BAB III. ANALISIS INOVASI DAN PENGEMBANGAN E-
B. Pembahasan
1. Validasi Media Pembelajaran
Hasil analisis data dari semua validator menunjukan bahwa media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle ini sangat valid digunakan sebagai media pembelajaran asam basa
dengan perolehan rata-rata moment kappa sebesar 0,82 yang dapat dilihat pada Tabel 7. Kevalidan media pembelajaran ini dilihat berdasarkan berbagai komponen, yaitu komponen isi, komponen penyajian, komponen kebahasaan dan komponen kegrafisan. Masing-masing komponen ini diuraikan sebagai berikut.
a. Komponen Isi
Hasil pengolahan data terhadap komponen isi media pembelajaran asam basa, menunjukkan perolehan rata-rata moment kappanya sebesar 0,82 (Tabel 3) dengan kategori kevalidan sangat tinggi. Kategori moment kappa yang sangat tinggi ini di dapat karena
73 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a media pembelajaran asam basa sudah sesuai dengan tuntutan kompetensi dasar dan dapat mengarahkan siswa dalam menemukan konsep sendiri serta menyimpulkan konsep sendiri. Penyampaian materi melalui video dan gambar dapat membuat siswa lebih cepat menemukan konsep sendiri, begitu juga pertanyaan-pertanyaan yang diberikan. Pertanyaan yang disusun secara bertingkat dari yang rendah hingga yang tinggi dapat membuat membantu siswa menemukan konsep sendiri.
b. Komponen Penyajian
Pengolahan data dari komponen penyajian media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle memiliki kategori kevalidan sangat tinggi dengan perolehan rata-rata moment kappanya sebesar 0,82 (Tabel 4). Tingginya kevalidan
komponen penyajian yang diperoleh karena media ini disusun secara sistematis, setiap indikator yang ingin dicapai menggunakan video praktikum, gambar, animasi dan pertanyaan menuntun yang disajikan saling berkaitan satu sama lain. Tampilan animasi dan gambar dapat mengakomodasi siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan secara verbal (Arsyad, 2013: 20).
c. Komponen Kebahasaan
Kevalidan media pembelajaran berorientasi chemistry triangle terhadap komponen kebahasaan dari ketujuh validator menunjukkan
74 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
perolehan rata-rata moment kappanya sebesar 0,82 (Tabel 5) dengan kategori kevalidan sangat tinggi. Nilai ini diperoleh karena media pembelajaran sifat asam basa menggunakan bahasa yang mudah dimengerti dan memenuhi kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Kalimat pertanyaan yang digunakan sederhana sehingga informasi yang disampaikan jelas. Media ini juga konsisten dalam menggunakan simbol atau lambang sehingga siswa mudah memahami petunjuk dan tertarik mmpelajari materi yang ada pada media.
d. Komponen Kegrafisan
Komponen kegrafisan media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle memiliki kategori kevalidan sangat tinggi dengan perolehan rata-rata moment kappanya sebesar 0,85 (Tabel 6). Hal ini menunjukkan bahwa media
pembelajaran ini memiliki desain dan warna tampilan yang menarik, jenis dan ukuran huruf yang digunakan dapat terbaca jelas, tata letak isi teratur, dan animasi yang digunakan dapat menarik perhatian siswa. Tampilan media yang menarik, terang/dapat terbaca, mudah dimengerti dan menarik perhatian siswa, membuat media tersebut mampu menyampaikan pesan yang diinginkan oleh penggunanya (Arsyad, 2013: 16).
Secara keseluruhan, media pembelajaran berorientasi chemistry triangle yang dikembangkan sudah valid dengan kategori sangat tinggi.
Sesuai dengan yang dikemukakan Suryabrata (2013: 61-63), kevalidan suatu produk ditentukan oleh aspek konstruk, isi, serta validitas berdasar
75 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a kriteria. Validitas kriteria ini tergantung kepada kriteria yang dijadikan sebagai patokan, seperti bahasa yang digunakan, kegrafisan dari produk, ataupun kriteria lain.
Beberapa komponen yang harus diperbaiki sesuai saran validator adalah sebagai berikut ini.
1. Memperbaiki penulisan simbol
2. Menambahkan soal latihan di setiap materi 3. Merapikan tampilan media
4. Menambahkan tombol home, agar siswa tidak perlu bolak-balik untuk mengakses materi
5. Merubah warna latar agar warna molekul lebih jelas 6. Menambah contoh soal pada materi menghitung pH
Sesuai dengan saran yang diberikan oleh validator, maka dilakukan revisi terhadap media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle, kemudian dilakukan uji praktikalitas.
2. Praktikalitas dari Angket Respon Guru
Praktikalitas media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle yang dikembangkan dapat dilihat dari
hasil uji kepraktisan dan keterpakaian produk yang dikembangkan.
Kepraktisan suatu media dilihat melalui tiga aspek yaitu kemudahan penggunaan, efisiensi waktu pembelajaran dan manfaat (Mudjijo, 1995: 59).
Kepraktisan media pembelajaran ini dapat diuraikan sebagai berikut ini.
76 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a a. Kemudahan Penggunaan
Media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle yang dikembangkan menampilkan konsep-konsep pada materi asam basa secara sederhana dan jelas, sehingga isi media pembelajaran yang dibuat mudah dipahami. Huruf yang digunakan jelas dan mudah terbaca. Media pembelajaran ini bisa digunakan kapan saja dan dimana saja tanpa memerlukan koneksi ke internet, selain itu aplikasi juga mudah di instal atau di uninstal dari sistem smartphone berbasis android. Berdasarkan hal ini membuat media pembelajaran asam basa yang dikembangkan memiliki tingkat kepraktisan sangat tinggi pada aspek kemudahan penggunaan dengan perolehan rata-rata moment kappa sebesar 0.88 (Tabel 8). Menurut Arsyad (2013: 27), media pembelajaran yang baik adalah media pembelajaran yang memiliki kemudahan dalam penggunaannya.
b. Efisiensi Waktu Pembelajaran
Kepraktisan media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle pada aspek efesiensi waktu pembelajaran, menunjukkan kategori kepraktisan yang sangat tinggi dengan perolehan rata-rata moment kappa sebesar 0.83 (Tabel 9).
Perolehan kategori dari kevalidan median yang sangat tinggi, menunjukan bahwa media ini dapat membantu siswa yang memiliki kemampuan lemah dan lambat dalam menerima isi pelajaran yang disajikan oleh guru disekolah, karena media ini dapat digunakan secara
77 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a berulang-ulang sesuai dengan kecepatan belajar masing-masing. Hal ini sesuai dengan pendapat Arsyad (2013:17) yang menyatakan bahwa media dapat mengakomodasikan siswa yang lemah atau lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan. Waktu pembelajaran dapat dipersingkat jika menggunakan media pembelajaran (Arsyad, 2013: 25-27). Media pembelajaran mampu mengatasi keterbatasan ruang, waktu, tenaga, dan daya indera (Daryanto, 2011: 4-5),
c. Manfaat
Kepraktisan media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle pada aspek mafaat media pembelajaran, menunjukkan kategori kepraktisan tinggi dengan perolehan rata-rata moment kappa sebesar 0.79 (Tabel 10). Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran yang dikembangkan ini dapat digunakan siswa untuk belajara secara mandiri, membantu siswa dalam memahami konsep, serta meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar. Media yang dikembangkan telah memenuhi manfaat dari media pembelajaran diantaranya adalah menimbulkan gairah belajar, memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya (Daryanto: 2011: 4-5)
Media pembelajaran dapat meningkatnya motivasi siswa disebabkan siswa belajar dalam suasana yang menyenangkan. Suasana yang menyenangkan akan membangkitkan minat belajar, perasaan
78 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
gembira, adanya keterlibatan penuh dan tercurahnya perhatian siswa dalam kegiatan belajar (Haryono, 2012: 19-20). Hal ini sesuai dengan salah satu manfaat dari media pembelajaran yaitu media pembelajaran mampu membuat kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan interaktif sehingga kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan (Arsyad, 2013: 25-27).
3. Praktikalitas dari Angket Respon Siswa
Kepraktisan media pembelajaran ini terlihat dari perolehan nilai moment kappa dari masing-masing item yang terdapat pada lembar praktikalitas siswa. Lembar praktikalitas siswa ini disusun berdasarkan aspek kemudahan penggunaan, efisiensi waktu pembelajaran dan manfaat.
Kepraktisan media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle dapat diuraikan sebagai berikut.
a. Kemudahan Penggunaan
Berdasarkan hasil pengolahan data kepraktisan media pembelajaran berorientasi chemistry triangle pada aspek kemudahan penggunaan menunjukkan kategori kepraktisan sangat tinggi dengan perolehan rata-rata moment kappa sebesar 0.86 (Tabel 12). Sangat tingginya kepraktisan media pembelajaran ini disebabkan karena media pembelajaran yang dikembangkan mudah digunakan oleh siswa karena media ini menampilkan materi dan konsep-konsep secara sederhana dan jelas, sehingga isi media pembelajaran mudah dipahami. Media pembelajaran ini juga dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar kapanpun dan dimanapun karena media ini dapat digunakan di dalam smartphone
79 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a berbasis android yang dimiliki siswa, media ini pun dapat digunakan tanpa jaringan internet. Menurut Arsyad (2013: 27), media pembelajaran yang baik adalah media pembelajaran yang memiliki kemudahan dalam penggunaannya.
b. Efisiensi Waktu Pembelajaran
Berdasarkan hasil pengolahan data kepraktisan media pembelajaran berorientasi chemistry triangle pada aspek efisiensi waktu pembelajaran didapatkan kategori kepraktisan sangat tinggi dengan perolehan rata-rata moment kappa sebesar 0.89 (Tabel 13). Hal ini menunjukkan bahwa media
pembelajaran ini dapat membantu siswa yang memiliki kemampuan lemah dan lambat dalam menerima isi pelajaran yang disajikan oleh guru disekolah. Nilai ini diperoleh karena media pembelajaran ini dapat membantu siswa belajar sesuai dengan kecepatan belajarnya masing-masing. Sejalan dengan itu Daryanto (2011: 4-5), menyatakan bahwa dengan adanya media memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuannya. Sehingga dengan adanya media pembelajaran ini siswa dapat belajar dengan kecepatannya masing-masing.
Media pembelajaran menggunakan aplikasi android dapat memudahkan untuk dibawa dan dapat dipergunakan berulang-ulang sebagai bahan latihan siswa. Adanya pengulangan latihan akan membuat informasi atau konsep yang dipelajari bertahan lama dalam ingatan siswa, sehingga informasi atau konsep tersebut tidak mudah dilupakan.
c. Manfaat
80 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
Berdasarkan hasil pengolahan data kepraktisan media pembelajaran berorientasi chemistry triangle pada aspek manfaat didapatkan kategori kepraktisan sangat tinggi dengan perolehan rata-rata moment kappa sebesar 0.88 (Tabel 14). Hal ini menunjukkan bahwa media asam basa yang dikembangkan sangat bermanfaat bagi siswa karena media ini menggunakan video praktikum, gambar dan animasi yang dapat menarik perhatian siswa, serta menggunakan musik dan warna yang menarik, sehingga media ini dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa untuk mempelajari materi asam basa dan paham terhadap isi materinya. Hal ini sesuai dengan salah satu manfaat dari media pembelajaran yaitu media pembelajaran mampu membuat kegiatan belajar menjadi lebih menarik dan interaktif sehingga kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan (Arsyad, 2013: 25-27).
Media pembelajaran ini juga membebaskan siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar, kecepatan belajar serta bebas menentukan tujuan dan arah belajarnya. Media ini sesuai dengan model belajar mandiri karena dianggaap luwes dan tidak mengikat (Prawiradilaga dan Siregar, 2007: 190). Nilai kepraktisan dari aspek manfaat yang sangat tinggi membuktikan bahwa media yang dikembangkan telah memenuhi manfaat dari media pembelajaran diantaranya adalah menimbulkan gairah belajar, memungkinkan siswa belajar mandiri sesuai dengan bakat dan kemampuan visual, auditori, dan kinestetiknya (Daryanto: 2011: 4-5)
81 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a Evaluasi Akhir
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi android berbasis chemistry triangle kelas XI SMA/MA ini memiliki kategori kevalidan dan kepraktisan sangat tinggi sehingga layak digunakan dalam proses pembelajaran kimia.
B. Saran
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka disarankan hal-hal sebagai berikut.
1. Bagi siswa yang menggunakan media ini, diharapkan mengamati animasi atau video yang disajikan agar dapat menjawab pertanyaan dengan benar dan memudahkan dalam menemukan konsep dari materi pelajaran.
2. Diharapkan media pembelajaran yang dikembangkan dapat digunakan sebagai alat bantu belajar mandiri dan latihan bagi siswa kelas XI SMA/MA untuk memahami konsep pada materi asam basa
Rujukan
Amri, sofan. 2013. Pengembangan dan Model Pembelajaran dalam Kurikulum 2013.
Jakarta: prestasi pustaka publisher.
Ardiansyah, Firdan. 2011. Pengenalan Dasar Android Programming. Depok : Biraynara.
82 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
Arsyad, Azhar. 2010. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada
Boslaugh, Sarah dan Paul A. W. 2008. Statistics in a Nutshell, a desktop quick reference. Beijing, Cambridge, Famham, Köln, Sebastopol, Taipei,Tokyo:
O’reilly.
Chittleborough, G. D. 2014. “The Development of Theoretical Framework for Understanding the Learning of Chemistry”. International Journal Of Science Education. Agustus 2014. Vol 38. No. 4. hal 25-39.
Daryanto. 2011. Media Pembelajaran. Bandung: Satu Nusa
Hamalik, Oemar. 2001. Proses BelajarMengajar. Bandung : PT. BumiAksara.
Jansoon. 2009. “Understanding Mental Models of Dilution in Thai Students”.
International Journal of Inveromental & Sains Education. Vol 4, No. 2, 147-168.
Kustandi, Cecep dan Bambang Sutjipto. 2011. Media Pembelajaran : Manual dan Digital. Jakarta : Ghalia Indonesia.
Mudjijo. 1995. Tes Hasil Belajar. Jakarta : Bumi Aksara.
Prawiradilaga, Dewi Salma dan Eveline Siregar. 2007. Mozaik Teknologi Pendidikan.
Jakarta: Kencana.
Sanjaya, Wina. 2012. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta. Kencana.
Sirhan, Ghassan. 2007. “Learning Difficulties in Chemistry : An Overview”.
International Journal Of Science Education. September 2007. Vol 4. No.2. hal 2-19.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai. 2011. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru.
Sugeng Purwantoro, Heni Rahmawati, dan Achmad Tharmizi. (2013). Mobile Searching Objek Wisata Pekanbaru Menggunakan Location Base Service (LBS) Berbasis Android. Jurnal. Politeknik Caltex Riau. (Vol 1 hlm 177).
http://www.pdii.lipi.go.id/wp-content/uploads/2014/03/Seminar-Nasional-Infonnatika-_SNlf-2013. Diakses pada 12 Desember 2014 pukul 22.17
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sukardi. 2012. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
83 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a Sunyono.2012. “kajian teoritik model pembelajaran kimia berbasis multiple
representasi (SiMaYang) dalam membangun model mental pebelajar”.
Prosiding Seminar Nasional Sains Universitas Negeri Surabaya. Januari 2012.
Hal 486-495.
Talanguer, Vicente. 2010. “ macro, submicro, and symbolic: the many faces of the chemistry “ triplet”. International Journal of Science Educatoin. Januari 2010.
Vol 33. No 2. Hal 179-195.
Trianto. 2012. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Bumi Aksara.
Yamin, Martinis. 2009. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan.
Jakarta: Gaung Persada Press.
Yanuariska, Anggi. 2015. “Pengembangan Media Pembelajaran Kimia Berbasis Chemistry Triangle Menggunakan Aplikasi Android Untuk Materi Elektrokimia Kelas XII SMA/MA”. Skripsi. Universitas Negeri Padang
Zuliana dan Irwan Padli. (2013). Aplikasi Pusat Panggilan Tindakan Kriminal di Kota Medan Berbasis Android. Jurnal. IAIN Sumatera Utara Medan (hlm 2-4).
http://www.pdii.lipi.go.id/wp-content/uploads/2014/03/Seminar-Nasional-Infonnatika-_SNlf-2013.pdf. Diakses pada 11 Desember 2014 pukul 22.46
84 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
BAB II. APLIKASI ANDROID
BERBASIS CHEMISTRY TRIANGLE TERHADAP HASIL BELAJAR DAN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA KELAS XI SMA KOTA PADANG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi Android berbasis Chemistry Triangle terhadap hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills (HOTS) pada sekolah level tinggi, sedang dan rendah di SMA Negeri Kota Padang. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain penelitian Non-equivalent Pretest-Posttest Controls Design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMAN Kota Padang tahun ajaran 2018/2019. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik cluster sampling sehingga diperoleh tiga sekolah sampel yang mewakili sekolah level tinggi, sedang dan rendah. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji-t, anova dua arah dan Pearson Product Moment. Hasil uji-t terhadap hipotesis data hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills menunjukkan bahwa hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills siswa kelas eksperimen lebih tinggi secara signifikan dibandingkan kelas kontrol baik pada sekolah level tinggi, sedang maupun rendah. Hasil hipotesis menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen dengan rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,78 dengan kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,68 dengan kategori sedang, sedangkan peningkatan Higher Order Thinking Skills pada kelas eksperimen dengan rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,76 dengan kategori tinggi dan kelas kontrol sebesar 0,67 dengan kategori sedang.
A. Pendahuluan Latar Belakang
Ilmu kimia merupakan ilmu yang mempelajari tentang sifat-sifat materi dan perubahan yang menyertainya (Chang, 2011: 1). Ilmu kimia pada dasarnya melibatkan tiga jenis representasi kimia yaitu: makro, sub-mikro dan simbolik
85 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a (Sunyono, et al., 2015: 104). Pembelajaran kimia yang sebagian besar topik-topik pembahasannya bersifat abstrak, sehingga perlu pemahaman pada level submikroskopis (Sunyono, 2012: 486). Di dalam Chemistry Triangle terdapat tiga level representasi yaitu level makroskopik, level submikroskopik dan level simbolik (Chittleborough, 2014: 27). Level makroskopik merupakan representasi kimia yang diperoleh melalui pengamatan nyata terhadap suatu fenomena yang dapat dilihat dan dirasakan oleh panca indera. Level submikroskopik menyangkut susunan dan struktur dari partikel penyusun materi (molekul, atom, ion) beserta perubahannya. Level simbolik yaitu representasi kimia secara kualitatif dan kuantitatif (Talanguer, 2010:
184).
Kimia adalah subjek yang dianggap abstrak dan sulit untuk sebagian besar siswa, salah satu mata pembelajaran kimia yang dianggap abstrak dan sulit dipahami siswa adalah asam basa (Fitriyah, & Sukarmin, 2013: 79). Hal ini sesuai dengan hasil analisis awal peneliti melalui wawancara dengan beberapa guru mata pelajaran kimia dan siswa, ditemukan beberapa masalah yang dialami siswa dalam pembelajaran.
Pertama, sebagian besar siswa menganggap materi asam basa sulit. Kedua, penggunaan bahan ajar yang belum menyajikan tiga fenomena kimia secara utuh sehingga pengajaran kimia khususnya pada materi asam basa
88
88 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
hanya diajarkan pada level makroskopik dan simbolik. Ketiga, siswa masih mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal perhitungan pada materi asam basa.
Di dalam pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi asam basa adalah dengan menggunakan Chemistry Triangle, yang dapat membantu siswa untuk lebih memahami materi-materi yang bersifat abstrak. Salah satu cara untuk membantu peserta didik dalam memahami konsep kimia yang bersifat abstrak adalah dengan menggunakan media pembelajaran, salah satunya media pembelajaran yang memanfaatkan sistem aplikasi Android yang terdapat pada smartphone (Sudjana
& Rivai, 2011: 2).
Ilmu kimia berkaitan dengan konsep-konsep abstrak maka penyajian materi kimia dalam proses pembelajaran perlu dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dengan tujuan agar siswa mampu menemukan konsep dan mengembangkan kemampuan kimianya berdasarkan pengalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki oleh siswa.
Siswa dikatakan mampu menyelesaikan suatu masalah apabila peserta didik tersebut mampu menelaah suatu permasalahan dan mampu menggunakan pengetahuannya ke dalam situasi baru. Kemampuan inilah yang biasanya dikenal sebagai Higher Order Thingking Skills. Higher Order Thingking Skills merupakan kemampuan untuk
menghubungkan, memanipulasi, dan mengubah pengetahuan serta pengalaman yang sudah dimiliki secara kritis dan kreatif dalam menentukan keputusan untuk menyelesaikan masalah pada situasi baru (Dinni, 2018: 170).
Higher Order Thinking Skills merupakan suatu proses berpikir siswa dalam level kognitif yang lebih tinggi yang dikembangkan dari berbagai konsep dan metode
89
89 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a kognitif dan taksonomi pembelajaran seperti metode problem solving, taksonomi bloom, dan taksonomi pembelajaran, pengajaran, dan penilaian (Saputra, 2016: 91).
Higher Order Thinking Skills akan terjadi ketika seseorang mengaitkan informasi baru
dengan infromasi yang sudah tersimpan di dalam ingatannya dan mengaitkannya dan/atau menata ulang serta mengembangkan informasi tersebut untuk mencapai suatu tujuan atau menemukan suatu penyelesaian dari suatu keadaan yang sulit dipecahkan (Kurniati, 2014: 62). Tujuan utama dari Higher Order Thinking Skills adalah bagaimana meningkatkan keterampilan berpikir peserta didik pada level yang lebih tinggi, terutama yang berkaitan dengan kemampuan untuk berpikir secara kritis dalam menerima berbagai jenis informasi, berpikir kreatif dalam memecahkan suatu masalah menggunakan pengetahuan yang dimiliki serta membuat keputusan dalam situasi-situasi yang kompleks (Saputra, 2016: 91-92). Higher Order Thinking Skills berpengaruh terhadap siswa terutama pada hasil belajar karena dalam kimia, siswa dituntut untuk mampu memahami konsep-konsep, menganalisa dan mengevaluasi apa yang dikerjakan. Sehingga Higher Order Thinking Skills siswa hendaknya dikembangkan agar menjadi bekal yang bermanfaat dalam era globalisasi seperti sekarang ini (Adi et al., 2018: 25). Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran sebagai alat bantu dalam mencapai hal-hal tersebut.
Media pembelajaran merupakan salah satu aspek yang menonjol dalam keberhasilan suatu proses pembelajaran (Yektyastuti, et al., 2015: 81). Media merupakan sarana pembelajaran yang dapat digunakan untuk memfasilitasi aktivitas belajar, mendukung terciptanya proses pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik (Pribadi, 2009: 46), guna menyalurkan pesan dari guru kepada siswa
90 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi (Sadiman, 2006: 6).
Penggunaan media dalam proses pembelajaran diharapkan dapat menumbuhkan minat dan motivasi siswa dalam belajar sehingga siswa lebih memahami dan mengerti materi pelajaran. Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar (Arsyad, 2011: 29). Oleh karena itu, penggunaan media pembelajaran dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan, memicu kreatifitas dan keaktifan siswa serta akan berdampak positif terhadap hasil belajar.
Penggunaan media pembelajaran dengan dibantu teknologi digital terbaru, seperti media pembelajaran berbasis perangkat smartphone, digolongkan menjadi salah satu upaya menjawab tantangan belajar di abad-21. Penggunaan perangkat teknologi dalam pembelajaran, misalnya penggunaan media pembelajaran berbasis android, yang sangat disoroti dalam gaya belajar abad-21 (Yektyastuti, et al., 2015: 81).
Media pembelajaran berbasis perangkat smartphone saat ini telah banyak dikembangkan dalam dunia pendidikan. Smartphone memiliki banyak kegunaan yang bisa dimanfaatkan sebagai media dalam pembelajaran (Solihah, 2015: 458). Media pembelajaran jenis ini selain menambah nilai fungsi dan kebermanfaatan dari smartphone tersebut, juga dapat meningkatkan performa akademik siswa. Performa
akademik tersebut antara lain dapat berupa hasil belajar kognitif, motivasi belajar dan kemandirian belajar (Yektyastuti, R., et al., 2015: 81). Sistem operasi yang banyak digunakan saat ini pada smartphone adalah Android. Media pembelajaran menggunakan aplikasi Android merupakan suatu media interaktif yang dapat diinstal
91
91 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a pada smartphone berbasis Android. Android menyediakan platform terbuka bagi pengembang untuk pembuatan aplikasi (Safaat, 2012: 1). Aplikasi yang dihasilkan cukup beragam seperti aplikasi berita, cuaca, komunikasi, edukasi dan lain-lain.
Aplikasi yang dapat mendukung dalam dunia pendidikan sebagai media pembelajaran adalah aplikasi jenis edukasi. Besarnya potensi yang dimiliki oleh smartphone berbasis Android ini akan sangat baik bila dimanfaatkan sebagai penunjang pembelajaran (Solihah, 2015: 458).
Salah satu media pembelajaran kimia berbasis Android yang berorientasi Chemistry Triangle yang ada adalah media asam basa yang di desain oleh Annisa Rayhanny Jannah. Di dalam media ini, materi kimia telah disajikan mencakup ketiga aspek representasi kimia (macro, submicro, dan symbolic). Aspek macro terlihat pada video demonstrasi dari kegiatan praktikum dilaboratotium. Hal ini menyebabkan media berorientasi Chemistry Triangle dijadikan alternatif pembelajaran kimia apabila terdapat kendala dalam proses pelaksanaan praktikum di sekolah. Aspek submicro diperlihatkan pada animasi-animasi pada tingkat atom. Sedangkan aspek symbolic diperlihatkan dari simbol-simbol kimia. Media pembelajaran ini telah diuji validitas dan praktikalitasnya, namun belum diuji pengaruhnya di sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Rizki, et al., (2009) menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Android berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Penelitian yang dilakukan oleh Ulfa, et al., (2017) menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Android dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan kreativitas dan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil penelitian yang
92 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a
dilakukan oleh Adi et al., (2018) menunjukkan bahwa media pembelajaran Android dapat meningkatkan Higher Order Thinking Skills (HOTS).
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis merasa perlu melakukan penelitian untuk melihat pengaruh media pembelajaran terhadap sekolah dengan level tinggi, sedang, dan rendah pada Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) yang terdapat di Kota Padang. Level SMAN yang ada di Kota Padang tersebut ditentukan dari nilai PPDB online Kota Padang tahun 2017. Maka dilakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Media Pembelajaran Asam Basa Menggunakan Aplikasi Android Berbasis Chemistry Triangle Terhadap Hasil Belajar dan Higher Order Thinking Skills (HOTS)
Siswa Kelas XI SMA Kota Padang”.
A. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang dikemukakan, maka permasalahan dalam penelitian ini dapat diidentifiasi sebagai berikut:
1. Media Pembelajaran Asam Basa Menggunakan Aplikasi Android Berbasis Chemistry Triangle perlu digunakan sebagai media pembelajaran.
2. Media Pembelajaran Asam Basa Menggunakan Aplikasi Android Berbasis Chemistry Triangle Kelas XI SMA yang telah disusun oleh Annisa Rayhanny
Jannah belum diteliti pengaruhnya terhadap hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills siswa.
3. Media Pembelajaran Asam Basa Menggunakan Aplikasi Android Berbasis Chemistry Triangle belum diimplemetasikan ke wilayah yang lebih luas.
Batasan Masalah
93
93 | e - p e m b e l a j a r a n K i m i a Berdasarkan masalah yang telah teridentifikasi, agar penelitian ini lebih terarah dan mencapai sasaran yang diharapkan, maka permasalahan yang diteliti dibatasi hanya untuk mengungkapkan pengaruh media pembelajaran asam basa menggunakan aplikasi Android berbasis Chemistry Triangle yang didesain oleh Annisa Rayhanny Jannah terhadap level sekolah tinggi, sedang dan rendah yang dilihat dari hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills siswa kelas XI pada ranah kognitif melalui perolehan nilai pretest dan posttest.
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi dan batasan masalah di atas maka diajukan rumusan masalah sebagai berikut.
1. Apakah hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills siswa sekolah level tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran kimia menggunakan media pembelajaran Asam Basa berorientasi Chemistry Triangle lebih tinggi secara siginifikan daripada hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills siswa sekolah level tinggi, sedang dan rendah siswa pada pembelajaran kimia tanpa menggunakan media pembelajaran Asam Basa berorientasi Chemistry Triangle?
2. Manakah yang lebih tinggi peningkatan hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills siswa pada sekolah level tinggi, sedang dan rendah pada pembelajaran
kimia menggunakan media pembelajaran Asam Basa berorientasi Chemistry Triangle daripada hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills siswa sekolah
level tinggi, sedang dan rendah siswa pada pembelajaran kimia tanpa menggunakan media pembelajaran Asam Basa berorientasi Chemistry Triangle?
3. Apakah terdapat hubungan antara hasil belajar dan Higher Order Thinking Skills?