sumber dayanya. Salah satu kemungkinan yang dapat direalisasikan menjadikan Parepare sebagai “Sentra Pengumpulan - Pengolahan - Penjualan – Pemasaran hasil-hasil perikanan” yang dapat melayani pangsa pasar dan konsumen skala Kota Parepare sendiri, regional Ajattappareng, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat hingga antar provinsi di Kalimantan. Untuk itulah dibutuhkan kerja keras kita semua agar dapat merealisasikannya dalam waktu yang tidak terlalu lama. Visi yang perlu dibangun dari itu adalah menjadi : sentra produksi, pengolahan, penjualan dan pemasaran hasil – hasil perikanan berbasis masyarakat , yang sehat, murah dan berkualitas.

(4)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Kiranya CCDP IFAD dapat menjadi salah satu sumber pemicu terjadinya gerakan penyadaran, pembangkitan motivasi kewirausahaan nelayan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Demikianlah, kami bersama segenap tim PIU CCDP IFAD Kota Parepare dan dukungan PMO di Jakarta dan para pemangku kepentingan berharap kiranya dengan kerja keras akan dapat mewujudkannya.

Terima kasih

Ir.Hj.Damilah Husain

NIP. 19571006 198511 2 001

PIU CCDP-IFAD Kota Parepare

(5)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

DAFTAR ISTILAH

AOS :Annual Outcome Survey(Survei Manfaat Tahunan)

AIG :Alternative Income Generating(Mata Pencaharian Alternatif) BLM : Bantuan Langsung Masyarakat

CCDP :Coastal Community Development Project (Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir) Dit : Direktorat

Ditjen : Direktorat Jenderal

DKP : Dinas Kelautan dan Perikanan

DOB :District Oversight Board(Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) IFAD :International Fund for Agricultural Development

(Dana Internasional untuk Pembangunan Pertanian) LSM : Lembaga Swadaya Masyarakat

KKP : Kementerian Kelautan dan Perikanan KP3K : Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil

PIU :Project Implementation Unit (Unit Pelaksana Proyek di Kabupaten/Kota) PKPK : Pertanian Kehutanan Perikanan dan Kelautan

PMO :Project Management Office (Kantor Pengelola Proyek di pusat / nasional) PMP : Pembangunan Masyarakat Pesisir

PMPPU : Pemberdayaan Masyarakat Pesisir dan Pengembangan Usaha RIMS :Results and Impact Management System

(Sistem Pengelolaan Hasil dan Dampak) TPD : Tenaga Pendamping Desa

(6)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL ... i KATA PENGANTAR ... ii DAFTAR ISTILAH ... v DAFTAR ISI... vi

DAFTAR TABEL... viii

DAFTAR GAMBAR... ix

RINGKASAN EKSEKUTIF... x

1. PENDAHULUAN... 1

1.1. Latar Belakang ... 2

1.2. Tujuan dan Sasaran Proyek ... 3

1.3. Struktur Kelembagaan Proyek ... 5

1.4. Tahapan Kegiatan, Komponen dan Strategi Implementasi Proyek ... 9

1.5. Pemantauan, Evaluasi, dan Indikator Kinerja Proyek ... 19

1.6. Deskripsi Singkat Capaian Kegiatan Tahun 2013 ... 20

2. GAMBARAN UMUM LOKASI CCDP IFAD KOTA PAREPARE ... 25

2.1. Profil Singkat 9 Kelurahan Target CCDP-IFAD ... 25

2.2. Potensi Ekonomi Kelautan dan Perikanan ... 41

2.3. Distribusi dan Pemasaran Hasil Kelautan dan Perikanan ... 42

2.4. Jenis Kegiatan dan Kelembagaan Nelayan/Masyarakat Pesisir ... 47

3. PERAN KONSULTAN PIU KOTA PAREPARE... 49

3.1. Tugas dan Tanggung Jawab ... 49

3.2. Kegiatan dan Intervensi yang dilakukan ... 53

3.3. Hasil yang dicapai dan Indikatornya ... 54

3.4. Strategi yang dilakukan dalam Melakukan Konsultasi ... 56

4. IMPLEMENTASI KEGIATAN PROYEK CCDP IFAD KOTA PAREPARE ... 60

4.1 Komponen 1. Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan dan Pengelolaan Sumberdaya Pesisir ... 60

4.2. Komponen 2. Pengembangan Ekonomi Berbasis Kelautan dan Perikanan ... 65

(7)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

5. ANALISIS DAN STRATEGI UNTUK OPTIMASI PENDAMPINGAN

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM CCDP TAHUN 2014... 78

6. ANALISIS DAN STRATEGI UNTUK EFEKTIVITAS PEMASARAN DAN PENGEMBANGAN USAHA DALAM CCDP TAHUN 2014... 82

7. PEMANTAUAN, EVALUASI DAN PELAPORAN ... 87

8. GENDER PERSPEKSTIF... 93

9. PENGEMBANGAN KAPASITAS / PELATIHAN / WORKSHOP... 96

10. PERAN STRATEGIS DAN KOORDINASI KELEMBAGAAN... 98

10.1. PMO ... 98

10.2. PIU Kabupaten/Kota ... 98

10.3. Komite Pesisir (DOB) ... 99

10.4. Provinsi / BPSPL ... 99

10.5. Tim Pendamping Desa (TPD) / Penyuluh ... 99

10.6. Kelompok Masyarakat ... 100

10.7. Pihak Lain yang Terlibat (Swasta, Perguruan Tinggi, Konsultan, Dll) ... 100

11. KENDALA DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI... 103

12. FOKUS DAN RENCANA IMPLEMENTASI PROGRAM TAHUN 2014 ... 106

13. REKOMENDASI STRATEGIS... 110

14. PEMBELAJARAN... 113

15 PENUTUP... 118

(8)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

DAFTAR TABEL

1. Jenis-Jenis Kelompok ... 1

2. Kelompok Usaha yang Mengembangkan Investasi ... 18

3. Kelompok Usaha Kelurahan Sumpang Minangae ... 21

4. Kelompok Usaha Kelurahan Labukkang ... 22

5. Kelompok Usaha Kelurahan Watang Soreang ... 23

6. Perkembangan Jumlah Penduduk Cappa Galung Tahun 2011-2012 ... 36

7. Jumlah Penduduk Kelurahan Lumpue Tahun 2012 ... 39

8. Pendapatan Perkapita Sektor Perikanan Kelurahan Lumpue Tahun 2011 ... 39

9. Keadaan Pemasaran Hasil Perikanan di Kelurahan Lumpue pada Tahun 2012... 40

10. Pembangunan Pondok Informasi di Kota Parepare tahun 2013 ... 70

11. Indikator Penyelenggaraan Kegiatan Tahun 2013 ... 88

12. Perkembangan Penyerapan Dana dan Realisasi dari BLM dan Pondok Informasi Kelurahan Labukkang... 90

13. Perkembangan Penyerapan Dana dan Realisasi dari BLM dan Pondok Informasi Kelurahan Watang Soreang... 90

14. Perkembangan Penyerapan Dana dan Realisasi dari BLM dan Pondok Informasi Kelurahan Sumpang Minangae ... 91

15. Pengembangan Kapasitas dan Pelatihan Serta Workshop di Kota Parepare ... 96

(9)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

DAFTAR GAMBAR

1. Struktur Kelembagaan Keseluruhan CCDP-IFAD ... 5

2. Struktur Kelembagaan Secara Lokal (PIU)... 6

3. Struktur Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir ... 8

4. Tahapan Kegiatan CCDP-IFAD... 10

5. Fase Mobilisasi, Proses Perencanaan dan Inventarisasi Sumberdaya Pesisir ..11

6. Struktur Kelembagaan VWG dan Kelompok Lainnya ... 15

7. Peta Administrasi Kota Parepare ... 25

8. Peta Lokasi Sasaran Proyek CCDP-IFAD Kota Parepare Tahun 2013 ... 26

9. Histogram Jumlah Keluarga Sejahtera Kelurahan Sumpang Minangae tahun 2012 ... 27

10. Lokasi Bongkar Muat ikan di PPI Campae, Soreang ... 30

11. Sarana Prasarana Pangkalan Pendaratan Ikan Ppi Cempae, Soreang, Parepare ... 32

12. Histogram Jumlah Penduduk yang Buta Huruf Kelurahan Kampung Baru ... 38

13. Digram Generik : Mata Rantai Pemasaran Sederhana Hasil Perikanan Nelayan di Parepare ... 42

14. Digram dengan Variasi (1): Mata Rantai Pemasaran Hasil Perikanan Nelayan di Parepare ... 43

15. Diagram dengan Variasi (2) : Mata Rantai Pemasarana Hasil Perikanan Nelayan di Parepare ... 43

16. Diagram dengan Variasi (3) : Mata rantai Pemasaran Hasil Perikanan Nelayan di Parepare ... 44

17. Diagram dengan Variasi (4) : Mata rantai Pemasaran Hasil Perikanan Nelayan di Parepare ... 45

18. Framework Komoditas Ikan-Ikan Segar Pelagis ... 46

19. Framework Komoditas Produk Abon Ikan Tuna ... 46

20. Framework Komoditas Produk Ikan Asin Teri Medan ... 47

(10)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

RINGKASAN EKSEKUTIF

CCDP (Coastal Community Development Project) atau Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir) sebagai kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) denganInternational Fund for Agricultural Development(IFAD) adalah kebijakan pemerintah Indonesia, melalui KKP dalam mengatasi kemiskinan, menyerap tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan. Tujuan utamanya adalah mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi rumah tangga masyarakat miskin pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal ini direncanakan melalui strategi peningkatan pendapatan rumah tangga keluarga nelayan yang terlibat dalam kegiatan usaha ekonomi produktif berbasis kelautan perikanan. Sedangkan sasarannya adalah terfasilitasinya pembangunan masyarakat pesisir melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, meningkatnya pendapatan rumah tangga masyarakat pesisir melalui kegiatan ekonomi produktif dan dukungan pemasaran dan rantai pasok, serta terkelolanya sumber daya pesisir secara berkelanjutan

Di Parepare telah terbentuk Project Implementation Unit (PIU) di bawah Dinas Pertanian Kehutanan Perikanan Kelautan (PKPK), telah dibentuk Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (District Oversight Board), dan telah direkrutnya 3 orang Tenaga Pendamping Desa. Kemudian telah dilakukan sosialisasi awal kegiatan CCDP-IFAD pada 3 kelurahan (Sumpang Minangae, Labukkang, Watansoreang) untuk 2013 dan 6 kelurahan untuk 2014 (Lakessi, Kampung Pisang, Kampung Baru, Cappagalung, Tiro Sompe, Lumpue).

Pada masing-masing kelurahan tersebut telah difasilitasi dan dibentuk kelompok masyarakat yaitu kelompok kerja desa (Village Working Group), kelompok usaha, kelompok infrastruktur, kelompok pengelola sumber daya alam, dan termasuk diberikan pendampingan dan penguatan kelompok dalam bentuk pelatihan perencanaan partisipatif, penyusunan proposal, dinamika kelompok, workshop Coastal Marine Co-Management, kunjungan lapangan market awareness, pelatihan untuk peningkatan kapasitas dan sosialisasi pemahaman pemberdayaan masyarakat pesisir, temu usaha dan pengembangan mata pencaharian alternatif serta jaringan pemasaran produk perikanan kelautan, perencanaan kegiatan desa dan penilaian desa berbasis masyarakat. Sedangkan internal PIU Parepare telah dilakukan sinkronisasi kegiatan dan koordinasi teknis. Sementara untuk bantuan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM), dana untuk pondok informasi dan dana untuk infrastruktur penunjang kelurahan pesisir melalui tahun 2013 telah terlaksana di

(11)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Kelurahan Sumpang Minangae, Kelurahan Labukkang, dan Kelurahan Watansoreang. Selain itu sudah dilaksanakan Annual Outcome Survey dan Market Study terkait dengan implementasi proyek ini di Parepare.

Beberapa produk unggulan yang dapat dikembangkan di Parepare antara lain : (i) abon ikan tuna; (ii) ikan asin teri olahan; (iii) ikan-ikan segar pelagis; (iv) ikan bandeng olahan seperti bandeng tanpa duri, abon ikan bandeng, bandeng asap dan bandeng presto.

Permasalahan umum yang dihadapi dalam pengelolaan usaha perikanan di Parepare adalah rendahnya produktivitas dan efisiensi usaha penangkapan; rendahnya pengolahan dan kualitas produk; kurangnya akses terhadap lembaga keuangan untuk menyediakan permodalan usaha; kurangnya akses pasar yang lebih baik; dan belum diterapkannya inovasi teknologi.

Strategi pengembangan usaha yang direkomendasikan yaitu : (i) Peningkatan kapasitas produksi dan kualitas hasil perikanan dan olahannya dengan pendekatan intensifikasi, dengan meningkatkan pengembangan sarana/prasarana utama produksi; (ii) Peningkatan akses keuangan bagi nelayan dan pelaku usaha dengan menyediakan fasilitas permodalan dan pembiayaan, khususnya dari lembaga keuangan formal, perbankan dan lembaga keuangan mikro dan koperasi; (iii) Perluasan akses pasar bagi komoditas dan produk olahan yang dihasilkan dengan memfasilitasi pencarian distributor atau pasar yang lebih baik, serta dengan mengarahkan pengembangan inovasi produk untuk nilai tambah yang mempertimbangkan kecenderungan pilihan konsumen; (iv) Peningkatan harga jual produk di tingkat nelayan atau produsen dengan efisiensi produk, khususnya penyediaan input, peningkatan kualitas produk dan kemasan.

Parepare berpeluang dijadikan sebagai sentra pengumpulan pengolahan -penjualan – pemasaran hasil-hasil perikanan” melalui suatu “Rumah Produksi – Etalase Olahan Hasil Perikanan berbasis Masyarakat” yang dapat melayani pangsa pasar dan konsumen skala Kota Parepare sendiri dan sekitarnya, regional Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat hingga antar provinsi di Kalimantan. Visi yang perlu dibangun dari itu adalah menjadi : sentra produksi, pengolahan, penjualan dan pemasaran hasil – hasil perikanan berbasis masyarakat yang sehat, murah dan berkualitas.

Masyarakat pesisir meskipun kadung distigma sebagai masyarakat miskin dan tertinggal, seandainya berpengetahuan, keterampilan, sikap, kesadaran perilaku dan kemampuan mengelola sumberdayanya secara efektif maka akan dapat membuktikan

(12)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

tidaklah selamanya benar. Kemampuan mengorganisir individu-individu anggota dan rumah tangga di dalam masyarakat tersebut melalui kesepakatan aturan yang dijalankan secara konsisten dan kelembagaan yang kuat adalah prasyarat yang diperlukan.

Kegiatan ekonomi produktif ini di tengah masyarakat pesisir memerlukan terobosan dalam bentuk kemampuan pengelolaan dan pemasarannya secara menguntungkan dan berkelanjutan. Tantangan terbesar adalah mengubah cara berpikir dan perilaku masyarakat dari konsumtif menjadi produktif, meningkatkan dan mengembangkan kapasitas kelola suatu usaha ekonomi produktif yang profitable di tengah masyarakat pesisir. Hal ini hanya dapat diwujudkan jika masyarakat tersebut memiliki kesadaran kritis, motivasi berusaha yang kuat, pengetahuan, keterampilan dan kemampuan memanfaatkan sumber daya, kemampuan menggalang kerjasama kelembagaan yang kuat dan tata aturannya yang disepakati dan dijalankan secara konsisten. Di sinilah diperlukan upaya memberdayakan masyarakat dalam membangun wilayahnya melalui pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.

Melalui proyek ini Pemerintah Kota Parepare khususnya Dinas Pertanian Kehutanan Perikanan dan Kelautan Kota Parepare bersungguh-sungguh mendorong terjadinya perubahan cara pandang, berpikir, kebiasaan hidup dan motivasi bekerja keras masyarakat nelayan, perempuan pesisir, dan masyarakat pesisir Parepare pada umumnya, sehingga menjadi sumber daya manusia yang kreatif dan produktif mengolah potensi sumber dayanya.

Kata kunci : Pemberdayaan Masyarakat, Pesisir, Pengembangan Usaha Kelautan Perikanan, Kota Parepare

(13)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Tujuan, Sasaran Proyek

Struktur Kelembagaan

Tahapan, Komponen,

Strategi

Pemantauan, Evaluasi,

Indikator

(14)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

1. PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG

Sebagaimana mafhumnya telah diketahui bersama bahwasanya wilayah pesisir laut dan pulau-pulau kecil merupakan bagian dari Indonesia yang berpotensi guna dimanfaatkan bagi kesejahteraan masyarakat yang memiliki ketergantungan terhadap sumber daya pesisir tersebut. Sudah barang tentu agar dapat bermanfaat bagi masyarakat, diperlukan perencanaan pemanfaatan pengelolaan dengan baik. Pemerintah Indonesia dan IFAD (International Fund for Agricultural Development) telah dan sementara melaksanakan Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir (Coastal Community Development Project) dimana dilaksanakan di 13 kabupaten/kota termasuk Parepare. Tujuan utama proyek CCDP-IFAD adalah mengurangi kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi rumah tangga masyarakat miskin pesisir dan pulau-pulau kecil. Hal ini direncanakan melalui strategi peningkatan pendapatan rumah tangga keluarga nelayan yang terlibat dalam kegiatan usaha ekonomi produktif berbasis kelautan perikanan. CCDP telah menetapkan tiga outcome yang saling terkait yaitu : (i) rumah tangga sasaran mampu secara ekonomi produktif menjalankan usaha berbasis kelautan perikanan yang menguntungkan tanpa

berdampak negatif terhadap kelestarian sumber dayanya ; (ii) diperluasnya ragam peluang ekonomi skala kecil di lokasi sasaran proyek secara berkelanjutan berbasis masyarakat ; (iii) efisien dan transparannya pengelolaan proyek agar dapat berdampak nyata terhadap rumah tangga nelayan pada lokasi proyek.

CCDP SEBAGAI PROGRAM PEMBERDAYAAN DAN PEMBANGUNAN BERBASIS

MASYARAKAT DI WILAYAH PESISIR

CCDP (Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir) adalah kerjasama antara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD) sebagai kebijakan pemerintah Indonesia, melalui KKP dalam mengatasi kemiskinan, menyerap tenaga kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi dalam kerangka pembangunan yang berkelanjutan (pro-poor, pro-job, pro-growth, pro-sustainability).

Di dalam melaksanakan CCDP IFAD maka beberapa komponen yang penting adalah : (1) Pemberdayaan masyarakat (Community Empowerment); (2) Pendekatan berfokus pada pasar (Market-based/market-driven approach); (3) Fokus pada kelompok termiskin yang

(15)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

aktif berusaha (Focused on productive marginal coastal communities) ; (4) Pelaksanaan dengan perluasan dan kegiatan yang lebih baik (Replication & Scaling up).

Pemanfaatan berbagai sumber daya pesisir yang ada diharapkan akan memungkinkan CCDP-IFAD menerapkan beragam proses pengelolaan sumber daya dalam kerangka pembangunan ekonomi berkelanjutan melalui dukungan kegiatan penangkapan ikan, budidaya ikan, pengolahan, penjualan dan pemasaran kegiatan kelautan perikanan lainnya.

Salah satu isu terpenting berkenaan dengan pengelolaan sumberdaya di wilayah pesisir adalah mengatasi kemiskinan masyarakatnya, mengurangi kerusakan ekosistem dan mengelola sumber dayanya secara lestari dan berkelanjutan. KKP menegaskan hal ini sangat penting, berkenaan dengan penjabaran tujuan pembangunan nasional yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat, utamanya menanggulangi kemiskinan dan menjamin ketahanan pangan. Maka diprioritaskan untuk memberdayakan masyarakat pesisir pulau-pulau kecil melalui pengembangan usaha produktif

berbasis masyarakat yang

menguntungkan dan berkelanjutan.

Maka dari itu Country Strategic Opportunities Program (COSOP) – IFAD

berfokus pada kegiatan proyek di daerah yang sangat miskin penduduk pesisirnya, dari total sekitar 180 desa akan terlibat, diperkirakan 70.000 rumah tangga sebagai target langsung/tidak langsung dari proyek ini. Kriteria pemilihannya yaitu (i) tingkat kemiskinan tiap lokasi minimal 20% ; (ii) motivasi, kesuksesan berpartisipasi dalam program sebelumnya ; (iii) potensi untuk produksi dan pertambahan nilai ; (iv) dimasukkannya pulau-pulau kecil di setiap lokasi kabupaten/kota yang memiliki pulau. Dari sejumlah lokasi proyek PMP (CCDP-IFAD) yang ditetapkan, tersebar di 10 provinsi dan 13 kabupaten/kota, salah satunya adalah di wilayah pesisir Kota Parepare.

1.2.

TUJUAN, SASARAN DAN HASIL

YANG DIHARAPKAN DARI PROYEK

Tujuan umum dari CCD IFAD ini adalah meningkatkan pendapatan rumah tangga

masyarakat pesisir dengan

memberdayakan dan membangun masyarakat, mengembangkan usaha ekonomi produktif, mengelola sumberdaya yang berkelanjutan.

Secara lebih khusus proyek CCDP IFAD ini bertujuan untuk :

(i) memberdayakan masyarakat pesisir dalam membangun wilayah dan mengelola sumberdayanya secara partisipatif dan berkelanjutan;

(16)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

(ii) meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat pesisir melalui penguatan kelompok-kelompok usaha bersama dalam berbagai kegiatan ekonomi produktif perikanan kelautan di wilayah pesisir;

(iii) meningkatkan dan mengembangkan berbagai kegiatan perekonomian masyarakat pesisir berbasis perikanan kelautan, antara lain melalui peningkatan kapasitas bagi

kelompok-kelompok usaha,

dukungan sarana dan prasarana, dukungan dana, inovasi teknologi, peningkatan mutu, standardisasi dan pengendalian kualitas produk-produk perikanan kelautan, dukungan pemasaran tata niaga dan pengembangan rantai pasok (supply chain) sehingga dapat meningkatkan nilai tambah (added value) produk-produk perikanan kelautan.

Sasaran dari proyek CCDP-IFAD ini adalah terfasilitasinya pembangunan masyarakat pesisir melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat, meningkatnya pendapatan rumah tangga masyarakat pesisir melalui kegiatan ekonomi produktif dan dukungan pemasaran dan rantai

pasok, serta terkelolanya sumber daya pesisir secara berkelanjutan .

Hasil-hasil utama yang diharapkan

tercapai dari proyek CCD- IFAD ini antara lain adalah :

(i) meningkatnya keuntungan kegiatan usaha ekonomi produktif perikanan kelautan berskala kecil berbasis masyarakat di wilayah pesisir pada lokasi proyek;

(ii) menguatnya kelembagaan ekonomi produktif masyarakat pesisir berskala kecil dalam mengelola sumberdaya perikanan kelautan di wilayah pesisir lokasi proyek;

(iii) lestarinya lingkungan sumber daya ekosistem pesisir di sekitar wilayah lokasi proyek;

(iv) adanya model-model pengelolaan

kegiatan pembangunan

masyarakat pesisir dalam mengelola sumberdaya pesisir sebagai hasil dari berbagai pengalaman lapangan sehingga dapat menjadi pembelajaran dalam

mereplikasi dan

mengembangkannya dengan lebih baik di lokasi-lokasi lain.

(17)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

1.3.

STRUKTUR KELEMBAGAAN PROYEK

Guna menjalankan proyek CCD ini maka merujuk dari Peraturan Dirjen KP3K KKP (yaitu PERATURAN DIREKTUR JENDERAL KELAUTAN, PESISIR DAN PULAU-PULAU KECIL NOMOR 03/PER-DJKP3K/2013 TENTANG PEDOMAN TEKNIS PROYEK PEMBANGUNAN MASYARAKAT PESISIR TAHUN 2013) telah ditetapkan suatu mekanisme kelembagaan yang bertugas dan bertanggungjawab melaksanakan CCDP ini sebagai berikut.

Gambar 1. Struktur Kelembagaan Keseluruhan CCDP-IFAD

Sumber : Peraturan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Nomor 03/Per-DJKP3K/2013 Tentang pedoman teknis proyek pembangunan masyarakat pesisir tahun 2013

(18)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Sedangkan di tingkat implementasi lokal kabupaten/kota ditetapkan susunan struktur kelembagaan proyeknya sebagai berikut :

Gambar 2. Struktur Kelembagaan Secara Lokal (PIU)

Sumber : Peraturan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Nomor 03/Per-DJKP3K/2013 Tentang Pedoman Teknis Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir Tahun 2013

(19)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Pada realisasinya diProject Implementation UnitCCDP IFAD Kota Parepare beberapa staf dari Dinas Pertanian Kehutanan Perikanan Kelautan (PKPK) ditempatkan sesuai peran dan fungsinya masing-masing sebagai berikut .

Pembina : Walikota Parepare Ketua PIU CCDP IFAD Kota Parepare :

Kepala Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan Kelautan Kota Parepare (Ir.Hj.Damilah Husain)

Sekretaris PIU CCDP IFAD Kota Parepare :

Kepala Bidang Perikanan dan Kelautan – Dinas PKPK Kota Parepare

(Ir.Nasir,M.Si.)

Bendahara PIU CCDP IFAD Kota Parepare : Rupia

Tim Teknis PIU CCDP IFAD Kota Parepare :

Yuliana S.Pi,M.Si (Perencanaan)

Anna Arifin, S.Pi. (Pembangunan Ekonomi PerikananKelautan) Harwati, S.Pi (Pelaporan, Monev dan SAKIP)

Elyusma, S.Pi. (Pelaporan, Monev dan SAKIP) Andi Abdillah, S.Pi. (Pemberdayaan Masyarakat Pesisir) Akib (Pejabat Penandatangan

Surat Perintah Membayar) Ir.Mustakim (Pengadaan Barang dan Jasa) Tenaga Pendamping Desa (TPD) :

M. Jafar, SP. (Kelurahan Sumpang Minangae) Rezki Ashari, S.Pi (Kelurahan Labukkang)

(20)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Sementara untuk kepengurusan Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir diarahkan strukturnya sebagai berikut

Gambar 3. Struktur Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir

Sumber : Peraturan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Nomor 03/Per-DJKP3K/2013 Tentang Pedoman Teknis Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir Tahun 2013

Di dalam pelaksanaannya di Kota Parepare, susunan kepengurusan Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir adalah sebagai berikut :

- mewakili unsur Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, yaitu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan : Ir.H. Andi Chairil Anwar,MM.

- mewakili unsur Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Parepare : Ir.H.Zahrial Djafar B.,MM.

- mewakili unit Ditjen KP3K KKP (BPSPL Makassar) : Andi Jaya, A.Pi. - mewakili lembaga swadaya masyarakat yaitu Lembaga Pengkajian

Pengembangan Potensi Daerah - Parepare : Badius, SE.

- mewakili perguruan tinggi (Universitas Muhammadiyah Parepare) : Andi Adam Malik, S.Pi., M.Si.

- mewakili Satuan Kerja Kelautan Perikanan - Dinas Kehutanan Pertanian Kelautan Perikanan Kota Parepare (Dinas PKPK) : Ir.Habsa Bone, M.Si. - mewakili pengusaha perikanan swasta : Nurlela

(21)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

1.4.

TAHAPAN KEGIATAN, KOMPONEN DAN STRATEGI IMPLEMENTASI PROYEK

MerujukDesign Completion ReportCCD-IFAD No. 2715-ID Agustus 2012 dan Financing AgreementCCD-IFAD tanggal 23 Oktober 2012, proyek ini memiliki 3 komponen dengan total 5 sub-komponen sebagai berikut.

1. Komponen 1 – Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan dan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir

Sub-Komponen 1.1 – Fasilitasi, Perencanaan dan Pemantauan Masyarakat Sub-Komponen 1.2 – Penilaian, Perencanaan, dan Pengelolaan Sumber Daya

Pesisir

Sub-Komponen 1.3 – Pembangunan berorientasi terhadap pasar

2. Komponen 2 Pengembangan Ekonomi Berbasis Kelautan dan Perikanan 3. Komponen 3 – Pengelolaan Proyek

Di Kota Parepare tahun 2013 CCDP IFAD telah dibentuk Kantor Unit Pengelola Proyek bersekretariat di Kompleks Pangkalan Pendaratan Ikan Cempae, Soreang, yang meliputi pimpinannya : Ketua PIU/Kuasa Pengguna Anggaran (Kepala Dinas PKPK Parepare), kemudian di bawahnya ada Sekretaris/Pejabat Pembuat Komitmen (Kepala Bidang Perikanan Dinas PKPK Parepare). Dilengkapi dengan Bendahara (Rupia), Pejabat Penandatangan SPM dan Pejabat Pengadaan Barang dan Jasa. Pada tahap berikutnya, untuk kelancaran pelaksanaan Proyek PMP di lapangan selanjutnya dilakukan rekrutmen Tenaga Pendamping Desa (TPD) sebanyak 3 orang yang bertugas di tiga kelurahan yaitu M.Jafar

(Sumpang Minangae) didampingi petugas penyuluh lapangan Rasmi Jaya Indahsari, Ishma Aprilia (Watan Soreang) didampingi petugas penyuluh lapangan Iswahyuddin, Rezki Ashari (Labukkang) didampingi petugas penyuluh lapangan Hastuti. Para Tenaga Pendamping Desa tersebut direkrut dan ditetapkan oleh PIU/Kepala Dinas. Selanjutnya TPD tersebut telah mendapatkan pelatihan dari Ditjen KP3K. Proses tersebut menjabarkan dari Peraturan Direktur Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil – Kementerian Kelautan Perikanan Indonesia tentang Pedoman Teknis Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir 2013.

(22)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Gambar 4. Tahapan Kegiatan CCDP-IFAD

Sumber : Peraturan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Nomor 03/Per-DJKP3K/2013 Tentang Pedoman Teknis Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir Tahun 2013

Sedangkan pada langkah selanjutnya kegiatan mengikuti pentahapan dan fase-fase sebagaimana juga telah diarahkan pada Pedoman Teknis Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir 2013.

(23)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Gambar 5. Fase Mobilisasi, Proses Perencanaan dan Inventarisasi Sumberdaya Pesisir.

Sumber : Peraturan Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Nomor 03/Per-DJKP3K/2013 Tentang Pedoman Teknis Proyek Pembangunan Masyarakat Pesisir Tahun 2013

Mengenai komponen dan strategi implementasi proyek CCD IFAD di Parepare tidak jauh dari penjelasan sebagaimana terdapat pada Pedoman Teknis Pembangunan Masyarakat Pesisir 2013 dari Direktorat Jenderal KP3K KKP.

Komponen 1 Pemberdayaan

Masyarakat, Pembangunan dan

Pengelolaan Sumber Daya Pesisir

Komponen 1 , inti dari proyek CCDP IFAD menyediakan dana kegiatan inti yang lebih dari dua pertiga investasi proyek. Semua kegiatan dipusatkan dengan proses partisipatif bersama masyarakat pesisir sasaran dan penentuan kelurahan prioritas untuk pembangunan kelautan dan perikanan

termasuk pengelolaan sumber daya pesisir secara berkelanjutan.

a. Sub-Komponen 1.1 – Fasilitasi,

Perencanaan dan Pemantauan Masyarakat menyediakan kerangka kerja pelibatan kelompok masyarakat sasaran, termasuk pendekatan dan rekayasa sosial dan keterampilan pengelolaan proyek untuk melaksanakan proyek di tingkat kelurahan memerlukan kualitas, dedikasi dan keterampilan para

(24)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Tenaga Pendamping Desa (TPD), Tenaga Konsultan dan kualitas kepemimpinan dari para pemimpin kelompok di kelurahan.

b. Sub-Komponen 1.2 – Penilaian,

Perencanaan, dan Pengelolaan Sumber Daya Pesisir mengarahkan tercapainya hasil konsensus di kelurahan untuk memanfaatkan sumber daya pesisir secara berkelanjutan di kelurahan dan hubungannya dengan sekitarnya serta dengan para pengguna sumber daya dari luar masyarakat daerah tersebut agar terpadu.

c. Sub-Komponen 1.3 – Pembangunan

berorientasi terhadap pasar menyediakan investasi dalam pembangunan ekonomi, sebagai pendorong inti dari peningkatan penghidupan dan pengurangan kemiskinan di masyarakat sasaran. Empat jenis investasi akan disediakan,semuanya dalam bentuk dana hibah/BLM kepada kelompok masyarakat yaitu : (i) untuk prasarana desa, khususnya terkait dengan ekonomi kelautan, (ii) untuk sarana jasa ekonomi terkait dengan ekonomi kelautan, (iii) untuk usaha yang terlibat dalam produksi dan pemasaran dan kegiatan ekonomi sepanjang rantai pasok berdasarkan kegiatan ekonomi kelautan, (iv) dana bersama untuk kelompok tabungan, jika dianggap layak dan diperlukan ditargetkan terutama pada rumah tangga tanpa tabungan atau dengan

tabungan rendah dan

mempertimbangkan sebagai sarana transisi dari kelompok tabungan ke kelompok usaha.

Komponen 2 Pengembangan Ekonomi Berbasis Kelautan dan Perikanan

Komponen ini membangun kapasitas daerah untuk mendukung kegiatan

pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir yang jadi sasaran melalui (i) dukungan di bidang prasarana utama, inovasi, keterampilan dan kepemimpinan dan (ii) dukungan untuk pembangunan rantai pasok (value chain) berdasarkan kegiatan ekonomi kelautan dan perikanan.

a. Sub-Komponen 2.1 – Dukungan

Pengembangan Usaha Perikanan Skala Kecil di kota. Dana pembangunan kota untuk perikanan skala kecil, atau fasilitas akan dikelola oleh PIU dan digunakan untuk menyediakan prasarana utama dalam mendukung kegiatan yang inovatif untuk mendukung kumpulan nelayan skala kecil. Dukungan juga akan diberikan untuk pengelolaan

pengetahuan, pelatihan,

kepemimpinan, dan pembuatan kegiatan proyek yang lebih baik.

b. Sub-Komponen 2.2 – Dukungan

Pemasaran Tata Niaga dan Rantai Pasok (supply chain and value

added). Komponen ini akan

mengidentifikasi, menyusun dan mendukung pembangunan dari berbagai rantai pasok (value chain), menghubungkan produsen di desa pesisir ke pasar, mengemas produk sesuai dengan klusterisasi, meningkatkan kualitas, standarisasi dan peningkatan nilai tambah produk. Komponen ini dapat mendukung operasional Pusat Pembelajaran (Learning Center) di Kabupaten Badung.

Komponen 3 – Pengelolaan Proyek

Pada komponen dilakukan koordinasi pelaksanaan menyeluruh di tingkat pusat melalui kantor Pengelola Proyek (PMO) yang berbasis di Ditjen KP3K KKP, layanan konsultan terkait, berikut pelatihan, pemantauan dan evaluasi dan penyusunan kegiatan anggaran biaya dan pelaksanaan di tingkat kota melalui unit-unit pelaksana proyek (PIU) kota.

(25)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Komponen ini juga akan mendukung pekerjaan Panitia Pengarah Nasional, dan 12 Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir ( District Oversight Board ) dan memfasilitasi agar terjadi transparansi dan keterlibatan masyarakat pesisir terkait. Komponen ini membangun sarana pembuatan kegiatan proyek yang lebih baik skala nasional.

Proyek ini didesentralisasikan dengan keputusan utama proyek yang dibuat di tingkat masyarakat sejalan dengan penekanan pemerintah terhadap pemberdayaan masyarakat. PMO di KKP melaporkan secara berkala kepada Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil dengan saran, keputusan dan pengawasan dari Komite Pengarah. Sementara PIU bertanggung jawab atas kegiatan proyek dan beroperasi di bawah Kepala Daerah (dalam hal ini Walikota Parepare) dan berkoordinasi dengan Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Kota Parepare.

Pembentukan Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir di Parepare telah dilakukan dan ditetapkan melalui Keputusan Ketua PIU/Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Parepare Nomor 23.b tahun 2013.

Selanjutnya Kepala Dinas PKPK Parepare dengan didukung tim teknis PIU CCDP IFAD Parepare setelah menyepakati kelurahan prioritas yang dibantu proyek ini pada tahun 2013 melalui Surat Keputusan yaitu no. 42, 42 a, dan 42 b tertanggal 5 Juni 2013 masing-masing berurutan untuk Kelurahan Watan

Soreang, Labukkang, dan Sumpang

Minangae, telah memfasilitasi pembentukan

Kelompok Kerja Desa/Village Working Group

(VWG) di masing-masing kelurahan tersebut terdiri dari lima anggota, termasuk perempuan anggotanya. VWG ini akan mencakup seorang ketua, sekretaris dan tiga anggota biasa yang semuanya diambil dari rumah tangga sasaran. Kemudian pada beberapa bulan berikutnya

dilakukan juga hal yang sama untuk kelurahan

prioritas berikutnya yaitu yang juga

berpartisipasi CCDP IFAD pada paruh kedua

setelah 2013 dan akan lebih banyak

didampingi tahun 2014 nantinya, yaitu

kelurahan-kelurahan Lumpue, Kampung Baru, Cappagalung, Kampung Pisang, Lakessi dan Tiro Sompe.

Adapun kelurahan-kelurahan tersebut dipilih atas dasar letak posisinya di wilayah pesisir, merupakan lokasi yang terdapat banyak keluarga /rumah tangga miskin dari masyarakat pesisirnya (rumah tangga di bawah garis kemiskinan – sekurang-kurangnya 20% merujuk standar Badan Pusat Statistik), serta adanya respon positif dari kelurahan tersebut untuk melaksanakan CCDP IFAD. Hal ini mengukuti secara garis besar dari Pedoman Teknis Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (CCDP IFAD). Jumlah persis kelurahan/desa yang didukung proyek akan bergantung pada kinerja dalam melaksanakan kegiatan proyek. Jadi dari 9 lokasi kelurahan yang telah ditetapkan yaitu 3 di tahun 2013 dan 6 yang akan intensif difasilitasi untuk 2014 maka jika baik kinerjanya dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya. Jumlah total kelurahan binaan proyek ini akan bergantung pada kesuksesan melaksanakan kegiatan proyek di 9 kelurahan pada tahun pertama dan kedua.

PEMILIHAN KELOMPOK

Pada setiap kelurahan difasilitasi dibentuk beberapa kelompok yaitu antara lain : Kelompok Pengelolaan Sumberdaya, Kelompok Pembangunan Prasarana (Infrastruktur), Kelompok Usaha. Masing-masing kelompok beranggotakan rata-rata 10 orang anggota per kelompok. Dari kelompok- kelompok tersebut dipilih 5 orang, termasuk perempuan sebagai Kelompok Kerja Desa (Village Working

(26)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

diselenggarakan oleh PIU dan pemerintah kelurahan. Dari semua kelompok yang ada pada kelurahan, setiap kelompok memiliki pengurus yaitu Ketua, Sekretaris, Bendahara dan anggota. Jika suatu kelompok memiliki tanggung jawab untuk menggunakan dana proyek, maka dipilih seorang Bendahara. Para TPD bersama dengan konsultan dan PIU memberikan pelatihan kepada kelompok-kelompok tersebut mengenai pelaksanaan rapat, pencatatan kegiatan kelompok, pencatatan keuangan, akuntansi, dan pengetahuan keuangan.

Adapun kelompok pada kelurahan sebagaimana diuraikan pada Pedoman Teknis Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (CCDP IFAD) dapat dipahami sebagai berikut.

Tabel 1. Jenis – Jenis Kelompok

Jenis Kelompok Fungsi Jumlah Keanggotaan Cara Pemilihan Anggota

Kelompok Kerja Desa (VWG)

mengkoordinasi semua kegiatan proyek; anggotanya sebagai

motivator

1 kelompok 5 (termasuk wanita) musyawarah mufakat anggota pokmas

Kelompok Pengelolaan Sumberdaya

persiapan pelaksanaan rencana pengelolaan wilayah pesisir

(Sub-Komponen 1.2)

1 kelompok diputuskan kemudian (termasuk wanita) musyawarah mufakat anggota pokmas Kelompok Pembangunan Prasarana

perencanaan, pelaksanaan dan operasional dan pemeliharaan

prasarana desa (Sub-Komponen 1.3)

1 kelompok diputuskan kemudian (termasuk wanita)

musyawarah mufakat anggota pokmas dikonsultasikan dengan

VWG dan Lurah Kelompok Usaha perencanaan, pelaksanaan dan

pengelola kegiatan ekonomi berbasis kelautan

(Sub-Komponen 1.3)

10 kelompok, maks 6kelompok pada tahun I & 4 kelompok pada

tahun II s/d III

8 s/d 10 rumah tangga/ kelompok

rumah tangga yang bekerjasama berkelompok

Kelompok Tabungan sarana menabung secara teratur bagi anggotanya yang

seringkali enggan terhadap risiko; setelah matang para anggota akan diarahkan untuk

membentuk Kelompok Usaha sejak memasuki tahun IIs/d III

(Sub-Komponen 1.3)

Maksimal 4 kelompok

8 s/d10 rumah tangga/kelompok

rumah tangga yang diidentifikasi miskin secara partisipatif

Dirujuk dari Pedoman Teknis Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (CCDP) – IFAD, 2013

Kelompok Kerja Desa (Village Working Group)

VWG ini terdiri dari seorang Ketua, seorang Sekretaris, dan 3 orang anggota biasa, termasuk di antaranya adalah perempuan. Anggota VWG berperan sebagai motivator pendorong masyarakat untuk mengambil peluang yang disediakan oleh Proyek PMP. Anggota

VWG menerima sosialisasi dan pelatihan mengenai proyek ini dan diberikan saran dan masukan oleh konsultan dibantu Tim Pendamping Desa (TPD). Lebih khusus, VWG bertanggung jawab untuk berkomunikasi dengan pimpinan kelurahan, TPD/fasilitator proyek, konsultan, PIU jika diperlukan dapat berkomunikasi dengan lokasi desa/kelurahan tetangga. Selain itu juga

(27)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

mengawasi pelaksanaan kegiatan proyek tingkat kelurahan seperti pelaksanaan kegiatan Kelompok Pengelola Sumberdaya Pesisir, Kelompok Pembangunan Prasarana/Infrastruktur

Masyarakat, Kelompok Usaha. Juga melakukan rapat untuk mengevaluasi pencapaian keberhasilan dan kinerja kelompok dan mendorong dan memotivasi masyarakat.

Gambar 6. Struktur Kelembagaan VWG dan kelompok Lainya.

Dirujuk dari Pedoman Teknis Proyek Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (CCDP) – IFAD, 2013

Dalam pelaksanaannya di Parepare misalnya dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) digunakan untuk mendukung aktivitas penangkapan ikan, seperti perahu dan motor tempel, bantuan budidaya rumput laut, dukungan pengolahan hasil laut berupa sarana penjemuran dan pengolahan ikan teri, sarana untuk pembersihan dan penjualan ikan dan kegiatan perempuan membuat abon ikan.

Kelompok Pembangunan Prasarana atau Infrastruktur

Setiap kelurahan membentuk 1 Kelompok Pembangunan Prasarana / Infrastruktur

yang bertanggung jawab

menyelenggarakan kegiatan

pembangunan prasarana infrastruktur sesuai anggaran yang tersedia dan komitmen untuk memberikan kontribusi inkind dalam bentuk barang, jasa, dan tenaga kerja. Kelompok ini bekerja sama dengan TPD, konsultan, PIU, dan tenaga ahli teknis yang diperlukan untuk menilai kelayakan teknis proyek dan perkiraan biaya awal. Setelah pemilihan kebutuhan prasarana disepakati, maka kelompok ini bekerja sama dengan TPD, konsultan, dan PIU menyusun rincian biaya, rancangan kegiatan, pengadaan barang, kontribusi barang/jasa dan pemeliharaannya berkoordinasi dengan VWG.

Prasarana yang dipilih dan dibangun mempertimbangkan manfaat langsung maupun tidak dalam penggunaan

(28)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

sumberdaya pesisir berkelanjutan atau berkontribusi langsung maupun tidak bagi meningkatnya pendapatan kelompok sasaran. Beberapa kegiatan pembangunan prasarana yang berjalan meliputi: pembangunan perbaikan dermaga untuk tambat labuh atau sandar kapal, tangga turun dari pinggir pantai untuk digunakan masyarakat ke kapal atau perahu nelayan.

Proposal paket pembangunan prasarana ini diajukan melalui PIU, direview, dibiayai setelah melalui pertimbangan Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir. Selanjutnya Ketua PIU menetapkan persetujuan kegiatan pembangunan prasarana masyarakat dan mentransfer

dana ke rekening Kelompok

Pembangunan Prasarana Masyarakat sesuai aturan yang berlaku.

Kelompok Usaha

Kelompok usaha dibentuk untuk melaksanakan kegiatan ekonomi misalnya budidaya laut, perikanan tangkap, pengolahan dan pemasaran oleh rumah tangga masyarakat pesisir yang berminat. Keanggotaannya berdasarkan rumah tangga, dan satu Kelompok Usaha terdiri dari rata-rata 10 rumah tangga nelayan atau pengolah/penjual /pemasar ikan. Untuk menjaga dan mempertimbangkan rasa keadilan maka tidak boleh dalam 1 rumah tangga, lebih dari 1 orang tergabung dalam 1 Kelompok Usaha yang sama. Dalam tahun kesatu, kelompok-kelompok yang telah dibentuk dan dilatih akan diikuti perkembangannya sejauh mana kemampuannya mengelola dana bantuan maupun infrastruktur yang dibantu dengan memperhatikan indikator keberhasilan proyek. Selanjutnya beranjak ke tahun kedua diarahkan lebih banyak kelompok usaha yang muncul dari masyarakat setelah mendapat pengalaman dan pembelajaran dari

kelompok usaha tahun pertama sebelumnya. Dan pada tahun berikutnya akan diteruskan dengan membuka peluang baru dan perluasan yang lebih besar lagi.

Perempuan diupayakan terlibat dalam kegiatan usaha produksi berorientasi profit adalah salah satu tantangan pada CCDP IFAD ini, terutama dalam kegiatan usaha pengumpulan, pengolahan pasca panen dan pemasaran hasil perikanan laut. Disadari bahwasanya karena masih dalam tahap inisiasi (tahap awal atau pendahuluan) maka untuk dapat memenuhi arahan pedoman teknis agar dalam satu kelompok usaha minimal 30% harus perempuan, masih belum dapat dipenuhi sepenuhnya. Hal ini tidak terlepas dari peran perempuan di wilayah pesisir Parepare yang lebih banyak menjadi pengurus rumah tangga dan dapur dari keluarga nelayan. Masih memerlukan proses pendampingan dan penyadaran untuk mendorong dan melibatkan jumlah anggota perempuan dan peranannya dalam suatu kelompok usaha di masyarakat pesisir. Namun dalam tahun 2014 akan didorong pelibatan perempuan lebih banyak lagi.

Proses seleksi dan alokasi dana BLM mengikuti proses yang disebutkan di atas dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Proses pembentukan Kelompok Usaha dan/atau seleksi anggota, sebagai berikut: a. Proses revitalisasi kelompok yang

sudah ada di desa dan dianggap sudah memenuhi persyaratan untuk mengembangkan usaha sesuai dengan dokumen Proyek PMP;

b. Jika dibentuk Kelompok Usaha baru maka VWG dibantu oleh TPD dan staf PIU teknis memberikan keterangan tentang dasar pemikiran, konsepsi

(29)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

proyek, dan proses pembentukan Kelompok Usaha kepada masyarakat yang menjadi sasaran Proyek;

c. Rumah tangga pesisir yang memenuhi persyaratan difasilitasi oleh TPD dan staf PIU untuk membentuk kelompok. Kelompok Usaha yang dibentuk, diajukan secara resmi dan didaftarkan kepada pemerintahan kelurahan untuk ditetapkan oleh lurah.

d. TPD dan anggota PIU memberikan pelatihan mengenai pengelolaan usaha kelompok, pengelolaan keuangan dan membantu Kelompok Usaha mempersiapkan proposal yang berisi rincian proyek termasuk spesifikasi teknis, biaya dan perkiraan modal, penentuan keberlanjutan sumberdaya pesisir bekerjasama dengan Kelompok Pengelolaan Sumberdaya Pesisir, rincian kontribusi barang dan jasa, dan alokasi tanggung jawab kelompok. e. TPD dan PIU memverifikasi

kelayakan teknis dan finansial.

f. Komite Pemberdayaan

Masyarakat Pesisir melakukan proses review proposal kelompok secara transparan.

g. Setelah proposal teknis direview oleh PIU dan rekomendasi dari Komite PMP diberikan, maka Kelompok Usaha tersebut resmi terdaftar di kelurahan dan ditetapkan di Dinas Pertanian Kehutanan Perikanan Kelautan. Selanjutnya sesuai dengan peraturan yang berlaku dan prosedur keuangan PIU maka Kelompok Usaha tersebut membuka rekening atas nama kelompok dan PIU mengatur transfer dana BLM ke rekening kelompok;

h. Jika PIU memerlukan revisi rincian teknis atau keuangan dari proposal untuk memenuhi kriteria yang jelas, maka dibuat penjabaran detailnya.

KelompokTabungan

Pada tahun 2013 ini di Parepare belum dibentuk kelompok yang fokus pada tabungan. Hal ini karena kapasitas kemampuan pengelolaan tabungan jika diterapkan di tengah masyarakat pesisir Parepare saat ini belum cukup siap. Jika melihat bagaimana pengalaman pengelolaan DEP (Dana Ekonomi Produktif) dari PEMP (Proyek Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir) yang pernah dijalankan di Parepare sebelumnya dimana setidaknya 60% dana usaha simpan pinjam / model

dana bergulir mengalami

kemandekan/stagnasi, sehingga masih sulit untuk digulirkan ke masyarakat pesisir lainnya.

Rancangan CCDP IFAD ini mengarahkan agar anggota kelompok tabungan adalah rumah tangga miskin pada lokasi sasaran, yaitu rumah tangga miskin yang kekurangan modal, yang belum memenuhi persyaratan untuk membentuk Kelompok Usaha sebagaimana disebutkan di atas, akan tetapi kelompok marginal yang harus diperhatikan. Untuk itu dilakukan upaya persuasi dan pendekatan agar individu-individu yang belum memenuhi persyaratan ini mau bergabung dalam satu kelompok yang disebut Kelompok Tabungan. Kelompok Tabungan ini memungkinkan rumah tangga pesisir untuk mengembangkan budaya menabung dan mengumpulkan modal awal yang dapat digunakan sebagai kontribusi yang secara bertahap membentuk Kelompok Usaha baru. Setidaknya satu dari empat Kelompok Tabungan wajib kelompok wanita, meskipun pengalaman menunjukkan bahwa wanita kemungkinan menjadi peserta aktif dalam kelompok tersebut. Secara ringkas kegiatan investasi yang dilaksanakan oleh Kelompok Pembangunan Prasarana Masyarakat dan

(30)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Kelompok Usaha adalah sebagai mana dijelaskan pada pedoman PMP 2013. Tabel 2. Kelompok Usaha yang Mengembangkan Investasi

Jenis Kelompok yang melakukan

Investasi

Tanggung jawab

kelompok Rekening bankkelompok Kepemilikan aset penerima manfaatSumbangan Kelompok Pembangunan Prasarana/Infrast ruktur Prasarana ekonomi berskala kecil (anggota 8 - 10 orang) mengelola konstruksi prasarana, operasional dan pemeliharaan/perawa tannya Dipakai untuk biaya membangun fisik bangunan, biaya teknis dan operasional serta pemeliharaan/pera watan Berdasar kan kebijakan nasional. Jika aset ini dimiliki masyarak at, maka aset ini dimiliki dan dikelola kelompo k atas nama masyarak at 20% barang dan jasa ataupun uang

tunai dari masyarakat. Pengaturan terhadap mekanisme operasional pemeliharaan/pera watan. Kelompok Usaha ((anggota 8 - 10 orang) mengelola penuh investasi awal dan kegiatan usaha perusahaan yang sedang berjalan Dipakai sebagai hibah awal, semacam stimulir atau pendorong modal usaha kelompok Dikelola oleh Kelompo k Usaha 20% barang dan jasa ataupun uang tunai dari anggota kelompok usaha

Rumah tangga masyarakat pesisir yang menjadi anggota kelompok usaha adalah : a. Rumah tangga masyarakat pesisir yang ber-aset dan ada tenaga kerja, sehari-hari bekerja di menangkap

ikan, budidaya laut,

mengolah/memasarkan dalam skala kecil. Rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi, sebagian besar berada di atas garis kemiskinan namun pada musim tertentu di bawah garis kemiskinan.

b. Rumah tangga masyarakat pesisir yang asetnya terbatas, memiliki akses terbatas seperti dalam menangkap ikan, kelompok ini termasuk para pemilik perahu kecil/katinting dengan mesin tempel yang memiliki kapasitas

mesin kecil, jumlah tenaga kerja sedikit (1-2 orang), dan peralatan tangkap ikannya berjarak terbatas, pembudidaya laut skala kecil dan pedagang penjual ikan. Umumnya berada dalam batas-batas garis kemiskinan yang sangat rentan dan dapat berubah sewaktu-waktu menjadi dibawah garis kemiskinan. c. Rumah tangga masyarakat pesisir

dengan aset produksi yang sangat mendasar, sumber daya pesisir yang tersedia sangat terbatas, peluang lapangan kerja juga terbatas untuk meningkatkan pendapatannya – seperti nelayan dengan kapal tanpa motor misalnya perahu cadik, sampan, semuanya bermodal sangat

(31)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

terbatas, demikian halnya dengan peralatan yang dipakai, kapasitas pengolahan hasil tangkapan, dan jarak dari pendaratan ke tempat penangkapan ikan. Umumnya berada dibawah garis kemiskinan.

d. Rumah tangga masyarakat pesisir tanpa aset yang memadai dan memiliki akses yang sangat terbatas untuk memanfaatkan sumberdaya pesisir. Misalnya buruh nelayan, buruh bongkar muat kapal ikan, tanpa keterampilan, seringkali hanya paruh

waktu. Umumnya sangat

terpinggirkan, berada dibawah garis kemiskinan.

PENDAMPINGAN KELOMPOK

Dalam proses implementasi CCDP IFAD, salah satu faktor penentu utama adalah pengembangan kapasitas sumber daya manusia, khususnya Tenaga Pendamping Desa (TPD). Penyediaan TPD berasal dari kontraktual khusus dan sebagian dari dukungan Pegawai Negeri Sipil Petugas Penyuluh Perikanan, ditugaskan oleh PIU untuk mendampingi masyarakat pesisir (nelayan penangkap, pembudidaya, pengolah/penjual/pemasar ikan). Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, di Parepare tahun 2013 ini ada 3 TPD penuh waktu (full time) yaitu Ishma Aprilia, Rezki Ashari, M Jafar dengan kontrak 1 tahun yang dapat diperbarui berdasarkan kinerjanya. Ditambah tiga orang tenaga penyuluh Pegawai Negeri Sipil Kantor Badan Penyuluh Ketahanan Pangan yaitu Iswahyuddin, Hastuti, Rasmi Jaya Indah Sari. Melalui CCDP IFAD, disediakan dana penunjang transportasi dan akomodasi untuk aktivitas pendampingan kelompok masyarakat.

1.5.

PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN

INDIKATOR KINERJA PROYEK

Dalam kaitannya dengan pelaksanaan CCDP IFAD di Parepare pada tahun pertama ini, monitoring evaluasi dan indikator kinerja proyeknya juga menjadi bagian dari sistem yang dibangun PMO di Jakarta yaitu disusun sambil berjalan melalui penyusunan sistem basis data (baseline) termasuk kaitannya dengan data Sistem Pemantauan Hasil dan Dampak (Result and Impact Management System), termasuk pelaporan keuangan dan fisik sesuai persyarataan pemerintah dan IFAD dan pemantauan kemajuan dan dampak/hasil. Hasil-hasil RIMS dilakukan di tahun 2013 ini menjadi salah satu informasi awal guna mengetahui kondisi lokasi proyek CCDP IFAD ini. Secara berkala monitoring dilakukan untuk mengetahui proses menuju pencapaian tujuan, sasaran dan indikator keberhasilan.

Adapun monitoring dilakukan oleh tim PIU Kota Parepare setiap bulan setidaknya dilakukan pertemuan koordinasi bersama konsultan pemberdayaan masyarakat dan konsultan pemasaran PIU untuk membahas kemajuan kegiatan, perkembangan di lapangan dan membahas hasil-hasil pendampingan yang dilakukan oleh Tenaga Pendamping Desa (TPD) dan Petugas Penyuluh Lapangan. Merujuk dari performa kegiatan pendampingan yang dilaporkan oleh para TPD, aktivitas pengurus kelompok dan anggotanya, serta dari kunjungan langsung di lapangan, tim PIU bersama-sama konsultan mengikuti perkembangan kelompok yang telah dibentuk dan diberikan bantuan BLM atau terlibat dalam proses pembangunan pondok informasi dan pembuatan infrastruktur penunjang kegiatan perikanan masyarakat. Evaluasi juga dilakukan setelah setiap kegiatan

(32)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

yang dilaksanakan PIU selesai, yaitu dengan rapat koordinasi, menilai kinerja dan membandingkannya dengan Petunjuk Operasional Kegiatan (POK) 2013 yang telah dibuat dari Ditjen KP3K KKP, dan dengan melihat DIPA / RKAKL. Setiap ada kunjungan atau kehadiran dari staf Direktorat Pemberdayaan Masyarakat dan Pengembangan Usaha - Ditjen KP3K; BPSPL Makassar; maupun Dinas Kelautan Provinsi Sulawesi Selatan hasil-hasil kemajuan kegiatan disampaikan dan dilihat/dikunjungi di lapangan. Dalam kaitannya dengan evaluasi maka monitoring kegiatan, monitoring pasca kegiatan tetap dilakukan, karena pada akhirnya akan dirujuk untuk menilai kinerja pelaksanaan CCDP IFAD Parepare secara keseluruhan. Indikator output dan indikator outcome akan dilihat pencapaiannya guna menilai keseluruhan proyek ini, sehingga atas dasar itu dapat dilakukan perbaikan mengatasi kelemahan yang dihadapi.

1.6.

DESKRIPSI SINGKAT CAPAIAN

KEGIATAN TAHUN 2013

Berdasarkan penilaian terakhir dari kunjungan lapangan konsultan, tim teknis PIU, Tenaga Pendamping Desa (TPD) dan Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pada CCDP IFAD Parepare dan merujuk laporan Annual Outcome Survey yang dilakukan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin, maka berikut ini secara singkat disajikan capaian kegiatan tahun 2013.

Di Parepare telah terbentuk Project Implementation Unit di bawah Dinas

Pertanian Kehutanan Perikanan Kelautan (PKPK), telah dibentuk Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir (District Oversight Board), dan telah direkrutnya 3 orang TPD : M.Jafar (Sumpang Minangae), Rezki Ashari (Labukkang) dan Ishma Aprilia (Watan Soreang) dan masing-masing bekerjasama dengan petugas penyuluh lapangan pada kelurahan tersebut. Kemudian telah dilakukan sosialisasi awal kegiatan CCDP-IFAD pada 3 kelurahan untuk implementasi 2013 dan 6 kelurahan yang didampingi untuk 2014. Pada masing-masing kelurahan tersebut telah difasilitasi dan dibentuk kelompok masyarakat yaitu kelompok kerja desa (Village Working Group), kelompok usaha, kelompok infrastruktur, kelompok pengelola sumber daya alam, dan termasuk diberikan pendampingan dan penguatan kelompok dalam bentuk pelatihan perencanaan partisipatif, penyusunan proposal, dinamika kelompok, workshop Coastal Marine Co-Management, kunjungan lapanganmarket awareness, pelatihan untuk peningkatan kapasitas dan sosialisasi pemahaman pemberdayaan masyarakat pesisir, temu usaha dan pengembangan mata pencaharian alternatif serta jaringan pemasaran produk perikanan kelautan, perencanaan kegiatan desa dan penilaian desa berbasis masyarakat. Sedangkan internal PIU telah dilakukan sinkronisasi kegiatan dan koordinasi teknis. Sementara untuk bantuan dana BLM, dana untuk pondok informasi dan dana untuk infrastruktur penunjang kelurahan pesisir melalui CCDP-IFAD Kota Parepare tahun 2013 telah terlaksana di Kelurahan Sumpang Minangae, Kelurahan

Labukkang, dan Kelurahan

(33)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Untuk dana BLM, pondok informasi, infrastruktur di Sumpang Minangae a. Kelompok Usaha

Tabel 3. Kelompok Usaha Kelurahan Sumpang Minangae

No. Nama Kelompok Jumlah Dana proposal BLM CCD-IFAD Jumlah Penggunaan Dana Persentase Penggunaan Dana 1 Mawar 1 Rp. 30.000.000,- Rp. 23.700.000,- 79 % 2 Mawar 2 Rp. 30.000.000,- Rp. 20.000.000,- 67 % 3 Mawar 3 Rp. 30.000.000,- Rp. 20.700.000,- 69 % 4 Mawar 4 Rp. 30.000.000,- Rp. 20.000.000,- 67 % 5 45 Rp. 30.000.000,- Rp. 19.500.000,- 65 % 6 Bersahaja Rp. 30.000.000,- Rp. 20.500.000,- 68 %

Sisa dana akan digunakan untuk membeli perlengkapan kelompok yang dibutuhkan oleh anggota kelompok.

b. Kelompok Infrastruktur

 Pembangunan Pondok Informasi

Pembangunan fisik Pondok Informasi sudah mencapai 90 %, tinggal melengkapi barang inventaris pondok informasi berupa meja, kursi, papan tulis, tempat sampah, sapu serta tirai yang terbuat dari bilah-bilah kayu (jali).  Pembangunan Tambatan Perahu

Pembangunan fisik Tambatan Perahu sudah mencapai 100 % atau pembangunan sudah rampung. Sarana tersebut sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, seperti memancing, bongkar muat hasil tangkapan nelayan.

Untuk Kelompok Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA)

Kelompok Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) sepanjang tahun 2013 belum melakukan aktivitas di lapangan, akan tetapi sudah memiliki perencanaan kegiatan seperti penanaman mangrove, pembersihan sungai dan laut dari sampah.

(34)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Untuk dana BLM, pondok informasi, infrastruktur di Kelurahan Labukkang a. Kelompok Usaha

Tabel 4. Kelompok Usaha Kelurahan Labukkang

No Nama Kelompok

Jumlah Dana proposal BLM CCD-IFAD

Penggunaan Dana (Rp) Persentase

serapan Anggaran (%) Tahap I Tahap II 1 Sumber Agung 30.000.000 20.400.000 9.600.000 100 2 Semangat Baru I 30.000.000 21.120.000 8.880.000 100 3 Wirausaha 30.000.000 21.000.000 - 70 4 Semangat Baru 30.000.000 21.395.000 - 71 5 Masagenae 30.000.000 25.000.000 - 83 6 Bersahaja 30.000.000 23.975.000 6.025.000 100 b. Kelompok Infrastruktur

 Pembangunan Pondok Informasi

Pembangunan fisik pondok informasi yang dilakukan Kelompok Mandiri sudah mencapai 100 %, dan sementara melengkapi sisa-sisa perlengkapan ruangan yang akan dilakukan swadaya masyarakat.

 Pembangunan Tambatan Perahu

Pembangunan fisik tambatan perahu sudah mencapai 94% . Sarana tersebut sudah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk aktivitas sehari-hari, seperti memancing, bongkar muat hasil tangkapan nelayan. Sisafinishing touchsaja. Kelompok Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA)

Kelompok Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) sepanjang tahun 2013 belum melakukan aktivitas di lapangan, akan tetapi sudah memiliki perencanaan kegiatan seperti pelaksanaan transplantasi karang, pembuatan pintu air saluran pembuangan sosialisasi dan kampanye kepedulian lingkungan, serta pembersihan pantai dan pengelolaan kebersihan laut dari sampah.

(35)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013 a. Kelompok Usaha

Tabel 5. Kelompok Usaha Kelurahan Watang Soreang

No. NAMA

KELOMPOK

TOTAL

BANTUAN PENCAIRAN I SISA DANA

PERSENTASE PENGGUNAAN DANA 1 SIPARENNU 30,000,000 20,000,000 10,000,000 66,66 % 2 PUTRI DUYUNG 30,000,000 30,000,000 0 100 % 3 BUJUNG PITUE 30,000,000 30,000,000 0 100 % 4 SIPADECENGI- II 30,000,000 25,530,000 4,470,000 85,1 % 5 SIPADECENGI - III 30,000,000 25,337,500 4,662,500 84,45 % 6 SIPADECENGI - I 30,000,000 25,200,000 4,800,000 84% b.Kelompok Infrastruktur

Pembangunan fisik Pondok Informasi oleh Kelompok Masagenae-1 sudah mencapai dua per tiga atau 66%, dan saat ini masih dilakukan percepatan penyelesaiannya. Sedangkan pembangunan tangga turun dari tepi pantai ke tempat naik perahu sudah selesai 100% dan sudah dimanfaatkan oleh nelayan dan masyarakat umum untuk naik turun perahu.

Kelompok Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA)

Kelompok Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) sepanjang tahun 2013 belum melakukan aktivitas di lapangan, akan tetapi sudah memiliki perencanaan kegiatan seperti penanaman mangrove, pemasangan terumbu karang buatan, sosialisasi kebersihan pantai, pemasangan papan himbauan kebersihan dan konservasi lingkungan, dukungan untuk kegiatan pembersihan pantai dari sampah.

(36)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

GAMBARAN UMUM

LOKASI CCPD-IFAD

PROFIL SINGKAT

POTENSI EKONOMI

DISTRIBUSI DAN PEMASARAN

HASIL

JENIS KEGIATAN, KELEMBAGAAN

NELAYAN

(37)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

2. GAMBARAN UMUM LOKASI CCDP-IFAD

2.1.

PROFIL SINGKAT 9 KELURAHAN TARGET CCDP-IFAD

Kota Parepare merupakan salah satu daerah di Sulawesi Selatan yang strategis karena terletak pada jalur perlintasan transportasi darat maupun laut, baik arah Utara – Selatan maupun Timur – Barat, dengan luas 99,33 km2, secara geografis terletak antara 3o57’39” - 4o04’49” Lintang Selatan dan 119o36’24”-119o43’40” Bujur Timur,

terdiri atas 4 kecamatan, 22 kelurahan. Administratifnya berbatasan sebelah Utara Kabupaten Pinrang, Timur berbatasan Kabupaten Sidenreng Rappang, Selatan berbatasan Kabupaten Barru, dan sebelah Barat berbatasan dengan perairan Teluk Parepare - Selat Makassar.

(38)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Gambar 8. Peta Lokasi Sasaran Proyek CCDP IFAD Kota Parepare tahun 2013 Jumlah penduduk Kota Parepare setiap

tahun mengalami peningkatan, baik yang disebabkan oleh adanya pertumbuhan penduduk Kota Parepare sendiri maupun migrasi dari daerah sekitar Parepare. Data jumlah penduduk Parepare dalam 5 tahun terakhir, menunjukkan jumlah penduduk sebanyak 115.169 jiwa, yaitu 56.883 jiwa laki-laki dan 58.286 jiwa perempuan, dengan 27.464 kepala keluarga (KK), mengalami peningkatan menjadi 129.013 jiwa yang terdiri dari 63.241 jiwa laki-laki serta 65.772 jiwa perempuan, dengan 28.879 kepala keluarga (KK). Rerata tiap keluarga

beranggotakan 4-5 orang.

Perkembangan penduduk selama 5 tahun terakhir memiliki rerata

pertumbuhan tahunan 2,88%. Sementara itu rasio seks di Parepare adalah 96 yang berarti terdapat sekitar 96 laki-laki di antara 100 perempuan. Mayoritas penduduk di Kota Parepare beragama Islam yaitu sekitar 86,70% dari total jumlah penduduk. Sedangkan pemeluk agama lainnya terdiri atas pemeluk agama Kristen Protestan, Katolik Hindu dan Budha.

Kelurahan Sumpang Minangae

Berikut adalah profil singkat Kelurahan Sumpang Minangae.

Seluas 0,31 km2, Sumpang Minangae

batas-batas administratifnya di Utara adalah Kelurahan Cappa Galung, di sebelah Barat Perairan Teluk

(39)

Parepare-LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Selat Makassar, di sisi Selatan Kelurahan Lumpue, di sisi Timur Kelurahan Bumi Harapan. Luas wilayahnya mencapai 3,31 km2.

Jumlah penduduk Kelurahan Sumpang Minangae tahun 2011 sebanyak 5132 orang yang terdiri dari laki-laki sebanyak 2.396 orang dan perempuan sebanyak 2.736 orang. Kepadatan penduduk sebanyak 16, 5 Jiwa/km2.

Kelurahan dengan 4 RW dan 13 RT ini tercatat nelayannya setidaknya mencapai berkisar 161 orang, selebihnya adalah terdiri dari aparat kepolisian, tentara dan pensiunan, karyawan pegawai negeri sipil, dan sedikit karyawan swasta. Sarana pendidikan yang ada terdapat 2 Playgroup, 3 Taman Kanak-kanak, 5 Sekolah Dasar , 3 Sekolah Lanjutan Atas/sederajat, 1 Perguruan Tinggi Swasta. Sarana kesehatan terdapat Posyandu 4 unit.

Gambar 9 Histogram Jumlah Keluarga

Sejahtera Kelurahan Sumpang Minangae, tahun 2012

Beberapa potensi sumber daya pesisir di Sumpang Minangae, antara lain salah satunya adalah obyek wisata pantai, kuliner warung kopi, masakan bebek khas setempat yang disebut nasu palekko di teras empang sambil

memancing ikan, selain itu juga dapat

menyusuri muara sungai sepanjang 5

kilometer dengan perahu. Selain itu

hamparan persawahan, wisata alam jembatan Sumpang Minangae Pare-Pare, dan wisata pantai. Salah satu obyek wisata budaya yang

menarik adalah penyelenggaraan Festival

Tahunan Salo Karajae dapat menjadi media positif bagi pelestarian budaya masyarakat

Sulawesi Selatan, karena diikuti ratusan

peserta dari sejumlah daerah di Ajattapareng. Selain lomba mappadendang, tari kreasi dan lomba perahu tradisional, juga dimeriahkan dengan lomba lagu daerah, outbond, dan lomba foto objek.

Rata-rata jenis alat tangkap yang dimiliki nelayan di Kelurahan Sumpang Minangae didominasi oleh kapal ukuran kecil, sehingga operasi penangkapan dilakukan dengan one day fishing dan daerah penangkapannya tidak jauh dari pantai. Wilayah Pesisir Kelurahan Sumpang Minangae rawan terhadap banjir rob di antaranya terjadi di Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat. Banjir rob dengan ketinggian hingga 20 sentimeter terjadi akibat masuknya air pasang ke saluran air yang melewati batas tanggul. Kondisi ini juga diperparah dengan hujan deras yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Akibatnya, puluhan merendam rumah warga, menyebabkan sejumlah ruas jalan tergenang. Warga di

(40)

LAPORAN AKHIR KEGIATAN CCDP-IFAD KOTA PAREPARE TAHUN 2013

Kelurahan Sumpang ini memprediksi gelombang pasang air laut berlangsung hingga pertengahan Januari. Di kelurahan Sumpang Minangae memiliki sarana usaha perekonomiannya yang ada berupa Pasar Sumpang, pasar ikan. Sementara kelembagaan yang ada adalah pemerintahan kelurahan, kelambagaan perbankan, koperasi simpan pinjam, KUD, BPR dan Lembaga Swadaya Masyarakat.

Kelurahan Labukkang

Selanjutnya di Kelurahan Labukkang, memiliki batas-batas administratif di sebelah Utara Kelurahan Mallusetassi dan Ujung Bulu, di sisi Barat perairan pesisir Parepare - Selat Makassar, di sebelah Selatan Kelurahan Kampung Baru, di sisi Timur Kelurahan Kampung Baru. Kelurahan Labukkang merupakan salah satu kelurahan di Kecamatan Ujung, yang terdiri dari 8 (delapan) ORW. ORW Labukkang, ORW Mattirotasi, ORW Perpin Lama, ORW Kampung Arab, ORW Labatu, ORW Alluppangnge, ORW Labosang dan ORW Mangga Timur. Jumlah penduduk Kelurahan Labukkang pada tahun 2012 (Kota Pare-pare dalam Angka 2013) adalah 7.398 jiwa dengan penduduk laki-laki sebanyak 3.557 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 3.841 jiwa. Sarana pendidikan yang ada berupa 1 Taman Kanak-kanak. Sarana kesehatan adalah 1 Puskesmas, MCK umum 4 unit.

Sumber: Diolah dari data Kota Pare-pare Dalam Angka 2013

Kelurahan dengan 8 RW dan 22 RT ini tidak didominasi oleh nelayan, karena hanya tercatat ada 13 orang nelayan penangkap, 37 orang penjual ikan dan 25 orang pengolah ikan, selebihnya jauh didominasi oleh pegawai negeri sipil, karyawan swasta, wirausahawan, buruh tukang dan pensiunan. Nelayan di kelurahan ini berjumlah 55 orang, terdiri atas Nelayan Tangkap, Pengumpul, Buruh Nelayan, Penjual Ikan Eceran dan Perempuan Nelayan. Dengan kata lain nelayan di kelurahan ini lebih banyak sebagai nelayan yang bergerak di bidang perdagangan dan pengolahan ketimbang nelayan sesungguhnya yang melakukan penangkapan.

Selain itu terdapat perempuan nelayan, di mana istri para nelayan tangkap yang melakukan kegiatan mengasinkan ikan tangkapan suaminya yang tidak terjual. Dengan demikian pekerjaan ini bukanlah pekerjaan tetap, tetapi tergantung ada-tidaknya ikan tangkapan suaminya yang tidak terjual.

Gambar

Gambar 1. Struktur Kelembagaan Keseluruhan CCDP-IFAD
Gambar 2. Struktur Kelembagaan Secara Lokal (PIU)
Gambar 3. Struktur Komite Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Gambar 4. Tahapan Kegiatan CCDP-IFAD
+7

Referensi

Dokumen terkait